{"id":909,"date":"2012-05-21T09:02:57","date_gmt":"2012-05-21T09:02:57","guid":{"rendered":"http:\/\/mpn.kominfo.go.id\/?p=909"},"modified":"2012-05-21T09:02:57","modified_gmt":"2012-05-21T09:02:57","slug":"pers-dan-gerakan-kebangkitan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/pers-dan-gerakan-kebangkitan-nasional\/","title":{"rendered":"Pers Dan Gerakan Kebangkitan Nasional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Antara gerakan kebangsaan dan pers terjalin hubungan yang erat. Pers Nasional cermin nyata dari kehidupan gerakan kebangsaan dan sekaligus menyebarkan<strong> <\/strong>idealisme. Pers Indonesia merupakan pers oposisi bagi pemerintah Belanda dan berjuang untuk kebebasan  lebih luas. Kendati dalam penderitaan , keterbatasan karena  tekanan kaum kolonial  serta keterbatasan teknologi  sebagian besar kaum terpelajar pribumi yang memiliki cita-cita untuk bangkit  menuju kemerdekaan berupaya menyebar luaskan pemikiran mereka lewat tulisan di berbagai media yang terbit  pada waktu itu .<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun 1900 dalam surat kabar <strong>Medan Prijaji<\/strong> yang terbit di Bandung, pemimpin redaksinya RM Tirtoadisoerjo telah menuliskan motto surat kabarnya : &#8230;. <em>orgaan boeat bangsa jang terperintah di Hindia Olanda, tempat memboeka soearanya &#8230;.<\/em> RM Tirtoadhisoerjo merupakan tokoh pembaharu dijagad kewartawanan, peletak dasar jurnalistik modern dan karena ketajaman penanya dia dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda ke  pulau Bacan ( ( Sebelas  Perintis Pers Indonesia,1976 )<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah Boedi Oetomo. Boedi Oetomo merupakan  Organisasi Pergerakan Modern di Indonesia  yang memicu lahirnya berbagai organisasi politik modern  yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Boedi Oetomo sebagai organisasi pemuda yang berwawasan kebangsaan  yang digagas oleh Dr Wahidin Soediro Hoesodo dan  didirikan oleh Dr Soetomo , Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji  juga berupaya menyebarluaskan pemikiran lewat tulisan dengan menerbitkan majalah <strong>Boedi Oetomo<\/strong>. Majalah ini adalah majalah yang diterbitkan perkumpulan pergerakan nasional  Budi Utomo Cabang Jawa Tengah.  Majalah ini berisi  berita kegiatan perkumpulan Boedi Oetomo. Tanggal berdirinya Boedi Oetomo ini kemudian disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional.<\/p>\n<figure id=\"attachment_911\" aria-describedby=\"caption-attachment-911\" style=\"width: 212px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas11.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-911\" title=\"harkitnas1\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas11-212x300.jpg\" alt=\"\" width=\"212\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas11-212x300.jpg 212w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas11-768x1086.jpg 768w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas11-724x1024.jpg 724w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas11-400x565.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 212px) 100vw, 212px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-911\" class=\"wp-caption-text\">Contoh Majalah Boedi Oetomo yang terbit bulan April tahun 1926<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"> Bergabungnya Douwes Dekker seorang Indo Belanda yang pro perjuangan Indonesia semakin memperkokoh Boedi Oetomo, kemudian Cipto Mangun Kusumo dan  Soewardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara  juga ikut masuk didalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1913 Soewardi Suryaningrat menulis sebuah artikel  berjudul <strong><em>Al Ik  Eens Nederlander Was <\/em>(<\/strong> Seandainya Aku orang Belanda ) yang isinya memprotes keras rencana pemerintah Hindia  Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di  Hindia Belanda. Karena ketajaman tulisan Soewardi Suryaningrat diasingkan  ke Belanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Rosihan Anwar  Pergerakan mencapai Indonesia Merdeka tidak cukup hanya melalui Partai Politik tetapi harus didukung oleh suatu pers nasional.  Karena itu pada tahun 1937  Mr. Soemanang, Adam Malik, AM Sipahutar dan Pandoe Karta Wigoena mendirikan <strong>Kantor Berita Antara.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjuangan Kebangkitan Indonesia meraih kemerdekaan lewat tulisan juga dilakukan oleh <em>Sang Proklamator<\/em>  Ir. Soekarno selain aktif menulis di berbagai media, di era tahun 30-an Ir Soekarno juga menerbitkan sebuah majalah politik  bernama <strong><em>Fikiran Ra\u201djat<\/em><\/strong><em>  <\/em>dengan motto  <em>Kaoem Marhaen Inilah Majalah Kamoe.  <\/em><\/p>\n<figure id=\"attachment_912\" aria-describedby=\"caption-attachment-912\" style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-912\" title=\"harkitnas2\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas2-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas2-200x300.jpg 200w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas2-768x1152.jpg 768w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas2-683x1024.jpg 683w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas2-400x600.