Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-15
Halaman: 09
Konten
HALAMAN n Espos/Yoyok Sunary ktor yang men- timer dua di memiliki pro Dalam ulasan Lotus and the menyebutkan us Notes 1.0 format untuk mulai release ntuk aplikasi pun sesudah hun yang dit kan didefin aplikasi sete iakan angka tahun 2000 eliru dalam ampai tahun entribusi lain perusahaan umnya juga uh berbeda kul perusa inia untuk guna kom belum lama diberi judul ates: Follow e century. tis melalui mat situs -200). i AS terse -erapa pro 90, AS/400, ergantian sonal com teknologi produksi ergeseran omputer di s dengan sen piranti sinya. uter peny um bomb, n dengan k Herru rat kepa- man seru terlokal fasilitas isa digu lio, video nya mis- gambar Meeting ne,mIRC banyak re-nya di elebihan ng atau dio dan n (multi- speaker, xe kom- software g yang Meeting n seseo icrosoft Phone 5 ang lain. komu- sa inter- unakan di web an hak i (biaya mohon atau ke tertera an yang an ke PT ompleks loby@ OS Jalan ail: solo 14 SOLOPOS, RABU PON, 15 OKTOBER 1997 Video art Krisna Murti Nenek moyangku orang Sangiran dipamerkan di TBJT Perpa Murti, 40, akan mengelar sebuah pam- dasawarsa yang silam, sejak lebih dari dua Krisna eran videa art (seni video) terbarunya yang berta- juk Nenek moyangku orang Sangiran. Pameran yang mengambil subjudul Hermeneutika kepur baan manusia tersebut akan digelar di Galeri Besar, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo pada 15 hingga 21 Oktober ini. Sangiran merupakan hasil riset perupa Krisna Sedangkan seni vedio Nenek Moyangku Orang Murti sejak lebih setahun silam di lokasi situs. Seperti diketuhui, di lokasi Sangiran ini telah dite- mukan sekelompok fosil-khususnya homo erec rakan hidup pada milyaran tahun silam dan diyaki- tus (manusia kera berjalan tegak)- yang diperki- ni sebagai cikal-bakal manusia kini. Seperti diungkap dalam siaran pers yang dikir- im oleh Studio Krisna Murti, pergelaran di Solo kali ini merupakan gelar pamit sebelum dikelil- ingkan ke kota lain, seperti Jakarta (Gelari Lontar, 1/11) dan Bandung (Galeri Redpint, 15/11). Pergelaran Solo dipandang sebagai 'gelar pamit', tidak lain karena Kota Bengawan dipandang seba- gai kota paling dekat dari lokasi situs (Sangiran terletak kurang lebih 30 km utara kota Solo). Menurut rencana pameran dibuka pada Rabu (15/10) malam ini pukul 19.30 di lokasi pamer an. Dalam pembukaan akan digelar kolaborasi musik daun kering yang ditemukan di lokasi sekitar situs- oleh komposer Solo, I Wayang Sadra. saya sembilan orang, maka selulus pendidikan menengah, segera bela- jar mematung," katanya. Sekali pun tidak sarjana, Untung Widayanto cukup punya prestasi. Kualitas hasil karya Untung, tidak kalah dengan karya pematung-pematung yang berpendidikan tinggi. Bisa dilihat pada seki- tar 30 patung hasil karyanya yang tersebar di berba- gai bangunan megah dan taman yang ada di kota Solo dan sekitarnya. "Saat ini saya hanya bekerja sesuai dengan pesanan," katanya. Petualangan antropologis tentang manusia pur- ba Sangiran yang eksotik ini oleh Krisna Murti akan ditayangkan dalam sebuah proyeksi video layar lebar dan tujuh buah televisi berwarna. Sementara puluhan skuen, seni grafis, sketsa dan fosil asli akan digantungkan di dinding pameran Pengkayaan gambar juga akan diperkuat gambar untuk memperkuat suasana pertunjukan. gambar klip dan teks