Tipe: Koran
Tanggal: 1989-08-21
Halaman: 04
Konten
2cm HALAMAN IV PEMERINTAH daerah dan masyarakat Kabupaten Tabanan patut bersyukur dan berbangga dengan ditetapkannya kabupaten ini sebagai salah satu kabupaten penerima Parasamya Purna Karya Nugraha pada tahun ini. Penghargaan tersebut merupakan lambang supremasi prestasi yang luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan pembangunan pada Pelita IV. Mereka patut bersyukur dan berbangga karena jerih payah dan kerja kerasnya selama lima tahun terakhir ini membuahkan hasil dan menda- pat penghargaan yang sangat terhormat. Pada hakikatnya keberhasilan itu merupakan refleksi kerja keras, bukan hanya kerja keras aparat dan aparatur pemerintah daerah tetapi juga kerja keras seluruh lapisan ma-- syarakat Kabupaten Tabanan. Keberhasilan tersebut adalah hikmah dari penggalangan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, baik secara vertikal maupun secara horizontal selama kurun waktu Pelita IV. Oleh karenanya keberhasilan itu juga tidak lepas dari peran dan andil aparat Pemerintah Daerah Propinsi dan aparat Pemerintah Pusat. Secara khusus patut pula dicatat peranan suatu kepemimpinan yang selama Pelita IV daerah ini di bawah kepemimpinan Bupati Sugianto. Tidak berlebihan jika dikatakan di sini dialah orangnya yang juga paling menyukuri atas keberhasilan Kabupaten Tabanan menerima Parasamya Purna Karya Nugraha pada tahun ini. Kita belum memperoleh data terinci mengenai indikator keberhasilan ini. Namun sudah dapat diperkirakan indikatornya tidak jauh dari keber- Chasilan daerah kabupaten ini dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan per kapita, dan juga keberhasilannya melaksanakan dan menjabarkan Trilogi Pemba- ngunan serta Delapan Sukses. Itu berarti keberhasilan itu bukan hanya tampak di bidang ekonomi tetapi juga di sektor-sektor nonekonomi, bu- kan hanya dalam hal meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menun- jang pengendalian stabilitas nasional, tetapi juga dalam hal pemerataan pembangunan termasuk pemerataan dalam menikmati hasil pemba- ngunan. 2 Pemberian penghargaan tersebut menurut hemat kita memang tidak terlalu jauh dari kenyataan yang selama ini dapat kita amati. Sejumlah sektor pembangunan di daerah ini dinilai berhasil mengesankan sehing- ga sejumlah hadiah dan penghargaan diterimanya selama Pelita IV. Tidak berlebihan jika kemudian ada yang mengatakan kabupaten ini adalah "kabupaten gudang juara." TAJUK RENCANA Tabanan tidak Lepas dari Tantangan dan Problema Sektor-sektor atau desa-desa serta kelompok-kelompok masyarakat yang berhasil sangat mengesankan itu bukan hanya terpusat di suatu daerah kecamatan tertentu. Kenyataan ini dapat disebutkan pula sebagai salah satu indikator keberhasilan itu khususnya dalam hal pemerataan pembangunan. Jika dalam kurun waktu sebelumnya Kecamatan Pene- Pertama-tama perkenankan saya menyampaikan Salam Se- jahtera kepada Saudara saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air semuanya, baik yang mem- peroleh kesempatan untuk ha- dir dalam Sidang Dewan Perwa- kilan Rakyat yang semarak ini maupun yang mengikuti persi dangan ini dengan penuh perha- tian melalui siaran radio dan te- levisi, Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan selalu menda- tangkan keharuan yang sangat dalam bagi setiap bangsa yang pernah dijajah, apalagi yang terjajah selama ratusan tahun dalam puluhan generasi. Rasa haru yang sangat dalam itu le- bih-lebih terasa bagi bangsa kita, yang merebut kemerde- kaan ini melalui perjuangan yang sangat panjang dan de- ngan memberi segala bentuk pengorbanan yang dapat di- bayangkan oleh manusia. Per- juangan kemerdekaan kita itu merupakan bagian dari sejarah besar umat manusia untuk membebaskan diri dari semua bentuk penindasan di muka bumi ini, karena penindasan itu berlawanan dengan martabat manusia. Setiap kali kita memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan, seperti yang besok pagi akan kita lakukan, rasa haru kita di- sertai dengan kebanggaan yang sangat besar. Kita adalah bang- sa pejuang, yang merebut dan menegakkan, serta memper- tahankan kemerdekaan nasio- nal dengan kekuatan sendiri. Pengorbanan yang diberikan dengan ikhlas oleh pendahulu pendahulu kita tidak terbilang besarnya. Sejarah telah menun- jukkan tempat-tempat pembua- ngan yang mengerikan, pen- jara-penjara yang mendirikan bulu roma, kisah-kisah kepahla- Karena itu, setiap kali kita berada di hari-hari peringatan Kemerdekaan Nasional, kita sampaikan rasa terima kasih yang tidak terhingga dan rasa hormat yang tidak terbatas ke- pada semua pejuang, penda- hulu-pendahulu kita, yang telah menghadap kembali kepada Tu- han Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Kuasa. Apabila hari-hari ini, kita mengadakan perbandingan de- ngan peristiwa yang kita alami di masa lampau, dan juga meng- adakan perbandingan dengan peristiwa-peristiwa bergolak yang sedang dialami oleh bang- sa-bangsa lain, maka rasa syu- kur yang sedalam-dalamnya kita panjatkan ke hadirat Tu- han Yang Maha Esa, karena kita diberi-Nya nikmat suasana ten-, teram dan aman serta kegembi- raan di seluruh Tanah Air yang indah ini. Bersamaan dengan rasa syukur itu, bangkit kesada- ran kita semua untuk meman- faatkan suasana tenteram dan aman serta penuh kegembiraan tadi untuk meneguhkan kem- bali tekad nasional dan disiplin nasional guna membawa masya- rakat, bangsa, dan negara kita untuk mencapai kemajuan yang lebih besar menuju terwujud- nya cita-cita nasional, cita-cita kemerdekaan kita. Lampu Mati Sehubungan dengan berita yang dimuat pada Harian Bali Post edisi 10 Juli 1989 dengan judul "Lagi-lagi Lampu Gardu Mati" dengan ini dapat kami jelaskan sebagai berikut: 1. Perbaikan lampu gardu yang mati tersebut telah dilakukan oleh petugas PLN tanggal 14 Juli 1989. 2. Perlu kami jelaskan, tujuan utama dari adanya lampu gardu tersebut adalah untuk keperluan petugas PLN apabila mengadakan kegiatan di malam hari. Jadi pada dasarnya lampu penerangan yang ada di gardu tersebut adalah un- tuk keperluan PLN sendiri dan tidak semata-mata untuk Pener- angan Jalan Umum. Saudara Ketua yang saya hormati; Telah lebih dari dua dasawar. sa kita mengembangkan berba- Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan fotokopi identitas Pidato Kenegaraan Presiden Soeharto 16 Agustus 1989: Hal-hal Besar tidak Pernah Tercapai dalam Satu Generasi (1) Saudara Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwaki- lan Rakyat yang saya hormati: Saudara-saudara se-Bangsa dan se- Tanah Air: wanan yang mendebarkan jan- tung, dan riwayat penderitaan bangsa yang panjang. Di sean- tero Tanah Air, kita saksikan makam-makam pahlawan tem- pat pembaringan abadi ku- suma-kusuma bangsa di kota- kota besar, di kota-kota kecil, di desa-desa, di lembah-lembah ngarai, di lereng-lereng gunung, dan di dasar-dasar laut. Di an- tara kita yang hidup sekarang ada yang menderita cacat tubuh demi tegaknya Kemerdekaan Nasional, ada janda-janda pe- juang kemerdekaan yang de- ngan penuh ketabahan dan keikhlasan menghadapi perjua- ngan hidup. gai tradisi baru di bidang politik dan kenegaraan, yang besar manfaatnya bagi perkemba- ngan dan pertumbuhan bangsa kita selanjutnya. Salah satu dari tradisi itu ialah, paling se- dikit dua kali dalam setahun. Presiden Republik ini menda- pat kesempatan untuk bertatap muka dan berbicara langsung dengan segenap Anggota De- wan Perwakilan Rakyat yang terhormat. Kesempatan yang pertama adalah ketika me- nyampaikan Rancangan Angga- ran Pendapatan dan Belanja Negara kepada Dewan. Kesem- patan yang kedua adalah seper- ti yang terjadi hari ini, ialah me- nyampaikan Pidato Kenega- raan menjelang peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan yang akan berlangsung pada hari berikutnya. Pada