Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-02-19
Halaman: 10

Konten


2cm 4cm SABTU WAGE 19 FEBRUARI 1994 (8 PASA 1926) Suatu Pemikiran tentang: Xedaulatan Rakyat Masa Depan DIY TERBIT SEJAK 27 SEPTEMBER 1945 Gempa Lampung Mengetuk Hati Kita yang beranggapan bahwa Liwa meru- pakan daerah yang sangat rawan ben-. cana. Gempa bumi memang sering di- rasakan oleh daerah pesisir barat Propin- si Lampung, tetapi selama ini tak menim- bulkan korban jiwa (kecuali gempa th 1933) dan memporakporandakan segala sesuatu yang ada di atas bumi. GAMPA bumi berkekuatan 6,5 pada dan sekitarnya 61 tahun lampau, atau Skala Richter, Rabu dini hari, tanggal 16 tepatnya th 1933. Dengan jeda yang san- Februari 1994 telah memporakporan- gat lama tersebut, jelas tak ada orang dakan wilayah Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung. Gempa yang sangat dahsyat tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak, melainkan juga mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar. De- lapan puluh persen perumahan pendu- duk dan bangunan perkantoran rusak be- rat. Bahkan bangunan perkantoran yang DARI segi religius-spiritualitas, kita vital seperti Kantor Pemda Tingkat II berpandangan bahwa bencana alam di Lampung Barat, Kantor Polres, Kantor Lampung Barat merupakan cobaan Kejaksaan Tinggi dan banyak sekali Tuhan. Dalam bulan Puasa ini rupanya gedung sekolah ikut dihancurkan gempa. Tuhan sedang memberi cobaan buat Gempa tidak hanya menyebabkan listrik umatnya, khususnya yang berada di padam total-karena gardu listriknya Lampung Barat. Dalam hal ini, bangsa ikut hancur - melainkan juga menye- Indonesia secara keseluruhan juga ikut babkan jaringan telekomunikasi terputus 'dicoba. Akibat kedahsyatan gempa di Li- dan sarana penyedia air bersih tak wa, seluruh bangsa Indonesia ikut bersedih. Solidaritas penduduk Indonesia terbangkitkan dan nuraninya terketuk. berfungsi. Walaupun hingga hari ke-3 bencana yang ditimbulkan gempa bumi di kota Li- wa (ibukota Lampung Barat) dan seki- tarnya belum dinyatakan sebagai ben- cana nasional, tetapi kita semua tahu bahwa korban jiwa dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut sung- guh sangat besar. Wilayah Lampung Barat, khususnya masyarakatnya beser- ta aparat pemerintahnya, tidak hanya harus memulai pembangunan di daerah- nya dari titik nol, melainkan lebih ke be- lakang lagi, yakni surut 25 tahun ke be- lakang. DIJADIKANNYA wilayah barat laut Propinsi Lampung tersebut sebagai kabu- paten tersendiri 2 tahun 5 bulan lalu, ten- tu karena pertimbangan bahwa wilayah tersebut mampu berkembang dengan pe- sat. Pembangunan di wilayah Lampung Barat memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Potensi alam yang be- gitu besar telah tergarap dengan baik. Dan masyarakat setempat telah terpacu untuk memberikan partisipasi aktifnya. Bahkan keberhasilan pembangunan di wilayah yang sebagian besar terdiri dari daerah pegunungan tersebut telah merangsang penduduk dari banyak tem- pat-baik dari daerah lain di Lampung maupun dari pulau Jawa - untuk datang ke Lampung Barat. Pada saat perkembangan daerah sedang marak-maraknya, tiba-tiba ben- cana alam berupa gempa bumi datang mengganggu. Tentu tak ada orang yang menduga bahwa gempa bumi akan mem- porakporandakan Lampung Barat. Ter- akhir kali, gempa bumi melanda Liwa Masalahnya sekarang, solidaritas tersebut harus diwujudkan. Ketukan ter- hadap hati nurani juga jangan hanya sekedar ketukan. Seluruh penduduk In- donesia dituntut untuk memberikan ban- tuannya, baik bantuan moril maupun (khususnya) bantuan materiil. Kita se- mua wajib membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Kabupaten Lampung Barat. Kita sangat "trenyuh", cobaan yang menimpa saudara-saudara kita di Lam- pung Barat tersebut terjadi pada bulan Puasa dan cobaan yang diterima sungguh sangat berat. Tidak hanya nyawa sanak saudara saja yang hilang. Tempat tinggal hancur lebur dan sarana maupun prasarana kehidupan lain ikut rusak. Se- dangkan penduduk yang berprofesi seba- gai petani juga harus menanggung kerusakan tanamannya, selain robohnya rumah. Mereka semua tentu kurang mampu menjalankan ibadah puasa de- ngan baik. Dalam menghadapi cobaan yang am- at berat ini, mereka sangat memerlukan uluran tangan kita. Dengan berbagai cara dan melalui berbagai saluran, kita dituntut untuk memberikan bantuannya. Hanya dengan memanjatkan doa agar mereka tetap tabah dan bencana cepat berlalu, serta memberikan bantuan/sum- bangan materi, kita dapat meringankan beban mereka. Dalam hal ini kita ditun- tut berbuat lebih kongkret, riil dan nyata, bukan hanya sekedar ikut prihatin dan ikut bersedih. O-y 20 Februari 1994 Batas Ultimatum NATO atas Serbia: Eropa Enggan Belajar Sejarah Perang Dunia Oleh Setiawan MENYIMAK perkembangan di Bosnia barangkali ada hikmah yang pantas dipetik. Bahwa sebe- narnya Eropa Barat yang suka pun dan demi nilai yang mana menggembar-gemborkan dirinya pun. sebagai sarang segala sumber peradaban itu sama sekali ku- rang mampu untuk menenggang sesuatu yang dianggapnya lain atau berbeda dari nilai-nilai umum. Seorang pengamat keturunan Yahudi Leon Whisheltier dalam salah satu tulisannya mengung kap, sekiranya ia berkulit sawo matang dan menganut agama Is- lam, maka niscaya ia akan lebih suka hidup di Amerika daripada di Eropa. Bukan itu saja, ia juga mengingatkan Eropa agar jangan sampai laksana orang tua yang dua kali kehilangan tongkat. Maksudnya, 