wawancara dengan antropolog Prof Dr Teuku Jacob. gatkan pada tari Soloensis Sardono W Kusumo, Pertunjukan seni rupa semacam ini mengin- yang juga diilhami dari fosil-fosil manusia purba Sangiran. Menurut pam- Eksotika manusia purba Seni video merupakan seri rupa yang meng- gunakan video sebagai media berekspresi. Bentuk eran akan digelar diskusi yang melibatkan berba- seni semacam ini bagi masyarakat seni Indonesia gai pakar, terutama yang di luar disiplin seni rupa, tergolong relatif baru yang akhir-akhir ini cukup seperti filsafat, antropologi, sosiologi, lingkun- populer. Sebenarnya seni ini sudah berkembang gan hidup dan sebagainya. (tam) Untung Widayanto Pematung otodidak ukuran besar elaki pematung oto- Untung Widayanto. Ia sa- lah satu dari sedikit pema- tung Solo yang tetap setia pada jalur profesinya. Seniman yang dibesarkan oleh pahit getirnya penga- laman hidup ini, secara po- los mengatakan bahwa se- telah menggarap proyek renovasi Tugu Muda Se- marang, kini membuat ge- robak sapi sebesar 1,5 kali bentuk yang sebenarnya untuk kota yang sama. Diakuinya bahwa niat- nya mematung adalah mencari uang. "Saya dila- hirkan dari keluarga mis- kin, sementara saudara PATUNG-Macan dan kuda karya cipta Untung Widayanto dalam bentuk gambar. Dengan demikian ada dua keuntungan yang ia peroleh. Belajar menggambar dan mematung. Dan kedua-duanya sama-sama mendatangkan keun- tungan finansial. Selain sebagai pematung, ia juga menekuni dunia seni lukis. Tetapi karena saat ini profesi mematung lebih membutuhkan konsen- trasi, maka dunia lukis untuk sementara ia tinggalkan. Karena dewasa ini lebih banyak permintaan patung dengan bahan dasar beton, maka patung- patung yang dibuat Untung sebagian besar meng- gunakan bahan dasar beton, Jarang ada permintaan patung yang menggunakan bahan dasar batu andesit. Di samping bahan bakunya sulit di dapat harganya juga sangat mahal. Tetapi kalau ada per- mintaan pihaknya juga sanggup melayani. Untuk menghasilkan satu patung dibutuhkan proses yang cukup lama. Dari perencanaan sam- pai selesai dibutuhkan waktu satu setengah bulan. Pertama membuat disain gambar dari patung yang hendak digarap. Disain itu dinegosiasikan kepada pemesan. Setelah pemesan menyetujui disain gambar ter- sebut barulah pembuatan patung dikerjakan. Untuk menyelesaikan satu patung ia biasa dibantu dua sampai tujuh orang. Tergantung besar dan tingkat kesulitannya. "Rata-rata patung yang saya hasilkan berukuran besar (lebih besar dari ukuran tubuh Untung adalah seniman patung eksperimental- is. Segala pengalaman mematungnya di dapat dari pengalaman dan pengamatan dalam rentang wak- manusia), untuk itu perlu bantuan orang dan teng- Ada yang baru dalam mengkon- name dan where do you go, mereka ujar Joko bangga. Jika mereka sudah sudah cukup fasih. yang gang yang cukup," katanya. Menanggapi masalah keberadaan patung-patung buntu maka bahasa isyarat pun juga tak menjadi masalah, tambah Joko berseloroh. masyara- bagai sarana angkutan kota, tidak de kat menggunakan jasa becak hanya se- kuno di Solo yang makin tersisihkan oleh bangu-mikian halnya jika tukang becak diberi nan-bangunan kontemporer, Untung merasa order empuk untuk menjadi becak wisa- sayang kalau-kalau suatu saat patung-patung kuno ta, sekalipun sayangnya...becak wisata itu akan hilang. Seharusnya bangunan patung ini hanya