Tipe: Koran
Tanggal: 1989-01-05
Halaman: 04
Konten
HALAMAN IV TAJUK RENCANA Koyaknya Kedamaian Minoritas di Seluruh Dunia ORANG belum lupa akan pesan tahun baru 1989 dari Sri Paus baru- baru ini. Tokoh tertinggi dunia Katolik ini mengingatkan kita pentingnya perhatian khusus kepada masalah minoritas. Sri Paus melihat gejala menghangatnya masalah minoritas ini sejak puluhan tahun yang silam. Buat Sri Paus bukan aspek politiknya yang dianggap penting untuk diperhatikan, melainkan justru nilai-nilai dasar manusianya, yakni aspek keyakinan dan kulturalnya. Pada hematnya kelompok-kelompok tas di seluruh dunia ini ditandai dengan dipertahankannya tradisi agama dan budaya sendiri, di samping tentu saja mereka mengikuti dan meng- ambil peran dalam kehidupan nasional di mana mereka menjadi bagian daripadanya. inori- Tumbuhnya negara-negara nasional sejak zaman Renaissance dan Reformasi, dan yang menjadi fenomena sejarah terpenting sesudah Perang Dunia II, pada mulanya hampir selalu dilandasi semangat tinggi, menggebu-gebu untuk membebaskan diri dari tekanan luar, tetapi amat sedikit memikirkan nasib dan masa depan golongan minoritas-golongan minoritas yang ada di dalamnya. Di Afrika, seperti kita lihat, banyak negara baru yang tidak mempunyai bahasa nasional, sehingga bahasa sang majikan lama dipakainya: Bahasa Inggris dan Prancis. Di belakang bahasa nasional impor atau bahasa nasional yang tak nasional itu hidup suburlah bahasa-bahasa (dialek-dialek) etnis yang kadang-kadang jum- lahnya cukup besar. India, Srilangka dan Filipina termasuk juga ke dalam jajaran negara-negara dengan kerawanan etnis tinggi dan yang meng- gunakan bahasa asing sebagai bahasa nasionalnya. Kepincangan sedi- kit di bidang keadilan (ekonomis, politik atau keagamaan) akan bisa menguak menjadi pemberontakan separatis yang berlarut-larut yang menelan banyak korban tanpa memandang bulu. Gejala semacam ini kita saksikan di Sudan, di mana kelompok Kristen dan agama asli merasa dirugikan haknya sebagai minoritas oleh kelompok mayoritas yang Islam, ketika negeri ini memberlakukan hukum syariah. Di Filipina orang-orang Moro yang Muslim merasa diperlakukan sebagai warganegara kelas dua, walaupun tentunya pemerintah pusat akan membantah tuduhan mereka sekeras-kerasnya. Demikian pula orang-orang Armenia Kristen yang merupakan penduduk mayoritas di daerah Nagorno-Karabakh me- rasa tidak adil jika wilayah mereka itu dimasukkan ke dalam wilayah Azerbaijan yang Islam. Bukan tidak kita ketahui pula bahwa suku Baska membuat ribut di Spanyol dengan berbagai cara yang bisa disebut ter- orisme, karena mereka merasa sebagai satu kesatuan etnis dan budaya tetapi tidak diberi otonomi dan peranan yang berarti. Hanya beberapa bulan yang lewat kita masih mendengar tentang gerakan Tamil di Srilang- ka yang menuntut pemerintahan tersendiri. Ekstremitas gerakan ini ter- catat sebagai penyebab terbunuhnya ribuan manusia yang tak berdosa. Orang pun masih menyaksikan hingga detik ini, betapa besar gairah otonomi dan kemerdekaan orang-orang Sikh di India, yang tak segan- segan membunuh lawan-lawan atau siapa pun yang dianggapnya mem- bahayakan cita-cita mereka. Api separatisme tengah berkobar di atas bumi ini. Di mana ada seke- lompok minoritas yang merasa tidak diperlakukan dengan adil, di situ percikan api yang kecil akan sanggup menimbulkan kobaran dan nyala yang dahsyat. Negara-negara nasional dewasa ini dipaksa oleh sikon zaman, di mana informasi dan komunikasi berjalan dalam arus kecepat- an yang sangat tinggi, di mana produk-produk teknologi canggih di bi- KITA mengenal KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) sebagai salah satu upaya dalam rangka memperluas dan meningkatkan kesadar- an masyarakat terhadap kependudukan, khususnya kesadaran untuk ikut dan mengelola program keluarga berencana. Pada dasarnya setiap program nasional memerlukan upaya KIE. Namun KIE memang populer bersamaan dengan populernya program KB nasional yang dirintis sejak tahun 1970. Pertanyaan yang sering timbul, apakah