Novel fiksi sejarah karya Tere Liye yang berlatar abad ke-13 dengan fokus naratif pada petualangan, konflik sosial, dan dinamika emosional tokoh pada masa itu. Cerita ini mengikuti perjalanan Mas’ud Al-Baghdadi, seorang kartografer yang meninggalkan kehidupan domestiknya untuk menyelesaikan peta Pulau Swarnadwipa, namun justru terlibat dalam konflik antara perompak dan Kerajaan Sriwijaya.
“Kami adalah bangsa perompak.. Kami dibesarkan oleh badai topan.. Kesedihan adalah teman kami.. Rasa sakit adalah makanan kami.. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kami” Hlm.47