Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-29
Halaman: 04

Konten


Berita Yudha Kota Wamena Aman Terkendali, Delapan Tahanan Dibebaskan Wamena, BY Kondisi keamanan kota Wamena Ka- bupaten Jayawijaya Irian Jaya kini kem bali tenang dan terkendali, namun demi- kian aparat keamanan tetap waspada guna mencegah keadaan yang tak di inginkan. Hal itu dikemukakan Kapolda Irja, Brigjen Pol. Drs. Hotman Siagian, kepa- da ANTARA di Wamena setelah menin- jau langsung kota di kawasan pedalaman Irja itu Rabu siang. Dalam peninjauan itu, Kapolda Sia- gian, didampingi Kadit Intel Pam Pol (IPP), Kol Pol Drs. Sri Kresno dan Kadit Serse, Letkol. Pol.Drs.Sukanto dan Ka- polres Jayawijaya, Lektol Pol. Drs. Ipong Supomo. Menurut Siagian, kerusuhan yang melanda kota kecil pada Senin (26/1) dipicu oleh kekurangpahaman pendu- duk akan penanganan mayat seorang pe- muda bernama Patra Wanimbo (27) tiga hari sebelumnya. Dijelaskan, tubuh Patra yang sudah tak bernyawa lagi ditemukan seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wamena, Sada (42) di bahu jalan pada "Kedua kapal perang TNI-AL tersebut sangat membantu sekali mengurangi ledakan penumpang yang ingin meng- gunakan jasa angkutan laut," kata Kakanwil Dephub Kalsel, Ardiansyah SH kepada ANTARA di Banjarmasin, Selasa. KRI Teluk Sampit, kata Ardiansyah, pada 26/1 telah membawa lebih seribu pemudik Lebaran dengan tujuan Sura- intas angkatan Kapal TNI AL Bantu Angkut Pemudik Lebaran Ke Surabaya BANJARMASIN-Dua kapal perang baya dan rencananya Selasa (27/1) KRI Teluk Jakarta dengan tujuan yang sama juga akan mengangkut para pemudik tersebut. milik TNI-AL, KRI Teluk Sampit dan KRI Teluk Jakarta, turut mem- bantu mengangkut ribuan pemudik Leba- ran dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ke Surabaya, Jawa Timur. UM PASA ruas jalan trans Wamena-Jayapura Jumat Dinihari. Petugas LP itu langsung me- ngontak Polisi melalui telepon. Ketua Tim Konga XIV untuk Polri Let- nan Kolonel Polisi Drs Ito Sumardi me- laporkan, selama dalam pelaksanaan tugas di Negara tersebut Polri menda- pat nama harum sebagai yang terbaik khususnya dimata masyarakat Slove- nia dari 22 negara yang dikirim oleh Pasukan Perdamaian PBB. Saat itu juga anggota Polres Jayawi- jaya langsung mengambil mayat tersebut ke RSUD Wamena untuk diotopsi. Belum sempat otopsi berlangsung, pi- hak keluarga diwakili Ketua DPRD II Jayawijaya, Budiman Kogoya, datang dan menolak otopsi itu, karena pihak ke- luarga menerima peristiwa itu sebagai musibah. Lebih lanjut menurut Ito Sumardi yang sehari-harinya menjabat sebagai Kapolres Karawang mengatakan, Belakangan bertiup isu korban sebe- narnya dibunuh oknum aparat kepoli- sian. Akibatnya Senin (26/1) pagi sekitar 200 penduduk asal Kecamatan Tjom dan Makki mendatangi Polres Jayawijaya menanyakan pelaku pembunuhan itu. 16 Pertemuan antara penduduk dengan Kapolres Jayawijaya yang juga melibat- kan tokoh masyarakat setempat mem- buahkan hasil diantaranya aparat kepoli- sian akan mengusut kasus tersebut sam- pai tuntas. Seusai pertemuan, masyara- kat pamit dengan tarian Etai ala suku Da- ni. Ketika jumlahnya mencapai 500-an orang terjadi pelemparan dan perampa- san barang.