diberlakukan bagi wisatawan kuno tersebut tetap dilestarikan. Kalau perlu diren- ovasi dan diperbaiki agar tetap tampil menarik. mancanegara. Rute-rute yang biasa dikunjungi turis Riyadi, pasar antik Triwindu, pertokoan asing meliputi sepanjang jalan Slamet Singosaren, Pasar Klewer, Alun-alun, Kraton Mangkunegaran dan Kraton Kasunanan. Itu terjadi pada para tukang becak yang digarap Hotel Sahid Kusuma untuk menjadi anggota konvot becak wisata. Konvoi yang berjumlah sekitar 10 becak dengan kap becak terbuka, di jok becak duduk para bule-bule yang kegirangan naik becak, berjalan beriringan, sangat teratur, dan berleng- gak lenggok seperti ular panjang yang menari di jalan-jalan kota Solo. Tukang becak diberi peran tidak hanya sekedar untuk mengangkut turis, namun mendapat didikan yang lebih asyiik lagi. Melalui pendidikan tata kra- ma, para pengemudi becak diajari sopan santun di hotel dan etika melayani tamu hotel. Bahkan untuk menyambut turis- turis asing dari mancanegara, mereka juga diberi latihan menggunakan bahasa Inggris praktis oleh instruktur Hotel Sahid Kusuma. ketika masih duduk di bangku SMP. Menyadari bahwa ia dilahirkan dalam keluarga besar yang kurang mampu, ia mencoba untuk bisa hidup men- jadi seorang seniman patung. Semula kemampuan mematungnya hanya dida pat dari pengamatan-pengamatan. Ia pelajari benar, bagaimana disain dan bentuk-bentuk corak patung yang dijumpainya. Kemudian ia belajar mendisain (sho) Serat Kalathida (Bagian IV bait VII-VIII) Edan tapi kenyang, lapar tapi sadar Amenangi zaman e dan, ewuh aya ing pambudi, melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wekasanipun, dilalah karsa ALLAH, begja-begjane kang lali, Luwih begja kang eling lawan waspada. Terjemahannya: Ng Ronggowarsito ketika Ba- gus Burham. Ketika masih muda, Bagus Burham terma- suk anak muda yang nakal dan berandalan. Maka oleh neneknya, Bagus Burham dikir- im ke Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo di bawah asuhan Kyai Imam Besari. Di pesantren ini Bagus Burham didampingi oleh abdinya yang bernama Tanujaya. zaman gila, serba sulit dalam pemikiran, ikut menggila tidak tahan, kalau tidak ikut menggila, tidak akan mendapat bagian, akhirnya kelaparan, tetapi takdir kehen- dak Allah, sebahagia-baha- gianya orang yang lupa, masih lebih bahagia yang sadar dan Di Ponorogo inilah Bagus Burham menerima Wahyu Kapujanggan, setelah menjalani tapa kungkum meredam diri di sungai selama 409 malam. Se- telah menerima Wahyu Kapu- janggan itu, kelihatan kehe- batan Bagus Burham, yang nantinya menjadi Pujangga waspada. penutup Keraton Surakarta. Bait VIII Isi Serat Kalatidha, bait VII on Samono iku bebasan, 13 Lentik-lentik Bulu Mata Patah Andrik Purwasito tak tertarik untuk mendengarnya. Tetapi itulah Kanda. Ia selalu memberiku wawasan baru. Ia mengajakku terlibat dalam padu-padune kepingin, enggih mekoten man Dhoplang, bener ingkang ngarani, nanging sajroning batin, sajatine nyamut-nyamut, wis tuwa arep muhung mahasing ngasepi, supayatuk parimarmaning Hyang Suksma. Terjemahannya: Independen Semetara itu hal senada juga diungkap kan oleh ketua Presi- dium terpilih, T Slamet Suparno SKar MS. "Dengan hadirnya Asi- Espos/dok tra diharapkan bisa menjadi wa- dah para musisi Nusantara, uta- manya dalam hal proteksi karya, sema cam perlindungan hak cip- ta," paparnya. Yang demikian