50 tahun lalu di- canangkan bahwa tidak ada tem- rang berdarah Yahudi di Eropa. pat sejengkalpun untuk seseo- Yang dimaksudkan ialah keben- cian meluap-luap dikalangan ka- um NAZI Jerman terhadap Yahu- cara serempak berpaling melihat di. Waktu itu Eropa hampir se- seolah-olah tidak mau melihat kearah lain, memincingkan mata Semua ini jelas menggalakkan gajah di pelupuk mata mereka. pihak NAZI untuk menjadikan ZI dalam mengejar kaum Yahudi umat Yahudi sebagai bulan-bu- lanan. Akhirnya greget kaum NA merambat kemana-mana, hingga membara rendong Eropa ke koba- dak ada tempat bagi umat Islam ran Perang Dunia II. Kini, kata Leon Wisheltier, ti- Namun Eropa lebih suka meng gembar-gemborkan betapa mere- ka telah mampu menamatkan ri- wayat perang dingin yang pada gilirannya konon pernah laksana pamungkas paling tidak ancaman pamungkas terhadap umat manu sia. Bukankah pada waktu pe- rang dingin masih berkobar seti- ap saat konon dapat tercetus pe- rang nuklir.. Dan bukankah pe- rang nuklir akan mendatangkan apa yang disebut sebagai musim dingin nuklir yang pada akhirnya akan menghabiskan umat manu- sia? Kita bisa menyimak kecela- kaan yang terjadi pada stasiun nuklir Chernobyl. Dampak Cher- dahal stasium Chernobyl itu bu nobyl sampai kemana-mana. Pa- kan senjata melainkan sarana damai pembangkit listrik. Na- mun dampaknya sudah begitu dilepaskan adalah senjata nuklir. dahsyat. Apalagi sekiranya yang nan bagi tercetusnya perang nuk Padahal sudah ada kemungki- lir. Namun umat manusia pada akhirnya lebih arif dan bijaksana, karena memang menyadari da- menang. Oleh sebab itu perang lam sesuatu peperangan senjata nuklir, tidak bakalan ada yang nuklir terus dihindari. Pada waktu perang nuklir ma- yang senang toleran yang meneng sih mengancam ada pendapat bah wa Eropa Timur dihuni bangsa gang tirani. Sedangkan Eropa Ba- rat dihuni bangsa yang toleran Memang benar, Eropa Timur yang amat menentang tirani. bukan saja menenggang, melain benar .atau demokrasi ini dianggap da- pat dijadikan penunjang betapa anutan mereka itu. Namun di tengah segala kegem biraan akan kemenangan ini, E- ropa pada hakekatnya hidup ber bantalkan pedang bertilamkan tombak. Ada kepercayaan yang menyebutkan bahwa sesungguh- nya segala yang baik dan buruk itu datangnya tiga kali berturut- turut. Dalam kurun waktu yang 50 tahun ini saja Eropa demokra tis telah mengalami dua kebu- rukan. Pertama, keteledoran dan ke- lalaian Eropa untuk menindas NAZISME Adolf Hitler sewaktu masih berbentuk putik sebelum sempat menjadi bunga atau buah beracun yang akhirnya memang harus dibayar mahal. Kemudian mereka kurang jeli atau memang sengaja meminc- segala siasat keji Joseph Stalin, ingkan mata, tidak mau melihat dan membiarkan diktator Soviet ini melahap berbagai negara sete- Kesalahan ketiga Barat adalah lah Perang Dunia II. jika mereka tidak berbuat sesu lah Bosnia. Kesalahan ini akan atu untuk menyelesaikan masa- berbuntut sedemikian rupa hing- ga harus dibayar dengan sangat mahal oleh Eropa sendiri pada Anehnya Eropa sekarang, di satu sisi mampu menunjukkan akhirnya. rasa bersatu dengan terbentuk- nya Eropa Bersatu. Selama ini dalam masalah Bos ding, seakan yang satu mengata- nia antara AS dan Eropa baku tu kan adalah tugas yang lainnya un di Eropa. Sikap Eropa terhadap Bosnia tuk memberesi masalah tersebut. gan untuk memaksakan tindakan Kalau AS kelihatan begitu eng- seolah-olah sudah melupakan se- jarah. Padahal yang terlupakan itu bukankah sejarah di abad ke- drastis demi menghentikan sega tapi pantaskah jika kita melu- ra tirani. Dan Eropa Barat me- mungkin dalihnya adalah bahwa 15 atau 16. Bisa saja orang lupa kan juga dalam penenggangan itu la perbakuhantaman, pen maka kejadian ratusan tahun silam. Te- terkandung penderitaan gara-ga- yaan, di Bosnia mang menentang tirani. Yang sa- segala yang terjadi itu pada hake pakan sejarah di abad 20 ini? Dalam abad 20 ini banyak tu mengagungkan komunisme. katnya berlaku di belakang hala orang yang tidak berdosa yang Sedang lainnya menggembar-man Eropa. Karena Eropa lebih telah dibantai oleh bala tentara gemborkan kapitalisme atau de- dekat, maka sudah selayaknya Eropa demi nilai-nilai Eropa, da- mokrasi. Kemudian komunisme lah kalau Eropa berbuat. Bersambung hal 14, ripada oleh bala tentara mana ambruk, dan Pemimpin Umum kapitalisme Kedaulatan Rakyat : H Soemadi M Wonohito SH. : Suwariyun. Pemimpin Redaksi Wakil Pemimpin Redaksi I: Dra M Idham Samawi. Wakil Pemimpin Redaksi Pemimpin Perusahaan Redaktur Pelaksana Redaktur Staf Redaksi Fotografer Sekretaris Redaksi Alamat Kantor Redaksi II: Bambang Daulat : Drs M Idham Samawi. Drs Octo Lampito, Krisnam. Drs Suhadi Sukarno SU, Wismoko Theo Sutiyono, Drs Al Sugeng Poernomo, Wiyono, Djuweni, Lalu Hidayat, Soeparno S Adhy, Joko Budhiarto, Arifin Husein. : Dra Y Sarworo Soeprapto, Rakiman S, Bambang Soenarno, Dra Esti Susilarti, Maksum Parjiyo, Mulyadi Adhisupo, Ronny S Viko, Dra Fadmi Sustiwi, Mussahada. Ircham, Moeljono, Yuwono, A Poedjono, Frans Budisukarnanto. Arief Budiarto, Jalan P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta 55232 Face (0274)-63125 Telp (0274)-65685 dan 63125. SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) Perwakilan dan Biro: Jakarta Magelang Surakarta Semarang Purwokerto No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A. 7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS. Penerbit Terbit Perdana Perintis Pembina Direktur