Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-08
Halaman: 05

Konten


Berita Yudha Berita Yudha Pls Pemimpin Umum : Brigjen TNI Drs H Robik Mukav Wk. Pemimpin Umum I : Daryatmo Mardiyanto Wk Pemimpin Umum il : Soedibyo Nichlany MBA Pemimpin Redaksi : H. M. Soegeng Widjaja (Alm) Ps Pimpinan Perusahaan: Ir Bambang Riyad Songomo Wk Pimpinan Perusahaan: Rudy Setyapurnama, MM, MPA, MSM MEMPERTINGGI KETAHANAN DAN PERJUANGAN NASIONAL INDONESIA Alamat Redaksidan Sirkulasi: J. Rawajati Timur Komplek Ka- bata Indah Blok K 11 Jakarta Selatan Telepon: 7947001 (HUNTING) 7993884 7946994 7946995 Hotline Redaks: 7989088, Fax Redaks: 7948963 Hodine Idan: 7947880, Fax Iden: 7989058 Pengaduan Langganan Ber langganan: 7989059 ISSN: 0852-6583 Penerbit PT Berita Yudha Press Jakarta. Terbit No. 041/SK/MerpenSUPPIA-7/1986 Tgl 15 Februari 1986 Bank BRI Kebayoran Baru, Bank Bumi Daya Kabayoran Baru, BNI 1945 Kabayoran Baru Giro Pos No 12770 No Telex 47174 Yudha ia Harga dan: dan Umum Rp 6.000,-mm kolom kan Duka Cita Rp 3.000,- dan Keluarga Rp 4.000,-mm kolom, Ikan Minic Rp 3.000,- baris (maksimum 10 baris). Ikdan Kuping halaman muka (1 kolom x 50mm) Rp 720.000,- dan Berwama (full color) Rp 12.000mm ko- lom. dan 2 warna Rp. 8.000,-mm kolom (Harga tersebut belum termasuk PPN) Harga langganan: Rp 18.000,-bulan (Untuk luar Pulau Jawa ditambah ongkos kirim) Dicetak oleh Percetakan PT. Golden Web Jakarta, isi di luar tanggung jawab percetakan EDITORIAL Dolar AS Tembus Angka 4.000 GEJOLAK moneter nampaknya masih terus berlanjut. Depr- esiasi (penurunan nilai) rupiah terhadap dolar AS belum juga teratasi meskipun berbagai upaya telah dilakukan otoritas moneter kita Untuk pertama kalinya sepanjang krisis moneter berlang- sung selama ini, Senin (6/10) lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk pada titik paling rendah, menembus angka Rp4.000,- per satu dolar AS. Bahkan pada kurs untuk airlines (penerbangan) yang ditetapkan oleh sementara agen perjala- nan terkemuka di Jakarta pada hari itu, sempat mematok Rp 5.060 per satu dolar AS. Situasi seperti ini secara psikologis memang cukup me- nimbulkan kerisauan, walau dari aspek fundamental pereko- nomian nasional kita sebenarnya tak perlu dicemaskan. Fundamental perekonomian nasional kita saat ini cukup kuat. Cadangan devisa kita menurut penegasan Mensesneg Moerdiono seusai dipanggil Presiden Soeharto, bersama Menkeu Marie Muhammad, Gubernur BI Soedradjad Djiwandono dan Menperindag Tunky Ariwibowo, Senin lalu, masih tetap aman yakni bisa membiayai impor selama 5,5 bulan. Seperti diketahui, sesuai perhitungan Bank Dunia dan IMF, cadangan devisa suatu negara dinilai aman manakala masih bisa untuk membiayai impor selama tiga bulan. Selain cadangan devisa, pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai lebih dari enam persen, stabilitas ekonomi, politik dan keamanan nasinal yang cukup mantap, juga meru- pakan pilar yang memperkuat fundamental perekonomian nasional. Kalangan pengamat ekonomi mengatakan, terpuruknya rupiah saat ini lebih bersifat temporer, yakni bertepatan dengan jatuh tempo utang-utang luar negeri kalangan swasta kita. Seperti dikemukakan I Nyoman Moena bahwa saat ini ke- butuhan dolar AS tengah melonjak. Pengusaha yang mempunyai utang dalam bentuk valuta asing, ramai-ramai membeli dolar AS. Keadaan ini yang menyebabkan nilai dolar AS semakin kuat. Menurut Moena, sebagian