Tipe: Koran
Tanggal: 1992-03-22
Halaman: 08
Konten
4cm MINGGU KLIWON 22 MARET 1992 (18 PASA 1924) "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 8 Afiliasi Politik Kaum Intelektual Kebudayaan OLEH: TRIYONO LUKMANTORO "Batu ujian keunggulan Intelegensi adalah kemampuan pikiran untuk mencakup dua ide berlawanan pada saat yang bersamaan, namun tetap mampu berfungsi Hendaklah orang...... sanggup melihat, bahwa keadaan suram, namun berketetapan hati untuk menjadikannya cerah." The Crack-Up oleh F. Scott sisi di mana harga didi sang inte lektual didudukkan sebagai manu- sia yang memperoleh apa, kapan, dan bagaimana caranya. Apa yang diperoleh dalam dunia politik bu melakukan proses kreativitas da dayaan, dalam khasanah politik sia pada kenyataannya masih di- sudah terjadi, yaitu suatu ke- pada seorang intelektual kebu- khas pada politik praktis tertentu, kan kebebasan untuk melakukan lam suasana yang semakin bebas. nasional yang masih bertempera- polesi dengan pernik-pernik patri- 'nyataan yang mengungkapkan dayaan, memaksa dirinya untuk membawa gelombang perpecalian ekspresi-estetika. Namun sebalik Dunia politik bagi kaum intelek- men pada kekuatan sentiment pri- monialisme juga. Misalnya, dunia bahwa kaum intelektual kebu- 'menyerang' kepentingan politik berkreativitas. Bahkan bisa jadi, nya, 'apa' yang dimaksud telah tual kebudayaan, kemungkinan mordialisme dan budaya panutan, kesenian atau pun kebudayaan In- dayaan sudah melakukan kolabo- lain yang dianggap tidak seirama dunia kebudayaan dan proses menyudutkan pada kedudukan un- saja mampu menjanjikan masa tidak lebih sebagai sosok yang ter donesia akan terasa kering tanpa rasi dengan dunia politik, maka dengan kehendaknya. Fenomena kreativitas kesenian bukan dipakai tuk berkutat pada kepentingan po depan yang lebih mapan dan posisi kungkung pada 'bargaining posi- kehadiran Rendra. Pada persoalan akan dengan gampangnya dikete- ini paling tidak menghadirkan untuk mencapai tujuan kemanu litik tertentu. Langkah yang paling tepat bagi yang terhormat. Atau bahkan ada tion. Apalagi menjelang dilaksa inilah semakin kelihatan nyata, mukan figur-figur intelektual yang suatu gambaran, bahwa komitmen siaan, tetapi hanya digunakan sé- pemikiran, dengan terjun ke dunia nakannya pemilihan umum seperti bahwa dunia kebudayaan juga te- mudah terbujuk oleh kemapanan pada dunia politik secara otomatis bagai sarana untuk menjatuhkan intelektual yang ingin tetap kon- politik praktis, maka kebebasan sekarang ini, kaum intelektual ke- lah dijubeli dengan cara-cara posisi. Dan persoalan ini akan harus bersiap-diri untuk melaku dan melecehkan kepentingan poli- sisten dengan jalan hidupnya ada- untuk bersuara vokal lebih menda- budayaan dapat 'dimanfaatkan mengidolakan seorang tokoh (pa- membangkitkan suatu tindakan kan 'adu argumentasi' (untuk ti- tik yang lain. Sebab masing- lah kebebasan untuk tidak terikat patkan ruang gerak yang pasti. sebagai sarana untuk mengeruk nutan) tertentu. Secara otomatis, pelecehan oleh insan-insan yang dak mengatakan tindakan yang masing seniman telah terikat de sedikit pun dengan kepentingan Tetapi kesemuanya itu boleh suara yang banyak. Posisi atau pun sang tokoh intelektual kebudayaan lebih konsisten dengan jalur inte- 'saling jegal'), antar-kaum inte- ngan posisi dan paham politik politik tertentu. Biarkanlah kaum yang berakar pada 'insme-isme' cendekiawan kebudayaan kita jadi akan berbalik menjadi kamuf- kedudukannya sebagai 'vole gel- tersebut telah mempunyai peng- legensianya di bidang kebu- lektual kebudayaan sendiri. lase belaka, karena nilai-nilai sub- ter' sama sekali tidak mencermin- aruh yang luas dalam masyarakat dayaan. Kalau ada seorang inte- menjadi sekumpulan 'binatang ja- Situasi ini sama halnya dengan tertentu. stansial dari dunia kebudayaan kan konsistensinya sebagai pene. Indonesia. Hal ini bermakna, ba- lektual kebudayaan melakukan dunia kebudayaan nasional yang Realitas sejarah ini paling tidak lang', menurut istilahnya Chairil nyak sekali kaum muda yang me. lompat pagar' dari horison kebu- harus dikorbankan kepada dunia mampu memberikan cermin yang Anwar. Atau biarkanlah menjadi dan kesenian, sangatlah berlainan gak nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini bukan berarti ada nempatkan dirinya sebagai figur dayaan menuju kancah politik politik, pada masa Orde Lama. mampu merefleksikan kepada 'kaum urakan', menurut keya- dunia kebudayaan, kaum intelek- intonasi kurang baik pada dunia yang selalu memberontak dan me- praktis, sama dengan sebuah musi- Pada masa itu, kaum seniman ha- kita, apa dan bagaimana kejadian kinan Rendra, atau menjadi sosok sekali dengan dunia politik. Dalam tual yang terlibat aktif di dalamnya politik. Atau hanya karena trauma robohkan kemapanan yang begitu bah yang memilukan. Malahan de- rus terkotak-kotak untuk memilih selanjutnya apabila intelektual ke- dengan berbagai definisi yang dapat mengekspresikan kekuatan politik, yang semakin lama men- beku. Apalagi sudah tidak dapat ngan tindakan demikian, menurut suatu kubu politik tertentu. Kaum budayaan sudah harus 'dire lain, asalkan dirinya tidak dipeli Fitzgerald) KETIKA seorang penyair