Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-28
Halaman: 04
Konten
Rabu, 28 Januari 1998 Penerbit Pemimpin Umum/Pendiri Wakil Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Perusahaan Managing Editor Sekretaris Redaksi Redaktur Anggota Redaksi Terbit Tarip Iklan Alamat Telepon Perwakilan Jakarta SIUPP Dicetak Oleh : : : B : 7 : : : analisa Yayasan SIKAP PRESS. Harta Susanto. Supandi Kusuma. H. Soffyan. H. Ali Soekardi. Joeli Salim. Paulus M. Tjukrono. H. War Djamil. H. Amir Siregar, H. Kaharudin, H. Bahari Effendy, H. Naswan Effendi, Usman Alie, H. War Djamil, Mulyadi Franseda, H. Ismail Lubis, H. Basyir Ahzar, Buoy Harjo, Agus Salim, H. Azmi Majid (foto). M. Hatta Lubis, Mac. Reyadi MS, A. Rivai Siregar, Hasan Basri Ns, Timbul O. Simarmata, Johan Jambak, Ismugiman, Idris Pasaribu, M. Sulaiman, Ali Sati Nasu- tion, Samil Chandra, M. Nur, Hermansyah, Aswadi, Faisal Fardede, Kwa Tjen Siung. Hendar Tusmin, Anthony Limtan. Seminggu 7 kali. Rp. 5.000,- per mm/kolom (umum). Rp. 3.500,- per mm/kolom (keluarga). Jalan Jend. A. Yani No. 35-43 Medan. Kotak Pos : 1481. Telex No. : 51326 ANALIS IA. Fax: (061)- 514031, Telegram: ANALISA MDN. Redaksi: 556655 (2 saluran)/511256. Tata Usaha: 554711 (3 saluran)/513554. Frans Tandun, Jln. K.H. Hasyim Ashari. No. 43-A Jak. Pusat Tel. 3446609/3844339/3453912 Fax.: (021) 363388. SK. Menpen No. 023/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1985. Tanggal 24 Desember 1985. P.T. KUMANGO Medan (Isi di luar tanggung jawab pencetak). Tajukrencana Kemungkinan Aksi Militer AS Terhadap Baghdad PENGGELARAN wahana perang canggih Ame- rika Serikat dan Inggris di Teluk Persia beberapa ha- ri belakangan ini menunjukkan, kedua negara akan mengambil langkah militer untuk "menghukum" Irak. Baghdad yang merasa kedaulatannya terus me- nerus dilecehkan Amerika, bersedia mengambil resi- ko bahkan dengan perang sekalipun. Pemicu ketegangan baru Washington-Baghdad ini tidak lain karena penolakan Presiden Saddam Hus- sein untuk memberikan akses yang lebih besar kepa- da tim pemeriksa Perserikatan Bangsa Bangsa, men- cari senjata pembunuh massal yang dikabarkan dibuat dan dimiliki Irak. Saddam Hussein melalui pembantu- pembantu utamanya termasuk dutabesarnya di New York (PBB), telah berkali-kali menyangkal adanya senjata-senjata seperti itu. Memang, dalam pemerik- saan yang telah beberapa kali dilakukan, tidak atau belum ditemukan senjata kuman, pelumpuh syaraf, biologi dan nuklir sebagaimana dituduhkan. Tetapi, tim PBB bersikeras diizinkan memeriksa istana- istana Saddam Hussein yang diduga tempat menim- bun dan menyimpan senjata dimaksud. agar Merasa telah berkali-kali dilecehkan, nampaknya sekali ini Presiden Saddam Hussein memperlihatkan kembali tekad dan sifat kerasnya. Dengan perkataan lain, Saddam Hussein akan menunjukkan, negaranya tidak selamanya harus tunduk kepada kemauan tim pemeriksa PBB, yang menurutnya penuh dengan mata-mata Amerika, yang dikirim ke Irak untuk ke- pentingan Washington sendiri. Saddam Hussein te- lah memobilisasi rakyatnya menghadapi serangan mi- liter Amerika dan Inggris yang diperkirakan selepas Hari Raya ini.. Tanda-tanda Amerika akan melakukan tindakan militer terlihat, tatkala Presiden Clinton bertemu de- ngan para penasehat senior keamanan dan militernya akhir pekan lalu. Ia juga mengadakan kontak-kontak telepon dengan pemimpin-pemimpin negara aliansi- nya untuk mengetahui sikap, pendirian dan mengha- rapkan sokongan mereka. Tetapi, hanya Inggris-lah agaknya yang mengam- bil langkah konkret dan mengirimkan kapal induk- nya ke Teluk Persia bergabung dengan armada Ame- rika yang telah siaga di perairan itu. Rusia yang per- nah menjadi telangkai dalam sengketa Washington- Baghdad, diberitakan tidak tahu-menahu dengan ren- cana aksi militer Amerika/Inggris tadi. Moskow, se- perti biasanya, tidak menyetujui tindakan militer dan lebih menyukai cara-cara diplomasi memecah kebun- tuan perundingan. Dapat dibayangkan, bila rencana aksi militer di- laksanakan korban yang banyak berjatuhan pasti di kalangan rakyat biasa. Karena itu, tindakan militer bagaimanapun terbatasnya, sebaiknya dihindarkan. Perang tidak akan memecahkan masalah, bahkan mungkin akan lebih memperparah keadaan. Penaha- nan diri jualah yang diutamakan agar bencana perang dapat dihindarkan. Surat Pembaca. Nama dan alamat harus jelas Sertakan Fotokopi KTP Mendahulukan yang Teramat Penting, daripada ganggu, dan bukan mustahil ter bitan media massa, berarti juga upaya mencerdaskan bangsa ter hambat. A yang Bersifat Pamer Dan belakangan ini para pener bit media massa mulai mengeluh dengan mahalnya harga kertas