mutu KIE KB Nasional yang diterapkan selama ini telah selaras dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang terus dan berpacu dengan waktu? Dalam kaitan ini ada gagasan menarik yang telah dirintis Kantor Departemen Penerangan dan Kantor BKKBN Kabupaten Badung dalam upaya lebih memantapkan dan meningkatkan mutu KIE KB Nasional. Para juru penerang dan Pengawas Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dikumpulkan dan para pakar diundang untuk berbicara dengan mereka. Kegiatan tersebut untuk memberikan kesegaran kembali terhadap wawasan dan keterampilan Jupen dan PLKB yang merupakan pelaksana yang berdiri di barisan paling depan dalam kegiatan operasional KIE KB Nasional. Penyegaran itu mutlak perlu, mengingat di masyarakat telah terjadi pergeseran-pergeseran. Apabila para Jupen dan PLKB tidak menyadari dan memahami adanya pergeseran-pergeseran itu, mereka akan keting- galan kereta, yang pada gilirannya hal itu akan mengurangi kredebilitas- nya sebagai pelaksana program KB Nasional yang terandal sebagaima- na kita kenal selama ini. Paling tidak ada dua pergeseren yang harus disadari dan dipahami keberadaannya. Pertama adalah pergeseran dimensi program KB Na- sional. Pergeseran ini terlihat pada rincian tujuan program, kebijaksana- an dan sasaran yang mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Perge- seran ada, meskipun bertahap, selaras dengan kadar apresiasi ma- syarakat terhadap hakikat program KB Nasional. Yang kedua, pergeser- an di bidang teknologi komunikasi yang langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap sikap dan perilaku masyarakat. Ada kecende- Perlu Penyegaran Mutu KIE KB Nasional MASALAH sistem transportasi ternyata tidak saja dirasakan diko- ta-kota seperti Jakarta, Surabaya serta kota-kota besar lainnya di In- donesia, tetapi juga kota Denpa- sar. Hal ini disebabkan di samping kota Denpasar sebagai ibukota Daerah Tingkat I, juga yang ter- utama sekali adalah karena Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sangat terkenal di Indonesia bahkan di dunia. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi khu- susnya di bidang transportasi, ma- ka pulau Bali semakin banyak di- kunjungi wisatawan mancanegara maupun nusantara. Mengingat pariwisata adalah penghasil devisa yang sangat besar untuk negara dan kedudukan Bali khususnya kota Denpasar sebagai Surat Pembaca Persyaratan : Sertakan fotokopi identitas Bali Post menerima titipan dana punia Panca Wali Krama di Besakih masing- masing dari : Camat-camat se kabupaten Tabanan Rp 40.000,00 Karyawan dan Staf Bil Tours Rp 38.000,00 AA Gde Wijaya Kesuma, Jl. Gunung Batur 23 Klungkung Rp 5.000,00 Sutha, Jl. Kepundung 12 Denpasar Rp 5.000,00 Sorni, Jl. Kepundung 12 Denpasar Rp 2.500,00 daerah tujuan pariwisata, maka su- dah sepantasnya diperlukan ada- nya suatu sistem transportasi yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tersebut, se- hingga dapat menjamin pemakai jasa transportasi khususnya pema- kai jalan raya, dalam hal kesela- matan, keteraturan dan ke- nyamanan, keekonomisan. Rp 7.183.655,55 Dana Punia Panca Wali Krama Oleh Nyoman Budiartha R.M. Keselamatan adalah sangat pen- ting artinya terutama dalam meng- hindari atau mengurangi jumlah kematian, luka berat/ringan dan kerusakan kendaraan akibat kece- lakaan lalu lintas. Keteraturan dan kenyamanan, berhubungan de- ngan soal kemacetan lalu lintas, Kalau tidak salah Pemerintah sejak lama mengadakan larangan 1. Un- tuk mencari batukarang di pantai dusun Mendira Kecamatan Mang- gis, agar pantai itu tidak kena erosi. 