Tipe: Koran
Tanggal: 1989-01-05
Halaman: 05
Konten
UARI 198 an a itu mem- uasaan pe- an pemilu. demokrasi a kedua pu sing-masing d. berkete- hubungan 51 berdamaian eh PM Zul- PM Indira juan Simla n Simla ini tara India gaskan se- emua perti- secara da- awarah: mendapat jim Jende- tetapi kini sanaannya na momen- baru yang nasional. ghentikan nuklir Lian itulah, T SAARC pekan lalu s dan ke- masalah- nomi yang zati, tetapi dan kea- khusus di- -ersenjata. enghargai ngkat glo- rah perlu- ka semua nji untuk an persen- anya. ini stan, yang kan sudah untuk da- me- klir. Oleh V kol 5) rlepas "i yang meng- ali po- pega- ri sua- ) apa nnya, sof buat, yang erbuat tahui- n pe. rpen- nensi erangan 1. ng akan bukan sanaan situasi sahaan kemer- Fok KAMIS, 5 JANUARI 1989 PETANI dalam mengendalikan penyakit pada tanaman anggur seperti penyakit downy mildew (Embun Bulu) mempergunakan cara kimia yaitu menyemprot dengan fungisida. Sesungguhnya pengendalian penyakit secara kimia merupakan alternatif yang terakhir karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki. Tentunya masih ada cara lain yang tak kalah pentingnya. Mengendalikan Si Putih (Embun Bulu) pada Tanaman Anggur Beberapa Pertimbangan Aplikasi Pestisida -Tidak hanya Menyemprot dengan Fungisida Penyakit Embun Bulu atau pe- nyakit Embun Madu yang dalam istilah ilmiahnya disebut penyakit downy mildew dijumpai pada ta- naman anggur, dan merupakan pe- nyakit yang penting karena pe- nyakit ini menyebabkan kerugian, karena merusak daun-daun, menu- runkan kuantitas dan kualitas pro- duksi. Tanaman menjadi kerdil, menyerang dan merusak tanaman muda. Ketika cuaca baik dan tidak ada perlindungan, akan dapat menghancurkan 50-75% tanaman dalam satu musim. Sudah bisa ditaksir kerugian petani jika terkena penyakit Embun Bulu ini. Bagaimana mengendalikan- nya? Tentu sebagian besar akan menjawab semprot saja dengan fu- ngisida. Tindakan ini cukup ber- alasan karena penyakit Embun Bu- lu atau Embun Madu ini disebab- kan oleh Cendawan Plasmopara viticola. Bagaimana cara lain yang tak kalah pentingnya juga untuk mengurangi efek samping yang ti- dak kita kehendaki. Gejala penyakit Infeksi baru mula-mula tampak pada permukaan daun atau pada sisi daun yang terserang, di mana mula-mula terjadi bercak kuning kehijau-hijauan atau kuning ter- ang dan akhirnya terjadi noda ka- sar atau bercak yang tidak teratur. Jika cuaca lembab, di permukaan sebelah bawahnya akan dijumpai adanya serbuk abu-abu atau ber- cak putih bertepung yang merupa- kan massa spora. Jika bercak-bercak itu sudah me- luas biasanya daun-daun anggur segera menyering dan rontok. Jika tunas-tunas terserang akan segera mengering, sehingga tidak bisa bercabang. Infeksi pada buah sege- ra terjadi atau terlihat pada kum- pulan buah yang tetap kecil dan segera ditutupi cendawan P. vitico- la ini. Serangan cendawan ini tam- pak beberapa minggu setelah bu- nga keluar. Infeksi pertama ka- dang-kadang terjadi menjelang ta- naman anggur berbunga. Di samping gejala penyakit Em- bun Bulu ini kita ketahui, ada satu hal yang perlu kita ingat bahwa ter- nyata faktor iklim (kelembaban dan temperatur) mempunyai peng- aruh yang cukup besar, baik terha- dap pertumbuhan dan perkem- bangan tanaman anggur itu sendiri maupun terhadap pertumbuhan dan perkembangan cendawan Plasmopaca viticola. Sekarang marilah kita telusuri ca- ra-cara lain di samping me- nyemprot untuk mengendalikan si putih (Embun Bulu) ini. Jaga kebersihan kebun Kebun yang dalam keadaan ber- sih dapat mencegah kemungkinan untuk berkembangnya cendawan P. viticola, karena dalam keadaan tersebut (kebun bersih dari sisa- sisa tanaman mati) cendawan sulit bertahan yang mana disebabkan karena cendawan itu sementara belum menemukan tanaman ang- gur yang lain yang sehat biasanya akan menggunakan sisa tanaman mati untuk bertahan. Jadi dengan keadaan kebun yang bersih dari si- sa-sisa tanaman yang mati pertum- buhan dan perkembangan cenda- wan dapat ditekan. Pemangkasan Pemangkasan di samping me- mang harus dilakukan untuk