{"id":3579,"date":"2019-04-24T00:49:57","date_gmt":"2019-04-24T00:49:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=3579"},"modified":"2019-06-11T00:51:45","modified_gmt":"2019-06-11T00:51:45","slug":"djawa-tengah-review-juli-1929-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/djawa-tengah-review-juli-1929-2\/","title":{"rendered":"DJAWA TENGAH REVIEW JULI 1929"},"content":{"rendered":"\n<p>\nDjawa Tengah Review adalah koleksi majalah yang dimiliki Monumen Pers \nNasional edisi bulanan yang terbit&nbsp; bulan Juli tahun 1929 dan \nmenggunakan bahasa Melayu Cina. Isi dari majalah ini cukup bervariasi \ndan menampilkan banyak foto pada masa itu. Foto Pintu Gerbang Pasar \nMalam Semarang berarsitektur Cina didalamnya terdapat rumah kopi \nMargoredjo yang sudah terkenal di seluruh Indonesia dan sampai ke negeri\n sebrang, serta beberapa foto sekolah&nbsp; E. Teck Girl School di Bangkok \nmengawali majalah ini.&nbsp; \n\n<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"461\" height=\"601\" src=\"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/00\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Djawa-Tengah-Review.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3495\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Djawa-Tengah-Review.png 461w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Djawa-Tengah-Review-230x300.png 230w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Djawa-Tengah-Review-400x521.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 461px) 100vw, 461px\" \/><figcaption>\n\t\t\t\t\t\t<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dua foto\ncandi Gedong Songo yang berada ditengah gunung Soemowono (Ambarawa), menurut\ncerita candi tersebut sebagai tempat bertapa Prabu Dhosomoeko di jaman Poerwo.\nDari luar negeri, foto laki-laki dan perempuan di Ueno Park, Jepang\nberdemonstrasi menuntut pemerintahan yang bersih. Foto Sultan dari Maroko\nbersama pembesar dari Perancis meresmikan <em>Spoorweg<\/em> atau kereta baru\ntujuan Marrakesh dan Casablanca. Dari Kamboja foto upacara penobatan dari raja\nMonivong menggantikan ayahnya raja Sisowoth yang telah meninggal dunia. <\/p>\n\n\n\n<p>Foto tim\nsepakbola etnis Cina Loh Hwa yang telah sampai di Tanjung Priok, Batavia\ndisambut oleh beberapa <em>bestuursleden<\/em> dan komite van ontvangst di kapal\nPlancius serta beberapa foto lainnya tentang tim sepakbola tersebut. Berita\ntentang Loh Hwa menjadi trending topik dalam majalah ini, tujuan dari ikut\nsertanya Loh Hwa dalam turnamen diLamyang dan Tiongkok adalah pertama,\nmendapatkan pengalaman dalam melawan musuh-musuh yang tangguh, sehingga mendapatkan\nteknik yang lebih sempurna. Kedua, membuka perhubungan yang lebih erat antara\nHoakiauw di Lamyang dan Tiongkok. Ketiga, mendapatkan dana untuk memajukan\natletik dan mendirikan gedung perkumpulan Loh Hwa di Shanghai.<\/p>\n\n\n\n<p>Rubrik\nberita politik mengenai konflik antara Tiongkok dan Rusland (Soviet). Konflik\nini diawali karena Soviet memberi pengaruh yang besar dan berusaha menjadikan\nTiongkok negeri Soviet Timur. Niat Soviet ini akhirnya terbongkar juga dan\nterjadi keributan di Canton serta menimbulkan perpecahan diantara rakyat\nTiongkok. <\/p>\n\n\n\n<p>Berita\nlain tentang pembatasan kelahiran di negeri Cina. Pertambahan penduduk yang\npesat sekitar 25% dari jumlah penduduk dunia sementara luas tanahnya hanya 7,6%\ndari luas tanah dunia, menyebabkan terjadinya kemelaratan di Tiongkok. Dengan\npembatasan kelahiran ini, produksi bahan makanan dan barang dapat memenuhi\nkehidupan bangsa dan bisa menjadi negeri yang kuat. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikian\nsekilas berita dari majalah Djawa Tengah Review edisi bulan Juli 1929. Untuk\nedisi yang lain bisa di baca di layanan Epaper Monumen Pers Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis :\nEti Kurniasih<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Djawa Tengah Review adalah koleksi majalah yang dimiliki Monumen Pers Nasional edisi bulanan yang terbit&nbsp; bulan Juli tahun 1929 dan menggunakan bahasa Melayu Cina. Isi dari majalah ini cukup bervariasi dan menampilkan banyak foto pada masa itu. Foto Pintu Gerbang Pasar Malam Semarang berarsitektur Cina didalamnya terdapat rumah kopi Margoredjo yang sudah terkenal di seluruh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3495,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3580,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3579\/revisions\/3580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}