Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Analisa
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-29
Halaman: 09

Konten


Kamis, 29 Januari 1998 ΑΝΕΚΑ Aktris Gwyneth Paltrow Tampil Beda dari Banyak Bintang Lain TAMPIL beda menandai main film, Paltrow kini sibuk langkah Gwayneth Paltrow. membaca buku John Krakauer Dan gebrakan aktris tersebut berjudul Into the Wild, setelah bertalian dengan nama-nama setelah selesai membaca karya pengarang besar seperti Jane Frank NcCourt Angela's Ashes Austen, Charles Dickens, Wil- baru-baru ini. "Saya sangat liam Shakespeare dan Dorothy suka membaca," ungkap sang Parker. aktris. "Kebiasaan itu semacam membuat film sendiri dalam benak anda." J Dalam menggeluti akting, Paltrow berjalan kurang searah dengan para koleganya. Pada era belakangan ini, kalangan aktor yang mencuat paling ce- pat mengincar bayaran tinggi dan sukses besar. Paltrow jus- tru tidak bersikap demikian. Dia kini menempuh arah yang berlawanan. Dia berpendirian lebih baik menggarap film-film kecil dengan akar kesusastera- an. 4 Sliding Doors adalah salah satu contoh langkah aktris itu. Film tentang berbagai kesulitan seorang wanita dalam percin- taan tadi dipilih sebagai film yang diputar pada malam pem- bukaan Festival Film Sundance yang bergengsi di resor gunung City Park, Utah, AS. Pada akhir Januari, Paltrow akan terlihat dalam film Great Expectations, penuturan ulang yang lengkap dan modern dari cerita klasik Dickens. Berikut- nya adalah Shakespeare in Love, sebuah naskah tulisan dramawan Tom Stoppard soal cerita Romeo and Juliet tulisan Bard. A "Saya suka tampil dalam jenis film yang punya audiens sendiri," ujar Paltrow. "Film- film begitu bukan untuk kon- sumsi setiap orang." Mengambil lokasi cerita di London, Paltrow berperan se- bagai Helen, seorang eksekutif hubungan masyarakat Inggris yang dipecat dari pekerjaan- nya. Film itu menawarkan dua cerita sejajar terlepas bisa ti- daknya Helen menumpang ke- reta api bawah tanah ulang pu- SIBUK Di antara semua kesibukan lang. Jika dia bisa menumpang undance Paltrow berperan dalam Sliding Doors kendati film tadi tak didasarkan pada buku ter- kenal. Hal itu karena pilihan pribadi yang dilakukan sang bintang. Paltrow kini digoda oleh film-film berbiaya besar dan profil yang benar-benar tinggi namun dia tidak tergiur dibuat godaan tersebut. Dia sebaliknya malah lebih tertarik pada dasar pemikiran Sliding Doors sekalipun penulis me- rangkap sutradaranya, Peter Howitt, belum pernah mengga- rap film pada waktu lalu. HANYA ada beberapa tem- pat saja di dunia ini yang menawarkan perbedaan lebih tajam daripada perbatasan an- tara Finlandia dan Rusia. Memang benar, landskap alamnya pada umumnya sama: lautan pohon cemara dan ham- paran pohon di sekitar kepu- lauan danau, yang terlihat ber- warna biru-hijau pada musim panas, memutih salju pada musim dingin. Daerah tersebut merupakan tempat yang punya panorama alam sangat indah. Namun, perbedaan kontras manusia dapat dinyatakan se- cara hitam putih, dan realita itu bukanlah suatu keindahan. Coba seberangi perbatasan tadi dari Finlandia dan, jika anda seorang pria, maka rata- 4 rata harapan usia anda turun 14 tahun dari 72 jadi 58 tahun. Seberangi perbatasan itu dan jika anda seorang wanita, prospek kehamilan yang sehat dan kelahiran bebas kendala melorot jadi nol. Harapan usia anda turun sembilan tahun, dari 80 di Finlandia jadi 71 di Rusia. Seberangi tapalbatas terse- but dan masuk ke suatu dunia tempat para dokter handal ter- paksa bekerja untung-untung- an di rumah sakit yang minim peralatan. Di tempat tersebut orang juga makan semberono, keranjingan merokok dan mi- num