{"id":3576,"date":"2019-05-11T00:32:57","date_gmt":"2019-05-11T00:32:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=3576"},"modified":"2019-06-11T00:34:39","modified_gmt":"2019-06-11T00:34:39","slug":"soeloeh-rajat-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/soeloeh-rajat-2\/","title":{"rendered":"SOELOEH RA\u2019JAT"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"384\" height=\"545\" src=\"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/00\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aaaaaaaaa-e1557129441765.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3499\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aaaaaaaaa-e1557129441765.png 384w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/aaaaaaaaa-e1557129441765-211x300.png 211w\" sizes=\"auto, (max-width: 384px) 100vw, 384px\" \/><figcaption>\n\t\t\t\t\t\t<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Soeloeh Ra\u2019jat adalah majalah koleksi Monumen Pers Nasional yang terbit  tanggal 2 Januari 1929 dan menggunakan bahasa Melayu. Majalah pergerakan  rakyat ini ditandai dengan tulisan pada halaman dua, yang berjudul  \u201cPersatuan\u201d berisi tentang kesadaran pergerakan Indonesia akan  pentingnya persatuan. Mosi PPPKI pada tanggal 1 September 1928 yang  mewajibkan kepada partai-partai politik dalam mengadakan propaganda  tidak menggunakan kata-kata yang menyakitkan hati dan kritik yang tidak  pantas melainkan menghasilkan keputusan yang bijaksana. Diantara  golongan kaum kristen ada yang ingin memelihara hubungan dengan partai  nasionalis melalui jalan sosial ekonomi.  <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkumpulan atau perserikatan seperti Perserikatan Perempoean \nIndonesia, Persatoean Minahasa, Sarekat Ambon dan sebagainya, memiliki \ntujuan yang sama yaitu tecapainya persatuan bangsa, kemudian pada \ntanggal 28 Oktober 1928 diputuskan bahwa putra-putri Indonesia mengakui :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>&nbsp;Satu tumpah darahnya ialah Indonesia<\/li><li>&nbsp;Satu bangsanya ialah bangsa Indonesia. <\/li><li>Satu bahasanya\nialah bahasa Indonesia yang akan dijunjungnya<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu dicatat bahwa dalam mencapai persatuan itu perlu nafsu untuk\nmenetapkan keadaannya sendiri baik dalam kemajuan tiap-tiap suku bangsa maupun\ndalam kemajuan kemanusiaan pada umumnya. Hendaknya lebih bijaksana supaya dapat\nmenentang kebijaksanaan lawan kita. Menurut Mr.M.W.F. Treub dalam bukunya yang\nberjudul \u201d <em>Het Gist in Indie\u201d <\/em>dalam halaman 4 mengajarkan bahwa\nkekuasaan asing itu cuma dapat berdiri tetap, apabila bangsa atau bangsa-bangsa\nyang diperintahkannya itu masih belum matang untuk memerintah dan mengatur\nnegerinya sendiri, maka pemerintah atau penjajah itu akan memaksa memikulkan\npertuanannya pada bangsa yang diperintah. Treub juga berpendapat Indonesia bisa\ndicerdaskan politiknya dengan perlahan-lahan oleh anak negeri dengan cara\nmenghilangkan atau mengurangi sekolah H.I.S karena pengajaran barat itu hanya\ndoktrin dari pemerintah Belanda kepada bumiputera. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keinginan untuk mendirikan suatu bank kebangsaan disambut dengan senang\nhati oleh Studieclub. Para ulama mengadakan rapat di Surabaya pada tanggal 20\nAgustus pendirian bank bisa dilakukan dengan meninggalkan permasalahan riba.\nAkan tetapi masalah riba itu kemudian diputuskan oleh Majelis Ulama Partai S.I\n(Sarekat Islam) pada kongres selanjutnya di Batavia. Pada kongres PPPKI di\nSurabaya, pendirian bank nasional menjadi pembicaraan yang penting., Ketua\nDewan Eksekutif PSI tuan H.O.S. Tjokroamonito mempertahankan pendapatnya\ntentang perdagangan nasional dan&nbsp; budaya\nbank di Indonesia, dimana beliau tidak setuju cara bekerjanya bank-bank yang\nada sekarang ini. Hasil keputusan kongres setuju dengan pendirian bank nasional\ndan mengangkat komisi untuk mempelajari hal itu dan merencanakannya. Akhirnya\npada tanggal 20 Oktober 1928 Bank National Indonesia dengan modal 500.000\ngulden. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ir. Staargaard mengatakan bahwa Belanda sangat berkuasa dan berbuat\nsewenang-wenang terhadap anak negeri. Untuk itu nasib anak negeri perlu\ndiperhatikan. Sekolah-sekolah banyak yang harus diperbaiki, diperluas dan\nditinggikan. Pemerintah bermaksud membangun Hollandsch-Inlandsch Onderwij\nCommissie yang bertugas memberi pertimbangan kepada pemerintah sampai dimana\npemerintah memberi pengajaran barat kepada penduduk bumiputera dan dalam waktu\nberapa lama. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian sekilas berita dari\nmajalah Soeloeh Ra\u2019jat edisi 2 Januari 1929. Untuk edisi yang lain bisa di baca\ndi layanan Epaper Monumen Pers Nasional.\n\nPenulis: Eti Kurniasih\n\n\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soeloeh Ra\u2019jat adalah majalah koleksi Monumen Pers Nasional yang terbit tanggal 2 Januari 1929 dan menggunakan bahasa Melayu. Majalah pergerakan rakyat ini ditandai dengan tulisan pada halaman dua, yang berjudul \u201cPersatuan\u201d berisi tentang kesadaran pergerakan Indonesia akan pentingnya persatuan. Mosi PPPKI pada tanggal 1 September 1928 yang mewajibkan kepada partai-partai politik dalam mengadakan propaganda tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3500,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3576"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3577,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3576\/revisions\/3577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}