Utama Direktur Pemasaran Manajer Sirkulasi: Manajer Iklan DAERAH Istimewa Yogyakar- ta dibentuk berdasarkan UU No- mor 3 Tahun 1950, dan mempu- nyai landasan kuat secara konsti- tusional dalam UUD 1945 seba- gaimana tertuang dalam pasal 18. Oleh Hari Sugiman negara. persatuan dan kesatuan perkuat bangsa, mendorong prakarsa, kreativitas dan peran serta ma- syarakat. Amanat-amanat terse- but menjadi pedoman kita semua untuk direalisasikan, tidak terke- cuali masyarakat DIY. pemecahan untuk dipertimbang- daerah yang nyata, dinamis, rasi dan ini ten- "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 10 PIKIRAN PEMBACA -Naskah disertai fotocopy jatidiri - Isi tanggungjawab penulis Melengkapi penjelasan tentang Kattebelletje Drs Kartiman Kudonarpodo menulis bahwa kattebelletje jika mau di-Indonesia-kan menulisnya harus katebelece, bukan katabelece seper ti yang dimuat media massa tempo hari. Juga dijelaskan bahwa arti klinthingan kucing. Samakah katabelece itu dengan surat rekomendasi? Begitu tanya seorang mahasiswa kepada saya. Jawab saya: "Dapat sama, meski latar belakangnya dapat berbeda-beda". Kemudian saya ceriterakan kaitannya dengan klinthingan kucing, sbb: aslinya itu: Orang setelah menerima dan membaca isi katebelece, ia dapat melunakkan ketegasannya, apalagi jika yang mengirimkannya itu seo- rang tokoh yang pantas dihormati. Di dunia hewan, seekor tikus begitu mendengar bunyi klinthingan kucing, dapat lumpuh atau paling sedik- it gemetar, karena takut kedatangan musibah fatal. Di dunia manusia, banyak pula orang (pejabat) yang takut meno- lak imbauan yang tertera dalam suatu katebelece yang ditujukan kepadanya, lewat orang lain. Ketakutan seperti tikus ini, akibat bu- daya rikuh-pakewuh atau ABS (asal bapak senang) yang diwariskan kita. Padahal istilah kattebelletje itu netral. Dalam Kramers' Neder- lands Woordeboek, tertera: kattebelletje: los stukje papapier waarop iets geschreven wordt; klein einig verzorgd briefje. Wojowasito dalam Ka- mus Belanda-Indonesia, juga mengartikan seperti itu: kattebelletje: surat yang ditulis pada sobekan kertas, pendek dan tak rapi. Karena di negeri kita, katebelece terlanjur dilekati makna terten- oleh leluhur jujur, sehing- tu, janganlah gampangan mengirim katebelece untuk melancarkan su- atu perkara, apalagi jika anda tergolong tokoh yang dihormati. Kecuali jika katebelece anda (sesuai arti aslinya) sekedar suatu orek-orekan se- ringkas, mendahului suatu surat rekomendasi anda yang jawab de- ga tak berakibat memojokkan pihak penerima. -b. diletakkan pada N. Daljoeni, Jl. Purbaya III/2, Karangalit Salatiga, Jateng 50722 telepon 21901 Telepon Umum Medari Rusak Berat SUDAH hampir sekitar 1 bulan ini telepon umum di daerah Medari (persisnya di depan Gedung GKBI) rusak. Mula-mula hanya rusak rumahnya saja, yaitu bagian dinding-dindingnya, hilang satu persatu. Belum ada perhatian dan perbaikan. Dan terakhir ini justru, telpnonya pun hilang, sehingga otomatis sudah tidak berfungsi sama sekali, keculai untuk berteduh bila tiba-tiba hujan. UU Nomor 5 Ta- pi juga mendapatkan dukungan yang sekarang mempunyai masa masyarakatnya yang aspirasinya jabatan yang tidak terbatasi. dimuat dalam Keputusan DPRD Berbicara tentang masa depan DIY Nomor 4/K/DPRD/80. DIY sesungguhnya tidak hanya Pasal 18 UUD 1945 menentu- Apabila kita dalam ketentuan persoalan suksesi, tetapi juga Mendasarkan kepada UUD kan bahwa: "Pembagian daerah UU No 5 Th 1974, perbedaan DIY akan menyangkut masalah kedu- 1945, GBHN dan muatan filosofi Indonesia atas daerah besar dan dengan Dati I lainnya tidak ha- dukan istimewa DIY itu sendiri. UU No 5 Tahun 1974, maka men- kecil dengan bentuk susunan pe- nya terdapat pada sebutannya se- Berdasarkan ketentuan UUD jawab persoalan masa depan DIY merintahannya ditetapkan de- bagai daerah istimewa saja, teta- 1945 tentang pembentukan dae- dapat diajukan suatu alternatif ngan Undang-undang, dengan pi juga terdapat dalam hal syarat, rah, terdapat dua hal mendasar. memandang dan mengamati da- maka jabatan, dan cara pengang- sar permusyawaratan dalam sis- Pertama, bahwa pembentukan kan sebagai berikut: katan Kepala Daerah/Wakil Ke- dan pengembangan daerah dalam 1. Bahwa sudah selayaknya tem pemerintahan negara, dan pala Daerah, yang tidak terikat pemerintahan negara tidak boleh status Daerah Istimewa Yogya- hak asal-usul dalam daerah-dae- pada ketentuan yang berlaku ba- mengarah menjadi negara dalam karta tetap dipertahankan dan rah yang bersifat istimewa". Se- gi daerah tingkat I lainnya. Ke- menjadi milik bangsa dengan me- lanjutnya dalam penjelasan dite- tentuan ini tertuang dalam pasal Kedua, bahwa dalam pemben- ngingati nilai spesifik wilayah ini gaskan antara lain bahwa "dalam 91 huruf b UU No 5 Th 1974, yang tukan daerah-daerah akan senan- dalam segi historis, politik, sosial territoir negara Indonesia terdap- menyatakan bahwa Kepala Dae- tiasa memandang dan mengingat dan budaya yang tidak ada du- at lk 250 Zelf bestuurende land- rah dan Wakil Kepala Daerah Is- hak asal-usul yang bersifat isti- anya diwilayah Nusantara. schapen (yang dimaksud swapra- timewa Yogyakarta yang seka- mewa. Selanjutnya dalam konsi- ja) dan Volksgemeenschapen, se- 2. Pengembangan DIY masa rang adalah "Kepala Daerah dan derans menimbang pada UU depan dalam sisi penyelenggara- perti di Jawa dan Bali, negeri di Wakil Kepala Daerah menurut Nomor 5 Tahun 1974 terdapat an pemerintahan dan pembangu Minangkau, dusun