ke- pentingan buah anggur, juga dari segi pengendalian penyakit Embun Bulu ini pemangkasan mempunyai arti yang sangat penting. Memang- kas sebagian cabang atau pucuk di atas tandan buah dapat mengura- ngi kelembaban udara di bawah ta- juk tanaman di dalam maupun di- lingkungan tanaman anggur, kare- na kelembaban adalah merupakan salah satu faktor penting berkemb- angnya penyakit Embun Bulu. Di samping itu karena yang dipangkas itu sebagian cabang di atas tandan buah, maka pesaing makanan bagi perkembangan buah juga dikura- ngi, sehingga kadar gula buah di- naikkan. Pemupukan NPK yang seimbang Kunci untuk memperoleh hasil yang memuaskan pada tanaman anggur adalah perawatannya. Di samping cara bercocok tanam yang benar seperti pengolahan dan Oleh Saptono Arya Yasa penggemburan tanah, pengaturan pengairan dan lainnya perlu diper- hatikan, salah satunya lagi adalah pemupukan NPK yang seimbang di dalam mengendalikan penyakit Embun Bulu. MITSUBISHI MOTORS Sebetulnya pangkas batang dan daun saja belum cukup, pemupu- kan juga harus dilakukan. Dalam hal ini adalah pemupukan yang seimbang, karena pemupu- kan yang seimbang akan dapat menjadikan tanaman lebih sehat sehingga dapat menambah kekuat- an dan ketahanan tanaman terha- dap penyakit Embun Bulu. Pe- mupukan pada tanaman anggur yang penulis kutipkan dari seorang ahli bahwa pupuk untuk tanaman anggur terdiri dari Urea, TSP, KCL dan pupuk kandang. Pe- mupukan dengan Urea dilakukan pada tanaman muda, yaitu sampai tanaman mencapai umur satu ta- hun. Caranya sebagai berikut: Umur 10 hari - 3 bulan setelah ta- nam adalah 10 gram per pohon de- ngan interval 10 hari. Umur 3-6 bulan setelah tanam adalah 15 gram per pohon dengan interval 15 hari. Umur 6 bulan - 1 tahun setelah ta- nam adalah 50 gram per pohon de- ngan interval 1 bulan. Seminggu sebelum dilakukan pemangkasan pertama, tanaman anggur selain dipupuk Urea juga TSP dan KCL. Dosis Urea adalah 100 gram per pohon, TSP 80 gram per pohon dan KCL 100 gram per pohon. Selanjutnya pupuk buatan ditingkatkan 50% setiap tahunnya, sampai tanaman berumur 4 tahun. Sehingga pemupukan tahun kedua dan seterusnya adalah sebagai ber- ikut; Tahun ke 2: Urea 150 gram, TSP 120 gram dan KCL 150 gram Tahun ke 3: Urea 200 gram, TSP 160 gram dan KCL 200 gram Tahun ke 4: Urea 250 gram, TSP 200 gram dan KCL 250 gram Untuk tanaman yang berumur lebih dari 4 tahun, pemupukan di- lakukan tiga kali setahun di sekitar bulan Januari, Mei dan Septem- ber. Dosis per tahunnya adalah 600 gram Urea, 300 gram TSP dan 375 gram KCL setiap pohon. Setiap ka- li pemangkasan, dilakukan pe- mupukan dua kali seminggu, sebe- lum dan sesudah pemangkasan. Karena dalam satu tahun, pemang- kasan dilakukan tiga kali, maka jumlah pupuk di atas adalah untuk 6 kali pemupukan. Pemberian pupuk kandang di- lakukan setahun sekali, sampai ta- naman berumur 4 tahun, jumlah- nya 30-40 kg per pohon. Umur 4 tahun ke atas, pupuk kandang ma- sih diberikan juga, tetapi 2 tahun sekali, dengan jumlah yang diting- katkan menjadi 180 kg per pohon. Dengan demikian tanaman masih mendapat tambahan hara, pada saat produksinya mulai menurun, yaitu pada umur 9 - 12 tahun. Pu- puk kandang ini diberikan sebelum pemangkasan. Biasanya pada akhir Juli. Cara pemberiannya de- ngan disebar di seluruh permukaan bidang olah, sedangkan pupuk buatan hanya disebar di batas bi- dang olah yang menyerupai parit kecil. Pemupukan biasa dilakukan sebelum penyiraman. Jadi setelah dipupuk, tanaman segera disiram menghindari hilangnya untuk pupuk. Perhatikan para-para Pembuatan para-para bertujuan merambatkan tanaman untuk anggur. Dengan memanfaatkan para-para dapat mengefisienkan cahaya ma- tahari karena tanaman merambat mendatar. Para-para ini mampu meningkatkan hasil buah sebesar 240% dibandingkan dengan cara lain. Kesalahan pembuatan para- para (dibuat terlalu rendah) akan dapat menyebabkan penyakit Em- bun Bulu karena pendeknya para- para dapat meningkatkan kelem- baban udara yang nantinya dapat mengundang cendawan P. viticola Untuk itu penulis harapkan