Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-29
Halaman: 02

Konten


Berita Yudha Serbaneka PWI Koordinatorat Balaikota Peduli Anak Yatim Jakarta, BY Dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 1998 dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1418 H, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatorat Balaikota DKI Jakarta, Rabu lalu menyerahkan kepada 50 orang anak para pemulung, yatim piatu dan anak-anak dari Panti Asuhan Al-Aqso pimpinan Drs Imron Ro- sadi di Masjid Jami Ad-Dakwah, Jl Boulevard, Kelapa Gading Ja- karta Utara. Santunan senilai Rp 1 juta lebih tersebut menurut Ketua Koordi- natorat PWI Balaikota, Herudin Ebah Suratman didampingi Hj Uche Achmad, Indra Kirana, Rustam Ramli dan Ucky, hasil dari le- lang televisi milik PWI Koordinatorat Balaikota. Ketua Dewan Masjid Jakarta Utara yang juga pengelola Masjid Jami' Ad-Dakwah, Drs H Ilham Al-Mukmin mengemukakan, santu- nan yang diberikan kepada anak-anak pemulung, yatim piatu dan anak-anak dari Yayasan Al Aqso, masing-masing Rp 20 ribu terse- but sangat besar artinya bagi mereka menjelang lebaran itu. "Mereka memang sangat membutuhkan uluran tangan. Insya Allah, bantuan yang mereka peroleh itu dapat meringankan beban mereka menjelang lebaran dan PWI Koordinatorat Balaikota mem- peroleh imbalan yang setimpal dari Allah SWT, kata Drs H Ilham mengawali doa syukur usai penyerahan santunan tersebut. Diharapkan, untuk tahun-tahun mendatang santunan serupa bi- sa lebih ditingkatkan, terutama bagi kaum du'afa yang sangat membutuhkannya. Karena santunan kali ini dilakukan secara spontan sebagai wujud kepedulian para wartawan yang sehari- harinya meliput berita di Balaikota DKI Jakarta. "Santunan ini, sekaligus dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional tahun 1998", ujar Heru. (did) Masjid Agung Diresmikan Saat Idul Fitri Tangerang, BY Batu pertama pembangunan proyek Masjid Raya Kabupaten Tangerang di Ibukota Kabupaten Tangerang yang baru di Tigarak- sa, menurut rencana dilakukan Bupati seusai Shalat Idul Fitri 1418 H di Tiga Raksa, Jumat (30/1). Demikian dikatakan Kahumas pemda Kabupaten Tangerang Dra HJ Ena Karlina kepada BY di Tangerang, Rabu (28/1). Menurut Kahumas, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya tersebut merupakan awal Hijrahnya/pindahnya peme- rintahan Kabupaten Tangerang ke Tigaraksa. Dikatakan, Masjid Agung (Raya) yang dibangun di atas tanah 2,5 hektar dengan luas bangunan 757 x 60 m2 berlantai tiga itu da- pat menampung 3800 jemaah. Masjid ini juga akan dilengkapi ber- bagai sarana seperti halaman parkir seluas 11.639,4 M2, yang di- perkirakan dapat ampung 300 kendaraan. Selain itu juga di- lengkapi perpustakaan, gedung dakwah yang akan berlokasi di lantai dasar.(tri) Direktur Operasi PT "TAP" Diseret Ke Meja Hijau Jakarta, BY Direktur Operasi PT Trikarya Adhi Prasetya (PT TAP"), Harry Joko Wirawan alias A Kian (32), Rabu pagi (28/1) diseret ke meja hijau PN Jakut. Pasalnya pria kelahiran Kalimantan Barat yang su- dah menjadi warga Jl Ciputat Raya No 6 Rt 006 Rw 003 Kelurahan Kebayoran Lama Jaksel itu, dituduh menggelapkan uang peru- sahaan sebesar Rp 44.033.066. Menurut Jaksa Penuntut Umum, Ny Roostiningsih SH, kejaha- tan itu dilakukan secara berturut-turut sejak 22 Mei 1977 hingga 27 Juni 1997. Uang tersebut diambil