(Ant) TNI-AL Sangat Peduli Pada Ponpes Kelautan mengatakan bahwa kepedulian sosial semacam itu, telah dilaksanakan di beberapa daerah lain, seperti di Mage- tan (Jatim), Rembang (Jateng) dan dae- rah lainnya. JAKARTA-TNI-AL sangat peduli ter- hadap Pondok Pesantren (Ponpes), khususnya Ponpes Kelautan dan salah satu wujudnya adalah membangun Kampus Terpadu Ponpes Kelautan "Hi- dayatullah" Cabang Depok, Bogor, Jawa Barat. Kasal Laksamana TNI Arief Kus- hariadi, menurut siaran pers dari Dispe- nal yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa malam, telah meletakkan batu pertama pembangunan ponpes terse- but Senin (26/1) 1998. Bersamaan de- ngan itu, Kasal juga menyerahkan se- jumlah bantuan sosial untuk memper- cepat proses pembangunan kampus tersebut. Seusai upacara peletakan itu, Kasal Oth Wakapolri Terima Kontingen Garuda XIV-11 JAKARTA-Sembilan belas orang Kehadiran Tim Konga Polri dibekas Anggota Polri yang ter- negara Yugoslavia, Polri sangatlah gabung dalam Konti- dicintai rakyat karena keramahtamahan- ngen Garuda (Konga) nya. Dimana Polri sudah ketiga kalinya XIV-11 diterima Waka- melaksanakan missi ke Negara tersebut polri Letnan Jenderal antara lain missi IPTF, Indonesian Medi- Polisi Drs Luthfi Dahlan cal Batalyon (IMB) serta ICIVOPOL di Mabes Polri Selasa yang bertugas memonitor pelaksanaan (27/1) guna melaporkan hasil pelaksa- tugas TPF (Transsisiotik Police Force) naan tugas missi PBB di Slovenia se- di Kroasia. lama Sepuluh Bulan. Tahun ini, kata Ardiansyah, jumlah pemudik Lebaran yang ingin mengguna- kan jasa angkutan laut mengalami ke- naikan sebesar 30 persen, padahal se- belumnya dipridiksi hanya 10 persen. Dikatakannya, membludaknya pemu- dik Lebaran tersebut kalau hanya me- ngandalkan kapal penumpang KM Keli- mutu sudah jelas tidak semuanya te- rangkut pada saat menjelang Lebaran. "Untungnya pada saat terjadi ledakan penumpang tersebut TNI-AL turut mem- bantu mengerahkan kapal perangnya mengangkut pemudik Lebaran," ucap Ardianysah.(Ant) "Insya Allah bulan depan saya akan membantu Pemda D.I. Aceh memba- ngun pondok pesantren pesisir yang ku- muh, karena banyak ponpes di Aceh yang masih perlu ditingkatkan pemba- ngunannya, kita akan usahakan untuk ditingkatkan agar bersih dan apik," ka- tanya. TNI-AL, kata Arief Kusharidi, merasa terpanggil untuk memberikan kepedulian dan sentuhan sosial guna mempercepat pelaksanaan pemba- ngunan kampus terpadu itu. (Ant) Sebanyak 27 Anggota Polri yang ber- tugas di Slovenia saat ini masih terdapat 8 Anggota Polri yang diminta oleh Pasu- kan Perdamaian untuk memperpanjang masa tugasnya di negara tersebut. Akhir- nya Wakapolri dalam sambutan yang dibacakan secara lisan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan tugasnya de- ngan baik sehingga hal tersebut dapat mengangkat nama Indonesia dimata Du- nia Internasional khususnya Polri.