koran. Mereka juga terancam gulung tikar. Begitupula para penerbit buku, terancam meng hentikan usahanya jika harga ke tas, begitu pula peralatan lainnya untuk penerbitan buku, terus membubung. BUKAN lagi perihatin, tetapi malah saya merasa ngeri melihat satu "bahan pokok" sebenarnya. krisis moneter dan gejolak eko Adalah upaya kita bersama, dengan dorongan dan bantuan nomi sekarang ini. Betapa tidak, pemerintah, upaya pengadaan karena harga barang-barang, terutama kebutuhan sehari-hari, lebih baik. kertas ini dapat dilakukan dengan dan juga tarif jasa melonjak- lonjak seenaknya saja.. Di mana-mana masyarakat, ter utama masyarakat menengah ke bawah "menjerit" akibat ke sulitan. Harga naik tapi gaji tetap dengan nilai yang kian menurun ! Nah, yang lebih mengerikan lagi, jika kita melihat jauh ke depan, ada yang lebih merisau kan. Di antara barang yang harganya melambung tinggi adalah kertas. Padahal kertas me rupakan bahan penting dalam kehidupan bangsa, yaitu sarana mencerdaskan bangsa. Pada masa mendatang, sudah seharusnya kita dalam melaksana kan pembangunan, mendahulu kan pelaksanaan pembangunan yang teramat penting daripada yang tidak penting. Pembangun an pabrik kertas jauh lebih pen ting, lebih bermanfaat, daripada pembangunan tugu misalnya. Penerbitan media massa, begitu pula buku-buku pelajaran dengan harga relatif murah, jauh lebih bermakna daripada hanya mem- buat makanan ringan yang sebe narnya sudah sangat banyak dan beraneka-ragam dengan gaya atau mencontoh makanan dari luar negeri. Ini jika kita memang ingin benar-benar "mencerdaskan bangsa", dan dalam arti yang benar, bukan sekedar teori dan cerita. Artinya dalam membangun kita harus dapat memilah-milah mana sebenarnya benar-benar teramat penting dan harus dida Ini akan merugikan ktia se hulukan, serta untuk kepentingan mua! Jelas! Dengan mahalnya seluruh rakyat, daripada yang harga buku, atau terhentinya pe hanya sekedar menguntung sege nerbitan yang tentu saja termasuk lintir orang/pengusaha. juga buku pelajaran sekolah, berarti para murid/pelajar seko lah, mahasiswa jadi terhambat. Begitu pula dengan tidak lan- car atau sampai terhentinya pener ARIS SUHARDJO Jalan Kebon Sirih IV Jakarta 00000 Reformasi Pembayaran Pajak Kenderaan, Bagaimana? untuk pembangunan dan keperlu an lainnya.? ubahan sesuai harapan wajib pa- jak. Alasan petugas karena sering ada terjadi permasalahan terha dap kenderaan bermotor. Misal nya pindah tangan, pencurian, pindah alamat pemilik. Bagaima na yang tidak ada perubahan selama lebih lima tahun terkadang sampai sembilan tahun.? SETELAH Presiden Soeharto menandatangani Letters of Inten (Surat penting yang sedang jadi perhatian) Kamis 15 Januari 1998, sudah dikeluarkan beberapa Kep- pres dan Inpres untuk maksud menghilangkan berbagai ham- batan dan memperlancar pema sukan uang ke kas negara. Inilah bagian dari langkah pemerintah untuk mengatasi krisis moneter yang mengganggu keuangan nega ra. Pemilik kenderaan bermotor sudah lama mengeluhkan sulitnya membayar pajak kenderaan terse but. Sudah dibicarakan di DPRD dan DPR serta berbagai pendapat sudah dimuat di surat kabar, bagaimana cara terbaik agar wa- jib pajak tidak merasa kesulitan mengantar uang ke kas negara. Kendati konon ada pengu rangan jumlah kejadian pada tahun-tahun belakangan, namun korban tetap sekitar jumlah tersebut. Artinya, jumlah korban pada setiap kejadian justru meningkat. Tak heran kalau Presiden Suharto sendiri sampai menge salkan perilaku sopir kenderaan umum, katakanlah oknumnya, yang sudah tergolong berlaku ugal-ugalan. Apalagi, seperti pada kejadian tabrakan antara bus dan truk di jalan Tol Tangerang tempo hari, menewas Maka itu masalah kertas ini kan sekaligus 36 (tiga puluh tidak dapat dianggap masalah enam) penumpangnya. Hanya sepele. Kertas merupakan salah dalam satu kali kejadian. Ter- nyata, sopir mabuk. SAYA kaget ketika Tony yang orang Tionghoa itu bilang kepada saya bahwa dia tetap ngantor pada tanggal 28 Januari ini. Padahal hari itu kan hari dimana semua orang Tionghoa di seluruh dunia merayakan Sin Cia atau yang lebih baik dikenal dengan sebutan Imlek. Tony yang kelahiran Jakarta dan tetap ting- gal di Jakarta ini memberikan alasan bahwa orang tuanya sudah tidak pernah merayakan hari raya Imlek sejak dia dilahirkan ke dunia ini. Bahkan angpau (amplop merah berisi uang) pun sudah tidak dikenalnya. Saya sedikit heran. Karena hal ini tidak lazim terjadi di kalangan Tionghoa pada umumnya. PADA salah satu makalah saya, pernah tersaji bahwa kor- ban kecelakaan lalu lintas di In- donesia, mengalahkan korban sebuah peperangan. Data beberapa tahun terakhir