Tipe: Koran
Tanggal: 1986-07-04
Halaman: 05
Konten
1 1 K a 3 a n n 1 banyak orang tahu, KUD 1 belum sepenuhnya milik petani, tetapi Pemerintah melalui berbagai Peraturan dan Keputusan, apakah itu Keputusan Presiden, Menteri, Gubernur sampai Bupati, sudah jelas bahwa KUD adalah milik petani dan untuk petani. Karena KUD dianggap paling efektif, sebagai organisasi, yang titik tolaknya bidang ekonomi, maka Pemerintah secara penuh memberikan dorongan hidup dan in Berita Yudha Jum'at, 4 Juli 1986 KUD Diharapkan Menjadi Soko Guru Pereko- nomian Pedesaan Oleh: Sugeng Purnomo, Koresponden "BY" k - KABUPATEN DT. II matinya KUD. Mulai dari Subang Jawa Barat, hingga kerja sama dalam penga- saat ini masih merupakan daan pangan, sampai daerah penghasil padi kepada kegiatan yang lain. terbesar di Jawa Barat, Misalnya memberikan setelah Kabupaten modal untuk ikut penga- Karawang. Akan tetapi daan pangan. Memberikan dengan pembangunan pinjaman modal untuk men- irigasi yang terus di dirikan waserda (Warung laksanakan, baik melalui serba ada) dan banyak lagi Proyek Irigasi Jatiluhur, berbagai fasilitas dan maupun Irigasi IDA kemudahan terhadap KUD. (International Development Tujuan utamanya agar KUD Acociation), yang memban- dapat mandiri dan sampai tu pembangunan itu di Ren- pada tujuan akhir, menjadi "SOKO GURU tang (Dam Rentang), kini In- dramayu menyusul daerah PEREKONOMIAN" di tetangganya Subang. Pedesaan. Semua itu Bahkan di tinjau 'dari segi karena telah ia amanatkan areal, Indramayu produksi oleh UUD 1945, dalam padinya sudah hampir pasal 33, dan telah di melebihi Kab. Subanng. Produksi padi/gabah yang terus meningkat, akibat sistem irigasi dan pola tanam intensifikasi meledaknya produksi padi di Indonesia, sudah sangat terasa selama tiga tahun terakhir. Bahkan saat ini jabarkan dalam GBHN. baik secara Nasional maupun Internasional, In- donesia di akui, bahwa sudah swasembada mampu pangan. Beras yang tadinya Impor, kini sudah ada kemungkinan Indonesia akan menjadi salah satu negara yang mampu meng Ekspor beras, atau bahan pangan yang lain. Ada satu yang agaknya masih mengganjal dengan masalah produksi padi ini, ialah masih rendahnya kwalitas gabah, maupun beras itu sendiri. Heboh masalah kwalitas beras/ gabah itupun Pemerintah tidak tinggal diam. Yakni berusaha menanggulangi, agar kwalitas berasnya, mampu menyaingi negara pengekspor beras yang telah dikenal selama ini. Yaitu perbaikan masalah Pasca panen. Perbaikan masalah Berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan Pemerintah terhadap KUD, ternyata juga tidak membuat KUD mulus dan mencapai perjalanan, menuju tujuan semula. Bahkan diakui banyaknya KUD yang ter- nyata tidak berkembang seperti harapan semua orang. Bukan itu saja, tidak sedikit malahan KUD yang terjerat oleh hutang. Masih belum ada suatu penelitian secara detail dan terbuka tersendatnya perkembangan KUD selama ini secara ilmiah. Yang ada TOKOH-TOKOH MUDA PANDAWA DAN KURAWA kalau tidak sinyalemen ya kira-kira. Sinyalemen itu an- tara lain karena mis mana- jemen atau salah urus. Secara awam kebangkrutan KUD, akibat ulah oleh sementara pengurusnya. Jadi bukan potensi alam atau kondisi lingkungan alam. Sebab disitu berdiri KUD, potensi sudah diperhitungkan, bahwa KUD akan dapat berkem- bang, sesuai dengan potensi yang ada. Daerah penghasil padi, KUD akan berkem- bang