Tipe: Koran
Tanggal: 1997-06-04
Halaman: 05
Konten
BR BANK RAKYAT INDONESIA Disesalkan Pernyataan AS PHIL Ali Alatas IST Jakarta, BERITA Ancaman Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Soerjadi akan mengosongkan DPR bisa disebut Namun, jika ancaman itu betul, ujar pakar dari LIPI ini. "Agak repot repot juga". Yang akan terkena dampak adalah sa adalah bahwa format pemi- nyanya lagi. lu kita mesti ditinjau kembali. Meski format pemilu harus ditinjau lagi, namun Syamsud- Dia mencontohkan Pemilu 1997 ini. Khususnya hasil pe- milu di luar Jawa, menurut dia, Soal Pemilu sebagai manuver politik. Tapi sistem politik, yakni akan ada- din Haris menegaskan bahwa bisa dihitung berapa daerah jika ancaman tersebut benar-be- nar nya krisis legitimasi. Jika PDI Soerjadi yang diakui pemerin- tah tidak mau mengisi DPR. tambah Sjamsuddin Haris, maka akan muncul pertanya- an untuk apa pemilu itu ? yang persentase suaranya me- lebihi 90 persen. Itu menun- jukan bahwa ada suatu yang sa- lah dalam format pemilu kita. tidak perlu dilakukan pemilu ulangan. "Tidak perlu mengu- lang pemilu. Sebab kalaupun pemilu diulang tidak menja- min menyenangkan semua pi- hak. Jadi mau nggak mau me- ninjau kembali sistem atau for- mat pemilu kita." jelasnya. Jika sudah demikian, lanjut Syamsuddin Haris, tentunya bisa menjadi ancaman bagi ke- Alasan Syamsuddin Haris, langsungan kehidupan politik. mengapa format politik perlu "Konsekuensi logis lainnya. diperbaharui adalah bahwa jika PDI absen di DPR, maka sistem politik yang kita anut ada penilaian terhadap Pemilu sekarang belum mampu men- 1997. baik di dalam negeri jawab semuanya. "Golkar itu Pakar politik itu kemudian maupun di luar negeri menjadi jika mau bisa mencapai angka bertanya. "Apa sungguh-sung- tidak positif lagi." jelas dia. Im- 100 persen. Itu masalahnya. guh masyarakat kita yang maje- plikasi selanjutnya bagi bang- Lalu apa gunanya pemilu." ta- muk aspirasinya seragam?" (ras) Bagi kalangan ilmu sosial, lanjutnya, sangat mustahil da- lam masyarakat kita yang sa- ngat majemuk ini pencapaian suara untuk OPP bisa menca- pai 100 persen atau 90 persen. "Sangat tidak masuk akal. Dari segi kehidupan sosial. nggak masuk akal," ujarnya. PEMERINTAH Indonesia menyesalkan pernyataan jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan menilai per- nyataan tersebut menunjukkan ketidak-ta- dilakukan, maka akan menghasilkan banyak konsek- uensi. Suara rakyat yang tidak terwakili di DPR semakin besar Demikian pengamat politik dari LIPI Dr Syamsuddin Haris kepa- da BERITA, Selasa (3/6) kemarin. Menurut dia, ancaman PDI huannya tentang sistem de- bisa saja hanya manuver poli- mokrasi di Indonesia. tik. sebab hasil pemilu yang dia dapatkan hanya 10 kursi. Hasil ini harus diakui sebagai implikasi dari konflik antara PDI Soerjadi dengan PDI versi Megawati dan mestinya itu di- terima dengan lapang dada. "Saya menyesalkan pernyataan itu karena m- menunjukkan bahwa tidak ada apresiasi yang tepat terhadap apa yang dikem- bangkan di Indonesia sebagai wujud Demokrasi Pancasila." kata Menteri Luar Negeri Ali Alatas di Jakarta, Selasa (3/6) kemarin, seperti dikutip Antara. Menjawab pertanyaan wartawan mengenai pernyataan jubir Deplu AS John Dinger yang menilai bahwa pemilu di Indone- sia terlalu dikekang. Ali Alatas mengatakan, seyogyanya negara lain perlu memiliki pengertian bahwa bentuk demokrasi yang berkembang di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. kondisi ini bukan merupakan kiamat bagi partai berlambang kepala banteng itu. PDI akan mampu hidup kembali. Itulah yang