dan marga di UU ini dengan sebutan Kepala muatan filosofis yaitu suatu cita- nan daerah sebaiknya difokuskan Palembang dan sebagainya. Dae Daerah Istimewa dan Wakil Ke- cita menurut sifat Negara Kesa- pada peningkatan kemampuan rah-daerah itu mempunyai susu- pala Daerah Istimewa, yang tidak tuan Republik Indonesia, kedu- DIY dalam mewujudkan otonomi nan asli, dan oleh karenanya da- terikat pada ketentuan masa ja- dukan pemerintahan daerah se- pat dianggap sebagai daerah yang batan, syarat dan cara pengang- jauh mungkin diseragamkan. bertanggung bersifat istimewa. katan bagi Kepala Daerah dan Cita-cita keseragaman ngan titik berat Negara Republik Indonesia Wakil Kepala Daerah lainnya". tu saja dalam rangka implemen- Dati II. menghormati kedudukan daerah- Ketentuan pasal ini nampak- tasi Pancasila dan UUD 1945, 3. Dalam rangka melaksana- daerah istimewa". nya mengacu kepada isi dan jiwa serta semboyan Bhinneka Tung- kan ketentuan Kedudukan keistimewaan dari piagam Presiden Republik Indo- gal Ika. Oleh sebab itu wujud ke- hun 1974, terutama berkenaan pada DIY ini sesungguhnya telah nesia tanggal 19 Agustus 1945, seragaman tersebut akan senan- dengan suksesi, sebaiknya dila- diberikan jauh sebelum UU No 3 serta bunyi pasal 18 (5) UU No- tiasa mengindahkan kemajemu- kukan pada saatnya dengan mem tahun 1950, yaitu sejak diundan- mor 22 Tahun 1948. Piagam ini kan dan heterogenitas daerah berikan pertimbangan atas pemi- gkannya UU No 22 Tahun 1948, disampaikan Presiden RI kepada dan masyarakatnya. kiran alternatif sebagai dan tetap dipertahankan oleh UU Sri Sultan Hamengku Buwono IX GBHN 1993 memuat amanat a. Tetap memberlakukan ke- No 1 Tahun 1957, Penetapan Pre- dan Sri Paku Alam VIII secara antara lain: Bahwa wawasan da- tentuan pasal 91 huruf b dengan siden No 6 Tahun 1959 (disem- terpisah, namun isinya sama an- lam penyelenggaraan pembangu mengadakan penyempurnaan purnakan), dan UU No 18 tahun tara lain Pemerintah Indonesia nan nasional untuk mencapai tu- atas batas masa jabatan untuk di- 1965. memberi kepercayaan kepada ke- juan nasional adalah Wawasan sesuaikan dengan ketentuan pa Apakah Daerah Istimewa ini dua beliau untuk mencurahkan Nusantara, yakni suatu cara pan sal 17, bahwa Kepala Daerah Is- akan dirubah statusnya atau te- segala pikiran, tenaga, jiwa dan dang dan sikap bangsa Indonesia timewa Yogyakarta dipilih untuk tap dipertahankan sangat tergan- raga untuk keselamatan daerah mengenai diri dan lingkungannya masa jabatan 5 tahun dan dapat tung pada tuntutan perkembang. Yogyakarta sebagai bagian dari dengan mengutamakan persatu- dipilih lagi satu kali masa jabatan an jaman. Selama kondisi spesifik pada Republik Indonesia. an dan kesatuan bangsa serta ke- berikut. yang ditentukan oleh faktor fak- ma- satuan wilayah dalam penyeleng- tor historis, politik, sosial dan bu- syarakat Yogyakarta muncul pe- garaan kehidupan bermasyara- tuan pasal 14 dan 15 diselaraskan daya masih membutuhkannya, mikiran-pemikiran yang intinya kat, berbangsa dan bernegara dengan sifat keistimewaan DIY maka kiranya tidak bijaksana mempertanyakan masa depan yang mencakup perwujudan kepu dengan sejauh mungkin menga apabila ada upaya-upaya untuk DIY, terutama berkenaan dengan lauan Nusantara sebagai satu ke- komodasikan semangat pasal 18 menghapuskan. Yang jelas, eksis- suksesi kepemimpinan DIY. Ka- satuan politik, ekonomi, sosial bu- (5) UU Nomor 22 Tahun 1948, tensi DIY dijamin oleh UUD 1945 lau kita memperhatikan dengan daya dan Hankam. Wawasan Nu yaitu Kepala Daerah Istimewa dan UU No 5 Tahun 1974. sungguh-sungguh ketentuan pa- santara inipun merupakan bagi Yogyakarta diambil dari keturu Hingga sekarang dalam peme- sal 91 UU Nomor 5 Tahun 1974, an daripada wujud implementasi nan keluarga yang berkuasa di rintahan negara kita terdapat 2 membicarakan soal suksesi me- Pancasila dan UUD 1945, sehing- daerah itu dijaman sebelum Re- daerah istimewa, yaitu Daerah Is- nyangkut figur pimpinan DIY ga persatuan dan kesatuan bang- publik Indonesia dan yang masih timewa Yogyakarta dan daerah belumlah saatnya. Rasa-rasanya sa serta wilayah akan tetap me- menguasai daerahnya, dengan Istimewa Aceh, masing-masing sebagai orang timur kurang etis ngacu kepada semboyan Bhin- ketentuan harus memenuhi krite- ria sebagaimana yang ditetapkan mempunyai ciri keistimewaan- membicarakan soal figur pada neka Tunggal Ika itu. nya sendiri-sendiri, terutama da- Dalam GBHN 1993 tersebut ju- oleh peraturan perundang-un- lam segi-segi historis, politik, so- kondisi berfungsi menurut UU. diamanatkan untuk melaksa- dangan yang berlaku. -b. sial dan budaya. Kata "yang sekarang" dalam nakan otonomi daerah yang nya- ketentuan pasal 91 huruf b UU ta, dinamis, serasi dan bertang- No 5 Tahun 1974 dapat diinter- gungjawab yang dikembangkan pretasikan bahwa untuk Kepala sesuai dengan amanat UUD 1945 Daerah Istimewa Yogyakarta dan diarahkan untuk makin mem Sifat, kedudukan dan atau se- butan "istimewa" bagi DIY tidak hanya semata-mata didasarkan ketentuan Undang-undang, teta- Akhir-akhir ini dikalangan waktu penjabatnya masih dalam ga Menyambut HUT ke-21 SPSI 20 Februari 1994 s berikut: b. Dalam melaksanakan keten- Mohon kiranya jadi perhatian dari pihak yang berwenang untuk dipasang dan diperbaiki kembali. Sebab telepon itulah satu-satunya yang terdekat dari lokasi kami, bila kami memerlukannya. Dan untuk menghindari ulah tangan-tangan jahil, sebaiknya se- mua telepon