seke- karakteristik kontestan pemilu katarsis intelegensianya secara le- jadi phobia. Tetapi lebih dari se- dipungkiri lagi, Rendra merupa- Wiratmo Sockito, merupakan seniman yang mempunyai keya- kayasa' untuk memainkan kepen- hara dan sekadar menjadi juru bi- las dan seberkualitas seperti Ren- yang bersangkutan dengan ciri- bih mendalam tanpa dibelenggu mua itu, rekruitment kaum intelek- kan 'public figure', figur masyara- langkah 'pengkhianatan intelek- kinan politik komunis harus ber- tingan politik tertentu. Apakah ke- cara suatu kepentingan politik ter- dra menolak untuk terjun dalam ciri khas sajak Rendra yang me- aturan-aturan yang bersifat proto- tual kebudayaan (yang tidak lain kat terutama kaum mudanya, yang tual', yaitu bahaya ketika para cen- afiliasi dengan kubu Lekra (Lem- mudian menjadi hal yang haram tentu. kancah perpolitikan nasional, nyuarakan hati nurani masyarakat koler. Dengan demikian, paling ti- merupakan kaum seniman dan memiliki kharisma kuat. Sepak dekiawan ikut membakar dan ikut baga Kebudayaan Rakyat), yang bagi kaum seniman untuk terlibat Apakah dengan demikian kaum muncullah suatu gambaran nyata pinggiran. Atau karena sekedar dak dirinya mampu menyentuh pihak-pihak lain yang mampu terjangnya dipandang paling ber- terbakar, 'nafsu politik' apalagi bernaung di bawah payung PKI dalam kancah politik. cendekiawan kebudayaan kita ha- mengenai khasanah kesenian dan melihat kreativitas Rendra yang hakekat kemanusiaan dengan in- memberikan gagasan cemerlang ani dan tetap berpegang teguh untuk kedudukan. Pertanyaan itu memang terlalu rus bersikap oposisi terhadap pe- Sedangkan kaum seniman yang Apabila kaum intelektual kebu- berpahamkan nasionalisme, harus sulit dijawab. Namun seandainya merintah yang sedang berkuasa? kebudayaan yang lebih dapat bergelut dengan realitas-realitas tensitas yang lebih mendalam. dalam horison kebudayan) pada pada idealismenya untuk membela memberikan kepuasan tersendiri. sosial yang selalu bercorak mar- Semburat-semburat humanisme masa-masa menjelang pemilu ini, orang-orang yang tidak berdaya, dayaan kita benar-benar larut ke menggabungkan diri di bawah dilakukan perenungan yang lebih Hal yang demikian ini, yakni ke- Banyak sekali pihak yang ke- hacnisme atau pun populisme: ke- mampu dipancarkannya ke dalam terdapat kecenderungan untuk di- serta membangunkan setiap pihak dalam dunia politik, tidak dapat di- bendera LKN (Lembaga Kebu- jernih, setidaknya kejadian- dudukan intelektual kebudayaan berbagai corak kebahasaan, yang pakai sebagai sosok yang memap yang terlelap untuk menyaksikan hindarkan sebuah kenyataan yang dayaan Nasional), yang adalah on- kejadian pada masa Orde lama yang harus ber-"adversarry" Dari permasalahan inilah hen- mempunyai spesifikasi pada keha- ankan budaya politik yang patri kenyataan-kenyataan yang sedang lain. Dirinya sudi atau tidak, harus derbouw dari PNI. Dan, tentu ma- mampu menyadarkan kepada (bermusuhan) dengan pemerintah, mungkinan besar sudan sangat op- jelataan rakyat. dengan gam- menjadi mantel dan 'onderbouw' sih banyak lagi kaum seniman siapa saja yang masih ingin terlibat semakin dimapankan ketika Ren- pangnya Rendra direkrut untuk daknya disadari dengan lusan nilai-nilai kebahasaan. monialisme. Yaitu budaya politik berjalan. Kedudukan intelektual kebu- suatu kepentingan politik tertentu. yang wajib bernaung di bawah dalam dunia kebudayaan. Dunia dra menuduh Arifin C Noer telah Sedangkan pada dunia politik, yang kekuasaannya masih terpusat menjadi tokoh yang berwibawa sesungguhnya, bahwa keterlibatan pada salah satu organisasi peserta kaum intelektual kebudayaan da- ciri khasnya yang paling menonjol (tersentralistik) pada peran 'Sang dayaan yang telah mempunyai Permasalahan ini menjadi sema- bendera partai politik tertentu. politik, meminjam istilah Harold menjadi murtad, tatkala pemimpin massa pendukung yang melimpah, kin rumit saja ketika dirinya harus pemilihan umum (OPP) tertentu, lam dunia politik bukan suatu ja- adalah kekuasaan. Di sini keterli- Bapak Keadaan semacam itu, posisi di D Laswell, bagi kaum intelektual Teater Ketjil itu membuat film- Cakrawala kebudayaan Indone- tampaknya, yang membuat kaum menjadi sosok yang begitu sera- mana kaum intelektual kebu- kebudayaan tidak lebih menem- film yang dibiayai pemerintah. Karena, alasan itu didasarkan pada minan nyata bagi dirinya untuk batan kaum intelektual kebu- politisi mengincarnya untuk dija- kah. Keterlibatan suatu kepen- dayaan di-'kotak-kotak-kan oleh patkan dirinya sebagai sosok Who "Proyek film" itu kemungkinan dikan wakil rakyat. Apabila hal ini tingan politik yang dibebankan ke- keyakinan kubu yang berwatak gets what, when, how. Yaitu, po- timistis, bahwa nanti CATATAN BUDAYA TABIR misteri 'Nuzulul Quran' yang pertama kali dite- rima Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan lima belas abad yang lalu, nampaknya te- lah menghadirkan ragam per- sepsi di kalangan theolog, seja- rahwan, ahli tafsir, tasawuf dan penyair. Diantara keragaman tersebut, ada satu hal yang mendekati kesamaan, mereka menggambarkan peristiwa Nu- zulul Quran tersebut dengan suasana yang dipenuhi oleh ge- taran getaran bunyi