besar utang pengusaha Indonesia sudah jatuh tempo pada Oktober. Setelah utang-utang terlunasi, pembelian dolar AS secara besar-besaran tidak lagi terjadi. Dan Moena yakin, setelah itu pasar uang akan kembali pulih. Terpuruknya rupiah seperti saat ini memang sangat me- mukul sektor impor. Sementara terhadap ekspor, juga belum menjamin akan menaikkan kinerja atau pun volume ekspor kita. Karena bagaimana pun, dalam kinerja ekspor terkait proses yang juga terkena dampak akibat melemahnya ru- piah. Terutama terhadap produk ekspor yang mengandung komponen impor. Meskipun demikian, kita tak perlu cemas. Juga tak perlu terpengaruh oleh pendapat sementara pengamat yang belum tentu benar yang mengatakan bahwa kita bakal mengalami situasi seperti Thailand. Bank Indonesia dengan cadangan devisa yang cukup kuat saat ini, sangat diyakini mampu melakukan intervensi menga- tasi krisis moneter, sepanjang semua pihak (masyarakat In- donesia) ikut berusaha mengamankan dan bukannya justru memperparah dengan tindakan-tindakan spekulasi atau tindakan-tindakan negatif lainnya. Sebagai warga negara yang baik, kita (khususnya dunia usaha) tentunya wajib melaksanakan anjuran Kepala Negara agar dalam situasi seperti saat ini untuk tidak ramai-ramai memborong dolar AS. Gejolak moneter akhir-akhir ini menurut Kepala Negara seperti dikutip Moerdiono, bisa berhasil ditanggulangi apabila terdapat kerjasama erat antara pemerintah, dunia usaha swasta dan perbankan. Termasuk di sini, kerjasama dalam pembayaran utang luar negeri. Sebab, jika mereka ramai- ramai masuk ke pasar, jelas akan mendorong naiknya dolar AS. Dan last but not least, kita juga harus selalu waspada ter- hadap pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan situasi gejolak moneter saat ini untuk sasaran politik mengganggu atau pun menggagalkan Sidang Umum MPR. *** Patroli 23 juta anak balita dari 27 propinsi kemarin (7/9) mengikuti kegiatanan PIN (Pekan Imunisasi Nasional). Semoga anak Indonesia tidak ada lagi yang lumpuh setelah tahun 2000 nanti. Diberitakan 500 anggota DPR-RI yang baru saja habis masa tugasnya menerima kenang-kenangan cincin emas dengan kadar cuma 5%. Beraninya, wakil-wakil rakyat kok dilecehkan! Bulog diharapkan segera lakukan operasi pasar di daerah rawan pangan. Saran baik, jangan tunggu jatuhnya korban akibat kurang makan! Kopral Bele Pelacuran Dalam Perspektif Humaniologi nasional turisme. Termasuk juga doro- sih seorang pelacur tiap bulan ditaksir ngan-dorongan geo-politik yang lebih Rp 200 ribu bagi kelas bawah: Rp 1.2 jauh mengkondinisikan ekspansi ini juta bagi kelas menengah dan Rp 2 pada suatu arah tertentu. Sehingga pe- juta bagi kelas atas. layanan seksual tersedia dalam corak yang sangat terorganisir (Thanh-Dam Troung Seks, Uang dan Kekuasaan; 1992). Apabila ditetapkan nilai tukar US 1 setara dengan Rp 2.150, maka perki- raan penghasilan industri seks berki- sar US$ 1.180 juta (estimasi terendah) dan US$ 3.300 juta (estimasi terting- gi). Atau antara 0.8-2.4 persen dari Produksi Domestik Bruto (PDB) Indo- nesia (Terrence H.Hull dkk; Pelacuran di Indonesia: Sejarah dan Perkemba- ngannya: 1997). S lekalipun anggota masyarakat kalisasi ini ialah wanita penghibur te rus-menerusmengutuk prak- menservice "tamu" dengan gaya tik pelacuran, namun eksis- "mandi kucing". tensi penjaja seks tetap berkembang secara pesat. Hampir di setiap penjuru kota, terutama