Tipe: Koran
Tanggal: 1994-05-04
Halaman: 10
Konten
Color Rendition t 4cm RABU PON 4 MEI 1994 (23 DULKAIDAH 1926) Kiriman dari Medan : Kedaulatan Rakyat Kenapa Kaum Pekerja di Medan TERBIT SEJAK 27 SEPTEMBER 1945 Memberi Arti 'Operasi Kecoa' di Yogya KITA belum tahu pasti mengapa Polwil batkan seseorang yang mempunyai tingkat Yogyakarta sengaja memakai nama 'Kecoa' intelektual cukup tinggi dan terpandang sebagai sandi operasi pemberantasan tindak telah mengundang decak 'kagum' kejahatan dan mabuk-mabukan yang akan masyarakat Yogyakarta sendiri-lebih-lebih segera digelar, Mengapa bukan nama lain di luarnya. yang tidak terkesan 'menjijikkan' sebagai lambang dan tujuan utama dilaksanakan- nya operasi yang bertujuan mulia tersebut. 'Operasi Citra' umpamanya, dengan tujuan mengembalikan dan memantapkan citra Yogyakarta dan sekitarnya dalam kondisi dan situasi yang aman dan nyaman. Atau barangkali, dengan mengambil nama sandi Kecoa tersebut Polwil Yogyakarta menganalogkan sasaran operasinya sebagai person-person yang 'menjijikkan' sehingga harus diberantas. Kesan lain yang ditim- bulkannya, sasaran operasi adalah Kecoa- kecoa' yang tidak dikehendaki kehadirannya di tengah masyarakat dan untuk memberan- tasnya bukan merupakan hal yang sulit bagi seluruh jajaran operasi. Ya, Yogyakarta dan wilayah-wilayah di sekitarnya tidak immun dari pengaruh dan infiltrasi sikap dan tindak negatif. Bahkan terkesan menjadi ladang yang cukup subur mengingat pertumbuhannya yang mengarah menjadi kota besar. Bergerak menjadi kota internasional dari kacamata dan dimensi kepariwisataan. Ditunjang kecanggihan sarana informasi dan sarana mobilitas yang tinggi, menjadikan kondisi dan situasi Yog- yakarta tak ubahnya kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sifat dan ragam tindak keja- hatan yang spesifik kota-kota besar dan met- ropolitan pun dapat terjadi di Yogyakarta. Siapa mengira justru Yogyakartalah yang mendapat prioritas utama sasaran operasi 'Petrus' belasan tahun lalu? Kenyataan ini menjadi bukti bahwa tindak kejahatan yang tak dapat ditoleransi lagi dan sadisme telah sejak lama merambah Yogyakarta. Dan menurut kacamata pihak kepolisian, aparat ketertiban dan keamanan lainnya, tanda- tanda hadirnya tingkat kejahatan dan sadisme yang tak dapat lagi ditoleransi itu mulai mewarnai. Alasan inilah kiranya yang patut diduga menjadikan Polwil berkeputu- san melancarkan Operasi Kecoa '94. Apapun nama sandi yang diberikan kepa- da operasi penegakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan itu kita patut menyambut- nya dengan gembira dan perasaan bahagia. Keputusan yang diambil Kapolwil Yogyakar- ta Kol Pol Drs Anwari SH itu setidak- tidaknya memberi tahu kita bahwa tingkat keonaran dan kejahatan yang dihadirkan person-person yang akan menjadi sasaran operasi telah melewati batas toleransi. Se- hingga kalau dibiarkan akan semakin men- Demi keberhasilan operasi, sudah pada jadi-jadi, yang pada gilirannya akan tempatnyalah kalau segenap lapisan merusak suasana aman dan nyaman karena masyarakat berpartisipasi. Bentuk partisi- menghadirkan kondisi dan situasi yang pasi itu antara lain dengan menghidupkan tintrim' di tengah-tengah masyarakat. dan meningkatkan kegiatan siskamling di Sebagai kota dan ibu kota Propinsi dengan lingkungan sekitar masing-masing. Atau banyak predikat-termasuk kota tujuan menginformasikan sesegera mungkin bila wisatawan-Yogyakarta sepenuhnya mem- menyaksikan atau mencurigai terjadinya buka diri selama 24 jam. Dengan menjadi ko- tindak kejahatan kepada aparat terdekat ta yang terbuka sepanjang siang dan malam agar para pelakunya tidak sampai lolos dari inilah menjadikan Yogyakarta tidak immun jerat hukum. Kalau bentuk partisipasi yang dari pengaruh luar yang bersifat dan demikian itu dapat dilaksanakan secara berdampak negatif. Walau berpredikat seba- berkesinambungan dan penuh tanggung gai kota budaya, Yogyakarta tidak immun jawab, akan amat besar artinya dalam ikut terhadap infiltrasi dari pengaruh budaya menjaga dan mewaspadai diri dari sasaran yang bersifat merusak. Sebagai kota pen- tindak kejahatan. didikan Yogyakarta tidak immun dari pen- Kita percaya aparat yang terlibat garuh sikap dan tindak yang melawan nor- Operasi Kecoa '94 akan bersikap wajar dan ma-norma kependidikan. bijaksana dalam arti tidak sampai menim- Justru karena sarat dengan predikat itu- bulkan kesan yang berlebihan. Sikap yang lah Yogyakarta menjadi amat transparan ba- over acting justru akan dapat menjauhkan gi masyarakat di luarnya. Tindak perkosaan partisipasi masyarakat, atau bahkan dapat yang pernah menimpa Sum Kuning menjadi menimbulkan perasaan 'tintrim' tadi. Kita peristiwa besar dan berdimensi nasional, tentunya menginginkan Operasi Kecoa '94 walau di waktu-waktu sebelumnya peristiwa yang pelaksanaannya lebih banyak dilancar- serupa terjadi di kota lainnya. Terungkap kan malam hari tidak sampai men- nya komplotan pencuri mobil yang meli- datangkan kesan diberlakukannya jam batkan staf pengajar suatu perguruan tinggi, malam di kota Yogyakarta dan mengundang perasaan heran Kalau kesan itu sampai timbul, hasil seba- luas. Dan terakhir, pembanta- liknya yang justru akan diperoleh dari Op- ian 4 nyawa sekaligus yang diduga meli- erasi Kecoa '94.