Tipe: Koran
Tanggal: 1986-04-04
Halaman: 05
Konten
JUMAT, 4 APRIL 1986 Mentrans Martono: Sebagian Besar Proyek Transmigrasi biaya IGGI Jakarta, 4/4. Fajar.- besar Menteri Transmigrasi Mar- tono mengungkapkan bahwa sebagian proyek transmigrasi di Indonesia dibiayai IGGI (Kelompok Negara-negara pemberi bantuan pada Indonesia. Menjawab pertanyaan Ny. Schoo tentang target nasional program transmigrasi pada Pelita IV, target khusus untuk Irian Jaya serta pelaksanaan transmigrasi, Martono mengatakan, target nasional pada Pelita IV berjumlah 750 ribu Kepala Keluarga (KK) sedangkan untuk Irian Jaya sekitar 137 ribu KK. Seusai menerima Menteri Ker- jasama Pembangunan Kerajaan Belanda Ny. Schoo di kantornya, Selasa, Martono mengatakan tidak mengingat persis jumlah bantuan IGGI untuk proyek transmigrasi itu. Namun yang jelas tidak kurang dari 600 juta dolar AS bantuan negara asing untuk proyek-proyek tersebut. Kedatangan Ny. Schoo ke In- donesia, katanya, untuk mencari bahan bagi sidang IGGI di Amstredam, Belanda, Juni men- datang, antara lain dengan mengecek kegiatan-kegiatan terutama kegiatan pembangunan yang dibiayai dengan dana yang diperoleh melalui IGGI. 384 Jakarta, Bahasa Indonesia tidak meng- ancam memusnahkan bahasa Dae- HF. Titiek.- PKK TELLO BARU: PKK Kelurahan Tello Baru telah mengadakan berbagai kegiatan memperingati bulan Bhakti LKMD 1 April 1986, dian- taranya lomba merubah pola dasar dan Mars PKK. Tampak Ketua Penggerak PKK Tello Baru Ny. Andi Ida Hakim bergambar bersama PKK ORW-XXVII MaroEng yang keluar sebagai juara I Mars PKK se Tello Baru (atas) Bawah, suasana lomba merubah pola dasar.- rah, karena timbulnya bahasa In- sebagai perantara da lam mengadakan komunikasi anta- ra manusia satu dengan lainnya. Dimana gunanya bahasa Indonesia berperan untuk alat saling berbica- ra, lewat bahasa Indonesia pula da- ri berbagai daerah mengerti ketim- bang orang daerah memakai kata daerah berbicara dengan daerah lain pasti faktor maksudnya pun a- kan tidak dimengerti. Hal ini diungkapkan oleh Bi- dang Pengembangan Pusat Baha- sa, Drs. Lukman Hakim, kepada harian ini di Jakarta menanggapi Selanjutnya menteri mengatakan, target dan realisasi tidak selalu sama dana APBN yang sangat mengingat terbatas. Tentang cara memperoleh tanah untuk proyek transmigrasi, menteri mengemukakan kepada tamunya, lahan untuk transmigrasi disyaratkan harus berstatus tanah Negara. U.Pandang, (Fajar). Untuk tahun anggaran 1986/87 Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Sulsel memperoleh 9 buah Proyek dengan dana sekitar kurang lebih Rp.2 milyar. "Dana ini kalau dibanding dengan ang- garan tahun lalu menurun sekitar 50%" ungkap Ka.Kanwil Dep- kes Sulsel dr. Muhammad Ansari Saleh diruang kerjanya atas per- tanyaan wartawan "Fajar". Sebab itu bila tanah adat hendak dijadikan lokasi pemukiman transmigran, tanah itu terlebih dahulu harus dirubah statusnya, an- tara lain yang pernah terjadi yakni adanya pendapat dari beberapa sastrawan yang mengatakan bahwa bahasa Daerah kini terancam kare- na, pendukungnya banyak mengay bahwa Dijelaskannya, penyerahan sukarela seperti itu tidak mendapatkan ganti rugi atas tanah itu. Namun, hendaknya di- daerah penduduk ingat bahwa masyarakat setempat menjadi transmigrasi dan memperoleh tanah yang dibuktikan dengan sertifikat hak milik. Pembangunan di