Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-15
Halaman: 04
Konten
SOLOPOS, RABU PON, 15 OKTOBER 1997 Pemimpin Um De HS Pemimpin Redakal: Dan H Soc SOLOPOS No 215/5KMENPEN SUPP12 Ap997 Wakil Pemimp mingin Peral Cynthin 1 Kenng, Fintan Badri, KRT t Banba Handay Sanfal Pelaksana: YA. Sunyoto-Redaktur Aps Bambang Hari ravan, Chandra Phan Duo Sei Cahyon, Malyana L Solkhin, Sarvitowat. Verdy Bags Hondranol Cincin itu cuma sepuhan Beberapa pekan belakangan ini men cust kasus yang terasa lucu, konyol namun juga mengesakan masyarakat luas. Katus u dilansir oleh sejumlah media massa nasional maupun daerah di bawah judul- judul menggelitk namun juga terkesan melecehkan, yaitu ketika beredar berita tentang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memper oleh cincin kenangan Persoalan tentu tidak akan muncul kalau cincin kenangan itu biasa-biasa saja. Sayangnya tidak demikian, sebab kany- ataannya berita kemudian terlanjur men jadi besar dan kemudian bahkan menja- dolok-olok di kalangan masyarakat luns Cerita berawal ketika salah seorang mantan anggota DPR secara tidak sen- gaja atau sengaja memeriksakan cincin kenangan yang diperolehnya dari Dewan kepada sebuah toko emas. Ternyata, anggota ini kemudian mendapai keny- atsan bahwa kadar emas cincin tersebut hanya 5%, artinya kalau menurut keten tuannya cincin tersebut harus berkadar 24 karat pada kenyataannya cincin tu hanya berkadar 1,2 karat antinya cincin yang diperoleh mantan anggota Dewan torhormat tersebut hanyalah sebuah oncin sepuhan belaka Ini bisa diartikan bahwa cincin tersebut sama nilainya dengan sebuah cincin mainan anak-anak berlah Beberapa titik ka merasa diperlakukan tidak adil dan dicurangi oleh orang lain Kita semua, sebagai masyarakat awam, patut mengelas dada dan menghela napas panjang, seandainya saja mereka selan tang itu dalam memperjuangkan hak-hak rakyat ketika masih menjabat, maka akan sangat mulanya para wakil rakyat itu di mata kita. Pada kenyataannya, kelantan- gan dan kevokalan mereka hanyalah kare- na diri pribadinya dirugikan-terlepas ban wa penipuan itu memang tetap harus diusut ta lingkar Jadi dimana mereka selama ini, ketika rakyat yang menunjuk mereka sebagai wald-wakil rakyat untuk duduk di Dewan, sedang dinjak-njak haknya karena tanah meroka digusur demi pembangunan kawa- san perumahan milk sebuah perusahaan swasta besar Atau ketka rakyat menangis pilu karena hak-haknya sebagai buruh dlindas oleh kekuasaan pengusaha yang bisa mengatur tangan-tangan penguasa. Masalah menjadi semakin pelik ketka Sekretarial Jenderal (Seten) DPR RI me nyatakan tidak bertanggungjawab menge- nai masalah ini. Hal yang sama juga diu- tarakan oleh perusahaan yang ditunjuk sebagai pembuat cincin tu. Mereka sem berkaras bahwa cincin yang dibuat sudah nurut ukuran, kadar dan berat serta sesuai dengan pesanan. Namun semua masalah itu kalau kita perhatikan secara seksama, temyata bdak mendapat tanggapan dari masyarakat kuan Artinya, bagi masyarakat awam kasus itu hanya sebuah lelucon yang patut ditertawakan. Betapa tidak? Bagaimana mungkin kalau seorang anggota Dewan yang terhormat tomyata dikecoh oleh lem- baga di mana mereka pemah menggan- tungkan hidupnya Meski demikian, kalau kita kaji secara lebih mendalam, persoalan yang paling Dengan demikian, rakyat juga akan mendasar bukanlah terletak pada soal cepat bersimpati kalau para anggota cincin sepuhan atau sebuah cincin kenan- Dewan tersebut pada suatu ketika mem- gan yang dibuat tidak