dari kasir perusahaan sesuai Payment Vooucher yang ditandatangani terdakwa. Namun diguna- kan terdakwa untuk kepentingan pribadi dengan maksud dana itu akan digunakan sebagai biaya untuk mendirikan perusahaan baru yang berbadan hukum PT Dwi Krida Cipta Pratama (PT "DKCP"). Keberadaan perusahaan yang baru ini tanpa diketahui mitra ter- dakwa sesama pimpinan eksekutif di PT "TAP". Maksud terdakwa dengan mendirikan perusahaan sendiri dia dapat menempatkan dirinya sebagai penguasa tunggal yang tentu saja sangat berbeda sewaktu masih bersama-sama dengan mitra- nya, komisaris M Taufik Siregar dan Direktur Harry Muliawan di PT "TAP". Sayangnya, kata jaksa menyesalkan sikap terdakwa yang dituding berbuat curang. Sebab akte pendirian PT "TAP digunakan terdakwa untuk mendirikan perusahaan yang baru, miliknya yang diberi nama PT DKCP". Dalam operasionalnya, terdakwa me- nyuruh Haryanto (saksi) untuk mengganti surat perjanjian sewa beli PT TAP dengan PT "DKCP". Tujuannya agar dapat menarik uang hasil penjualan PT "TAP masuk ke PT "DKCP milik terdakwa. Untuk menanggapi tuduhan jaksa, Hakim Ketua Majelis Aloy- sius Suradiman, SH memberi kesempatan pada terdakwa yang berstatus tahanan luar itu untuk mengajukannya pada 5 Februari 1998.(mar) Perampok Dinihari Tewas Diterjang Peluru Jakarta, BY Perampok yang beraksi Senin dini hari (28/1) di atas angkutan umum yang sedang meluncur di kawasan Teluk Gong Kelurahan Pejagalan, tewas diterjang peluru petugas Polres Metro Jakut. Uang Rp 100 ribu hasil rampokan pelaku Cecep Suhendera ali- as Encep disita petugas sebagai barang bukti. Kasat Serse Polres Metro Jakut, Mayor Pol Drs Heru Winarko, SH menanggapi konfirmasi "BY" mengatakan, petugas terpaksa harus menembak pelaku karena melakukan perlawanan saat di- tangkap petugas. Pisau yang digenggam pelaku nyaris menembus perut petugas yang menangkapnya. Korban perampokan itu menurut Heru seorang pedagang ber- nama Lie Kuhineu (42). Saat itu korban naik kendaraan KWK juru- san Kota-Kapuk Kamal untuk berbelanja ke Kota. Sesampainya di Teluk Gong, salah seorang di antara dua penumpang lainnya me- ngeluarkan pisau dari balik bajunya dan langsung menodong kor- ban. Ujung pisau itu ditekan pelaku ke bagian perut korban. Saat itulah pelaku memaksa korban untuk menyerahkan seluruh uang yang dibawa. Setelah berhasil, kedua pelaku itu langsung melom- pat dari mobil yang masih dalam keadaan meluncur. Kejadian itu secara kebetulan sempat dilihat petugas Polres Metro Jakut yang sedang patroli malam hingga subuh. Satu di antara dua kawanan itu berhasil melarikan diri, sedang temannya yang mencoba mengadakan perlawanan dengan pisau terhunus ketika ditangkap, terpaksa ditembak.(mar) Tengkuk Polantas Dipukul Pakai Linggis Jakarta, BY Menaruh curiga terhadap muatan truk Colt 120 SS, nopol B 9967 YZ berisi tiga buah mesin alat pengeras tanah, seorang ang- gota Satlantas Polres Metro Jakarta Utara, Serda Datuk yang me- lakukan pengejaran dengan sebuah sepeda motor, akhirnya dipu- kul bagian tengkuknya dengan sebuah linggis. Musibah itulah menimpa diri Datuk yang sedang mejalankan tu- gas di Pintu Tol Sunter Jakarta Utara, Selasa (27/1) kemarin. Atas bantuan petugas penyapu jalanan dan karyawan Jasa Marga, Asep dan Iwan berhasil menangkap kedua pengendara truk, yang berinisial Sar (32) dan SS (32) berhasil ditangkap. Serda Datuk, saat itu yang sedang mejalankan tugas kelanca- ran lalu lintas, melihat truk membawa mesin alat pengeras tanah, menaruh curiga bahwa mesin-mesin itu adalah hasil kejahatan. Ke- curigaan Datuk semakin kuat terhadap barang bawaan angkutan itu, setelah mencoba untuk menghentikannya. Akan tetapi truk ini tetap meluncur dengan kecepatan tinggi. Serda Datuk akan terus melakukan pengejaran dengan sepeda motor dinasnya, sampai ke Pintu Tol Sunter Jakarta Utara. Tiba di TKP, sepeda motor yang dikendarai Datuk malah dipepet, sehing- ga membuatnya untuk menghindar ke arah kanan. Pada saat menghindar itu digunakan salah satu dari pengenda- ra truk ini, memukul tengkuk korban Datuk dengan menggunakan sebuah linggis sehingga membuatnya jatuh terpelanting ke aspal jalan. Kejadian tampak oleh seorang petugas penyapu jalanan akhirnya melakukan pengejaran, dibantu oleh dua karyawan Jasa Marga. Akhirnya berhasil menangkap kedua tersangka. Kedua tersangka bersama barang bukti sebuah linggis, mobil colt dan tiga buah alat pengeras tanah masih dalam pengusutan Polres Jakarta Utara, kata Kadispen Polda Metro Jaya, Letkol Pol Drs Edward Aritonang.(gar) Anda Shalat Dimana? Jakarta, BY Bagi warga DKI Jakarta yang hendak melaksanakan Sholat Idul Fitri pada 1 Syawal 1418 Hijriah yang jatuh pada tanggal 30 Januari 1998 ini, banyak tempat yang menyelenggarakannya. Seperti Mesjid Istiqlal Jakarta Pusat yang akan dihadiri Presi- den Soeharto, Mesjid Sunda Ke- lapa di Menteng Kelapa Jakarta Pusat yang akan dihadiri Khotib H Quraish Shihab dan kyai seju- ta umat KH Zainudin MZ yang direncanakan menjadi imam dan khotib di lapangan Parkir Timur Senayan. Sementara gu- Bekasi, BY Kendati pertengahan bulan puasa pusat perbelanjaan lesu dari kunjungan konsumen aki- bat krisis moneter berkepanja- ngan. Akhirnya dua hari menje- lang Idul Fitri, pusat-pusat be- lanja di Bekasi baik pasar tradi- sional maupun swalayan diser- bu masyarakat juga. Daging Sapi Melambung, Pusat Belanja Diserbu Pada umumnya mereka be- lanja kebutuhan pangan (semba- ko) untuk persiapan merayakan Lebaran. Di samping itu, takut keburu tidak sempat lagi mereka juga menyerbu pedagang pakai- an jadi yang akan dipakai pada hari Lebaran. Sementara itu, pemantauan BY di Pasar Baru, Rabu (28/1) kemarin, puluhan ribu manusia berjejal tumplek blek membe- lanjakan kebutuhan masing-ma- sing. Apalagi di depannya ter- minal serta sekitarnya terdapat dua swalayan (Mitra dan Rama- yana) membuat Jl Juanda di se- kitarnya macet total. Di samping pedagang kaki li- ma juga membanjir yang meman- faatkan moment ini untuk men- cari untung malah sampai me- makan badan jalan, juga pejalan kaki akhirnya melintas di tengah jalan. Kondisi ini mengakibatkan kendaraan hanya bisa merangkak keluar dari kemacetan. Swalayan besar seperti Mall Metropolitan, Hero dan Goro Merdeka Barat S bernur KDKI Jakarta sutiyoso diharapkan menjalankan Sholat Id di Halaman Balaikota DKI Ja- karta J1 Medan Merdeka Selatan, dengan imam B Tubagus Rafiud- dinddar dan khotib Dr Nur- cholis Madjid. et tid. Berikut Nama tempat dan khotib pada Sholat Id 1418 H di beberapa wilayah DKI Jakarta. (Pekayon) sejak sore kemarin juga mulai dipadati pengun- jung. "Soalnya kalau belanja se- hari sebelum terlalu mepet dan repot," ujar Ny Sriwahyuni, seorang