atas tanah itu akan meningkatkan taraf kehidupan, yang merupakan ganti rugi secara tidak langsung, katanya. Mengenai pertanyaan kemungkinan konflik sosial dan masalah kebudayaan, menteri mengakui bahwa pada permulaan program transmigrasi memang ada. Tetapi setelah diadakan studi ten- tang kebudayaan dan sifat manu- sianya, akhirnya masalah seperti itu tidak terdapat lagi di antara warga transmigran. Mengenai isyu "Jawanisasi" dalam program transmigrasi, menteri mengatakan hal itu muncul dari kelompok-kelompok masyarakat di Australia dan Amerika, yang sama sekali tidak benar. Ny. Schoo katanya, pernah Empatbelas Provinsi Punya Wakil Gubernur mendengar isyu semacam itu dalam suatu acara TV Belanda. Karena merasa siaran itu tidak benar, Ny. Schoo akhirnya tampil di TV men- jelaskan program transmigrasi In- donesia yang sebenarnya. Martono mengatakan bahwa ketua IGGI itu tahu persis program transmigrasi Indonesia, tetapi untuk lebih meyakinkan dirinya ia datang ke Indonesia. Diuraikan bahwa timbulnya bahasa Indonesia untuk perkem- bangan persatuan serta alat peng- embangan ilmu pengetahuan yang bisa digunakan orang daerah ma- napun juga, karena kedudukan ba- hasa Indonesia memungkinkan un- tuk alat berkomunikasi dengan yang lainnya. Bahkan pengem- bangan bahasa Indonesia mem- bantu proses terjadinya hubungan rasa saling pengertian dengan menggunakan makna kata yang sa- ma dimanapun orang yang mema- Kanwil Depkes Sulsel Peroleh 9 Proyek dengan Dana Sekitar Rp.2 Milyar Drs.Lukman Hakim: Bahasa Indonesia Tidak Ancam Musnahkan Bahasa Daerah masyarakat adat secara sukarela menyerahkan tanahnya kepada negara. Menurut rencana, Ny. Scoo akan meninjau beberapa proyek transmigrasi di Irian Jaya 3-7 April, antara lain ke Jayapura, Koya (dekat perbatasan PNG); Aso dan Merauke. (Ant/JB). - Ansari lebih lanjut men- "Selain proyek yang dibiayai jelaskan, proyek proyek untuk melalui dana dari APBN juga se- Kanwil Depkes Sulsel terdiri dari jumlah proyek yang dibangun Proyek Peningkatan Pendidikan melalui dana dari Bank Dunia dan Latihan Tenaga Kesehatan seperti pembangunan sejumlah Propinsi Sulsel, Proyek RS type "C" dan RSU type "D" Penyuluhan Kesehatan serta pembangunan sejumlah Masyarakat, Proyek Pengem- Kantor Depkes Tingkat II di bangan RSU Pusat Ujungpan- Sulsel", kunci Ansari. (pl/RJS). U.Pandang, (Fajar). Akademi Koperasi (Akop) Ujungpandang baru baru ini kembali menghasilkan sejumlah 36 orang Sarjana Muda (BSc). Mereka dinyatakan lulus dan berhak, memakai gelar Sarjana Muda (BSc) setelah memper- tahankan skripsinya selama dua hari dihadapan Tim Penguji dari Kopertis Wilayah IX, masing- masing tanggal 31 Maret 1986 kai bahasa Indonesia itu. Kalau bahasa daerah ruang lingkupnya terbatas hanya pada daerah di mana babasa itu diguna, kalau keluar batas daerah maka susahlah memakai bahasa daerah kecuali sama-sama asal daerah tersebut. Lewat bahasa Indonesia dimana pun juga asal di wilayah Indonesia pasti ada yang mengerti apa yang dikatakan. Bahasa Indonesia tidak me- musnahkan bahasa daerah, malah perkembangan bahasa Indonesia sering melibatkan bahasa daerah. Karena kalau perkembangan ba- hasa Indonesia tidak mengguna- kan sebagian bahasa daerah de- ngan sendirinya orang daerahpun agak susah menggunakan kata- kata yang ada di Kamus Bahasa Indonesia. Drs.Lukman Hakim menang- IPS