sesuai kadar atau peroleh perlakuan yang tidak adil, karena beratnya saja. Justru yang perlu menda rakyat akan merasa bahwa ketidakadilan pat perhatian kita adalah betapa lan- itu memang sesuatu yang tidak dapat did tangnya suara para anggota DPR itu ket-- amkan begitu saja. POS PEMBACA Di mana para wakil rakyat itu ketka De- wan yang terhormat membahas Undang- undang Ketenagakerjaan yang notabene seharusnya membela hak-hak buruh yang paling mendasar? Dan masih segudang lagi pertanyaan untuk para anggota De wan, yang pada intinya mempertanyakan kenapa mereka tidak sevokal ketika mem- perjuangkan -hak pribadi mereka Tidak terlalu mengherankan kalau kemu- dan kita sering mendengar cemochten- tang para anggota Dewan yang dikatakan hanya menganut paham 4 D (datang. duduk, dengar dan duit). Kini, ketka para mantan anggota Dewan tu sudah menjadi rakyat biasa kembad, se- tidaknya mereka tahu bahwa betapa sak- itnya hati rakyat ketika hak-haknya tidak diperjuangkan, diperlakukan tidak adil atau ditipu oleh orang-orang yang seharusnya mereka percayai sepenuhnya. Beberapa persimpangan jalan KA perlu perhatian Mengingat pesatnya perkembangan atau seputar kota Solo akhir-akhir ini, maka perks perhatian khusus dan perenc i jalin KA, menjadi biang beberapa kall betal Gevin- Dewan Redakak Abood, Anggit Novgroho, Quirons, Roadho Untuk itu sudah sepatutnya kalau kita se karang mengingatkan para anggota De- wan yang baru dilantik itu agar bekerja lebih keras demi kepentingan rakyat yang mereka wak. Mau bersikap lebih kritis kalau melihat rakyat yang mereka wakili diperlakukan tidak adil, ditindas atau din- jak-injak haknya sebagai manusia. "Kami anggota DPRD I, Partai Persatuan Pembangunan siap menerima pengaduan, kehihan, saran dan kritik dari warga masyara kat Solo, Pemasangan papan nama itu dinilai sangat baik. Karena sebagal wakil rakyat harus tahu wilayahnya. Kehidun yang dapat ditangani secara langsung oleh walunya. Tidak seperti saluran pet, tidak ada tindak lanjutnya. Penulis ingin menambahkan, selain lewat masing-masing Fraksi Partai Persatuan yang jumlahnya hanya 15 orang, alangkah baiknya rion abmat Surat Khusus Seperti misalnya yang sudah ada yaitu Kotak Pos 5000 Sekretariat Negara hotel-hotel berbintang belakangan menjadi kota yang padat arus berf Hintasnya, karenanya perla segera dilainkan pembenahun jangan segel ler lumbat seperti kota-kota lain, adalah per- Jogia (Kadipiro), selalu men jadi bang kemacetan sebab sebagai persim truk lintas provinsi, 2. Pajang, Palur, merupakan karena seringnya KA Diharapkan untuk khususnya Solo, dengan melalui surat khusus ini permasalahan yang berada di wilayahnya dapat diatasi sendiri, tan- pa dari posat i tunin tangan melintas, &. Sedangkin Initas KA'ke Wonogiri di sepanjang Jl. Slamet Riyadi sampai Sängkrah hanya perlu ekstra hat-hati bagi t sinin KAverya Melalici promosl/pasang iklan/selebaran tetapi tidak s masalah berarti menyeluruh, masyarakat Solo dapat menys Untuk mengantisipasi beberapa permasala arakan hak-haknya yaitu melalui media pos, han perlintasan KA dengan jalanan umum di misalnya diberi nama Kotak Pos kuta Solo yang kian hari dan kan bertambah dengan nama Kotak Pos21 punya arti yaitu kepadatanya, saya berpendapat bahwa bebe "mengkirkan sara rakyat dalam era global rapa perlintasan yang padat seperti Joglo isasi dan era keterbokan". (Kadipiro), Purwosari, Jebres serta Pakur tame Untuk ampuknya surat- dalam semingg paknya perla direncanakan secara matang