-z telah masyarakat dalam sekitarnya. Budaya Kepeloporan untuk Transmigrasi Masih Mungkinkah Ditumbuhkembangkan? Melakukan Unjuk Rasa? sendiri. Jadi menjadi bertema "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 10 PIKIRAN PEMBACA -Naskah disertai fotocopy jatidiri - Isi tanggungjawab penulis MESKIPUN yang benar, namun tidak sedikit Medan. Karena harga nasi untuk Memang masuk akal kalau kaum gerak adalah mereka yang diupah masa depan. Seharusnya Pengurus Sowajar, apalagi ini masalah yang mereka mampu pensiun. manya. memaklumi dan menyadari Usul dari Purwokerto: Kasus Agus Sarwoyo Agar Segera Diselesaikan tidak begitu tahu secara jelas terhadap masalah PADA saat kaum pekerja di Agus Sarwoyo pemain PSIM yang jadi rebutan antara SO dengan pinggiran kota Medan melaku- ini bertema persaingan bisnis an- tara para pengusaha BOM, tetapi hal ini merupakan suatu masalah yang perlu dikaji dan Analisis Ipong S Azhar kan unjuk rasa untuk menuntut mendapat perhatian terutama kepada Pengurus PSIM. unjuk rasa digerakkan oleh orang kenaikan upah beberapa waktu potensi ini yang dominan dalam yang telah dipraktekkan. Terus terang saya mengikuti perkembangan olah raga khususnya -orang yang diupah oleh para lalu, kebetulan saya tengah bera- mempengaruhi terjadinya gerak- saingan pengusaha yang sepak bola di Yogyakarta hanya melalui Kedaulatan Rakyat, karena da di kota ini dan sempat menyak an, maka potensi ini hanya seke Serba Gelap saya jauh dari kota Yogyakarta. Mengenai masalah Agus Sarwoyo sikannya secara langsung pula. dar menjadi pemicunya saja. sasaran unjuk rasa, dengan tu- kalau kita cermati bersama jelas merupakan kesalahan dari Pengurus Berdasarkan kesaksian lang- juan agar mereka ini semakin Dari berita-berita dan beberapa SO. Mengapa demikian? Karena Pengurus SO takut kehilangan Sebagai contoh, memang benar sung saya atas peristiwa unjuk menurun kapasitasnya sehingga Mudiyanto (pelatih SO) dengan mengabaikan motivasi kepindahan analisis yang telah di muat berba- UMR (Upah Minimum Regional) rasa kaum pekerja di Medan, persaingan menjadi longgar gai media massa tentang kasus di Medan yang hanya Rp 3100,- saya benar-benar menganggap Agus Sarwoyo ke PS BOM. Sekarang ini, mendapatkan suatu peker- tersebut, saya menyimpulkan hari tidak bisa dipakai untuk faktor penyebab yang sesungguh- persaingan bahwa walaupun ada beberapa hidup layak oleh kaum pekerja di an dalam skala interna-jaan adalah dambaan setiap baik. Jadi kepindahan Agus Sarwoyo dari nya atas peristiwa ini serba gelap. sional. Jadi yang menjadi peng- SO ke BOM itu sebenarnya suatu hal yang v yang agak berbeda dengan kenya kelas mereka saja Rp 1000,-/bung pekerja menuntut kenaikan u oleh kalangan internasional yang bahwa ternyata mereka tidak mampu memberikan apa yang dikehen- taan yang saya saksikan dengan kus. Namun apa benar karena pah, karena ena upah mata kepala sendiri. upah yang kurang layak ini akan terima tidak bisa digunakan un- mempunyai keunggulan kompara daki salah seorang pemainnya yaitu pekerjaan. tif dalam hal tenaga kerja murah. Untuk itu, pada kesempatan bisa menjadikan mereka unjuk tuk hidup layak. Mengingat kompetisi Divisi Utama PSIM yang semakin ketat ini saya ingin mencoba meleng- rasa untuk menuntut kenaikan? Namun kalau hanya karena dipenuhinya upah sebagaimana Agar, dengan unjuk rasa dan karena hampir seluruh tim Anggota Divisi Utama mempunyai keku- atan yang merata, maka kasus Agus Sarwoyo harus segera disele- telah ada tersebut dengan bebera- yang telah mereka jalani, rasanya kapi berita maupun analisis yang Kalau belajar dari pengalaman kenaikan upah saja mereka lan- yang dituntut pekerja, keunggu saikan penuh. Saya yakin kalau Agus Sarwoyo dapat bergabung de- tas bergerak, rasanya tidak mung lan dalam bidang upah murah ini ngan PS BOM dengan jaminan pekerjaan yang didambakan, kualitas pa catatan tambahan sebagai tidak mungkin. Mereka selama kin. Mereka selama ini sudah ter- hilang dan mereka tidak permainannya akan bertambah baik seperti halnya Widadi Karyadi hasil dari pengamatan langsung ini sudah ditekan habis-habisan biasa hidup dalam tekanan-tekan bersaing di pasar internasional. saya di lapangan. pemain SM yang semakin mengkilap permainannya setelah mendap- oleh pihak-pihak yang berkolusi an, sehingga mereka tidak cukup Kenapa hal ini dimungkinkan, at pekerjaan di PLN. dengan atau diupah oleh - Karakteristik Sumut mempunyai keberanian untuk karena sangat "kebetulan" pa- para pemilik pabrik untuk mau Mari kita renungkan. -h. menuntut ini-itu. Jadi kalau mere brik-pabrik yang menjadi sasaran Sumatera Utara (Sumut) me- Dwi Pindarto SH, Kantor SOSPOL, Banyumas, Purwokerto menerima dan tidak berani me- ka bergerak, pasti ada pihak-pi- unjuk rasa ini memproduksi ba- mang merupakan daerah yang nuntut apa-apa. Oleh sebab itu hak yang berada di belakang rang-barang untuk keperluan ek- Mohon Penjelasan BAKN atau PT Taspen menyimpan sejumlah potensi ketika terjadi unjuk rasa, saya mereka yang mendukung dan spor. konflik yang yang kuat, bila tidak dan kawan-kawan di Medan men- terutama dapat memberi jaminan Ketiga, unjuk rasa ini bertema MELALUI Pikiran Pembaca KR ini, penulis mohon penjelasan boleh dikatakan sebagai yang catat bahwa kaum pekerja sendiri keamanan bahwa mereka tidak penguatan kolusi dan lebih jauh atau keterangan dari instansi yang berwenang yaitu BAKN atau PT Potent di antara daerah lainnya. hanya sedikit yang berpartisipasi akan terkena sangsi fisik yang ketergantungan pengusaha ter Taspen yang diterima oleh pegawai