itu seperti perib asa, hanya karena ingin, bukankah begitu man Doplang, benarlah yang menerka, tetapi di dalam hatinya, sesungguhnya jauh sekali dari yang demikian, sebab sudah tua mau apalah, sebaiknya tinggal ditempat yang sunyi/sepi (men- jauhkan diri dari keduaniawian), supaya mendapat kasih sayang dari Tuhan. Diterjemahkan oleh KRT Suhadi Darmodipuro. (Bersambung tiap Rabu) kehidupan kesehariannya yang gegap gempita. Batas-batas cinta yang telah kubuat beteng ini mudah-mudahan tak bakal jebol seperti run- tuhnya tembok Berlin. Batas itu adalah jarak yang sangat menyakitkan hatiku. Ketika kami berhadap-hadapan, bagaimana- pun aku harus tetap berpikir jernis dan tetap sadar bahwa aku adalah mahasiswanya. "Ajeng, pernahkah kau mendengar tentang Ronggowarsito?" tanyanya suatu hari di depan laboratorium. "Belum." Jawabku singkat. "Aku lebih kenal Ernest Hemingway, Shakespeare, Voltaire." "Kenapa?" tanya dia tak percaya. "Tapi kau kenal dengan syair Zaman Edan, kan? Syair itu mendiskripsikan tentang keadaan zaman dulu, ketika para pejabat bersifat arogan dan seme- na-mena. Sekarang kita melihat dan mendengar sifat arogansi, adigang, adigung dan adiguna itu lagi. Di zaman Ronggowarsito hidup, semua orang berlomba-lomba untuk memperkaya dirinya ku bukan lagi primadona dalam sajak- sendiri, tidak peduli sekarang demikian pula. A sajaknya. Sekarang aku lebih banyak kolusi dan korupsi merajalela di mana-mana. Nah, bagaimana pendapatmu?" mendengarkan persoalan yang tidak aku sukai, dari soal politik, hukum, sosial- budaya di depan kelas. Semuanya membuatku "Sejak dulu penggede mana yang tidak korup- si. Negara manakah yang bebas dari korupsi? Yang paling mengkhawatirkan adalah korupsi yang membudaya. Mungkin hanya rakyat yang lebih bijak, kare- GUNUNGAN Asitra, wadah baru musisi Nusantara M eski peresmian Asitra (Asoisasi Musisi Nu- santara) batal dihadiri Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, penggagasnya, yakni Direktur Departemen Pendidkan dan Kebudayaan (Depdik bud) Prof Dr Edi Sedyawati (baca Espso, visnya bertekat tetap menerus 13/10), para pengurus dan akti- Demikian simpulan Espos dari kan perjalanan roda organisasi. hasil perbincangan dengan bebe- rapa pihak yang terlibat langsung dalam proses pendirian Asitra. Sunarto SKar, ketika ditanya Sekretaris panitia, Bambang akan tetap jalan terus. "Tidak ada mengungkapkan bahwa Asitra kata mundur! Kami tetap men- Asitra," ung kap dosen Jurusan ber 1997 sebagai hari lahir ganggap hari Jumat Pon, 10 Okto Kerawitan, STSI Solo. Baginya, bagaimana pun tujuan mulia Asitra tidak lantas semata-mata gagal diresmi kan ditinggalkan begitu saja hanya oleh seorang Dirjen. "Kami tetap pada misi semula, menggalang organisasi profesi yang mem- perjuang kan harkat hidup dan karya-karya para musi si musik- musik Nusantara," tambahnya. Pihaknya juga mengakui, semula sempat pesimis atas keti- dakhadiran sang penggagasnya di acara pembukaan Asitra, tetapi melihat tujuan mulia di atas, kiranya sayang kalau disia-siakan begitu saja. Mengenai langkah-langkah awalnya, menurutnya, Asitra kini baru memilih susunan kepresid- iuman. Kepresidiuman tersebut terdiri dari tiga orang, masing- masing T Slamet Suparno SKar MS, M Karno KD dan Sri Joko Raharjo Skar. lanjut. Dan jatidiri Asitra, oleh para pendirinya, telah dirumuskan Dasar (AD) Asitra