Tipe: Koran
Tanggal: 1995-06-28
Halaman: 04
Konten
TAJUK RENCANA Berita Yudha RABU, 28 JUNI 1995 Perlu Usaha Bersama Dunia Membasmi Terorisme Internasional Gerakan terorisme internasional bukan hanya melakukan perusakan, peledakan, pembajakan, pembunuhan dan tindak kekerasan lain terhadap instalasi penting, orang-orang ditepi jalan atau didalam gedung atau kendaraan. Mereka juga menjadikan para pemimpin/kepala negara se- bagai sasarannya. Tentu saja tujuannya adalah membantu gerakan menentang dari sekelompok kaum ekstrimis di negara dari kepala negara bersangkutan. Dalam tiga dekade terkahir ini sudah amat besar korban tindakan kekerasan kaum teroris internasional ini. Kebanyakan adalah orang- orang tidak berdosa, yang berada ditempat yang menjadi sasaran tindak kekerasan itu. Tetapi sejumlah pemimpin dan kepala negara ada yang juga menjadi korban aksi mereka. Senin (26/6) lalu, Presiden Mesir Hosni Mubarak juga telah menjadi sasaran kaum teroris internasional. Beberapa orang teroris mencoba menghadang dan menembaki mobil yang dikendarainya di Addis Abeba, ibukota Ethipoia. Ketika itu Presiden Mubarak baru saja tiba di pelabuhan udara dan sedang menuju ke gedung tempat dibukanya KTT Organisasi Negara-negara Afrika Bersatu (OAU). Syukurlah Tuhan masih melindungi Presiden Mubarak yang sudah meng- alami usaha percobaan pembunuhan sebanyak enam kali sebelumnya. Ia menjadi Presiden Mesir tahun 1981, menggantikan Presiden Anwar Sadat yang tewas ditembak oleh kelompok fundamentalis di negerinya. Gerakan ekstrim di Mesir sudah lama melakukan kegiatannya. Tetapi karena mendapat tekanan dari pasukan pemerintah, dan tidak ada du- kungan dari rakyat, maka kegiatan mereka amat terbatas. Mereka meng- gunakan kedok sebagai kaum Islam fundamentalis dan mengambil nama seperti kelompok Jihad, Jamaa Islamiya, Talaeh al Fatah dan lain-lain. Ada semacam jaringan kerjasama antara gerakan-gerakan teroris di Mesir ini dengan gerakan sama di Libya, Sudan, Iran, Irak dan lain-lain. Meskipun Presiden Mubarak sering menuduh gerakan fundamentalis Mesir mendapat dukungan dari gerakan fundamental di Sudan, tetapi ia tidak secara langsung menuduh penembak-penembaknya di Addis Abeba itu didukung Sudan. Kita tentu semua menyadari, bahwa suatu konflik politik tidak bisa diselesaikan dengan cara kekerasan. Juga dalam konflik regional atau internasional. Apalagi dalam masa pasca perang dingin, dimana lebih banyak lagi bangsa-bangsa di dunia menginginkan terciptanya perdamaian. Dalam masa perang dingin, perdamaian memang terasa sulit dicapai, karena setiap ada konflik antara satu atau sekelompok negara dengan negara atau kelompok negara lainnya, selalu muncul kepentingan, campurtangan dan pengaruh dari kedua kekuatan besar dunia. Maka konflik seperti itu bisa menjadi sulit didamaikan, malahan bisa berkembang menjadi peperangan. Tetapi rupanya, setelah perang dingin berakhir, dunia masih saja menghadapi berbagai konflik. Ada lanjutan dari konflik lama, ada juga konflik baru. Seperti apa yang terjadi di berbagai bagian dunia ini. Dan aksi-aksi teror masih terus berlangsung, meskipun tidak lagi sebanyak kegiatan di masa-masa lalu. Dengan munculnya aksi kekerasan seperti di Aljazair, di Mesir, di Jepang, di Amerika Serikat sendiri yang menimbulkan korban tidak kecil, diselingi satu dua kali pembajakan pesawat terbang, kita menyadari bahwa terorisme internasional masih mempunyai potensi untuk melakukan aksi-aksinya. Pojok Yudha. Pemain sepak bola Gelora Dewata, Wayan