{"id":2391,"date":"2015-01-13T08:50:23","date_gmt":"2015-01-13T08:50:23","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=2391"},"modified":"2015-01-13T08:50:23","modified_gmt":"2015-01-13T08:50:23","slug":"monumen-pers-nasional-peluang-destinasi-favorit-bus-tingkat-werkudara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/monumen-pers-nasional-peluang-destinasi-favorit-bus-tingkat-werkudara\/","title":{"rendered":"Monumen Pers Nasional, Peluang Destinasi Favorit Bus Tingkat Werkudara"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_2392\" aria-describedby=\"caption-attachment-2392\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/werkudara.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2392\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/werkudara-300x169.jpg\" alt=\"Foto dok. mpn\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/werkudara-300x169.jpg 300w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/werkudara-768x432.jpg 768w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/werkudara-400x225.jpg 400w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/werkudara.jpg 831w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-2392\" class=\"wp-caption-text\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Foto dok. mpn<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengelola Monumen Pers Nasional (MPN) Surakarta menyambut baik ide, museum itu menjadi salah satu jujugan bus wisata Werkudara. Dengan memasukan MPN sebagai salah satu destinasi pemberhentian sementara bus tingkat, maka masyarakat yang menumpang bisa melihat dari dekat museum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIde yang bagus. MPN menerima dengan terbuka jika pengunjung bus tingkat akan mampir ke sini,\u201d kata Kepala Monumen Pers Nasional Surakarta, Suminto Yuliarso, Selasa (13\/1).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mendatangkan secara khusus masyarakat, anak-anak untuk mengetahui, dan mengapa MPN didirikan di Solo. \u201cApa koleksinya? Pastinya akan memberikan pengalaman tersendiri. Tak kenal maka tak sayang. Kami antusias bila masyarakat berkunjung,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suminto Yuliarso memaparkan, pada 2014, jumlah pengunjung museum yang menyimpan koleksi benda, barang, dan kegiatan jurnalistik di Indonesia mencapai 50 ribu. Mayoritas pengunjung adalah masyarakat, pelajar, mahasiswa, insan pers dan berasal dari luar Solo. \u201cSayang banyak juga orang Solo yang belum mengenal MPN.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menaruh harapan bila ada ide bus tingkat Werkudara mau dimampirkan ke MPN. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakart, Yosca Herman Soedrajad menyatakan, bus tingkat bisa saja menuju MPN. \u201cBisa namun tidak bisa melintas di Jalan Yosodipuro, tetapi nanti belok di bundaran (depan MPN),\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber :\u00a0http:\/\/berita.suaramerdeka.com\/monumen-pers-nasional-peluang-destinasi-favorit-bus-tingkat-werkudara\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengelola Monumen Pers Nasional (MPN) Surakarta menyambut baik ide, museum itu menjadi salah satu jujugan bus wisata Werkudara. Dengan memasukan MPN sebagai salah satu destinasi pemberhentian sementara bus tingkat, maka masyarakat yang menumpang bisa melihat dari dekat museum. \u201cIde yang bagus. MPN menerima dengan terbuka jika pengunjung bus tingkat akan mampir ke sini,\u201d kata Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2391","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2391\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}