yang terdiri dalam satu rumusan Anggaran 12 bab dan 17 pasal. Selain berkedudukan di Surakarta, da lam AD juga disebutkan, bahwa profesi para musisi-musisi Nu- Asitra merupakan organisasi santara. Yang dimaksud sebagai musisi Nusantara, menurut Bambang Sunarto, ti dak lain adalah para musi si musik-musik etnik yang wilayah Nusan tara, seperti musik banyak bertebaran di sean tero mad, Bali, dan seterusnya. etnik Mi nangkabau, Flores, As "Untuk sementara, yang ter- jangka panjang tidak tertutup musik kerawitan. Tapi, dalam wadahi musik etnik Jawa, yakni kemungkinan, Asitra merambah musisi-musisi musik etnik yang lain," jelas pria lajang ini dengan penuh antusias. Tentang landasan Asitra, seperti disebutkan dalam Ang- garan Dasar (Bab II, Pasal 2), selain berazaskan Pancasila dan UUD 1945, asosiasi juga beraza- skan sifat-sifat luhur kemusiaan dan independen. Independen yang dimaksud sebagai tidak berafiliasi kepada organiasi lain di mana pun. Keanggotaannya juga bersifat terbuka bagi warga negara Indonesia yang memenuhi per- syaratan keprofesian yang dimak sud, yaitu yang aktif sebagai musisi musik-musik (etnik) Nu- santara dan para ahli yang ber- kompeten pada bidang itu. Sedang kegiatannya, menyang kut pengupayaan perlindungan hukum terhadap karya-karya musik etnik dan menyelengga- rakan berbagai forum untuk me- nampung aspirasi para anggo- tanya. Iventarisasi karya Satu hal yang penting digaris- bawahi dari Asitra adalah seman- gat untuk melakukan iventarisasi karya-karya musisi Nusantara. Hal ini tampak terlihat dari desain acara perdananya yang bertajuk Nusantara di TBJT Solo pada Pergelaran Restrospeksi Musik Jumat (10/10) lalu. Semoga saja, semangat ini bisa terpelihara dan bukan sekedar semangat hangat- hangat tahi ayam. riil musik etnis saat ini di Tanah Hal itu didasari oleh kondisi Air, yang kurang memberikan perlindungan pada karya-karya musik tradisi. "Kecendrungan saat ini kan banyak orang yang menggunakan karya orang lain Memang dalam pergelaran ter- tanpa izin penciptanya. Bahkan sebut, yang sempat terinven- ada yang menggandakan dan tarisasi baru pada seni musik ker- memperjualbelikan tanpa izin awitan Jawa. Tetapi seperti juga terlebih dahulu," jelasnya lebih janji para pengurusnya, bukan Espos/Toyok Sunaryo ASITRA-Meski sempat kecewa karena ketidakhadiran Dirjen untuk eksis dan memperjuangkan musik tradisi semacam kerawi- Kebudayaan untuk meresmikan pendiriannya, Asitra tetap bertekad tan di atas. Musik konkrit Perjamuan turut mangayubagya. (inset) tidak mungkin hal tersebut juga merambah seni-seni musik etnik yang lain yang ada di bumi Nusantara ini. Keamanan citra hotel, tukang becak ini juga dibi- Selain berguna untuk meningkatkan yang secara tak langsung terbentuk po- na agar ada rasa saling membutuhkan la security approach. Sistem keamanan yang dimaksud di sini meliputi 2 hal, yai- tu terjaminnya keamanan para turis dan keamanan pihak hotel sendiri. lar dalam restrospeksi tersebut di Karya-karya yang sempat dige- antaranya karya-karya klasik ker- awitan dari para Empu seperti gending-gending Ki Cokrowasita, Ki Harjosubroto dan Ki Nar- tosabdo (ketiganya sudah almar- hum). Di antara yang lain gend- ing-gending penataan olahan Su- wito serta gending-gending Karno KD dan Tayup Sekarpuri Sregen. Menurut Djuritno, manajer pema- saran Hotel Sahid Kusama, kerjasama