("/rs) KISAH RAMA, PARASU KI SUKARDO KS Siapa Tokoh Dibalik Ledakkan Bom Di Rusun Tanah Tinggi? darimana dana kelompok tersebut dipero- leh. "Ya, sedang kita usut itu," ujarnya. Ditanya mengenai adanya kemungki- nan terlibat nama selain Sofyan Wanandi, Pangab tidak bersedia menjelaskannya. "Saya tidak bicarakan kelompok, tapi ok- num. Siapa saja dia akan terus kita usut," tegas Pangab. KETIKA bangsa dilanda gejolak moneter yang berkepanjangan. Dan ditengah kege- lisahan masyarakat, karena harga bahan makanan membumbung tinggi, tiba-tiba sebuah bom meledak di Rumah Susun Tanah Tinggi Jakarta. Ledakkannya me- ngagetkan kerumunan orang-orang di pasar yang tengah panik memborong ba- han makanan. Ternyata masih saja ada yang berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan. Dalam kesulitan bangsa seperti ini, masih ada yang ingin mengacaukan lagi. Begitu kira-kira anggapan masyarakat, begitu mendengar ada usaha merakit bom, dan meledak sendiri. Teroris? Mungkin saja. Kapuspen ABRI Brigjen TNI A Wahab Mokodongan dalam suatu kesempatan berbicara dengan war- tawan mengatakan cara mereka ini me- mang mirip dengan cara-cara yang dilaku- kan teroris. Siapa yang ingin mengacaukan stabili tas keamanan bangsa ini? Yang tertangkap tangan memang satu orang. Dia adalah Agus Priyono-ditengarai sebagai anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD). Namun, dari beberapa bukti yang diperoleh di tempat kejadian, pihak berwajib menda- patkan beberapa nama yang disebut-sebut dalam dokumen yang ditemukan. Mereka adalah konglomerat pemilik Gemala Grup Sofyan Wanandi dan Pemimpin Umum Media Indonesia Surya Paloh. Kedua tokoh yang tengah populer, ka- rena pendapat-pendapatnya cukup kritis inipun dipanggil untuk mengklarifikasi seputar dugaan keterlibatan mereka. Bah- kan menurut Pangdam, ketika mengklari- fikasi Sofyan Wanandi, konglomerat terse- but gugup ketika disodorkan dokumen. Namun, keduanya telah membantah ke- terlibatannya dalam kegiatan Partai Rak- yat Demokratik tersebut. Keduanya malah mengatakan tidak pernah mengenal, tidak pernah aktif, apalagi membantu aktivitas gerakan terse- but. Akan tetapi, jika dibutuhkan, kedua- nya siap bertanggungjawab jika ditemu- kan bukti-bukti baru yang secara yuridis mengarah kepada keterlibatannya. Ketika Sofyan Wanandi dimintai keter- angan, masyarakat pun mulai menilai. Bahkan ada yang mengatakan kasus ini "Saya yakin, masyarakat Aceh yang di- kenal taat terhadap ajaran agamanya (Is- lam-red), tidak akan mempersoalkan per- bedaan hari Lebaran ini," kata Kapolda Istimewa Aceh, Kol (Pol) Mohd. Rodja kepada pers di Banda Aceh, Rabu. Meskipun "desas-desus" akan terjadi perbedaan Lebaran di kalangan umat Islam di daerah ini mulai banyak dibicarakan, tetapi itu bukan suatu pertentangan dan mereka masih tetap menjunjung tinggi se- mangat persaudaraan. "Sebetulnya, perbedaan hari Lebaran merupakan hal biasa dan tidak perlu diper- tentangkan," katanya. bakal ramai. Dan bisa mengarah ke isu SARA. Namun, pendapat ini langsung di- bantah oleh Pangab Feisal Tanjung. Bah- wa tidak ada urusannya dengan SARA. "Mengapa harus SARA. Hal ini tidak ada kaitannya dengan SARA-SARA-an," ujar Pangab saat menjawab pertanyaan warta- wan seusai acara penyerahan