U.Pandang, (Fajar). Dari dua puluh tujuh Propinsi Daerah Tingkat 1 di Indonesia, empat belas yang sudah punya Wakil Gubernur. Malahan ada Provinsi Daerah Tingkat 1 yang punya Wakil Gubernur lebih dari satu orang. Daerah Khusus Ibu- kota Jakarta Raya dengan tiga orang Wakil Gubernur dan Jawa Barat dengan dua orang Wakil Gubernur. AKOP Hasilkan Lagi 36 Sarjana Muda diketuai Drs. Mejang Buang dengan sekretaris, Abdullah Marlang, SH. Sedangkan ujian 1 April 1986 diketuai oleh Kaimud- din Salle, SH dengan sekretaris Drs. Nur Sanusi. Penguji terdiri dari Drs. H.Suudi Sana, Drs. Azis Beru, Dra. Djauhariah Charlis dan Drs. Malik Rum. Manado, (Fajar). Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Himawan, dang, Proyek Pengembangan Rumah Sakit Kusta tingkat Regional Ujungpandang, Proyek Pengembangan RSU Propin- si/Kabupaten/Kotamadya se Sulsel, Proyek Pengembangan Agung, Senin tiba di Manado un- Pusat Kesehatan Masyarakat tuk kunjungan dua hari di Sula- SH beserta tiga staf Kejaksaan (Puskesmas) Propinsi Sulsel, Pro-wesi Utara. yek Pemberantasan Penyakit Humas Kejaksaan Tinggi Su- Menular Sulsel, Proyek Per- lut, Zemmy Leihitu menjelaskan baikan Gizi dan Proyek Pengen- dalian dan Pengawasan Obat, Makanan dan sebagainya. Daerah-daerah Provinsi yang sudah punya Wakil Gubernur ialah Bengkulu, Lampung, Jakar- Sedangkan mereka yang dinyatakan lulus dan berhak memakai gelar sarjana muda (BSc) masing masing Nurlaila speksi di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulut serta Kejaksaan gapi adanya kerancuan dalam pengertian satu makna kata, mene- rangkan bahwa di bahasa Indone- sia memang ditemukan satu kata tidak "merancukan" atau "mengkacau- kan arti". Boleh saja orang banyak menggunakan berbagai macam ka- ta untuk satu makna kata tetapi alangkah lebih baiknya mengguna- kan kata bahasa Indonesia yang su- dah disempurnakan demi benar- nya berbahasa Indonesia. Jaksa Agung Muda Adakan Inspeksi di Sulut Lain halnya kalau berbagai is- tilah ilmiah yang tidak ditemukan pada kamus Bahasa Indonesia, lumrah memakai kata istilah ilmiah itu kepada khalayak ramai. Kalau sudah ada di Kamus Bahasa atau sudah lumrah digunakan oleh ma- syarakat sesuai bahasa Indonesia yang baik, buat apa lagi mengacau- kan kata yang baik itu. Negeri Manado mengenai bidang lijen, bidang tindak pidana umum pembinaan, pengawasan, inte- dan tindak pidana khusus serta bidang tata usaha. Selain itu, dalam kunjungan- nya di Manado, Jaksa Agung Muda juga memberikan penga- kepada Antara, Senin, dalam rahan dalam acara tatap muka kunjungannya ini Himawan, SH dengan jajaran kejaksaan di Sulawesi Utara tentang berbagai akan melakukan serangkaian in- Harian Fajar ta Raya, Jabar, Jateng, Daerah Istimewa Jogya, Jatim, Kalbar, Kaltim, Sulsel, Sultra, Maluku dan Irian Jaya, serta Daerah Istimewa Aceh. Penrem 141/Toddopuli REBOISASI III - Dan Rem 141 Kol. Art. Oetomo S bersama Bupati Ban- taeng dan Kadis Kehutanan Dati I Sulsel Ir. Jaman M selaku penanggung jawab Proyek Reboisasi serta mahasiswa KKN Unhas melemparkan pan- dangan jauh ke depan di atas puncak bukit bukit yang gundul yang men- jadi sasaran reboisasi sesaat setelah Dan Rem 141 melakukan tanam per- tama bibit eucaliptus, di desa Bonto Marannu Kecamatan Bissappu Kab. Bantaeng hari Senin lalu.