umum dipasang/diletakan di daerah yang aman, seperti di depan Kantor Polisi, dll. Daerah kamipun, sangat mengharapkan jasa telepon, umum. D-b. Sri Astuty, Sokobinangun RT 03 RW 18, Merdikorejo, Tempel, Sleman, DIY, 55552 untuk TVRI Yogya Sumbangan Pikiran dari Kebumen Membaca berita yang dimuat dalam Kedaulatan Rakyat hari:. Rabu 16 Februari 1994 tentang rencana TVRI sta Yogyakarta akan melakukan "perubahan/penyempurnaan acara siaran TVRI Yogya karta" sebagai salah satu hasil kunjungan kerja DPRD-DIY ke TVRI berapa waktu berselang, perkenankanlah kami sebagai orang awan menyampaikan sebagai berikut: Tengah agak "pendapat/ sumbang pikir" 1. Secara jujur selama ini harus diakui bahwa banyak penayangan dari TVRI Yogyakarta (Selain acara yang bersifat wajib dan Nasional sifatnya) terutama aneka informasi dari DIY dan Jawa membosankan "para pemirsa, baik anak muda maupun orang tua. (Seperti Parti penulis ini). Sebab nampaknya terlalu "monotoon acaranya. terlalu dapat disalahkan bila banyak pemirsa yang kemu- dian memilih alternatif TV swasta, yang nampaknya lebih menyerap daya tarik tersendiri. Kami tahu batasan isi dan sifatnya yang disiarkan/ditayangkan oleh TVRI dibanding dengan RCTI ataupun c (*) Penulis adalah Anggota Komisi II DPR-RI Mantan Dirjen Sospol Departemen Dalam Negeri SCTV dsb tidaklah sama benar. Jika boleh kami sebutkan serupa tapi tak sama *. Bukan disitu letak permasalahannya yang kami tuliskan ini. Tapi semata-mata dengan tayangan yang itu-itu juga orang jadi "jenuh melihatnya." Tapi kami sendiri bingung bagaimana sebaiknya kami sampaikan pendapat ini, tanpa harus "menyinggung" TVRI sta Yogya. Upah Minimum, SPSI dan Pemogokan Buruh 3. Benar sekali analisa DPRD Prop. DIY yang antara lain men- gatakan bersifat terlalu "ceremonial" dalam tayangannya, Kami yakin sekitar Atasan Langsung yang membidangi siaran TVRI Yogya juga merasakan hal tersebut dari masyarakat atau bahkan dari keluarga sendiri. Namun memang sulit untuk dapat keluar dari kesulitan begitu saja, sebab bagaimanapun TVRI Yogya bagi kaum buruh. Buktinya, be- terikat pada Dinas atau lum tentu setiap aksi pemogokan TVRI itu. Kadangkala terkesan "apa hendak menuntut kepedulian SPSI. Ma- harus begitu". sampai sejauh mana kadaluwarsa, juga belum tentu ka buruh-buruh mogok itu mela- kah perjuangan gerakan SPSI setiap pengusaha mematuhi kebi- kukan unjuk rasa mendatangi neropong AKSI pemogokan buruh bela- kangan ini nampak kian marak. Anehnya lagi, justru terjadi di sektor manufaktur (pengolahan) ringan seperti : di industri tekstil, garmen, sepatu, tas kulit, mainan itu? anak-anak, arloji, boneka, mebel, makanan-minuman, kaleng ke- masan, rokok, kertas, keramik, kayu lapis, hingga alat-alat tulis. Padahal, sektor manufaktur ri- ngan merupakan salah satu sek- tor yang menjadi andalan sekali- gus perburuan kaum buruh un- tuk mencari nafkah. Lebih-lebih setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan menaik- kan upah minimum buruh, seper- tinya aksi pemogokan terus ber- gulir hingga sekarang ini. Seba- gai hadiah tahun baru, pemerin- tah melalui surat keputusan Men teri Tenaga Kerja Nomor Kep 461/Men/1993 telah menaikkan ketentuan upah minimum region- al (UMR) dari Rp 3.100 menjadi Rp 3.800 untuk Jabotabek dan empat kawasan di Ja-Bar. De- ngan demikian, maraknya aksi pemogokan buruh itu menuntut para pengusaha untuk mematuhi kebijakan pemerintah. Oleh Hieronymus Budi Santoso Nasib Buruh Selama ini dapat dikatakan bahwa ketentuan UMR buruh ter nyata dinilai baru merupakan ke- naikan nominal, dan bukannya kenaikan riil. Apa buktinya? Me- nurut BPS (1992), rata-rata be- sarnya UMR buruh di Indonesia sekitar 63% di bawah kebutuhan fisik minimum (KFM). Bila dirinci yang cukup melegakan bathin terjadi di Sum-Ut dan Jambi me- miliki UMR 92% dari KFM. Na mun untuk Sul-Teng, Sul-Sel dan Bengkulu hanya sekitar 42-48%. Rendahnya prosentase antara UMR dengan KFM ini memberi- kan indikasi bahwa, apa yang di- namakan kompensasi (uang) un- tuk kaum buruh memang tidak dapat untuk mencukupi kebu- tuhan hidupnya. Sementara itu, penetapan UMR berdasarkan KFM, menurut Taufiq Alimi dari Pusat Peng kajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) Yogyakarta, sekurangku rangnya membawa dua kelemahan. Pertama, masa- lah bias gender. Penetapan KFM buruh menjadi tidak adil, karena yang membedakan status marital buruh pria dibayar berdasar sta- nita di bayar dengan disamakan tus maritalnya, sedang buruh wa- dengan pria berstatus lajang. Kon versi angka kebutuhan ke dalam skala kilogram beras/kapita/ta- hun juga dibuat berdasar pada item-item yang berlandaskan pa- da kebutu han buruh pria, seperti harga sarung, peci, sepatu, dan sebagainya. Dengan cara ini ba- rang-barang kebutuhan khusus wanita seperti alat kosmetika, Pada sisi lain, prospek industri manufaktur ringan menunjuk- kan prestasi tersendiri, sehingga nilai ekspornya semakin melon- ekspor tekstil telah mencapai jak. Tahun 1992 misalnya, nilai US$ 4,2 miliar, garmen US$ 3,42 elektronika US $ 760 juta, dan miliar, sepatu US $ 1,61 miliar, mainan anak-anak dan boneka US$ 125 juta. Di balik cerahnya ekspor produk-produk manufak- tur itu jelaslah merupakan ke- sempatan "emas" bagi pengusaha untuk mengeruk keuntungan. A- palagi kelonggaran fasilitas yang telah ditenggak pengusaha manu faktur merupakan salah satu pe- kan keuntungan. Dalam kondisi pembalutwanita, dan pakaian luang untuk menambah tumpu yang