{"id":1805,"date":"2013-05-27T05:02:58","date_gmt":"2013-05-27T05:02:58","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=1805"},"modified":"2013-05-27T05:02:58","modified_gmt":"2013-05-27T05:02:58","slug":"kebangkitan-nasional-dan-kebangkitan-reformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/kebangkitan-nasional-dan-kebangkitan-reformasi\/","title":{"rendered":"KEBANGKITAN NASIONAL DAN KEBANGKITAN REFORMASI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bisa jadi \u00a0sebuah kebetulan apabila peristiwa kebangkitan nasional hampir berbarengan kejadiannya dengan reformasi, sama \u2013sama terjadi dibulan mei, \u00a0yang menjadi pembeda hanya kurun tahunnya yang selisih delapan puluh tahunan, dan bila \u00a0kebangkitan nasional \u00a0terjadi\u00a0 diera kolonialisme sedang reformasi di era otorianisme<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kurang lebih 13.000 pulau dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai ragam adat istiadat, budaya, bahasa\u00a0 dan agama. Adalah tidak mudah menyatukan visi dan misi yang sama membentuk sebuah negara persatuan yang kuat dan berdaulat. \u00a0Untuk itu diperlukan sebuah semangat persatuan dan kesatuan yang kita kenal dengan <i>Bhineka Tunggal Ika<\/i>\u00a0 walaupun berbeda-beda tetaplah satu jua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebhinekaan bagi bangsa kita adalah sebuah keniscayaan, agar tidak hanya menjadi slogan belaka, Bhineka Tunggal Ika harus benar-benar dapat menjiwai perilaku seluruh rakyat Indonesia. Yang akan \u00a0menumbuhkan \u00a0semangat jiwa dan rasa kebangsaan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1806\" aria-describedby=\"caption-attachment-1806\" style=\"width: 138px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/harkitnas.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1806\" alt=\"rieski.worldpress.com\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/harkitnas.jpg\" width=\"138\" height=\"165\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1806\" class=\"wp-caption-text\">rieski.worldpress.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><!--more-->Kebangkitan Nasional<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal 20 Mei 1908 dibentuknya organisasi Budi Utomo merupakan tonggak perjuangan yang bersifat kebangsaan, \u00a0105 tahun yang lalu adalah rentang waktu yang lama, meskipun sebagian menganggap hal tersebut tidak mewakili Indonesia secara keseluruhan karena hanya sebatas Jawa dan Madura dan itupun dikalangan priyayi. Mari kita singkirkan silang sengketa tersebut, karena kita butuh momentum untuk membangkitkan jati diri bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Boedi Oetomo didirikan oleh Dr Soetomo\u00a0 bersama\u00a0 dengan mahasiswa STOVIA \u00a0(<i>School tot Opleiding van Indische Artsen<\/i>), Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji, sebagai respon terhadap gagasan \u00a0Dr. Wahidin Soediro Hoesodo, \u00a0pada mulanya bukan organisasi politik, tetapi lebih kepada organisasi\u00a0yang bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan seiring waktu Boedi Oetomo kemudian menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk kemerdekaan Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita kembali kepada sejarah, Kebangkitan Nasional merupakan peristiwa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme diikuti dengan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Selama masa penjajahan semangat Kebangkitan Nasional tidak pernah muncul hingga berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikuti ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Kebangkitan Refomasi<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bolehlah orde baru menyatakan diri sebagai bentuk koreksi terhadap penyelewengan yang dilakukan ordelama, maka reformasi dilakukan untuk mengkritisi sepak terjang orde baru yang cenderung otoriter. 6 \u00a0tuntutan\u00a0 yang dikumandangkan oleh pejuang \u00a0reformasi yaitu:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Penegakan supremasi hukum<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pemberantasan KKN<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pengadilan Mantan Presiden Soeharto dan kroninya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Amandemen Konstitusi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pencabutan Dwi fungsi Abri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pemberian otonomi seluas-luasnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Diantara tuntutan diatas ada beberapa yang dapat dipenuhi, seperti pencabutan dwi fungsi Abri, , pemberian otonomi seluas-luasnya , Amandemen konstitusi agak kebablasan sementara untuk penegakan hukum dan pemberantasan KKN masih sebagian, sedang pengadilan mantan presiden Soeharto dan kroninya ?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reformasi 1998 yang telah begulir 15 tahun, seperti kehilangan arah dan tidak sesuai seperti yang diharapkan para pencetus, bahkan cenderung seperti bola liar yang menabrak kesana kemari kehilangan arah dan tujuan. Mereka yang dulu vokal, namun setelah mendapatkan tempat menjadi diam seribu basa. Masing-masing seolah telah sampai pada titik akhir perjuangan dan sekarang saatnya menikmati hasil perjuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bila Reformasi dianalogikan sebagai lokomotif yang berjalan direl yang benar, sayangnya\u00a0 \u00a0tapi di gerbong belakang banyak dimuati oleh penumpang gelap\/ petualang yang setiap saat dapat menyelinap masuk dan turun ditempat yang ia suka berdasarkan kepentingannya. Mereka tidak peduli dengan apapun yang terjadi yang penting bagi mereka adalah bagaimana kepentingannya dapat terakomodasi. Regulasi apapun tidak ada pengaruh bagi mereka termasuk menyingkirkan landasan yang telah dibangun oleh generasi terdahulu : Pancasila, UUD 45,Bhineka\u00a0 Tunggal Ika dalam kerangka NKRI<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Momentum<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengembalikan Reformasi kekhitahnya adalah menjadi tanggung jawab penyelenggara negara dan masyarakat, lebih-lebih dengan kondisi carut marut negeri ini, partai politik harus segera mereformasi diri, bila ingin tetap ingin berkiprah, tidak hanya sebagai alat untuk memperkaya diri dan kelompoknya dengan melanggar segala macam norma dan aturan. Bangsa ini membutuhkan ketauladan dari para penguasa, visi yang jelas dan akurat,dan tidak menjadikan rakyat hanya\u00a0 sebagai kelinci percobaan. Korupsi, oligarki, konflik sosial yang tumbuh subur, ditambah politik dinasti yang menjadi menjangkiti sistem politik dan pemerintahan harus dienyahkan bila tidak ingin berkubang dalam lumpur ketidakpastian dan sikap apatisme masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebangkitan Nasional dan\u00a0 kebangkitan Reformasi adalah\u00a0 bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketertinggalan, bangkit dari ketidakadilan, bangkit dari kemiskinan dan kebodohan. \u00a0Sekarang saatnya seluruh elemen bangsa bersinergi membuat rumusan baru untuk mengembalikan negara ini ke jalur cita-cita bersama sebagaimana yang diamanatkan Pancasila dan UUD 45, dengan\u00a0 menjadikan peringatan Harkitnas \u00a0dan Reformasi 2013 sebagai momentum untuk bangkit .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Supardi, S.Sos)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisa jadi \u00a0sebuah kebetulan apabila peristiwa kebangkitan nasional hampir berbarengan kejadiannya dengan reformasi, sama \u2013sama terjadi dibulan mei, \u00a0yang menjadi pembeda hanya kurun tahunnya yang selisih delapan puluh tahunan, dan bila \u00a0kebangkitan nasional \u00a0terjadi\u00a0 diera kolonialisme sedang reformasi di era otorianisme Kurang lebih 13.000 pulau dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai ragam adat istiadat, budaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-1805","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1805\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}