menyebutkan bahwa setiap tahun orang yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas sekitar 11.000 orang. Oleh Paganding Tua PEMBAYARAN PAJAK Pajak adalah bagian dari pen- dapatan negara. Atau kata lain bagian dari pemasukan ke kas negara. Karena itu pemerintah selalu mencari jalan terbaik untuk memperlancar pembayaran terse Ketika dibuka wawancara dengan beberapa sopir kenderaan umum, lebih mengerikan lagi, pada umumnya mereka memang tidak asing dengan minuman keras. Justru katanya untuk me- ningkatkan "ketahanan" dan "keberanian". Entah keberanian untuk apa yang perlu ditingkatkan. Mereka lupa justru ditangan- nyalah terletak nyawa berpuluh orang, bahkan terkadang bera- tus orang. Belum lagi kecelakaan angkutan udara yang dramatis baru-baru ini, menewaskan, juga sekaligus, penumpang dan kru pesawat, 234 (dua ratus tiga puluh empat) orang. Atau kecelakaan ferry di Sabang tempo hari dan kecelakaan kapal motor "Pel datari", di Danau Toba. but. Masa lalu pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) ter masuk yang menyusahkan masya rakat karena urusannya agak berliku-liku. Terakhir melalui bank, tentu menyenangkan hati wajib pajak, tidak perlu antri dan berlama-lama urusannya di bank tersebut. Tapi sayang masih ada Lurah yang kurang memahami, sehingga beredar suratnya kepada yang sudah melunasi pajak, agar datang ke kantor untuk membica rakan pelunasan PBB nya. Untuk menyajikan contoh- contoh kecelakaan lalu lintas di udara dan perairan. Pada waktu itu Prof. Dr. Bachtiar A. Salim SH, sempat mengatakan bahwa pernyataan saya itu masih perlu dilengkapi dengan suatu peneli- tian yang menghasilkan data akurat. Jelas pendapat tersebut benar. Jika pemerintah pusat sudah membuat reformasi mengenai tata cara niaga dan hambatan- hambatan lain yang dialami pedagang selama ini, tentu Pem- da akan dapat juga berbuat yang lebih baik kepada wajib pajak ter- masuk pajak kenderaan bermotor ini. Dapatkah dilakukan mulai April 1998, sebagai rasa cinta kepada rakyat dan negaranya yang memerlukan dana yang banyak Imlek dalam Keprihatinan ASIMILASI TOTAL Yang lebih anehnya, ternyata Tony tidak sendirian. Cukup banyak orang Tionghoa di Jakar- ta yang sudah tidak merayakan Imlek. Terutama anak-anak. Mereka, sebagian besar, tidak Sebenarnya, gambaran seperti pernah tahu makna perayaan itu diatas cukup baik. Setidak- sendiri. Bahkan ketika ditanya tidaknya dalam suasana yang mereka orang apa, mereka selalu sangat memprihatinkan saat ini. mengatakan bahwa mereka itu Krisis moneter. Krisis keper- orang Indonesia. Istilah Tinghoa cayaan. Kesenjangan sosial dan tidak begitu mereka kenal. ekonomi. Kesenjangan kebu Mungkin hal itu tidak diberi dayaan. Dan lain-lain. Pada masa tahukan lagi oleh orang tuanya. yang prihatin ini, teladan Tony Selain itu juga mungkin karena dirasa cukup efektif. Setidak Akan tetapi, sebenarnya, tan- pa ada penelitian yang tentu hasilnya akan lebih bagus, kecuali kalau terlalu banyak 'black number' hanya melalui penga matan dengan menggunakan sumber berita dari media massa saja, sudah dapat ditarik kesim- Tentu wajib pajak tidak mau tau terhadap surat itu karena Lurah tidak tau mana warganya yang rajin bayar pajak dan yang tidak mau tau terhadap pemba yaran PBB nya. Mengenai pembayaran pajak kenderaan bermotor ini sudah puluhan tahun dipermasalahkan, tapi tak kunjung membawa per Oleh Yan bahasa Tionghoa itu sendiri sudah tidak dipakai lagi sebagai media komunikasi sehari-hari. Baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Oleh Subanindyo Hadiluwih pulan bahwa jalan raya memang merupakan salah satu penyebab kematian, atau pembunuh manusia yang relatif besar, dengan penyebab justru manusia itu sendiri. ATURAN BARU DI MEDAN Beberapa orang wartawan pernah meminta pendapat saya perihal aturan baru dalam hal mengurus arus lalu lintas di kota Medan. Tentu berkaitan dengan perubahan beberapa jalan yang semula dipergunakan untuk dua arah menjadi satu arah. Hal ini saya survei sendiri secara tanpa sengaja Banyak yang lebih mengenal budaya daerah nusantara ketimbang budaya leluhurnya. Karena hal itu yang sering disaksikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini dpat dimengerti karena praktek tradisi Tionghoa tidak begitu kental lagi karena kuantitas perayaannya tidak begitu besar lagi sejalan dengan modernisasi. Mereka lebih mementingkan perayaan perayaan keagamaan sesuai dengan agama yang mereka anut. Hal ini tentu merupakan suatu awal yang baik untuk menuju asimilasi secara total suatu hari. CONTOH BAIK DALAM KEPRIHATINAN ANALISA Mengurus Arus Memang ada sedikit per- baikan yakni dilainkan loket