{"id":4253,"date":"2021-12-31T22:13:56","date_gmt":"2021-12-31T15:13:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=4253"},"modified":"2021-12-31T22:13:57","modified_gmt":"2021-12-31T15:13:57","slug":"mengintip-program-pendidikan-dan-pengajaran-di-solo-kootji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/mengintip-program-pendidikan-dan-pengajaran-di-solo-kootji\/","title":{"rendered":"Mengintip Program Pendidikan dan Pengajaran di Solo-Kootji"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-drop-cap xjustify\">Kedatangan Balatentara&nbsp;<em>Dai Nippon<\/em>&nbsp;di tanah Jawa membawa perubahan besar dalam masyarakat. Salah satu program yang dilakukan pemerintah&nbsp;<em>Dai Nippon<\/em>&nbsp;yaitu menanamkan semangat bagi para pemuda dan memerhatikan pendidikan maupun pengajaran. Pemerintah Negeri Solo-<em>Kootji&nbsp;<\/em>pada masa itu percaya bahwa pemudalah yang akan mewujudkan Jawa baru, semangat baru, dan kehidupan baru. Program ini disambut gembira oleh bangsa Indonesia terutama pada masyarakat Surakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"xjustify\">Pemerintah Solo-<em>Kootji\u00a0<\/em>hanya memiliki hak untuk mengurus Sekolah Pertama\u00a0<em>(Volksschool\u00a0<\/em>pada masa Belanda). Oleh karenanya, pemerintah mengusahakan perhatian penuh agar pendidikan dan pengajaran di Sekolah Pertama dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tidak hanya siswa, pun guru-guru di kota Solo dituntut untuk mengikuti kursus yang diadakan oleh pemerintah Solo-<em>Kootji\u00a0<\/em>dengan tujuan agar menambah wawasan dan memperdalam dunia pendidikan. Berikut ini tiga Sekolah Pertama di Solo-<em>Kootji<\/em>: Sekolah Pertama yang didirikan oleh Solo-<em>Kootji<\/em>; Sekolah Pertama yang didirikan oleh Ken-Ken; Sekolah Pertama yang pernah didirikan oleh Pemerintah Belanda dan telah diserahkan kepada pemerintah Surakarta. Sekolah ini dinamakan \u201cSekolah Pertama Teroesan\u201d<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"525\" height=\"379\" src=\"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture1-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4254\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture1-4.png 525w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture1-4-300x217.png 300w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture1-4-400x289.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><figcaption>Proses pembelajaran dan pengajaran<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"xjustify\">Total sekolah yang didirikan pemerintahan Solo-<em>Kootji&nbsp;<\/em>terdapat 101 sekolah yang terdiri dari: 8 sekolah yang diberi pengajaran tentang pekerjaan tangan bernama \u201cSekolah Pakarjan\u201d di Selo, Bojolali, Ngoeter, Tawang, Kemasan, Gemolong, dan Gondang. Pemerintah Solo-<em>Kootji&nbsp;<\/em>juga mendirikan sekolah Agama Islam bernama \u201cMamba el Oeloem\u201d yang berada di Soerakarta, Sragen, Gemolong, Podjok, Klaten, Bojolali, Pengging, dan Soekahardja. Sekolah Islam tersebut dikelola oleh suatu panitia&nbsp;<em>(commissie),&nbsp;<\/em>namun beberapa diantaranya dikelola oleh&nbsp;<em>Badan Partikoelir<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"xjustify\">Pada bulan Januari tahun 1943, Pemerintah Solo-<em>Kootji\u00a0<\/em>membentuk \u201cPanitia Pemberantas Buta Huruf\u201d yang dijalankan dengan Pemerintah\u00a0<em>Pangreh Praja<\/em>. Program tersebut diterima oleh masyarakat, setelah dua bulan berjalan panitia mampu membentuk beberapa kursus, yakni di Goen Soekahardja, Goen Bekonang, Goen Kartosoera, Goen Gondang Winangoen, Son Prambanan, dan sebagainya. Kursus-kursus tersebut dibimbing oleh guru-guru Sekolah Pertama di Solo-<em>Kootji\u00a0<\/em>dan pegawai-pegawai desa. Adanya usaha dalam pemberantasan buta huruf mendorong masyarakat untuk lebih maju dan mengikuti perkembangan zaman.<em>Lalu bagaimana pendidikan untuk pemuda di Solo-Kootji?<\/em><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image xjustify\"><figure class=\"alignleft size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"625\" height=\"337\" src=\"https:\/\/mpn.kominfo.go.id\/web\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture2-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4255\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture2-1.png 625w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture2-1-300x162.png 300w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Picture2-1-400x216.png 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 625px) 100vw, 625px\" \/><figcaption>Pemoeda-pemoeda sedang bertaiso<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"xjustify\">Pemerintah Solo-<em>Kootji&nbsp;<\/em>tidak hanya memperhatikan dalam hal pengajaran, tetapi juga pendidikan. Dalam hal ini pemerintah membentuk \u201cPanitia Gerakan Pemoeda Solo-<em>Kootji<\/em>\u201d. Panitia tersebut berkewajiban untuk memberi tuntunan dan pendidikan kepada para pemuda di desa-desa seluruh Solo-<em>Kootji.<\/em>&nbsp;Tujuan dibentuknya Panitia \u201cGerakan Pemoeda Solo-<em>Kootji\u201d&nbsp;<\/em>antara lain: Mendidik pemuda-pemuda, supaya menjadi manusia yang sempurna. Artinya menjadi manusia yang berpengalaman cukup, memiliki sehat badannya, baik budi pekertinya, dan cinta kepada sesama manusia. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, yakni:&nbsp;<em>Pertama,&nbsp;<\/em>Mengadakan kursus untuk memberi berbagai pengetahuan;&nbsp;<em>Kedua<\/em>, Mengusahakan pendidikan olahraga;&nbsp;<em>Ketiga,<\/em>&nbsp;Memberi pelajaran tentang budi pekerti; dan&nbsp;<em>Keempat<\/em>, Melatih pemuda-pemuda untuk rela bekerja untuk keperluan umum. (Devi Murdyaningsih)<strong>Sumber Referensi<\/strong>&nbsp;: Asia Raya, 29 April 1943<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kedatangan Balatentara&nbsp;Dai Nippon&nbsp;di tanah Jawa membawa perubahan besar dalam masyarakat. Salah satu program yang dilakukan pemerintah&nbsp;Dai Nippon&nbsp;yaitu menanamkan semangat bagi para pemuda dan memerhatikan pendidikan maupun pengajaran. Pemerintah Negeri Solo-Kootji&nbsp;pada masa itu percaya bahwa pemudalah yang akan mewujudkan Jawa baru, semangat baru, dan kehidupan baru. Program ini disambut gembira oleh bangsa Indonesia terutama pada masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4254,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[60],"tags":[],"class_list":["post-4253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-koleksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4256,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4253\/revisions\/4256"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}