agar para-para tidak terlalu rendah se- kitar 2-3 meter sehingga nantinya diharapkan dapat mengurangi ke- lembaban tanah dan juga sirkulasi udara yang masuk bisa lebih lan- car. Jadi dengan lebih tingginya pa- ra-para dapat meningkatkan ke- lembaban sehingga dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan cendawan disamping memperlan- car udara/angin untuk memudah- kan terlaksananya persarian. Bibit yang sehat Untuk petani yang baru akan memulai menanam anggur atau mengganti tanaman anggurnya yang sudah mati, perlu diperhati- kan agar menggunakan bibit yang betul-betul sehat tidak mengan- dung penyakit, baik itu penyakit Embun Bulu ataupun penyakit anggur lainnya. Pengamatan dini Pengamatan secara dini terha- dap gejala penyakit Embun Bulu yang menyerang tanaman anggur kita merupakan langkah yang cu- kup penting didalam mengendali- kannya. Hal ini disebabkan karena dengan pengamatan sedini mung- kin kita dapat mengetahui tingkat serangan dari penyakit tersebut de- ngan tujuan untuk menghindari meluasnya penyakit Embun Bulu sedini mungkin. Bila terlihat tanaman anggur sudah terserang maka bagian tanaman yang terserang dipotong atau di- musnahkan cara ini dikenal dengan istilah "sanitasi," sehingga diha- rapkan sumber infeksi dapat di- musnahkan. Di samping peng- amatan dini terhadap tanaman anggur sendiri juga diharapkan da- pat mengamati situasi cuaca saat itu, apabila musim hujan untuk mengurangi atau menghalangi se- rangan cendawan dapat diambil tindakan memberikan "naungan plastik." Nah, bagaimana dengan cara pe- nyemprotan yang menggunakan fungisida tersebut? Cara ini yang dikenal dengan cara kimia dapat dilakukan setelah semua cara di atas ditempuh. Dalam penggunaan cara kimia ini penulis mengharap- kan digunakan dengan tepat cara, tepat waktu, tepat dosis atau kon- sentrasi dan tepat jenis. Dalam hal cara perlu diperhatikan agar tidak menyemprot dengan arah yang berlawanan dengan datangnya angin, dan menggunakan penutup tubuh seperti masker dan tidak ma- Masalah- (Sambungan Hal IV) dikatakan siapa yang ada lebih da- hulu. Penentuan guna lahan mela- hirkan transpor, tetapi sebaliknya, pembangunan jalur transpor (apa- lagi jalur jalan darat dengan mu- dah dapat mengubah tata guna lah- an yang ada. Jadi pola pergerakan yg terjadi di dalam kota Denpasar sebenar- nya merupakan akibat dari fungsi dan distribusi fungsi-fungsi peng- gunaan tanah. Sehingga dengan di- bangunnya pertokoan, kantor ser- ta sekolah, seperti yang terjadi pa- da kawasan jalan Diponegoro, jal- an Hasanudin, jalan Thamrin dan yang lainnya telah menyebabkan meningkatnya lalu lintas. Di lain pihak, keadaan ter- sebut tidak diimbangi dengan pe- nyediaan prasarana transportasi yang memadai sehingga akhirnya menyebabkan timbulnya persoal- an lalu lintas di kawasan tersebut berupa kemacetan lalu lintas. Faktor yang mempunyai peran- an penting di dalam pertumbuhan kota Denpasar selain prasarana dan sarana transportasi, juga yang terutama sekali adalah kemampu- an para pengelola kota, sehingga pembenahannya tidak hanya bisa dilakukan dari segi teknologi tapi juga harus dari segi pembinaan ter- hadap kemampuan para pengelola kota. Perencanaan sistem transportasi Sistem transportasi muncul se- bagai jawaban atas kebutuhan orang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sebagian besar perpindahan itu bersifat ru- tin dan tertentu rutenya. Masalah transportasi kemudian muncul aki- bat terkumpulnya sejumlah tujuan yang berbeda-beda; Ada sejumlah keinginan yang terjadi pada saat yang sama, kare- na keterikatan waktu, misalnya kerja, sekolah dan lain-lain. Ada sejumlah keinginan yang terjadi dari dan atau ke tempat yang sama, karena ikatan kebutuh- an, misalnya, pasar, kantor dan lain-lain. Masalah trasnportasi yang ke- kan ataupun merokok selama me- nyemprot. Mengenai waktu pe- nyemprotan dapat dilakukan per- tama, sebelum berbunga, pe- nyemprotan kedua dilakukan sete- lah atau saat tepat berbunga, dan penyemprotan ketiga dilakukan 7- 10 hari setelah penyemprotan kedua. Untuk