2. Untuk mendirikan gembong pembakaran kapur, karena batuka- rang itu dipergunakan bahan baku di jadikan kapur. Larangan dari Pemerintah itu nam- paknya tidak mendapat perhatian oleh orang-orang bersangkutan, karena para pencari batukarang terus bekerja, dan gembong pemba- karan kapur terus mengepul. Dengan terus menerus dicari batu- karang itu, mengakibatkan erosi- nya pantai dusun Mendira yang ti- dak kepalang tanggung, walaupun sudah dibuatkan bendungan yang begitu permanen, toh jebol beranta- kan, akibat luapan gelombang yang begitu besarnya dan terus menerus. Oleh karena itu saya sebagai pemi- lik tanah yang kena erosi, merasa perlu menyampaikan imbauan ke- Masalah Sistem Transportasi Kota Denpasar waktu menunggu yang lama (de- lay) dan rasa nyaman berkendara- an (driver's comfort). Keekono- misan, meliputi manfaat yang dida- pat dari penghematan waktu perja- lanan, pengurangan ongkos total transpor dan sebagainya. Pulau Bali, khususnya kota Den- pasar saat ini dirasa belum mempu- nyai sistem transportasi yang dapat mengimbangi serta mendukung perkembangan pariwisata yang sa- ngat pesat pada akhir-akhir ini dan juga dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan kota Denpasar untuk mendapatkan suatu status kota madya. Hal ini disebabkan antara lain. oleh; 1. Sistem jaringan jalan di kota Denpasar secara keseluruhan be- Rendy, Jl. Kepundung 12 Denpasar Rp 2.500,00 Diyan, Jl. Kepundung 12 Denpasar Rp 2.500,00 Nyoman Dirga, Jl. Kepundung 12 Den- Rp 1.000,00 Gst. Ayu Kompyang Gayatri, Jl Ratna No. 5 Tabanan Rp 6.000,00 STT Adi Manggala Br. angging Ka- masan Klungkung Rp 10.000,00 pasar I Made Sondra, Kamasan Klungkung Rp 5.000,00 Karyawan/karyawati PGA Hindu Nege- dang persenjataan bisa diperoleh dengan gampang, untuk pandai- pandai memperlakukan warga-warganya yang minoritas, kalau tidak menghendaki dirinya dibuat kedodoran oleh gerakan-gerakan separatis- me. Irak, karena kewalahan menghadapi tuntutan warga Kurdi, lantas mengambil tindakan tak berperikemanusiaan, yakni menggunakan bom- bom kimia beracun. Israel barangkali tidak akan pernah menyangka sebelumnya bahwa sikapnya yang keras-militaristis di daerah Barat dan jalur Gaza akan menimbulkan reaksi yang mencengangkan dari rakyat yang siap untuk mati demi keadilan. Oleh karena cara Israel menangani masalah di kedua wilayah ini tidak cukup bijaksana dan manusiawi, simpati dunia mulai lepas dari para pendukungnya dan lantas diarahkan kepada rakyat di kedua wilayah itu. Sri Paus melihat apa yang sedang menggejala dan apa yang seharus- nya dilakukan oleh para pemerintah negara-negara, yakni memberi per- hatian yang adil kepada minoritas. Walaupun minoritas, mereka mempu nyai hak hidup dan hak untuk dilindungi. pada Pemerintah, untuk mengam- bil tindakan hukum yang tegas ter- hadap pelanggar, baik terhadap pencari batukarang, terutama ter- hadap pemilik gembong kapur, ka- rena disitulah penyebab pokoknya. Apabila Pemerintah ingin me- nyaksikan bendungan-bendungan yang sudah dihancurkan oleh ge- lombang itu, saya persilahkan ber- kunjung ke pantai dusun Mendira, betapa ganasnya gelombang itu siang dan malam membabi buta dan tidak mengenal lelah. Apalagi dewasa ini hotel-hotel yang baru di- bangun sudah mulai beroperasi. Tamu-tamu asing akan menyaksi- kan erosi tersebut diatas, betapa malu kita seakan-akan tidak tahu pada peraturan. Sekali lagi saya mohon perhatian dan tindakan dari Pemerintah yang tegas, baik bersi- fat preventip atau represip. Jikalau Sri Paus menekankan hal ini, sebenarnya kita tidak usah terlalu heran. Allah, menurut tradisi Yudaisme, amat menekankan keadilan. (Yudaisme seperti terdapat dalam Perjanjian Lama -- menganjurkan: "Berpuasa yang Kuhendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu- belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau meme- cah rotimu bagi orang-orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak mempunyai rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak me- nyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri." Yudaisme oleh orang- orang Kristen diakui sebagai salah satu tiang imannya). Nama dan Alamat ada pada Redaksi Apa yang sering terjadi? Mayoritas menekan minoritas. Atau, minoritas dijadikan warga negara kelas kambing. Bisa pula, minoritas dijadikan sasaran kecurigaan dan kambing hitam. Hal-hal inilah yang barangkali hendak dikatakan oleh Sri Paus. "Perhatikan nasib minoritas, karena mereka pun berhak untuk dilindungi dan disamakan derajadnya dengan