un- tuk urusan pemilik yang langsung mengurusnya dengan memakai kuasa. Untuk roda dua lain dari roda empat. Persoalannya tempat- nya saling berdekatan, jika banyak yang berurusan, menjadi sempit dan antrinya cukup lama. Apa lagi kalau antri sewaktu mengam- bil nomor masuk, sungguh menye dihkan kalau panas terik atau gerimis. Ketika saya menjawab : 'berhasil', ternyata mereka terke- jut. Padahal, dengan aturan yang baru, yang memaksa pengguna jalan untuk menempuh jalan yang relatif lebih panjang, menjadikan volume kenderaan pada setiap badan jalan akan berkurang. Pengurangan simpang- simpang jalan yang semula dii- jinkan dilalui oleh kenderaan dengan berbagai arah jalan, men- jadi hanya untuk satu arah juga mengurangi konsentrasi kendera an di tempat tersebut. Apalagi kalau kebetulan 'traffic' light' mati. Ada beberapa kali antri dalam urusan pembayaran pajak itu yakni ambil nomor masuk, meng ambil formulir, menyerahkan kembali, membayar pajak dan mengambil STNK. Bagi yang sudah berusia di atas 60 tahun semua urusan ini memprihatinkan, apalagi jika kaum wanita. Jika menyerahkan kepada orang lain melalui kuasa, tentu akan terjadi penambahan biaya yang terkadang sampai Rp. Liawinardi tidaknya untuk menunjukkan perasaan memiliki rasa kebersa- maan dengan sesama yang barang kali tidak dapat merayakan hari hari bahagia mereka secara wajar. Suhu kecemburuan sosial akan dapat ditekan. Kerjasama dan sa- ling percaya akan timbul karena perasaan senasib dan sepenang gungan. KEPINCANGAN TIMBULKAN KECEMBURUAN Luapan emosi yang meledak akhir-akhir ini terkadang dapat dimengerti. Karena masih ada orang yang bersenang-senang di McDonald sementara sebagian saudaranya kelaparan di RSS di pojok desa. Masih ada orang yang memakai aksesori intan manikam diantara mereka yang tidak bersandang. Masih ada yang berpesta ria sementara masih ada yang berjuang dengan nasibnya yang tidak berberkah. Oleh karena itu, Tony, karena ketidakbiasaannya, pa disadarinya kepada mereka di luar dirinya bahwa dia juga udah merasa orang sebangsa dan se tanah air dengan sobat-sobatnya. Dia juga peduli dengan keadaan di bumi di mana dia berpijak. Dia telah memahami betapa kom pleksnya persoalan-persoalan jalan berupa cat putih memanjang tak putus-putus, yang artinya tak boleh mendahului, dilanggar seenaknya. Akhirnya, kenderaan menjadi berlapis-lapis yang justru menyebabkan kemacetan semakin parah. BANGGA MELANGGAR PERATURAN Dalam salah satu tulisan saya di harian ini, beberapa puluh tahun yang lalu, kebetulan dilom- bakan pula dalam rangka hari ulang tahun kota Medan, saya menampilkan juga masalah ini. Terutama tentang kebiasaan alah bisa karena biasa untuk justru tidak menaati aturan lalu lintas. Berani melanggar lalu lin- tas, dan tidak ditangkap, justru merupakan kebanggaan. Terha dap orang yang patuh, mereka mencibirkan bibir. Penakut, pengecut. Lama kelamaan, si patuh ini- pun hilang kesabarannya. Mereka pun segera berperan pula dalam drama lalu lintas berdarah. 25.000 untuk roda dua dan Rp. 75.000 untuk roda empat. Bagi orang yang banyak uangnya ten- tu hal demikian tidak seberapa, tapi bagaimana kalau pensiunan, tentu uang sedemikian sudah lumayan. Bahkan ada memang ingin merasakan keluhan masyara kat selama ini. Akibat lebih lanjut, men- dahului dari kiri, berhenti tepat di tempat larangan berhenti, berhen- ti di tengah jembatan, berhenti tanpa menepikan kenderaannya dan lain-lain merupakan peman- dangan sehari-hari. Rupanya, banyak di antara sa habat-sahabat saya itu meng- inginkan supaya saya menyatakan gagal! Kalau gagal, tentu berita menarik. Kalau berhasil, ya biasa saja. Tak dianggap punya nilai berita. Bukan 'news'. Tentu setumpuk bukti telah disiapkan- nya untuk saya setujui. Misalnya, kenyataan adanya kemacetan di berbagai jalan tertentu. Sedih juga saya terpaksa tidak bisa memenuhi keinginannya. Tetapi saya tetap berpendapat : berhasil! Jangan coba menegur, ia akan lebih galak dari sang penegur. Pelanggaran-pelanggaran lain yang nyaris dianggap lazim karena biasa, tidak terpasangnya nomor polisi kenderaan (lepas?); tidak mengenakan helm pengaman; tidak memasang penerangan pada malam hari, berkendara dengan jumlah penumpang melebihi batas maksimal dan lain-lain. Tentu banyak alasan yang dapat dikemukakan untuk men- dukung kesimpulan sedemikian. Tentunya saya tak boleh menutup mata bahwa memang ada konsen- trasi tertentu dimana kenderaan ''menumpuk' di jalur jalan tertentu. Tapi, benarkah hal itu Rasanya, pengerahan hampir disebabkan karena kegagalan seluruh petugas lalu lintas untuk pengaturan arus lalu lintas ? Jawabnya justru : tidak !. Petugas? Kita harus