itu merupakan salah satu bentuk ke- pedulian sosial Sahid Grup terhadap lingkungan sekitar. "Pihak pengelola memberi kesempatan pada semua pihak yang mau bekerja sama dengan Sahid tanpa membeda-bedakan status," ujar Djuritno pada Espos. Bahkan turut pula manga- yubagya sebuah seni musik per- tunjukan yang sangat bercorak sajian Poliklinik Seni Alternatif eksperimental dan kotemporer Joseph Praba dari Yogyakarta. Karya musik, yang oleh musisi I Wayan Sadra dikategorikan se- cara terminologis sebagai 'musik konkrit' ini, diberi judul Perj- amuan. Musik ini terasa lebih se- bagai sebuah ekspresi yang memotret 'ritualisme meja ma- kan'. (tam) Bagi tukang becak, kerjasama ini me- rupakan lahan basah tersendiri. Ba- gaimana tidak, dengan hanya melayani satu turis pendapatannya bisa mencapai Rp 10.000. Padahal bila beroperasi seha- rian penuh mengitari jalanan di kota Solo, belum tentu memperoleh hasil se- besar itu. Paling-paling jika banyak pe numpang mendapat Rp 5.000. Dengan puas. "Itulah yang dikatakan Ronggowarsito seba- gai orang yang eling lan waspada. Artinya rak- yat selalu mempunyai pikiran yang jernih dan sehat dalam melihat perilaku para penguasa. Tetapi tidak semua pejabat negara berlaku buruk seperti itu. Masih banyak yang ingat dan was- pada. Buktinya pembangunan sekarang berhasil dengan gemilang," katanya kepadaku dengan yakin. "Ajeng, kau punya analisis yang tajam. Aku menyukai mahasiswa sepertimu. Jika wanita wanita Indonesia berpikir sepertimu, maka Indonesia bakal punya Srikandi-Srikandi yang mampu bersaing di era globalisasi." Konvoi becak wisata, berani tampil beda "Banyak wanita berpikir sepertiku, tetapi sedikit peluang bagi mereka untuk maju." "Ah, kau benar. Peluang itu tidak perlu di tung- gu seperti Waiting for Godot. Peluang itu per lu diciptakan. Saya yakin kau tahu maksudku." Kata Kanda dengan semangat. suma. sama dengan pihak Hotel Sahid Ku- "Mungkin aku tahu maksudnya," jawabku. "Tetapi aku yakin Kanda tidak akan pernah mengerti maksudku yang lain," kataku dalam Tentu saja Kanda tidak tahu maksudku yang mang terlihat hasilnya. Kini para tukang Melalui pengarahan tersebut, me- becak tidak sungkan untuk melayani tamu asing. Mereka dapat berkomu- Inggris Sahid Kusuma, praktek bahasa Menurut Joko, instruktur bahasa nikasi meski perbendaharaan katanya Inggris para tukang becak itu akan ter- masih terbatas pada percakapan sehari- pakai saat mereka mengantarkan para Wisata tradisional hari. Seperti mengucapkan salam, mem- turis mengelilingi Kota Solo. "Meskipun turis, ternyata mayoritas dari mereka Ketika dikonfirmasikan dengan para perkenalkan diri dan berbincang dalam berbahasa Inggris masih terba- memang menyenangi wisata tradision- singkat. Kalau hanya mengucapkan ta-bata, mereka mampu mempromosi- al. Bernard yang datang dari Perancis sebatas hello, how are you, what your kan tempat-tempat menarik di Solo," mengaku menikmati kehidupan tenang Dr Rahayu Supanggah Kesejahteraan seniman tetap nomor satu Se eorang tokoh dan pakar karawitan yang cukup senior, Dr Rahayu Supanggah, keti- ka diminta komentar atas berdirinya Asitra, mengungkapkan bahwa pihaknya cukup men- dukung. "Saya kira organisasi semacam ini memang cukup diperlukan," cetusnya. Sebab, kalau tidak justru bisa merusak seni tra disi itu sendiri. "Coba pikir, kalau setiap pemang- gungan