Cerita tentang ketulusan seseorang dalam mencintai dan memperjuangkan hubungan yang ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Buku ini menggambarkan bagaimana seseorang rela memberikan waktu, perhatian dan perasaannya secara sepenuh hati, tetapi pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa tidak semua ketulusan akan dibalas dengan cara yang sama. Dia terluka dan menyembuhkan dirinya sendiri, bertahan meski yang ditunggu memilih pergi dan pada akhirnya menjadi sadar jika selama ini tulus pada orang yang salah dan mencintai sepanjang rasa kalah.
“Kamu pernah berusaha jadi tetes air untuk orang yang menyimpan laut dalam dirinya. Kamu pernah mencoba menciptakan ramai untuk orang yang menyediakan pesta dalam dirinya. Kamu hanya jadi debu di antara hamparan pasir yang ia miliki.” (Hlm. 27)