mayoritas, supaya engkau tidak mengalami berbagai masalah." Amanat Sri Paus memang diberikan pada saat yang tepat, ketika di mana-mana di muka bumi ini kaum minoritas mulai mempertanyakan kembali peranan dan nasib mereka. Hanyalah buat kita di Indonesia, pesan seperti itu kurang relevan, karena jauh-jauh hari sebelum kemer- dekaan para pendiri Republik ini telah menyiapkan satu dasar negara yang menjamin hak hidup dan hak perlindungan bagi minoritas-minoritas yang ada. Jikalau Pancasila diterapkan secara benar dan proporsional, barangkali malah kata kelompok minoritas itu tak mempunyai makna apa-apa. Pan- casila menjamin bahwa mayoritas tak bakal dirugikan oleh kepentingan minoritas, sementara minoritas tak bakal dikorbankan untuk mayoritas. Kita mengenal musyawarah, yakni asas yang mencari kebaikan dan kemanfaatan bagi semuanya. Di negeri ini, penganut Buddha, yang jumlahnya relatif tak banyak, tak perlu khawatir bahwa dianaktirikan. Lebih-lebih lagi mayoritas Islam tak usah menyangsikan nasib mereka, bahwa kepentingan mereka dikebiri demi untuk memuaskan kelompok minoritas tertentu. Yang perlu diwaspadai tinggal apakah Pancasila ditafsirkan dan diter- jemahkan dalam tingkah-laku secara tepat atau tidak. rungan orang tidak cukup dan tidak puas hanya dengan satu jenis bentuk komunikasi saja. Ada kecenderungan di masyarakat semakin perlunya keterpaduan dan bentuk komunikasi multi-media. Ini berarti betapa ce- patnya perkembangan teknologi komunikasi massa yang canggih, komu- nikasi tatap muka antarpersonal dan kelompok masih tetap diperlukan. Logikanya, dalam kaitan program KIE KB Nasional pun komunikator- komunikator seperti Jupen dan PLKB masih akan tetap diperlukan dalam posisi dan porsi yang terhormat. Dimensi program bisa saja terjadi dan apa yang bakal terjadi dalam kurun waktu 25 tahun mendatang misalnya sulit kita terka. Namun kira- nya para pengelola program tidak perlu terombang-ambing. Dalam hal program KB Nasional kita tetap konsisten dan mengacu pada konsep yang telah kita sepakati. Dalam suatu keputusan presiden (Keppres Nomor 64 Tahun 1983) disebutkan bahwa Program KB adalah program keluarga berencana secara menyeluruh dan terpadu dengan program pembangunan lainnya. Keterkaitan program KB dengan program pem- bangunan lainnya itu memberi petunjuk bahwa tujuan, kebijaksanaan dan sasaran program KB Nasional juga harus seiring dan selaras dengan tujuan, kebijaksanaan dan sasaran pembangunan nasional dari waktu ke waktu. Hal itu perlu dipahami juga oleh para penyusun strategi KIE KB Nasional dari waktu ke waktu. Dalam kaitan ini pendekatan kualitas menjadi makin menonjol khusus- nya dalam rangka kita memasuki Pelita V mendatang. Pendekatan kuali- tas diarahkan antara lain dengan peningkatan pengetahuan, keterampil- an teknis dan peningkatan semangat pengabdian petugas program KIE. Sementara itu mekanisme komunikasi antara petugas dan masyarakat juga perlu ditingkatkan selaras dengan pergeseran-pergeseran sikap dan perilaku sebagai dampak perkembangan di bidang teknologi komu- nikasi. Dalam kaitan ini kita melihat makin urgensinya mekanisme dialog. Memasuki tahap Pelita V mendatang kita melihat perlunya dilembaga- kan dan dibudayakan mekanisme KIE KB Nasional yang dialogis. Ma- syarakat bukan sekadar objek tetapi sekaligus juga harus berperan seba- gai subjek yang lebih aktif dalam pelaksanaan program KB Nasional. Tindakan terhadap Pencari Batukarang Denpasar ri Denpasar sar Rp 44.500,00 Keluarga Besar SMA Sumertha Denpa- Rp 25.000,00 Wyn. Sulendra, Jl. Gn. Lempuyang Mo- nang Maning Dps. Rp 10.000,00 Lab Kimia Makanan Ternak Fak. Peter- nakan Unud Rp 17.000,00 Wyn. Sudiartha, Jl. Katrangan Gg. VIII 2 Denpasar Rp 1.000,00 I Gde Sujaya sekeluarga, Jl. Imam Bon- jol Gg. VII/6 Denpasar Rp 5.000,00 Guru, Pegawai dan siswa PGA Hindu Negeri Denpasar Rp 103.500,00 Peradah Indonesia Komisaris Kec. Kuta Rp 25.000,00 Rudia Adiputra, Br. Basangkasa Kuta Rp 5.000,00 K. Wirya Astawa, Jl. Banteng Gg. VII Denpasar Rp 5.000,00 Ni Nyoman Leci, Jl. Banteng Gg. VIIIII Made Tjandra Wayan Jata Ktut Suata I Made Sedana GP Suartha Rp 2.000,00 Putu Sukrata Jl. Banteng Ketut Siartha Wyn. Agus Pertama, Gg.VIIIII Denpasar Rp 1.000,00 Gde Puja Made Adi Permadi, Jl. Banteng Gg. Rp 937.000,00 untuk Wiliasih Bali Post menerima titipan sumbangan untuk pengobatan Kadek Wiliasih ma- sing-masing dari lum memadai dan memberi pe- layanan pergerakan yang cukup le- luasa. Persimpangan- persimpangan jalan di dalam kota sudah sangat mengganggu karena intervalnya terlalu pendek. 