dengan dibuatkan "jalan layang" seperti apa masuk harus langsung ditanggapi, yang telah dilakukan oleh Pemda Yogyakarta, tumpukan surat yang masik tak tumpakan akan untuk mengantisipasi jalur lala lin "sampah" yang mengronwalon prigir- tas tra tar provinal atau bus tampaknya per direncanakan jalan lingkar ter t yang masuk harus disertai dengan indentitas yang lengkap, sehingga penelusuran Satya Andiwan Sapestra SH JL. Dr. Rajiman 306 A Surakarta 57141 Papan Nama PPP Solo Majalah berita mingguan Gatra edisi 11 Oktober 1997, No 47 tahin III memuat tentang wanguta DPRD Tingkat Kodys Frakl Partal Persun di rumahnya masing masing, dengan tuầsanc Mengapa penulis menyarankan seperti itu? menaruh perhatian bab kita sadari bahwa kota Solo. Pertama, karena sura rakyat benuar-benar diper- Curakarta) sebagai kota perdagangan dan posat hatikan, seperti apa yang telah dijanjikan juru budaya yang diduku lalu. Kedua, dengan adanya kotak pos, masyarakat lebih fatal lau rumah Solo dapat menyu Ketiga, enteri Kehakiman (Menkeh) Octojo M Oesman dalam kesempatan Sarasehan Up Sahih Pokok-Pokok Pikiran Golkar pada beberapa bulan lalu di Yogyakarta menys takan bahwa demokrasi akan tumbuh jika anggota masyarakat memiliki semangat egalitarian Semangat ini menubuhion slop terbuka, saling menghangal dan menghormati, mengutamakan kesion. Namun semangat ini bisa huntur ja kui nya unsur kekuasaan (baca pemerintah) dan orien tel kepada figur sentral. Harpon alcan semangat egalitarian dan mekanisme dekoratis terdesalt och persoalan birokr Merkeh memetakan bahwa selama ini pelaksanaan negara atas dasar hukum y diamanatkan UUD 1945 barryak terhambat oleh birokrasi yang berlebihan, sehingga menimbulkan kenyataan yang kontra pro- duktif, tidak efisien dan ketidakpastian hukum raninya. I rakyat tidak membe/ tangga dengan un ckut orang lain. Kabag Iklan Engky Harmani-Kabag Sirkula: Stefanus V. Genews-Staf Redaksi Ant Fajar Budi Sarjong, Dwi Asih 58. Dwiyatso, Imbang Pambus, Dindien Modiansyah, Mb Zal Aryadi, Mundaraya Nila Sofiati, Nani hoooo, Rahayu MI Yuri, Rochinewari, R. Widagko Soenarys, Sri Efiati,. Tristo Hery 5, Wahyu Saido, Yayus Yiw SiKlart, Sholeh Had (Semang), Sigit Ondian Parwiderto), Redaks/Perusahaan: L. Slamet Riyadi No 325 Solo 57142 Telp. (0271 724833-Pengaduan Iklan dan Sirkulasi: 0271) 724811-Rekening Solo A/C 0510000022217--Harga Langganan: Rp. 15.500 Rp. 4000 kom Rp.6.000/mm kokos, Kolem Rp. 2.500 Kelsargs Rp. 3.000mm kolon polieknya yang p Harya beginilah dapat menyuarakan hukaya dan tersalur pada tempatnya Tinopal kemasan dari Fraksi Partai Perutan Prenbangunan untuk menin klanjutinya. karakter hukum harus masuk dalam Diwatirkan pada terjadinya politisaal birokra seperti koncoisme (spał system) yang berakibat buh pengetahuan kita pka membahas prodak hukum wa birokrasi bukan menjadi alat pelayanan um, yang diberbilakan. Tanpa pengetahun ini kita tak per melainkan kepentingan pribadi. Untuk mengembe nahbeamempertadannya dengan keterbucur Ban binkonan sebagai sarana yang melayani pentining mengharga sikap mengutamakan kesamaan gan umum, perlu dilakukan reformasi birokrasi Yang lebih banyak tampuk justru sikap”unjuk kuasa" (bureaucratic reforstö yang intregral. pejabat, karena acap "kebal hulum" Pernyataan Menkeh ini menarik karena coba di segung pula mengenal hubungan antara hukum, birokrad dan demodziel tak begitu jelas, sehing ga agaknya diperlukan pembahasan lebih bakt, - Gatung A Budiarto Cinderejo Kidul RT 02/VII