diungkap- kan pakar politik dari Uni- versitas Gajah Mada Yog- yakarta. Dr Afan Gaffar, seperti dikutip Antara, Senin malam lalu. "Saya memperkirakan tahun 2002 akan muncul kekuatan baru yang mampu menghidupkan kembali PDI, karena selain Dalam berita yang dilansir kantor berita asing disebutkan bahwa Dinger mengatakan, sistem pemilu di Indonesia ketat sehingga membatasi adanya kompetisi yang menyebabkan rakyat Indonesia tidak dapat melakukan perubahan pemerintahan secara demokratis. Namun, Alatas membantah hal itu dan mengatakan bahwa sistem pemilu di Indonesia merupakan wujud dari Demokrasi Pancasila yang merupakan pandangan dan pegangan hidup bangsa Indonesia. Sebaliknya, Alatas mengharapkan agar bangsa lain dapat mengerti dan menghormati sistem demokrasi serta apa yang menjadi dasar dan pegangan hidup bangsa Indonesia. "Saya harapkan paling sedikit ada kesediaan bangsa lain untuk mencoba memahami bahwa bentuk demokrasi yang dikembangkan bangsa Indonsia memang lain," tegasnya. Pemahaman itu, menurut Alatas, harus menjadi dasar peni- laian serta berakar pada apresiasi yang tepat pada sistemnya secara keseluruhan. Menlu Ali Alatas mengakui, penilaian negatif yang dini ten- tang proses Pemilu di Indonesia sebagian besar merupakan akibat dari pemberitaan pers asing yang dinilai sudah -199 memiliki apriori terhadap demokrasi di Tanah Air. "Pers asing secara apriori meliput proses Pemilu dari segi negatifnya saja." ujarnya. (*) Dr Afan Gaffar Dr Afan Gaffar alasan siklus (politik), juga akan ada massa yang menagih pada OPP yang terlalu banyak mengumbar janji." katanya seusai ceramah di Tamansiswa Yogyakarta. Menurut dosen Fisipol UGM tersebut, langkah awal yang harus ditempuh PDI adalah melakukan konsolidasi internal. khususnya setelah Kongres PDI yang dijadwalkan berlangsung 1998. Afan menambahkan, PDI akan memperoleh kepercayaan lagi dari masyarakat bila mampu menghadirkan tokoh yang moderat serta bisa diterima semua pihak, termasuk pemerintah dan ABRI Mengenai tokoh PDI ini. Afan menyebut Lukman F Moko- ginta yang berada dalam kubu Soerjadi, memiliki kapabilitas politik. "Tetapi bisa jadi yang menjadi pemimpin PDI di masa depan adalah orang di sekitar Megawati. Satu hal, dia harus moderat," katanya. POLITIKA SUPLEMEN POLITIK PERTAMA SETIAP HARI Mengenai Soerjadi dan Megawati Soekarnoputri, ia menegaskan, dalam Kongres PDI nanti mereka tidak akan mendapat tempat. sebab di bawah kepemimpinan Soerjadi terakhir ini. perolehan suara PDI mengalami penurunan drastis, hanya memperoleh 3.4 persen. Sementara untuk Megawati. Afan menilai, di mata peme- rintah dan ABRI, putri Proklamator Bung Karno ini memiliki "cacat politik" setelah mengumumkan sikap politiknya untuk tidak menggunakan hak pilihnya (golput) dalam Pemilu 1997. Menanggapi sedikitnya' wakil PDI yang duduk di DPR RI nanti, ia mengatakan, tidak ada masalah, bahkan seandainya para wakil dari PDI itu semuanya mundur, juga tidak ada persoalan, karena yang penting proses demokratisasi bisa berjalan. BERITA HALAMAN Pengamat Politik LIPI Dr Syamsuddin Haris "Ada Dampak, jika Ancaman PDI Itu Benar" "Lebih penting lagi, DPR bisa lebih difungsikan, tidak ha- nya menjadi stempel pemerin tah." katanya. (*/ad) RABU, 4 JUNI 1997 BR BANK RAKYAT INDONESIA Basofi: Tanpa Saksi dari PPP, Pemilihan Ulang di Sampang Sah Surabaya, BERITA Gubernur Jawa Timur Basofi Soedirman selaku Ketua PPD I Jawa Timur menegaskan bahwa pemilihan ulang di 86 TPS di Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang, Madura, dinilai sah walaupun tanpa saksi dari PPP, karena sesuai peraturan Ketua