2. Dimensi jalan yang sempit, di- bangunnya pertokoan, kantor ser- ta sekolah, tanpa memperhitung- kan bahwa hal ini akan menyebab- kan meningkatnya lalu lintas. Perencanaan kota Perencanaan kota dan peren- canaan transpor adalah saudara kembar. Seorang ahli perlalu- lintasan, Blunder W.R. (1971) mengatakan transpor dan tata gu- na lahan dalam kota seperti layak- nya 'ayam dan telur' tidak dapat (Bersambung ke Hal V, kol 3) ri Kls. VI SD Negeri Tulangampiang Denpasar Rp 1.000,00 Made Dewi Tris- nawati, SMP IV Kls. II Dps Rp 3.000,00 Tjok Raka Puja Klungkung Rp 1.000,00 Putu Krisnha sekeluarga Rp 5.000,00 Jumlah penerimaan sampai Rabu siang Rp 11.000,00 Jumlah pene- rimaan sebelumnya Rp 926.000,00 Jum- lah penerimaan seluruhnya Rp 937.000,00 Made Suardana Gst Putu Mayun Sudartha Kt. Jaba Rp. 2.500,00 Rp 2.000,00 Rp 2.000,00 Rp 2.000,00 Rp 5.000,00 Rp 500,00 Rp 500,00 Rp 5.000,00 Rp 500,00 ma- Pada dasarnya warga syarakat Kelurahan Penatih di Br. Laplap dan Taman Pohmanis me- Putu Gde Eka Dar- rasa berterima kasih kepada peme- maputra, Jl. G. rintah, diaspalnya jalan di Taman Agung Gg. Gangga Pohmanis Denpasar Timur tembus IV191 Denpasar Rp ke Desa Denkayu Batubulan yang telah berakhir bulan Desember 1988. 1.000,00 Luh Nyoman Tri Lilasa- Bali Post CECE'RIGERU XYZ' ART STUDIO, VIIIII Denpasar Rp 1.000,00 Nyoman Arta Paryana, Jl. Banteng Gg. VIIIII Denpasar Rp 1.000,00 Wyn. Sutha Naya Gst. Made Murdana Gst. Kt. Sukaharta Rp 500,00 Rp 2.000,00 Rp 500,00 Rp 1.500,00 Denpasar Ni Kt. Ari Partini, Jl. Banteng Gg.VIII/I Kt. Sudarsana IGde Wentana Rp 1.000,00 Rp 1.000,00 Ni Luh PT Ani Paryani, Jl. Banteng Pimpinan, Staf dan segenap karyawan Gg.VIIIII Denpasar Perc. Massa Denpasar Rp 1.000,00 Rp 30.000,00 SD No.3 Lod Tunduh Ubud Gianyar Anggota Br. Merthayasa Kesinoman I Rp 27.875,00 s.d. VII Denpasar Rp 265.500,00 Guru-guru, Pesuruh dan anak-anak SD IB Made Putra, Perumahan dosen Unud 19 Dangin Puri Rp 21.000,00 no. 21 Menguntur Rp 2.000,00 Seksi Pusat Tata Usaha Inspeksi Pajak Putu Krishna sekeluarga, Br. Cabe Dar- Denpasar masing-masing dari : masaba Rp 5.000,00 Nyoman Alit Rp 5.000,00 Suputra/ Ariani, Br. Cabe Darmasaba Rp 2.000,00 Rp 5.000,00 Fak. Hukum, Fisipol, Tehnik, Ekonomi Rp 3.000,00 Univ. Ngurah Rai Dp Rp 60.000,00 Tjok Agung Raka Puja, Klungkung Namun sangat disayangkan, kualitas jalan yang dikerjakan se- jumlah pemborong di Taman Poh Manis yang menghubungkan Br. Taman Poh Manis dengan Br. Denkayu Batubulan kini sudah hancur. Senderan jalan semua retak dan aspal hancur total, sehingga jal- AIR INDIA (Dewasa ini ada suatu situasi regional-strategis mengenai batas saling bahaya nuklir, di mana India dan Pakistan sedang terlibat dalam perlombaan senjata nuklir. Buat India, bahaya nuklir RRC yang sudah 25 tahun lamanya merupakan ancaman, masalah ini tidak begitu mengkhawatirkan jika dibanding dengan perkem- bangan di Pakistan). Prof. Raju. G.C. Thomas dari MIT dalam harian "International Herald Tribune," 30 Desember 1988. Oleh Dr. H. Roeslan Abdulgani Angin Segar di Asia- Kontinental: India, RRC dan Pakistan "There now exists a regional strategic posture of 'mutual nuc- lear brinkmanship' in which both India and Pakistan are caught in a latent nuclear arms race. For India, the more remote Chinese nuclear threat, with which it has lived for almost 25 years could hardly be as worrisome as current nuclear developments in Pa- kistan." Perubahan hubungan Angin segar detente di tingkat global, khususnya antara kedua ne- gara adikuasa Uni-Soviet dan Ame- rika, kini