kesempatan menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Be- lanja Negara, Presiden menge- mukakan program nasional yang rinci untuk tahun angga- ran yang bersangkutan. Pada kesempatan menyampaikan Pi- dato Kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Proklamasi, Presiden mengajak bangsa In- donesia untuk mengadakan re- nungan tahunan yang bersifat nasional mengenai masa lam- pau, masa sekarang, dan masa depan dalam perjalanan per- tumbuhan dan perkemba- ngan bangsa kita. Pada hari- hari peringatan Proklamasi Ke- merdekaan itulah kita sebagai bangsa mengadakan dialog de- ngan sejarahnya sendiri. Setiap kali kita mengadakan renungan dan berdialog dengan sejarah itu, maka secara segar kita akan melihat kembali dari mana kita datang, di mana kita berada sekarang dan ke mana kita hendak melanjutkan perja- lanan sejarah ini. Dengan demikian, setiap ta- hun, kita selalu mengingatkan diri kita bahwa dalam perjua- ngan nasional kita terdapat ke- sinambungan. Agar kesinambu- ngan ini bergerak dinamis se- suai dengan kemajuan dan ke- butuhan zaman, maka kesada- Pelaksanaan Kompetisi Persegi Menanggapi Surat Pembaca Bali Post Rabu (16/8) Soal Kompetisi Persegi, pendapat dan pandangan saudara sangat sempit, karena saudara beranggapan bahwa ter- jadinya kericuhan kecil yang per- nah mewarnai kompetisi Persegi disebabkan oleh pihak Pengurus/ Panitia dan Wasit. Tetapi menu- rut kami terjadinya kericuhan itu justru disebabkan ulah sebagian kecil penonton/pemain yang tidak menghayati arti dari pada kompe- tisi, serta belum mengetahui pera- turan pertandingan malah men- jadi wasit/hakim di luar lapangan. Kalau saudara punya itikad baik dan ingin memajukan olah raga sepak bola di Daerah Gia- nyar, kami mengharapkan sau- dara bersedia didudukan menjadi pengurus, serta berani menyebut- kan nama jelas dalam menyoroti suatu permasalahan. Sebelum mengadakan kompetisi pengurus Persegi telah mengada- kan rapat beberapa kali, serta se- gala keputusan selalu dilandasi musyawarah mufakat dengan iti- kad baik dan jiwa besar. Pengurus Persegi tidak acak acakan melaksanakan peraturan, demikian pula dalam mengendali- kan organisasi, program dan ke- giatan selalu dilandasi oleh keten- tuan yang tertuang dalam Angga- ran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. bel yang sering mendapat predikat "gudang juara", tetapi gelar itu dalam Pelita IV telah menyebar ke daerah kecamatan lainnya seperti Kecama- tan Kerambitan dan kecamatan-kecamatan lainnya. Pengurus Persegi siap menerima saran, imbauan dan bahkan kritik sekalipun asalkan bersifat memba- ngun dan untuk kemajuan olah raga sepak bola di Gianyar. Mela- lui forum ini kami mengucapkan terima kasih yang setulus tulusnya kepada semua pihak yang telah Perusahaan Umum Listrik Negara membantu sehingga kompetisi da- Wilayah XI pat ditutup 15/8. Kami sudah beru- Humas Meskipun kini tak luput dari saingan kabupaten lain di Bali ini, Kabupa- ten Tabanan memang pernah mencatat angka pertumbuhan penduduk yang terendah di propinsi ini. Ini adalah salah satu indikator bahwa keberhasilan daerah ini bukan terpusat pada satu sektor saja sebagaima- na diisyaratkan oleh hakikat sasaran Delapan Sukses yang telah di- gariskan. Namun kita tidak boleh takabur atas penghargaan ini. Pemberian penghargaan bukanlah tujuan akhir. Apalagi jika diingat bahwa keberha- silan itu adalah relatif. Kabupaten Tabanan dinilai paling berhasil diban- dingkan tujuh kabupaten lainnya di Bali dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dalam Pelita IV. Barangkali akan lebih proporsional jika keberhasilan ini dijadikan pendorong dan pemacu semangat untuk be- kerja lebih keras, untuk menggalang koordinasi, integrasi dan sinkroni- sasi yang lebih mantap agar lebih sukses lagi pada Pelita-Pelita menda- tang. Kita proyeksikan daerah kabupaten ini akan menghadapi banyak tan- tangan untuk dapat