Sukadana, dicekal main gara-gara waktu main bola suka nendang dan mukul. - Mungkin lebih cocok ikut Thai Boxing. *** Presiden Mesir Husni Mubarak lolos dari pembunuhan - Kita ucapkan selamat dan semoga Allah SWT selalu melindunginya. *** Korea Selatan akan saingi Jepang dalam relokasi industrinya di Indo- nesia: - Asal jangan hanya karena upah buruh murah dibandingkan di negerinya Wang ges Ratusan industri tekstil skala kecil dan menengah di Jawa Tengah dan Jawa Barat saat ini diperkirakan ter- ancam bangkrut jika pihak- pihak terkait tidak segera turun tangan untuk menyela- matkan. Industri Tekstil Menengah Kecil Terancam Bangkrut keberadaan industri tekstil skala kecil dan menengah di- pertahankan mengingat bi- dang tersebut mampu me- nampung tenaga kerja dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, pabrik pemintalan (Patal) yang kini sudah banyak "diruitslag" oleh pemerintah perlu diaktifkan kembali untuk mencukupi kebutuhan bahan baku in- dustri tekstil skala menengah dan kecil. "Ratusan industri tekstil skala menengah dan kecil yang menampung sekitar 100.000 tenaga kerja yang tersebar di daerah Peka-lon- gan Jawa Tengah dan Ma- jalaya, Tasikmalaya, Ciamis, di Jawa Barat saat ini ba- gaikan menghadapi 'seka- ratul-maut' dan perlu segera ditolong jika kita tidak menghendaki mereka bang- krut," kata anggota Komisi VI DPR yang membidangi perindustrian, tenaga kerja, pertambangan dan energi, Farid Akhwan. Menurut Farid yang telah melakukan peninjauan ke Jawa Barat dan Jawa Tengah, industri tekstil yang teran- cam bangkrut cukup banyak. Di sentra industri tekstil Majalaya saja, terdapat 115 industri pertekstilan yang menyerap 10.000 pekerja. Secara keseluruhan terdapat sekitar 700 perusahaan teks- til di kota itu dan 9.671 di Pekalongan dan sekitarnya. Nasib serupa diduga juga terjadi pada pabrik tekstil dan produk tekstil di Gresik, Ja- wa Timur dan Solo, Jawa Te- ngah. Ulang tahun ke-50 Perse- rikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak lama lagi akan dirayakan "secara besar-be- saran" di markas besarnya di New York, Amerika Serikat. Persiapan peringatan se- tengah abad badan dunia itu dikoordinasikan oleh Komi- te Persiapan Peringatan 50 tahun PBB yang diketuai Dubes Richard Butler dari Australia. Sekjen. PBB Boutros Boutros-Ghali awal Februari lalu secara resmi menca- nangkan peringatan ulang tahun tersebut, yang pun- caknya akan jatuh pada 24 Oktober 1995 itu dalam sua- tu upacara yang berlangsung di Markas Besar PBB New York. Keluhan kalangan industri tekstil ini mengingatkan or- ang pada kasus yang me- nimpa industri kertas dan se- men yang menghebohkan belum lama ini, yaitu makin mahalnya harga bahan baku, harga beberapa komponen produksi, termasuk tarif PLN dan bunga bank. Sementara itu situasi pasar dalam negeri cenderung melesu. Pencanangan ulang tahun setengah abad PBB yang juga akan diperingati di ba- nyak negara itu ditandai de- ngan pameran dokumen asli Piagam PBB untuk masa sa- tu tahun (sepanjang tahun 1995), bertempat di lobi Ma- jelis Umum PBB. Perlu Antisipasi Anggota Dewan ini men- catat naiknya bahan baku tekstil seperti rayon, polyes- ter dan cotton sekitar 70 persen dibanding harga akhir tahun 1994. Benang tenun jenis 30/s-TR semula hanya 790 ribu/bal menjadi Rp. 1,4 juta. Hal itu diperburuk de- ngan adanya kesulitan mem- peroleh kredit dari bank pe- merintah. Pada kesempatan itu Sek- jen PBB bersama lima ang- gota staf utama PBB menye- rahkan salinan Piagama PBB kepada enam anak dari be- nua