Solo 57134 Hulum Perdebatan terhadap isyu "negara berdasarkan hukum" dan "negara berdasarkan kekusan" adalah perdebatan yang tidak real dan konkret dalam membedah perkembangan negara di indonesia, w a negara (state) di negeringgerilsin. Yang perlu dimakan, tak ada keloun nepara yang tidak bertal-temali dengan hukum. Karena hu kum juga bukan segala-gakarya seperti adanyadenom ena memuja hukum (low fethissam) di trasyarakat, Perombakan dan pembaharuan hukum mecun juldan bahwa hukum bukanlah aparat yang harus dipuji-puja, apabila dinaloradoan. Hukum bisa dirom- GAGASAN mir Tohur, Pagoh Tri Hukum, birokrasi dan demokrasi Misalnya, beberapa kali perubahan kontak yang terjadi di Malaysia melaki referendum hanyalah indikuand balnea bakurn bukanlah yang sakal atau abadi sepanjang masa, tapi diperbaharui berdasarkan tuntutan perkembangan masyarakat Keberadusi hukum horas ditengrik berdasarkan sibatnya, apakah represif ataukah cukup afil Tak semua hukum mencerminkan keadilan, bahkan bisa ketimbang kome harga mudah lan: Display P Rp. 2.500 (0271) demonade ödaknya l sjalamencerminkan aparat represit. Karena itu, jika tampon berpegang pada hukum targa memper timbangkan unsur kalannya, maka kita terjebak dalam perilukou how dethisham yang fanatik. Dan karenanya segenap implicasinya p opp sebagai kelanjutan wajer Oconsel Meskipun persoalannya tidak pimpi inilah, terutama dari rakan coba diupan tul Dalam gelagat yang gambằng di kehidupan nikat tkapitalisme ditandal keman Mungkin kita bisa bayangkan diberlakukannya pasal-pasal karet (hastul artikelen) warisan kolo nial; Undang-undang (UL) Anti Subversi warisan Orde Lama, dan lima paket UU Pembangunan Poltik adalah contoh mengenal hukum yang bertalian dengan persoalan politik di bawah Orde Baru Belakangan ini pemerintah juga berusaha meng golan RUU Ketenagakerjaan yang justru paling bak mendapat protes, bukan saja dan kaum buruh bojalalıngan akademisi, LSM, praktisi hukum, mahasiswa, bahkan dari Serikat Pekerja Sekaruh. Indonesia (PSD). ung" (money oriented atau "orientasi keunt an" (profit oriente), setiap a dengan yang bekon Shadonya manua Peradaban modern yang disemangat dan dipacu kapitalisme, kini tampaknya sudah danoppe h tayong larg Seat ma forus diterima dan diland, nungan (nanggi yang akan diperoleh Dalam wadaya yang t Brokred Brokrasi memang sebuah persoalan yang rumit di Indonesia, Bagaimana menjadikan birokrand seba and pelayan kepentingan umum jelas sebuah perjo angying sangat berat. Aparat birokrasi pun sudah sering dikaitkan-kiton dengan kasus korupsi. Hahkan beberapa penelitian dan surval menun- jukkan birokrasi Indonesia dalam hal korupsi bera da di peringkat tertinsel. Sehingga wajar saja pla Menkirch Oetoja menyatakan bindenad menjadi sarana untuk memupuk kepentingan pribadi para birolonat Praldek dan pengembangan birokrasi yang berket han kerap menerabas batas-batas hukum yang berlaku, sehingga benar pula apa yang dikatakan Menkehmengenal terjadinya ketikpastian hukum Di sini aparat hukum seperti menghadapi kebin- gangan dalam i ngani pola kerja biroko yang akarakarya, tanpa man doporat yang lain yang terjebak dalam pola birokratisaná itu sendiri. Berkembangrym birokrati i berdampak kepada sihukum yang membatal nang gak warga spl Pemerintah senantiasa bisa melakukan larangan berkegiatan terhadap kelompok y dianggapnya tik menempuh prosesor birokrasi perizinatı. logia) sesungguhnya hanyalalı sekunder, tertier, quarter, dat beg bukan berk Kammal