dengan potensi yang Apa yang diucapkan 100 %, tetapi banyak orang mengakui bahwa kemun- duran suatu badan yang namanya KUD, kebanyakan akibat oleh Pengurus yang kurang memiliki dedikasi, selain manajemen. bagai cara yang lain, agar kwalitas beras bukan saja mencapai harga yang stabil, tetapi minimal beras atau gabah itu dapat disimpan dalam jangka panjang. perkebunan, berbagai untuk macam produksi. Bahkan di untuk kepentingan pribadi daerah Industri sekalipun, dari para pengurusnya. KUD akan berkembang, dan Mulai dari membeli barang menjadi soko guru ekonomi konsumtif, dan barang- di desa. Kalau ada KUD barang lain, yang sebetulnya yang tidak berkembang, KUD sendiri belum begitu pasti bukan KUDnya yang memerlukan. jelek. Tetapi akibat Ada satu badan Pemerin- tah yang kerjanya mengen- dalikan harga berbagai Mempercepat proses macam bahan pokok, pengelola KUD itu tentu kembalinya kredit, maka yang tidak bisa alias mis manajemen, atau "salah urus" atau sering di sebut akibat faktor manusia, yang mengurus KUD tersebut. Walau faktor itu belum tentu keluarlah Inpres No. 10 ten- tang kredit program massal, termasuk kredit pada KUD. Yakni pengembalian kredit seluruh program massal ter- masuk KUD. Apa yang ter- terutama beras. Yaitu Depot Logistik. Selain sebagai badan pengendali harga, Bulog atau Dolog, juga mengadakan pembelian, yang digunakan sebagai Stok Nasional. Dalam pengumpulan gabah untuk stok nasional, Bulog selain mengadakan pembelian langsung kepada petani, juga dibantu oleh badan milik petani sendiri, yang dikenal dengan KUD (Koperasi Unit Desa). Walau Dan tentu saja banyak faktor lain, yang semuanya bertumpu pada manu- sianya, yang bila di telusuri sering menemui jalan buntu kalau tidak "lingkaran setan". KUD DI KAB. SUBANG. Ketua KUD di pro- gramkan, dan masih ber- nama BUUD, Subang Jabar, dengan luas per- sawahan 80.000 Ha lebih, saat itu berdiri sebanyak 65 BUUD/KUD. Akan tetapi lambat laun BUUD/KUD itu rontok, dan tinggal sekitar 25 KUD yang boleh di kata masih hidup. Banyaknya KUD yang mengalami kerontokan, bermula dari banjirnya kredit untuk pengadaan pangan. Pada waktu itu segi manejemen memang belum teruji secara ketat. Bahkan kemudahan memperoleh kredit dari Bank, menyebabkan KUD berdiri bukan karena memang berdiri, tetapi KUD berdiri karena akan di berikan kredit, khususnya untuk pengadaan pangan. an an m. ti DEWI SITI SUNDARI Kredit pengadaan pangan masih terasa adanya KUD yang begitu menggebu- gebu. Tahun berikutnya, masih tetapi kelihatan sehat karena berbagai prioritas dari Pemerintah. Tetapi lama kelamaan demikian terasa setelah musim kredit itu harus di kembalikan. Dan saat itulah di ketahui banyaknya KUD yang tidak dapat mengembalikan kredit. Beberapa dian- taranya di ketahui, bahwa KUD itu bukan pengeringan padi dan ber- ada. Demikian daerah kredit pad KUD, tetapi bersih dan hutang-hutang, 2005 oleh Dewi Wara Srikandi memang benar. Ia hadir waktu pengantin Arjuna dan Sumbadra dulu disandingkan duduk. Pada waktu itulah gadis Srikandi jatuh cinta setengah mati pada pengantin pria (baca buku Arjuna Krama). Pada waktu itu di depan kedua pengantin itu berada Hyang Narada yang selalu mengganggu kedua pengantin baru itu dengan ulah jenakanya. Dewa yang lucu itu menimang kedua pengantin tersebut. Berkali-kali dewa itu barulah sangat jenaka, membuat tertawa semua