yang berbeda sebagai simbol yang menandai arti pentingnya badan dunia ter- sebut bagi generasi muda di seluruh dunia. Keluhan kalangan industri tekstil skala menengah dan kecil itu diharapkan segera diantisipasi oleh pemerintah, sebab masalahnya menyang- kut kehidupan ratusan ribu pekerja dan kelangsungan hidup perusahaan swasta nasional skala kecil dan me- nengah, yang mestinya perlu dilindungi. "Karena itu pemerintah hendaknya segera bertindak sebelum masalah tekstil ini meruyak seperti kasus semen dan kertas," kata anggota Dewan dari FKP itu. Latar Belakang PIN - Pada tahun 1981 negara anggota WHO meluncurkan Global Strategi untuk HFA tahun 2000, walaupun saat itu pengalaman dan penge- tahuan belum cukup namun target harus dicapai. Pada tahun 1988 WHO ke 41 menetapkan Global Era- dication polio yang ingin di- capai pada tahun 2000, yang kemudian diformulasikan dalam World Summit, For Children pada bulan Septem- ber 1990 dalam sasaran ke- sejahteraan anak. Sebagai salah satu pemrakarsa dan penandatangani Deklarasi mencapai sasar kesejahte- Badan dunia yang kini ber- anggotakan 185 negara itu didirikan 24 Oktober 1945, saat piagamnya dirati-fikasi oleh mayoritas dari 50 nega- ra yang menandatanganinya. ANALISA/KOMENTAR Penandatanganan piagam itu berlangsung di San Fran- cisco, California, Amerika Serikat (AS), pada 26 Juni 1945. Dan piagam tersebut diakui sebagai salah satu do- kumen berharga dalam seja- rah umat manusia. Usia 50 tahun penandata- nganan piagam itu juga akan diperingati secara khusus di San Francisco dalam suatu acara pada 26 Juni 1995, mu- lai jam 10.00 pagi waktu se- tempat, bertempat di Gedung Opera San Francisco, gedung tempat berlangsung-nya konferensi PBB tahun 1945. Acara tersebut akan di- hadiri oleh kalangan diplo- mat, senator dan pejabat pe- merintah dari banyak negara, termasuk Presiden AS Bill Clinton dan Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali. Sidang khusus Berkenaan dengan usia setengah abad PBB, para di- plomat di PBB telah me- nyetujui diselenggarakannya suatu sidang khusus Majelis Umum PBB guna menilai kiprah badan dunia itu se- lama ini, dan sidang tersebut direncanakan dihadiri oleh Oleh: Askan Krisna Dia menyarankan peme- rintah hendaknya mengu- rangi bea masuk bahan baku tekstil, yang saat ini untuk serat polyester dan rayon dikenai bea masuk 5-10 per- sen. Kalau bisa bea masuk ditekan seminim mungkin, dan bila perlu dihapuskan saja akan menjadi nol persen. Sedangkan untuk melin- dungi industri tekstil dalam negeri, pemerintah dihimbau agar membatasi ekspor ba- han baku tekstil. Keluhan kalangan industri kecil dan menengah bidang tekstil itu ditindaklanjuti de- ngan datangnya sejumlah pe- ngusaha kecil dan menengah pertekstilan dan produk tekstil dari Pekalongan dan Majalaya tersebut ke Komisi VI DRP. Dalam suatu rapat dengan pendapat umum, mereka menyampaikan keluhannya dalam mendapatkan bahan baku "polyester" dan "cot- ton". Ketua Persatuan Peng- usaha Tekstil Pekalongan, Malul Akbar, mengaakan, kalangan bahan baku tekstil itu diperberat dengan me- ningkatnya harga bahan ba- kut. Padahal bahan baku tekstil itu harus diimpor. Kondisi seperti itu, menu- rut koordinator pengusaha Upaya Indonesia Membasmi Polio Melalui Pekan Imunisasi Nasional yang telah berhasil dibasmi. Penyakit Polio (Polinmye- litis akut) adalah penyakit disebabkan oleh infeksi firus polio. Gejala yang ditim- bulkannya bervariasi dari tidak ada gejala secara klinis sampai berupa acute flacoid paralisya (AFP) yang