kerawitan harus izin dulu pada pencip tanya, bisa-bisa kerawitanan tidak gayeng lagi," paparnya mencontohkan. Biasanya selama dalam perjalanan keliling kota terjadi hal-hal unik. Turis- turis yang kebanyakan berasal dari Amerika dan Eropa, mengabadikan per- jalanannya dengan video. Karena kon- voi becak yang beriringan itu berlang- sung tertib dan teratur, masyarakat Solo yang wilayahnya dilalui iring- iringan becak, menyambut dengan antusias. Sebelum ini Rahayu Supanggah juga dise- but-sebut sebagai calon kuat Ketua Umum Asitra. Tetapi, kenyataannya hal tersebut tidak terwujud. Mengenai ketidaksediaannya terse- but, pihaknya mengajukan dua alasan. Pertama, sehubungan dengan kesibukannya pada posnya sebagai Ketua STSI Solo yang belum lama dipangkunya, yang menurutnya, juga membu- tuhkan perhatian yang tidak ringan. Kedua, Asitra sebagai organisasi mandiri ten- tu memerlukan pimpinan yang netral. Pihaknya justru mengkhawatirkan kalau bersedia justru mengganggu jalannya organisasi. "Jabatan Ketua STSI kan birokrat juga. Kalau saya jadi Rahayu juga menjelaskan bahwa pematenan ketua, jangan-jangan justru dipandang sebagai musik tradisional tidak selalu berdampak posi- perpanjangan tangan birokrasi pada di Asitra," tif. Oleh karena itu perlu kehati-hatian tersendiri. ungkapnya setengah berkelakar. (tam) Rahayu Supanggah yang tidak mau disebut sebagai pencetus idenya, mengaku sering dili- batkan dalam perumusan hal-hal yang bersangkutan dengan Asitra. "Bagi saya, yang terpenting dari Asitra adalah bagaimana organ- isasi tersebut bisa meningkatkan harkat dan kesejahteran musisi tradisonal, termasuk dalam hal perlindunga hak cipta," imbuhnya. "Kepercayaan Club Med terhadap Sahid Kusuma merupakan jaminan ter- betah ujar Karena itu Sahid harus menampilkan paket wisata eksklusif dan berbeda dengan Yogya dan Bali. kota-kota wisata lainnya seperti Jakarta, hidup dalam sajak-sajaknya. Hanya hidup di dalam petikan gitar dan lagunya. Meskipun demikian, aku merasakan bahwa Kanda cocok berdiskusi denganku. Dia juga menyadari bahwa persoalan hak cip ta musik tradisional, bukan masalah yang seder- hana seperti sekadar membalik tangan. Oleh karenanya, perlu forum yang lebih serius untuk membahas masalah tersebut. Ia lebih banyak meluangkan waktu untuk mengobrol denganku. Sehingga banyak diantara teman-teman yang jengkel menunggu untuk bergiliran berkonsultasi. Maka sering teman- teman menyuruhku untuk urut paling belakan- gan. Mereka takut bahwa waktuku berdiskusi terlalu lama. Agaknya batinku mulai tersambung. Signal Diajeng yang hidup di alam ghoibku mulai dite- rimanya. Itu kucatat ketika suatu pagi, saat aku berada di pintu masuk perpustakaan. Kakanda memanggilku. Ia mengajakku masuk ruang per- pustakaan. Aku mengambil meja dan duduk berhadap- hadapan. Aku disuruh baca setumpuk buku, sejak dari novel, filsafat sampai buku-buku politik. Aku tidak menolaknya. Setumpuk buku itu aku bawa pulang. Teman-teman menge- jekku, karena tak biasa aku pulang bawa buku tebal-tebal. Kedatangan turis yang datang secara berkelompok telah terorganisir oleh klub wisata internasional. Sahid Kusuma bekerja sama dengan kelom- pok Club Med yang berkantor pusat di BECAK-- Konvoi becak wisata dengan penumpang wisatawan mancanegara Paris, menghimpun turis-turis asing sedang berkeliling kota Solo. Para tukang becak ini