yang hadir, baik raja, para permaisuri, para putri maupun para inang jadi, tidak sedikit Ketua KUD, yang terpaksa harus dengan berhadapan Pengadilan, kalau tidak habis harta bendanya. pengadaan pangan tetap di buka dengan leluasa, kredit tidak akan keluar begitu sa- ja, tanpa pengaturan mana- jemen ekonomi yang baik. Bahkan hampir semua KUD yang masih berdiri, prioritas masih tetap mengalir dari Pemerintah. Yakni adanya kredit untuk keperluan lain selain pengadaan pangan. Yakni kredit untuk warung serba ada, kredit untuk membangun gudang, peng- gilingan padi dan bahkan mendapat subsidi dari tenaga ahli, yaitu manajer KUD, yang di angkat oleh Dep. Koperasi sebagai Pegawai Negeri Sipil Semua itu membuktikan, bahwa Pemerintah akan tetap membina KUD, sam- pai KUD itu betul-betul sehat dan benar-benar menjadi soko guru ekonomi di pede- saan, dimana KUD berada. Semua problem tersebut, saat ini ternyata sudah penuh disadari oleh sebagian Pengurus KUD. Walau tawaran kredit untuk pengasuh. Hanya Dewi Wara Srikandi seorang yang tidak ikut tertawa. Tersenyumpun ia tidak. Duduknya gelisah, matanya tidak berhenti menatap muka pengantin pria. Hatinya benar- benar bertekuk lutut pada keelokan paras mempelai pria. Kantor KUD Bina Warga, Kelurahan Sukamelang Subang yang dilengkapi dengan unit warung ser- ba ada yang terletak di sebelah kanan gedung perkantoran KUD tersebut. (Photo: 025). Sebelah dari kemben- nya terlepas sampai tidak dirasanya. Seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Untung tak seorang pun memperhatikannya. Perjalanan terakhir sam- pai dengan tahun 1986 ini KUD-KUD di Kab. Subang terus semakin di perketat pembinaannya. Demikian pula pemberian berbagai fasilitas dan prioritas. Ber- dasarkan penjelasan Humas Pemda Tk. II Subang Idi Supardi BA ada 15 KUD yang di ikut sertakan dalam Pengadaan Pangan Stok Nasional. Tetapi bukan berarti KUD di Subang ini tinggal 15 buah, KUD yang lain, selain usaha KUD pribadi dengan kredit biasa, mereka menegaskan, bahwa KUD yang diikut ser- takan dalam pengadaan pangan adalah KUD yang khususnya hutang untuk pengadaan pangan, pada tahun-tahun sebelumnya. Tetapi belum sampai para sepuh Pandawa itu berangkatkeKadipaten Parangaruda tiba-tiba terdengar suara hiruk pikuk di alun-alun. Patih KUD BINA WARGA SUKAMELANG. Ada satu KUD di Kab. Subang yang perjalanan hidupnya mengalami jatuh bangun. Yakni KUD Bina Warga di Desa Sukamelang Kab. Subang. KUD. "Bina Warga" di Desa Sukamelang ini berdiri pada Udawa segera diperin- tahkan keluar ke alun- alun. tahun 1974, yang pada waktu itu bernama BUUD (Badan Usaha Unit Desa). Ketika itu mempunyai wilayah kerja tiga desa. Yaitu desa Sukamelang, Belendung dan Desa Jabong, semuanya Kecamatan Subang. Kegiatan utama pada waktu itu ialah Pengadaan Pangan dan penyaluran pupuk Bimas. Karena kelihatan mencapai kemajuan cukup pesat, maka KUD Bina Warga tidak begitu sulit memperoleh badan hukum. Dan bh itupun diperoleh pada tanggal 10 September 1976, No. 6512/76, dengan susunan Pengurus pada waktu itu di Ketuai oleh Abah Ramlan, yang dibantu oleh seorang sekretaris, seorang ben- dahara dan seorang Tidak lama kemudian patih yang setia itu memasuki kembali Paseban, melakukan sembah pada Sri Kresna, dan melaporkan bahwa yang datang adalah rom- bongan Astina yang dipimpin oleh Prabu Baladewa. Sri Kresna dan Sri Puntadewa