nan- tinya akan menjadi kelum- puhan yang permanen. Penyakit polio ini biasanya mengenai tungkai bawah dan mengenai satu tungkai atau asyemetris dan dapat juga mengenai otot anggota badan lain dan otot alat pernapasan. Eradikasi polio ini secara operasional diartikan sebagai hilang kasus polio akut dan virus polio liar. Eradikasi po- lio bisa di capai dengan cepat kalau semua orang kebal ter- hadap polio. Dengan pro- gram imunisasi rutin saja cakupan tidak sampai men- capai 100% sasaran secara merata, sehingga untuk itu diperlukan kegiatan sup- plemen yaitu memberikan vaksinasi polio pada seluruh balita secara serentak dalam PEKAN IMUNISASI NA- SIONAL, pemantauan pe- nyakit polio serta imunisasi secara cepat segera ditemu- kannya kasus (outbraak re- sponse) dan mapping up. Tanda khas dari penyakit polio ini adalah : - Terjadinya kelumpuhan syang layu (Flacoid) yang asymetris "Sensibilitas (perasaan) te- tap normal Penularan firus polio ini melalui faecal-oral (mulut) dan droplet terutama di- daerah andemis dengan pen- duduk yang rapat. Reserpoir virus polio ini hanya pada manusia. Virus polio ini diluar tubuh ma- nusia hanya tahan 48 jam. Selama masih ada orang yang rentan, maka penularan virus polio akan tetap ber- langsung. Melihat dari akibat penya- kit polio ini yang dapat me- nyebabkan kematian dan melihat pada sifat dari virus polio ini, maka penyakit po- lio ini adalah penyakit yang dapat dibasmi (dieradikasi) seperti halnya penyakit cacar raan anak sedunia yang juga mecakup pembasmian polio. Eliminasi Tetanus Neonato- rum dan penurunan mortali- tas dan morbiditas campak. Melihat kepada pengala- man dari negara lain yang telah melaksanakan gerak- kan predikasi folio ini seperti negara-negara: CANADA, USA, FINLANDIA, USSR, AUSTRALIA, NEW ZEA- LAND dan terkahir FILI- PINA, dari hal tersebut ter- lihat bahwa terdapatnya kasus filio adalah merupakan kasus yang datang dari luar negara tersebut seperti: di KANADA tahun 1978 dan USA pada tahun 1979 ini dari pemeriksaan virusnya merupakan virus yang hidup di negara TURKI. Dalam pelaksanaan PIN di FILI- PINA melibatkan semua te- naga kesehatan dan lintas sektoral serta masyarakat sendiri dan para pengusaha yang ada. Program Imunisasi yang secara rutin telah mencapai target UCT di Indonesia dan bahkan di Propinsi Sumatera Barat sendiripun telah men- capai UCT pada tahun 1990 dan mampu mempertahan- kannya bahkan meningkat- kan dan dampak positifnya telah terlihat dengan menu- runnya kasus polio akut, na- BERITA YUDHA- RABU, 28 JUNI 1995 HALAMAN IV Oleh: Sri Yanto Sudah cukup sering kita mendengar dalam berbagai forum dunia, seruan-seruan bahkan keputusan untuk secara bersama memberantas terorisme internasional. Memang akan banyak kesulitan dan kendala dihadapi, karena ada kekuatan-kekuatan atau negara-negara yang berkepentingan dengan suatu atau beberapa gerakan terorisme internasional ini. Gerakan teror yang ingin menghancurkan perdamaian di Timur Tengah misalnya, tidak lepas dari kaitan dengan negara-negara tertentu. Di Jepang ada gerakan teror yang menimbulkan korban rakyat tidak berdosa, padahal sebelumnya belum pernah terjadi teror demikian. Juga di AS telah terjadi peledakan gedung di Oklahoma yang mengambil korban besar. Reaksi kecaman keras terhadap usaha membunuh Presiden Mubarak telah berdatangan dari berbagai kepala negara. Presiden AS, Kanselir Jerman, PM Inggeris, Kepala Negara Palestina Arafat, PM Israel, Presiden Suriah, Presiden Libya, Presiden Aljazair dan para pemimpin