memahami kenyataan. Jumlah petugas yang memang sangat ter- batas tak mungkin dapat 'menunggui' terus menerus setiap sudut dan simpang jalan. siaga dipinggir dan simpang- simpang jalan di pagi hari, sudah memadai. Urusan tidak selesai satu hari terpaksa datang hari berikutnya. Sebab orang tua harus antri sam- pai dua atau tiga kali tentu sangat melelahkan. Kalau datang dari pinggiran kota Medan, tentu ha rus makan siang dekat kantor tersebut. Penumpukan itu terjadi justru oleh karena masyarakat kita yang Yang repot, seandainya ada belum terbiasa untuk berdisiplin petugas, mereka tetap melakukan di dalam menggunakan jalan pelanggaran. Ini jelas merupakan umum. Disadari bahwa tentunya krisis kewibawaan. Pada kesem- tak setiap jalur jalan mampu patan yang lain, melalui layar menampung volume kenderaan kaca juga, seorang psikolog per- dalam waktu serentak. Artinya, nah menjelaskan, untuk men- harus antri. Menunggu giliran. jawab pertanyaan tentang apa Siapa yang belakangan sampai, penyebab dari tingginya pelang- belakangan pula jalan. garan dan bahkan kecelakaan lalu Ternyata hal ini hampir selalu lintas di Indonesia ini. tak dipatuhi. Tak perduli rambu Katanya, hal itu berkaitan Pengalaman di atas ini terjadi di Medan, sedang di luar kota Medan jauh memprihatinkan lagi. Jika guru tentu harus mening- galkan anak didik selama dua atau tiga hari. Siapa yang rugi? Tentu anak didik secara langsung dan negara untuk masa depannya. Guru masih banyak yang lang sung mengurus pembayaran pajak kenderaannya. Semuanya itu ten- tu karena pendapatan guru masih belum berlebih dari keperluan sehari-hari, kecuali jika mereka mengajar di beberapa tempat atau mengajar di sekolah swasta yang baik. Jika seseorang pegawai harus ALAMIAH Sehubungan dengan hal diatas, saya teringat dengan ulasan yang diberikan oleh Adam Smith, salah seorang tokoh ekonomi dunia, dalam buku "The Death of Economics", yang memberikan contoh berharga tan pemerintah. Luapan kegembiraan disusun oleh Prof. Paul Ormerod. adalah sesuatu yang wajar. Akan tetapi, kewajaran itu akan berubah menjadi permusuhan. Jika tidak dilakukan secara wajar. Buku ini baru diterbitkan di In- donesia dalam bahasa Indonesia pada awal tahun ini. Terus terang saya tertarik dengan buku itu setelah membaca kolomnya Her- mawan Kartajaya di Gatra edisi terbaru (No. 11 Tahun IV/31 Januari 1998). Buku itu cukup menarik. Terutama tentang pan- negeri, harapan benar-benar akan terkena hukuman. Bukti bahwa hal itu dilakukan karena ter- paksa, sesampai di kampung halaman, katakanlah Medan, perilaku lama kambuh lagi. 'Ugal-ugalan'. yang dihadapi bangsanya yang sedang membangun di tengah kemajemukan (pluralitas) bangsa yang demikian pusparagam. Per- soalan antar etnik, daerah, kelompok, ekonomi, sosial budaya, politi, agama, dan kepentingan-kepentingan ma syarakat lainnya yang bertemu secara saling-silang sehingga memunculkan masalah yang rumit dan tumpang tindih. HISTORIS DAN KULTURAL Imlek, memang memiliki nilai historis dan kultural bagi orang Tionghoa. Hal itu dapat dime ngerti. Perayaan ini telah dirayakan secara turun-temurun selama 2549 tahun! Jadi, dapat dibayangkan betapa sudah berurat akarnya perayaan ini. Perayaan tradisi semacam ini sebenarnya juga sah-sah saja sepanjang dirayakan secara sederhana dalam lingkungan keluarga sebagaimana yang diatur Memang benar kata-kata orang bijaksana. Bahwa untuk mengubah apalagi menghilang kan sebuah kebudayaan tidaklah dengan temperamen bangsa kita. Temperamen yang tinggi akan menyebabkan orang mengabai kan segala peraturan. Perasaan, lebih tepat emosi, Lebih tampil ketimbang rasio. Apalagi yang bersifat menuntut kesabaran. Apakah kondisi ini hanya berlaku untuk pengemudi angkutan kota?. permisi dua hari hanya untuk mengantar uang ke kas negara, ini juga merugikan kantornya dan negara secara tidak langsung. Aturannya kalau hanya membayar pajak cukup satu jam atau dua jam, waktu yang lain digunakan- nya untuk tugas lain. Inilah terkadang membuat ter- jadi denda. Secara sepintas. memang kerugian wajib pajak, tapi dalam arti yang umum negara rugi juga karena uang yang seha rusnya sudah dapat digunakan masih tertahan di tangan wajib pajak. Wajib pajak itu juga kan warga negara yang perlu ditolong agar mereka tidak susah dan dapat makmur seperti negara ma- ju lainnya. Susah rakyat tentu merupakan kesusahan negara juga bukan.? BAGAIMANA CARANYA? Tujuan utama negara ialah menyenangkan hati warganya dan memakmurkannya. Dalam kata lain negara maju jika rakyatnya makmur, aman dan tenteram. Semua ini tidak begitu cepat ter- capai, tapi selangkah demi selang kah berkat adanya