{"id":1719,"date":"2013-04-08T06:32:15","date_gmt":"2013-04-08T06:32:15","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=1719"},"modified":"2013-04-08T06:32:15","modified_gmt":"2013-04-08T06:32:15","slug":"sang-otodidak-marthias-dusky-pandoe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/sang-otodidak-marthias-dusky-pandoe\/","title":{"rendered":"Sang Otodidak, Marthias Dusky Pandoe"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" align=\"center\"><strong>Wartawan Tiga Jaman<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika penulis berkunjung dikediamanannya Jalan Karet Padang, \u00a0beliau sedang istirahat siang. Pria sepuh yang tahun ini\u00a0 genap berusia 83 tahun, dipenghujung usia senjanya\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0wartawan tiga zaman: orde lama, orde baru dan reformasi masih aktif menulis di salah satu harian di kota Padang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memakai sarung warna coklat dan kaus warna krem Marthias Dusky Pandoe (MDP) membalas salam penulis, gurat wajah rentanya masih \u00a0menyinarkan semangat dan keakraban \u00a0ketika penulis mengenalkan diri dan maksud kedatangan mengunjungi beliau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wartawan senior yang sudah pensiun dari harian Kompas ini tak ingin berhenti menulis. Baginya menulis memberikan kehidupan menjadi lebih berarti sehingga dapat memberi manfaat bagi orang lain.<a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1720\" alt=\"mdp1\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp1.jpg\" width=\"311\" height=\"220\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp1.jpg 311w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp1-300x212.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 311px) 100vw, 311px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dMenulis untuk terhindar dari kepikunan,\u201d ujar MDP. \u201dSaya menulis sampai diusia senja, tantangan bagi generasi muda untuk lebih produktif di usia muda.Saya menjadi wartawan tanpa ijazah. Ini tantangan bagi mereka yang mengantongi ijazah perguruan tinggi, lebih-lebih jurusan jurnalistik, publistik, komunikasi massa, apalagi didukung fasilitas teknologi yang demikian canggih, seharusnya wartawan muda harus mampu meningkatkan pengabdian dan karya jauh lebih berbaik dan berkualitas \u201c lanjutnya.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beliau telah meluncurkan dua buah buku yaitu:\u00a0 A Nan Takana (Kompas, 2001) yang terjemahan\u00a0 bebasnya dalam bahasa Indonesia , \u201cApa yang Teringat\u201dmerupakan memoar beliau sebagai wartawan, sedang buku keduanya Jernih Melihat Cermat Mencatat\u00a0 (Kompas 2010) merupakan antologi junalistik beliau dan sedang dalam proses penggarapan \u201cMenunggu\u00a0 Maut\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDiusia\u00a0 sekarang ini saya telah memperoleh tanda-tanda bertemu dengan maut, yakni tenaga\u00a0 melemah, kepala\u00a0 penuh uban, pendengaran tidak nyaring, sering pelupa, jalan kaki tertatih-tatih, meski demikian \u00a0alhamdulillah belum pakai tongkat, \u00a0pada tahun\u00a0 2000 saya pernah dapat sakit stroke akut, sehingga dirawat inap tiga bulan di rumah sakit, sebulan di RS Yos Sudarso Padang, dan dua bulan di RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta, dibawah pengawasan dokter ahli Misbach Jusuf. Sekarang akibat gangguan pada tumit tidak lagi mampu berjongkok Jawabnya ketika penulis menanyakan perihal buku ketiganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Saya hidup dengan hidup\u201d, lanjutnya. \u00a0\u201cArtinya dalam kehidupan saya selalu beraktivitas untuk hal-hal yang baik. Saya\u00a0 mati dengan hidup. Artinya jika saya\u00a0 meninggal, mudah-mudahan , apa-apa yang\u00a0 ditinggalkan tetap hidup dalam masyarakat. Jangan hendaknya\u00a0 meninggal sekaligus mati pula amal ibadah yang ditinggalkan\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1723\" aria-describedby=\"caption-attachment-1723\" style=\"width: 350px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp21.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1723\" alt=\"Dua buah buku karya Marthias Dusky Pandoe\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp21.jpg\" width=\"350\" height=\"236\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp21.jpg 350w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/mdp21-300x202.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 350px) 100vw, 350px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1723\" class=\"wp-caption-text\">Dua buah buku karya Marthias Dusky Pandoe<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">MDP, \u00a0lahir di kampung Lawang, kecamatan Matur, \u00a0Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 10 Mei 1930. Karier jurnalistiknya dimulai pada 1953 dalam koran sore \u201cKeng Po\u201d. Kemudian pindah ke Pemandangan, Abadi, Aman Makmur, dan tahun 1970 bergabung dengan Kompas sampai pensiun tahun 1998.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Saya sangat bersyukur dengan profesi sebagai wartawan yang telah menghantarkan melihat negara lain seperti: Saudi Arabia,\u00a0 Mesir, \u00a0beberapa negara\u00a0 Asia (termasuk Brunei Darussalam dan Serawak),\u00a0 Australia \u00a0Barat dan Timur, serta\u00a0 daratan Tiongkok\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MDP dikarunia tujuh orang anak 2 perempuan 5 lelaki dan 1 anak angkat dari kesemuanya itu ia memperoleh 12 orang cucu. Beliau dikenal sebagai wartawan yang rajin dan\u00a0 teliti mencatat secara detil , segala macam kegiatan mulai dari jam, hari, nama kegiatan pada buku notes kecil yang selalu dibawanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ismet Fanani MD, salah seorang pengurus PWI Cabang Sumatera Barat menyatakan kekagumannya akan sosok MDP, kepada penulis ia mengatakan,\u00a0 \u201cSangat sulit menemukan wartawan sekelas beliau, wartawan otodidak, yang memiliki integritas tinggi terhadap pekerjaannya dengan ketelitian dan kecermatan dan pengabdian terhadap profesi yang digelutinya\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBagi saya yang paling berharga dan\u00a0 menentukan dalam berkarir sebagai wartawan adalah: integritas, jujur pada diri sendiri, keikhlasan dan \u00a0dengan hati\u201d. katanya mengakhiri wawancara di siang itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wartawan Tiga Jaman Ketika penulis berkunjung dikediamanannya Jalan Karet Padang, \u00a0beliau sedang istirahat siang. Pria sepuh yang tahun ini\u00a0 genap berusia 83 tahun, dipenghujung usia senjanya\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0wartawan tiga zaman: orde lama, orde baru dan reformasi masih aktif menulis di salah satu harian di kota Padang. Memakai sarung warna coklat dan kaus warna krem Marthias Dusky [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1719","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1719"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1719\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}