KPPS bisa menunjuk pemilih setempat menjadi saksi. "Pencoblosan ulang tetap berlang- di seluruh Sampang dan tidak hanya sung sesuai jadwal pada hari Rabu (4/ di 86 TPS. DPC partai berlambang 6-hari ini, red). Kalau PPP tidak mau bintang di Sampang itu juga meng- mengajukan saksi, ya, silahkan saja. ancam bila pemilihan ulang tidak Pencoblosan ulang itu tetap | sab" dilakukan di seluruh Sampang, maka katanya menjawab pertanyaan warta PPP dalam pencoblosan ulang tidak wan di Surabaya, Selasa (3/6) kema- akan mengajukan saksi di 86 TPS di rin, usai melantik 12 Sekwilda di 12 Kecamatan Kota tersebut. Dati II se Jatim. 29111 Menurut Basofi, bila DPC PPP Seperti dikutip Kantor Berita An- Sampang melakukan ancamannya tara. Selasa kemarin. penegasan Ba- seperti itu dan melaksanakannya. PPP. sofi tersebut berkenaan dengan anca- yang rugi PPP itu sendiri. karena se- man DPC PPP Sampang yang meng- suai peraturan pemilihan ulang ter- hendaki pemilihan ulang dilakukan sebut sah tanpa kehadiran saksi dari "Bukan Kiamat bagi PDI" MESKI hasil perolehan MP Ketakutan, Ratusan Guru Belum Mengajar suara PDI dalam Pemilu 1997 amat buruk, namun SEMARANG EJO- SAMPANG SURABAYA YOGYAKARTA "Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. tetapi kenapa sih orang ribut terus. Kita jadi susah. diadakan P. MADURA matan SEKITAR 200 guru SDN di Keca- bakaran sejumlah perumahan guru Tambelangan, Kabupaten pada waktu Pemilu (Kamis, 29/5). Sampang. Madura, Jawa Timur "Mereka trauma dan pulang ke ru- hingga Senin (2/6) belum mengajar mahnya masing-masing. Ada yang ke karena ketakutan setelah terjadi pem- Sampang (kota), Pamekasan bahkan Basofi Soedirman DEUDIOAD BANYU "Akhirnya murid- murid di sini tidak ma- suk. Mau masuk ba- gaimana kalau guru- nya tidak ada," kata Hikam seperti Dr Syamsuddin Haris atau tidak diadakan, pemilihan ulang itu salah terus dan diributkan terus." katanya dengan nada mengeluh. GRAFIS FONDA LAPOD Pelaksanaan pemilihan ulang di 86 TPS di Kecamatan Kota di Kabu- paten Sampang menurut rencana ber- langsung Rabu 4/6, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wib, dengan jum- lah pemilih sekitar 40 ribu orang. selain penjagaan diperketat juga di- saksikan oleh Muspida dan Pangko- tama Jatim serta tim dari Panwaslak Pusat. ke Jawa juga pulang karena unit rumah), Karanganyar (1). Mam- trauma kerusuhan," ujar bulu Barat (3). Baturosan (1). Sumber Rahmanul Hikam, Guru (2). Tambelangan (2) serta Kantor SDN Karanganyar III. Ranting Dinas P dan K dan KPN guru Kecamatan Tambelangan, juga dihancurkan. yang rumahnya ikut ter- bakar, Senin sore. la menceritakan, se- mua guru yang berasal dari luar Tambelangan "lari" sejak peristiwa ke- rusuhan terjadi dan hingga kini belum Hingga saat ini, kata Bakir, pihak- nya belum bisa menghitung kerugian akibat kejadian tersebut, karena tidak semua guru dapat dimintai keterang- an tentang kerugian masing-masing. "Tapi rata-rata para guru mende- rita kerugian pribadi antara enam hingga delapan juta. Itu belum terma- suk unit rumah dinas yang dibiayai pemerintah," katanya. kembali. PEMILU ΡΕ "Tim dari Panwaslak pusat sudah tiba di Surabaya dan kini menunju Sampang, menurut rencana Ketua Panwaslak, Pusat, Singgih, SH. akan hadir juga," kata Kaditsospol Jatim yang juga Sekretaris PPP I Jatim, Soer- yadi Setiawan. Untuk pemilihan ulang tersebut. PPD I Jatim menyiapkan 90 kotak suara yang berarti empat kotak suara lebih sebagai cadangan, sementara ketua dan petugas KPPS sebagian be- sar ditunjuk baru karena yang lama banyak yang tidak mau. "Kalau sampai saat ini tidak masuk. Kepala