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-912\" class=\"wp-caption-text\">Majalah Fikiran Rak\u201djat dengan Pimpinan Redaksi Ir. Soekarno<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Fikiran Ra\u2019jat<\/em><\/strong> menyajikan tulisan-tulisan yang menentang penjajahan Belanda. Selain <strong><em>Fikiran Ra\u2019jat <\/em> <\/strong>media lain yang terkenal di kalangan pejuang politik nasional adalah <strong><em>Daulat Ra\u2019jat. <\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">            Tidak hanya di pulau Jawa tetapi di Kota Medan pada bulan November tahun 1916 terbit koran pertama yang memakai kata \u201cmerdeka\u201d  yakni <strong><em>Benih Merdeka<\/em><\/strong><em>  <\/em>dengan Pimpinan Redaksi Mohammad Samin dengan semboyan \u201c<em>Oergan oentoek menoentoet keadilan dan kemerdekaan\u201d.  <\/em>Di Palembang terbit <strong><em>Obor Ra\u2019jat<\/em><\/strong>  dan di Pontianak terbit <strong><em>Borneo Barat Bergerak<\/em> .     <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>            <\/strong>Setelah Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 , para pejuang pers semakin gigih menyebarkan ide-ide kemerdekaanya melalui  tulisan sehinggga pemerintah Hindia Belanda semakin <em>gerah  <\/em>dan  pada bulan September 1931  munncul aturan <strong><em>Presbreidel Ordonnantie<\/em><\/strong> yang menyebabkan para wartawan dan penulis dihukum oleh pemerintah Hindia Belanda .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">            Pada masa kolonialisme Belanda para wartawan juga berupaya untuk membentuk wadah  persatuan dengan mendirikan <strong><em>Inlandsche Joernalisten Bond  ( IJB )<\/em><\/strong> tahun  1924 dan <strong><em>Persatoen Djoernalis Indonesia<\/em><\/strong><em> (PERDI)<\/em> tahun 1933 . Tokoh PERDI antara lain Sutopo Wonoboyo, Sudarjo Tjokrosisworo , Sjamsuddin Sutan Makmur. Azas perjuangan PERDI  adalah : \u201c&#8230;&#8230;&#8230;.. Menegakkan kedoedoekan pers Indonesia sebagai terompet perjoeangan\u201d. ( Tribuana Said, 2006 ) . Dengan semboyan terlihat PERDI tidak gentar terhadap tekanan penjajah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">            Dalam masa penjajahan Jepang pers Indonesia dibelenggu peraturan militer Jepang yang mematikan koran pergerakan. Pemerintah Jepang  membubarkan koran yang sudah terbit dan mengganti namanya  diantaranya :  <strong><em>Soeara Asia<\/em><\/strong> ( Surabaya ) <strong>Asia Raja<\/strong>  ( Jakarta )  <strong>Pemandangan <\/strong>( Jakarta ) . Kantor Berita <strong>Antara<\/strong> diubah namanya menjadi <strong>Domei<\/strong> . Pemerintah Jepang pada waktu itu sangat represif tetapi  kaum pergerakan tetap membuat siaran-siaran ilegal , banyak wartawan yang ditangkap,  ditahan , bahkan ada pula yang dibunuh.  Pada waktu itu Djawa Hokokai menerbitkan majalah <strong><em>Indonesia Merdeka<\/em><\/strong> , Pemerintah Jepang juga menerbitkan majalah Propaganda <strong><em>Djawa Baroe<\/em><\/strong><em> . <\/em>Majalah ini terbit bulan Mei tahun 1944. Merupakan majalah propaganda Jepang di Indonesia .  Menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang ( dicetak dengan tulisan Jepang ) . Berisi tentang  program-program pemerintah Jepang  di Indonesia diantaranya  Rumosha, mobilisasi pemuda untuk menjadi tentara Jepang semua untuk mendukung kejayaan Jepang di Asia Timur Raya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_913\" aria-describedby=\"caption-attachment-913\" style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-913\" title=\"harkitnas3\" src=\"https:\/\/36.91.25.248\/00\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas3-200x300.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas3-200x300.jpg 200w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas3-768x1152.jpg 768w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas3-683x1024.jpg 683w, https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/harkitnas3-400x600.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-913\" class=\"wp-caption-text\">Majalah pada Jaman Penjajahan Jepang<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di masa lalu terlihat nyata pers Indonesia menyebarkan idealisme para <em>founding father<\/em> menggalang kekuatan untuk bangkit kearah kemerdekaan.  Pers secara nyata turut berjuang , sehari setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan tanggal 18 Agustus 1945  koran  Soeara Asia  memasang <em>head line<\/em> tentang pengangkatan Kepala Negara  Indonesia  Merdeka Ir. Soekarno dan Drs. Moh.Hatta<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peran pers Indonesia dalam gerakan kebangkitan sampai dengan kemerdekan sangat besar , bahkan dalam masa revolusi phisik mempertahankan kemerdekaanpun pers tetap memiliki peran penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"> Sampai saat ini pers nasional tidak boleh kehilangan idealismenya harus tetap berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat , sesuai cita-cita dan  perjalanan panjang pers  Indonesia  di masa lalu   ( Dra. Triwibawani, Mr. )<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antara gerakan kebangsaan dan pers terjalin hubungan yang erat. Pers Nasional cermin nyata dari kehidupan gerakan kebangsaan dan sekaligus menyebarkan idealisme. Pers Indonesia merupakan pers oposisi bagi pemerintah Belanda dan berjuang untuk kebebasan lebih luas. Kendati dalam penderitaan , keterbatasan karena tekanan kaum kolonial serta keterbatasan teknologi sebagian besar kaum terpelajar pribumi yang memiliki cita-cita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-909","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=909"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/909\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mpn.komdigi.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}