{"id":844,"date":"2012-04-23T04:34:27","date_gmt":"2012-04-23T04:34:27","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=844"},"modified":"2012-04-23T04:34:27","modified_gmt":"2012-04-23T04:34:27","slug":"ayo-ke-museum-bank-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/ayo-ke-museum-bank-indonesia\/","title":{"rendered":"Ayo Ke Museum Bank Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dunia museum di Indonesia sepertinya selalu berada di pinggiran . Orang enggan  berkunjung   karena ada kesan museum  merupakan \u201cgudang benda-benda  tua\u201d  orang lebih suka mengajak anaknya jalan-jalan ke mall daripada ke museum . Orang bilang mana ada museum yang \u201ckinclong \u201c  ??. Memang banyak museum di Indonesia yang menampilkan kesan \u201crenta\u201d . Tetapi tidak demikian saat saya   berkunjung ke Museum Bank Indonesia yang terletak di  daerah Kota Tua Jakarta tepatnya di jalan Pintu Besar No 3 Jakarta Barat<\/p>\n<figure id=\"attachment_845\" aria-describedby=\"caption-attachment-845\" style=\"width: 239px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-845\" title=\"Museum Bank Indonesia\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi-239x300.jpg\" alt=\"\" width=\"239\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi-239x300.jpg 239w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi-400x501.jpg 400w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi.jpg 501w\" sizes=\"auto, (max-width: 239px) 100vw, 239px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-845\" class=\"wp-caption-text\">Museum Bank Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Museum Bank Indonesia sangat megah dan indah tidak hanya itu di tempat inilah museum benar-benar menjelma sebagai  gudang ilmu yang menghadirkan tidak hanya gambaran masa silam tetapi juga harapan masa depan yang mengundang kekaguman pengunjung . Karena disini  disuguhkan sebuah perpaduan  kemegahan arsitektur bangunan Belanda dan kecangihan teknologi saat ini yang  mengundang kekaguman saya .<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat  saya memasuki gedung  pengunjung langsung melihat 12 Loket Kasir yang kokoh  berada di ruang pelayanan pengunjung Museum Bank Indonesia yang digunakan sejak masa De Javasche Bank dan kemudian saya  masuk ke ruang pengunjung  \u201cfront office\u201d  yang bergaya minimalis, selanjutnya ke  ruang peralihan yang  menyajikan  permainan interaktif melalui proyektor khusus menampilkan serangkaian mata uang yang melayang dan akan memberikan informasi ketika pengunjung menangkap salah satu mata uang tersebut.  Permainan yang menarik.<\/p>\n<div class=\"mceTemp mceIEcenter\" style=\"text-align: justify;\">\n<dl id=\"attachment_846\" class=\"wp-caption aligncenter\" style=\"width: 235px;\">\n<dt class=\"wp-caption-dt\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-846\" title=\"Front Office Museum Bank Indonesia\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi2-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi2-225x300.jpg 225w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi2-400x533.jpg 400w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi2.jpg 649w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a><\/dt>\n<dd class=\"wp-caption-dd\">Front Office Museum Bank Indonesia<\/dd>\n<\/dl>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SEKILAS SEJARAH <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Museum ini adalah bangunan cagar budaya. Pada awalnya merupakan bangunan Binnenhospital rumah sakit di Batavia tahun 1643. Kemudian mulai 5 Mei 1830 menjadi  gedung De Javasche Bank.Merupakan bank yang terpenting di Hindia Belanda. Terjadi  perombakan dan perbaikan  terhadap gedung dan bangunan  sampai akhirnya pada ulang tahun ke 100  ( 1928 ) De Javesche  Bank  memiliki kantor yang dapat mencerminkan posisi penting mereka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri gedung ini bergaya neo-klasik dan unsur lokal terlihat megah  , dihiasi dengan kaca patri beragam motif . Setelah kepindahan seluruh fasilitas dan pegawai Bank Indonesia ke Kompleks perkantoran yang baru di jalan MH Thamrin , oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia gedung ini ditetapkan  sebagai museum hal ini sejalan dengan kebijakan Pemda  DKI yang yang menjadikan daerah Kota sebagai kawasan bersejarah  Jakarta Kota Tua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama adalah melakukan  konservasi bangunan dengan merestorasi bangunan peninggalan Belanda tersebut dengan mempertahankan  secara fisik sesuai bangunan tahun 1937 . Kemudian menyusun perancangan secara menyeluruh  dibantu para ahli permuseuman, interior, teknologi informasi, mekanikal elektrikal sehingga menghasilkan cetak biru Museum Bank Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pelaksanaan pembangunan tata pamer museum dilakukan secara bertahap , tahap pertama diresmikan tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia  dan tahap kedua oleh Presiden RI tanggal 21 Juli 2009  Susilo Bambang Yudhoyono .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa Museum Bank Indonesia dibangun  ?  