mempertahankan predikat tersebut. Tantangan ter- sebut bukan hanya bersifat internal tetapi juga selaras dengan perkem- bangan daerah Bali secara keseluruhan. Sebagai daerah tetangga ibukota propinsi Denpasar, bukan mustahil daerah ini pada masa-masa mendatang akan menjadi "daerah kantung" dengan segala permasalahannya yang kompleks. Bukan mustahil dae- rah ini, khususnya kota Tabanan dan sekitarnya pada masa-masa men- datang akan berkembang menjadi wilayah yang menghadapi problema kependudukan yang lebih serius lagi. Bukan mustahil wilayah ini nantinya akan menjadi penampung kaum urban dan emigran, yakni yang datang dari daerah pedesaan maupun dari kabupaten atau propinsi lain. Jika demikian halnya kita proyeksikan keberhasilan Kabupaten Tabanan mencatat angka pertumbuhan penduduk yang terendah di Bali, akan lebih terancam. Jika kependudukan ini mencuat menjadi problema se- rius, pada gilirannya akan muncul pula problema-problema di sektor- sektor lain. Problema pun akan muncul pula dalam kaitannya dengan tata ruang, pemukiman penduduk, dan lain-lain. Kesemuanya itu perlu pengkajian kita bersama mengingat problema Tabanan juga akan menjadi problema Bali. Tahun ini Kabupaten Tabanan berhasil menerima Parasamya Purna Karya Nugraha. Namun patut kita garis bawahi bahwa Tabanan tidak lepas sama sekali dari tantangan dan problema-problema yang berdi- mensi masa depan. saha semaksimal mungkin. Itulah yang dapat kami sumbangkan de- ngan segala kekurangan dan kele- bihannya, terserah masyarakat Renungan kita bersama ta- hun ini, menjelang peringatan ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-44, menyadarkan kita semua bahwa tahun ini mempu- nyai makna yang khas dalam se- jarah perkembangan dan per- tumbuhan bangsa kita. Sebab, tahun ini kita telah memasuki Repelita V yang merupakan ta- hap penutup dari Pembangu- nan Jangka Panjang 25 Tahun Pertama. Selanjutnya, dengan Repelita VI nanti kita akan mu- lai memasuki proses tinggal lan- das dalam mewujudkan tekad kita untuk membangun masya- rakat yang kita cita-citakan; ia- lah masyarakat Indonesia yang maju, sejahtera, adil, makmur, dan lestari berdasarkan Panca- sila. Tahun-tahun di hadapan kita adalah tahun-tahun yang sangat menentukan. Kita harus me- mantapkan kerangka landasan pembangunan agar tekad untuk tinggal landas itu berjalan de- ngan sebaik-baiknya. Dengan memantapkan kerangka landa- san pembangunan menuju ting. gal landas nanti, dapat kita katakan, bahwa kita menegak- kan Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat seperti yang diamanatkan dalam Pem- bukaan Undang Undang Dasar '45. Sedangkan dengan pemba- ngunan nasional sebagai penga- malan Pancasila dalam proses tinggal landas nanti kita akan membawa Indonesia yang mer- deka, bersatu, dan berdaulat itu (Bersambung ke Hal XI, kol 2) Gianyar yang menilainya. Pengurus Persegi. Ketua I. I Made Konten. "Ngebat Capung" dengan Biaya Besar rik-ngerik tembok dan sekaligus memlesternya supaya kelihatan bagus, yah hanya itu katanya tegas. Saya seorang reuniawan SMP Negeri 1 Klungkung yang telah ta- mat dari sekolah tersebut pada ta- hun 1984 dan kini sedang mengi kuti kuliah di salah satu Pergu- ruan Tinggi di Denpasar. Karena tertarik dengan adanya rehabili- tasi atas gedung SMP Negeri 1 itu, pada waktu kebetulan saya pulang ke Klungkung dan liwat di depan gedung SMP itu, maka secara iseng saya menyempatkan diri datang ke komplek halaman gedung tersebut dimana saya lihat orang-orang te- ngah sibuk mengerjakan rehabili- tasinya. Mengingat akan besarnya biaya, pada mulanya saya menyangka re- habilitasinya paling tidak akan main bongkar tembok dan meng- gantinya seraya menempeli dengan paras sehingga tampaknya akan betul-betul asri, dan sesuai dengan suatu bangunan Museum yang ber- cirikan corak Bali. Perspektif Moral dalam Eksplorasi Ilmu ran akan perlunya kesinambu- ngan tadi kita iringi dengan