menghembus pula di ting- kat kontinental Asia. Khususnya antara kedua raksasa "geografis, yaitu RRC yang berpenduduk 1.100 juta manusia, dan India yang berpenduduk 800 juta jiwa. Menje- lang Natal 1988, PM India Rajiv Gandhi telah berkunjung ke RRC. Ini untuk pertama kalinya, sejak ta- hun 1954-jadi 34 tahun yang lalu - bahwa seorang PM India menjejak- kan kakinya di bumi RRC. Tiga puluh empat tahun yang lalu itu adalah kakeknya Rajiv, yaitu PM Jawaharlal Nehru yang berkunjung ke sana. Jangka waktu 34 tahun adalah panjang bagi seorang manusia. Akan tetapi tidak bagi hidupnya bangsa-bangsa. Pernah pada tahun 1962 pecah perang perbatasan an- tara India-RRC, yang membuat hubungan PM Nehru dengan PM Chou En-lai sangat renggang. Pa- dahal kedua tokoh tersebut adalah teman-seperjuangan di barisan ne- gara-negara AA di Konperensi Bandung. Sejak itu boleh dikata hubungan diplomatik India-RRC dingin sekali. Akan tetapi apa pun yang diala- mi oleh pemimpin-pemimpinnya, sebagai kedua negara tetangga yang potensinya besar sekali, akan datang waktunya untuk berkonsul- tasi kembali. Itulah yang terjadi se- waktu pada tanggal 19 sampai tanggal 23 Desember 1988 PM Ra- iiv Gandhi berkunjung ke RRC. Sudah barang tentu situasi perbai- kan hubungan Moskow-Peking mempunyai pengaruhnya. Juga perubahan dalam garis-politik RRC sendiri menghadapi India. Rp 2.000,00 Kualitas Jalan Aspal Menjengkelkan an tersebut kembali berlumpur. Untuk itu, warga masyarakat Br. Taman Poh Manis mengharapkan supaya pihak bervenang meninjau kualitas jalan aspal bersangkutan. Demikian pula jdan aspal di Br. Laplap Penatih, kini sudah putus yang menghubungkan jalan aspal tembus ke Tohpai di Br. Laplap. Namun jalan yarg putus tersebut sudah lama diperbaiki, akan tetapi belum selesai sehingga warga ma- syarakat bila ke Denpasar terpaksa lewat ke utara di jalan aspal Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal. Nama dan alamat ada pada Redaksi Luh Made Dewi Tisnawati Kls. II 1 SMP Negeri 4 Dps. Rp 2.000,00 Jumlah penerimaan sampai Rabu siang Rp 821.375,00 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 6.362.280,55 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 7.183.655,55 Dua raksasa geografis Bagaimana pun juga sepanjang hubungan sejarah berabad-abad antara kedua raksasa-geografis itu, hubungan kerja sama jauh lebih menguntungkan daripada kon- frontasi satu-sama-lain. Apalagi dalam susunan dunia modern seka- rang ini, di mana permusuhan da- lam abad nuklir tidak akan dapat menyelesaikan apa-apa. Itulah se- babnya, maka PM Rajiv Gandhi mengingatkan bahwa India dan Ci- na mewakili dua peradaban yang sangat tinggi di seluruh dunia. Jumlah penduduknya bersama me- rupakan hampir sepertiga seluruh umat manusia. Kerja sama antara kedua negara Asia-Kontinental ini akan bermanfaat sekali. Nada sama diungkapkan oleh Deng Xiao-ping, yang dalam usia- nya 84 tahun berkata kepada PM Rajiv Gandhi yang masih berusia 44 tahun: "Selamat datang kawan- ku muda. Kini kita akan membena- hi bersama hubungan kita sebagai sahabat. Tidak hanya pemimpin- pemimpinnya akan menjadi saha- bat. Akan tetapi juga Negara dan rakyatnya!". Dr. H. Roeslan Abdulgani Ini berarti, bahwa masalah- masalah bilateral, khususnya perti- kaian perbatasan sepanjang garis- batas McMahon harus dapat di- carikan penyelesaiannya secara da- mai. Akan tetapi juga berbagai kontroversi dalam hubungan luar negerinya masing-masing. Sewaktu RRC masih berkon- frontasi dengan Uni-Soviet, maka Moskow berdiri di pihak India da- lam pertikaiannya dengan Peking. Lawan India, yaitu Pakistan, men- dapat dukungan RRC. Sebaliknya RRC dan Pakistan menentang ke- hadiran tentara Uni-Soviet di Af- ghanistan, sedangkan India lebih bersikap pro-Kabul dan pro-Uni- Soviet. Di Asia Tenggara pun terli- hat kontroversi RRC dengan India itu dalam sikapnya masing-masing terhadap masalah Kampuchea. In- dia mengakui rejim Hun Sen, yang disokong oleh kekuatan militer Vietnam. Sebaliknya RRC memu- suhi terus rejim Hun Sen dan poli- tik Vietnam terhadap