negeri sipil yang purna tugas atau konflik ini pun cukup dalam arti sebenarnya (ikutserta mereka takutkan. pihak-pihak yang biasa lengkap, yakni dari konflik yang secara sukarela dan penuh ke- Sementara itu kalau kita ber- diberi "upeti" untuk menjamin didasari oleh sentimen-sentimen sadaran). Sebagian besar dari pe- bicara tentang kekuatan yang be- "keberadaan" mereka. Kenapa Keterangan atau penjelasan ini sangat bermanfaat, khususnya primordial (suku, ras, agama, dan laku unjuk rasa ini adalah "orang- rada di belakang mereka, kemu- hal ini juga dimungkinkan, kare- bagi pegawai negeri sipil yang menghadapi purna tugas, mengingat kedaerahan), konflik kepentingan orang misterius" dan para pekerja dian kita menunjuk SBSI lah na "kebetulan pula para pengu 1. Sebagian besar pegawai negeri sipil belum mengetahui ekonomi, sampai konflik yang ber yang baru mau turun ke jalan kekuatannya, jelas salah sama saha yang menjadi sasaran unjuk bagaimana cara menghitung besarnya Taspen yang akan diteri- kaitan dengan kekuasaan (hubu setelah mereka dipakai keluar sekali. Menurut Kawan-kawan rasa ini adalah mereka yang ter- ngan pemimpin-pengikut, atas dari pabrik-pabrik oleh orang- dari kalangan LSM yang sudah golong sebagai pengusaha baru an-bawahan, dan pejabat-rakyat orang misterius ini. bertahun-tahun memperjuang yang relatif yang diwarnai oleh sense of power Sementara itu para pekerja kan nasib pekerja dan sedikit- usaha lama yang memang hidup- yang kuat, sehingga pemimpin, "asli" baru menjadi bersemangat banyak merasa ikut terlibat da- nya terproteksi. atasan, atau pejabat cenderung setelah isu-isu rasial dimuncul- lam aksi unjuk rasa ini, SBSI Keempat, tentu saja unjuk rasa bersikap adigang-adigung-adigu- kan dalam aksi tersebut. Ini arti tidak lebih hanya numpang lewat kaum pekerja di Medan meru- na. Karena itu mereka suka ber nya bahwa potensi konflik yang dan numpang beken saja. Bukan pakan perluasan dari interaksi konflik dengan lainnya di satu pi- bertemu rasial ternyata sangat LSM-LSM dan bukan pula SBSI, politik di tingkat elite (Jakarta) Marcus Supaya, Singosaren WB II/763 Yogyakarta 55252. pengikut, bawahan, dan rakyat- hak serta tidak disukai oleh "ampuh untuk membuat mereka tapi kekuatan ini berada di luar yang diketahui memang agak Tabrak Lari: Panggilan untuk Taft GT, K-8778-AA mau bergerak. perhitungan mereka. lantas sia- tegang. Jadi unjuk rasa ini dige- nya di lain pihak). Pertanyaannya sekarang, ke- pa, mereka juga tidak tahu. Inilah rakkan oleh kekuatan tertentu Atas dasar ini, kalau kita men- SABTU 30 April 1994 sekitar jam 19.05 persisnya sebelah barat napa isu rasial lebih kena di hati yang menjadikan peristiwa unjuk pusat yang tujuannya juga untuk lampu merah SMA Bopkri I Kota Baru Yogyakarta, mobil Taft GT No coba mencari akar permasalahan kaum pekerja daripada isu ke- rasa kaum pekerja di Medan pusat (untuk menggoyang "Jakar- Pol K 8778 AA telah menyodok mobil Hijet 1000 L 1587 MJ, yang kami yang mengakibatkan timbulnya naikan upah, karena etnis Cina di tersebut serba gelap alias mis- ta"). Masalahnya kenapa Medan kendarai sehingga mengakibatkan body belakang penyok. Dan kami kejadian-kejadian yang diwarnai Medan khususnya dan Sumut pa- terius, kata mereka lebih lanjut. yang dipilih? Tidak lain karena sangat menyayangkan tindakan anda yang terus lari tidak menyele- oleh tindak kekerasan seperti da umumnya memang mempu- dengan sejumlah potensi konflik saikan urusan ini. peristiwa unjuk rasa kaum peker- nyai penampilan yang sangat ber Untuk Apa dan Siapa? yang disimpannya, maka dengan Kami menghimbau kepada pemilik mobil Taft GT No Pol K 8778 ja di Medan beberapa hari lalu beda dengan di Jawa misalnya. Berdasarkan uraian yang telah sedikit sentuhan saja, Medan AA untuk menyelesaikan urusan dengan menghubungi Kantor Bire misalnya, tentu harus dihubung Ada sejarah yang cukup panjang dikemukakan, kita sampai kepa- akan bisa bergolak. Jawa Pos Yogya, Jl Tentara Rakyat Mataram 35 telp 65241. Bila kan dengan potensi-potensi kon- dan berkesinambungan hingga da pertanyaan, lantas untuk apa Keempat kemungkinan yang dalam waktu 3 hari setelah pemuatan ini tidak ada tanggapan, maka flik yang ada tersebut. Jadi kalau sekarang yang menjadikan kon- dan untuk siapa sebenarnya un- tidak ada kaitannya dengan ke- akan kami teruskan ke Kepolisian. -h. ada yang mencoba mereduksi flik antara etnis Čina dengan juk rasa kaum pekerja tersebut pentingan kaum pekerja sendiri peristiwa Medan sebagai kasus pribumi di Medan yang sulit ter- dilakukan Mataram 35, ini, kalau konflik kepentingan (baca: kesen- damaikan (disebut berkesinam- Yogyakarta. Kalau kita mengatakan bahwa faktor-faktor yang dominan ber- jangan ekonomi) seperti yang bungan, karena penampakan si- unjuk rasa ini untuk memperbai- peran dalam memunculkan dikemukakan para analis misal kap dan perilaku etnis Cina yang ki nasib pekerja, hasilnya ternya di Medan, tentu patut disayang nya, maka para penilai ini tentu sangat eksklusif dalam segala hal ta-sekurang-kurangnya sam- kan. Karena kalau faktor ini yang kurang tahu secara persis apa serta menganggap pribumi seba- pai sekarang tidak ada. Toh mengemuka, kaum pekerja dan bagaimana Medan yang sebe- gai kaum kelas dua masih berta- baik pemerintah di Jakarta mau- pun narnya. Sebaliknya kalau ada han sampai kini). yang mereduksi bahwa kasus Yang mempunyai peran tidak Medan sebagai