negara-negara lainnya menyampaikan kecaman terhadap usaha pembunuhan itu dan sekaligus bersyukur atas selamatnya Presiden Mubarak. Kiranya momentum ini dapat digunakan untuk menggalakkan lagi PBB Mengubah Mimpi Perdamaian Jadi Kenyataan usaha bersama memberantas gerakan terorisme bangsa-bangsa di dunia sekarang ini sudah pasti menginginkan adanya perdamaian, karena peperangan dan aksi kekerasan telah begitu banyak menimbulkan korban. Usaha itu memang akan menghadapi kesulitan, tetapi harus tetap dilakukan agar setidaknya aksi-aksi teror menjadi berkurang.*** banyak kepala negara, ter- masuk Presiden Soeharto. tekstil Majalaya, H.E. Dah- lan, jelas makin memper- lemah daya saing industri tekstil berskala kecil. Sementara itu, Komite Persiapan Peringatan 50 tahun PBB telah menyetujui rancangan resolusi mengenai prosedur pengaturan peserta yang akan berbicara pada si- dang khusus Malejis Umum yang akan berlangsung 22- 24 Oktober. "Jadi kebutuhan untuk memperbaiki keadaan itu bu- kan hanya berdasarkan ke- pentingan ekonomi para pe- ngusaha, tapi juga ba- nyaknya jumlah tenaga kerja yang menggantungkan hi- dupnya pada sektor ter- sebut," katanya. Rancangan resolusi terse- but disetujui para anggota komite tanpa melalui pemu- ngutan suara dalam perte- muan mereka yang berlang- sung di Markas Besar PBB New York 24 Mei lalu. Berdasarkan resolusi itu, urutan pembicara pada si- dang tersebut adalah para ke- pala negara, disusul wakil presiden, putera mahkota, kepala pemerintahan, pejabat dari Tahta Suci, Swiss dan Palestina selaku pengamat, dan dilanjutkan oleh para menteri, wakil tetap dan pe- ngamat lainnya. Di Majalaya saat ini ter- dapat 164 industri kecil teks- til menggunakan alat tenun mesin (ATM) dan 689 indus- tri kecil lainnya mengguna- kan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang menyerap 12.- 278 tenaga kerja. Dalam sidang tersebut para pembicara hanya diberi kesempatan menyampaikan pidato, masing-masing sela- ma lima menit, mengingat banyaknya pembicara, dan teks pidato mereka seleng- kapnya akan diterbitkan dalam suatu buku menyang- kut peringatan 50 tahun Tata niaga Kalangan Komisi VI dan pengurus organisasi peru- sahaan tekstil itu sepakat un- tuk menghimbau pemerintah agar memperbaiki tata niaga bahan baku tekstil. Industri kecil jelas memerlukan pe- ngaturan sebagai bentuk per- lindungan terhadap mereka. Iskandar Mandji, anggota Fraksi Karya pembangunan (FKP) DPR yang duduk di Komisi VI sempat menawar- kan konsep penyediaan ba- han baku tekstil yang perlu dilakukan pemerintah. Dia berpendapat perlunya mun itu saja tidak cukup un- tuk mencapai Fradikasi po- lio secara cepat dan merata karena cakupan UCT itu juga belum bisa merata pada semua daerah. Oleh: Rat Surya Safaat Dengan memperhatikan hal hal diatas itulah maka di Indonesia telah diputuskan untuk mengadakan suatu kegiatan Supplemen seperti telah disebutkan diatas tadi yaitu PEKAN IMUNISASI NASIONAL selama tiga (3) tahun berturut turut tahun 1995, 1996 dan tahun 1997. Upaya Indonesia Membas- mi Polio Pekan Imunisasi Nasional (PIN) adalah pekan, dimana seluruh anak berusia diba- wah 5 tahun berdomi- yang sili di Indonesia di Imunisasi dengan OPV (Oral Polio Vaksin), tanpa mempertim- bangkan status imunisasinya. Untuk memanfaatkan ke- sempatan ini, vaksin campak dan tetanus akan diberikan juga untuk kelompok umur tertentu di wilayah resiko - tinggi, oleh karena tetanus neonatorum dan campak juga bagian dari komitmen mencapai kesejahteraan anak yang telah