te- kad mengadakan pembaruan terus menerus dari satu tahun ke tahun berikutnya, dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya. MORAL dan ilmu adalah dua terminologi yang ber- beda baik dari segi semantik, maupun isi bahasannya. Namun demikian kedua istilah itu dapat selalu diper- Dengan demikian, sekaligus setiap tahun, kita mengingat bincangkan bersama-sama dalam pengambilan kepu- kan diri kita bahwa hal-hal be- sar dalam kehidupan bangsa ti- dak pernah dapat tercapai da- lam satu tahun, dalam satu ku- run waktu atau dalam satu ge- nerasi saja. Hal-hal besar dalam kehidupan bangsa-bangsa, juga dalam kehidupan bangsa dan negara kita, hanya dapat dica- pai sebagai hasil perjuangan panjang selama bertahun- tahun, selama beberapa kurun waktu dan oleh beberapa gene- rasi secara berturut-turut dan sambung-menyambung. Saudara-saudara se-Bangsa dan se- Tanah Air; Tetapi kalau hanya sekadar main pulas dan main kerik maupun plester saja, saya kira ini adalah rehabilitasi yang teramat ringan yang biayanya tidak mungkin sam- pai menghabiskan 10 juta rupiah. Saya menjadi penasaran dibuat- nya, tolong pak dijelaskan, apa be- tul pekerjaan rehabilitasi gedung SMP itu sesuai Kalau menilik dari besarnya biaya rehabilitasi tersebut yaitu 56 juta rupiah lebih, maka orang a- wam sekalipun akan menebak bah- wa rehabilitasi itu tentu rehabili tasi yang besar-besaran. Pada waktu saya omong-omong dengan keterangan para para pekerja disitu dan menanya- kan apa saja yang dikerjakan da- pekerjanya yakni hanya main pu- lam rehabilitasi dengan biaya yang tidak sedikit itu. Dari para pekerja saya mendapat penjelasan bahwa rehabilitasinya adalah membong- kar genteng-genteng lalu memulas- nya dan memasang kembali gen- teng-genteng yang telah dipulas itu, kemudian selanjutnya menge- las, main kerik dan main plester saja? Kalau memang betul begitu, kan pekerjaan ini hanyalah ibarat "ngebat capung" dengan biaya yang keliwat besar. Bali Post Nama dan Alamat Diketahui Redaksi. .DE i. CHI SAMSAT tusan yang paling bijaksana, yang akan mengenai a- tau berhubungan dengan umat manusia. Kapan saja dan di mana saja, jika tindakan manusia telah sampai batas melanggar harkat, kodrat, martabat, dan eksis- tensi manusia, maka moral akan diutak-utik dan di- turunkan untuk digunakan sebagai dewa penyelamat dalam menyadar kebutahatian manusia. Sebagai contoh kongkret mi- salnya, dalam adu pengemba- nuklir oleh Ame- rika Serikat dan Rusia, maka muncul gerakan-gerakan yang secara implisit mendengungkan sikap moral, menyatakan anti nuklir. Demikian juga ketika di- adakannya transfusi sumsum tulang dari Marco (adiknya) ke Eva (kakaknya) pada keluarga Luisa-Ermano, maka masyara- kat Italia menjadi geger. Con- toh lain misalnya, saat dimulai nya mengadakan percobaan- percobaan rekayasa genetika untuk memperoleh bibit unggul berdaya tahan tinggi dan berp- roduksi tinggi, maka protes dan pernyataan tidak setuju muncul dari berbagai pihak, entah ia il- miawan maupun orang awam. Kita juga masih ingat, ketika keluarga berencana mulai di- laksanakan di Indonesia, de- ngan digunakannya berbagai a- lat kontrasepsi, maka muncul kritikan tajam dari kaum u- lama. Demikianlah sikap moral da- lam kehidupan manusia, dan dalam segala tindakan manusia dalam mencapai tujuan terten- tu, dapat menjadi rem agar ma- nusia mempertimbangkan kem- bali tindakan yang akan dan yang sudah diambil atau dilak- sanakannya. Tulisan ini diturunkan kare- na terdapat kenyataan bahwa di dalam pengembar.gan atau eks- plorasi ilmu, manusia pada a- khirnya dihadapkan pada kep- rihatinan yang mencekam. Ma- nusia menjadi gelisah melihat kekuatan yang dasyat dari hasil penemuan dan karyanya sen- diri. Di pihak lain penemuan itu menjanjikan kebahagiaan hi- dup, kemudahan hidup, kese- jahteraan hidup manusia. Ke nyataan yang kontroversial ini- lah menyebabkan munculnya dilema dalam pengembangan