kasus rasial se- kalah menentukannya dalam saha harus menemuhi mata, juga tidak sepenuhnya bisa menggerakkan kaum pekerja asli upah normatif yang ada dibenarkan. untuk berpartisipasi, bahwa pada yang Yang benar, kasus unjuk rasa waktu gerakan terjadi, ada sema hari). Jadi tidak kaum pekerja di Medan de- cam jaminan "keamanan" yang yang telah mereka ngan catatan bila memang mere- diberikan (entah siapa yang mem- ka yang menjadi pelaku utama beri). Jaminan ini tentu semakin Kalau unjuk rasa ini untuk melibatkan sejumlah membesarkan semangat mereka mencapai kepentingan-kepenting potensi konflik yang saling tum untuk bergerak, karena selama an lain di luar kepentingan kaum adalah pang tindih dan saling mem- ini mereka memang sangat takut pekerja sendiri, barangkali akan perkuat satu dengan lainnya. dengan risiko tersebut sebagai ak- kita jumpai benang merahnya. ibat dari tindakan-tindakan keras Misalnya, pertama, unjuk rasa nya grasi tersebut di atas, diharapkan Masalah mana di antara berbagai program transmigrasi tetap bisa ? mandiri, bukan peng 2. Uang Taspen merupakan harapan bagi sebagian besar pegawai negeri sipil yang memasuki masa pensiun. 3. Berdasarkan keterangan dari beberapa teman yang telah memasuki masa pensiun, mereka menerima uang Taspen, satu sama lain jumlahnya tidak sama. Sekian dan terima kasih, ada kurang lebihnya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. -h. yakin semua yang terlibat akan tertangkap Hendra, Kantor Biro Jawa Pos, Jl Tentara Rakyat memang merupakan aksi Dari Purwokerto: Harapan untuk Pak Polisi Yogya sebe- narnya tidak lebih hanya akan ta Gubernur menyatakan Sumut hanya menjadi kambing hitam dan kuda berduka cita atas bahwa para pengu yang memikul beban lebih berat Mapolsek Gondomanan, KAMI keluarga Karanggude, Karanglewas Purwokerto, Banyu- mas, yang selalu mengikuti berita pembunuhan selalu mengikuti beri- pembunuhan di Langenastran Lor Yogyakarta, menyatakan turut meninggalnya tersangka Harto (Hrt) di tahanan Yogyakarta. ketentuan lagi. Kasihan mereka. (UMR sudah sengsara, Selama tapi kesengsara ini Kami walaupun sekeluarga sampai sekarang belum ada yang jelas pengakuannya. ditentukan, yaitu Rp 3100,- an mereka masih dieksploitasi berbeda dengan untuk kepentingan terima selama malah akan tambah rakan mereka. O-h. yang bisa menyengsa- jadi Kepada menangkap Mudah mudahan atannya. -h. Bapak Polisi kami yakin pula tugas Bapak akan bisa si pelaku dengan hukumannya segera. akan sebanding dengan perbu- staf pengajar Medan. Kini tengah studi S3 Ilmu Politik di UGM, Yogyakarta. Drs Ipong S. Azhar, MS FISIP-USU, Purwokerto Tanggapan 53161. ini. dilaksanakan bersama-sama de- Bersamaan Mulainya Musim Giling Tebu 1994: Keterbatasan jumlah Harga Gula di Tingkat Petani Ditunggu Kenaikannya DALAM Pembangunan Jangka Panjang (PJP) II ini, program Oleh HR Santoso transmigrasi dililiti permasala- han yang tidak ringan. Keter- penduduk luar Jawa ke Jawa se- ngan berbagai pihak. Dengan pro- batasan dana merupakan ken- makin deras, bukannya semakin gram-program tersebut, jumlah dala utama pengembangan pro- mengecil. Tidak hanya wilayah penduduk dari Jawa, Madura, gram transmigrasi. Keberhasilan Jabotabek saja yang dibanjiri Bali dan Lombok yang bisa dipin- pembangunan di bidang ekonomi penduduk dari luar Jawa, melain dahkan ke luar bisa lebih dari dan industri yang menyebabkan kan juga Bandung, Semarang, 50.000 KK (jumlah yang bisa di- pulau Jawa berkembang relatif Surabaya dan daerah-daerah lain tanggung oleh pemerintah). paling pesat dibandingkan pulau- yang pertumbuhan ekonomi dan pendu- duk yang bisa ditransmigrasikan pulau lain, juga menjadi kendala industrinya sangat pesat. pembangunan di bidang transmi- Kian derasnya serbuan pen- ke luar Jawa-Madura-Bali-Lom- AKHIR bulan April sampai grasi. Akibat keberhasilan pulau duduk dari luar Jawa ke Jawa bok pada akhirnya memunculkan Mei 1994 merupakan awal mu- Jawa di bidang ekonomi dan in- bukan karena adanya kegagalan problem tersendiri, mengingat sim giling pabrik-pabrik gula di dustri, banyak penduduk dari lu- pembangunan di pulau-pulau lu- penduduk dari luar pulau-pulau Indonesia, di mana pabrik-pabrik ar Jawa yang datang ke Jawa un- ar Jawa. Pembangunan di luar itu yang hijrah ke Jawa jumlah- gula mulai menggiling tebu atau tuk mengadu nasib. Akibatnya Jawa tetap berhasil, hanya saja nya terus meningkat. Jumlah memproduksi gula. Setiap musim perpindahan penduduk dari Jawa keberhasilannya kurang begitu penduduk dari Jawa yang pindah giling berlangsung, selalu muncul ke luar Jawa yang digalakkan pesat. Dan lagi, sektor ekonomi ke luar Jawa memang akan tetap masalah-masalah yang selalu melalui program transmigrasi dan industri pertumbuhannya ka lebih banyak dibanding jumlah sama, antara lain keterlambatan tanam dan keterlambatan tebang agak dimentahkan oleh migrasi lah pesat dibanding pulau Jawa. penduduk luar Jawa yang masuk penduduk luar Jawa ke Jawa. Padahal dalam waktu bersamaan ke Jawa. Namun bila kepesatan tebu, larinya tebu dari daerah satu ke daerah lain, berobohan- terjadi ledakan tenaga kerja, se- perkembangan ekonomi dan in- bagai konsekuensi logis dari ke- dustri di Jawa tidak diikuti kepe- nya tanaman tebu sehingga sa- berhasilan bidang pendidikan. Di satan serupa di luar Jawa, jumlah ngat menyulitkan penebangan, sisi lain, sektor pertanian yang se- penduduk luar Jawa yang masuk tanaman