pada pusat-pusat hibu- ran, Wanita-wanita bergincu" mudah ditemukan. Baik untuk "konsumsi" kalangan bawah maupun kalangan atas. Seakan hal ini mengindikasikan bahwa pelacuran sangat dibutuhkan oleh masyarakat konvensional, walau biaya sosial yang dikeluarkan cukup tinggi yaitu kehancuran moralitasa manusia. Indikator pembusukan moralitas dalam kasus pelacuran ialah teraliens- inya manusia dari bimbingan tran- sendental. Manusia tidak lagi mengagungkan manusia sebagai mahluk yang mulia. Hubungan antar manusia pun sangat berlandaskan unsur ekonomi. Sehing- ga aktivitas, khususnya di bidang seks, cenderung berorientasi pada sex slavery Otomatis unsur efeksi dan saling membahagiakan yang seyogia- nya diperoleh lewat hubungan seks, namun apa yang terjadi justru bersifat seb aliknya. Dalam kepustakaan humaniologi pembebasan makna seks dari pesan- pesan agama dan custom dikenal dengan istilah "revolusi seks". Penga ruh Mendasar "revolusi seks" ini ia- lah: unsur sakral digantikan oleh un- sur libido; dimensi manusia didesak oleh dimensi ekonomi; elemen efeksi digeser oleh elemen egoseksual; dan "kenikmatan tersentralisasi pada individu (pembeli seks). Faktor inilah melembagakan karena tidak meminta pertanggung-ja- yang prostitusi, waban sosial individu. Bank Indonesia memberikan fasili- tas baru dalam pembiayaan ekspor ke pada pengusaha yang tercatat sebagai perusahaan eksporter tertentu (PET) yang saat ini jumlahnya mencapai 580 perusahaan. Gubernur BI Soedradjat Djiwando- no dalam keterangan pers bersama de- ngan Menteri Perindustrian dan Per- dagangan Tunky Ariwibowo di Jakar- ta akhir pekan lalu mengatakan, fasili- tasi pembiayaan ekspor itu dilakukan sebelas bank nasional, lima di antara- nya bank pemerintah. Fasilitas baru dari BI itu berupa "swap" begi ekspor- ter yang memiliki valuta asing atau ta- gihan dalam valuta asing dan fasilitas tersebut diberikan untuk mendapat- kan jaminan kurs atas devisa hasil eks- por yang dilakukan oleh para ekspor- ter itu. Selain itu, BI juga tetap menyedia- kan fasilitas likuiditas rupiah karena mata uang rupiah tetap diperlukan pe- ngusaha untuk membiayai kegiatan produksi. "Bahkan, untuk kegiatan pre-eks- Sulit Membayangkan Akan Nilai Rupiah. Semua gaya-gaya tadi menunjuk- kan manusia modern diperbudak libi- do dan uang. Mereka tega dan rela memperlakukan dan diperlakukan se- perti hewan liar. Karena itu tak beran jika pesan-pesan religius maupun adat diabaikan. Pada adat Batak misalnya, warga "X" diharamkan menyetubuhi boru "X", karena dianggap sebagai muh- rim. Di lokalisasi larangan ini tidak berlaku. Agama pun demikian, peme- luk agama "Y" tidak peduli apakah wanita penghibur seagama atau tidak. Yang lebih membuat ngeri saya lagi, dengan hanya mata uang asing satu dolar sama nilainya dengan mata uang rupian seharga Rp. 4.000,-. Ba- gaimana nanti Indonesia menghadapi era pasar global sementara nilai ru- piah seakan-akan tidak berarti dan tidak bisa bersaing dengan mata uang asing lainnya. Dalam kondisi chaos moral terse- but, khususnya pada keluarga broken home, maka tidak tertutup kemungki- nan anak dan bapak pernah "mencici- pi" wanita penghibur yang sama. Beberapa pejabat berteriak-teriak kepada mereka atau para pengusaha agar jangan membeli atau menyimpan uang dolar terlalu lama. Dengan lang- kah ini diharapkan nilai rupiah bisa menguat lagi. Tapi dalam pikiran saya dan orang Satu