mistis dan estetis. Bahkan juga digambar- kan sebagai suara lonceng lon- ceng berat yang saling bersa- hutan, sehingga sendi sendi or- ganisme tubuh Nabi ikut bergetaran karenanya. Di samping itu ada juga ca- tatan menarik yang ditulis oleh DR Naumann (musikolog Jerman), menurut penelitian referensialnya; kalau Musa menerima wahyu di Gunung Sinai laksana halilintar dan guntur membelah bumi, di Gua Hira itu Muhammad meneri- manya dengan penuh irama dan melodi kesyahduan yang sesuai dengan bakat musikal bangsa Arab. Catatan sema- cam inilah yang kemudian menjadi dasar kajian dan telaah para orientalis musik untuk mengungkap premis premis musik relegius dan nyanyian Melodi Kesyahduan OLEH: HAMDY SALAD khas dalam khazanah kebu- dayaan Muslim. Tetapi, karena persepsi ter- sebut masih sangat abstrak, para orientalis musik melanjut- kan penelitiannya pada aspek aspek fonologis wahyu suci Al-Quran yang telah tertulis dalam mushaf. Sampai akhir- nya mereka menemukan notasi notasi yang sangat mengagum- kan pada setiap tanda baca, hu- ruf huruf dan transformasi me- lodiknya. Kebesaran Al Quran secara musikal tersebut kemu- dian dipelajari dan dikembang- kan oleh para musisi di negeri negeri Eropa. Bahkan William Lane (musikolog Inggris)-pun berpendapat bahwa konser Re- quim ciptaan Mozart juga diil- hami dan tidak menyimpang jauh dengan melodi melodi harmonik yang terkandung da- lam Surat Al Fatihah. Di tengah lingkaran kaum sufi (terutama yang dibela Al Ghazali), melodi melodi qura- nik juga memiliki peranan yang tidak kecil dalam pencip- taan gerak gerak musikal dan hymne hymne yang disenan- dungkan oleh jamaahnya. Me- lodi melodi kaum sufi ini me- miliki tujuan untuk menyala- kan api cinta yang padam di dalam hati cinta keduniaan yang indrawi maupun yang bersifat ketuhanan dan ruha- Dalam pengertian ini pula melodi musik telah dijadi- kan media penataan relegiusi- tas dengan menawarkan kegai- niah. rahan mistis kepada orang lain yang mampu menikmatinya. hanya dengan peran- - Karena tara musiklah menurut Ghazali gairah itu dapat diperoleh. Dalam konteks kekinian, ekspresi musikal sebagai ba- gian pengetahuan kerohanian dan bias spiritualitasnya dalam membangun wilayah etik ke- budayaan, memang nyaris tak termanifestasikan. Sehingga irama kehidupan sekitar kita- pun hampir hampir tak dapat bertemu lagi dengan harmoni kesunyian yang tersuarakan. Sebab, kesunyian telah dialih alihkan sedemikian rupa keda- lam hiruk pikuk jenis musik, jeritan mesin, badai industri dan segala bentuk bunyi bu- nyian yang bermusuhan de- ngan melodi kesyahduan kalbu dan pikiran. Yang berarti pula, manusia kita kini telah kehi- langan idiom idiom musikal yang utamanya berfungsi seba- gai sarana penataan dan penya- transenden yang mengakar pada lapis kebaji- kan, kebenaran dan keindahan. Namun sedikit beruntunglah kita bahwa dalam memasuki luran gairah Ramadhan tahun ini, pertelevi- sian negeri ini telah merun- cingkan senjata senjata sensor- nya untuk berperang melawan kebudayaan tanpa makna. Hi: ngar bingar musik, lagu lagu seronok dan urakan. Bahkan juga untuk melawan budaya ciuman, kepornoan dan pesan pesan 'trocoh' dalam film, pa- dan gambar gam- bar iklan yang ceroboh. Dan keberuntungan itu akan mer masakan bertambah jika lagi, sensor te- levisi tersebut diberlakukan ti- dak hanya untuk menghormati bulan suci Ramadhan, tetapi juga untuk menghormati plura- litas kebudayaan yang ber- nama Indonesia. Meskipun kita telah menyadari bahwa sensor budaya yang paling efektif senantiasa berjaga da- lam diri setiap orang. Sebagai- mana orang yang secara sung- guh sungguh menghikmati me- lodi kesyahduan dalam berpuasa.***-b Catatan 90-an Bagi Komponis Kontemporer Indonesia Bersambung hal 11 Nilai nilai Islami dalam Karya Seni cabul dengan Rasus, tokoh sentral dalam RDP. Gaya pengungkapan Ahmad Tohari yang tanpa tedheng aling- aling dalam menggali dunia rong- geng sampai ke akar-akarnya itu lah, yang paling tidak, sempat di- pertanyakan Fakhrunnas MA Jab- menanggalkan 'baj muslim'-nya mapan. Manusia selalu berkei dalam menyampaikan dakwah le- nginan menciptakan sesuatu yang wat karya fiksi ini. Benarkah itu? inovatif dan fenomenal. BACALAH! Baca apa saja. geng Dukuh Paruk' (RDP), karena Asal kamu dalam kondisi bismi novel ini saya nilai cukup fenome- rabbikal ladzi khalaq maka bila nal. Dengan jelas dan detail, santri yang kamu baca adalah hal yang asal Tinggarjaya Banyumas, Ah- Pada dasarnya berhadapan de- Dari pengertian tersebut dapat baik, akan bertambah iman kamu. mad Tohari, 'memotret' salah satu ngan karya seni (sastra) tak lebih disebutkan, dalam mengungkap Sebaliknya, bila yang kamu baca sisi alam jahiliyah yang terjadi di dari menghadapi ijtihad seniman. nilai-nilai kebenaran yang diridlai adalah perkara munkar dan batil Dukuh Paruk. Bila dibanding Nilai-nilai Islami tak hanya terda- Allah, tidak hanya cukup seperti maka kamu akan memperoleh hik- karya-karya yang lain, inilah novel pat dalam Al Barzanji, shalawat, telah dilakukan para ahli Alkitab, mahnya dan selanjutnya kamu da- yang memiliki cara pengungkapan bar. Tentang kesantrian dan ke- atau qasidah. "Islam merupakan ustad, juru dakwah atau