perbaikan yang dilakukan aparat pemerintah. Di Shanghai, lebih 62,561 pabrik kertas, penyamakan kulit dan industri sejenisnya ditutup dan dihancurkan agar tidak beroperasi lagi sebagai sasaran pertama pembersihan lingkungan dan air sungai dari pencemaran limbah pabrik. Dalam pembayaran pajak ken deraan inipun tidak terlalu sulit membuat reformasi sehingga wa- jib pajak tidak merasa lelah dan bosan menunggunya. Alasan karena banyak masa lah mengenai kenderaan ber- motor. Boleh saja alasan itu, tapi kalau hanya untuk bayar pajak tentu bukan masalah kepolisian kalau pemilik mobil/kenderaan itu tidak ada perubahan dari tahun ke tahun. Dia hanya mem- bayar pajak setiap tahun. semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi memerlukan waktu yang lamanya tidak kurang dari berapa lamanya kebudayaan itu telah berlangsung. Dapat dibayangkan ! Untuk itu, terkadang diperlukan kearifan, kesabaran, dan pengertian dari pihak yang tidak memiliki satu kebudayaan tertentu. Dengan ini, rasa persaudaraan yang dilandasi saling percaya dan bekerjasama akan terwujud secara alami nyata. Karena setiap orang, baik, disadari maupun tidak, terkadang lebih mementingkan diri sendiri, kelompok, ras, agama, etnik dan lain lain. Hal ini cukup wajar. Sehingga terkadang karena keber- pihakannya terhadap self-interest itu, tidak jarang yang lantas masa bodoh dengan masyarakat di luar dirinya. Ini proses alami yang mungkin tidak disadari oleh manusia itu sendiri. SELF-INTEREST ADALAH Meski banyak yang gembira dengan ukuran klasik PDB pem- bangunan, namun kini makin banyak pembuat kebijakan yang tak lagi puas hanya dengan per- tumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP)sebagai ukuran. Pan Xiaoying, koresponden Inter Press Service di Beijing, melaporkan. KERUSAKAN LINGKUNGAN Di balik pertumbuhan ekonomi, mulai dari pembangkit listrik hingga pertambahan RRC kini kaget menghadapi kenderaan, Cina kini menghadapi dampak buruk kerusakan ling- betapa buruknya kerusakan kungan akibat pertumbuhan lingkungan hidup. Udara penuh ekonomi yang tak terkendali, rata- asap, air sungai Huaihe tercemar rata 10 persen setahun, selama dan berbau, padang pasir Xin- dua dekade ini. jiang meluas, lahan pertanian sekitar Shanghai berkurang, se- muanya menunjukkan kerusakan lingkungan hidup. Urbanisasi, industrialisasi, pertanian teknologi intensif, yang dipacu konsumerisme dan desak- an penduduk, menyadarkan para perencana pemerintah dan rakyat Tindakan berikutnya akan nya bahwa pertumbuhan ekonomi lebih keras lagi. Mengotori tidak boleh mengorbankan ling lingkungan diancam pidana kungan. kriminil berdasarkan aturan hukum pidana Cina yang diper- barui. Aksi Cina ini mengoreksi kerusakan lingkungan hidup akibat pertumbuhan ekonomi yang dibiarkan semrawut dan diukur dengan angka pertum- buhan semata. Halaman 4 Dalam pembayaran inipun pada masa krisis moneter dilaku masih ada liku-likunya termasuk pertambahan biaya yakni untuk leges. Pemilik mobil yang meng- gosok tapi harus membayar Rp. kan reformasi untuk itu. Jika belum dapat dilakukan melalui bank, urusannya dipercepat dengan membuka loket yang lebih 5000 kepada petugas yang dibayar banyak dan jauh tempat yang mengurus sendiri dan hanya mem sewaktu melunasi pajak. Industri menengah dan kecil di desa dan kota yang mendorong kegiatan produksi sejak Cina memasuki ekonomi pasar. De- ngan "teknologi pencemar lingkungan," nilai produksi sektor menengah ini, mulai dari pabrik kertas hingga penyamakan kulit, menghasilkan 42 persen dari seluruh produksi nasional. Hal lain yang perlu jadi perha- bayar pajak kenderaan saja. PENUTUP tian ialah jika sudah lima tahun, 10 tahun, 15 tahun kenderaan dipakai hendaknya pajaknya sema kin menurun. Masa dulu demiki an diberlakukan, sehingga sema Kemajuan ialah mampu mem- buat yang lebih baik untuk umum. Pejabat negara memikir kan bagaimana menyenangkan kin lama kenderaan itu dipakai, hati rakyat, dalam setiap urusan- pajaknya semakin menurun. nya terlebih jika hendak mengan- Untuk pengambilan nomor, tar uang ke kas negara. Bukan pengambilan dan penyerahan for- dibuat kesulitan, sehingga ter- paksa memakai perantara yang mulir setelah diisi, dilakukan di memerlukan uang jasa yang tempat yang lebih luas dan langsung membayar pajak dan penerimaan STNK. Kecuali harus ganti plat, tentu akan memakan waktu lebih lama lagi. Inipun dapat dilakukan cepat, karena jika diperiksa berkas, pasti sudah tau kenderaan mana yang bakal menukarnya bulan tersebut. Karena foto copy juga yang diperiksa dan aslinya, hal demi kian dapat juga dilakukan di tem- pat tersendiri dalam lokasi pem- bayaran pajak