dosis yang tepat dapat terli- hat langsung pada label. Jenis jenis Fungsida yang bisa digunakan se- perti Cupravit Ob 21, Delsene MX 200, Velinek 80 WP, Dithane M- 45. Antracol, ferba, dan Captan. Menurut hemat penulis mengen- dalikan penyakit Embun Bulu yang disebabkan oleh cendawan P. viticola adalah menciptakan kondi- si lingkungan yang tidak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan cendawan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan cendawan da- pat ditekan. Memang tidak mudah mengen- dalikan penyakit Embun Bulu atau Embun Madu atau downy mildew yang disebabkan oleh cendawan Plasmopara viticola, Namun de- ngan mengetahui cara pengenda- liannya semoga kita dapat mengen- dalikannya. Apalagi dilakukan de- ngan berkelompok! mudian muncul ternyata bukanlah masalah yang sederhana, masalah transportasi ternyata bukan hanya masalah pengerasan jalan, pele- baran jalan, ukuran trotoar dan se- bagainya, tetapi menyangkut ba- nyak hal, yang satu dan lainnya sa- ling berkaitan. Pembuatan jalan ti- dak bisa semata-mata ditujukan pada pemenuhan akan kebutuhan panjang jalan yang diakibatkan oleh bertambahnya jumlah ken- daraan, karena dengan jalan pikir- an seperti ini, sudah dapat diduga bahwa usaha menyelesaikan masa- lah transportasi akan mengalami kegagalan, bahkan akan menim- bulkan masalah-masalah baru da- lam berbagai sektor. Memang masalah transportasi kota Denpasar tidaklah separah kota Jakarta misalnya, namun kita seharusnya tidak menjadi lengah, hanya karena masalah yang diha- dapi belum separah kota Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Jus- tru kita belum terlambat, masalah transportasi ini harus dibenahi se- lekasnya agar tidak menjadi per- soalan serius di masa datang. Beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan menyangkut sis- tem transportasi di kota Denpasar saat ini adalah; Pengaturan Jalan Satu Arah Sebagian jalan-jalan yang ada di kota Denpasar adalah jalan satu arah. Ditinjau dari segi arus lalu lintas, maka dengan sistem satu arah, kapasitas dari jalan akan naik, hambatan akan berkurang dan arusnya lebih baik. Akan teta- pi di kota Denpasar tidaklah de- mikian kenyataannya. Hal ini dise- babkan karena pengaturannya ti- dak didukung oleh pengaturan lainnya seperti misalnya pemarkir- an, tata guna lahan dan sebagai- nya. Kalau pengaturan satu arah memang dimaksudkan untuk me- naikkan kapasitas jalan, mengura- ngi hambatan serta memperlancar arus lalu lintas, maka maksud ter- sebut sudah gagal. Di samping ke- gagalan tersebut, maka dengan pengaturan satu arah, jarak yang ditempuh sebenarnya menjadi le- bih panjang, perjalanan yang lebih panjang menambah beban bagi persimpangan dan bagi pendatang baru yang berkunjung ke sini akan mengalami kesulitan untuk menca- pai suatu tujuan dan di samping itu juga, dengan adanya jalan satu arah, pengaturan rute kendaraan umum menjadi sangat sulit dan pe- numpangnya harus jalan lebih jauh untuk mencapai tempat pember- hentian yang tepat sehingga ong- kos angkutan umum menjadi ma- hal serta mendorong orang untuk lebih banyak memilih mengguna- kan kendaraan pribadi yang pada akhirnya membebani lalu lintas. Bali Post Jalur Pejalan Kaki Pengutamaan keselamatan dan pergerakan pejalan kaki tidak ka- lah pentingnya daripada lalu lintas lain. Banyak kecelakaan lalu lintas yang menimpa pejalan kaki, kare- na itu sangat penting untuk mem- buat penyelamatan misalnya tem- pat penyeberangan dan jalur pejal- an kaki. Apalagi biasanya para wi- satawan yang berkunjung ke Bali yg tertinggal di Denpasar banyak yang jalan kaki untuk menikmati daerah yang baru dikenalnya. Oleh karena itu, daerah-daerah yang ba- RUPANYA masalah hama tidak berhenti setelah ditemukannya in- sektisida sintetik yaitu DDT sete- lah Perang Dunia II. Hingga seka- rang banyak tercatat ledakan hama yang mengganggu pertanaman ki- ta. Ledakan hama ganjur di Jawa dalam tahun 1968-1969 setelah pe- nyemprotan hama penggerek ba- tang padi yang merupakan hama utama pada saat itu disebabkan oleh penyemprotan