Novel karya Eka Kurniawan ini mengisahkan kehidupan Dewi Ayu dan keturunannya sebagai representasi trauma kolektif masyarakat Indonesia akibat kolonialisme, kekerasan politik, dan patriarki. Melalui gaya penceritaan non-linear dan simbolik, Eka Kurniawan menyingkap relasi antara tubuh, kekuasaan, dan ingatan sejarah, sekaligus menantang wacana moral konvensional tentang kecantikan, seksualitas, dan penderitaan.
‘’… Jangan biarkan orang-orang miskin ini menjadi marah, orang lapar yang marah tak akan ada yang sanggup menghadapinya. ’’ Hlm.250