*** Keempatbelas Provinsi Daerah Tingkat 1 tersebut memiliki se- jumlah tujuh belas orang Wakil Gubernur. Sementara Propinsi Daerah Tingkat yang belum punya Wakil Gubernur ialah Su- mut, Sumbar, Riau, Jambi, Sum- sel, Bali, Kalsel, Kalteng, Sulut, Sulteng, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Timor Timur. (pl/SM). Tahir BSc, Husain Tahir BSc, Muslihat BSc, Sahabuddin BSc, A. Ancing BSc, Rusli BSc, Aliah Usriani BSc, Hamzah A. BSc, La Tejjo BSc, Langkolu BSc, Dorce BSc, Amirullah BSc, Nauli BSc, Andi Khairul BSc, Wahira BSc, Nurhaeni BSc, St. Rukminah BSc, Sariani BSc, Nurlina BSc, Sumrah BSc, La Endeng BSc, La Sada BSc, Zainal Abidin BSc, Muhammad Ridwan BSc, Mara- uleng BSc, Andi Ipong BSc, St. Syamsiar BSc, La Sahiddin BSc, Susi Adriani BSc, Hasanuddin BSc, John Patibang BSc, Iskan- dar Dama BSc, Sudirman BSc, St. Nurhayati BSc, (pl/RJS). Palu, Fajar. Tanaman kelapa rakyat yang sekarang ini tidak produktif lagi, karena usia tua meliputi sepertiga dari seluruh lahan perkebunan kelapa rakyat di Sulteng. Kepala Dinas Perkebunan Sul- teng, Ir. Daeng Malotto menya- takan hal itu kepada Antara, Selasa di Palu. Sekitar 60.000 ha lebih kebun kelapa rakyat di Sul- teng itu sudah waktunya direma- jakan guna menjamin meningkat nya produksi kopra di daerah ini, katanya. "Jumlah areal itu seperti dari areal perkebunan kelapa di Sul- teng yang berusia rata rata 40 tahun ke atas," kata Malotto. Rencana peremajaan ini di- maksudkan guna menjamin me- ningkatnya produksi kopra. Dae- PALANGKA RAYA: Konperen- ci Studi dan Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indo- nesia (GMKI) XX, dijadwalkan a- kan diselenggarakan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kal- kebijaksanaan dan program ker-teng) September 1986. Konperensi ja Kejaksaan Agung. (Ant/JB). studi dan kongres tersebut akan di- ikuti para utusan DPD GMKI dari 24 propinsi, termasuk Kalteng selaku tuan rumah. BANJARMASIN: Peranan wani- ta dalam pembangunan ekonomi harus optimis dan bermanfaat bagi bangsa dan negara, hingga tidak saja mampu memperluas lapangan kerja tapi juga membuka lapangan kerja baru. Istri Gubernur Kalsel, Ny. Nor Latifah Said selaku pena- sihat Iwapi Kalsel, mengemukakan itu pada pembukaan musyawarah daerah (Musda) Iwapi. Sepertiga Areal Kebun Kelapa Sulteng Perlu Peremajaan SAMARINDA: Lembaga Elektro- nika Nasional (LEN) Bandung kini sedang memasang pemancar ber- kekuatan 50 kilowatt (KW) untuk memperkuat daya pancar siaran RRI Samarinda. Pemancar yang dibuat dengan dana APBN sebesar Rp 800 juta HF: EP/TA Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Sulsel, Ketua Umum DPP Golkar/Mensesneg Soedharmono SH mengunjungi pula Kabupaten Bone menyerahkan Banpres untuk pembangunan Mesjid Raya Watampone sebesar Rp 150 juta. Searah jarum jam, ketika Ketua DPP Golkar Soedhar- mono SH dijemput secara adat memasuki rumah jabatan bupati Bone. Gambar kanan ketika Soedharmono didampingi Ketua DPD I Golkar Sulsel H, Aliem Bahrie dan Ketua DPD II Golkar Kab. Bone A. Patikkengi menyam- paikan sambutannya dihadapan massa Golkar di lapangan Merdeka Watampone. Sedangkan gambar kiri bawah Kasdam Kodam VII/Wrb Brig- jen TNI Ramli Hasan Basri berbincang serius dengan Danrem 141 Tod- dopuli Kol. Art. Oetomo. S.