Kampuchea. Kunjungan PM Rajiv Gandhi ke RRC ini ternyata dapat menghi- MASALAH "Kebalian Orang Bali" sebagaimana per- nah disajikan Bali Post sejak awal Desember 1988, ternyata mendapat perhatian besar ma- syarakat pembaca Bali Post. Bali Post menyajikan komentar pendapat mereka itu yang di- terima sampai batas akhir 26 Desember 1988. Semoga ada manfaatnya. (Redaksi). Jika Guruh Sukarno lewat lagunya "kembalikan Ba- liku" menuduh Bali sudah berubah, dan artikel Bali Post (3/12 1988) menuduh kebalian orang Bali beru- bah, lalu penulis ingin berbalik bertanya terhadap kedua "hipotesa" tersebut: apakah Bali harus dijadi- kan museum hidup? Apakah orang Bali harus selalu menerapkan kehidupan yang 'terisolir' dari kema- juan zaman? Pada prinsipnya menurut saya, Bali dan kebalian orang Bali tidak mutlak berubah, sebab kehidupan orang Bali tidak bisa dipisahkan dengan adat-istiadatnya sampai saat ini. Budaya orang Bali tidaklah mengalami "akulturasi" secara genera- lisasi. Kalau tidak percaya, silakan diuji dengan indikator "tujuh unsur universal kebudayaan" (bahasa, knologi, mata pencaharian, kekera- batan, sistem pengetahuan, relegi, kesenian), adakah yang berubah total? Om Shanti, Shanti, Shanti Om... NIAL I Nyoman Supartha Br. Madangan Klod Membicarakan Bali, identik dengan memperbin- cangkan orang Bali dengan agama Hindunya. Sebab nafas Bali memang dominan dijiwai oleh unsur kebu- dayaan dan atau ajaran Hindu. Ada tiga kerangka dasar agama Hindu yang patut dipakai pijakan untuk membaca perubahan kebalian orang Bali; tattwa, susila dan upacara. Lalu dikait- kan dengan 'kala' perubahan sesuai anutan; atita, nagata, wartamana, perubahan waktu dulu, kini dan nanti. KEBALIAN ORANG BALI Dalil ini tidak memungkiri bahwa kebalian orang Bali telah berubah. Tetapi yang patut dipertanyakan, unsur manakah yang telah berubah atau bahkan semakin hilang. Tattwa sebagai unsur jiwa, susila unsur prilaku umat atau upacara bentuk ritualitas Hindunya? Sepanjang pengamatan, jiwa orang Bali dengan ciri kebali- hinduannya saya pikir masih tetap berada pada jalur dharma Veda. Tetapi kalau yang disebut telah terdapat perubahan di sana sini untuk unsur susila- perilaku umat dan aktivitas ritualnya, saya anggap ada benarnya. Terutama yang menyangkut nilai-nilai, norma atau keben- daan yang dulu sulit diterima (tabu), nampak kini secara solider telah masuk menjadi bagian dari sosok orang Bali. Ibarat seekor ular "mekules", sepanjang perubahan menyangkut 'kulit' jelas bisa dipahami. Bukankah rotasi bumi membawa (baca: mempengaruhi) evolusi bagi kehidupan setiap makhluk? I Gusti Ketut Widana Guru SMP/SMA Vijaya Kusuma Denpasar. PAP.... AKHIRNYA KITA PERNAH KE BALI JUGA.. KAMIS, 5 JANUARI 1989 langkan berbagai rintangan yang hingga kini menghalang-halangi persahabatan bersejarah antarme- reka. Kedua negara itu kini me- nancapkan pandangannya ke masa depan dengan jiwa dan semangat baru. Harapan baru di Pakistan Setelah membenahi hubungan dengan RRC, maka PM Rajiv Gandhi juga berusaha keras mem- perbaiki hubungannya dengan Pa- kistan. Kita mengetahui, bahwa se- jak belasan tahun belakangan ini terdapat kerenggangan dan kete- gangan. Akan tetapi sejak Benazir Bhutto tampil ke depan, maka tim- bul harapan-harapan baru, baik di Pakistan maupun di India, untuk memperbaiki hubungan. Peluang itu terbuka dengan di- adakannya KTT SAARC yang ke- empat di Islamabad pekan yang la- lu. SAARC, singkatan dari South Asian Association for Regional Cooperation. Atau "Assosiasi Ker- ja sama Regional untuk Asia Selat- an" beranggotakan Bangladesh, Bhutan, India, Maldive, Nepal, Pakistan dan Sri Langka. Maksud dan tujuannya adalah kerja sama regional mirip ASEAN. KTT SAARC yang ke-empat inilah, dan yang berlangsung di Is- lamabad, membuka kesempatan untuk dialog juga antara PM Bena- zir Bhutto dan PM Rajiv Gandhi. Kunjungan PM Rajiv Gandhi ini adalah kunjungan seorang PM In- dia yang pertama setelah 28 tahun lamanya tidak pernah seorang PM India menjejakkan kakinya di bu- mi Pakistan. Selain