segera keluar manager. Di tinjau dari sektor usaha, kelihatan pada waktu itu demikian pesat. Sebab selain ikut dalam pengadaan pangan, KUD itu pada waktu itu tampak pula hiduppun tidak, para ang- kegiatan penggilingan padi, penyaluran sarana produksi pertanian dan juga di berikan sebagai penyalur sarana produksi pertanian dan juga di berikan sebagai penyalur kredit candak kulak (kck). Kegiatan KUD tersebut juga mengundang perhatian dari fihak Direktur Jenderal Koperasi, yang tak kurang dari Bapak Dirjen sendiri meninjau KUD Bina Warga ini. Akan tetapi seperti di kemukakan diatas, bahwa faktor manusia sangat menentukan, maju dan mundurnya suatu organisasi. Lebih-lebih organisasi yang bersifat ekonomi seperti Koperasi. Kunjungan Dirjenkop, ke KUD Bina Warga saat itu, yang semua orang mengira, menjadi perangsang lebih berkembangnya KUD tersebut, rupanya justeru menjadi sebaliknya. KUD Bina Warga bukan semakin berkembang seperti apa yang di harapkan, tetapi justeru mengalami kemun- duran, dan beberapa tahun kemudian mencapai pun- caknya pada tahun 1980 an. Semua itu terbukti di Ada beberapa faktor kelemahan yang kurang di perhatikan pada waktu itu. yaitu tidak adanya par- tisipasi dari para ang- gotanya, organisasi yang kurang mantap, administrasi tidak sehat, pengurus yang tidak melaksanakan fungsinya dan yang sangat penting adalah tidak ber- fungsinya badan pemeriksa, selain faktor pembinaan dari kantor koperasi yang masih dirasa kurang. Pada saat itu KUD Bina Warga bukan saja tidak berkembang, bahkan mengalami "stagnasi", yang hampir mengalami jalan buntu. PENGGANTIAN PENGURUS. Lingkungan Pedesaan Melihat KUD daerahnya mati tak mau gotanya yang masih ber- Suyaman (lk. 47 th), jumlah 75 orang, dengan sebagai Ketua KUD Bina uang pangadaan pangan Warga, rupanya membawa sebesar Rp. 33 juta yang angin segara bagi KUD tidak berbekas, maka para tersebut. Selama hampir anggota mendesak kepada lima tahun, di bawah Kepala Kelurahan kepemimpinannya, KUD Sukamelang, untuk Bina Warga bukan saja mengadakan rapat dengan bangkit dan menunjukkan tujuan penyegaran atau memilih pengurus baru. Bulan Maret 1982, terpilih Pengurus baru terdiri dari 8 orang personel, dengan Ketua Sedri Suyaman. Pengadilan Negeri Subang, semakin menarik minat mereka. bahwa kredit yang diterima KUD Bina Warga pada waktu itu, banyak di gunakan untuk kepentingan pribadi, khususnya Ke- tuanya. PULAU BURUNG dan pulau Baer, dua buah pulau kecil di gugusan Kei Kecil tidak jauh dari Tual, Maluku Tenggara, kini mulai men- jadi sasaran perhatian dan kunjungan wisatawan domestik maupun asing. Pemda Maluku Tenggara bersama Kanwil Dirjen Par- postel Maluku, kini sedang berusaha mengembangkan dan menata obyek wisata bahari tersebut, karena semenjak diketahui dan diperkenalkan kepada wisatawan kedua tempat itu Barata Yudha Oleh: Sunardi D.M. Pulau tanpa penghuni itu, selama ini menjadi tempat nelayan tradisional di kepulauan Kei Kecil untuk menangkap ikan-ikan karang serta berbagai jenis ikan lainnya. Kapuslitbang Depar- postel, Hari Hartono ber- sama Bupati Maluku Teng- gara Drs. Christ Ranhara, didampingi Kakanwil Depar- postel Maluku Eddy Sumeleh Bc. Ap, belum lama ini sempat meninjau kedua pulau tersebut guna menjajagi kemungkinan pengembangannya di masa datang sebagai obyek-obyek wisata yang dapat disuguhkan kepada wisatawan