hal lagi yang paling cende- rung terjadi ialah seorang suami yang suka "jajan" tanpa disadari akhirnya menularkan penyakit kelamin syphi- lis (penyakit raja singa) atau AIDS ke pada sang istri. Tragisnya dalam kehi- dupan berumah tangga sang istri tadi sangat setia kepada suami dan taat menjalankan agama. Sekilas tampak bahwa pelacuran merupakan ancaman paling besar ter- hadap pembusukan peradaban manu- sia. Tetapi pada dasarnya manusia ti- dak mempunyai hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban kepada pelacur semata. Mengapa? Karena pelacuran ada lah kontribusi kebudayaan manusia modem itu sendiri. Pelacuran adalah "anak kandung yang lahir dari "ra him" masyarakat dan dibesarkan oleh masyarakat pula. Bahkan, tidak sedi- kit anggota masyarakat menarik laba dari prostitusi. Argumentasi senada dikemukakan oleh Barry Menurutnya perempuan dipaksa masuk kedalam pelacuran oleh kaum pria yang menggunakan beragam sarana. Baik dari sekedar jan- ji-janji muluk pekerjaan perkawinan atau "perbudakan terselubung" dari cinta dan loyalitas (terhadap majikan) hingga penculikan fisik dan penyeka- pan. Barry berargumentasi bahwa di- bawah hegemoni budaya pria, wanita membentuk kelompok rentan. Keren- tanan ini membuka kesempatan luas bagi pria untuk menindas dan meng- eksploitasi wanita secara seksual. Tetapi ironisnya kebutuhan yang Terkontaminasinya makna "suci" seks tampak pada beberapa hotel di Ja- karta. Di jalan Gajah Mada misalnya, Melalui argumentasi di atas diketa- tarif wanita penghibur dengan gaya "alami" Rp 60 ribu per-"short time". hui pelacuran salah satu bentuk hubu- Namun bila "tamu menghendaki ngan sosial antar manusia yang penuh Pada sisi hubungan antar gender "bonus" fellatio, maka tarif naik 50 muatan ekonomi. Letak masalahnya diketahui bahwa wanita dimistifikasi persen (istilah mereka tip). Sedangkan pun bukan pada bagaimana cara sebagai buruh yang menjual tenaga di lokalisasi berkedok panti pijat, Ja- memberantas pelacuran. Apalagi de- kerjanya di pasar untuk memperoleh karta Kota, tarif penjaja seks Rp 100 ri- ngan metode meniupkan "roh" kebaji- uang. Sedangkan pria dimutlakkan se- turisme dan industri hiburan sebagai bu per-"short time". Keunikan di lo- kan kepada pelacur agar mereka ber- bagai pemilik alat-alat produksi dan bagian dari proses globalisasi inter- kan hal itu. Di mana pendapatan ber- bersifat negatif tadi secara mutlak Syarif Nur Blenard dan Selamat Ginding Sedangkan keterkaitan pelacuran dipungkiri oleh masyarakat. Dengan dengan pasar internasional, secara kata lain, pelacuran sebagai profesi rinci telah dikaji oleh Truong, khusus- hidup wanita tidak dapat pengakuan. nya di Mungthai. Analisisnya mene- gaskan bahwa kekuatan-kekuatan eko- nomi dan politik mencakup ekspansi Hasil penelitian Hull membukti- "Ini jaminan dari BI bahwa para importer yang melakukan pembelian forward US dolar' tetap dijamin men- dapatkan dolar AS dengan nilai yang tetap," katanya. Secara khusus, Soedradjat meng- imbau para eksporter yang memiliki valas agar melepasnya dan tidak menyimpannya dalam waktu lama. "Kami sangat mengharapkan se- mua eksporter dapat melepas semua dolarnya karena hal ini akan sangat mempengaruhi penguatan rupiah," katanya. la juga minta pemilik dolar untuk tidak berspekulasi dengan harapan nilai dolar akan makin meningkat. "Kalau tidak perlu dolar lebih baik di lepas saja, dan bagi para