tebu yang terlanda kek- lama ini mampu dijadikan alter- ke Jawa kian hari pasti kian eringan dan bahkan sering terja- natif dalam menyerap tenaga ker- meningkat. di musibah kebakaran tebu. ja, kian lama kurang prospektif lagi. Usaha di bidang pertanian kurang menguntungkan lagi, aki- bat harga berbagai komoditas pertanian selalu rentan anjlog. Berbondong-bondongnya banyak penduduk Sumatera ke Jakarta dan sekitarnya (Jabota bek)-daerah yang perkembangan ekonomi dan industrinya tumbuh amat pesat - bisa dijadikan con- toh. Tidak hanya penduduk dari Lampung - sebagai propinsi ter- dekat - yang banyak membanjiri Jabotabek, melainkan juga pen- duduk dari propinsi-propinsi lain di pulau Sumatera, khususnya Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Akibat kian membanjirnya ba- nyak penduduk luar Jawa ke pu- lau Jawa, persentase penduduk pulau Jawa diukur dari keselu- ruhan penduduk Indonesia, men- jadi relatif konstan. Pada th 1930, penduduk Indonesia yang mendi- ami pulau Jawa ada 68,7 persen. Pada th 1990, berdasarkan hasil sensus, diketahui bahwa pen- duduk yang mendiami pulau Jawa masih 60 persen di dari ke- seluruhan penduduk Indonesia. Berarti selama 60 tahun hanya terjadi pengurangan persentase (bukan jumlah) sebanyak 8,7 persen. Berdasarkan kenyataan itu, diduga pada th 2020 pulau Jawa masih akan dihuni oleh 51,6 persen penduduk atau sekitar 143 juta jiwa. Bahkan bisa jadi angkanya lebih besar dari perki- raan, mengingat membanjirnya Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Wakil Pemimpin Redaksi I Telah Disadari penduduk pulau Jawa, Madura, Sulitnya mengurangi jumlah Bali dan Lombok (khususnya me- nurunkan persentase penduduk yang berdomisili di pulau-pulau itu) bukannya tidak disadari pe- merintah maupun para pakar de- mografi. Ketika program transmi- grasi dihadang kendala keter- batasan dana dan kegagalan pen- capaian target, misalnya, Depar temen Transmigrasi terus beru- paya melahirkan bentuk-bentuk baru transmigrasi seperti Trans- migrasi Swakarsa Mandiri (TSM) Perusahaan Inti Rakyat (PIR, TSM Hutan Tanaman Industri (TSM-HTI), TSM Pola Antar Ker- ja Antar Daerah, Transmigrasi Pengembangan Desa Potensial, TSM Jasa Industri Transmigrasi, pengerahan TKST (Tenaga Kerja Sukarela Terdidik). Melalui berbagai jenis transmi- Fenomena di atas memperli- hatkan bahwa ada dua jenis mo- bilitas penduduk yang harus di- perhatikan dan dijadikan acuan pengembangan program transmi- yang pertama adalah perpinda- grasi. Jenis mobilitas penduduk lingkungan yang kurang mendu han yang didorong oleh kondisi kung, seperti gangguan keaman an, penurunan daya dukung ling kungan, kekurangsuburan da- erah dan bencana alam. Mobilitas penduduk jenis kedua adalah per- pindahan penduduk yang dise- babkan oleh daya tarik ekonomi. Pada saat jenis mobilitas pen- Iming-iming ekonomi duduk yang pertama (dikembang kan melalui transmigrasi) meng- hadapi banyak kendala, mobilitas penduduk jenis kedua justru se- dang marak. Kenyataan ini me- mang cukup merepotkan. Di tengah dilema yang terjadi, muncul ide untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya ke- peloporan penduduk di Jawa, Madura, Bali dan Lombok untuk Bersambung Hal 11 Xadaulatan Rakyat : H Soemadi M Wonohito SH Suwariyun Drs M Idham Samawi. Wakil Pemimpin Redaksi II Bambang Daulat. Pemimpin Perusahaan Redaktur Pelaksana Redaktur 2cm Staf Redaksi Fotografer Sekretaris Redaksi Alamat Kantor Redaksi Drs M Idham Samawi. Drs Octo Lampito, Krisnam Drs Suhadi Sukarno SU, Wismoko Poernomo, Theo Sutiyono, Drs Al Sugeng Wiyono, Djuweni, Lalu Hidayat, Soeparno S Adhy, Joko Budhiarto, Arifin Husein. Drs Y Sarworo Soeprapto, Rakiman S, Bambang Soenarno, Dra Esti Susilarti, Maksum Parjiyo, Mulyadi Adhisupo, Ronny S Viko, Dra Fadmi Sustiwi, Mussahada. Ircham, Moeljono, Yuwono, A Poedjono, Frans Budisukarnanto. : Arief Budiarto. Jalan P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta 55232 Facs (0274-63125 Telp (0274)-65685 dan 63125. SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) Perwakilan dan Biro: Jakarta Magelang Surakarta Semarang Purwokerto Koordinator Perwakilan No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS. Penerbit Terbit Perdana Perintis Pembina Direktur Utama Direktur Pemasaran Manajer Sirkulasi Manajer Iklan Itulah fenomena pelaksanaan program TRI (Tebu Rakyat Inten- sifikasi) yang sampai saat ini telah berlangsung selama 19 ta- hun. Di kalangan para petani pe- kurang senang atau tidak bergai serta TRI, mereka sebenarnya dapatan yang diterimanya dari usahatani TRI itu rendah, yakni jauh lebih kecil daripada usaha- tani tanaman padi. Namun kare- na secara periodik (secara gleba- gan) lahan milik petani itu harus ditanami tebu demi produksi gula nasional atau demi kepentingan nasional, maka petani menyer- terpaksa. Para petani di daerah ahkan lahannya meskipun secara Kabupaten Bantul jika lahan sawahnya terkena jatah untuk ditanami tebu, maka mereka ber gumam: "Idep-idep ngamal". Rendahnya pendapatan yang diterima petani TRI itu selain dikarenakan oleh rendahnya kua litas tanaman tebu dan sangat rendahnya produktivitas gula (hasil gula per hektar), juga di- karenakan oleh kebijakan yakni seluruh hasil produksi gula pasir rah menanam tebu karena pen- : PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. : Tanggal 27 September 1945 H Samawi(1917-1984) M Wonohito (1912-1984) H Probosoetedjo. H