Dinas bagaimana dengan persiapan ujian P dan K Sampang itu," katanya seraya menjelaskan bah- Drs H Muhammad Bakir, Senin me- wa pihaknya memahami kondisi ter- ngatakan, dalam kerusuhan tersebut sebut dan aparat keamanan akan se- sedikitnya 22 perumahan guru se-Ke- lalu berada di belakang pahlawan tan- camatan Tambelangan dirusak dan pa tanda jasa itu jika terjadi sesuatu. dibakar ribuan massa pada Kamis malam (29/5). "Karena itu para guru tidak perlu takut. Kembalilah mengajar untuk Kerusakan yang paling parah, mengabdi pada bangsa dan negara," katanya, terjadi di Desa Samaran (13 katanya. (*/ad) dikutip Antara. Agar proses belajar-mengajar tidak terganggu, maka pihaknya mengusa- hakan agar dalam tahun anggaran 1997/1998 ini diadakan perbaikan terhadap rumah guru yang rusak berat. "Kalau sudah seperti ini siapa yang Di Kecamatan rugi? Masyarakat sendiri tentunya. Tambelangan terda- Anak-anak tidak bisa belajar karena pat 40 SD. masing- gurunya ketakutan semua." kata Bakir. masing diajar lima Bupati Fadhilah Budiono menghim- hingga enam guru. bau kepada para guru yang saat ini Keributan massa "mengungsi" ke tempat asalnya masing- yang merusak pe- masing agar segera kembali karena ke- rumahan itu ber- amanan di Tambelangan dan Sampang kaitan dengan ke- secara umum sudah pulih kembali. terlibatan seorang "Saya imbau kepada guru-guru guru sebagai ang- segar kembali mengajar, karena pada gota atau ketua 2 Juli nanti akan dilaksanakan ujian KPPS dalam Pe- kenaikan kelas," katanya. milu. SARANA DEMOKRATISASI RAKYAT INDONESIA ... pilihan yang terpercaya... PARTAI PERSATUAN VALASBRI ketika Anda memerlukan sebuah simpanan valuta aring yang benar-benar aman.... multiguna. aman-> BANDUNG-- "Kahoyong Suryadi. mah sabulu sapertos nu atos- Hasilnya dari 536 suara ter- atos," kata beberapa warga daftar (12 di antaranya dengan Kampung Naga beberapa formulir AB): 525 suara sah saat sebelum melaksanakan untuk DPR-RI terbagi 35 suara pencoblosan tanda gambar Or- PPP Golkar 486 dan PDI 4: 528 ganisasi Peserta Pemilihan suara DPRD I Jabar meliputi Umum (OPP) 1997, Kamis, 29 PPP 33 suara, Golkar 491 dan Mei 1997. PDI 4; sedangkan 522 suara Terjemahan bebas kalimat untuk DPRD II Tasikmalaya berbahasa Sunda itu. "Ke- mencakup PPP 28 inginan. sih. dapat sama se- Golkar 490 dan PDI 4. perti Pemilu yang dulu-dulu, Iwan. petugas dari Keca- semua warga kompak, kalau matan Salawu menuturkan, se- seseorang memilih satu OPP lisih antara total calon pemilih maka yang lain pun memilih terdaftar dengan realisasi suara OPP bersangkutan. sehingga sah diakibatkan adanya be- tak ada 'warna yang berbeda." berapa suara tidak-sah karena "Enya kitu (ya. begitulah)." tidak dicoblos atau karena ter- sambung Ketua RT 01 (Kam- dapat pencoblosan dua pada pung Naga) RIV 01 Neglasari, lebih dari satu tanda gambar. Kecamatan Salawu, Kabupa- Hasil dari TPS Kampung ten Tasikmalaya, Jawa Barat; Naga. mewarnai perolehan Sunanta, 73 tahun. suara mayoritas bagi Golkar Kendati harapannya sama se-Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penghi- dengan sejumlah warga yang mengutarakan hal serupa, Su- tungan sementara yang dihim- nanta menambahkan, karena pun oleh PPD I Jabar hingga hak pilih bersifat bebas, maka Jumat (30/5), pada Pemilu tak ada satu ketentuan pun 1997 suara sah di untuk DPRD dari pengurus Kampung Naga tingkat II kabupaten tersebut untuk mewajibkan warganya Golkar memeperoleh 809.992 memilih salah satu OPP. suara, sedangkan PPP 333.839 dan PDI 9.745 suara. "Tidak ada pengarahan ke- pada warga supaya mereka Dari 2.783 TPS se-Kabu- memilih