dalam dan luar negeri. Bupati Maluku Tenggara di mengatakan kepada penulis, berdasarkan hasil Pulau Burung Dan Baer Mulai Memikat Wisatawan pengamatan langsung di lapangan yang dilakukan Kapuslitbang Deparpostel belum lama ini, ternyata kedua pulau tersebut. memiliki persyaratan untuk dikembangkan salah satu obyek wisata bahari yang cukup menarik di Maluku Tenggara di masa datang. Gagasan pengembangan obyek wisata bahari di kedua pulau itu cukup beralasan, mengingat adanya berbagai jenis satwa liar yang cukup banyak di samping memiliki keindahan alam pantai dan kekayaan laut yang cukup memikat 276 dari Pagelaran me- nyongsong kedatangan Sri Baladewa. Prabu Baladewa turun dari ken- daraan gajah. la segera mendekati adik kandungnya. Kedua raja itu berangkulan. Sri Puntadewa yang mendekat juga dirangkul oleh kakak sepupunya itu. Ibu kandung Sri Pun- tadewa yaitu Dewi Kunti adik kandung mendiang Prabu Basudewa raja menjadi agak tegang, Oleh: John Mayaut terdengar merdu serta pepohonan rindang yang penuh dengan beraneka ragam satwa liar maupun yang dilindungi bisa ditemukan di pulau ini, seperti burung betet, pombo putih, elang laut, bangau putih, dan pelikan. Satwa-satwa ini kelihatan begitu bersahabat dengan para nelayan maupun pelancong, hingga ketika didekati untuk dipotret maupun ditembak dengan senapan angin berbagai kaliber unggas itu tidak beranjak dari tempatnya. Semula kedua pulau kecil itu, hanya dikenal sebagai Menurut pengamatan tempat rekreasi dan obyek pulau tersebut, para penulis, baik Pulau Burung Untuk sampai ke pulau- perburuan liar dari para pemburu satwa di kota itu. wisatawan cukup dapat naik speed boat sekitar sepuluh menit dari kota Tual. Tapi dalam upaya memberikan tambahan pendapatan pada masyarakat di daerah itu diusahakan agar setiap wisatawan yang ingin ke pulau tersebut, meng- gunakan perahu tradional dengan tarif yang relatif murah, kata Christ Rahanra. maupun Pulau Baer sangat cocok dijadikan salah satu obyek penelitian para il- muwan, untuk mempelajari Tual. secara seksama kehidupan berbagai satwa liar yang ada, di pulau itu, yang jarang ditemukan di tempat lain. negeri Madura, ayah kandung Sri Baladewa dan Sri Kresna. Terpilihnya Sedri Nampak dalam gambar salah seorang karyawan KUD Bina Warga sedang memberikan minum ayam pedaging yang cukup usia dan slap untuk dipasarkan. (Photo: 025). aktifitasnya. Tetapi juga mampu menjadi salah satu KUD terbaik di Jabar, walau bukan yang paling baik. Bahkan kini, selain berbagai kegiatannya,, KUD itu men- Kemudian dengan bergandengan tangan ketiga orang raja itu memasuki Paseban. Ketiganya segera duduk di tempat yang telah disediakan. Semua yang hadir berebut melakukan sem- bah kepada Prabu Madura itu. Suasana wisatawan. MILIK MONUMEN PERS NASIONAL Tiada Pohon Tanpa Burung Bagi wisatawan yang in- gin berekreasi sepuasnya, kedua pulau ini merupakan tempat yang sangat ideal, karena di sana mereka bisa menikmati suasana alam pantai yang mempesona, dan nyaman. SURAKAHALAMAN V Kondisi karang lautnya sangat cocok untuk kegiatan selam bagi para pencinta laut. Kicauan burung yang Ada jadi pilot proyek pengem- bangan manajemen bagi KUD. Pernah meraih juara di tingkat Jabar, dan ber- bagai penilaian lain, sebagai KUD yang mampu men- jangkau wilayah kerja, empat unit usaha yang me- bukan tiga desa, tetapi 10 nyangkut program Yakni