serta jarang berolahraga. Berbagai penyakit merajalela dan kematian terjadi begitu rutin akibat kecelakaan atau kekerasan. Paltrow, adalah putri pa- sangan suami-istri produser televisi Bruce Paltrow dan aktris Blythe Danner. Peranan terbesar Paltrow sejauh ini adalah sosok judul dalam kisah tulisan Austen berjudul Emma. Paltrow juga tampil dalam film- film lain seperti Seven, The Pallbearer, Jefferson in Paris, Malice dan Mrs Parker and the Vicious Circle. MELOROT Setelah mengalami penu- runan lambat lebih dua deka- de, harapan usia hidup di Rusia melorot dalam separoh pertama tahun 1990-an. Kemerosotan itu terjadi demikian kilat dan tajam sehingga jurnal medis Inggris Lancet yang terhormat menyebut kenyataan tersebut "tidak ada bandingannya di era modern". AP POSE: Aktris Gwyneth Paltrow berpose di Park City, Utah, AS pada 17 Januari 1998 lalu. Film terbarunya "Sliding Doors", kisah tentang kesulitan yang dihadapi seorang wanita dalam percintaan, diputar pada malam pembukaan festival film bergengsi Sundance Film Festival di Park City. Sebuah Kota Rusia Berjuang Atasi Dalam lima tahun terakhir, sekelompok pakar kesehatan umum Finlandia bekerjasama dengan dokter-dokter Rusia di Pitkyaranta dalam usaha serius mematahkan bencana kesehat- an umum. Kemerosotan Standar Kesehatan landia kuat merokok, suka menenggak minuman keras, banyak mengonsumsi makan- an yang punya kadar lemak dan kolesterol tinggi dan terlalu malas berolahraga. Namun keadaan kemudian berubah drastis setelah dilan- carkan kampanye kesadaran umum secara besar-besaran yang dimulai di Karelia, Fin- landia, di sebeberapa perbatas- an Rusia, Kampanye tersebut mencatat sukses amat besar karena bisa mengubah sikap warga Filandia ke kebiasaan yang lebih sehat. Antara tahun 1970 dan 1990, tingkat kema- tian secara keseluruhan di Ka- Pakar-pakar Finlandia itu punya pengalaman berharga yang dapat ditawarkan kepada mitra mereka. Duapuluh lima tahun lalu, Finlandia mencatat angka penyakit jantung terting- gi di dunia. Masyarakat Fin- relia Finlandia anjlok sebesar hampir 40 persen. TAHAP AWAL Upaya menduplikasi pe- ngalaman itu di Rusia masih berada pada tahap-tahap awal. Sejauh ini yang sudah terlihat adalah kenyataan bahwa pe- laksanaan gebrakan itu mene- mui kesulitan berat. "Berbeda dengan Finlandia, tempat kampanye tersebut membuahkan hasil yang sangat bagus, upaya kami belum mem- perlihatkan hasil menggembi- rakan," ungkap Dr. Mikhail Unanov, direktur rumah sakit setempat di Ptkyaranta, sekira 100 km dari perbatasan dengan Finlandia. "Keadaan hidup di Rusia malah memburuk saja seiring dengan berlalunya setiap ta- hun," lanjut dokter tersebut. "Dalam kondisi seperti itu, orang sangat sulit untuk meme- cahkan problema medis." KELEBIHAN "Film itu mengandalkan budget atau anggaran yang ren- dah dengan sensibilitas inde- penden sehingga mempunyai ide-ide sendiri, ritmenya sen- diri serta pandangan yang ber- beda pula," aku Paltrow. "Film itu punya kelebihan sendiri. Film itu tidak mendorong pe- nonton berharap yang bukan- bukan atau menyesalkan ke- lemahan intelektual mereka. Jika anda mempercayai film itu, anda akan mendapatkan karunia. Namun anda harus tetap berdiri tegar pada posisi Keadaan itu persis seperti yang dihadapi oleh Dr. Olga Nikitina setiap harinya ketika dia pergi bekerja di bagian ber- salin rumah sakit Pitkyaranta. KA maka wanita tersebut akan memergoki pria pacarnya se- dang bercinta dengan wanita lain. Jika ketinggalan kereta, maka dia tetap saja akan men- dapati kejutan tak seberapa hebat karena teman lelakinya tak pas buat dirinya. Akibatnya, Nona Paltrow harus memain- kan dua bagian sekarang ini, dan