PPP Golkar atau PDI. paten Tasikmalaya, suara sah Pokoknya bebas, terserah ma- untuk DPR meliputi 332.976 sing-masing," katanya. PPP 817.719 Golkar, 9.801 Mengenai "sabulu" pada PDI. Sedangkan untuk DPRD I Pemilu 1997. Sunanta sebe- Jabar, suara sah berjumlah lum selesai penghitungan hasil 333.672 untuk PPP, 812.694 suara menyatakan, "tidak da- Golkar serta 9.743 PDI. pat memastikan apakah bisa Menurut Sunanta, warga kejadian lagi 100 persen suara Naga ikut Pemilu sejak yang warga Kampung Naga diper- pertama kali tahun 1955 begi- untukkan bagi Golkar." tu pun sejak tahun 1970-an Soalnya, ujar pria berke- sampai sekarang. meja batik dan bersandal jepit Seingat lelaki yang giginya yang tampil menjadi saksi OPP sudah pada tanggal itu, sejak Golkar di TPS RT 01 (Kam- Pemilu 1982, 1987 dan 1992. pung Naga), sekarang pemilih warga Naga semuanya hanya dicampur dengan yang dari tiga memilih Golkar. RT lain yaitu RT 02 Legok Da- ge, RT 03 Babakan Rancak dan RT 020 yang merupakan pe- mekaran RT Babakan Rancak. "Entah baik, entah tidak. terserah penilaian pemerintah saja mengenai pilihan itu. Kami tidak bisa menentukan." Di TPS tersebut, pemungut- katanya ketika ditanya penu- an suara Pemilu 1997, selesai lis, apakah kegolkaran seratus sebelum jam 12.00 WIB. persen itu, baik atau buruk ka- Penghitungannya diselesai- lau dipublikasikan di media kan sekitar jam 14.00 WIB massa. oleh petugas Kelompok Pe- Soal alasan mengapa me- nyelenggara Pemungutan Sua- milih Golkar, Sunanta seperti ra (KPPS) setempat dengan di- juga beberapa warga Naga saksikan Sunanta dan sukare- yang lain menyatakan, "tidak lawan saksi PPP dan PDI, Pam- punya pamrih apa pun." sung, warga pemilih dan diha- diri Kades Neglasari, Unus (A Jo Seng Bie, Antara) menguntungkan SUARA ANDA Warga Indonesia di Arab Saudi Mengeluh Ratusan warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, khususnya di Jedah, mengeluh karena tidak mem- peroleh informasi menegenai penyelenggaraan pemilihan umum yang berlangsung di tanah air tanggal 29 Mei 1997. "Tidak satu pun staf KBRI setempat yang memberitahu kami bahwa di Indonesia telah berlangsung pemilu. Kami mengetahui setelah membaca surat kabar setempat me- ngenai hasil Pemilu," kata Syamsi, 50 tahun, mewakili warga Indonesia di Jedah yang melapor dari Jedah via telepon kepada Antara Surabaya, Senin malam lalu. Menurut Syamsi, jumlah warga negara Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia sekitar seratus orang lebih terma- suk para tenaga kerja wanita (TKW). Syamsi yang telah bekerja di Jedah, Arab Saudi, sejak 18 tahun lalu itu, menyesalkan staf KBRI yang tidak memberi informasi sama sekali bahwa di Indonesia diselenggarakan Pemilu tanggal 29 Mei 1997. "Hanya pada pelaksanaan pemilu tahun ini kami tidak mendapat informasi apapun, padahal pada pemilu- pemilu sebelumnya kami juga melaksanakan hak pilih kami di TPS yang telah disediakan," kata Syamsi yang membuka usaha bengkel mobil itu. Hal senada juga disampaikan oleh Sheira, 18 tahun, penduduk asal Medan, Sumatera Utara, yang tinggal di Jedah bersama orangtuanya, merasa kecewa karena sebagai pemilih pemula pada pemilu 1997 ia tidak mendapatkan hak untuk memilih dalam pemilu tahun ini. "Bagaimana ini bisa terjadi, kami sama sekali tidak mengetahui kalau di negara kita telah diselenggarakan Pe- milu," kata Sheira, siswa kelas III SMA yang selalu mengisi hari liburnya (Idul Adha) sebagai petugas kebersihan sektor Indonesia di Lapangan Terbang Internasional King Abdul Aziz, Jedah. (*) Warga Kampung Naga Pilih Golkar Tanpa pamrih GOLONGAN KARYA suara.