seperti pat menghindarinya. paling nyeni, sehingga diperlukan musliman Ahmad Tohari. rahmatan lil 'alamin. Tak secuil cara kyai-kyai dalam menyampai- Begitulah 'fatwa' novelis Ah- pemahaman yang mendalam un- Menurut sastrawan asal Pekan- pun wilayah alam yang luput dari kan ajaran Islam. Karena fitrahnya mad Tohari mengurai Al 'Alaq, tuk menangkap nilai-nilai Islami baru tersebut, tidak layak seorang kekuasaan Illahi, termasuk di da- sebagai manusia itu pula maka da- beberapa saat setelah novelnya yang terkandung di dalamnya. muslim 'Ronggeng Dukuh Paruk' (Gra- media, 1982) sempat 'menghe- bohkan' khasanah sastra Indone- sia. Di satu sisi, novel karya Ah- mad Tohari dinilai mampu dibungkus dengan tanggungjawab mad Tohari. Lalu, mengapa Ahmad Tohari mengungkap nilai-nilai Islami de- seorang muslim. Berangkat dari pemahaman itu- memanfaatkan medium dunia ngan cara yang nyeni. Namun di Kata Fakhrunnas MA Jabbar, lah maka tidak berlebihan bila ronggeng, dengan pengungkapan sisi lain, sebagian pengamat mem- ruk, yang kemudian makamnya RDP telah lepas dari nilai-nilai Is- nilai-nilai Islami mampu menero- kecabulan dan kejahiliyahan? Du- pertahankan nilai keislaman da- juga dijadikan 'kibli batin' masya- lami, yang seharusnya ditonjolkan bos dan muncul lewat karya seni. nia ronggeng adalah salah satu sisi lam karya sastra yang sarat dengan rakat itu, memang diyakini seba- oleh Ahmad Tohari. Seperti dicon- Konon, wilayah sastra Islam dan diantara bumi dan langit, yang tak pengungkapan masalah-masalah gai 'roh' yang menguasai Dukuh tohkan, upacara bukak klambu nilai-nilai Islami juga mempunyai bisa luput dari ayat-ayat yang ha- kebatilan, kemunkaran dan keku- Paruk. Setelah lahir seorang Srin- atau penelanjangan Srintil oleh wilayah yang tidak terbatas. Wi- rus dibaca, digali, dan dicari hik- til, yang diyakini memiliki indang Rasus, sebagai hal yang tidak layah tersebut selalu bergerak dan mahnya. Selanjutnya untuk me- Kalaulah dalam tulisan tentang ronggeng, arwah Ki Secameng- layak diungkapkan oleh seorang berkembang sesuai fitrah pikiran nyadarkan diri, tentang perkara nilai-nilai Islami dalam karya seni gala tetap memuntahkan kemur- Ahmad Tohari. Bahkan Fakhrun- manusia, yang selalu tidak puas munkar dan batil, serta yang haq. ini saya mengambil contoh Rong- kaan. Karena, Srintil telah berbuat nas menyebut Ahmad Tohari telah terhadap nilai-nilai yang sudah (Joko Budhiarto)-b. TANGGAPAN TULISAN ADI WICAKSONO : furan itu. mengungkap hal-hal yang lamnya wilayah alam jahiliyah. lam mengungkap ayat-ayat kau- Musibah tempe bongkrek yang dapat mengundang erotisme dan Yang muslim, yang kufur, yang niyah (keindahan alam) da haya- telah memusnahkan penduduk asosiasi seksualitas dengan cara munkar, dan yang batil maupun wan (alam binatang dan tum- Dukuh Paruk, sampai hilangnya yang blak-blakan. etapi itu semua yang haq, semuanya bergerak atas buhan) pun manusia cenderung simbol yang telah dimitoskan ma- harus diungkap dengan etika dan qadla dan qadar Illhai," kata Ah- menggunakan cara yang nyeni. syarakat setempat, yakni rong- geng, membuat Ki Secamenggala marah besar. Leluhur Dukuh Pa- Unsur Sadar adalah Batas Kebebasan SELAMA tahun 1991 praktis ti- dak ada peristiwa seni yang meng- dar akan hasil kreatifnya itu. Un- donesia, bahwa persepsi tentang tuk hal ini berbicaralah sendiri de- kebebasan itu kadangkala secara MINGGU KLIWO Antarej OLEH: SESUDAH menghada handanya dan Antareja: menghadap Prabu Kresna Saptapratala itu segera tempat Sang Harimurti, ketika bertemu Wrekudara reja juga mengemukakan nya ingin menyumbang ter lam Perang Barata. Malah rinci putra Dewi Nagagini i ceritakan terus terang senja yang disandangnya. Di Sekarang dirinya memiliki berupa laring-naga beras gigi Hyang Antuboga. T bila digoreskan ke bagian lawan, maut akibatnya! Jan makhluk biasa, sedang ya wujud dewa tak bakal t dari kematiannya, Sesungguhnya Prabu K lah mengetahui pula ket Antareja dengan taring-m karena itu kedatangann mang sangat diharapkan saja, karena keluarbiasaa pula justru menimbulka kiran tersendiri bagi Raja wati. Maka, bersabdala Padmanaba: "Antarcja! Memang, i perang itu merupakan dan seorang satria, oleh karen sangat haru dan berbang niatmu. Tetapi perlu kau Para...... (SIM) itu para pengam berarti bisa sewenang menodong pejalan kaki, jung restoran atau warung makan dengan musiknya SIM tersebut memang kebebasan memilih wila rasi, tetapi tata caranya suai etika yang ditentuka rintah Jerman atau suatu khusus, sehingga tidak a amen dengan kemampua nyi atau bermusik pas-p hadir di trotoar. Warga negara di lua pun bisa mengamen di Je bisa mendapatkan SIM Hal ini memberi peluang pemusik tradisional dar negara di luar Jerman pemusik-pemusik dari Latin, Asia, bekas Uni S nya. Menurut para pengam pengamen di Jerman sell dapatkan uang yang dite pejalan kaki yang bersim padanya, juga bisa belaj hadapi penonton yang sel disamping menambah k annya dalam bermusik. Bahkan seorang pemu sional dari Bolivia yam me mendapatkan SIM alat musiknya di trotoa mempromosikan rekama Nabila... Dalih penolakan waktu itu, karena dia tahu soal seni peran. J dikata profesional, dia la gembirakan. Begitulah awal