Desa, melibatkan 3.193 Pengadaan pangan, listrik, anggota dan calon anggota. kredit candak kulak dan Dua kegiatan yang saat penyaluran sarana produksi ini berjalan sesuai dengan pertanian. (bersambung). Berkatalah Sri Baladewa," Dinda Prabu, kedatangan kakanda di Dwarawati lagi ini adalah diutus oleh dinda Prabu Suyudana dan pemaisuri, untuk per- tama menyampaikan salam, kedua untuk menyerahkan putranya Para fotografer yang ingin mengabaikan gerak gerik kehidupan satwa yang ada di kedua pulau itu, tentunya akan berminat karena tidak sulit mencari obyek bidikan kamera. karena sebagian rom- bongan Astina ikut juga memasuki Pagelaran. Dursasana duduk pa- ling depan. Di belakangnya duduk Lesmanamandrakumara. Lesmanamandrakumara Baru kemudian patih itu ingin sekali memper- Sakuni. Setelah Sri sunting si Sitisundari un- Kresna mengucapkan selamat datang kepada Prabu Baladewa, patih Sakuni dan lain-lain suasana menjadi hening sejenak. tuk mendampinginya hidup di Astina nantinya. Adapun yang akan menjadi tali perkawinan adalah seluruh isi istana Astina. Mudah-mudahan dengan adanya ikatan tersebut hubungan antara Dwarawati Astina dan Madura menjadi lebih kukuh. Kakanda sendiri menyetujui sepenuhnya. Mengenai permintaan Sitisundari akan dua orang putri cantik sekem- baran atau mirip untuk kemampuan yang di miliki KUD itu. Yaitu kegiatan usaha berdasarkan program dan kegiatan usaha ber- dasarkan non program. yaitu Lesmanaman- drakumara ini padamu, untuk dijodohkan dengan putrimu Sitisun- dari. Putramu dari benua Australia, pada musim dingin di kedua pulau itu. 8 Sementara pepohonan- nya yang rindang dengan aneka jenis kayu lembek yang tidak pernah ditebang untuk keperluan kayu bakar penduduk, merupakan tem pat bermukim satwa yang menghuni kawasan pulau itu, hingga kehidupan mereka yang nyaman dan tidak pernah terganggu. Mereka biasa membawa bekal secukupnya, di sam - ping peralatan penangkap ikan, senjata terbaru untuk menembak burung pombo putih yang sangat jinak. Perairan pantainya yang kaya berbagai jenis ikan karang dan pelagis tidak jarang pula menjadi sasaran Setiap hari, terutama di pengamatan para ilmuwan. Belum lagi berbagai jenis saat-saat liburan puluhan coral dan hasil laut lainnya bahkan ratusan ekor burung yang bertebaran di pulau itu. pombo putih dibantai tanpa Demikian pula dengan memperhatikan kelestarian- saat migrasi kelompok- nya, hingga dikuatirkan kelompok burung tertentu kehidupan satwa ini akan dari daerah lain terutama Ke halaman VI "Alam pantai kedua pulau itu, benar-benar mempesona, dan tidak ada duanya untuk berekreasi maupun berburu sambil ber- santai," kata Reine Nunumette dan Francois Tuankotta yang sering datang ke tempat itu beristirahat bersama kawan- kawannya, saat bertugas di î Obyek Rekreasi Masyarakat Maluku Tenggara, khususnya para karyawan di Tual, selama ini banyak memanfaatkan waktu berekreasi di kedua pulau itu bersama masyarakat di sekitarnya. senggangnya pengiring pengantin sudah sebenarnya diperoleh oleh pihak Astina, yaitu kedua putri Dewi Pregiwa dan Pregiwati. Tetapi di tengah jalan kedua "patah pengantin" tersebut direbut oleh putrama Gatotkaca dan Angkawijaya. Tetapi karena...". Kresna Sri memotong, "Maaf, nanti dulu kanda Prabu. Terima kasih atas pinangan secara resmi dari Astina yang dibawa Prabu oleh kanda sekarang ini". (bersambung).