sumbangan dari Keluarga Besar Mabes ABRI untuk pemerintah Indonesia di Mabes ABRI JI Medan Merdeka Barat Jakarta, baru-baru ini. Sekalipun Sofyan Wanandi WNI ketu- runan, menurut Pangab, hal itu sama se- kali tidak berkaitan dengan upaya yang mengarah ke SARA, karena dalam hal ini Sofyan Wanandi dipanggil sebagai seo- rang warga negara. Demikian pula mengenai kedekatan Sofyan dengan ABRI, hal itu menurut Pa- ngab tidak akan berpengaruh dalam pe- meriksaan. "Tidak ada hubungan-hubu- ngan. Șiapa saja yang dekat, kalau me- langgar hukum kita tindak. Itu saja yang terpenting. Jadi, jangan macam-macam," tegas Pangab. Rama Parasu datang kepada raja-raja yang mengundangnya "Tetapi Sofyan Wanandi kan salah seo- rang Eksponen 66 pendiri Orde Baru ?" ta- nya pers. Pangab dengan tegas memban- tah alasan tersebut. "Yang mendirikan Orde Baru bukan Sofyan Wanandi tapi rakyat," kata Pangab. Ditanya lebih jauh mengenai keterliba- tan Sofyan Wanandi, Pangab tidak berse- dia merincinya. Menurut dia hingga saat ini persoalan tersebut masih dalam pe- ngusutan. "Soal itu masih diusut," kata- nya. sebagai hakim, untuk melangsungkan peradilan di negeri raja-raja itu. Di tempat-tempat pengadilan, sebelum ia sendiri memilih terdakwa yang paling susah, terlebih dahulu Rama Parasu mengadakan penataran kilat terhadap para hakim. Sehingga bisa adil-lah semuanya. Pemanggilan Sofyan menurut Pangab adalah sangat beralasan karena nama yang bersangkutan tertera jelas dalam doku- men-dokumen yang ditemukan di rumah kontrakan Tanah Tinggi, tempat terjadi- nya ledakan itu. "Ya, nama dia ada di situ. Daftar dia ada di situ," katanya. Ketika diminta komentarnya menge- nai penggalangan dana yang diperoleh ke- lompok PRD, Pangab dengan tegas meya- kininya. "Ya, tentu ada dong yang mendanai- nya. Kalau nggak, darimana dia (kelom- pok PRD-red) itu dapat duit, misalnya un- tuk menyewa ruangan," kata Pangab. Pangab tidak bersedia menjelaskannya 878 Personel POLRI Amankan Idul Fitri Di NTT Sementara itu di Kupang, Sebanyak 878 personel Polri disiagakan untuk menga- mankan Hari Raya Idul Fithri di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan didu- kung kesatuan lain dari ABRI dan masya- rakat. Polda Aceh Siap Antisipasi Kemungkinan Perbedaan Lebaran Banda Aceh, BY Mch. Rodja yang didampingi Irpolda langsung di enam lapangan yakni Lapa- Kepolisian daerah (Polda) Aceh, Kol (Pol) A.E. Rustandi mengimbau ngan Polda NTT, Stadion Oepoi, Stadion masyarakat di daerah "Serambi Mekah" itu Merdeka, lapangan 'Sikumana, lapangan Istimewa Aceh telah menyiapkan untuk tidak mempertetangkan kemungki- Angkatan Laut, lapangan AURI Penfui dan ratusan anggota untuk nan terjadi dua versi Lebaran di kalangan lapangan Oesao. mengantisipasi kemungkinan masyarakat Aceh. terjadinya perbedaan Lebaran Dari lapangan tempat sholat tersebut, hanya stadion Oepoi yang baru dimanfaat- kan tahun ini untuk sholat Idul Fitri, se- dangkan lapangan-lapangan lain, sudah dimanfaatkan setiap perayaan Idul Fitri "Yang penting, mari kita sikapi perbeda- an tersebut dengan sikap lebih dewasa dan masing-masing kita melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya pula," kata Moch. Rodja. Idul Fitri 1418 H/1998 yang dirayakan masyarakat di daerah "Serambi Mekah" ini. dan Idul Adha. Kadispen Polda NTT, Mayor (Pol) Sis- mantoro atas nama Kapolda NTT, Kolonel (Pol) Drs. Sawal Hariadi, di Kupang Rabu mengatakan, selain 878 personel Polri, juga dikerahkan 331 personel ABRI, 72 te- naga dari instansi lintas sektoral dan 155 orang dari masyarakat. "Pada hari 'H' nanti, seluruh personel dikerahkan ke tempat-tempat ibadah dan sejumlah lokasi pada malam takbiran," kata Sismantoro. Dari masalah maling ayam, meniduri istri tetangga, mencuri sebutir buah kelapa dari po- honnya, mengambil buah mangga, mencuri seikat padi, dan lain sebagainya. Dari PHBI juga diperoleh keterangan bahwa malam takbiran di Kupang akan di- lakukan dengan pawai kendaraan keliling kota. Untuk itu, warga muslim yang memi- liki kendaraan baik roda dua maupun em- pat diminta untuk berpartisipasi, tentu di- sertai tanggung jawab untuk menjaga keter- tiban. Sementara itu menurut pemantauan ANTARA di sejumlah masjid dalam kota Kupang, warga muslim terus mendatangi Pimpinan Pusat Muhammadyah dalam mesjid-mesjid untuk menyerahkan zakat surat ederannya No. 15/Mak/H.A/5.B/1997 kepada panitia Badan Amil Zakat Infaq tanggal 17 Desember 1997 menetapkan 1 dan Sadaqah (Bazis). Di Masjid Nurul Wa- Syawal 1418 H jatuh pada Kamis (29/1), 0 Dia mengatakan, sesuai informasi dari than Kelurahan Kuanino misalnya, telah sedangkan pemerintah memperkirakan Panitia Hari-hari Besar Islam (PBHI) NTT, terkumpul uang sebanyak Rp450.000 dan Lebaran hari Jumat (30/1). pelaksanaan sholat Idul Fithri akan ber- 50 kg beras. (Ant) Yang menjadi onsesi Rama Parasu adalah memberikan nilai keadilan bagi para ksatria yang melakukan kesalahan besar. Mengapa? Pertama, karena ujung tombak kehidupan du- nia waktu itu adalah para ksatria. Sehingga pe- nyelewengan pun, selalu dimulai oleh para ksatria. Kedua, sebagai penghormatan kepada ayah dan Bunda Renuka, yang mati disebab- kan oleh ulah bangsa ksatria. Dan obsesi Rama Parasu ini, terlaksana sedikit demi sedikit. Mampir di kantor-kantor pengadilan di ham- pir setiap kerajaan, Rama Parasu selalu men- dapatkan sekian berkas perkara para ksatria. Dan kebanyakannya waktu itu bisa diselesai- kan dengan adil. Bom 19 Siapa lagi? Ada keraguan disebagian masyarakat apakah benar Sofyan Wanandi yang jubir kelompok jimbaran dan Surya Paloh PU Media Indonesia yang komitmen kebang saannya sering ditayangkan TV-TV swasta memang terlibat. Atau ini hanyalah reka yasa pihak tertentu? Kassospol ABRI Let- jen TNI M Yunus Yosfiah membantah ada- nya rekayasa dari pihak-pihak tertentu. Malah ia hanya mengatakan, "baca ko- ran." Para raja ingin memberikan hadiah kepada Rama Parasu, yang waktu itu telah mengilha- mi peradilan dan tata kemanusiaan baru seja- gat. Caranya dengan menghadiahi harta ben- da, emas dan berlian, tanah padang dan ter- nak, gadis-gadis cantik dan kereta-kereta ter- baik kerajaan. Tetapi Rama Parasu tidak suka dengan hadiah-hadiah itu dan karenanya se- muanya ditolak. Sebagian