*** Jakarta. Kesenian tradisional diting- galkan masyarakat bukan karena masyarakat lebih menyukai ke- senian modern, melainkan pola pola kehidupan yang berubah, di- mana pola-pola hidup dan komuni- tas budaya turut berubah, demiki- an dikatakan Ashadi Siregar pada harian ini ketika dijumpai pada pembukaan Latihan Pengembang- an Keterampilan Menulis Berwa- wasan Lingkungan, yang diseleng- garakan oleh kantor Menteri KLH di Jakarta, Selasa lalu. Menurutnya, pola komunitas masyarakat desa tempat bermula- nya kesenian tradisional sekarang ini sudah tidak murni lagi. Desa sudah merupakan bagian dari ko- ta, masyarakat desa banyak yang bekerja di kota, begitu juta ma- syarkaat kota banyak yang bertem pat tinggal di desa yang menyebab berubahnya kan Watampone, (Fajar). Tujuh kepala desa di 5 kecamatan di Bone, baru-baru ini dilantik, Sekwilda Drs. Andi Thamrin, atas nama Bupati KDH Tk.Il Bone. Ditegaskannya bahwa kam- panye akan dilaksanakan sesuai petunjuk Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah yang disam- paikan kepada Kepala BKKBN Pusat hari Senin, yakni bertujuan menciptakan agar program KB di Indonesia mencapai ketingkat efi- siensi tinggi. ARtinya, dana yang seharusnya dipakai pemerintah untuk pengadaan kondom dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan klinik klinik KB karena masyarakat sudah membeli sen- diri alát kontrasepsi tersebut. Kampanye tersebut, yang da- lam tahun pertama ini diper- kirakan menelan biaya sekitar Rp 1,4 miliar (kurang lebih Rp 1 miliar diantaranya diperoleh dari Pada tahun depan, jumlah seki tar 100 ribu gross kondom yang dipasarkan selama tahun ini (1986-1987) diharapkan dapat dinaikkan 50 persen, dan begitu seterusnya setiap tahun berikut- nya, apabila kampanye berhasil. Kalau tingkat penjualan ini dilakukan secara wajar setiap Tujuh Kepala Desa di Bone Dilantik bantuan Pemerintah AS), diharap tahunnya maka dalam tempo em- kan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab para suami di In- donesia untuk ikut aktif melak- sanakan program KB. pat sampai lima tahun menda- tang, usaha pemasaran kondom tersebut dapat membebaskan pe- merintah dari penyediaan dana pembelian kondom. Ini berarti suatu penghematan sekitar Rp 2 miliar per tahun, tambah Har- yono Suyono. Dalam amanatnya, Bupati Bone, mengatakan kepala desa di samping bertanggung jawab sebagai pemimpin penyeleng- garaan pemerintahan di desa, juga bertanggung jawab atas kelancaran tugas pemerintah pusat dan daerah di desa. Menurut Bupati, pemilihan kades belum lama ini, ternyata masih ada pihak yang merasa tidak puas, dan memberikan reaksi di mana nadanya kurang menerima hasil pemilihan tersebut. Sikap semacam ini, lan- jut Bupati, kurang terpuji karena mereka yang bersikap demikian, kurang berani menerima kenya- Hadir pada acara itu, kepala It- sebenarnya, dengan wilda, Bangdes dan bagian berusaha mencari alasan tanpa pemerintahan Bone. (MJ/RJS). Ketujuh kades yang dilantik itu, terdiri dari, M.Rasyid (desa Tellangkere, Lamuru), Alam Nur (desa Allamungeng PatuE, Ajangale), A.Palewai (desa Wellulang Ajangele), Malla Had- dade (Mattirowalie, Palakka), A.Muchtar Lutfi (WaeputtangE, Ulaweng), Dacong (desa Tom- pobulu Libureng), dan Tamar Jaya (Pattimpa, PonrE). taan rah ini pernah terkenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di kawasan Indonesia bagian timur pada tahun 70-an dengan produksi rata rata 1.500 ton/bulan. Berupaya mengembalikan po- sisi Sulteng itu, kini diusahakan