kapitalisme Hal ini diperinat dengan produk hukum yang diberlakukan seperti UU dan petunjuk pelaksanaan Karena itu, terlalu menyederhanakan masalah jika dikatakan bahwa demokrasi hanyalah persoalan hukum dan birokraal. Yang mau dikatakan justru Kapitalisme yang menyibukkan S aya setuju dengan uralan saudara J Sumar dianta di harian ini (Espos, 2/10) yang me Waluyo S Pradoto myoroti beberapa implikasi sosial dan kemasak, permanisme,pung, dsb, merupakan bukti-buk muslan oleh gejala memudarnya etika transenden- tinya Orientasi pada nin yang lebih tinggi dari tal dari peradaban manusia modern yang dise itu tidak tampak dan cenderung termarginalisasikan mangati dan dipacu oleh kapitalisme. dari kancah kehidupan masyar dins malan Topbehidupan. Dengan seorohyung cukup berani seorang teman mengatakan, sekaning ini dhuwit iku Gusti Allah sing ketok" (ang ini Tuhan yang tampok), sambil "menghor ngiberkon" lembaran uang dipegangnya. Meskipun begitu beberapa kekecualan tetap saja ada. Orang Jawa Peradaban yang bercorak demildan tentu saja menyebut sebagai yang "mol selaning gard debarka primip "lesenkalun" man Sumber daya diperebutkan secara kompetitif, yang kerapludi tak fair. Jika itu dan hanya itu maka soalnya hanyalah kalaha win. Dan tampaknya sudah menjadi rumus, di maru pun dan lopen pun, ada dalam satu kompetis soltak win pluk jadi Karena kapitalisme berkat poda isme-lumeyang bin pragmatisme, sekularisme, materialsme, ind vidalsme, dsb. Semua tin nafikan wgymop yang berbau transendental. Bagi pemeluknya, Yang lalah nonsense, karena unobservable yang ditempuh menang Cost of transendental). Padahal komitmen pada Orang dianggap berbobor" kalau mampu meloncat mang ingin menciptakan "kebahagian untuk seba dari lantai dar ke lantai teratas (dar loopral langsung yakunyaknya manta. Tetapi nadya ke jendral). Gejala inilahı y oleh para antropolog dramai mentalitas menerabes" (break throw men tality. Dan kini tampaknya sebagian ang "angkat top" terhadap orang-orang yang bermental demikian, dan menghargainya sebagai Tego han dan keuletan perjuangan. Pada urutannya gigih akses hidupon denang dikaitkan dengan seberapa banyak benda benda telah memilikd", tanpa perlu menelusuri dari Dalam semangat kapitalisme, uang tidak lagi mana dan bagaimana cara memperolehnya. Eric sekadar berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga Fromm dalam bulanya "The Revolution of Hope "ying! dijual-belikan Adanya (1909 menyabian, kapitalisme mendorong mano ameketion dan kemasan, sepadan dengan jalbell antar Gors) mata seperti dilakukan samemja homoconsumen yang nannya hanya harga Charkat dan spelulan George Soros, serta adanya lembaga p berkisar memilki lebih banyak dan mengo sebagai karya Tuhun yang berbesar uang/modal (basa), adalah beberapa contohnya, lebih banyak (to have mon Kebesaran dan kebaikan Jadi dan memilid dan menggunakan lebih banyak, 1 lign? tem lan oleh begering word (bentuk frik), sepi lebih Dalam semangat lopitaleme pola, ser Sampai pada tk munasa modern kapital dan, kapit ditentukan oleh un spiritualitas yang terpampang di kar rumah kita seakan berubah Istik mengalami kebingungan skolok merupakan pencara Nara menjadi dan e largesturar atau tidak langsung keconfine tidak mudah diun talon "ruga denganNya" Man intak segera memilkinys Outeka masih berada dalam longloungan kapitalisme. sia karena apek spiritualeys bulon fisalnya Diri perspekti dapat dilatalan bah Namun kini, perlahan its telah menyerahkan ke Iklan denga