tu- lisan seorang penyair Adi Wicak- daran. OLEH: SUTANTO MENDUT kontemporer Indonesia akan meli- dari turist yang artifisial. padatu menuju demokratisasi wa- sinya dan mekanismenya dalam kalau harus mengartikan kata wasan, rujukan, dan egaliter dalam menghadapi berbagai kendala, ka- 'menggembirakan' yang begitu pikir, hat beberapa pelaku kreatifnya OLEH: PARAMITA D KUMALA ngan moral anda, sebelum naif diartikan kebebasan mutlak. Pada hal kondisi manusiawi itu karya seni terungkap. sono (KRM, 8 Maret 92) di bawah dalam pentas tanpa harus ada la- Kanak-kanak?! Kalau saja seorang sendiri sudah tidak memungkin- judul Kreativitas Tanpa Kesa- rangan dari pihak berwajib, tanpa Tidak hanya pendidikan secara mengadakan instrospeksi, kon- kan terwujudnya kebebasan mut- harus mengajukan ijin pentas ke- formal saja, seorang seniman In- templasi dan etc, etc, sebelum ter- lak. Banyak filsuf tentang kebe- pada yang berwajib. Begitulah donesia yang tanpa mempunyai jun dalam karya, maka tak perlu basan, bahkan yang ekstrim seka- Adalah kalimat awal yang mungkin. mengejutkan ketika seorang latar-pendidikanpun akan merasa lagi batas-batas kreativitasnya se- lipun, akhirnya sampai pada Ada kalanya seseorang meng- dan tahu sebatas mana dia harus bagai manusia Indonesia dan ke- konstantasi bahwa kebebasan Wicaksono begitu beraninya identikkan seni dengan dunia yang berkreasi dalam seninya sehingga bebasan yang selalu digembor- mutlak itu hanya ada dalam angan- yang subyektif untuk masuk da- cayaan lokal untuk tumbuh me- membuat kesimpulan yang nota- bebas, artinya seorang seniman menyinggung per-nya yang ber- gemborkan oleh seniman itu sudah angan saja; aktualisasinya adalah lam kolaborasi total, mencatat be- numbuhkan bumerang 'rekayasa bene merupakan suatu titik yang bebas berkarya tanpa harus ber- wajib. lama ada di dalamnya. kemustahilan (probabilitasnya Kita tahu, dalam berkreasi da- berapa peristiwa budaya yang fe- sepihak'. Jelasnya, hak-hak azasi begitu banyak relevansinya dalam tanggungjawab kepada karyanya. Lebih gamblangnya, kebebasan nomenal, entah lokal atau global. artistik tiap penghuni lokal tak bisa kehidupan ini. Budaya merupakan Pendapat semacam ini memang lam mencipta seorang seniman se- berkreasi itu sebatas moral bangsa Catatan berikut tidak hendak para komponis muda yang akan la- Ada H Boediharjo, Sutrisman, Su- lagi dibendung oleh otoritas tung- salah satu dari Ipolekrsosbud banyak dianut, tapi bukan berarti cara sadar memperhitungkan Indonesia. Itu saja. Maka sudah se- menjelaskan apakah itu musik hir - sudah. prapto Suryodarmo, Aftrizal gal manapun. Jadi diluar tempat- hankam-nya pemerintah dan seni tidak ada salahnya. Sehingga ter- kemungkinan efek yang timbul layaknya kreativitas seniman me- kontemporer? Kenapa? Sangat ti- dak mungkin beberapa paragraf Malna, 10 Dalang Magelang, pu- tempat yang dihuni para komponis yang merupakan ujung tombak dapatlah aturan-aturan tertentu dari karyanya. Unsur kesadaran nunjukkan ciri peka dan tanggap Di Surakarta, Sri Hastanto, Ra- luhan artist dari Jerman, Prancis, diatas masih akan lahir komponis budaya disebutnya sebagai tidak yang tidak tertulis untuk sebuah dalam berkreasi ini umumnya ter- terhadap berbagai situasi yang me- atau 3 lembar folio artikel harus hayu Supanggah, Wayan Sadre, Jepang, Amerika, Swiss, Australia kontemporer / atau sudah ada di menggembirakan selama tahun karya seni itu laik-berangus atau dapat pada seni yang pengucapan- rupakan ekspresi tata nilai, moral menguraikan kecenderungan mu- Made Sukerta dan puluhan produk dll. Musik, Teater, Tari, Puisi, Se- wilayah yang lain : Menado, So- 1991. Rasanya naif sekali jika laik tayang, dan inilah yang diang- nya langsung hubungannya de- bangsa Indonesia, yakni Panca- yang harus dihuninya bersama- sik kontemporer yang mewakili Sekolah Tinggi Seni Indonesia, nirupa, Tradisi, Modern, Timur rong, Dili, Acch, Banjarmasin, akhirnya saya bertanya, darimana- gap suatu kondisi dilematis oleh ngan publik, yakni seni sastra, seni sila. informasi teori, konsep dan latar sudah tidak bisa lagi 'waras' hanya barat, profesional dan awam, Pontianak, Sumenep dll. sama dengan sesamanya. kan anda berani menyimpulkan? Adi Wicaksono karena sebelum teater yang mutlak membutuhkan Pengalaman menunjukkan, pe- belakang filsafatnya, serta aspek- jadi 'pemain' gamelan adiluhung. swasta atau pegawai negeri, elite netrasi ideologis dapat terjadi Kalau diandaikan bahwa forum Sadarlah anda ketika anda me- pentas seorang sutradara teater be- penonton. aspek lain yang multi dimensi dari Kejutan kreatifnya tak ada hu- atau rakyat, hiburan atau seni ri- demokrasi musik bisa diterima nyimpulkan? lum tahu batas-batas lahirnya berbagai macam jenis bungannya dengan gelar Doktor tual, telah kehilangan identitas dan disadari kalangan musisi, ka- Waktu mencipta karya seni ber- lalui bidang seni. Orang akan ter- mungkin dibangkitkan sebagai ga- Sungguh sukar sekali untuk me- 'tanggung-jawab' pada karyanya peranan unsur-unsur sadar itu, te- pukau oleh karya Nietzsche, 'Den- gasan belaka. Paling kurang, kei- jang dan dalam, kecuali pende- Australia, California dll. musik. Ini memerlukan studi pan- yang