memasukkan benih kelapa hibri- da dari Sulsel dan Sumbar disam- ping usaha peremajaan kelapa dalam dengan sistem penanaman di bawah pohon kelapa yang diremajakan. Kedua jenis usaha ini nampaknya berhasil baik. Hambatan yang dihadapi khu- susnya tanaman kelapa dalam ialah hama babi dan pemberan- tasannya memerlukan dana yang memadai terutama dalam hal pemagaran kebun yang direma- jakan, sementara dananya belum tersedia. Kecenderungan masyarakat mengandalkan benih kelapa hibrida, juga menjadi hambatan karena kelapa hibrida sendiri tidak boleh ditanam di bawah pohon kelapa dalam. Menurut Malotto, Sulteng sangat potensial untuk perkebun- an kelapa. Struktur tanahnya cukup subur ditunjang animo masyarakat yang cukup besar, sehingga memberi peluang bagi pengembangan perkebunan kela- pa di propinsi ini. Jangka Panjang Dinas Perkebunan Sulteng kini juga mengusahakan beberapa ta- naman jangka panjang antara lain coklat, karet, cengkeh dan pala. Jenis tanaman tersebut sangat potensial bagi daerah Sulteng yang memiliki curah hujan antara 2000 sampai 3000 mm/tahun. TAnaman coklat bisa saja di- tanam sebagai tanaman selingan "Keadaan itu menyebabkan ke- senian tradisional kehilangan fung si", kata penulis novel "Kugapai Cintamu" ini. lebih dahulu melakukan in- trospeksi. Yang penting, kata Bupati, persatuan dan kesatuan dibina, hingga seluruh potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran roda pemerintahan, pem- bangunan dan kemasyarakatan dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman tenteram dan sejahtera. Dosen "Komunikasi Sosial" Fisipol UGM ini lebih lanjut mem- bedakan pengertian kesenian tra- disional dengan (Kiesch). Orang awam sering me- nyamakannya. Kiesch dicontoh- Tidak Ada Persaingan Antara Kesenian Tradisional Dengan Kesenian Modern kannya seperti ketoprak, wayang orang dan berbagai tontonan lain- nya, sementara kesenian tradisio- nal bukan untuk ditonton, tetapi diadakan pada upacara tradisional di desa dan bertujuan memperko- koh solidaritas sosial serta dimain- kan oleh individu yang tidak profe- sional. Kesenian modern, lanjut Ashadi, berciri individu dan diton- ton masyarakat hanya dengan tuju- an memperoleh kepuasan psykolo- gis. di bawah pohon kelapa asalkan jaraknya diatur sebaik mungkin. Ternyata usaha ini berhasil baik seperti yang sekarang sedang diusahakan di pantai Kabupaten Donggala dan sekitar lembah Palu. Ketika ditanyakan, apakah kesenian tradisional itu bisa diles- Menurut Malotto, penanaman coklat tumpang sari di kebun kelapa ini akan dikembangkan sehingga memberi hasil ganda. Manado, (Fajar). Sapi jenis Bali bisa saja kem- bali jadi banteng bila tidak dipe- lihara atau dibiarkan menjadi liar. Menyinggung soal 'propagan- da' seniman untuk popularitas ka- ryanya seperti dilakukan oleh pelu- tontonan kis Dipo dikaitkan dengan ethos seni, Ashadi berpendapat bahwa ethos seni tidak terkait pada popu laritas, tapi pada estetika, "Kalau dia yakin karyanya indah, mau di perhatikan atau tidak oleh ma syarakat, tidak jadi soal", "yang jadi persoalan adalah, estetikanya payah, tetapi dibuat sensasi demi popularitas' Ini karena asal mula jenis sapi Bali itu adalah banteng yang ber- hasil dijinakkan manusia sekitar 500 tahun lalu, demikian Kepala Dinas Peternakan Sulawesi Utara Drh. Lantang kepada wartawan, Selasa di Manado. hal