audiens harus mencurah- kan perhatian pada peristiwa yang akan terjadi dan bagaima- na kejadian tersebut. Dokter itu, seorang wanita muda yang bersikap terbuka dan apa adanya, berdiri di jalan berpenerangan redup ke arah aula dengan aroma obat yang tajam. Hanya satu dari setiap empat lampu di langit-langit yang hidup. Tak jauh dari situ, ibu-ibu dan bayi-bayi baru lahir, ber- istirahat di kamar-kamar warna hijau di atas tempat tidur besi biasa yang ada di rumah sakit Amerika atau Eropa pada tahun 1940-an. Yang namanya pesa- wat televisi tidak ada sama sekali. KUNO Di rumah sakit tersebut juga GENCARNYA tekanan krisis moneter, tampaknya tidak menyurutkan semangat bisnis para pengurus koperasi yang justru menyimpan harapan untuk meraih kesempatan di- balik lesunya iklim bisnis secara makro. tidak terdapat alat pemantau elektronik. Sebelum bayi-bayi dilahirkan, detak jantung janin mereka dipantau dengan per- alatan kuno terbuat dari kayu mirip pegangan lilin biasa yang menyala pada salah satu bagian ujungnya. Statistik membuat dokter itu susah. Tingkat kematian bayi di Pityaranta, sekira 17 kema- tian dalam setiap 1.000 bayi yang hidup, berkisar tiga kali lipat dari angka kematian di bagian bersalin Rumah Sakit Pusat Joensuu, Secara keseluruhan, statis- tik kesehatan di Pitkyaranta dan Rusia pada umumnya sangat memprihatinkan. Usaha Koperasi tak Terpengaruh Krisis Moneter Tingkat kesehatan di Rusia lebih rendah daripada di ne- gara Eropa mana pun, AS, Kanada, Timur Tengah dan sebagian besar Asia serta Ame- rika Latin. sendiri." Seperti halnya banyak insan yang serius dalam pembuatan film, Paltrow merasa cemas dengan sikap macam kalangan penonton saat ini. Audiens tak menghendaki tema utama yang sulit atau bahasa narasi yang licik. Para produser mau setiap penonton menyukai film me- reka. Karena itu seiring dengan konyolnya selera film-film juga ikut bergerak ke arah begitu. Para penonton cermat film Sliding Doors pada bingung dibuat adegan amat sempurna di sebuah restoran karena itu pembuat film tadi menambah kan papan baca secara digital di luar restoran sehingga pe- nonton serius setidaknya bisa terus mengikuti keadaan dan duduk makan berondong ja- gung pada waktu yang sama. BUDAYA Tidaklah berlebihan jika orang mengatakan, kejadian yang ada di Rusia dalam bebe- rapa tahun belakangan ini se- macam bunuh diri nasional, kata Murray Feshbach, profe- sor di Georgetown University yang merupakan salah satu pa- kar kesehatan paling terkemuka di rusia. (ap/bh) "Hal itu menyedihkan tapi tidak mengherankan," ujar Paltrow. "Simak saja bahan yang dibaca orang dan apa yang mereka tonton: Semua itu se- macam homogenisasi budaya Karenanya, sekalipun ge- jolak nilai tukar mata uang saat ini tengah mendera sebagian besar sektor usaha, namun para pengurus koperasi sangat op- timis kesempatan bagi usaha mereka justru akan makin terbuka. Oleh: Asep Fathulrahcman Optimisme seperti itu cukup beralasan karena hampir seluruh kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan sangat "steril" dari dana pinjaman luar, lebih-lebih pinjaman dalam bentuk dolar AS. Salah satu bukti yakni peningkatan omset seperti yang dialami hampir semua koperasi simpan pinjam (Kospin) di D.I. Yogyakarta. Krisis moneter ternyata tidak menggoyahkan kinerja usaha mereka. "Bahkan tingkat suku bunga yang kami berikan kepada para pengusaha kecil saat ini tetap 14 persen pertahun dan sengaja tidak kami naikkan sejak Januari 1997," kata Ketua Kospin "Pratama" Yogyakarta, Ibnu Soemarjo.. Menurut dia, dalam lima bulan terakhir sejak mulai terjadinya depresiasi rupiah ternyata omset usahanya justru tumbuh rata-rata 15 persen