mereka peroleh dari London, maknanya. Hilangnya makna- lau diandaikan makna Musik Mi- mahami jalan pikiran Adi Wicak yang akan dipentaskan. Dengan tapi sebagian besar dari proses itu dang Zarathusthra yang ngingan manusia untuk bebas ha- katan kategori tertentu dipinjam makna dalam kotak diatas adalah nimal diperluas pemahamannya sono tersebut, hal ini paling tidak jelas Adi menuduh bahwa batas- berlangsung dengan tidak sadar, menyiratkan nihilisme dan anti- rus sekaligus disertai kesediaan- untuk mempermudah persepsi. Komang Astita dll yang pasti tidak Nah, catatan berikut untuk musik akan hanyut oleh selera jembel nya relief-relief kamadatu dan ru- struktur musik dan operasionalisa- terus terang 'buta seni'. Apalagi mar. Di Bali toh ada I Made Bandem, makna baru: Arupadatu ? Hilang- jadi minimalisasi persyaratan untuk diri penulis sendiri yang batas laik-berangus itu sangat sa- sekurang-kurangnya tidak dengan theisme, tanpa sadar orang akan rencana yang diperhitungkan dan Kalau saja kita mau sedikit ber- dipertimbangkan dengan sengaja. jadi sebenarnya ukuran sebuah Demikian Subagio Sastrowardoyo sebuah seniman belajar seni peran. Seba dak mau diajak orang m gai dirinya karena Adnan hoggi. Dia mau orang m karena dia. anaknya untuk dihargai. Jadi m selulus kursus seni pe Adi dia ditawari main film la nol). Manusia bertanggungjawab atas eksistensinya, dan eksistensi- yang tersebar di Indonesia, yang krawala unik. tak dan lagi ini. mui hambatan untuk membuka la- Pusat-pusat Kontemporer Pusat industri musik massa Medan REL. yang baran kenangan : pada Di Semarang Jaya Suprana, kedudukan artistik. Ritus Borobu- lau diandaikan wawasan rujukan subyektivnya, mungkin meng- karya itu laik-berangus tentunya berkilah. Di tengah bayangan il- berangus' tentunya tidak akan per- Juga dimiliki oleh manusia lain de- batas pada tahun-tahun 90-an mungkin komponis baru toh memberi efek ini ada kelanjutan Movement of dan merdeka, kalau diandaikan sejudul tulisan di media ini begitu seniman itu sendiri. Karena sebe- jaran diri lebih kuat mendorong seniman berkiblat pada moral pada kebebasannya sendiri. Catatan kecil lainnya perihal bisa diharapkan 'bunyinya'? khusus bagi kota dagang tersebut. Borobudur di Berlin dan beberapa kontak-kontak jaringan yang mu- menggembirkan bagi saya tapi atau batas-batas itu kata-kata mengalirdari batin pe- bangsa kita. Seniman bisa meng- kebebasan yang kiranya perlu di- Profil-profil pendeknya barang- Pesta anch-anehnya membuka ca- kota di Jerman. Ada Tempest in rah dan sederhana bisa dikerjasa- tentunya tidak bagi anda. kali juga bisa mendukung bagi yang paling tepat adalah moral nyair tanpa menghiraukan sesuatu embangkan kreativitasnya dalam renungi oleh para seniman (khu- Borobudur di 6 kota di Jepang, dll. makan antar wilayah dan yang pa- orang-orang (Maccenas) yang memprihatinkan kemerosotan Komponis Yusbar Jaclani Di Padang Panjang pastilah Maaf kalau paragraf ini agak pan- ling penting kalau diandaikan raba dalam kegelapan dan dupan kita bangsa Indonesia ada- Tapi, kalau boleh saya meraba- kita, yang dalam konteks kehi- metode berbahasa dan teori sastra. iklim kebebasan yang luas, tanpa susnya penyair Adi Wicaksono) "musik budaya" Indonesia kon- kawan-kawan akan mene- jang karena penulis ada di wilayah bahwa kesaksian zaman telah kekacau-balauan pikiran saya, lah moral Pancasila. Kalau masih rya seni yang akhirnya diberangus keadaan disorientasi atau bahkan Demikianlah, maka jika ada ka- harus mudah tergelincir ke dalam adalah modalitas penghayatan ten- temporer. membuka pintu ? Maka tinggal mungkin yang dianggap sebagai ada pertanyaan bagaimana dan apa yang berwajib itu gara-gara se- kedalam keliaran yang tanpa arah. tang kebebasan itu. Sekurang- Dengan 'rekayasa tak terelak- apa yang harus dipenuhi bagi de- peristiwa seni yang menggembira- moral Pancasila itu, jawabnya: niman tidak meletakkan moralnya Menteri Fuad Hassan pernah kurangnya dapat dibedakan antara dang baru kreatifitas kontemporer, kan', sangat pasti bahwa informasi kade 90-an ini ? penghayatan kebebasan sebagai kan itu jika terdapat suatu kebe- bukankah anda sudah dididik mo- sebagai bangsa Indonesia secara mengatakan pada Munas II Badan bebas dari suatu...." dan "bebas lagi mau dikeroyok untuk diberi kawan dosen disana tak mungkin global akan menumbuhkan keper- ★Bersambung hal 9 basan dalam berkarya, kebebasan ral Pancasila sejak sekolah Taman utuh. Karena mereka tentunya sa- Koordinasi Kesenian Nasional In- pop, yang entah itu berjenis atribut konservatif dan terpencil di Ndangdut, rock, Jazz, Klasik dll, hutan Sumatera. Saluang di Pa- daun, pohonan, tiang-tiang, gemerincing waktu berderap terbaik?" Bebas dari suatu keterikatan pusat pemancarnya tak bisa lain dang. Gondang Batak di genting-genting rumah seperti kita sama alpa mengharap "Ya, kepergian saya justru un- menyungkup seluruh ruang. Ma- kabin cahaya sesaat gelap atau keterbatasan saja belum me- adalah kota pusat model, tehno- akan mendengungkan roh modern Sweater direkatkan pada tubuh tuk masa depan anak-anak saya. lam semakin gemetar menerima nyatakan sesuatu tentang kreativi- sebuah rekaman proyektor dalam logi, perangkat