Babad Mangir merupakan suatu karya naratif yang berakar pada tradisi babad Jawa klasik, sebuah bentuk sastra historiografis yang menggabungkan unsur sejarah, legenda, dan mitos dalam bentuk prosa atau tembang. Dalam versi yang disusun atau dikurasi oleh Gunawan, buku ini merekonstruksi kembali kisah Ki Ageng Mangir dan konflik sosial-politikal pada masa awal dominasi Mataram Islam, dengan menjadikan tokoh-tokoh seperti Mangir, Panembahan Senapati, serta para figur lain sebagai pusat narasi yang mencerminkan ketegangan antara otonomi lokal dan hegemoni kerajaan. Buku ini, selain menghidupkan kembali warisan lisan dan teks klasik, juga memberikan wawasan tentang peran identitas lokal dalam pembentukan struktur kekuasaan Jawa abad ke-16.
“….. Buat apa mengabdikan manusia terkutuk, tidak membuat kebaikan malah membuat celaka.” Hlm.161
Judul : Babad Mangir : Kisah dan Sejarah Ki Ageng Mangir