Dimecron EC dari udara. Meluasnya serangan ganjur itu di- duga karena musuh-musuh alam- nya ikut terbunuh oleh pestisida tersebut. Penelitian Dandi Sukar- na tahun 1979 menunjukkan bah- wa penyemprotan Surecide 25 EC, Decis 2.5 EC, dan Agrothion 50 EC dapat menimbulkan resurjensi hama wereng coklat. Faktor-faktor yang dianggap penyebab resurjensi adalah a. butir-butir semprotan ti- dak mengenai wereng coklat yang berkumpul dan makan pada pang- kal batang padi, b. kurangnya pengaruh residu terhadap nimfa yang menetas setelah penyemprot- an, c. terbunuhnya musuh-musuh alam hama, d. adanya pengaruh fi- siologi pestisida terhadap kesubur- an hama. Dari contoh di atas terlihat bah- wa aplikasi pestisida dapat menim- nyak pejalan kaki sepantasnya me- miliki fasilitas-fasilitas tersebut se- hingga pejalan kaki tidak teran- cam keselamatannya pada waktu berjalan kaki dan pada waktu me- nyeberang. Marka Lalu Lintas Marka lalu lintas atau tanda- tanda lalu lintas ternyata banyak yang tidak ada. Seperti misalnya tanda-tanda lalu lintas yang digam- barkan pada permukaan jalan sa- ngat berguna untuk mengatur lalu lintas, karena arus yang teratur akan mengakibatkan lebih sedikit kecelakaan. Angkutan umum Salah satu dari pengelolaan lalu lintas adalah memperbaiki operasi angkutan umum karena: sistem angkutan umum yang baik akan memberikan ketepatan, kenyamanan dan kepastian kepada para pemakainya. - dengan adanya angkutan umum yang baik, maka jumlah kendaraan yang berada di jalan bi- sa dikurangi, sehingga keruwetan lalu lintas dapat dikurangi, - peningkatan pemakaian ken- daraan angkutan umum akan membantu mengurangi tingkat pertumbuhan permintaan parkir kendaraan. Semua angkutan umum perkota- an di Denpasar saat ini dimiliki oleh swasta/masyarakat yang terdi- ri atas kendaraan roda empat dan roda tiga di samping angkutan tra- disional berupa dokar. Jaringan pelayanan angkutan umum yang ada di Denpasar saat ini ternyata masih diliputi berbagai persoalan, sehingga dapat dikata- kan tidak efisien dan efektif, atau tidak optimal sesuai dengan per- (Bersambung ke Hal IX, kol 1) Angin (Sambungan Hal IV) karena itu sangat menggembirakan sekali, bahwa di Islamabad pekan yang lalu itu kedua negara ini telah berjanji tidak akan saling me- nyerang nuklir. Dapat dipahami, bahwa persetujuan nuklir India- Pakistan ini merupakan suatu ter- obosan besar. Sinyalemen Prof. Raju G.C Thomas dari MIT yang saya kutip itu tentang adanya suatu mutual nuclear brinkmanship di kawasan Asia-Selatan India- antara Pakistan, dengan ini kiranya dapat dihilangkan tapak-demi-setapak. Tinggal sekarang masalah daya nuklirnya RRC. Namun masalah ini pun, dalam hubungannya de- ngan India dan Pakistan, mudah- mudahan dapat dikendalikan. Demikianlah pengaruh momen- tum detente global, yang dapat pula menghembuskan angin segar di kontinental Asia, khususnya antara RRC, India dan Pakistan, dan yang tentunya akan mempunyai peng- aruh luas ke situasi regional lain- nya. Sebab baik Amerika Serikat dan Uni-Soviet tentu akan me- nyambut baik perkembangan baru di kontinental Asia ini. Kiranya perlu kepemimpinan Negara dan masyarakat kita mengamat-amati dengan cermat perkembangan baru itu, agar posisi Indonesia dapat di- tempatkannya sesuai dengan ke- pentingan nasional kita masa kini dan masa mendatang. COLT DIESEL 6 ban bulkan pengaruh yang tidak kita harapkan terhadap hama. Hama sebagai komponen ekosistem per- tanian menjadi terganggu akibat pestisida. Aplikasi pestisida me- rupakan salah satu komponen pengendalian hama secara terpadu yang digunakan bila-mana perlu dan merupakan perlakuan terakhir dari semua cara. MITSUBISHI Namun pengendalian hama secara kimia banyak kekurangannya an- tara lain a. dapat menimbulkan ha- ma-hama yang resisten; ada sekitar 300 spesies serangga yang resisten terhadap insektisida (Sosromarso- no, 1981), b. apabila kita meng- Oleh I Ketut Suada gunakan insektisida maka pada waktu yang akan datang, populasi yang dulunya ditekan dengan in- sektisida akan kembali dalam jum- lah