itu, maka kini yang saling brtemu muka adalah dua tokoh generasi muda, yang na- sib hidupnya mirip sama. PM Be- nazir Bhuto baru berusia 35 tahun, ayahnya meninggal dihukum gan- tung. PM Rajiv Gandhi berusia 44 tahun, ibunya dibunuh oleh peng- awalnya sendiri dalam pertikaian dengan Kaum Sikh. Kini dua tokoh muda itu mem- peroleh legimitas kekuasaan pe- merintahan dengan jalan pemilu. Dijiwai oleh semangat demokrasi yang sama itulah, maka kedua pu- tera-puteri, yang masing-masing orang tuanya mati syahid, berkete- tapan hati melanjutkan hubungan persabahatan dan perdamaian yang pernah ditaruh oleh PM Zul- fikar Ali Bhutto dan PM Indira Gandhi dalam Persetujuan Simla tahun 1972. Persetujuan Simla ini mengakhiri perang antara India dan Pakistan, dan menegaskan se- cara bersama, bahwa semua perti- kaian akan diselesaikan secara da- mai melalui jalan musyawarah Perjanjian Simla ini mendapat rintangan dari pihak rejim Jende- ral Zia ul-Haq. Akan tetapi kini terbuka kembali pelaksanaannya itu, apalagi dalam suasana momen- tum detente dan angin baru yang segar dalam dunia internasional. Terobosan menghentikan nuklir Dalam suasana demikian itulah, maka boleh dikata KTT SAARC ke-empat di Islamabad pekan lalu merupakan suatu sukses dan ke- majuan. Tidak hanya masalah- masalah politik dan ekonomi yang dibicarakan dan disepakati, tetapi juga masalah stabilitas dan kea- manan regional. Secara khusus di- tekankan pula masalah persenjata- an nuklir. Di samping menghargai hasil kedua adikuasa di tingkat glo- bal untuk merintis ke arah perlu- cutan senjata nuklir, maka semua anggota SAARC berjanji untuk menghentikan perlombaan persen- jataan nuklir di kawasannya. Masalah terakhir ini me- nyangkut India dan Pakistan, yang kedua-duanya diperkirakan sudah berada di ambang pintu untuk da- pat membuat senjata nuklir. Oleh (Bersambung ke Hal V kol 5) Berbicara tentang orang Bali, kita tidak bisa terlepas dari budayanya, dan agama Hindu sebagai inti yang menjiwainya. Dalam bahasan ini sengaja tidak meng- etengahkan indikator, namun mencoba menggali po- kok-pokok ajaran "bhagawad Gita" sebagai pega- ngan untuk dapat dipedomani dalam menelusuri sua- tu indikator. Apa yang tidak ada, tak akan pernah ada (dan) apa yang ada tak akan berhenti ada. Kesimpulannya, keduanya telah dapat dimengerti oleh para filosof Walaupun untuk sesaat jua, tidak seorang pun untuk tidak berbuat, karena setiap manusia dibuat tidak berdaya oleh hukum alam, yang memaksanya untuk bertindak. Ada tiga macam penyebab yang merangsang orang untuk berbuat yaitu, pengetahuan, tujuan pengetahuan (dan) orang yang mengetahui nya. Ketiga kelompok dasar perbuatan itu adalah penyebab dan pe- laku. Dengan demikian kurang mengena kiranya apabila ada yang berpen- dapat "orang Bali semakin kehilangan kebaliannya," karena dimensi hidup dan kehidupan melewati suatu periodisasi perkembangan. Ir. I Gede Nyoman Wiranatha Jl. Raya Sesetan Gg. Teratai 9 Denpasar Catatan Presiden Soeharto mengingatkan, dalam peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 jangan melupakan jasa masyarakat. Jangan seperti kata pepatah: hari panas lupa kacang akan kulitnya. Menurut Menteri Fuad Hassan, desentralisasi Sipenmaru bukan merupakan kebijaksanaan baru, melainkan sebagai pelaksanaan lebih lanjut dari Repelita IV. Biasa, satu sistem berubah ke sistem lain, menurut situasi dan kondisi. Akhir-akhir ini muncul isu ancaman bom kepada perusahaan penerbangan di kawasan Asia. Jangan-jangan isu bom muslihat dari dalang anti kemer- dekaan. Bang Podjok 4cm KA M P sepe cara pen tera yan kala Р. nyal istila dow nam nyal nyal kare runl duk mer muc ada mer dala Sud jika ini. nya men ngis alas lu a kan vitie tak mer dak I pad SISI mu keh ang sar Jika seb ada cak kan Jika lua: seg tun me ber ra pul seg la i pak nga dar nar I bun hal nya dan aru dap bar ma dar Pla Sek га-с nye put ulsi k sih unt P. ters sisa ber kar bel gur aka ma kea sa-s buh war F mar pem seg Bul arti kas atas ngi juk ling na sala ang sam itu bua per ngi nai Pe H yar ang san ber