spekulasi di masyarakat juga ada yang mempertanyakan adakah keter libatan oknum ABRI aktif atau purnawira- wan dalam kejadian tersebut. Dan Pus- Sebagai gantinya, secara jujur, Parasu minta ijin agar dibolehkan bergaul dengan para narapraja, berbicara dengan mereka dan melakukan kesimpulan bersama atas ke- jadian-kejadian. Selain itu Parasu juga mohon agar boleh berjalan di tempat-tempat wisata dari kerajaan-kerajaan itu. Sesuatu yang nam- pom ABRI Mayjen TNI Syamsu D, SH ke tika ditanya wartawan soal kemungkinan oknum ABRI terlibat pendanaan PRD me- ngatakan pihaknya tidak akan segan- segan menindak tegas oknum ABRI yang terlibat pendanaan organisasi terlarang Partai Rakyat Demokratik (PRD)."Sudah pasti kami tidak akan segan-segan menin- dak tegas oknum ABRI itu kalau memang. terbukti terlibat dalam pendanaan orga- nisasi PRD," jelasnya saat itu. Diminta Menjadi Hakim Syamsu berpendapat, sesuai dengan apa yang diperintahkan Panglima ABRI Jenderal TNI Feisal Tanjung kepadanya untuk tidak pandang bulu dalam menega- kan hukum di negara ini. "Siapapun akan kita tindak kalau bersalah," katanya. "Apalagi bila yang melakukan kesalahan itu ABRI, yang se- mestinya menjadi panutan di masyarakat. Hukumannya harus tambah berat," tam- bah Syamsu. Namun demikian hingga saat ini pi- haknya belum menerima laporan adanya keterlibatan oknum ABRI dalam kasus tersebut. "Sampai saat ini kami belum mene- rima laporan mengenai adanya ke- terlibatan oknum ABRI dalam kasus itu," kata Dan Pus Pom.(rahmat/nan) Meskipun PHBI sudah menetapkan sejumlah lapangan sebagai tempat sholat Idul Fithri, namun tidak menutup ke- mungkinan untuk dilaksanakan di masjid- masjid, jika terjadi hujan lebat, seperti dua tahun yang lalu. paknya mewah juga, namun sebenarnya Para- su menginginkan hati nurani dari rakyat kera- jaan-kerajaan itu bisa direkam oleh hati nura- ninya sebagai hakim. Melihat orang-orang kecil, kawula alit, itu- lah yang menjadi kegemaran Parasu sejak men- jatuhkan pilihan pertamanya sebagai pengem- bara. Para kawula alit itu, para kawula dasih, memang tidak banyak berkata. Bahkan tidak bisa berkata seperti apa adanya. Tetapi Rama Parasu mampu merekam wajah dan tingkah la- ku mereka; bahasa sandi dan sinar mata mere- ka. yang Anak-anak membawa bendera dari da- un pisang itu, ibu-ibu yang merangkul bayinya erat-erat sambil melihat Parasu berjalan, bapak-bapak yang tersenyum, nenek-nenek- nenek yang mencericit sendiri namun bahasa- nya tidak dikenal, para saudagar yang ingin memberikan hadiah berupa kain baju dan se- lendang terbaik, dengan warna merah menya- la, gadis-gadis penjaja makanan yang berebu- tan menyodorkan kue-kue terlezatnya, semua- nya itu ternyata menjadi hadiah terbaik bagi Parasu. Itulah hadiah terbaik bagi Parasu! Itulah, hiburan kehidupan yang tiada tara, Pangab: Tidak Mengarah Ke SARA KAMIS, 29 JANUARI 1998 Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin BAKORSTANASDA Jaya telah memanggil Saudara Sofyan Wanandi atau Lim Bian Kun dalam suatu pertemuan yang dilaksanakan oleh Bakorstanasda Jaya. Hal ini berkaitan dalam suatu