ironis semacam itu, pembe- khusus wanita tidak termasuk dalam hitu-ngan. Kedua, KFM ti- berserikat, dan jaminan kesehat perhitung-kan kebutuhan non- nahannya tidak hanya me buruh dak pernah mengukur dan mem- upah minimum, hak-hak an dan keselamatan kerja, tapi fisik yang berkaitan erat dengan juga pembenahan organisasi bu proses pemulihan kemampuan sud dengan organisasi buruh, tak Apalagi yang namanya kebutu juh. Dan siapa lagi yang dimak- fisik, seperti kebutuhan rekreasi. lain adalah Serikat Pekerja Selu- han intelektual seperti kebutu han akan informasi, pendidikan ruh Indonesia (SPSI). lanjutan, dan lain sebagainya. Dan, saya juga melihat: krite- ria KFM sekarang ini boleh dibi- lang sudah kadaluwarsa. Menga- ria kebutuhan beras berdasarkan ? Misalnya saja, tentang krite- KFM. Untuk seorang buruh laki- laki lajang kebutuhan berasnya setara 234 kg/tahun. Sedangkan kebutuhan sepasang suami-istri tanpa anak dihitung setara de ngan 216 kg beras/kapita/tahun. Lalu, jika ditambah dengan satu anak diperhitungkan menjadi 201 kg beras/kapita tahun. Padahal, ketentuan garis kemiskinan versi Prof Sajogjo yang disetarakan be- ras untuk desa dan kota masing- masing adalah 320 kg dan 480 kg beras kapita/tahun. Jadi, penen- tuan kriteria KFM (beras) malah di bawah garis kemiskinan. Nah, di saat memperingati ulang tahun SPSI ke-21, tepatnya 20 Februari 1994, patutlah kita menyimak kembali sekaligus me- : PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. : Tanggal 27 September 1945 : H Samawi(1917-1984) M Wonohito (1912-1984) : H Probosoetedjo. H Soemadi M Wonohito SH. telp (0274)-65683. Drs M Idham Samawi, telp (0274)-65682. Drs Guno Indarjo. telp (0274)-62911 : Dewi Marni Astriyanti BSc. telp (0274)-63541 dan 65683 (siang). Langganan per bulan termasuk Kedaulatan RakyatMinggu. Iklan 1 mm/kolom. Iklan Keluarga 1 mm/kolom Rp 10.000,00 Rp 3.000,00 Rp 2.500,00 Rp 2.000,00 Iklan Cilik 1 baris/kolom (minimum 3 baris/kolom), Tambahan biaya 200% dari Tarif yang berlaku" Iklan Halaman I (Ukuran Maks. 2 klm x 150 mm). Iklan Halaman XII: Tambahan biaya 100% dari Tarif yang berlaku. :-Full Colour (4 warna/3 warna) 1 mm/kolom. Rp 6.000,00 4.500,00 Rp - Dua Spot (2 warna) 1 mm/kolom... Rp 3.500,00 Iklan Warna - Satu Spot (1 warna) 1 mm/kolom............. Iklan ditambah PPN 10%. Bank Bank BNI 1946-Rek. Giro: 428931-001. Bank Bukopin-Rek. No. 004.016845 Dinas Giro dan Cekpos Noj.15.78. Jalan Utan Kayu No. 85, telp (021) 8563515, 8563602 Jakarta Timur 13120 Kepala Perwakilan HRH Soetoto SH, Kepala Biro Chaidir. Jalan Achmad Yani No.9, telp (0293) 3552 dan 2502. Kepala Perwakilan Didiek Santoso, Kepala Biro Yon Hariyono Hadi. : Jalan Bhayangkara No.2, telp (0271) 48015, Kepala Perwakilan Dre Asri Salman, Kepala Biro Theo Sutiyono. : Jalan Lampersari No. 55, telp (024) 315769, Kepala Perwakilan Djoko Suprapto, Kepala Biro FN Arifin Husein, MBA. Jalan Achmad Yani No. 14, telp (0281) 61347, Kepala Perwakilan Drs Zulkardi, Kepala Biro Sugeng Pamudji. A Silmi SH Dicetak di Percetakan Kedaulatan Rakyat Jalan Raya Yogya - Solo km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274)-96549 dan (0274)-96449. Koordinator Perwakilan Isi diluar tanggungjawab percetakan pa Lebih menyentak lagi, contoh kasus yang diungkapkan Juni Thamrin dalam penelitiannya di kalangan buruh gudang pengola han tembakau di Jember. Tahun 1978, ketika upah masih Rp 225, buruh perempuan mampu mem- beli 8 kg beras. Namun pada Ok- tober 1993, kendati upah buruh perempuan dinaikkan menjadi Rp 2.250 per hari, ternyata daya belinya merosot mencapai 100% karena ia hanya mampu mem- beli beras 4,5 kg Dengan demikian nasib buruh itu laksana sudah jatuh tertimpa tangga. Karena, disamping krite- ria KFM memiliki kelemahan dan Perjuangan SPSI 4. benar dsb. income bagi POS dan GIRO; seperti Sayembara Ketoprak itu? lagi HIT, sebab hal ini PENANGGALAN No. 169. Sdr Mungkaskowo. Tegalpanggung, Yogyakarta. Ibunya (Ny Atmo) meninggal dunia 17 Februari 1994. Hari dan pasarannya Kamis-Pahing (6 Pasa 1926 Je), peringatan 7 (Tujuh) harinya: Rabu-Pon 23 Februari 1994 (12 Pasa 1926 Je): 40 (Empat pu- luh) harinya: Senen-Legi 28 Maret 1994 (15 Sawal 1926 Je). 100 (Sera- tus) harinya: Jum'at-Legi 27 Mei 1994 (16 Besar 1926 Je). 1 (Satu) tahunnya: Ahad-Kliwon 5 Februari 1995 (5 Pasa 1927 Dal). 2 (dua) tahunnya: Sabtu-Legi 27 Januari 1996 (6 Pasa 1928 Dal). Dan 1000 (Seribu) harinya: Selasa-Legi 12 Nopember 1996 (1 Rejeb 1929 Be). *** dikata sebab memang Dengan hal-hal tersebut pada point 1 dan 2 diatas, maka kami: a. Sangat mendukung upaya TVRI Yogya untuk lebih memberi jakan pemerintah dalam penen- DPR atau Depnaker, dan bukan- warna lain, sehingga masyarakat Yogyakarta dan Jateng akan benar- tuan UMR. Maka daripada itu, pa nya mencari penyelesaian dari merasakan tempat untuk menyalurkan pendapat, kebiasaan tut disambut gembira atas kete- kepedulian SPSI. Malah ironis- Bila perlu mengapa tidak juga diambil langkah memberikan "se- gasan dan keberanian Menteri nya, SPSI berpihak pada pengusa cuwil informasi yang benar-benar hangat dan patut segera diketahui Tenaga Kerja yang telah mengul- ha maupun menjadi semacam per oleh segenap pemirsa TVRI sta Yogyakarta? Sebaiknya TVRI Yogya timatum 251 perusahaan ditam- panjangan tangan pemerintah. berani melakukan hal itu dalam batasan aturan main tetap terpeli- bah 23 perusahaan lainnya yang SPSI yang dituduh tidak aspi- hara dengan baik. tidak melaksanakan