ibu rumah tangga. Sementara itu, harga bebera- pa kebutuhan pangan di Pasar Baru Bekasi cenderung menga- lami kenaikan. Pemantauan BY di lapangan, persediaan daging sapi relatif menipis, sehingga harganya pun melambung. Beberapa pedagang yang di- temui menyebutkan daging sapi merambat naik empat hari tera- khir. Kalau akhir pekan lalu ma- sih Rp 14.000/kg, Rabu siang ke- marin sudah mencapai Rp 17.000-Rp 18.000/Kg. "Tidak bi- sa kurang lagi pak. Kemarin ma- sih Rp 16.000 memang, tetapi itu mah kemarin," tutur seorang pedagang acuh. Sedangkan harga minyak go- reng yang sempat langka dite- mukan beberapa waktu lalu, ju- ga mengalami kenaikan menjadi relatif stabil antara Rp 5000 s/d Rp 6000/Kg. Komoditi lainnya yang mengalami kenaikan harga ada- lah telur ayam buras. Beberapa pedagang yang ditemui rata-rata harganya Rp 5000/kg yang tiga hari sebelumnya masih berta- han Rp 3000. Begitu pula gula pasir naik sekitar dua ratus ru- piah menjadi Rp 2300/Kg.(als) wy ub 01350 UUR amuanox gebe 31 Inter Dat PENGATURAN LALU LINTAS DALAM RANGKA ACARA GEMA DZIKIR DAN TAKBIR 1 SYAWAL 1418 H JL Merdeka Utara JL Merdeka Selatan mall spopion Jakarta, BY Ditempatkannya loket karcis bus antar kota, pada lantai dua terminal bus Masjid Kampung Rambutan membuat para pemudik kesulitan. Sebab untuk mendapat karcis, harus melewati tangga. Para petugas bus kadang dengan sedikit memaksa penumpang memilih bus mereka, apalagi barang bawaan pemudik banyak, sehingga membuat kesulitan pemudik mencapai lantai dua. Dari pengamatan BY, Senin (26/1) lalu, beberapa pengelola bus yang ditemui BY membenarkan hal tersebut. "Akibat dari loket di lantai dua, kami harus mengerahkan para anak buah untuk mencari di lantai penumpang dasar, yang terjadi adalah memperebutkan pemudik, oleh empat sampai enam orang petugas dari perusahaan bus yang berbeda," ujar salah seorang pengelola perusahaan bus lintas Sumatra yang tak mau disebut namanya. Lantai dasar terminal yang semestinya berfungsi sebagai loket karcis, kini berubah fungsi menjadi tempat umum, seperti wartel dan kios- kios dengan ukuran melebihi loket bus. Dari hasil pengelolaan fasilitas tersebut, tiap hari para pengelola bus menyetor uang KPS sebesar Rp. 15.000,-/bus selama toeslagh. Sedangkan di hari biasa adalah Rp 7.000,-/bus. Hal ini dibenarkan juga oleh Tuti (24), اماماها jambon JADWAL KHOTIB IDUL FITRI SE-JEBOTABEK Jakarta Pusat 1. Mesjid Laurze, Jl Laurze Raya --- 2. Parkir Sarinah, JI MH Thamrin 3. Syaruful Azhar, JI Mangga Besar XIII 4. Mesjid Amir Hamzah, TIM, JI Cikini 5. Halaman UI, JI Salemba Raya 6. Halaman Proyek Senen, JI Kramat Bunder- 7. Mesjid Al Hikmah, Jl Serdang Baru 8. Rusun Tanah Tinggl, Jl Tanah Tinggi- 9. Yarsi, Jl Letjen Suprapto- HIJIM JAMOIZAM 239 MON ATOANARU2 Jakarta Timur 1. Uswatun Hasanah, JI Suci Ciracas 2. Mesjid Yasmin, Jl Raya Bogor, 3. Hal Kanwil Depag DKI, JI DI Panjaitan 4. Nurul Islam, JI Layur Jati - 5. Baltussalam, Jl Mesjid Cipinang 6. At-Taubah, Rt 04/04 Ciracas 7. Al Khaliriyah, Rt 05/01 Pinang ranti 8. Al Ahyat, Rt 06/03 Jatinegara, 9. As Salam, Rt 06/11 Pisangan, 10.Al Mubarak, Rt 03/07 Cakung Timur, Jakarta Barat 1. Al Husni Rt 04/01 Kembangan Selatan, 2. Baltul Amini, Rt 06/02 Kp Sanggrahan 3. Mesjid Quba, Kompleks DPR II, Rt 04/02 4. Nurul Amal, Jl karya Bakti ----- 5. Al Hikmah, Rt 04/02 