yang banyak, c. masalah residu yang merupakan pencemar ling- kungan, kalau residu itu sifatnya resisten maka bahaya yang timbul akan luas, d. keracunan, yaitu ma- salah yang langsung dihadapi oleh pekerja-pekerja di lapang atau orang-orang di sekitar daerah pe- nyemprotan maupun organisme lain nonsasaran. Lalu apakah kita harus berhenti memakai pestisida? Jawabannya adalah tidak. Pestisida sudah me- rupakan kebutuhan bidang per- tanian, bahkan kalau tidak mema- kainya maka produksi akan rendah sekali. Manusia sebagai makhluk berakal akan berusaha mencari jal- an keluarnya yang aman. Idealnya teknologi pertanian maju tidak menggunakan pestisida tetapi sampai kini belum ada tek- nologi demikian. Pestisida masih diperlukan dan malahan penggu- naannya semakin meningkat. Di Indonesia dalam program intensifi- kasi (Bimas, Inmas dan Insus) pes- tisida menunjukkan suatu mixed blessing yaitu sarana yang dapat membantu mengatasi masalah- masalah hama padi (Oka dan Su- kardi, 1982). Keunggulan pengendalian secara kimia adalah hasilnya cepat keli- hatan, sewaktu-waktu bisa diguna- kan dan pemakaiannya cepat. Pa- da masa yang serba cepat dalam teknologi yang maju ini ada kecen- derungan kita memilih segala cara dan sarana yang berpengaruh de- ngan cepat, yaitu memilih aplikasi pestisida dalam penanggulangan hama tanaman. Resiko yang tim- bul tidak diperhatikan dengan baik. Tidak mengindahkan per- aturan-peraturan yang disarankan bagi keamanan lingkungan. Untuk setiap aplikasi pestisida ada akibat sampingannya, Jenis dan luasnya akibat sampingan tersebut tergan- tung dari jenis pestisida, frekuensi aplikasi, waktu dan metode aplika- si serta jenis formulasinya. Untuk pertimbangan keamanan dan efektifitas maka aplikasi pesti- sida memerlukan berbagai pertim- bangan, antara lain: 16 Ambang ekonomi serangga hama Serangga diciptakan Tuhan bu- kan untuk memusuhi manusia, na- mun karena ulah kitalah serangga itu meningkat populasinya menja- di hama tanaman akibat adanya gangguan faktor-faktor yang men- jadi keseimbangan populasinya di bawah ambang ekonomi. Jadi ada populasi serangga yang merugikan secara ekonomi. 16 Tahun bersama Mitsubishi, 16 Tahun mengabdi untuk kepuasan anda. Sekarang hingga kapanpun kami tetap bersama anda. Untuk memenuhi keinginan anda, kami tawarkan pemilikan kendaraan Mitsubhisi dengan cara yang mudah. Uang muka 20% dengan kredit berbunga ringan. Selain itu, layanan purna jual yang memberikan rasa aman ber-Mitsubhisi. Bergegaslah ke showroom/ work shop kami, kedatangan anda kami nantikan. KENDARAAN MITSUBISHI Pada saat keadaan tersebut terca- pai barulah dilakukan pengendali- an kimia karena dalam waktu sing- kat populasi akan meningkat de- ngan cepat. Jadi nilai ambang eko- nomi adalah semacam lampu ku- ning traficlight di persimpangan jalan dimana kita harus siap-siap melakukan pengendalian langsung dan khusus. Hal itu menunjukkan bahwa walaupun di suatu areal per- tanaman dijumpai serangga yang di daerah lain diketahui sebagai ha- ma maka kita jangan tergesa-gesa melakukan suatu pengendalian ki- mia namun kita harus menunggu perkembangan selanjutnya. Seca- ra otomatis penyemprotan pestisi- da dengan sistem kalender tidak sesuai dengan pengendalian se- rangga hama secara sehat dan eko- nomis. Sehubungan dengan hal di atas ma- ka timbul keharusan untuk me- nentukan nilai ambang serangga hama tanaman. Untuk keperluan tersebut maka pengamatan per- kembangan hama di lapang secara terus menerus sangat diperlukan. Disinilah peranan para pengamat hama yang bertugas di lapang un- MITSUBISHI tuk memberikan informasi tentang perkembangan hama sebagai pe- doman pengendalian hama. COLT S Pemilihan pestisida yang tepat Dewasa ini, banyak sekali for- mulasi pestisida yang telah terdaf- tar dan diizinkan untuk digunakan di Indonesia. Ada yang memper- oleh izin tetap, izin sementara maupun izin penggunaan terbatas. (restricted used). Pestisida dengan izin penggunaan terbatas hanya boleh digunakan oleh pemakai ter- tentu saja yang memenuhi persya- ratan