ketentuan ratif dan akomodatif terhadap ke- b. Memperbanyak acara yang memberikan rangsangan "hadiah" UMR diseret ke meja hijau. Kare- pentingan buruh, tentunya tidak dari sponsor TVRI, sehingga menambah peminat melihat tayangan na, mereka telah melanggar ke- tinggal diam. Sesudah melaku- TVRI Yogyakarta, bukankah hal ini juga akan memberikan tambahan tentuan perundang-undangan. kan restrukturisasi, semestinya SPSI lebih bebas dan independen, c. Agar banyak ditayangkan lagu-lagu yang dan karena itu tidak mudah didik akan memancing selera KAWULA MUDA untuk tidak melewatkan SPSI yang berdiri setelah ada- te serta responsif terhadap aksi tayangan TVRI sta Yogyakarta. Dunia muda ini sangat potensial un- nya deklarasi serikat pekerja In- pemogokan yang belakangan ini tuk digelarkan di TVRI sekaligus arena bimbingan disertakan di- donesia tertanggal 20 Februari masih merajalela. dalamnya. Jika ada "semacam pesanan" dari Instansi yang berwe- 1973, jelas punya sejarah tersen diri, sebagai wadah tunggal yang Gelombang Pemogokan nang, sebaiknya diolah agar tidak nampak nyata "dan tidak mem- bosankan ".-t semula berbentuk unitaris. Na- Banyak pengamat meramal M. BAMBANG SAPARI. Jalan Mangga No 32 Kebumen, 54311, mun sebelum menjadi SPSI, lebih kan, aksi pemogokan buruh di ta- kondang disebut FBSI (Federasi hun 1994 ini tidak hanya lebih Buruh Seluruh Indonesia). Se- "seru" katimbang tahun sebelum- hingga SPSI dapat dikatakan se- nya, juga bisa jadi menimbulkan bagai sebuah organisasi yang dampak politis. Dan, dampak menghimpun buruh yang bekerja politis itulah, bila tanpa diwas- pada perusahaan swasta maupun padai dan dicermati, akan dikon- sumsi golongan tertentu untuk BUMN. Idealnya, SPSI ini hen- dak mengayoni dan sekaligus kepentingannya sendiri. Misal- memperjuangkan kebebasan ka- nya, aksi unjuk rasa buruh PT um buruh untuk dapat menikma- Batik Keris Solo yang sempat tu- run jalan ketika Menaker berada ti kesejahteraan hidupnya. Namun apa yang terjadi di la- di kota itu, ditengarai telah di- pangan? Antara lain SPSI tak tunggangi pihak ketiga untuk luput dari tekanan internasional. menyulut api kerawanan sosial. Sampai sejauh mana penung- SI belum diterima sebagai anggo- gangan politis di balik aksi pemo Contohnya: sampai sekarang SP- ta ICFTU (International Confede gokan buruh itu, hingga kini be- ration Free Trade Union). Belum fum diperoleh data sahih. Tapi masuknya dalam ICFTU, mem- yang lebih konkret, penyebab un- buat SPSI terkucil dalam perga juk rasa ialah menuntut dilak- ulan internasional, khususnya sanakannya ketentuan UMR. Me- ILO (International Labour Orga- nurut rekaman database Divisi nization). Tatkala konferensi ILO Khusus YLBHI bahwa, dari 47 ka ke-78 diadakan di Jenewa pada sus pemogokan buruh di Jabota- tahun 1990, Menaker RI ketika bek dan Bandung, terlihat 76,7% ingin memasukkan SPSI dalam ha agar mengetrapkan ketentuan itu Cosmas Batubara bermaksud diantaranya menuntut pengusa- badan pengurus ILO, ternyata di- UMR. Juga pada tahun 1993, sek- tolak mentah-mentah. Dengan itar 63,27% dari 253 kasus pe- alasan karena SPSI belum menja- mogokan di Jabotabek melarang pengusaha menumpuk keuntung- di anggota ICFTU. Juga pada tahun 1989, AFL- an dari penekanan upah buruh. ICO (serikat buruh AS) pernah merintahnya, agar AS mengha- melontarkan petisi kepada pe- pus GSP (Generalized System of Preferences) yang diberikan kepa- da Indonesia. Namun untung sa- ja, petisi itu ditolak, kendati AFL ICO telah mengganjal kepenting an Indonesia melalui GATT. Kemudian waktu berikutnya, ICFTU mengajukan petisi ke ILO untuk memberikan "sangsi" kepa- da RI. Inti petisi itu antara lain dikemukakan bahwa, RI dituduh tidak mengindahkan Konvensi Nomor 98 tentang Hak Berserikat dan Berunding secara Kolektif, yang sebenarnya telah diratifi- kasi pemerintah Indonesia. Tapi untung saja, presiden AS yang ketika itu George Bush mengam- bil tindakan bijak bahwasannya petisi ICFTU ditolak. Atas tekan an internasional itu, diakui atau tidak telah membawa konsekuensi tersendiri bagi pe- merintah dan SPSI. Maka sejak Desember tahun lalu, SPSI mela- kukan restrukturisasi organisasi, yakni dari unitaris kembali men- jadi federasi. Dengan harapan, SPSI federasi ini dapat aktif kem- bali dengan berbagai organisasi buruh internasional yang selama ini sering terjadi saling melempar kucurigaan. Bila, SPSI federasi ini mampu menjalin kemesraan dengan organisasi perburuhan in- ternasional, selayaknya jalan me- nuju lobi lebih mulus dan kecuri- gaan pun sirna. Namun di dalam negeri sendiri, SPSI boleh dikata kan belum mampu menunjukkan "sesuatu" yang melegakan bathin buruh. Ia sering dianggap asing Bagaimana pun saya melihat, jukkan kemampuan kaum buruh jukkan kemampuan kaum buruh untuk memanfaatkan "alat" yang sangat erat kaitannya dengan hak-hak yang menyangkut diri nya. Bila hipotesis ini disetujui, maka maraknya gelomba efektif bagi buruh untuk meningkatkan mogokan merupakan cara posisi tawar-menawarnya (bar- gaining position). Ini bukan be- rarti saya mengajak buruh untuk selalu melakukan pemogokan, akan tetapi tanpa pemogokan bi sa jadi membuat penguasa dan pengusaha terlelap dalam kenik matan hedonisme dengan men- gorbankan dan pemberangusan hak-hak asasi buruh. Termasuk buat SPSI, tidaklah selalu me- mandang aksi pemogokan seba- gai ancaman bagi dirinya, justru menjadi pijar-pijar masukan (in- put) yang partisipatif. Penutup Akhirnya, upaya memperju angkan nasib buruh Indonesia, selayaknya berpangkal pada upa- ya pemulihan eksistensi SPSI fed- erasi yang bebas dan independen. Dengan demikian, buruh yang akan mendirikan SPSI di perusa- haannya harus disuasanai rasa bebas dan demokratis. Wasana kata, bila perjuangan SPSI me- ngentaskan nasib buruh bisa ter- wujud, niscaya gelombang pemo gokan pun reda. Selamat ulang tahun SPSI dan semoga sukses dalam tugas! -h. () Ir Hieronymus Budi San- toso, pemerhati masalah sosial, tinggal di Yogyakarta. No. 170. Sdr. Suto. N. Jln Wates Km 8, Yogyakarta. Keluarganya meninggal dunia 27 Mei 1993. Hari dan pasarannya, Kamis-Legi (5 Besar 1925 Jimawal). Peringatan 1 (Satu) tahunnya: Minggu-Wage 15 Mei 1994 (4 Besar 1926 Je). 