Kembangan Selatan - 6. Al Ikhlas Rt 11/02 Joglo 7. Nurul Iman Rt 02/03 Srengseng 8. At Taqwa, Rt 03/03 Kembangan Al Musyawaroh, Rt 01/11 Meruya Utara Jakarta Selatan 1. Hal Depdikbudd, Jl Jend Sudirman 2. Nurul Jannah, rt 07/01 Pasar Minggu 3. Al Huda, Rt 08/06 Jatipadang 4. Al Barkah, Rt 6/03 Pejaten Timur- 5. Balturrahman, Rt 06/03 Cilandak Timur Jakarta Utara 1. Mesjid Al Fudhola, Jl Dobo Koja --- 2. Mesjid Jami Annur, Jl Pademangan V/10 3. Hubirtaqwa UKA, JI Kramat Raya 4. Darussalam, sunter Jaya- Tangerang 1. Mesjid Istigna, Islamic Village, Karawachi 2. Mesjid Al-Ittihad 3. Lap Al Hidayah 4. Mesjid An-Hikmah, Perumnas I 5. Mesjid Al Huda Batuceper- Bekasi 1. Al Muhajirin, JI Melinjo Harapan Baru ---- 2. Mesjid Raudhatul Jannah, Perumnas Rawalumbu 3. Mesjid Agung Al-barkah, Alun-Alun- 4. Nurul Islam, Islamic Center 5. Al Muhajidin, Bekasi Selatan Bogor 1. Mesjid At Taqwa, Jl Djuanda 2. Mesjid Agung, Jl Dewi Sartika - 3. Mesjid Raya, Jl Padjadjaran- 4. Mesjid Jami Adhi Karya- 5. Lap Parkir Ruko, JI Baru Depok ----- Loket Kp Rambutan Persulit Pemudik Jakarta, BY Sehubungan dengan diseleng- garakannya takbir akbar umat Is- lam se-DKI dan sekitarnya, yang insya Allah akan dihadiri pula oleh Bapak Presiden HM. Soehar- to bersama masyarakat muslim dalam di silang monas, Kamis (30/1) maka rute silang monas diubah sementara waktu. Hal itu berdasarkan rapat ko- ordinasi pengaturan lalu lintas di Kotamadya Jakarta Pusat dalam rangka acara Gema Dzikir dan Takbir 1998 M/ 1418 H di Monas. Adapun pengaturan lalu lin- tas diatur sebagai berikut: Pertama, empat kaki Silang Monas yaitu Silang Barat Daya, Silang Barat Laut, Silang Timur Laut dan Silang Tenggara tertu- tup untuk lalu lintas umum ke- 5. Al Hikmah, Pademangan Barat 6. Al Amin, Ancol ----- H Jamil Ma'rif 7. Mesjid Nurul huda, JI Mengkudu Lagoa - Dra HM Amin Nuch pramugari bus lintas Sumatra. "Saya juga sering cari penumpang sampai lantai bawah, penumpang sepertinya keberatan ke atas, kalau dia bawa barang banyak untuk mudik." Keberadaan kios-kios yang kelihatan melebihi loket-loket karcis, juga dipertanyakan para pengelola bus dan berbagai awak bus di Terminal pemberangkatan antar kota. Sedangkan arus mudik sampai dengan H-4, Senin pagi hari terjadi lonjakan penumpang dibandingkan dengan tahun lalu. Pada shift terakhir, H Sofjan Lubis Letkol Inf Badrussalam Achmad M Alahudin Dra Nazir Zubaidi Prof Zahrul H Amin Lubis H Harun Tasrif KH Muhammad Idris dr Bambang Pranowo tercatat 1086 bus diberangkatkan dengan 30.758 orang penumpang, ini lebih tinggi dari H-4 tahun lalu, dengan 775 bus dan 25.205 orang penumpang. "Besok selasa 27 jam, akan terjadi lagi lonjakan pemudik, karena besok banyak kantor dan instansi yang mulai libur", ujar salah seorang petugas terminal. Beberapa penumpang yang ditemui "BY" belum mendapat kesulitan berarti dalam mendapatkan tiket. "Walau harga tiket sedikit di atas harga yang tetapkan pemerintah (toeslag), bagi kami ini masih di anggap wajar, yang penting waktu pemberangkatan tidak terlambat, agar tidak seperti teman saya kemarin, dapat tiket pukul 09:00 WIB, berangkat pukul 14:00 WIB dengan alasan bus belum masuk terminal," ujar Dibyo (35), pemudik tujuan Semarang.