tersebut. Salah satu indikasi keber hasilan dari pengaturan arus lalu lintas di kota Medan yang dapat saya ketengahkan adalah kenya- taan bahwa banyak jalur yang menjadi relatif lengang oleh karenanya. Orang juga menjadi Ternyata tidak juga. Tingkat pendidikan sebenarnya dapat membantu untuk menormalisir perilaku menyimpang. Sayang nya, ternyata, tingkat pendidikan jauh lebih sulit untuk mencuri saja, tak menjamin intelektualitas jalan, karena apabila hal itu dilakukan, beralamat akan ber orangnya. Apalagi tingkat kesabarannya. Banyak orang bergelar sarjana, toh perilaku berkenderaan di jalan umum tak jauh berbeda dengan yang lain. hadapan dengan puluhan ken deraan lain yang akan meng hadangnya. Karena ia akan men- jadi melawan arus. Kondisi itupun ternyata dimanfaatkan oleh sementara pengguna jalan raya untuk ngebut. Sebagai ilustrasi, kebiasaan antre yang memang sudah dibudayakan di negeri jiran, ter- DENDA-DAMAI Ketika Kapolda Jawa Barat nyata bisa kita taati, apabila kita diwawancarai televisi swasta berada di sana. Saya harus Sementara, pihak yang menegaskan pada kata 'bisa' perihal masih adanya 'denda ia karena memang terpaksa. Bukan damai' di jalanan, didakwa menolaknya. Artinya, memang tak diupayakan untuk karena kesadaran. Barangsiapa mengatakan bahwa adanya tidak menaati aturan di luar oknum yang demikian jelas tak menggapai keadilan. Artinya, pengadilan itu tidak melaksanakan peradilan. Tidak diusahakan menemukan kebe naran materiil tentang peristiwa yang oleh pihak kepolisian diang- gap melanggar hukum lalu lintas. Industri teknologi sederhana ini, sejak pertengahan 1980an, dipuji sebagai pencipta lapangan pekerjaan yang menyerap kelebih- an buruh sektor pertanian. Lapangan kerja membantu mencegah kota-kota besar dari ur- banisasi migran, dan memungkin kan potensi wiraswasta berkem bang. Tapi kebanyakan usaha ini Anehnya jika melalui usaha jasa tertentu dapat selesai satu hari, tapi uang jasanya cukup besar. Mengapa dapat cepat selesai jika uang jasanya lebih banyak. Ini pertanda ada petugas khusus untuk itu. Padahal sering diumumkan jangan diberi melalui calo. Mana yang disebut calo, mana perantara, mana pula yang diberi kuasa.? Untuk memperlancar masuk nya uang ke kas negara melalui pajak kenderaan ini sudah saatnya dangan Prof. Ormerod terhadap. ekonomi ortodoks. China Kaget Hadapi Dampak Buruk Kerusakan Lingkungan Dalam buku itu, Adam Smith ditanya, bagamana manusia dapat hidup dengan baik sebagai anggota masyarakat sementara dia sekaligus juga cenderung mementingkan diri sendiri? Lan- tas dalam buku moral filsafat tersebut beliau menjawab, "selain mementingkan diri sendiri (self- interest), manusia juga memiliki sentimen bergabung dengan masyarakatnya (fellow-feeling). Kedua-sentimen ini alamiah sifat- nya. Bahwa sentimen memen- tingkan diri sendiri (self-interest) bersifat alamiah cukup mudah dipahami, tetapi tidak demikian halnya dengan sentimen berga bung dengan masyarakatnya (fellow-feeling). Agar dapat mengerti bahwa sentimen bergabung dengan masyarakat juga bersifat alamiah Smith menyarankan agar kita merasakan kebutuhan seseorang akan kebersamaan: dan keperluannya akan persetujuan, pembenaran, serta sokongan dari orang lain (need of aporoval). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa secara alami akan terjadi satu pemahaman yang lebih manusiawi akan perlunya hidup bermasyarakat itu tanpa disadari manusia. Karena tidak ada seorang pun yang dapat hidup sendiri kecuali tarzan. Itu pun dia tetap masih memerlukan makhluk di luar dirinya untuk menyokong kehidupannya. Seper ti binatang. bisa dibenarkan. Akan tetapi, menurut Kapolda tersebut, hal itu terjadi karena ada yang menawarkan hal sedemikian. Tentu saja dalam hal ini masyarakat, lebih khusus lagi, masyarakat pengguna jalan raya yang melanggar lalu lintas. Jalan keluarnya, kalau memang merasa tak bersalah, atau bersalah tetapi tak bersedia melakukan 'denda damai', per- silahkan kepada petugas yang bersangkutan untuk melakukan 'tilang' (bukti pelanggaran). Ter- nyata, dari berbagai sidang peradilan tilang, banyak dikeluhkan bahwa keputusan tilang semata-mata hanya tinggal membayar denda saja. memiliki modal dan aset terbatas. Pimpinannya pun tak memper- dulikan lingkungan dan enggan memasang prasarana pengolah limbah. Meskipun dihukum den- da, mereka anggap sebagai biaya operasional. Keperduliannya ren- dah terhadap kepentingan ling kungan hidup. Perbenturan antara keun- tungan ekonomi dan biaya sosial dan lingkungan hidup dibiarkan saja di banyak tempat di Cina. Di berbagai propinsi, rakyat mem- buat arang bakar (kokas) yang mencemari lingkungan dan