Hal ini mengingat  Bank Indonesia merupakan bank sentral yang didirikan tahun 1953 merupakan lembaga yang sangat vital dalam kehidupan ekonomi nasional karena kebijakan-kebijakanannya berdampak langsung pada perekonomian bangsa. Tetapi tampaknya sebagian besar masyarakat belum memahami  tentang tugas dan fungsi  Bank  Indonesia sehingga  sering terjadi salah persepsi masyarakat  terhadap Bank Indonesia. Sementara  itu  gedung kantor Bank Indonesia merupakan peninggalan bersejarah De Javasche Bank  yang terancam rusak dan tidak dipergunakan lagi   padahal telah ditetapkan pemerintah sebagai bangunan cagar budaya , dan  Bank Indonesia juga memiliki benda-benda dan dokumen-dokumen bersejarah yang perlu dirawat dan dikelola.  Untuk tujuan itulah Museum Bank Indonesia dibangun .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DISPLAY YANG MENAWAN  <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"> Berkunjung ke <em>museum tapi tidak membosankan<\/em>  ini saya  rasakan saat saya berkunjung ke museum Bank Indonesia. Selain memang gedung yang megah dan indah  penataan display juga dibuat  mampu menampilkan sebuah alur cerita tentang perjalanan sejarah dan tugas  yang diemban Bank Indonesia . Ada ruang Audio Visual untuk melihat film  sejarah Bank Indonesia yang dilengkapi  sound system yang baik .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian saya masuk ke dalam ruang sejarah Bank Indonesia . Suasana ruang diciptakan dengan konsep modern dilengkapi dengan multi media antara lain diorama,   <em>touchscreen, sound dome dan TV Plasma .  <\/em>Ruang ini dibagi dalam dua tema besar yaitu Sejarah Pra  Bank Indonesia dan Sejarah Bank Indonesia yang ditampilkan secara visual dan dirunut secara historis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_847\" aria-describedby=\"caption-attachment-847\" style=\"width: 219px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-847\" title=\"Fasilitas Museum Bank Indonesia\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/bi3-219x300.jpg\" alt=\"\" width=\"219\" height=\"300\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-847\" class=\"wp-caption-text\">Pengunjung tinggal menekan tombol maka akan muncul narasi dan visualisasi informasi yang dibutuhkan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejarah Pra Bank Indonesia dimulai  dari masa perdagangan nusantara , kedatangan VOC sampai pendirian De Javasche  Bank dan nasionalisasi DJB menjadi Bank Indonesia . Sedangkan sejarah Bank Indonesia  dibagi dalam periode 1953-1959, 1959 \u2013 1966, 1966 \u2013 1983, 1983 \u2013 1997 , 1997 \u2013 1999, 1999 \u2013 sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyusuri museum ini saya juga tertarik  saat memasuki ruang penerbitan dan pengedaran uang . Di ruang ini pengunjung akan  mengerti  karena  dijelaskan secara detail proses penerbitan uang  sejak perencanaan awal, pencetakan, proses pengedaran,pencabutan dan penarikan uang sampai proses pemusnahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada juga Ruang Numinastik yang menimpan berbagai koleksi numinastik berupa koin, uang kertas  dan token yang pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat seluruh dunia disimpan . Tata Pamer Ruang koleksi Numinastik  berupa  vitrin kaca dilengkapi  tata cahaya yang berfokus pada narasi dan  koleksi . Sedangkan  Koleksi Numinastik valuta asing dari seluruh negara di dunia dipamerkan  secara efisien dengan menggunakan <em>sliding vitrin. <\/em>Dan sebuah ruang yang membuat saya  berdecak kagum , yaitu saat memasuki ruang Emas dan Monoter .Di ruang ini dipamerkan tumpukan \u201d emas batangan\u201d  yang diletakkan di dalam etalase kaca, ditengah-tengah ruang khasanah. Benar-benar persis emas asli.  Ditunjang tata lampu yang baik  warna kuning emas tampak  berkilat .  Ruang ini memiliki fungsi untuk memberikan informasi tentang peran emas yang sangat besar dalam sejarah perkembangan sistem monoter dari waktu ke waktu.Emas merupakan komponen cadangan devisa negara. Salah satu interaktif di ruang Emas Monoter pengunjung dapat memegang dan merasakan berat emas yang dimiliki oleh Bank Indonesia sebagai cadangan devisa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"> Museum Bank Indonesia  juga menyimpan benda-benda bersejarah terkait  Bank tersebut diantaranya  : Koleksi buku-buku  kuno warisan De Javasche Bank  salah satunya adalah buku kas tulisan tangan , Mesin Cetak uang Rupiah Masa Awal Kemerdekaan, Mesin Ketik Kuno Merk Underwood Elliot Fisher, dan telepon berdiri Ericsson buatan tahun 1950 -1960 .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"> Setelah selesai mengelilingi museum saya keluar dan kembali berdiri  di beranda depan,   selain loket-loket kasir yang kokoh mata saya menyapu hiasan kaca patri yang elok diatas  tembok depan, sinar matahari masuk disela-selanya dan membiaskan warna-warni yang menawan .   Berkunjung ke museum ini sungguh mengasyikan . Ayo , mengapa anda tidak mencoba berkunjung ke sana ?????? (Triwibawani, Mr.)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia museum di Indonesia sepertinya selalu berada di pinggiran . Orang enggan berkunjung karena ada kesan museum merupakan \u201cgudang benda-benda tua\u201d orang lebih suka mengajak anaknya jalan-jalan ke mall daripada ke museum . Orang bilang mana ada museum yang \u201ckinclong \u201c ??. Memang banyak museum di Indonesia yang menampilkan kesan \u201crenta\u201d . Tetapi tidak demikian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-844","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=844"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/844\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}