Lantang mengungkapkan tarikan, Ashadi mengatakan kecil kemungkinannya. "Kecuali komu- nitas yang asli dilestarikan", kata- nya sambil menghisap rokok. MILIX MONUMEN PERS Halaman y SURAKARTA Kampanye Kondom Besar Besaran Mulai Dilaksanakan di Tiga Kota Jakarta, Fajar. Suatu kampanye besar besaran tentang pentingnya penggunaan alat kontrasepsi kondom untuk menyukseskan program KB nasio nal yang telah dimulai Rabu 2 April 1986. Kepala Badan Korrdinasi Ke- luarga Berencana Nasional (BK- KBN) Pusat Haryono Suyono da- lam suatu jumpa pers di Jakarta hari Selasa menjelaskan bahwa untuk tahap pertama (tiga bulan), kampanye itu akan dilaksanakan di tiga kota besar, yakni Medan, Bandung dan Surabaya. PAda tahap berikutnya, kam- panye yang akan menggunakan berbagai media termasuk media komersial seperti pemasangan iklan di koran dan radio tersebut direncanakan diperluas ke tujuh kota besar lain, dan awal tahun depan diharapkan sudah menye- bar ke seluruh pelosok tanah air. Adapun ketujuh besar yang men- jadi tempat kampanye pada tahap kedua ialah Jakarta, Semarang, Palembang, Ujungpandang, Ban- jarmasin, Tanjungkarang, dan Manado. DILI: Sekitar 500 prajurit TNI-AD jajaran Korem 164 Wira Dharma dari kesatuan Kodim 1627 Dili, Ba- talyon 744 Satya Yudha Bakti, De- tasemen Polisi Militer, serta Hansip Wanra melakukan karya bakti so- sial, dalam kota Dili. Sasaran kampanye yang dispon sori BKKBN, beberapa perusa- haan swasta nasional dan sebuah organisasi internasional yang berkantor pusat di Amerika Serikat (SOMARC) itu adalah kelompok masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Menurut catata BKKBN, seba- gian besar dari sekitar 14,5 juta pasangan usia subur (PUS) aksep- tor KB di Indonesia selama ini ter- diri atas para ibu atau isteri. Khusus perkebunan karet, kini diusahakan melalui proyek perkebunan inti rakyat (PIR) yang dikelola PTP XXIII di dataran Beteleme Kabupaten Poso. Sampai saat ini sekitar 1.000 ladang karet sudah ter- tanam dan diperkirakan 1990 sudah bisa berproduksi. Tanaman cengkeh hampir di seluruh kawasan Sulteng sudah ada. Kabupaten Buol Tolitoli misalnya sekarang terkenal sebagai penghasil cengkeh ter- besar di daerah ini. Produksinya sudah cukup meambah jumlah pendapatan daerah. Tahun ini lalu diantarpulaukan dari Kabupaten Buol Tolitoli sekitar 2.250 ton cengkeh kering, demikian juga dari Kabupaten Donggala dan Poso. (Ant-JB)*** HF: Noer A. Rauf SUMPAH JABATAN- Disaksikan Kakanwil Depag Sulsel, lima pejabat eselon IV dan V disumpah untuk menduduki jabatannya. Penyumpahan dilakukan Kakandepag Bulukumba, Rahman Halim (atas). Seorang pe- jabat yang dilantik menandatangani berita penyumpahan (bawah).*** Sapi Bali Bisa Kembali Jadi Banteng tersebut menanggapi adanya sekawanan sapi jenis Bali yang kini hidup liar di Pulau Talise, salah satu pulau di utara keca- matan Likupang Kab. Minahasa. Kawanan sapi tersebut dianggap masyarakat sebagai liar dan men- jadi sejenis hama bagi tanaman perkebunan penduduk setempat. Menurut Lantang, jenis sapi Bali bantuan Presiden (Banpres) itu ditempatkan pada perkebunan perkebunan kelapa Pulau Talise oleh Tumbelaka sejak 1978 se- banyak 70 ekor dan perkembang- annya kini diperkirakan sekitar 300 ekor. "Dengan kampanye ini, jum- lah akseptor pria yang baru men- capai lima persen dari jumlah akseptor keseluruhan, diharapkan