lunak kerasnya, yang tak terelakkan. gambar-gambar warna coklat ringkih Danton, mencoba halau Saya tidak mungkin membiarkan goncangan-goncangan, nam- tas seorang seniman. Bebas dari serta pusat media dan lain-lain Di Bandung dan Jakarta pasti platina. Rekaman-rekaman itu rasa dingin yang mulai masuk. anak-anak saya setiap hari mere- paknya kereta memasuki sebuah suatu keterikatan hanya menyata- meloncat-loncat di mata Danton, Uhuuuuuk, uhuk, uhhuuuuuk! kam dalam benaknya terowongan panjang. kan kondisi yang tidak terkendali memasuki ingatan-ingatan liar, Seorang entah siapa batuk batuk pertengkaran-pertengkaran, per- Gelas kopi tinggal ampas terge- atau terkendala. Kemungkinan bersidesak semua butuh tempat di seberang lorong kabin, suara itu cekcokan, sumpah serapah yang letak di sisi jendela memberi rasa menjelmakan kreativitas baru ter- dan ditempatkan dalam kantung tiba-tiba menjadi asing, wingit di ditimbulkan oleh orang tua kepahitan semata. Danton kemu- jadi manakala manusia sudah jiwanya yang kamot pada robekan- tengah kesunyian manusia yang mereka. Saya tidak mungkin hidup dian meneguk tandas sisa ampas menghayati kebebasannya sebagai robekan peristiwa, lembaran-lem- sibuk dengan perasaannya mas- dalam rumah yang setiap waktu kopi dalam gelas seakan ingin kondisi untuk melakukan sesuatu memberi arti bahwa kepahitan pun atas pilihannya dan tanggung ja- mampu ia telah dengan biasa-bi- wabnya sendiri. Kreativitas seni sangat erat hubungannya dengan "Apa yang akan kau lakukan di modalitas penghayatan "bebas tempat singgahmu yang baru?" untuk sesuatu........ "Melakukan apa saja yang bisa saya lakukan!" kebudayaan. Syukur, komponis yang banyak Di ke "Tapi setiap lelaki nampaknya dikodratkan untuk pergi!" "Tapi mana?"" perluas bruari lahir beban 2CM kecenderungan mekanisme gelisah orang-orang seperti Hari kerjanya berkelayakan seragam. Roesli, Nano S, Franki Raden, Tidak bisa lain di Indonesia adalah Otto Sidharta, Tonny Prabowo, Jakarta. Marusya Nainggolan, Arjuna, Tri Justru yang hendak penulis ton- Suci Kamal, Suka Hardjana, dll. jolkan disini adalah bagaimana Pasti mereka tak ingin diejek pusat-pusat kreatifitas tersebut ter- bayang-bayang 'avant Garde' sebar di berbagai tempat dan wi- yang datang dari 'langit' Wina, layah Indonesia. Ini mungkin ka- New York, Paris, Tokyo,.... se- rena pelaku kreatifnya relatif inde- mentara dari "bumi" domestik di- pendent dalam mekanisme gencet Televisi Ancka Ria Safari. kerjanya, tanpa terikat jaringan pa- Kebijakan industri musik peng- sar yang 'massif', Di uasa Glodok dan tentu juga oleh Surabaya (Bukan mewakili wawasan musik para pengambil Jawa-Timur) ada Slamet Abdul keputusan Yogya, awal Maret 92 telah dikenal sukses 'menghasut' pen- sampai produksi ke IV sekelom- dukung jenis klasik untuk mem pok komponis yang telah melebur- cakrawala artistik. Pe- kan sikap akademis dan nonakade- '92 Slamet membikin Pesta mis dalam karyanya, dan melahir- Pianissimo, sebuah pesta menggu kan kritik dan anti kritik yang nakan banyak piano dengan pu- membebaskan latarbelakang aka- luhan pemain dengan repertoar demis dan nonakademis. Penulis "kreatif murni dari komponis ma- mencatat komponis Yose Suyoto, cam: Steve Reich yang di Amerika Royke, Siswanto, Djadjuk Fe- mendenyutkan nafas Musik Mini- rianto, Memet, Budi Ngurah, As- mal, Silvia Thellung yang meng- moro. Mereka kebanyakan Dosen ajar di Winterthur Swiss, juga muda di ISI Yogya yang dari tentu Slamet sendiri yang sering idiom musiknya tak akan ter- menyatakan "Musik Indonesia bayangkan muncul dari para dosen ketinggalan 200 tahun". Surabaya angkatan sebelumnya. yang lokal global disana. Disamping menulis diri sendiri, di Kaki Borobudur, dengan pem- dan ada Sementara itu disebelah Yogya Cerpen : Peluit menjerjap kelam menyusur senyap malam sinyal kereta mendengus memuat kenangan lampus Dari balik kaca kereta. Percikan pasti juga Slamet adalah corong bebasan persepsi independent air dari gerimis yang tertahan nurhidayat " hati pada sisi teralis jerajak mimpi "Tak scharusnya kau pergi!" Kereta terus mendengus, melaju menahan goncangan-goncangan. buah dunia antah berantah. Dunia ena perjalanan perkawinan setiap Dalam kabin Danton termangu. "Itu bukan pertanyaan bermutu. Bukankah begitu kita lahir, kita kereta dunia yang menampung orang keganjilan. Muara yang men- "Berarti kau harus memulai lagi darinol. Padahal kedudukanmu di yatukan pertemuan ke perpisahan atau sebaliknya perpisahan ke pertemuan. Kebahagiaan dan kesedihan teraduk-aduk seperti menafasi setiap guncangan-gun- "Justru saya akan lebih tidak yakin masa lalu tak akan cangan kecil di setiap perjalanan. waras kalau saya tetap bertahan di nya itu bukan suatu kenyataan & sendirian' hanya ada dalam abs- traksi saja. Dunia manusia adalah dunia bersamaan, suatu dunia Kondisi kebersamaan itu mem- Dengan begitu akan lebih mu- dah menentukan kebebasan ma- cam apakah yang diperlukan seo- rang seniman. Tentunya bukan sekedar kebebasan mengekspos seks, mengangkat politik tanpa bertanya terlebih dahulu kepada juga tak pernah mengerti mau apa dan ke mana? Setiap lelaki begitu sepertinya harus menyandang Kita besar di pundaknya untuk