{"id":3591,"date":"2019-02-25T01:44:13","date_gmt":"2019-02-25T01:44:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=3591"},"modified":"2019-06-11T01:45:21","modified_gmt":"2019-06-11T01:45:21","slug":"koran-sinar-matahari-tahun-1914-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/koran-sinar-matahari-tahun-1914-2\/","title":{"rendered":"Koran Sinar Matahari tahun 1914"},"content":{"rendered":"\n<p>Sinar Matahari adalah salah satu koran berbahasa Melayu koleksi \nMonumen Pers Nasional yang terbit pada tanggal 17 April 1914. Isi berita\n meliputi keadaan disekitar tahun 1913-1914. Seringnya turun hujan \nmembuat palawija dan persediaan bahan pangan melimpah sehingga kondisi \nmenjadi aman dan nyaman. Di kota sebagian orang memperbaharui atau \nmerenovasi rumah tinggalnya dan pemerintah pada tahun 1914 membangun \npabrik Goedang Garam. Di pulau Jawa dan Sumatra diadakan perserikatan \natau <em>vereeniging<\/em>. Akan tetapi karena perserikatan itu jumlahnya\n tidak sedikit, banyak yang tidak berlangsung lama dikarenakan para \npemimpin atau <em>Bestuur<\/em> sering ribut dengan warga. Selain itu \nwarga juga banyak yang tidak loyal terhadap perserikatan itu. Karena hal\n tersebut, sebaiknya cukup satu atau dua perserikatan besar saja \nsehingga bisa menjadi penyambung masyarakat di kampung-kampung. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"780\" height=\"534\" src=\"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/sinar-matahari.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3430\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/sinar-matahari.png 780w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/sinar-matahari-300x205.png 300w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/sinar-matahari-768x526.png 768w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/sinar-matahari-474x324.png 474w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/sinar-matahari-400x274.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hampir di\nseluruh pulau Jawa sedang ramai diperbincangkan tentang \u201d Boeanglah pakaian\nDjawa, pakailah pakaian Europa, alias cara Wolanda, demikianlah soeara kaoem\nmoeda, alias Hindia Madjoe\u201d. Akan tetapi himbauan itu tidak dilakukan oleh\nrakyat atau kaum kolot. Beberapa alasan mereka karena apabila harus berpakaian\nmengikuti cara Wolanda, maka kain jarik, celana pendek, ikat pinggang, sabuk,\ntidak akan laku dijual, akibatnya rakyat kecil akan mengalami kerugian.\nKleermaker atau penjahit dan tukang kain batik tidak pandai membuat pakaian\ncara Wolanda, jadi ketika mereka harus kursus menjahit, mereka harus membayar\ndan membuang waktu mereka, selain itu pakaian Wolanda harus dikenakan dengan\nsempurna jika tidak ingin ditertawakan oleh kaum Wolanda. <\/p>\n\n\n\n<p>Berita lain\ntentang empat agama yang dijalani di Hindia Belanda yaitu (1) agama Rosul\ndengan nabinya Muhammad dan tanda keyakinannya Masjid, (2) Agama Isa dengan\nnabinya Isa, tanda dan saksinya Gereja (3) Agama Kong Foedzae dengan nabinya\nGhong Hoetjoe, tanda buktinya yaitu Kelentheng (4) Agama Boeda dengan nabinya\nDewa, Bainatnja yaitu Langgar atau Sanggar Pamoedjan. Dari keempat agama itu\nada yang cocok dan ada yang masih dianalisir pendapatnya. Tentang hal baik dan\nsempurna serta jahat dan jahanam di dunia dan akherat itu yang menjadi tujuan.\nAgama ini menerangkan bahwa orang hidup itu&nbsp;\npenghabisannya adalah mati, setelah mati bisa hidup menjadi manusia lagi\ndalam bahasa Jawanya \u201cNitis\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p>Berita dari\nMakassar seorang ulama Islam yang bernama Hataro ingin memajukan Islam di\nJepang, hal ini tercantum dalam surat kabar yang bernama \u201d Islamic Jonati\u201d.\nUlama ini ingin memajukan agama Islam di Jepang sebagai kekuatan menuju\nkejayaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Kabar dari Itali\nmengatakan bahwa Turki telah bersiap menyediakan angakatan perang yang besar.\nYang Mulia Anwa Pastja seorang menteri perang menggerakkan tiga angkatan para\ntentara. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikian\nringkasan berita dari koran Sinar Matahari yang terbit tanggal 17 April 1914.\nUntuk lebih lengkapnya bisa dibaca pada layanan Epaper Monumen Pers Nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Eti\nKurniasih<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sinar Matahari adalah salah satu koran berbahasa Melayu koleksi Monumen Pers Nasional yang terbit pada tanggal 17 April 1914. Isi berita meliputi keadaan disekitar tahun 1913-1914. Seringnya turun hujan membuat palawija dan persediaan bahan pangan melimpah sehingga kondisi menjadi aman dan nyaman. Di kota sebagian orang memperbaharui atau merenovasi rumah tinggalnya dan pemerintah pada tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3430,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3591"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3592,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3591\/revisions\/3592"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}