proses pengungkapan dan pem- buktian suatu kasus ledakan di Tanah Tinggi yang sedang ditangani Polda Metro Jaya. PEMANGGILAN Sofyan Wanandi berkaitan dengan kasus ledakan di Tanah Tinggi Jakarta, dan tidak akan mengarah ke unsur suku, aga- ma, ras dan antargolongan (SARA). ka setelah Sofyan membaca dengan seksama Dari hasil pertemuan pada pagi hari itu, ma- sedikit suasana psikologis. Jadi, saat membaca dokumen yang disodorkan, terkesan ada dan menerima dokumen itu ada terkesan se- pertinya Sofyan gugup ketika membacanya. Mungkin gugup karena belum pernah melihat atau dalam kondisi yang lain. Tercantum dalam dokumen bahwa keduanya untuk saat ini dianggap paling intensif dalam rangka menggalang kekuatan guna mempromosikan kepuasanya dengan mengandalkan kekuatan ekonomi. Salah Satu Bunyi Email Yang Diterangkan Pangdam "Kemarin saya dapat berita dari Alex, bahwa Sofyan Wanandi dari Prasetya Mulia akan membantu kita dalam soal dana. Disamping itu bantuan moril dari luar negeri akan diurus oleh Yusuf Wanandi dari CSIS...." Meskipun Sofyan Wanandi WNI keturunan, sama sekali tidak berkaitan dengan upaya yang mengarah ke SARA, karena dalam hal ini Sofyan Winandi dipanggil sebagai seorang warga negara. Lho Sofyan Wanandi itu warga negara. Dan warga negara nggak perlu orang Cina, orang Batak, orang Aceh atau orang Jawa. Semua sama kan ?". Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Inf Drs Nachrowi SURYA Paloh datang bukan untuk diperiksa me- lainkan hanya memenuhi undangan Bakorsta- nasda Jaya dalam rangka klarifikasi tentang do- kumen yang ditemukan aparat keamanan di dalam sebuah rumah susun yang meledak di Tanah Tinggi Jakarta beberapa waktu lalu. Bapak Surya Paloh telah memenui undangan pihak Bakorstanasda Jaya. Beliau datang pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Keda- tangan ini bukan untuk diperiksa melainkan un- tuk dimintai klarifikasi tentang dokumen yang ditemukan aparat keamanan di Tanah Tinggi. Surya Paloh membantah keterlibatannya da- lam pendanaan organisasi PRD tersebut. Ia mengatakan tidak pernah mengenal, tidak pernah aktif dan tidak pernah membantu aktivitas organisasi yang dimaksud. Namun Surya Paloh siap membantu aparat keamanan dalam menemukan bukti- bukti baru berkaitan dengan kasus tersebut. Surya Paloh juga menyatakan siap bertang- gungjawab apabila di kemudian hari ditemukan bukti baru yang secara yuridis menga- rahkan keterlibatannya. Inna lillahi wa Inna ilaihi raji'un comedee Hedmay leinern im Turut Berduka Cita atas meninggalnya Bp Daradjat (WPU I HU Berita Buana-Komisaris Utama PT Yudha Gama) bagi Parasu. Tapi hidup selalu berhubungan dengan ruang dan waktu. Adalah menjadi siksaan bagi setiap insan, bila sementara waktu berjalan terus, namun ia cuma merasa berhenti di satu titik. Meskipun secara fisik Parasu tidak merasa berhenti melangkahkan kakinya, na- mun secara batin Parasu merasa terhenti. Ada beberapa kasus sama ditemuinya, sehingga ia menyelesaikan oersoalan bagai mesin pera- dilan (meskipun hal ini tidak membuat dunia peradilan mengalami stagnasi!). Apa yang harus dilakukannya? Membasuh