Soemadi M Wonohito SH. telp (0274)-65683. Drs M Idham Samawi, telp (0274)-65682. Drs Guno Indarjo, telp (0274)-62911 :Dewi Marni Astriyanti BSc. telp (0274) - 63541 dan 65683 (siang). Langganan per bulan termasuk Kedaulatan RakyatMinggu... Iklan 1 mm/kolom Iklan Keluarga 1 mm/kolom.. Rp 10.000,00 Rp 3.000,00 Rp 2.500,00 Rp 2.000,00 Iklan Cilik 1 baris/kolom (minimum 3 baris/kolom). Tambahan biaya 200% dari Tarif yang berlaku Iklan Halaman I (Ukuran Maks. 2 klm x 150 mm) Iklan Halaman XII : Tambahan biaya 100% dari Tarif yang berlaku. -Full Colour (4 warna/3 warna) 1 mm/kolom. Rp 6.000,00 Iklan Warna -Dua Spot (2 warna) 1 mm/kolom. Rp 4.500,00 Rp 3.500,00 Satu Spot (1 warna) 1 mm/kolom. Iklan ditambah PPN 10%. Bank Bank BNI 1946 Rek. Giro: 428931-001. Bank Bukopin Rek. No. 004.016845 Dinas Giro dan Cekpos Noj.15.78. Jalan Utan Kayu No. 85, telp (021) 8563515, 8563602 Jakarta Timur 13120 Kepala Perwakilan HRH Soetoto SH, Kepala Biro Chaidir Jalan Achmad Yani No.9, telp (0293 3552 dan 2502. Kepala Perwakilan Didiek Santoso, Kepala Biro Yon Hariyono Hadi. Jalan Bhayangkara No.2, telp (0271 48015, Kepala Perwakilan Drs Asri Salman, Kepala Biro Theo Sutiyono. Jalan Lampersari No. 55, telp (024) 315769. Kepala Perwakilan Djoko Suprapto. Kepala Biro FN Arifin Husein, MBA Jalan Achmad Yani No.14, telp (0281161347, Kepala Perwakilan Drs Zulkardi. Kepala Biro Sugeng Pamudji. Silmi SH A Dicetak di Percetakan Kedaulatan Rakyat Jalan Raya Yogya - Solo km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274)-96549 dan (0274)-96449. Isi diluar tanggungjawab percetakan. Oleh Hatta Sunanto yang untuk memperoleh hasil produksi gula sebanyak-banyak nya dalam rangka pencapaian tingkat swa sembada gula. Sedangkan ideal- nya, untuk dapat memperoleh pro duktivitas gula (hasil gula per hek tar) yang tinggi itu harus diber- lakukan masa giling yang tidak terlalu lama yakni hanya sekitar 3 bulan saja. Perkembangan di dalam negeri harus dijual kepa- da pemerintah dengan harga da- sar (provenue) yang nilainya re- latif rendah. Kemudian kebijakan lainnya yang mengakibatkan pendapatan yang diterima petani itu rendah adalah adanya SK Menteri Pertanian yang meng atur penetapan stratifikasi bagi hasil yang kurang berorientasi pada kepenting an petani karena rendemen yang diterima petani kurang dari 8%, sehingga sesung- Provenue Gula guhnya SK Men-teri Pertanian Beberapa tahun terakhir ini tersebut dapat disebut "mubazir". ada perumusan besarnya prove Rendahnya kualitas tanaman nue gula pasir yang ditetapkan tebu itu sebagai akibat dari ren- pemerintah, yakni sebesar 2,4 ka dahnya kualitas moral para pelak li harga dasar gabah kering giling sananya di lapangan. Berlakunya (floor price) yang berlaku. Namun ngan sistem manajemen kelom-sayang sekali sudah dua tahun manajemen usahatani TRI de- terakhir ini pemerintah tidak me pok tani kolektif, maka dana kre- naikkan harga dasar gula (prov- dit usahatani TRI nilai rupi- enue) sehingga benar-benar telah ahnya besar itu dikuasai sepenuh memenderitakan petani tebu. Pro nya oleh pengurus kelompok tani venue gula yang berlaku seka TRI guna pembiayaan pengelo- rang ini masih berdasarkan SK laan tanaman tebu di mana pen- Menteri Keuangan No 439/KMK. gelolaan tanaman tebu itu sendiri 013/1992 tertanggal 29 April 19 ditangani sepenuhnya oleh pengu 92, yakni sebesar Rp 792,- per kilo rus kelompok tani TRI. Sedang gram gula. Jika masih te tap diru- kan para petani anggota kelom- muskan provenue gula se besar mati TRI itu sendiri semata. 2,4 kali harga dasar ga-bah yang mata hanya sebagai penonton sa- berlaku maka seharusnya mulai ja. Dengan dikuasainya dana kre- April 1994 ini pemerintah harus dit TRI dan pengelolaan tanaman menaikkan provenue gula menja- tebu oleh pengurus kelompok itu di sebesar 2,4 dikalikan Rp 360,- maka terjadilah kebocoran dana yaitu sebesar Rp 864,- per kilo- kredit TRI untuk kepentingan gram gula. Secara lebih lengkap pribadi pengurus kelompok, ok- nya, beri-kut ini diketengahkan num pengurus KUD, oknum perkembangan besarnya provenu kepala desa, dan oknum petugas e gula pada beberapa tahun ter- lapangan dari pabrik gula. Para akhir ini melalui tabel berikut ini. aparat tersebut memang sama- sama terkait dalam pelaksanaan TRI di lapangan. Adanya keboco- ran dana kredit TRI itu mengaki- batkan pengelolaan tanaman tebu tidak terbiayai sebagaimana mestinya sehingga kualitas tana- man tebunya rendah. Istilah atau kata "intensifikasi" para TRI itu selama ini memang hanya meru- pakan slogan melulu. Kondisi ma- najemen TRI yang demikian itu pernah menjengkelkan Solichin GP, yang pada waktu itu masih menjabat Sesdalopbang, di mana pelaksanaan TRI di lapangan itu beliau mengatakan bahwa dalam ada semacam "mafia". Sedangkan Prof Mubyarto menegaskan bah- wa secara umum program TRI itu telah mengalami kegagalan, ter- utama tujuan menjadikannya petani sebagai manajer di atas la- hannya sendiri. Kebijakan pemerintah berupa masa giling pabrik gula yang ter- lalu lama yakni sampai 8 bulan itu mengakibatkan penderitaan petani karena rata-rata rendem en yang diberikan petani menjadi rendah sehingga produktivitas gulanya rendah. Hal ini diperbu- ruk oleh harga dasar/provenue gu- la (harga gula di tingkat petani) yang rendah yakni jauh di bawah harga gula eceran di pasar an. Ke- bijakan masa giling yang terlalu lama itu semata-mata ber tujuan gula di pasar yang