khusus dengan izin Menteri Pertanian atau Ketua Komisi Pesti- sida. Tiap jenis pestisida memiliki spektrum tertentu dari sangat luas sampai sangat sempit dengan ben- tuk formulasi yang berbeda-beda. Jadi pemilihan pestisida harus se- suai dengan sifat-sifat hama sasar- an serta pertimbangan keamanan lingkungan. Secara idial kita harus memilih pestisida dengan sifat-sifat :a. harus kompatibel dengan kom- ponen pengendalian lain yaitu komponen pengendalian hayati, b. efisien untuk mengendalikan jenis (kelompok) hama tertentu yang merupakan sasaran, c. meninggal- kan residu dalam waktu yang di- perlukan saja, d. tidak persisten, tetapi harus biodegradable. Kita harus berusaha menggunakan pestisida yang selektif terhadap sa- tu jenis hama saja, tetapi ini belum ada, karena sulit membuatnya. Na- mun diusahakan pestisida yang efektif terhadap golongan hama tertentu saja misalnya golongan hama tungau, hama lepidoptera, hama aphid, wereng dan seba- gainya. Frekuensi aplikasi Penggunaan pestisida di Indone- sia selama Bimas dan Inmas tahun 1980 saja adalah 1 kg perhektar (Oka dan Sukardi, 1982). Ada se- mentara orang beranggapan bah- wa tingkat pemakaian tersebut ma- sih sangat rendah terutama bagi Cre MILIK MONUMEN PERS NASIONAL CURAKARTA para penganut aliran pemberantas- an preventif yang menganggap aplikasi pestisida semacam "jamin- an" keberhasilan produksi. Peng- anut aliran ini mengaplikasikan pestisida dengan jadwal waktu ter- tentu dengan tidak memperhitung- kan ada tidaknya hama. Dalam satu musim tanam aplikasi pestisida adalah 3 5 kali malah kadang-kadang lebih. Jika hal ini diikuti maka dampak sampingan yang tidak diinginkan akan sema- kin terasa. Aplikasi satu jenis pes- tisida dengan frekuensi tinggi akan mempercepat hama tersebut men- jadi resisten karena tekanan selek- si pestisida itu sangat tinggi. Te- kanan seleksi yang tinggi akan membunuh sebagian besar indivi- du populasi hama, namun ada indi- vidu yang tidak mati karena memi- liki gen yang resisten. Selanjutnya individu resisten akan berkembang dengan cepat karena tidak terbu- nuh oleh pestisida tersebut. Gejala seperti itu disebut resurjensi. Di- izinkannya beredar beberapa for- mulasi pestisida dengan dua bahan aktif berlainan akan memperluas spektrum daya bunuhnya yaitu efektif terhadap dua jenis hama yang berbeda. Bila frekuensi aplikasinya tinggi (berarti tekanan seleksinya tinggi) maka dikhawatirkan timbul resis- tensi silang (cross resistance) yaitu resisten terhadap ke dua bahan ak- tif tersebut sehingga pestisida lain dengan bahan aktif yang sama ti- dak efektif lagi terhadap hama dan akibatnya akan lebih menyulitkan keadaan. LE. MORDANT MITSUBISHI COLT Solar PICK UP & CHASSIS Dosis pestisida Dosis pestisida yang dipakai ti- dak boleh terlalu tinggi maupun le- bih rendah dari anjuran. Dosis yang tinggi cenderung menghilang- kan keselektifan pestisida terse- but. Dalam konsep pengendalian hama terpadu, dosis yang dipakai cukup untuk menurunkan populasi di bawah ambang ekonomi, jadi ti- TERBARU EDITOR MENHANKAM JENDERAL (PURN.) L.B. MOERDANI TER- PILIH MENJADI TOKOH 1988 OLEH MAJALAH EDITOR. MENGAPA BENNY MOERDA- NI? APA SAJA YANG SUDAH IA LAKUKAN SELAMA INI? IKUTI WAWANCARA KHU- SUS TOKOH 1988 INI DE- NGAN EDITOR. "SAYA TIDAK MENENTANG GOLKAR," UJARNYA. DILENGKAPI DENGAN KI- SAH DARI BEKAS TEMAN- TEMANNYA SEMASA GERI- LYA, KAWAN-KAWAN MILI- TERNYA SERTA ANALISA BE- BERAPA AKADEMISI. PERISKOP 1989 E FALAR BUKU BARU PAK HARTO L.B.MOERDANI TOKOH 1988 RIWAYAT POLITIK SOEHARTO Pak Harto menjawab soal-soal dan latar belakang sejumlah keputusan. Pak Harto suka berdukun bila akan mengambil. keputusan? Juga penjelasan tentang isu- isu seperti Tapos, Petisi 50, Peristiwa Tanjungpriok, Peledakan Candi Borobu- dur. Monopoli cengkeh oleh Probosutedjo dan Liem Sioe Liong, kritik Taman Mini. penggunaan dana yang disalurkan melalui yayasan, dan lain-lain. Sajian lengkap ini kami kutip dari Buku Otobiografi Pak Harto yang segera beredar. Dan betulkah Pak Harto tidak bersedia dipilih kembali menjadi