rasanya! Tapi ke mana? Apakah sekedar keliling jagat, melakukan samadi berja- lan? Apakah sekedar berjalan seperti orang linglung, sambil meyakini bahwa akhirnya ma- sa stagnasi (titik jenuh!) akan berlalu juga? Ataukah kembali ke padepokan, untuk mengi- ngat bahwa dari tempat yang sangat sederhana itulah ia berasal, serta memulai prestasinya? Bisakah ia menjadi 'manusia pulang', jika fak- tor-faktor lamanya telah hilang? Ya, Parasu tiba-tiba merasakan dirinya men- jadi 'manusia pergi', manusia yang jalan terus ke depan, tanpa mampu kembali sepenuhnya menghirup masa lampau. Padahal, waktu, se- harusnya sudah menjadi satu di dalam diri- nya. Apa yang digagasnya tentang masa depan, misalnya, harus bisa ditawarkan ke masa lalu, dicarikan primbonnya di masa lalu, diolahnya di masa kini. Di samping keheningan sebuahntelaga, yang riak airnya tiada bosan-bosannya menge- cup bibir batas. Alam hutan yang liar, hijau, na- mun tertib. Padi dan palawija. Pagar-pagar kota Di masa yang lewat, ketika masih berada di yang warna-warni. Gapura dan tugu dan juga alam (situasi) "suka berguru", bila ada pengala- patung-patung di sudut-sudut kota, yang se- muanya membawa sejarah kebaikannya sen- diri-sendiri. man seperti ini, Parasu selalu bertanya kepada para gurunya. Sebagian kecil pertanyaannya bisa dijawab oleh para gurunya. Sedangkan ba- nyak soal lainnya, hanya menjadi berkas perta- nyaan saja. Menjadi cacing di dalam otak, yang Direksi, Staf, dan Karyawan Berita Yudha Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan selalu tabah menghadapi cobaan tenehnem 61412 menggerogoti hati nurani para guru. Cacing persoalan di dalam otak itu, kemudian barang- kali ditularkan oleh para guru hingga akhirnya menjadi mendunia. Juga di masa yang lalu, ayahanda Jamadag- ni merupakan orang terakhir yang mendapat- kan soal-soal Parasu. Jawaban Jamadagni me- muaskan putranya, yang menyebabkan Parasu kini senantiasa rindu kepada ayahnya, rindu pada petuah-petuahnya. Randu pada caranya menyelesaikan soal-soal. "Pandanglah leluhurmu!" Tiba-tiba Rama Parasu mendengarkan sua- ra. Ia tak asing lagi dengan segala suara. Juga suara itu, meskipun Parasu jarang merasakan- nya, tidak asing baginya. Itu adalah akasya- waknya, atau suara dari angkasa. ZEYTY 22 "Pandanglah leluhurmu, sehingga benta- ngan riwayat tidak hanya terhenti di wajah dan hati Jamadagni!" kata suara itu lagi. "Aku tidak tahu bagaimana melakukan- nya!" jawab Parasu sambil menadahkan ta- ngannya ke angkasa. "Arahmu sudah benar. Arah badanmu su- dah betul. Melangkahlah terus sesuai dengan arahmu itu. Terus saja. Hingga nanti jika sam- pai tanah luas yang meruapkan bau hangat namun bukan karena pengaruh gunung api, dan sekaligus mengandung hawa dingin na- mun bukan pengaruh ketinggian tanah mau- pun pengaruh es, barulah kau berhenti. Di situ lakukan upacara untuk para leluhurmu. Upacara sesaji itu akan bertempat di satu dusun tua, yang oleh penduduk setempat dinamakan dusun Samantapancaka. Buatlah di dusun itu, sambil melakukan sesaji, lima buah telaga, dengan mengajak kawula se- tempat. (bersambung)