juga dibina oleh Hotel Sahid dalam paket wisata tradisional. Kusuma tentang tata cara melayani turis asing dan diajari bahasa Inggris. na ia punya lebih banyak mata dan telinga. lain, karena Diajeng dari Sokaraja Kulon hanya terkejut ketika di dalam novel itu terdapat sebuah Kukira hanya rakyat yang dapat berlaku arif puisi berbahasa Inggris yang berjudul : karena sadar akan posisinya dan lagi sehat piki- Song of Exile. ran-pikirannya." Kataku yang membuatnya Going in hirondelle, seek for all your dreams I bow my Caprico, desiring it comes true As we know that the future is unspoken and never die Buku-buku kubawa sebagaimana aku mem- bawa hatinya. Malam hari aku telpun untuk menanyakan hal-hal yang tak aku mengerti. "Ah, jiwa kawicaksanan diakah yang mulai merasuk dalam jiwaku," pikirku. Aku agak FOREX di Solo. Menurutnya nuansa kota Solo memiliki ciri tersendiri yang sulit disa makan dengan di Indo nesia. HALAMAN 15 "Bangunan kuno bersejarah menarik minatnya, sayang banyak yang tidak te- rawat," ujarnya lirih. Namun bagaima- na pun juga pengalamannya naik be- jiwanya, yang menimbulkan keinginan cak di Solo, tidak akan terlupakan dalam untuk kembali lagi. becak tidak berlangsung setiap hari. Sayangnya rezeki lebih para tukang Let us, chèrie, go ensemble to the day dolour With a blazing sun. Let us go, you and I Through the evening without the sky, with out the moonlight Our Island is the sandy earth but spirit of the garden god Spirit of the life because love is our exile Where the song is full of trouble and the world so clear of violet NA Every body think this is merely misplaced, the dead desert Ah, they brow, because we have seen it one moment Sehingga ke 220 penarik becak binaan Sahid Kusuma, terkadang merasa khawatir bila terlalu dengan tamu-tamu hotel tersebut. Seperti penu- turan Gianto, tukang becak yang sudah beroperasi sejak 15 tahun lalu ini, bersama istri, terpaksa nyambi berda- gang rokok di sekitar Sahid Kusuma. hari untuk keluarga tetap ada. "Walau Dengan demikian pemasukan sehari- pun hasilnya tidak seberapa, tetapi Gianto. (Nuni Kurniati) kehidupan kami lebih terjamin," aku Where there is the yew, we may stay away in silence. Solo, Sweet Season Pada pagi harinya aku bertanya pada Kanda untuk siapakah sajak yang bagus itu. Ia men- jawab dengan acuh tak acuh bahwa sajak itu sen- gaja ditulis untukku. Aku senang mendengar- nya. Tetapi aku mengatakan yang lain. "Jangan begitu. Nanti membuat aku falling in love dengan puisi." Kataku sambil menunggu jawa- bannya yang dipikir agak lama. Kemudian ia mengerutkan dahi dan menjawab tanpa ekspre- si apa-apa. "Boleh jatuh cinta asalkan tidak dengan penyairnya." Jawabnya. "Tentu tidak!" sergahku. "Penyair adalah manusia pemimpi. Ia tidak dapat menapak di bumi ini. Apalagi puisi bagiku demikian telah menjadi masa laluku." "Biarlah masa lalumu muncul kembali, kare- na sesungguhnya kau tidak pernah bisa melu- pakannya." Aku hanya tersenyum, tidak men- jawabnya. Agaknya, Song of Exile memberiku We rejoice that nothing is things and will tanda-tanda bahwa Kanda mulai juga menaruh return again and eternal perhatian lebih terhadapku. Pintu kedua mulai Tell me all of your dreams, darling, on our membuka dan aku berdiri di depan pintu itu boat is drifting dengan ragu. Cross the sea without sail but carry us afar (Bersambung) 2cm
