Setiap orang pernah ingin segera menjadi dewasa, tetapi saat benar-benar tumbuh, banyak yang justru merindukan masa kecil yang terasa lebih sederhana. Tidak semua perjalanan menuju dewasa dipenuhi kebahagiaan; ada luka, kehilangan dan harapan yang perlahan berubah. Melalui Anak Kecil yang Kehilangan Pundaknya, Khoirul Trian mengajak pembaca kembali mengenali diri dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang mungkin pernah muncul “aku yang dulu kemana, ya?”. Mungkin, di balik setiap halamannya, kamu akan menemukan bagian dari dirimu yang kamu rindukan.
“Untuk kita, anak kecil yang kehilangan pundaknya. Selamat ya, kamu dewasa terlalu cepat.” (Hlm. 73)