eksporter da pat membeli "forward US dolar' saja dulu," katanya. OLEH: SYARIF NUR BIENARDI DAN SELAMAT GINTING Kelancaran arus Menperindag Tunky Ariwibowo Meskipun penjaja seks merupakan hal hina di mata masyarakat, namuan seyogyanya mereka perlu mendapat perhatian dan pengarahana. Entah berupa kontrol kesehatan dari departemen sosial atau perlindungan hukum dalam kerangka mengantisipasi rawannya penganiayaan terhadap penjaja seks. Memberantas pelacur dengan jalan "memburu" mereka merupakan hal yang sia-sia. Jauh hari sebelumnya pun Bertand Russel telah mengemukakan bahwa pelacuran mustahil dapat dilenyapkan dalam peradaban umat manusia. alih profesi. Tetapi locus masalahnya mempunyai kontrol yang ketat ter- adalah menerima eksistensi pelacu- hadap buruh... Bila diterjemahkan da ran sebagai fakta sosial- bukan sebe- lam kasus ini, maka "tamu" dapat gai mata pencarian resmi - yang terin memperlakukan pelacur secara sewe tegrasi dalam sistem sosial dan kehi- nang-wenang lewat agresivitas seksu- dupan bermasyarakat. Lalu satu perta- al. Sedangkan peran germo dan ok- nyaan menarik untuk didiskusikan ia- lah: bagaimana masyarakat konvensi- onal memposisikan pelacuran di mili- eunya? "Premi Swap" Pacu Ekspor Indonesia? emerintah telah melakukan P por, juga masih diperlukan rupiah, se- hingga likuiditas rupiah tetap harus disediakan," katanya. berbagai upaya untuk memacu peningkatan ekspor komoditas non-migas dan yang terakhir adalah fasilitas "premi swap" yang baru di- luncurkan awal Oktober lalu. dan diharapkan mampu mendorong hensif di sektor Hiil, sebab fasilitas peningkatan ekspor Indonesia, khu- swap atau forward dari BI hanya ber- susnya tentang kepastian "harga" do- dampak kecil terhadap peningkatan ekspor non-migas Indonesia," kata- nya. lar A.S. Fasilitas lain adalah terjaminnya persediaan valuta asing dalam jangka waktu lama (forward) bagi para impor- tez Fasilitas ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kurs bagi devisa yang diperlukan importer untuk kegi- atan impor selanjutnya. Pom Bensin Di Kemandoran Tak Beres Saya pernah punya pengalaman yang kurang sreg di hati saya ketika mengisi bensin kendaraan mobil saya di daerah Slipi, tepatnya di pom ben- Eksploitasi Riel dan Formal Implikasi cukup mendalam dari pengintegrasian pelacuran ke dalam struktur sosial kehidupan masyarakat, mengkondisikan pola pertukaran yang tidak seimbang (theuniqual ex- hange). Dalam konteks ini kerugian yang dialami pelacur tidak saja berkai- tan dengan ideologi gender yaitu hu- bungan antara wanita dengan pria; hu- bungan pelacur dengan "tamu"; hu- bungan pelacur dengan germo atau pun hubungan pelacur dengan aparat tertentu.. Tapi juga hubungan pelacur dengan pasar impersional. OLEH: SALEH DANNY ADAM num tertentu memberikan jaminan keamanan atas agresivitas seks. Untuk menggenjot peningkatan ekspor non- migas, menurut Silalahi, dibutuhkan tidak hanya sekadar fasilitas swap dan forward tetapi dibutuhkan deregulasi yang konprehensif. mengatakan, skema bantuan pembia- ningkatannya 20 persen dari kinerja yaan ekspor yang dimotori BI itu ditu- ekspor sebelumnya. jukan untuk menciptakan kelancaran arus pembiayaan tersebut. Pada 1996, nilai ekspor produk non-migas sekitar 39-40 miliar dolar AS, dan pemerintah memprediksi akan terjadinya peningkatan sekitar lima miliar dolar pada 1997. "Yang terjadi saat ini kan tidak se- imbangnya 'supply