perbulan. Dengan adanya tambahan omset usaha, katanya, maka secara otomatis volume sim- panan anggota di koperasinya terus meningkat pula. "Kunci kesetabilan usaha kami yakni karena seluruh omset dana yang dikelola sepenuhnya merupakan aset milik sendiri," ujar pemimpin Kospin yang mengaku mengelola usaha dengan total omset mencapai Rp 48 miliar itu. Karenanya, ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar terus turun, bisnis mereka tidak terpengaruh secara langsung, malah tidak jarang beberapa lembaga keuangan swasta juga meminjam uang pada mereka. BINA KEDEKATAN Hal senada juga dikemu- kakan Ketua Puskud D.I. Yo- gyakarta H. Soenarjo, bahwa di tengah "gonjang-ganjing" krisis moneter, koperasi justru men- jadi semacam senjata pamung- kas untuk tetap memperta- hankan diri dengan cara kembali pada tumpuan kekuatan kaki sendiri. "Alhamdulillah, sejak krisis moneter ramai jadi pembica- raan, hingga sejauh ini di wilayah ini tidak ada laporan dari pengurus koperasi bahwa mereka ikut terkena dampak- nya," ujarnya. Kunci ketangguhan koperasi dalam menghadapi krisis, ka- tanya, terletak para tumpuan kekuatan sendiri dan tidak mengandalkan pinjaman dari luar anggota sebagai modal usaha. ANALISA masal dan tak peka." Bahkan sebuah film klasik semisal The Red Balloon tak menarik seba- gian anak-anak lagi, lanjut Paltrow, sebab anak-anak de- wasa ini tidak bisa menerima balon itu pecah. Seperti halnya film Sliding Doors, Great Expectations juga tertarik meneliti hubungan cin- ta baik yang harmonis maupun yang penuh prahara. Nona Pal- trow berperan dengan lawan main Ethan Hawke sebagai Estella, wanita muda yang lebih suka memperalat orang dari- pada menyintai mereka. Hawke membawakan peran pelukis Finnegan Bell, dan Anne Ban- croft jadi bintang pendamping sebagai pengawal eksentrik Estella yang bernama Nona Dinsmoor. Karena itu, kata dia, pihak- nya berkali-kali menolak ta- waran pihak luar yang ingin turut Kini di saat orang makin sering membicarakan kehidup- an akting Paltrow dan bukan kehidupan pribadinya (dia be- lum lama ini putus hubungan dengan aktor Brad Pitt), Pal- trow merasa lega. "Saya sempat merasa amat gentar campur takut--sebab saya terpikir perpisahan itu akan jadi pertumpahan darah," ujar aktris tadi pada wartawan buat pertama kalinya dalam beberapa bulan ini. "Tapi orang hanya ingin membicarakan kerja saya bukan bukan subjek film-film saja." (ap/bh) menanamkan modal mereka dalam usahanya. Dengan pertimbangan, bila terjadi krisis maka hal itu akan membebani para anggotanya. Kunci sukses lain yang tak kalah pentingnya dalam mengelola usaha koperasi, katanya, yaitu upaya untuk meminimalkan jumlah kredit macet. "Setelah diamati selama bertahun-tahun, ternyata kunci sukses untuk menekan kredit macet terletak pada pembinaan untuk mendekatkan anggota dengan koperasi. Kalau perlu mereka (para anggota) turut dilibatkan secara emosi, se- hingga mereka kapok untuk menunggak setelah turut me- rasakan pahitnya akibat kredit macet yang harus ditanggung' semua anggota," ujarnya. Menyinggung tentang per- tumbuhan koperasi di D.I. Yogyakarta, H. Soenarjo me- ngatakan, jumlah koperasi di wilayahnya terus bertambah dari 786 unit tahun 1996 menjadi 813 unit pada tahun 1997. Demikian pula total asetnya mengalami perkembangan dari Rp657 miliar (1996) menjadi Rp821 miliar (1997), dengan nilai volume usaha yang juga tumbuh dari Rp1,235 trilyun (1996) menjadi Rp1,321 (1997). TAHUN KOPERASI mukakan Guru Besar Fakultas Optimistis serupa juga dike- Ekonomi Universitas Gadjah Mada (FE-UGM) Prof. Dr. Mubyarto yang menyebut tahun ini merupakan tahun pertum- buhan bagi koperasi. "Di tengah sikap