naik secara bertahap sehingga lama kelamaan seimbang dengan jumlah akseptor wanita," kata Haryono Suyono. Kondom Dalam Negeri Kampanye itu akan menekan- kan penggunaan kondom pro- duksi dalam negeri bermerek "Dualima". Akan tetapi, meng- ingat pabrik kondom yang terle- tak di Bandung tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaia Beberapa penduduk petani di pulau tersebut mengeluh terhadap kawanan sapi tersebut yang sering memasuki areal pertanian dan menyatakan nampaknya sapi ter- sebut tidak terpelihara dengan baik. aka kampanye tahap pertama masih memasarkan kondom "dualima" produksi Korea, yang berjumlah 100 ribu gross dah dibeli dengan harga Rp 200 juta. Kondom yang dikampanyekan itu tidak akan dibagi kepada masyarakat secara cuma cuma, melainkan dijual dengan harga Rp 100 per biji atau Rp 300 per bungkus yang berisi tiga biji. "Maksud penjualan ini tidak lain untuk mendidik masyarakat agar mulai menghargai KB seba- gai suatu keperluan yang esensial dan suci guna membangun keluar ga bahagia sejahtera, sehingga dikemudian hari kondom diharap kan menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam keluarga," kata Haryono. Menanggapi hal tersebut ia mengatakan, Dinas Peternakan punya wewenang dalam hal teknis produksi ternak sedangkan peme- liharaan adalah wewenang pe- milik. "Pemeliharaan jenis sapi Bali harus digembalakan oleh manusia agar tetap jinak bahkan dapat di- tuntun menjadi salah satu sumber tenaga kerja. Tetapi bila sapi tersebut cukup lama tidak melihat manusia dan hidup secara liar baik diperkebunan kelapa mau- pun di hutan, maka bisa saja ia menjadi banteng kembali", kata Lantang. "Kampanye juga kan dilaksa- nakan sesuai petunjuk Menko Kesra, yakni diusahakan untuk tidak menimbulkan hal hal ber- sifat pornografi atau menying- gung sistem nilai yang ada di masyarakat," demikian Haryono Suyono. (Ant-JB)*** LHOKSEUMAWE, Aceh: Dae- rah Aceh bagian utara meliputi Ka- bupaten Aceh Besar, Pidie, dan Kabupaten Aceh Utara merupa- kan krisis air, demikian data yang diperoleh pada peta Bakorsurtanal (Badan Koordinasi Survei Pemeta- an Nasional). Disebutkan, banyak pegunungan dan perbukitan di sini yang gundul. Menurut pengamatan Antara, hal yang sama terdapat juga di' Pulau Karakelang Kab. Sangir- Talaud yang kini benar benar sudah menjadi sapi liar hidup di kawasan hutan lindung (hutan perburuan). Menurut cerita penduduk se- tempat, jenis sapi Bali yang hidup liar di hutan tersebut asal mula-.. nya didatangkan seorang pengu- saha pada tahun 1950an dan ter- biar pada waktu adanya per- golakan Permesta di daerah ini. Drh. Lantang menjelaskan, sa- saran pengembangan peternakan sapi di Kab. Sangit Talaud kini rahkan pada sapi jenis putih (sapi Benggala) yang mudah di- pelihara. Meningkat Tentang perkembangan peter- nakan khususnya sapi di daerah penghasil kopra dan cengkeh setiap tahun meningkat, sehingga Sulut rata-rata tiap tahun meng- antarpulaukan sapi sebanyak 5.000 sampai 6.000 ekor. Jumlah pemasaran sapi di luar daerah cukup banyak dan hal ini merupakan salah satu cara untuk mengimbangi perkembangan biak peternakan di perkebunan yang bisa saja menjadi hama bagi tanaman penduduk sekitarnya. Rata-rata pertumbuhan sapi di daerah ini mencapai empat persen tiap tahun yang cukup tinggi bila dibanding pemenuhan kebutuhan masyarakat, (Ant/JB).