and demand' va luta asing. Itu yang harus dicegah," katanya. Untuk sementara, memang kebija- kan ini hanya diperuntukkan bagi per- usahaan yang berstatus PET, namun, kata Tunky, pihaknya akan memoni- tor terus perkembangannya dan perlu- tidaknya melibatkan eksporter lain. "Kalau nanti terjadi dengan efektif, kita akan pikirkan bagaimana caranya memberikan fasilitas serupa kepada eksporter lain," katanya. Dengan mengikuti logika di atas dapat dijelaksan bahwa eksitensi pela- curan pada era kontemporer bertolak dari proses akumulasi modal. Baik de- mi kesinambungan akselerasi industri modal asing dalam mengisi waktu lu (salah satu daya tarik bagi penanam ang) maupun demi kepentingan eko- nomi suatu kalangan. Konsekuensi logisnya ialah keberadaan pelacur ti- dak lebih diposisikan sebagai meka- nisme atau alat-alat produksi. Pelacur laksana sebuah mesin yang tidak ber- nyawa. Pemahaman demikian tidak terle pas dari perubahan-perubahan sistem sosial, ekonomi dan politik. Proses modernisasi inilah yang memuncul- kan eksploitasi bersifat riel dan formal terhadap wanita-wanita yang tidak memiliki "nilai lebih". Proses eksploi- tasi riel terjadi selama revolusi indus- tri, di mana basis produksi kapatalis mengalami transformasi di bidang organisasi dan teknologi. Sedangkan eksploitasi formal terjadi lewat bantu- an badan hukum yang melegatimasi tuntutan modernisasi. Fasilitas yang diberikan BI itu di- maksudkan untuk tetap melancarkan kegiatan ekspor nasional walaupun te- lah terjadi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Melihat pengalaman itu, saya mo- hon agar pegawai di Kemayoran tidak Fasilitas itu merupakan bagian dari tindak lanjut pemerintah untuk me- ningkatkan kinerja ekspor nasional se- perti yang diputuskan dalam rapat ka- binet terbatas awal September 1997. RABU, 8 OKTOBER 1997 5 Sementara pada sisi lain, mereka mempunyai peran signifikan dalam sirkulai ekonomi. Sekalipun pelacur mempunyai kontribusi terhadap akselerasi indus- tri dan eksistensi mereka tidak diteri- ma jika distratifikasikan menurut pe- kerjaan, namun bukan berarti "rob" humanisme dicabut dalam kehidupan mereka. Sebab pada hakekatnya pela- cur pun merupakan species mulia yang sangat membutuhkan penghar- gaan sosial dari masyarakat, khusus nya bidang efeksi. Memberantas pelacur dengan jalan Bertolak dari kondisi demikian, "memburu" mereka merupakan hal maka tidak berlebihan bila dikatakan yang sia-sia. Jauh hari sebelumnya bahwa eksistensi pelacur sesungguh- pun Bertand Russel telah mengemu- nya amat dibutuhkan oleh masyarakat kakan bahwa pelacuran mustahil da- konvensional. Entah dalam konteks pat dilenyapkan dalam peradaban pemuasan "melting down" pria yang umat manusia. *** tidak bermoral ataupun untuk pen- service pembangunan. Nyoman mengakui kendala yang dihadapi para eksporter saat ini ada- lah tingkat suku bunga yang relatif tinggi, sehingga produk Indonesia ka- lah bersaing di pasar internasional. "Namun, bila pengusaha cukup je li, kelemahan tingkat suku bunga yang tinggi tersebut dapat diatasi dengan cara mengombinasikan dengan fasili- tas rediskonto wesel berjangka dengan bunga sama dengan SIBOR. Yang pada saat ini SIBOR untuk enam bulan se- kitar enam persen," katanya. Sehubungan dengan pemberian fa- "Presiden menekankan agar diben- silitas oleh BI itu, Nyoman mengha- tuk tim khusus yang menangani dan rapkan agar pengawasan lebih