(crj-2) KH Abdul Qodir Djaelani Mayjen TNI Muh Fikri Drs Lulu Mahfudz Syihabuddin H Hamdani Mas'ud HM Thohir drs H Abdul Fatah Ubaidillah H Anwar - H Asmar H Abd Rahman H Abd Mukti HA Hakim Sholihin -H Muhasyim Hair Sukarma HM Akhyat Coupe 29 inisy suaIR vatra nailedman Lavi pich 4192 Ang Saat Gema Takbir ne Rute Silang Monas Diubah Prof Malik Fajar MA Abdul Rozi KH Sibro Malisi Habib Salim Drs H Yahya Drs KH Abdul Nasir Drs Achmadi KH Shafwatun KH Wahid Hasyim M Sairi KH Abdul Manan H Makmun Drs Thoha Hasan H Kamaluddin M Zainal Asyikin Helmi Yunan KH Eddy Junaedi N Drs Nurdin Awaay AK Mustafa Smk Drs H Zaenal A H Adam Ibrahim H Abjeng Syah H Much Zaenal Syukri Drs Daiman -KH Cecep Jamaludin (tan) cuali untuk peserta dan un- dangan. Masyarakat yang tidak berkepentingan, dihimbau agar menghindari lokasi tersebut. Kedua, parkir kendaraan pe- serta dan undangan telah disedi- akan pada lokasi parkir IRTI, Is- tiqlal dan Lapangan Banteng. Dihimbau kepada para penggu- na jalan agar mematuhi rambu- rambu lalu lintas serta petunjuk petugas di lapangan. Bagi masyarakat ibukota da- pat mengikutinya dengan secara tertib ke kawasan silang monas. Sebagaimana instruksi gu- bernur DKI Sutiyoso, bahwa tak bir lebaran kali ini tidak diper- kenankan dilakukan secara ber- keliling karena sudah diseleng- garakan secara akbar di silang monas tersebut. *** KAMIS, 29 JANUARI 1998 YIT-BY KETUPAT LEBARAN-Seorang pedagang ketupat menunggu calon pembeli di Pasar Klender, Jakarta Timur, Rabu (28/1), seikat berisi 10 biji dijual Rp 750. Bagi masyarakat, ketupat lebaran sudah menjadi tradisi sebagai 'menu wajib' di hari lebaran. Adanya peringatan hari raya Imlek ini, berpengaruh terhadap sejumlah toko di kawasan Glo- dok. Tempat yang biasa penuh sesak orang berlalu lalang terli- hat sunyi senyap. Bahkan di ka- wasan pertokoan tersebut tidak terlihat satupun toko yang buka. Di beberapa tempat hanya terlihat hiasan warna-warni yang menjadi ciri khas tibanya perayaan Imlek. Perayaan Imlek Tahun Macan Sepi Jakarta, BY rena banyak keluarga yang me- adatan agama Budha atau Viha- Perayaan hari raya Imlek milih merayakannya di rumah ra, yang diperkirakan menjadi. yang bertepatan dengan tahun dibandingkan di Klenteng. De tempat berkumpul orang mera- macan dan jatuh pada tanggal 28 ngan alasan selain terbatasnya yakan Imlek, hingga sore hari ti- Januari 1998, kemarin, terlihat jumlah Klenteng yang ada di Ja- dak terlihat kegiatan. lebih sepi dibandingkan tahun karta, juga karena mereka dila- Menurut Kepala Seksi Hibu- sebelumnya. Seperti yang terli- rang merayakannya di Vihara. ran Masyarakat Kantor Ketentra- hat di kawasan Glodok sejumlah Dimana tempat tersebut bebe- man dan Ketertiban Pemda DKI tempat peribadatan warga nega- rapa waktu lalu masih diperbo- Jakarta Toha Reno menyatakan, ra Indonesia (WNI) keturunan, lehkan Pemda DKI untuk mera- kondisi ini merupakan harapan atau klenteng tidak terlihat kegi- yakan Imlek. "Kita lebih memi- Pemda DKI Jakarta. Karena sei- atan mencolok. Hanya beberapa lih merayakannya di rumah de- ring dengan tujuan saling meng- orang saja yang memasuki tem- ngan berdoa bersama dan me- hormati antar agama dalam hal pat peribadatan tersebut untuk ngumpulkan beberapa keluarga. ini agama Budha, Pemda DKI te- berdoa. Suasana ini juga tidak mengura- lah mengeluarkan instruksi gu- ngi makna Imlek," ujarnya. bernur yang melarang kegiatan perayaan Imlek di Vihara. "Vi- hara bukan