me nimbulkan penyakit. Lama hidup buruh tambang, yang menghasilkan batubara un- tuk arang bakar, menurun jadi 40 tahun. Buruh sakit-sakitan, mengidap silicosis, penyakit paru- paru akibat menghirup debu silika. Padahal, lama harapan hidup rata-rata nasional adalah 70,8 tahun. Industri kokas mempeker- jakan 400.000 petani, 40 persen dari total rakyat miskin di provinsi Liupanshui dan Guixhou. MEMPRIORITASKAN PROTEKSI Menurut survei International Environmental Monitoring Co. Ltd, Canada, 47 persen responden Cina berpendapat sudah saatnya memprioritaskan proteksi lumayan. Jika pusat sudah membuat re formasi sebagai upaya memper lancar uang masuk ke kas negara dan menyenangkan hati masyara kat, mengapa daerah tidak dapat melakukan hal demikian sewaktu pemilik kenderaan membayar pa jak kenderaannya.? Harus dipikirkan jika warga negara menghabiskan waktu berhari-hari karena mengantar uang ke kas negara, ini termasuk kerugian negara secara tidak langsung tapi dirasakan langsung warga negaranya. Apalagi jika yang menghabiskan waktu itu adalah guru. Rugi kemajuan anak didik, yang sedang diupayakan untuk meningkatkan mutu SDM nya. Pembayaran denda memang dikenakan kepada wajib pajak, tapi kerugian itu termasuk kerugian negara secara tidak langsung, sebab hal itu telah memiskinkan warga negaranya. Dengan pengertian seperti ini, kita seharusnya dapat menerima orang-orang di luar kita. Karena secara alami, karena keterbatasan kita, kita sangat tergantung kepada mereka. Ini satu pan- dangan yang sebenarnya harus di tumbuhkembangkan dalam kehi dupan berbangsa dan bermasyara kat. Dengan demikian teori Adam Smith itu dapat dipedomani sebagai satu hal konstruktif dalam merayakan sebuah momen kultural dan spesial. Ada dua sisi yang selalu harus dipertim- bangkan dengan matang sebelum merayakan satu perayaan besar. Kepentingan pribadi. Dan kepen- tingan bergabung dengan masyarakat. Jika kita tidak mau kehilangan masyarakat, yang notabenenya adalah penolong kita yang paling dekat, kita harus pula memperhatikan kepentingan dan self-interest dan fellow- feeling mereka. Jadi, tetap ada dua sisi yang harus kita pedomani. Jika hal ini terlaksana, mudah-mudahan, kerusuhan yang memprihatinkan dan perasaan sentimen karena krisis sekarang ini dapat ditepis sampai tuntas, tas, tas, tas. Seperti kata Marissa Haque. Semoga I. Akhirnya, saya ucapkan "Selamat Merayakan Hari Raya Imlek 2549". Semoga dua sisi kepentingan di atas akan kita pedomani bersama. Kiong Hi Fat Chai. Penulis adalah pemerhati masalah sosial keagamaan, tinggal di Jakarta. Tentu kekecewaan perihal ini akan menyebabkan frustrasi bagi tersangka, yang pada gilirannya akan berakibat pada semakin ter- bukanya kemungkinan terjadi kecelakaan. Lalu, apa jalan ke luar? Ber- bagai saran pernah diajukan. Pa- ling tidak, mencoba menerapkan apa yang bisa dilakukan di negara jiran. Meniru yang baik, hemat saya, tak ada salahnya. Saran berikut, pencabutan SIM apabila perlu. Termasuk menertibkan sistem rekrutmen sopir bagi koperasi kenderaan angkutan penumpang umum. Tentu saja, menyepakati pen- dapat bahwa hal itu tak semata- mata kesalahan sopir, perlu juga peningkatan disiplin pada petugas, perawatan rambu lalu lintas, serta juga peningkatan kesadaran berlalu lintas bagi para calon penumpang kenderaan umum. Maklum, mereka juga sudah terbiasa untuk naik kenderaan umum dari simpang- simpang dimana terdapat tanda larangan tersebut. lingkungan diatas pembangunan ekonomi. 32 persen menganggap keduanya sama-sama penting. Para pakar mengartikan data ini bahwa kesadaran terhadap an- caman kerusakan lingkungan mulai memasuki kesadaran publik Cina. "Sudah tidak patut lagi menilai sukses perusahaan hanya menurut keuntungan belaka," ujar Mu Guangfeng, deputi direktur departemen hukum dan peraturan dari Badan Pengendalian Lingkungan Nasional (Bapedal) Cina, yang menyusun rancangan undang-undang dan peraturan lingkungan. Menurut Mu, ukuran GDB sudah harus dirumuskan sebagai "GDP hijau". Biaya membersih- kan lingkungan akan dikurangi dari keuntungan perusahaan guna menunjukkan biaya sesungguh nya. Tahun-tahun terakhir ini pemimpin Cina menegaskan perlunya pertumbuhan yang melestarikan lingkungan. "Tidak beralasan mengapa kita mem- biarkan pencemaran dulu dan kemudian baru membersihkan lingkungan," ujar Presiden Jiang Zemin. Mu tidak melihat perten- tangan antara pembangunan dan lingkungan. Anggapan bahwa ke- duanya bertentangan tidaklah betul," katanya. "Betul keduanya mungkin antogonistik pada awalnya, tapi akhirnya keduanya harus seiring menuju tujuan tung- gal kesinambungan pem- bangunan"" (Bersambung ke hal. 11) -
