{"id":1233,"date":"2012-09-17T07:24:21","date_gmt":"2012-09-17T07:24:21","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=1233"},"modified":"2012-09-17T07:24:21","modified_gmt":"2012-09-17T07:24:21","slug":"harta-karun-diantara-tumpukan-koran-dan-majalah-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/harta-karun-diantara-tumpukan-koran-dan-majalah-kuno\/","title":{"rendered":"\u201cHarta Karun\u201d Diantara Tumpukan Koran dan Majalah Kuno"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Siapa tak mau harta karun?<strong> <\/strong><strong>Harta karun<\/strong>\u00a0adalah sejumlah besar\u00a0<a title=\"Harta\" href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harta\">harta<\/a>\u00a0atau kekayaan lain yang tersembunyi, maupun yang ditemukan namun tidak diketahui asal-usulnya <em>(<\/em><a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harta_karun\"><em>http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harta_karun<\/em><\/a><em>)<\/em>. Harta yang umumnya berupa perhiasan emas atau logam mulia lainnya yang terpendam dalam tanah puluhan atau ribuan tahun lalu yang bisa menjadikan pemiliknya kaya raya. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkannya. Namun, tak sedikit orang yang tertipu dengan dengan membeli \u201cpeta harta karun\u201d palsu yang tak lebih akal-akalan para penipu saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Koran Kuno yang bagi sebagian orang hanya menjadi sampah atau barang bernilai guna rendah (<em>rongsok)<\/em> justru dapat menjadi harta karun yang tak ternilai harganya. \u201c<em>Salah satu yang dapat menambah pengetahuan anak adalah stand pameran majalah dan koran kuno.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<em>Di sekolah, anak (dan juga kita dulu saat masih sekolah) dalam pelajaran sejarah pernah mendengar nama koran \/ majalah<\/em><em>\u00a0<\/em><em>Fikiran Ra&#8217;jat, Soeloeh Ra&#8217;jat Indonesia,<\/em><em>\u00a0<\/em><em>atau koran zaman Belanda<\/em><em>\u00a0<\/em><em>DeLocomotief.\u201d <\/em><em>s<\/em>eperti yang ditulis dalam blog (<a href=\"http:\/\/holiparent.blogspot.com\/2012\/07\/menemani-anak-melihat-majalah-koran.html\"><em>http:\/\/holiparent.blogspot.com\/2012\/07\/menemani-anak-melihat-majalah-koran.html<\/em><\/a>).<\/p>\n<figure id=\"attachment_1235\" aria-describedby=\"caption-attachment-1235\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/web1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1235\" title=\"blog\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/web1-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1235\" class=\"wp-caption-text\">Beberapa blog yang menjual surat kabar dan majalah kuno<\/figcaption><\/figure>\n<p><!--more-->Sedangkan disalah satu <em>online shop <\/em>Koran kuno dibandrol dengan nilai Rp.500.000.000,-(Lima Ratus Juta) per eksemplar. Tak hanya nilai fisiknya namun informasi sejarah yang pernah tercatat didalamnya menjadi \u201cHarta Karun\u201d . Lihatlah dibeberapa <em>blog <\/em>atau <em>website <\/em>yang menjual barang atau koleksi langka, koran dan majalah kuno tak kalah nilai jualnya dengan perhiasan emas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1237\" aria-describedby=\"caption-attachment-1237\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1237\" title=\"toba\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1-300x136.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"136\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1-300x136.jpg 300w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1-768x348.jpg 768w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1-1024x464.jpg 1024w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1-400x181.jpg 400w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/toba1.jpg 1034w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1237\" class=\"wp-caption-text\">Iklan disalah satu Online Shop<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ratusan bahkan jutaan eksemplar koran dan ratusan diantaranya termasuk koran kuno menjadi koleksi Monumen Pers Nasional seperti <strong>DELOCOMOTIFE<\/strong> th. 1938, <strong>Kia Pao<\/strong> th.1951, <strong>Mata-hari<\/strong> th.1935 dan masih banyak yang lainnya. Sayangnya tak banyak orang mau menggali \u201cHarta Karun\u201d diantara tumpukan koran dan majalah kuno itu, mengangkat informasi dan sejarah didalamnya menjadi sesuatu bernilai <em>komersil<\/em> seperti <em>Google<\/em> atau <em>Wikipedia<\/em>. Siapa mau \u201cHarta Karun\u201d?\u2026 <em>observasi<\/em> di Monumen Pers Nasional. (Eti Kurniasih).\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa tak mau harta karun? Harta karun\u00a0adalah sejumlah besar\u00a0harta\u00a0atau kekayaan lain yang tersembunyi, maupun yang ditemukan namun tidak diketahui asal-usulnya (http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Harta_karun). Harta yang umumnya berupa perhiasan emas atau logam mulia lainnya yang terpendam dalam tanah puluhan atau ribuan tahun lalu yang bisa menjadikan pemiliknya kaya raya. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkannya. Namun, tak sedikit orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1233","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1233"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}