enarnya menyerbu lor sekalian waapa yang dilakukan kapitalisme ibont "mbo mudi kehidupan manusia kapitalisme yang dalam ko aspek kehidupan kita. Menjadikan kita lochilingan nu uong kalangan deleg sepele lalu mendorong manusia kehilangan yang pokolo Yang "wpele adalah benda-benda" (nater, yang "polod nilai-nilal (transendental)", "hikmah-keabadian (sephia perenni Selalu mencari Pemenangnya sela puks memild keung gudan. Sementara sejumlah lainerya terpuruk dalam kekalahan, nestapa dan kuka. Aplah semas imampu menciptalon kehalvgan sej" (allup pines) bagi manusia dan kemunustan sebanyak- yaknya? Ketahu gagal menciptakan kebahagia diep olge an, apalagi untuk sebanyak-banyak manusia. Mesk pon la mampu menciption "kekayaan untuk dan kecil manusia. Alhalih menciptakan kebahagian, yang terjad justru sindrom lopitalisme" (pitalism syndrome) berupac allenasi, deprivasi, depresi, bahkan psikopat hingea bunuh Semua itu telah menjadi monsa idupaws y g 'kerital dengan pernelaban kap utama di masyarakat negara-negara lop italisme-langt fast capitalism countries. i benda-benda dan porda nikad nilai. Açuls Ting *) Penulis adalah sta per FH Unlar Sok Nuwun Sewu Syed Muhammad al-Naquib al-Artan dalam bulan ya'damandeuleben" (1979 menyatakan manusia modem yang dimotori semangat kapitalisme senantiasa berhasrat untuk Sebumencari dan mencari tetapi tidak per nah menemukan, sedang yang ditemu tidak pernah memakan tujuan pencari in yang sesungguhnya". Pemekaran birokrasi yang terus terjadi selama ini pada semua tingkat memang menjadi kendala untuk menghasilkan produk-produk hukum yang adil. Karena, birokrasi yang terus bermekanan ini tidak berkepentingan dengan hukum yang adil. Bangkan saja belahatlardan UUA Subveni masih dipertahankan selama lebih 2 tahun Orde Baru Bahkan ditambah lagi dengan lima paket pembangunan politik dan NKK/BKK untuk kot puslampus pergunan tinggi. Lebih jauh lagi dita mpakkan oleh sikap dan pandangan "unjule kaasa", sehingga dihasilkan dua hal. spletn dan "mata duttan". Gejligjoks, nepodmekog korid un BENCANA SECELAKAAN KRISIS MONETER KELAPARAN Hendardi nya. Aparat birokrasi menghendaki warga sipil men hukum dan birokrasi hanyalah sebagian saja dari empah jalan yang telah ditetapkannya, dan tak jarang perabun demokrasi harus diakhiri dengan ang peliin. Bahkan kuncinya tidak terletak pada persoalan Watak birokrasi seperti itu memang bulan lagi kundan birokrasi, melainkan pada persoalan parts menjadi alat pelayanan kepentingan u umekinion partai politik, serikat-serikat buruh dan Ormas, gen justru terbakyakan warga yang harus meland ann a dan LSM, serta kemmandrin porazzalu kepentingan aparat birokonal. Antara birokrael dan dan kebebasan pers tugas melayani kepentingan umum telah bergeser nyaris 180 derajat. Sehingga "publik" —– gambaran adanya pelayanan kepentingan umum-bdak dapat tumbuh. Pertapa birokra bukan saja mengendalian kehidupan politike, ideologi dan lebadayaan, tapi yang lebih penting lagi adalah mengendalikan sumber sumber ekonomi. Loyalitas bahan terhadap atasan dipupuk dalam batang tubuh monoyalitas. Birokrasi menjadi mesin yang membentuk sistem politik dan badaya yang diopernillan untuk memenuhi kepentin gannya sendiri. n keinginan Kebutuhan dan adalah dan hal yang berbeda Kebutuhan batas tertentu, tapi daftar kringnan, selalu berlanjut, tak mengenal lates, tak pernah bent, vebekan pembut didar berhenti hidup. Seperangkat benda-benda yang makin bertam bahudald seloning sebagal apeme ‚ tetapi telah (salah) guna harga HALAMAN Kapitalisme mengajar marauska untuk seldir yang terbaru, tanpa perkil lepan, hakikat yang tertuan untuk apa? Dus ikutannya, menyebabkan pada dasarnya kapitalisme hanya i hidupan mandi (khirat), strip yang terbaru demiy newest). Dengan pada "lon" (seks ban terbaru kemudian sel lebih menyibuldun ketim Jurame)) Hopitalisme, oning sella "diharu lebih ensuah payah mendaki so bany "terdalski", karena "perjuangan hidup sebelum yang dan dharus) lebih cangelh dinginkan. Sebalikny ketimbang "yang-terdahulu. Ialah imp diajarkorjar untuk segera sampl el dramatis kapitlene ara dan jalannya tanpa sah payah M Memang secara umum persoalan demokrasi ber bilan dengan na hak tuk berserikat dan berpen dapat. Tapi a khusus dapat dikatakan hak bere ers. Di mana pun, organisa prid adalah hal pela land pencapan tan Organised yang paling penting adalah jartartal tiky g berkembang secara independen dari pemer intah, baik secara požek maupun secara firamisal. Organisasi ini tentu harus memperjuangkan inde pendesinya melalul partisipasi rakyat secara terus menemuis-bulan sekadar "portisques" lima tahun sekali Kedua, mekanya birokrasi dalam tuntutan pe menahan kepentingan sendiri mengakibatkan korup si dalam tubuh birokrasi merajela, temuk yang Kebebasan pers dan mengepresikan pikiran tetapi deluhion para pengusaha dengan ekonomi biaya masih menjadi masalah yang tak kalah pelik tinggi”. Hukum yang dihilikannya sendiri bisa saja. – Pemerintah masih memakai politik SIUPP dan per- tak dipenuhinya, apalagi ketika harus berhadapan Ingatan terhadap media masa yang diungop"nakoľ dengan warga sipil, di mana i sipil inilah yang dalam memberitakan atau membentuk opini. Sekin justru melayani kepentingan aparat birokrasi. pers, pemerintah juga tak jarang melakukan Demokraal pelarangan atas buku-buku dan penerbitan lainnya Persoalan demokrasi jaga satu hal yang kom yang dinilal "menyimpang pleks. Demokraeli tak hanya bagian persoalan hukum dan birokrasi, tapi] i meliputi persoalan ABRI, Pemerintah, kebudayaan MPR dan DPR, partapar ta politik, writikat bunch dan organisani ma sa kemandirian pengusaha, kebebasan pers, serta LSM dan maha Penjelasan di atas hanyalah untuk menegaskan halwa demokravid, hulum yang adil, serta birokrasi yang benih bukanlah Tuah yang serta-merta jatuh dari langit, melainkan harus diperjuangkan dari bewah secara kolekti Organisa lain yang patut dipertimbangkan adalah organised massa, terutama serika serikat bunuh dan pengusaha. Buruh secara sosial adalah golongan paling berkepentingan dengan demokratisasi, kars na dapat meningkatkan bargainnya dalam menen tulon lampalatan kerja Para pengusaha yang menen targ koupeljata bisa berkembang menjadi tan demokratis Selebihnya organel-organisasi kemahi yang menemukan kesadaran sosialnya yang tepat. serta kalangan ISM sadar diri akan posisiny bisa menjadi penopang gerakan massa demokratis Geralon malundswa yang berbasis puustilah lebih kuat ketimbang yang tercerabut. *) Perks adalah Direktur Eksekutif PRI Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asari Matusia lodonesia) sejati tak pernah mau berjalan sele hun Jarak keduanya dekad (bercelah Dengan demik MUI Sola kirim surat dukung penutupan Resosia Nash Sir seharvenya sudah makan je Di Sragen, harimau lar ditangkap wargs. Segala hal yang lar memang selalu bemasih kurang • Dropping pakan terlambat, peternak sapi Wonogirt menjerit Tapi, jangan at dicen makan rumput aking Kang Mase-