diting mengembalikan peningkatan kinerja katkan, terutama bank devisa, sehing- ekspor non-migas Indonesia," kata ga kemungkinan jatuhnya pemberian Mensesneg Moerdiono, sesuai bersama fasilitas itu kepada eksporter fiktif Menkeu Marie Muhammad, Gubernur BI Soedradjat Djiwandono, Menperin- dapat diatasi. "BI harus meningkatkan pengawe dag Tunky Ariwibowo, dan Dirjen Pajak san agar fasilitas yang diberikan tidak ja- Fuad Bawazier diterima Presiden Soe- tuh ke tangan eksporter fiktif," katanya, Pengamat ekonomi dari CSIS Pande Radja Silalahi menilai, insentif yang Prioritas diberikan kepada pengu- Positif diberikan BI belum cukup untuk me- saha dengan status PET, katanya, kare- Ketua Dewan Pembina Perbanas I macu peningkatan ekspor Indonesia. na selama ini kinerja ekspor dari peru- Nyoman Moena menilai pemberian "Pemerintah sebaiknya segera me- sahaan itu sangat meyakinkan; Pe- fasilitas "premi swap" sangat positip luncurkan deregulasi yang kompre- harto di Istana Merdeka Senin. SUARA PEMBACA Surat untuk Suara Pembaca, hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Berita Yudha tidak mengembalikan surat-surat yang diterima. Pada titik ini hendak ditegaskan, meskipun penjaja seks merupakan hal hina di mata masyarakat, namuan se- yogianya mereka perlu mendapat per- hatian dan pengarahana. Entah beru- pa kontrol kesehatan dari departemen sosial atau perlindungan hukum da- lam kerangka mengantisipasi rawan- nya penganiayaan terhadap penjaja seks. Penulis pertama adalah staf pengajar FISIP dan FH UNAS; Sekjen Pusat Pengkajian Islam UNAS. Penulis kedua adalah Ketua Pusat Kajian Aksi Sosial. Untuk menggenjot peningkatan ekspor non-migas, menurut Silalahi, dibutuhkan tidak hanya sekadar fasi- litas swap dan forward tetapi dibutuh- kan deregulasi yang konfrehensif. Sementara itu, Presiden Soeharto minta segera dibentuk tim khusus di lingkungan Depperindag, dibantu se- cara penuh oleh Bank Indonesia dan Depkeu, untuk menangani dan me ngembalikan kinerja ekspor non-mi- gas Indonesia. awam lainnya, seharusnya imbauan sin Kemandoran yang letaknya tak usah buru-buru mengisi tangki kenda- rian kotak hitam itu? Apakah semua- Melihat pemberitaan media massa itu bukan ditujukan kepada kami-ka- jauh dari SD negeri Palmerah. raan lain sebelum jarum penunjuk pe- nya tergantung dari tim yang saat ini yang banyak menayangkan perihal mi ini. Karena untuk mencari sesuap Sebelum pegawai pom bensin mengeluaran bensin menunjuk angka nol. masih bekerja?. krisis nilai mata uang rupiah kita ter- nasi saja begitu sulit, apalagi sampai ngisi tangki kendaraan mobil saya, ,sebe- hadap mata uang dolar, saya menjadi menyimpan dan membeli dolar lumnya ada kendaraan lain Ny. Juniarsih lebih takut dan punya bayangan ngeri. segala. Tak terpikir dalam benak saya dulu mengisi. Komplek Asri Asih Rt 12/06 Kav. 20 dan orang awam lainnya. Delta W yang Ketika giliran saya, pegawai pom bensin itu tanpa meletakkan handle pipa bensin ke tempatnya dan menge- rakkan tungkai penunjuk bensin yang keluar sampai pada titik nol, sudah memasukkan ke tangki kendaraan mo- Transparansi Kotak Hitam Dewi Sartika, Kampung Melayu Terlebih lagi baru-baru ini diberita kan lagi bahwa nilai rupiah merosot Saya tidak sepenuhnya yakin bah- Butuh Buku Bekas sampai titik Rp 4.000,-. Makin menyewa para pejabat maupun orang-orang ramkan bayangan saya. Dulu saja se- beruang di Indonesia bersedia dan