O, betapa misteriusnya perjalanan rumah. Memberaki kepala saya perjalan nasib manusia sering tak bebasan sudah diberikan oleh menjadi semacam pelindung" si besi panjang. "Mustinya kau harus berpikir Bukankah berwajib kepada seniman "Kamu telah memilah-milah perjalanan nasib manusia sering tuk mengembangkan kreativitas- manusia dari genetisnya. Dan dari lebih bening sebelum memutuskan tak terduga. Kereta hanya nya lebih besar lagi, dan batas- sana kamu bertolak mencari-cari untuk pergi. Segala persoalan mengenal setasiun, pemberhentian batasnyapun rasanya sudah tidak sesaat, tapi tak pernah mengenal samar lagi. Tinggal sekarang, ba- "Saya telah berpikir, itu se. men bentuk niktah-noktah kecil. diterima nalar. Bukankah itu saya telah rela menjadi perjalanan. Sedangkan manusia itu untuk kreativitas yang seopti- Bayangan baur wajah-wajah kuyu, lebih dari jiwa seorang puritan?" babnya kenapa saya memutuskan sekadar kuda tunggangan. Tapi apa yang dia cari dan capai tak mal mungkin. Jangan malah ber- tergolek di kursi berlapis kain Lembut angin malam menyusup pergi" istri saya menuntut terlalu ber lebih dari setasiun-setasiun kecil, lindung dengan kata "kebebasan putih. Kereta terus mendengus dari celah lubang jendela. Bau uap "Termasuk berpikir bagaimana lebih agar saya mau menjadi sedangkan terminal terakhirnya seniman terbelenggu" untuk me- merayapi rel panjang dan dingin. hujan menyebar kabin kereta. nasib dua anakmu, dan masa de- seekor kerbau yang bisa disembe- Seperti ular python yang Guncangan-guncangan kecil pan mereka". nutupi kemandulan dan kestagna- menyusup ke gelap malam. menepis tempias kantuk yang "Ya!". melongokkan sian seniman itu sendiri. Begitu- Dari balik kaca kereta. Kelebatan sesekali terjaga. "Dan itukah satu-satunya cara lih dan diiris-iris" "Danton....." Kereta meraung lagi. Dalam bukankah bernama 'Kekekalan' Danton kepalanya, miring sedikit ke lah. ★Bersambung hal 9 (Penulis adalah Juruketik)-b Bila Nabila seni peran, itu harus me tidak mel dari garis hidupnya. Sel kecilnya gemerlap masa wood dan baginya. seisinya tak lag Ayahnya di ka Hollywood dikenal orang. Malah ayahnya sobat kental Frank Sinat Taylor, Charlie Chapli bintang-bintang kondang Penghapusan seperti Buanavista, Nafila, A rgantara, Dian putra dan Be nia Film), serta enam impo Mandarin (Suptan, Tob tuk dah, Bola Mas Jaya, Sufin, dan Safari Sinar Sakti) tidak memproduksi film. Begitu pun dengan in Eropa-Amerika (Satria P Esthetika, Perfini, Pan A Amero, Mitra, Camila Inte serta PT ACE film Indonesia gai pendatang terbaru di kelc asosiasi importir film E Amerika dilarang mempro film. Deregulasi Perfilman SALAH satu keputusan p dari RUU tentang Perfilma adalah dihapuskannya izin duksi (IP) oleh Pemerintah. hapusan izin prinsip akan perlancar produksi. Sebab, ringkali menghambat prow karena masih diberlak saat nya IP para produser merasa gal sebelum bertindak di awal jika ada bagian dari ske yang menurut Deppen tidak difilmkan. Selama ini, IP merupakan satu persyaratan awal, seb mana yang diatur surat kepum (SK) No.114-B Menpen 1976. Produser harus memint Deppen, lem skenario dan daftar p lam proses produk. Skenari diteliti pertimbangan mulai dul, materi dan jalan cerita hi ke dialognya. Jika skenario produser yang dia dinilai tak sesuai, jadi rencana produser harus m hingga di situ. Jika disetujui nario dikembangkan kepada duser, kemudian harus mem rekomendasi dari induk orgam profesi perfilman. Artinya, I minta rekomendasi dari Kary solo & soliter'. Manusia 'tunggal saja disabet. Saat ini fill yang dia bintangi dan y dah beredar memang ba yakni Eye of the Wide The Crack Connection rapa film lainnya, masi bau action, siap diedark tengahan 1992 dan awa me- buat kebebasan mutlak hanya pernah nya untuk mengakui dimilikinya terpengaruh lengah peracunan Karena itu dan hingga ter- ideologis. suatu batas kebebasan pada "laik pengakuan sesamanya dan bahwa kebebasan itu narnya ukuran untuk sesuatu....... ing-masing. dapat berubah Perjalanan kereta sering menjadi "Kamu musti ke psikhater sebuah perjalanan gaib di mana perkawinan!" berpuluh, bahkan beratus, beribu "Tak ada satu pun tabib di dunia jiwa dalam gerbong-gerbong sep- ini yang dapat mengobati erti hendak disorongkan ke se- persoalan rumah secara jitu. Kar- menjadi neraka," asa saja. itu psikhologis yang "Danton, Kamu sakit!" "Semua orang juga sakit!" memiliki watak berbeda-beda," kantor sini, menjadi "Ya, tapi kamu cenderung tidak waras!" setiap orang yang bekerja "Saya akan berusaha manusia baru. dikubur. Kendati impian bagi keras" menjadi pun bisa saya nuraninya Bukankah seperti kereta sendiri. (paling prinsip kepada tidak saya) kira ke- dengan kung film yang akan dilibatka pembenaran untuk membikin al- ibi tindakanmu masuk akal dan bahwa kita seorang manusia". san yang sengaja dibikin besar". "Kamu keras kepala, sedang is- trimu berotak batu. Klop, musti- dapat diatasi sepanjang kita yakin nya kamu bisa sedikit mengalah" saya sudah kalah. dengan persoalan persoalan pici- terduga. "Selamanya terminal terakhir bagi sebuah gaimana menggunakan kebebasan tak Bahkan seperti kereta yang un- Deppen dengan ber dari so Color Rendition Chart