Presiden untuk periode menda- tang? TOKOH 1988 FE TA HALAMAN V dak ditujukan untuk membunuh hama 100 persen. Aplikasi pestisi- da dengan dosis yang lebih tinggi dari anjuran selain tidak ekonomis juga akan membunuh musuh- musuh alam hama disamping men- cemarkan lingkungan. Aplikasi pestisida dosis rendah akan me- nimbulkan kekebalan pada serang- ga hama. Menurut beberapa pene- litian perlakuan dosis pestisida yang lebih rendah dari anjuran (dosis subletal) akan meningkat- kan keperibadian serangga hama tertentu. Jadi aplikasi pestisida de- ngan dosis yang tidak sesuai de- ngan rekomendasi yang ada akan menimbulkan resistensi hama, re- surjensi, ledakan hama sekunder maupun pencemaran lingkungan. Selain pertimbangan tersebut di atas, demi keamanan lingkungan maka perlu adanya pengawasan yang ketat dari semua pihak yang terlibat. Pemerintah hendaknya membuat aturan-aturan perizinan peredaran pestisida secara lebih ketat. Melalui Komisi Pestisida, pemerintah menyeleksi dan mene- liti kembali pestisida yang ingin di- edarkan. Jadi tidak percaya begitu saja terhadap sifat-sifat pestisida yang diusulkan perusahan pem- buat untuk diberi izin beredar. Pengetahuan petani terhadap aki- bat-akibat yang merugikan dari penggunaan pestisida yang tak se- suai dengan aturan sangat terbatas. Sebagian besar petani tidak me- nyadari terjadinya ledakan hama di daerah tertentu adalah akibat perubahan keseimbangan alam yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan pestisida yang ti- dak sesuai anjuran (dosis terlalu tinggi atau terlalu rendah, frekuen- si aplikasi tinggi, penyemprotan terjadwal dan sebagainya). Me- nyadari keadaan tersebut maka pa- ra penyuluh pertanian sebaiknya menanamkan pengetahuan dan menyadarkan petani akan akibat sampingan aplikasi pestisida yang menyalahi anjuran sehingga akan timbullah pertimbangan- pertimbangan yang bijaksana se- belum mengaplikasikan pestisida pada pertanamannya. PERISKOP 1989 Bagaimana peluang anda tahun '89? Peris- kop memproyeksikan perkembangan po- litik, ekonomi, bisnis tahun 89 dan keterkaitannya baik di dalam maupun di luar negeri. Dan sejumlah pendapat para ahli. tasi EKONOMI & BISNIS Penjelasan Dirjen Perhubungan Laut J.E. Habibie tentang Paknov 21 dicabut kem- bali. Ada apa? Sebenarnya mana yang diuntungkan, perusahaan pelayaran atau konsumen? Ikuti berita menarik ini di EDITOR minggu ini. MITSUBISHI AMANKAH DAGING YANG ANDA MAKAN? Dampak lain doping ternak. Masyarakat Ekonomi Eropa melarang impor hewan dari Amerika Serikat, karena hormon penggemuk yang digunakannya. Konon bisa menimbulkan berbagai penyakit yang menurun. Bagaimana daging yang beredar di Indonesia? Rubrik Kesehatan EDITOR menyajikan pendapat beberapa pakar di bidang ini. PUBIO NO. 19 THN. II 7 JANUARI 1989 HARGA Rp 2.000 • Chassis super kokoh & kuat • Bumper super besar . Lampu halogen super terang SUPE SUPER LAMPU HALOGEN HUBUNGI DEALER RESMI MITSUBISHI UNTUK BALI DAN NTB: C.V. Guna wijaya Jl. Imam Bonjol 92 Denpasar Tlp. 2287425254 - 26950 4cm Perintis Pemimp Wkl. Pes Sekretan Redaksi Kantor F Telpon Alamat Telex Perwaki Jakarta Surabay NTB Dua Mat Bogota Sekel menculi akan di pertuka obat biu hukuma AS, po Polisi dari per lis itu a hard Gr adakan Rabu. maatnya kilomet - tiba-tiba senjata obat biu Saksi lompok kirakan culik ke (Bers INDUST Ekuin, F Dalam kan idus Diker Ind Jakarta Pemen kan indu sil perta dan pete lam upay bah proc memper sa. "Prog (Rural- kan upa sebagai a duk desa an perta Radius di Cenda Radiu Menteri Menteri Menmuc Baharsya den Soeh sebut. la me yang di adalah ya serta ya dalam no Untuk kerja, m tanian ya madukan program perindus tanian kerja ter 21 Janua Pada lakukan Bru London "Akan dan inila. Bruno p tannya k bertarung mahkota berat. Petinju hal terseb bu sebelu York. D menuju nix, Ariz kan diri menentul Vegas. Bruno ditimbulk pertarung merupaka "Tetapi se Bruno son telah bertemu untuk me tarungan nya kepa tidak ber drama ha dupan pri dalam pre "Sulit r mat terha muda dar hal-hal ya Bruno. Bruno Phoenix pertarung