2 (dua) tahunnya: Ming- gu-Wage 5 Mei 1995 (5 Besar 1927 Dal. 1000 (Seribu) harinya Selasa- Kliwon 20 Februari 1996 (30 Pasa 1928 Be). *** No. 171. Sdr Ny M Edris, Yogyakarta. Meninggal dunia 20 Desember 1993, hari dan pasarannya Senen- Pon (6 Rejeb 1926 Je). Peringatan 100 (Seratus) harinya: Selasa- Pahing 29 Maret 1994 (16 Sawal 1926 Je). 1 (Satu) tahunnya : Kamis- Legi 8 Desember 1994 (5 Rejeb 1927 Dal). 2 (dua) tahunnya: Rabu- Pahing 29 Nopember 1995 (6 Rejeb 1928 Be). 1000 (Seribu) harinya: Sabtu-Pahing 14 September 1996 (1 Jumadilawal 1929 Wawu). *** No. 172. Sdr Cahyono. Es. Jln Jangkang Km 11, Yogyakarta. Ayahnya meninggal dunia 28 Oktober 1991. Jam: 18.00 WIB. Hari dan pasarannya, Selasa-Kliwon (20 Bakdomulud 1924 Ehe). Peringat an 1000 (Seribu) harinya: Ahad-Wage 24 Juli 1994 (14 Sapar 1927 Dal). *** No. 173. Sdr Amad Sudini. K. Wates, Kulon Progo. Lahir 2 September 1939, hari dan pasarannya: Sabtu-Kliwon (17 Rejeb 1870 Je). Lahir 11 Mei 1942, hari dan pasarannya: Senen- Pahing (25 Bakdomulud 1873 Wawu). Lahir 3 Januari 1966. Hari dan pasarannya: Senen-Kliwon (11 Pasa 1897 Wawu), wuku 7. Lahir 27 Oktober 1968. Hari dan pasarannya: Ahad-Pon (5 Ruwah 1900 Ehe). Dan lahir 15 Agustus 1970. Hari dan pasarannya: Sabtu-Kliwon (12 Jumadilakir 1902 Je). (R)-b. Pojok KR Korban gempa Lampung meningkat terus. Hingga kemarin siang tercatat 207 tewas, ribuan luka. 4 Menteri tinjau lokasi ben- cana, berikan bantuan. Pemancar TVRI setempat rusak. Peng- usaha besar belum turun tangan. -- Kita semua makin prihatin dan terketuk. Kita akan bantu sebisa kita. *** 50 Ribu sarjana nganggur karena tak sesuai bidang studi. Karenanya perlu 'Link and Match'! - *** Mete Wonogiri mampu tembus pasaran Lebanon. -- Kawasan Surakarta makin bangkit sebagai kekuatan ekonomi. Marl, maju terus ! Berabe k SABTU WAGE 19 FEBR DITUNJUK JAD Alwi Mug Menjawa SEMARANG (KR) Salatiga, Alwie Mugiyan nas yang akan diterjunk khusus putri 10 April dikemukakan Sekum E Wakil Ketua Bidang Or Drs Zein Nashruddien (17/2) malam. jukkan kemampuanny Dijelaskan lebih jauh, pema gilan pelatih dari Jateng un tim nasional oleh PB PASI me pakan hal biasa, karena ban atlet Jateng yang dipanggil PASI juga. Kendati begitu, All Mugiyanto kita harapkan E memanfaatkan dan menja tantangan PB PASI yang m beri kepercayaan. Menyinggung, kualitas Al sendiri, Drs Zein Nashrude Banyak K Ingin Jad MEDAN (KR) - Banyak B wanita terutama dari kala mahasiswi FPOK IKIP M yang berminat ingin menjač inju, setelah munculnya pem taan di Asia akan dikembar tinju wanita, kata Ketua Ek tif Pengcab Pertina Medan Siregar BSC di Medan, Kam "Pertina Medan mendu dikembangkannya olahraga wanita di Asia terutama donesia, tetapi harus dibua aturan khusus untuk p wanita," ucap Sony yang pemilik sasana tinju "Ga Medan. Presiden Persatuan Tinj atir Internasional (AIBA), a Chowdry dalam keterang ketika menyaksikan turn tinju Internasional Piala Pr di Jakarta baru-baru ini, atakan Asia juga akan me bangkan tinju wanita. Menurut Sony, jika suda at peraturan tinju wanita di BA, maka sasana Garuda I berupaya yang pertama donesia membina petinju w mengingat sekarang saja banyak mahasiswa FPOH berminat berlatih tinju. Ia mendukung agar tinju ta dikembangkan di Inde karena olahraga ini tidak a danya dengan cabang ola keras lainnya seperti H angkat besi, taekwondo, ju naraga dan lainnya. dilihat dari "Jika segi p yang bisa merangsang, m Sony banyak cabang ola yang atlet wanitanya me kan pakaian sensitif sepe nang, senam, atletik, sena PENTAS KETC Marw Siap N Bambang Rabies dan SULIT terjadi seniman dibayangkan, an jika sejumlah p dan b ata kethoprak bertemu dal awak tas? Paling teater gung, akan tidak mereka di masing menumpahkan kreativitasnya untuk tam ma. Rencana akan penta prak campuran (baca: ga di Purnabudaya, 28 1994 pk. 20.00 WIB C Sholat Tarawih), men lakon carangan berjudu karya/sutradara Nano Mlenyek Khocil Bira secara Asmorondono, dan terlaksa M Yog tas kethoprak kerjasama ngan grup teater Taman Budaya Sejumlah pelawak yam mendukung lakon "Kecu lain Marwoto Kawer, (Idur), dan Bambang Rall Tak gai bintang tamu. galan ikut mendukung muda yang suaranya muncul radio lewat Gareng Rakasiwi dam Kuncung. Para senima prak yang terlibat, an Budi Wiryawan, Budi man, Endang Suyatno, Murtining Intai, Arie, No dan pemain kethoprak Masalah artistik diga Drs. tangani Agus Ley-loor, tata Edo Nurcahye iringan dikomandani Eko, Nono (teater Ongk Lakon Carang Lakon "Kecu" merup ta carangan yang m barkan kehidupan seha suatu pedukuhan. Bany kerusuhan, pencurian pokan, pemerkosaan d gai kejahatan yang - oleh kawanan Kecu. akibat keberingasan ka cu membuat resah mas sekitar pedukuhan. M ngan adanya peristiwa