disepakati dan juga masih merupakan ma- salah kesehatan yang serupa di Indonesia. Pekan Imuni- PBB. Isi pidato dari peserta per- temuan itu diharapkan me- nyoroti peran dan masalah yang dihadapi PBB dalam usianya yang mencapai se- tengah abad serta membe- rikan masukan bagi perbai- kan kiprah badan dunia ter- sebut bagi keamanan, per- damaian dan kemakmuran umat manusia. Sementara itu guna lebih memantapkan persiapan peringatan setengah abad PBB, Komite Persiapan Pe- ringatan 50 tahun PBB telah mensponsori berbagai pener- bitan berupa buku, brosur, dan foto, bahkan juga souve- nir yang berkaitan dengan PBB. Dalam rapat dengan Ko- misi VI DPR itu, para pe- ngusaha tekstil menuding Asosiasi Pertekstilan Indone- sia (API) kurang mampu me- nyampaikan aspirasi dan ke- pentingan para anggotanya. Namun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat API, Ir. Drs. Lili Asdjudiredja, mendukung usulan yang me- ngemukakan bahwa masalah yang tengah menghinggapi dunia pertekstilan ini men- jadi tanggungjawab peme- rintah untuk membantu ke- sulitan pengusaha tekstil ska- la kecil dan menengah ter- sebut. Sebagian di antara pe- nerbitan tersebut dapat di- peroleh secara cuma-cuma dan sebagian lainnya, khu- susnya yang berupa cendera mata, dapat dibeli untuk ke- pentingan pribadi. Menanggapi krisis bahan baku tekstil itu, pihak in- dustri tekstil besar, PT. Tex- maco, menyatakan pihaknya bersedia membantu industri tekstil skala kecil dan me- nengah. Berbagai penerbitan ter- sebut dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai kiprah PBB dan organisasi-organisasi yang bernaung di bawahnya da- lam upaya mencapai perda- maian dan kemakmuran umat manusia pada masa kini dan mendatang. "Kami siap membantu pe- rusahaan kecil dan mene- ngah yang ingin mengganti sasi Nasional ini dilaksana- kan dalam waktu 1-7 hari sesuai dengan kondisi dae- rah. Tujuan yang ingin dicapai melalui Pekan Imunisasi Nasional- pada tahun 2000 adalah: a. Terbatasnya (Fradikasi) Virus liar polio yang be- rasal dari Indonesia sen- diri (indigennus wild po- lio virus) b. Menekan angka tetanus neonatoum sampai tidak menjadi masalah-keseha- tan lagi diseluruh Indone- asia (Eliminasi) aigme croPenurunam (Reduksi) angka kematian campak sebesar 95% dan angka kesakitan sebesar 90% di- bandingkan dengan angka sebelum program imuni- sasi dilakukan. Sasaran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) a. Semua anak yang ber- domisili di Indonesia yang berumur 0-59 bulan mendapat vaksin polio dua dosis satu bulan pada setiap PIN b. Semua anak di daerah resiko tinggi, yang ber- umur 0-59 bulan men- dapat vaksinasi campak pada putaran kedua PIN tahun kedua 1996 c. Semua Ibu Hamil dan Ibu Balita di Daerah Resiko Tinggi mendapat caksin TT dua kali masing-ma- Mengubah mimpi Sekjen PBB pada acara Hari Perdamaian Interna- sional beberapa waktu lalu menegaskan, salah satu misi terpenting yang diemban PBB adalah mengubah mim- pi perdamaian agar menjadi kenyataan. mesin-mesin tekstilnya, na- mun untuk itu perlu media- tor karena masalahnya me- nyangkut keuangan," kata Direktur PT Texmaco, S. Wairo. Dengan kata-kata puitis, Sekjen PBB mengemukakan bahwa tahun-tahun sejak 1945 merupakan masa penuh kekhawatiran. Selama bebe- rapa dekade dunia menahan napas, dan ia berdoa agar bencana nuklir tidak terjadi. "Hari ini, ketika ancaman nuklir telah surut, kita me- rasa lega, namun belum puas. Bagi banyak orang di seluruh dunia, perdamaian tampaknya merupakan mim- pi yang tidak mungkin