pesimistis kebanyakan pengamat tentang pertumbuhan ekonomi Indone- sia, saya tetap optimistis pada 1998 koperasi akan mengalami pertumbuhan gemilang diatas pertumbuhan ekonomi secara nasional," kata Prof. Mubyarto yang juga Asmen II Ketua Bappenas Bidang Peningkatan Pemerataan dan Pengentasan Kemiskinan itu. Menurut dia, optimistis seperti itu cukup beralasan karena produk koperasi yang selama ini kurang menonjol akan terus meningkat daya saingnya mengalahkan produk sejenis yang menggunakan kandungan impor tinggi atau investasinya dibiayai uang pinjaman asing. AP BOTOT: Seorang wanita membawa botol-botol botot yang dia kumpulkan untuk dijual di Pitkyanta, Rusia, beberapa waktu lalu. Seperti banyak tempat lain di Rusia, Pitkyanta mengalami penurunan gaya hidup dan tingkat kesehatan selama tahun 1990-an. Antara PASAR TUMPAH: Suasana perdagangan di Pasar Tumpah Clacang, Cirebon, Jawa Barat, awal pekan ini, Pasar Tumpah yang banyak terdapat di sepanjang jalur pantai utara Jawa Barat ini berpotensi menimbulkan kemacatan lalulintas terutama selama adanya arus mudik Lebaran. PI PUD SELAMAT DATANG Antara MUDIK DENGAN KAPAL: Ribuan pemudik yang menggunakan jasa angkutan kapal laut memadati Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu sore lalu. KM Sinabung ini meruapakan kapal terakhir yang bertujuan ke Muntok Tanjung Balai Karimun. Lonjakan penumpang pada hari-hari menjelang Lebaran mengalami peningkatan 50 persen dibanding hari sebelumnya. Mudik di Merak Kacau Gara-gara Kapal Ditahan Tiga Jam Merak, (Analisa) Suasana arus mudik di Pela- buhan Feri Merak, Banten, Sabtu tengah malam hingga Minggu dini hari kacau, gara-gara Syah- bandar Merak, Sudiono, bersi- keras menahan keberangkatan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lampung, hingga sekitar tiga jam. Wartawan Antara yang turut "begadang" di Pelabuhan Feri Merak melaporkan, arus mudik dari Merak ke Bakauheni yang semula tampak padat-lancar, Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB "kebanjiran pemudik yang berdatangan secara serentak. Ribuan calon penumpang kapal tampak berdesak-desakan di depan loket penjualan karcis dan ruang tunggu calon penum- pang, sementara lebih dari 1.000 unit kendaraan telah memadati seluruh lahan parkir di kawasan pelabuhan, hingga meluber, me- macetkan Jalan Raya Merak. Kepadatan arus kedatangan calon penumpang yang terus me- ningkat, membuat ribuan calon penumpang terus terdesak, hing- ga berjejal di "gang way" (jalan menuju kapal) dan "tumpah" di pinggiran dermaga maupun di Dili, (Analisa). Gerakan PKK di Indonesia selama 25 tahun terakhir sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan atas keberhasil an itu memperoleh penghargaan internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dana bantuan inter- nasional untuk anak-anak (Uni cef/PBB) memberikan penghar- gaan bersamaan masing-masing berupa "Sasakawa Health Prize dan Maurice Pate Award", kata Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny Hj E Yogie S.M pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-25 Kabupaten Dili, Selasa. sela-sela antrian kendaraan. Ketika KMP Lampung yang membawa penumpang dari Ba- kauheni sandar di dermaga I Pe- labuhan Merak belum rampung menurunkan seluruh muatan pe- numpang maupun kendaraan, ri- buan calon penumpang sudah "menyerbu", berebut memasuki kapal. Berkat kerja keras seluruh pengurus Tim Penggerak PKK di tingkat pusat sampai pedesa an pada bulan September 1995 juga menerima "Noma Literacy Prize" penghargaan tertinggi dari organisasi internasional yang menangani pendidikan (UNESCO) berkat prestasi memberantas buta aksara. Para petugas penjaga pintu menuju kapal pun tidak sanggup membendung desakan calon pe- numpang yang terus "menyerbu" memasuki kapal, sehingga KMP Lampung yang kapasitasnya ha- nya untuk sekitar 600 orang itu pun telah dipadati penumpang, yang diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Secara nasional juga. 