tempat perayaan Imlek, di sana merupakan tem- pat peribadatan Agama Budha,” RIS-BY BEREBUT MENAIKKAN BARANG-Sejumlah pemudik dengan jurusan Jakarta Surabaya - Bima, di terminal Pulogadung ini Rabu (28/1) saling berebut menaikkan barang bawaannya keatas bis. Karena jaraknya yang jauh maka barang yang dibawa harus dijadikan satu ditutup terpal. A Disinggung harapan pada ta- hun baru mendatang, Tomi yang juga salah seorang penjual ba- rang elektronik di kawasan Glo- dok, mengatakan bahwa tahun tegasnya. 1998 yang juga merupakan ta- Menindaklanjuti pengawa- hun Macan, merupakan tahun san 47 Vihara yang tersebar di penuh tantangan. Dan itu sudah wilayah Jakarta, Pemda DKI te- terasa pada penghujung tahun lah menurunkan 200 petugas 1997, ketika turunnya omzet yang secara terpadu dengan Ko- penjualan barangnya, akibat kri- dam, Polisi, Badan Koordinasi Menurut Tomi, salah seorang sis moneter. "Sekarang ini siapa Pembauran dan Departemen warga yang merayakan Imlek, yang kuat itu yang menang. Se- Agama. "Kita akan berupaya sepinya perayaan kali ini, ka- perti gambaran tahun macan," menempatkan perayaan pada tempat yang sebenarnya," ujar- ujarnya. Sementara itu tempat perib- nya.(tan) Warga Negara Jepang Dibunuh Dalam Taksi Argo meter taksi telah me- nunjukkan angka pembayaran ongkos sebesar Rp 100.000 be lum juga sampai di tempat tuju- an. Andaikan sopir taksi ini ada- lah orang yang jujur antara Blok M- Tebet dapat ditempuh de- ngan waktu yang singkat, sekitar Rp 20 ribu ongkos naik taksi. Depok, BY Pulang dari salah sebuah dis- kotik di kawasan Blok M Jakarta Selatan, ditemukan warga Je- pang telah menjadi mayat di da- erah Sawangan depok Jawa Ba- rat. Musibah membawa maut itu menimpa diri Karyawan PT Su- nako Beksi, Yamo Moto (32) hari Rabu (28/1) pukul 01.00 WIBI dini hari. Sedangkan temannya, Mr Okada (42) ditemukan pe- nuh dengan luka-luka di TKP. Dari saksi korban Okada di peroleh keterangan, bahwa ma- lam itu sekitar pukul 23.30 WIB usai menikmati hiburan di salah satu diskotik di kawasan Blok M Jakarta Selatan, naik taksi ingin pulang ke rumah di daerah Tebet maut itu. Jakarta Selatan. Kedua orang warga negara Jepang yang masih asing tentang lika-liku Ibukota Jakarta ini, menurut saja kemana dibawa oleh sopir taksi. Demikian perkiraan semen- tara motifasi kejadian, kata Ka- dispen Polda Metro Jaya, Letkol Pol Drs Edward Aritonang. Aritonang, menjelaskan le- Mereka tak menyangka sama bih lanjut kepada wartawan bah- sekali, bahwa sopir taksi yang wa taksi yang dipergunakan un- ditumpanginya itu, tak ingin tuk melakukah kejahatan dan menghianati, mereka terlebih pisau yang digunakan untuk untuk melakukan kejahatan. menusuk korban telah berhasil Akan tetapi di tengah jalan tiba- ditemukan. Namun masih dira- tiba sang sopir taksi menaikkan hasiakan jenis taksi dan plat no- salah seorang penumpang, se- mor, mengingat masih dalam pe- hingga mengundang perhatian ngusutan terhadap siapa yang kedua penumpang warga negara membawa taksi pada malam Jepang. itu.(gar) Mereka baru menyadari bah- wa sopir taksi yang ditumpangi- nya ini adalah penjahat, setelah lelaki yang dinaikkannya itu di tengah jalan, menodongkan se- bilah pisau, minta diserahkan uang dan barang berharga. Kare- na kedua korban mencoba mela- kukan perlawanan, sehingga ter- jadi peristiwa yang membawa