dapat diubah menjadi kenyataan," tuturnya. Dia mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan dan kebijakan khusus dalam hal harga mesin tekstil yang diperlukan. "Kita akan sesuaikan de- ngan kebutuhan mereka. Yang penting industri tekstil harus kuat, sebab mereka juga merupakan perpanja- ngan hidup bagi industri be- sar seperti kami ini juga," katanya. Namun, katanya, kini ter- dapat tanda-tanda bahwa perdamaian merupakan se- suatu yang bisa diwujudkan, seperti terlihat di Timur Te- ngah, yang sebelumnya tidak sedikit pun menunjukkan harapan. Pada pihak lain, perda- maian di beberapa negara kini telah menjadi kenyataan, seperti di Angola, Kamboja, El Salvador, Afrika Selatan, Republik Macedonia dan Namibia. Menteri Perindustrian, Tunky Ariwibowo, juga me- negaskan, bahwa pemerintah siap menjadi mediator antara produsen mesin tekstil de- ngan pengusaha tekstil skala kecil dan menengah yang ingin mengganti mesin-me- sin mereka yang sudah tua. Kalangan Komisi VI DPR mengingatkan, meskipun kita hidup dalam era per- saingan yang makin mena- jam, namun hendaknya pi- hak yang besar tidak mene- lantarkan bahkan mencaplok yang kecil begitu saja. "Yang kita harapkan, industri besar justru mem- bantu dan melindungi in- dustri bidang yang sama yang memiliki skala kecil," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Budi Hardjono. sing pada putaran pertama dan kedua tahun kedua (1996) dan satu kali pada putaran pertama tahun ketiga PIN (1997). Dalam hal implementasi kebijaksanaan pemberian 5 dosis TT pada wanita usia subur PIN bertujuan untuk memberikan 3 dosis bagi Ibu Hamil dan Ibu Balita untuk mendapatkan perlindungan terhadap Tetanus Neonato- rum (TN) sampai 5 tahun. Dua dosis berikutnya me- rupakan tanggung jawab pe- layanan program Rutin Imunisasi untuk melengka- pinya. Untuk itu dalam PIN kartu TT seumur hidup (TT lifa long card) diberikan se- bagai alat untuk memantau. Dengan demikian jika se- orang Ibu telah mendapatkan TT sebanyak 5 dosis dengan interval yang tepat maka Ibu tersebut akan mendapatkan kekebalan terhadap tetanus seumur hidup. Mengingat PIN adalah merupakan suatu program pembasmi penyakit polio di Indonesia termasuk daerah Sumatera Barat maka selu- ruh masyarakat dituntut par- tisipasi untuk nya untuk me- nyukseskan. dengan habis- nya penyakit polio di tanah air, berarti kita sudah ikut berperan serta mempersiap- kan Sumber Daya Manusia yang berkualitas masa yang akan datang. Sekjen PBB merasa yakin, daftar perdamaian akan bertambah panjang, menca- kup banyak tempat, terma- suk Liberia dan Asia Tengah. "Bel perdamaian berden- ting untuk mengingatkan kebodohan kita, kaligus merayakan prestasi kita, dan menjadikan mimpi kita suatu kenyataan," kata Boutros- Ghali. Tapi bagaimana dengan di Bosnia-Herzegovina? Se- mentara kalangan diplomat berpendapat, upaya perda- maian di Bosnia malah ham- pir menjadi "Mission Impos- "sible" (misi yang mustahil), sebagian diakibatkan oleh ketidaktegasan PBB sendiri, dan sebagian lainnya oleh sikap mendua Dunia Barat. PBB sampai sekarang juga masih menghadapi masalah kekurangan dana tunai yang diperlukan untuk membiayai operasi pemeliharaan perda- maian dan berbagai operasi lain yang telah dimandatkan oleh Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Di pihak lain, jumlah pe- gawai di Markas Besar PBB dan di sejumlah organisasi yang bernaung di bawahnya dinilai terlalu banyak se- hingga tidak efisiens dan dalam beberapa sisi justru menyebabkan pemborosan. Ke Halaman XI