harganya men- capai Rp 1300,- per kilogram. Hal inilah yang dimaksud dengan ber langsungnya "ketidakadilan" itu. Jika pada tahun 1994 ini prove nue dinaikkan, maka akan mem- bawa konsekuensi naiknya harga gula eceran di pasaran sehingga konsumen gula akan mengeluh. Namun demikian sebenarnya pe- merintah dapat menekan tingkat harga gula eceran dengan cara menghapuskan komponen-kom- ponen pembentuk harga gula yang kurang penting. Penutup Tepat dua tahun ini provenue gula tidak dinaikkan pemerintah sehingga petani yang miskin itu tertimpa penderitaan. Alasan pe- merintah yang diungkapkan mela lui Menteri Negara Urusan Pan- gan, Ibrahim Hasan, pada tang- gal 11 Februari 1994 yaitu bahwa pemerintah tidak menaikkan pro venue karena pemerintah masih membutuhkan pemasukan dana yang bersumber dari gula. Bersamaan dengan upaya pe- nanggulangan kemiskinan yang sedang berlangsung seka rang ini melalui IDT (Inpres Desa Terting- gal), maka sangat selaras jika mu lai masa giling tebu tahun 1994 ini provenue gula dinaikkan se- cara proporsional (lebih besar dari Rp 864,- per kilogram) agar peta ni dapat ikut mengenyam pening katan kesejahteraan. Namun ke- tetapan dinaikkannya provenue gula itu bersamaan dengan kete- tapan pe nekanan harga gula ecer an di pasar sehingga antara prove nue dengan harga gula eceran Tabel: Perkembangan Provenue Gula dan Harga Dasar Gabah Provenue Gula Harga Dasar Tahun Gabah Gula: Gabah (Rp/kg) Keterangan 1987 1988 (Rp/kg) 467,50 190,00 2,46:1 514,25 210.00 2,45:1 1989 600,00 250,00 2,40:1 1990 650.00 270,00 2,40:1 1991 708,00 295,00 2,40:1 1992 1993 792,00 330,00 2,40:1 792,00 340,00 2,32:1 Provenue tidak naik. 864,00*) 360,00 1994 2,40:1 Keterangan: *) Perkiraan besarnya provenue yang akan ditetapkan pe- merintah mendatang ini. aksi teb Selama ini memang tampak je las adanya "ketidakadilan", yakni bahwa petani itu merupakan pemilik modal utama yang beru- pa lahan sawah untuk mempro- gula, sehingga petani itu merupakan produsen gula. Namun gula bagian petani harus dijual kepada pemerintah dengan harga dasar (provenue) yang ren- dah dan jauh di bawah harga gula eceran di pasar. Jika petani ingin minumannya manis maka petani harus membeli gula di pasar de- ngan harga yang tinggi. Sebagai gambarannya, pada masa giling tahun 1993 lálu gula petani dibeli pemerintah dengan harga Rp 792,- per kilogram, namun petani sampai saat ini harus membeli tidak terpaut besar sehingga kon- sumen, gula tidak resah. Sangat tepat pula jika pada masa-masa mendatang diberla kukan masa giling yang tidak ter- lalu lama bagi seluruh pabrik gu- la yang ada sehingga dapat diper- oleh produktivitas gula yang re- latif tinggi. Hal ini merupakan tindak nyata penanggulangan kemiskinan petani melalui jalur program pergulaan. Dengan de- mikian untuk sementara waktu tidak perlu menggebu-nggebu mencapai swasembada gula di atas penderitaan petani. -h. (*) Ir Hatta Sunanto, MS, Staf Pengajar Universitas Wangsa Manggala, Mantan Sinder Pabrik Gula. Edi Prasetyo, Jln Taman Sari No 81, Karanggude, Karanglewas, Listrik Negara Perum SEHUBUNGAN dengan dimuatnya tulisan Sdr Muhadi a.n. Pen- gurus Masjid Al Hikmah Dusun IV, Ngestiharjo Wates Kulon Progo DIY pada Pikiran Pembaca Harian Kedaulatan Rakyat edisi tanggal 14 April 1994 hal X dengan judul "Meteran Listrik Masjid Rusak, belum diperbaiki" perlu dijelaskan sebagai berikut: 1. Pada tanggal 24 Maret 1994 laporan lampu mati dari Sdr Muha- di untuk an Masjid Al-Hikmah dengan kontrak No 24703 daya 900 VA, hasil peninjauan di lokasi ternyata Alat Pembatas (MCB) rusak, sedangkan Alat Pengukur (KWH Meter) dalam keadaan baik. MCB dilepas oleh petugas PLN untuk diganti dan kepada pelanggan dis- arankan membayar biaya penggantian MCB tersebut di Kantor PLN Ranting Wates, selama proses penggantian, listrik tetap dinyalakan (untuk sementara tanpa pembatas). lewat KWH meter 2. Waktu itu persediaan MCB 4A di gudang PLN Ranting Wates habis, pengiriman dari PLN Cabang Yogyakarta/Distribusi Jateng belum tiba. 3. Tanggal 15 April MCB 4A dipasang, setelah proses administrasi selesai dan tertib. 4. PLN Cabang Yogyakarta tetap mengharapkan kecepatan lapo- ran dari masyarakat tentang adanya gangguan listrik, untuk pengam- bilan langkah perbaikan secepatnya. Untuk dimaklumi dan terima kasih. O-h. PLN Cabang Yogyakarta, Kepala Cabang: Ir Maryono. PENANGGALAN No. 403. Ny. Sudinem, Jl. Hayamwuruk, Yogyakarta. Meninggal dunia 25 Maret 1994, hari dan pasarannya: Jum'at-Pon (12 Sawal 1926 Je). 100 (Seratus) harinya : Sabtu-Pahing 2 Juli 1994 (22 Sura 1927 Dal). 1 (Satu) tahunnya : Senen-Legi 13 Maret 1995 (11 Sawal 1927 Dal). 2 (Dua) tahunnya Minggu-Pahing 3 Maret 1996 (12 Sawal 1928 Be). 1000 (Seribu) harinya Rabu-Pahing 18 Desember 1996 (7 Ruwah 1929 Wawu). *** No. 404. Sdr. Totok. S., Baciro, Yogyakarta. Keluarganya meninggal dunia 29 Maret 1994, hari dan pasaran- nya: Selasa-Pahing (16 Sawal 1926 Je). 40 (Empat puluh) harinya : Sabtu-Legi 7 Mei 1994 (20 Dulkaidah 1926 Je). 100 (Seratus) harinya : Rabu-Legi 6 Juli 1994 (26 Sura 1927 Dal). 1 (Satu) tahunnya: Jum'at- Kliwon 17 Maret 1995 (15 Sawal 1927 Dal). 2 (Dua) tahunnya: Kamis- Legi 7 Maret 1996 (16 Sawal 1928 Be). Dan 1000 (Seribu) harinya: Minggu-Legi 22 Desember 1996 (11 Ruwah 1929 Wawu). *** No. 405. Sdr. Haryani, Klaten. Meninggal dunia 25 Maret 1994, hari dan pasarannya : Jum'at-Pon (12 Sawal 1926 je). 