Saya salah satu penggemar dan belum nilai rupian merosot sedemiki- rela menukar dolar mereka dengan pengumpul buku-buku tua. Saya ber- an tajam, harga barang-barang di pasar mata uang rupiah untuk menguatkan Kabarnya pihak Dephub sudah maksud mengoleksi buku-buku tua sudah menunjukkan tanda-tanda nilai rupiah. Kemungkinan malah, bil saya dan mulai mengisi dan berhenti mendatangkan peralatan canggih ser yang terkategori dalam bidang sejarah, meningkat. Apalagi sekarang tidak sebelumnya ramainya perbincangan ketika jarum penunjuk bensin yang ke- ta beberapa pakar dari Eropa, namun politik mupun budaya. anjloknya mata uang rupiah, mereka luar menunjuk angka 10 liter hal itu tidak menjamin ditemukannya telah lebih dulu mengungsikan Akibat perbuatan pegawai pom kotak hitam itu. Bahkan sudah diupa- kewalahan mencari buku-buku tua III-bisa gulung tikar Bukan bermaksud mencari kam- simpanan mereka dalam bentuk dolar bensin yang ceroboh dan terlihat ter- yakan pencariannya dengan metal yang asli dan bermutu yang banyak buru-buru itu, saya ragu apakah tang- detector (alat deteksi logam). diperjual belikan di lapak-lapak pen- bing hitam", namun kalau kita runut se- Roni ki bensin saya benar-benar sudah teri- Sementara himbauan Presiden Soe jual buku-buku bekas diantaranya di jarah LI kita layak untuk mempertanya- Perumahan Vila Kelapa Dua No. 6 si 10 liter Keraguan saya itu terbukti harto dalam investigasi kecelakaan itu Taman Mini maupun di Senen, Kwi- kan: Sudah benarkan manajemen LI. Jakarta Barat ketika memasuki hari ke-5 dari pengi- tetap berpegang pada prosedur yang tang Sebagai salah satu penggemar berat BR, saya sangat kecewa dengan pe- ngunduran diri BR dari orbit LI IV. De- ngan alasan apapun sepertinya sulit . tahulah.... mengapa sebe- Namun akhir-akhir ini, saya sudah sar BR-Juara LI II, dan Runner Up L sian bensin di Kemandoran bensin sa ya sudah habis. me- dengan sistem sponshorship saat ini? Dengan subsidi hanya Rp. berlaku umum. Transparansi seluruh Oleh karena itu, saya mohon bagi informasi dari temuan kotak hitam pe pembaca harian Berita Yudha yang se- 100.000.000,- mampukah mereka ek- Padahal sehari-hari bensin 10 liter sawat Airbus A 300 B-4 yang mengalami kiranya mempunyai buku-buku bekas sis, mengingat jumlah tersebut hanya itu akan habis setelah seminggu. kecelakaan di Sibolangit, Sumatera Uta yang tidak dipergunakan lagi, boleh sekitar 20% dari perkiraan Soalnya rute yang saya pergunakan ra, beberapa waktu lalu cukup rasional. mengirimkan surat yang dialamatkan ngikuti LL Hemat saya, berikan kebe- adalah rute pribadi yang selalu saya Namun, sayangnya sampai saat ini ke harian Berita Yudha atau ke alamat basan masing-masing klub berkreasi mencari seponshor untuk menghidu- pakai untuk pulang-pergi dari kantor tim investigasi yang melacaknya be- saya. ke rumah atau sebaliknya. lum juga menemukan kotak hitam itu Buku-buku tua yang sesuai dengan pinya. Ade S. karena sulitnya lokasi kecelakaan. pengkategorian yang ingin saya ko- Sampai kapan batas waktu penca- leksi akan saya hargai dengan harga Jl. Pesanggarahan, Ciputat Tim khusus tersebut masih di lingkungan Depperindag dengan di- bantu sepenuhnya oleh BI dan Depke- u, demikian Moerdiono. *** (Pumpunan Antara) yang memadai. Lebih kurangnya saya ucapkan te- rima kasih. Susilo JL Kampung Rawa Rt 15/06 No. 20 Jakarta Selatan Kasus BR: Cermin Ketidakjelasan PSSI 15-30