{"id":2312,"date":"2014-09-29T06:39:25","date_gmt":"2014-09-29T06:39:25","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=2312"},"modified":"2014-09-29T06:39:25","modified_gmt":"2014-09-29T06:39:25","slug":"monumen-pers-nasional-gelar-seminar-independensi-pers-pada-pemilu-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/monumen-pers-nasional-gelar-seminar-independensi-pers-pada-pemilu-2014\/","title":{"rendered":"Monumen Pers Nasional Gelar Seminar \u201c Independensi Pers pada Pemilu 2014\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Surabaya, 25\/09\/2014. Monumen Pers Nasional bekerja sama dengan Departemen Komunikasi Universitas\u00a0 Erlangga Surabaya, menggelar : Seminar Perkembangan Pers di Indonesia,\u201cIndependensi Pers pada Pemilu 2014\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seminar Nasional sehari\u00a0 diikuti oleh lebih seratusan orang dari civitas akademika\u00a0 Universitas Erlangga, organisasi masa, instansi terkait dan wartawan media masa, menampilkan \u00a0Soenaryo Direktur PMP (Pengelolaan Media Publik) mewakili Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kominfo sebagai Keynote Speaker,\u00a0 \u00a0sedang pembicara : \u00a0Syukri Batubara Staf Ahli Bidang Hukum Kominfo, Suko Widodo dosen\u00a0 Ilmu Komunikasi Universitas Erlangga dan sebagai moderator Nurul Ratna Sari dari Departemen Komunikasi Universitas Erlangga .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Monumen Pers Nasional Suminto Yuliarso dalam sambutannya menginformasikan Monumen Pers Nasional merupakan tempat bersejarah lahirnya organisasi wartawan (PWI) yang berkongres pada tanggal 9 Februari 1946. Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kominfo, Monumen Pers Nasional\u00a0 mempunyai tugas dan fungsi mendokumentasikan bukti terbit media cetak di Indonesia dan mendiseminasikannya kemasyarakat luas, sampai saat lebih dari 560 judul surat kabar dan majalah atau lebih 1.500.000 eksemplar bukti terbit media\u00a0 didokumentasikan sebagian diantaranya telah di alih mediakan dengan digitalisasi. Ia mengharapkan dengan seminar ini dapat menjadi sarana publikasi agar \u00a0Monumen Pers Nasional makin dikenal masyarakat \u00a0Surabaya sekitarnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2313\" aria-describedby=\"caption-attachment-2313\" style=\"width: 256px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2313\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya1.jpg\" alt=\"Direkrtur PMP sebagai Keynote speaker\" width=\"256\" height=\"193\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2313\" class=\"wp-caption-text\">Direkrtur PMP sebagai Keynote speaker<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Soenaryo dalam paparanya mengatakan, \u201cPerkembangan pers di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang mengalami pasang surut pada era sebelum kemerdekaan pers Indonesia\u00a0 disebut sebagai pers perjuangan, pada masa orde baru disebut sebagai pers \u00a0pembangunan dan pada masa reformasi merupakan era kebebasan pers. Tidak ada hak kominfo \u00a0mengekang kebebasan \u00a0pers\u00a0 karena dilindungi oleh UU No.40\u00a0 tahun 1999 seperti terdapat pada \u00a0ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Lebih lanjut Sunaryo mengatakan perkembangan media ternyata \u00a0tidak seiring dengan perkembangan politik, ekonomi dan sosial; Media dan IT kurang melakukan peran memberikan pencerahan politik 2014 dan sepertinya \u00a0media \u201cmerupakan bagian masalah dalam kehidupan berdemokrasi ?\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_2314\" aria-describedby=\"caption-attachment-2314\" style=\"width: 264px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2314\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya2.jpg\" alt=\"Seorang Peserta mengajukan pertanyaan\" width=\"264\" height=\"199\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2314\" class=\"wp-caption-text\">Seorang Peserta mengajukan pertanyaan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta seminar tentang siapa yang mengawasi dan mengontrol media bila media berfungsi sebagai alat kontrol? Syukri Batu Bara menjelaskan, \u00a0\u201c Tugas Kominfo hanya sebatas membuat regulasi dan aturan, Kominfo tidak berhak untuk mengawasi pers apalagi memberi sanksi terhadap pers yang nakal\u201d. Fungsi tersebut sepenuhnya diamanahkan kepada Komisi Penyiaran Dewan Pers, dan masyarakat. Masyarakatlah yang \u00a0berhak untuk menyatakan keberatannya terhadap pemberitaan pers baik secara langsung kemedia bersangkutan maupun melaui Komisi Penyiaran Dan Dewan Pers, bahkan perkembangan pers yang begitu pesat pada era reformasi sangat ditentukan oleh masyarakat, begitu banyak penerbitan media\/ pers \u00a0gulung tikar dikarenakan tidak lagi dibutuhkan masyarakat, pungkas Syukri Batubara.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2315\" aria-describedby=\"caption-attachment-2315\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2315\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya3-300x226.jpg\" alt=\"Dari Kiri ke kanan Syukri Batubara, Nurul Ratna Sari,  Suko Widodo\" width=\"300\" height=\"226\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya3-300x226.jpg 300w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/surabaya3.jpg 317w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2315\" class=\"wp-caption-text\">Dari Kiri ke kanan Syukri Batubara, Nurul Ratna Sari, Suko Widodo<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi keprihatinan salah seorang peserta mengenai sangat sedikitnya wartawan yang mempunyai latar belakang pendidikan komunikasi, Suko Widodo menjelaskan, \u201c Hal ini disebabkan mungkin mereka studi di komunikasi bukan karena \u00a0panggilan jiwa dan minimnya kemampuan menulis, salah satu syarat wartawan adalah ia harus rajin menulis dan siap menghadapi presur kerja dengan intensitas tinggi\u201d. Berkaitan dengan Indepedensi media, \u00a0Suko memaparkan, \u00a0pada pemilu 2014 khususnya Pilpres 2014 dapat dilihat keberpihakan media terhadap salah satu kontestan, masing-masing media \u00a0baik cetak, elektronik maupun media sosial sepertinya beropini mengarahkan masyarakat untuk memilih pihak yang didukungnya. \u00a0Seharusnya media dalam kondisi apapun harus siap melaksanakan \u00a0tugas mulianya sebagai unsur pendidikan politik yang memberikan pencerahan terhadap khalayak tidak hanya sebagai pemberi informasi dan hiburan saja. Namun meskipun demikian keberpihakan media memang tidak dapat dihindarkan apalagi kalau pemilik media merupakan penguasa yang pengusaha dan simpatisan salah satu partai politik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhir sesion\u00a0 Nurul menyimpulkan Independensi (sebagian) media pada pemilu 2014 mengalami distorsi karena media kurang mempedulikan netralitas dan keberimbangan dalam pemberitaan, sehingga tidak mampu memaksimalkan perannya memberikan \u00a0pencerahan \u00a0demokrasi kepada masyarakat luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya, 25\/09\/2014. Monumen Pers Nasional bekerja sama dengan Departemen Komunikasi Universitas\u00a0 Erlangga Surabaya, menggelar : Seminar Perkembangan Pers di Indonesia,\u201cIndependensi Pers pada Pemilu 2014\u201d Seminar Nasional sehari\u00a0 diikuti oleh lebih seratusan orang dari civitas akademika\u00a0 Universitas Erlangga, organisasi masa, instansi terkait dan wartawan media masa, menampilkan \u00a0Soenaryo Direktur PMP (Pengelolaan Media Publik) mewakili Dirjen Informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2312","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2312\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}