100 (Seratus) harinya : Sabtu-Pahing 2 Juli 1994 (22 Sura 1927 Dal). 1 (Satu) tahunnya : Senen-Legi 13 Maret 1995 (11 Sawal 1927 Dal). 2 (Dua) tahunnya Ahad-pahing 3 Maret 1996 (12 Sawal 1928 Be). 1000 (Seribu) harinya : Rabu-Pahing 18 Desember 1996 (7 Ruwah 1929 Wawu). No. 406. Sdr. Sudarmin, Pati. *** Keluarganya meninggal dunia 17 Maret 1994, hari pasarannya: Kamis-Kliwon (4 Sawal 1926 Je). 100 (Seratus) harinya : Jum'at-Wage 24 Juni 1994 (14 Sura 1927 Dal). 1 (Satu) tahunnya : Minggu-Pon 5 Maret 1995 (3 Sawal 1927 dal). 2 (Dua) tahunnya: Sabtu-Wage 24 Feb- ruari 1996 (4 Sawal 1928 Be). 1000 (Seribu) harinya : Selasa-Wage 10 Desember 1996 (29 Rejeb 1929 Wawu). *** (R)-h. Pojok KR Presiden Soeharto mengatakan, bahwa sistem pengupa- han di perusahaan-perusahaan jangan sampai memper- lebar kesenjangan sosial. -Sebab kesenjangan bisa munculkan kerawanan sosial. *** Menurut Abdulrachman Wahid atau yang lebih beken dikenal dengan sebutan Gus Dur, pers belum jadi lokomotif demokrasi. Gus Dur tentu juga paham banyak kendala yang menghadangnya. *** Menurut Pak Nasution, polemik yang terjadi antara Jen- dral (purn) Soemitro dengan Jendral (Purn) Panggabean masalah orang tua. adalah -Tentu tak ada salahnya jika anak-anak pun tahu masalah sebenarnya, demi sejarah. Berabe RABU PON 4 MEI 1994 Masih Diu Kematian YOGYA (KR) - Sebab-se kematian Mujiono (33), warga toyudan, babkan hingga marin masih diusut res Polsekta Gedong Tengen. H b Senin (2/5) dugaan, kematian korban c penganiayaan bukan karena tertabrak Barang. Untuk menjernihkan sebal bab kematian korban, Pols Gedong Tengen kini masih manggil dan mencari saksi um meruntut latar belakang kort Seperti diberitakan KR C korban dilaporkan tewas al tertabrak KA Barang di kaw Jagran. Namun pihak kelu curiga sebab luka-luka diderita korban hanya ke bagian belakang robek, dahi dan paha kanan patah. Dem dalih itu, pihak keluarga mel ke Polsekta Gedong Tengen mengusut kembali penyebal Kalau Saya. Sambungan hal 1 Sambernyowo. Menurut Gusti Noeroel penting kini adalah kedam dan utuhnya kembali kelu Mangkunegaran. Budaya bersumberkan Mangkuneg sedikit banyak bakal terken basnya bila terjadi konfl tingkat elit Mangkunegaran Ketika disinggung Su tetap bertahan karena mena surat wasiat yang baru di mukan, Gusti Noeroel j mempertanyakan keabsaha keaslian surat yang memaka Sri Mangkoenagoro VIII itu berapa orang pegawai alma Mangkoenagoro menyangsikan karena a surat itu tanda tangan alma berada di sebelah kiri ba padahal biasanya di se kanan bawah," ujar Gust Pun gaya bahasa yang di nakan, ujar Gusti Noero rasakan agak janggal. Dar menjadikan ke eroel. lebih bertanya-tanya pengungk nya dilakukan setelah Mem Rustam yang nam Soepardjo disebut-sebut dalam surat meninggal. Tentang surat wasiat disangsikan keasliannya, yang sempat dike Mangkoe tir dengan keraguan sej pengurus HKMN menyata rani disumpah. "Surat im silakan diperiksa di labora kriminal yang menggunaka alatan canggih. Surat in sengaja tidak saya berita. saudara-saudara karena ingin pamer," ujar I tidak geng Pura Mangkunegaram terus mendapat Meski gan, Gusti Mangkoe na tetap tenang. Bahkan akhim tambah ge ini badannya ia tak Dan ketika menjawab tanyaan-pertanyaan wart menampakkan per kepada siapa p biasa, men wartawan dengan tidak masih senang seperti dan akrab. penuh r Senada dengan Gusti Ma uro Pengageng Kabupaten Mon KRMTH Darmono Tir BA yang merupakan saksi c mukan surat wasiat itu gatakan surat yang baru d mukan itu merupakan tulisan KGPAA Mangkoer "Surat wasiat itu seb nya dititipkan kepada Soedarko Pontjohoesoro, sempat diberikan kepada. Mangkoe beliau keburu m gal dunia," ujarnya.(Qom/E VIII. Unjukrasa........ pokok ditambah tunjangan Sementara Kakanwil naker DIY, Moenari menga berdasar laporan yang dit kasus unjukrasa di PT BP na kesalahpahaman belaka Sedangkan Wakil Ketu SPSI DIY, Sjamsudimulyo mentar, kasus tersebu daknya dijadikan pelajar pengusaha lain agar melaksanakan UMR. Secara Masih wajar terpisah, merel unjukrasa yang terjadi marang, dan di Yogyakar lai anggota Komisi VI D masih wajar, sepanjang tu nyaa belum terpenuhi. S nya unjukrasa itu cermin adanya suatu masalah y hadapi para buruh se membutuhkan perhatian intah. Demikian pandangan y ampaikan anggota Kon DPR RI Royani Haminul Ir Tadjuddin Noersaid y hubungi KR di Jakarta, - (8/5). "Saya rasa wajar jika terjadi unjukrasa di ke marang dan DIY selama itu masih ada perusahaa belum mematuhi UMR Royani. Untuk itu tindal jukrasa atau mogok kerj pakan upaya terakhir bag guna memperjuangkan haknya. Dalam kacamata Tac unjukrasa itu terjadi kar masalah di perusahaa bersangkutan. Bertolak p maka unjukrasa juga up tuk mencari perhatian p tah. Terutama perhatia kaitannya dengan perlin terhadap nasib tenaga ker "Melihat kenyataan ta berarti dibutuhkan adany pihakan pemerintah terha ruh," kata Tadjuddin. menyebutkan, dengan I hakan itu merupakan jal ar yang baik untuk mell buruh. Selain itu ia mengung unjukrasa terjadi karena puan bergaining di kalan ruh kurang kuat. Semer ganisasi yang ada pu sepenuhnya menjamin. nya, buruh kurang meny da organisasi buruh ya sekarang. Menyinggung unjukra marang yang dikecam W setempat karena menod HUT kota tersebut, menu ani Haminullah, yang h alahkan adalah pengu dan aparat Depnaker ya tanggap terhadap keres ruh di sana. Meski demi jut anggota FPDI ini, setw Walikota mengatakan ternoda, tapi ternodany ketakutannya tidak