'eneri- ma piagam penghargaan 'Ksa- tria Bhakti Husada Adidya" ke- las I dari Departemen Kesehat an yang diserahkan Presiden Melihat muatan kapal yang berlebihan, Syahbandar Merak, Sudiono, tidak bersedia membe- rikan surat izin berlayar (clearen), sehingga KMP Lampung tidak dapat menepati jadwal berangkat ke Bakauheni pukul 23.30 WIB. Setelah KMP Lampung terka- tung-katung cukup lama, petugas pelabuhan bersama aparat ke- amanan kemudian berhasil me- nurunkan kembali ratusan pe- numpang KMP Lampung. Namun meski ratusan penum- Dalam kondisi seperti itu, katanya, bila dikelola secara profesional dan efisien, koperasi justru akan menangguk banyak kesempatan serta keuntungan Gerakan PKK Indonesia Mendapat yang sedikit. Penghargaan Internasional "Sayangnya masih ada ke- lemahan umum yang melekat pada sebagian besar koperasi, antara lain lemah dalam lobi serta manajemen organisasi. Bila kesempatan yang terbuka dari krisis moneter itu ingin diraih mereka harus secepatnya membenahi organisasi serta memperkuat lobi untuk meraih tender usaha," demikian Prof. Dr. Mubyarto. (Ant) pang telah diturunkan, Sudiono yang baru beberapa bulan bertu- gas sebagai Syahbandar Merak itu, juga tidak segera memberikan surat izin berlayar (SIB). "Semua penghargaan dan prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras dan kegigihan selu- ruh pengurus dan anggota dalam mengemban tugas," kata Ny Yogie S.M. DI TIMTIM Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-25 diperingati secara berjenjang di Timor Timur mulai dari Tingkat Propinsi dan Kabupaten. Setelah para penumpang ber- sama ribuan calon penumpang yang berdesak-desakan di "gang, way" berteriak-teriak, pihak Syahbandar Merak baru mem- berikan SIB, dan KMP Lampung meninggalkan dermaga I pukul 02.15 WIB, Minggu dini hari. Untuk Propinsi dipusatkan di Kabupaten Aileu akhir minggu lalu dihadiri Gubernur Timtim, Abilio Jose Osorio Soares dan Ketua Tim Pembina PKK se- tempat, Nyonya Abilio. DISAYANGKAN Kepala Cabang Pelabuhan Feri Merak, H. Ilham Nontji dan Kepala Divisi Operasi Pelabuhan Feri Merak, HA. Chanafi, me- nyayangkan sikap Syahbandar Merak yang menahan KMP Lam- pung hingga sekitar tiga jam ter- sebut. Gubernur Abilio pada ke- sempatan itu menyerahkan penghargaan "Adhi Bhakti Madya" dari Mendagri Yogie S.M selaku Pembina Tim Peng- Akibat ditahannya KMP Lam- pung hingga sekitar tiga jam, jadwal pemberangkatan tiga ka- pal dari Merak ke Bakauheni menjadi hilang, karena dermaga- nya dipergunakan untuk mena- han KMP Lampung tersebut. Soeharto kepada Ketua Umum gerak PKK pusat kepada empat Tim penggerak PKK pada pun- cak Hari Kesehatan Nasional yang dipusatkan di Bandung 11 Nopember 1995. pengurus penggerak PKK atas ketekunan dan kegigihan mema- jukan PKK di Propinsi termuda di Indonesia itu. Prestasi tersebut disusul de- ngan penghargaan serupa dari Menteri Kesehatan kepada Ke- tua Tim Penggerak PKK selu- ruh Indonesia pada peringatan Hari Kesehatan Nasional yang dipusatkan di Surabaya tahun 1996. O Juni Terakhir menerima "Satya Lancana Wira Karya" dari Pre- siden Soeharto yang diserahkan Sedangkan Tim penggerak PKK Kabupaten Dili, dokter pada puncak acara hari Keluar- ga Nasional yang dipusatkan di Maria Aurelia Soares pada acara Dalam sambutan tertulis di- Binjai, Sumatera Utara yang dihadiri Bupati setempat, bacakan Ketua Tim Penggerak 1997. Domingos M.D Soares, SH. MS PKK Kabupaten Dili, Dokter menyerahkan penghargaan ke- Maria Aurelia Soares, Ny Hj. E pada Nyonya Maria Felismina Yogie S.M menambahkan, Gusmao sebagai kader PKK prestasi tersebut disusul dengan yang mempunyai masa pengab- dian selama 21 tahun yakni sama penghargaan "Asian Manage- ment Award" dari "Asian Insti- dengan usia Timtim berintegra- tute Management" yang berpu- si ke wilayah Indonesia. sat di Philipina. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Ny. Astrid Mooy, pengurus teladan Tim penggerak PKK Kabupaten Dili dan Nyonya Maria Theresia, pengurus PKK Kecamatan Meti naro yang mempunyai pengab- dian selama 20 tahun. Padahal, jadwal tiga kali pem- berangkatan kapal tersebut pa- Halaman 9 Pada peringatan Hari Kesatu an Gerak PKK ke-22 tingkat Kabupaten Dili juga diserahkan Tabungan Keluarga Sejahtera (Takesra) dan Kredit Usaha ke- luarga Sejahtera (Kukesra) ke- pada keluarga Pra KS di daerah itu.(Ant) ling tidak mampu mengangkut sekitar 5.000 penumpang dengan tidak kurang dari 250 unit ken- daraan campuran. Akibat berikutnya, jubelan an- trian calon penumpang bertam- bah padat, bahkan ribuan calon penumpang yang berjejal di "gang way" hingga menjerit- njerit histeris, karena tidak tahan terus-menerus digencet-gencet sesama calon penumpang. Kemudian antrian ribuan ken- daraan, yang berderet dua-tiga lajur ke arah Merak, memacetkan sepanjang Jalan Raya Merak, dari gerbang pelabuhan hingga pintu tol Gerem Merak, sepanjang se- kitar lima kilometer. Karena arus kedatangan ken- daraan dari arah jalan tol Jakarta ke Merak terus meningkat, an- trian ribuan kendaraan yang ter- diri dua-tiga lajur itu juga me- madati ruas jalan tol Merak, hingga sepanjang sekitar lima kilometer. Dirut PT (Persero) ASDP, Capt. Syahwin Hamid, dan Di- rektur Operasi ASDP, Capt. Aris Munandar, yang Sabtu malam itu meluncur dari Jakarta ke Me- rak, menggunakan kendaraan sendiri-sendiri, termasuk yang terperangkap dalam kemacetan di jalan tol Merak tersebut. Setelah KMP Lampung ber- Keempat pengurus yang hasil diberangkatkan, dan dari menerima penghargaan terse- but masing-masing Ny Gerar- dermaga I telah diberangkatkan beberapa kapal, termasuk KMP diana Paulus Moa, istri Sekwil- Titian Murni dan KMP Nusa Ba- da Kabupaten Liquica, Nyonya Coralina Dos Santos dari Ka-hagia, suasana kacau agak ter- atasi, antrian ribuan calon pe- bupaten Lospalos, Ny Teresia Mendonca dari Kabupaten Ai- numpang tidak lagi berteriak- teriak. leu dan Ny Maria DSC dari Kabupaten Baucau. Kemudian sejumlah kapal yang berdatangan dari Bakau- heni, seperti KMP Titian Murni dan KMP Nusa Bahagia, terpaksa harus terkatung-katung di per- airan Merak sampai sekitar empat jam, menunggu untuk dapat sandar di dermaga I yang digu- nakan untuk menahan KMP Lampung tersebut. Sampai Minggu pagi, arus penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera masih terus padat, tetapi proses penyeberangan, baik yang meng- gunakan dermaga I, II maupun dermaga IV, dapat berjalan lancar. Di dermaga IV yang semula hanya dioperasikan dua kapal, KMP Infiniti, sejak Minggu dini hari ditambah untuk pengope- rasian KMP Jatra I dan Jatra II. Selama 24 jam hingga Minggu pagi, jumlah penumpang yang berhasil diseberangkan dari Me- rak ke Bakauheni, oleh 49 per- jalanan kapal, tercatat sekitar. 56.500 orang dengan 5.038 unit kendaraan campuran. Hingga Minggu siang, ratusan truk tujuan Sumatera masih di- tahan di kantong parkir Cikuase dan di ruas badan jalan tol sekitar pintu tol Gerem, Merak, sedang- kan kendaraan pribadi dapat terus meluncur ke Pelabuhan Feri Me- rak yang juga masih dipadati an- trian ratusan kendaraan. (Ant.)