il- mu dan aplikasinya, yaitu tek nologi. Selanjutnya akan dibahas tentang moral sebagai fenome- na psikologis yang dapat mem- bedakan baik dan buruk, ilmu sebagai hasil pengalaman fak- tual yang diperoleh melalui me- tode dan prosedur ilmiah, ke- mudian dibicarakan tentang di mana letak peranan moral da- lam landasan ilmu, serta apa peranan moral dalam eksplo- rasi ilmu selanjutnya. Tentang Moral Moral merupakan suatu ben- tuk yang abstrak, karena ia ti- dak mempunyai bentuk nyata seperti benda-benda alam lain- nya (batu, meja, pohon, dsb). Karena itu para ahli psikologi mengatakan bahwa, moral itu a- dalah fenomena psikologis. Me- lekat pada hati sanubari manu- sia yang sadar dan normal. Mo- Akibat dari peristiwa terse- but bangsa-bangsa yang berpe- rang mengambil hikmahnya. Mereka tidak hanya gentar, ma- lahan mencela pemerintahan waktu itu. Jepang menyalahkan pemerintah mereka waktu itu, dan bangsa Jerman mencaci- maki Hitler dan pasukan Nazi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa, secara implisit mereka telah menempatkan moral seba- gai suatu yang penting, jika me- lakukan suatu tindakan, terma- suk tindakan dalam eksplorasi atau pengembangan ilmu dan penerapannya, karena dapat memberikan dampak yang luas bagi umat manusia di dunia. Tentang Ilmu Ilmu telah dibedakan dengan pengetahuan. Ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah. Ilmu di- cari melalui daur-ulang hipote- tiko-deduko-verifikasi. Kesahi- hannya harus dibuktikan mela- lui data empirik. Ilmu memiliki landasan ontologi, epistemo- logi, dan aksiologi. Ilmu beru- saha memahami alam seba- gaimana adanya, dan hasil-hasil kegiatan keilmuan dapat men- jelaskan, meramalkan, dan mengendalikan gejala-gejala a- lam. Penjelasan ilmu merupa- kan sari penjelasan alam, yang sifatnya umum dan impersonal. Ilmu mencoba menyingkap a- lam secara objektif (das sein), dan terbatas dalam jangkauan pengalaman manusia. Pengeta- huan yang dikumpulkan oleh il- mu bertujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan se- hari-hari yang dihadapi manu- sia, dan digunakan untuk me- nawarkan alternatif kemuda- han yang diberikan kepadanya. Ilmu bagi manusia ibarat alat ral tidak mempunyai kategori yang dapat digunakan untuk benar dan salah seperti pada il- kategori baik dan buruk, ter- mu, tetapi moral mempunyai puji dan tercela, mulia dan hina. memecahkan persoalan hidup yang dihadapi manusia. Peme- cahan itu dapat berupa me- ramalkan, atau mengontrol ge- jala-gejala alam yang melingku- ngi kehidupan manusia. De- ngan ilmu manusia tidak lagi mengganggap peristiwa- peristiwa alam sebagai suatu mistri yang tak dapat disingkap dan dijelaskan, seperti ketika mereka masih berada dalam peradaban premitif. cara langsung. Karena ilmu itu Serikat, Kenedy pernah meng- luhur, maka presiden Amerika atakan bahwa, "Kalau politik itu kotor, busuk dan kotor, maka la- rilah pada ilmu." Keluhuran il- mu diperlihatkan pada asas "kebenaran" yang dijunjung- dapat memanipulasi atau mem- nya. Tak ada seorangpun yang bohonginya. Karena siklus hipo- tetiko-deduko-verifikasi dapat diulangi, maka kebohongan itu akan dapat diungkapkan. Oleh I Nengah Martha organis, kompleks dan unik. O- tak yang juga merupakan organ yang membentuk manusia Sekarang kita boleh mengaju- kan pertanyaan, jika ilmu itu mempunyai kerangka landasan ilmu yang disebut ontologi, e- mampu menalar dan berpikir logis dan rasional, tetapi otak tidak mempunyai kata hati, karena kata hati itu dimiliki opistemologi, dan aksiologi, lan- leh perasaan, yang dalam mani festasinya dapat berupa sikap tas di mana moral itu telah di- mengambil kesimpulan, buka terhadap kegiatan kaji u- lang. Semua sikap itu merupa- kan sikap moral yang terdapat pada tingkat epistemologi. Da- ral ini dinyatakan dalam pemili- lam eksplorasi ilmu, sikap mo- han prosedur yang tepat, pemi- lihan alat estimasi yang tepat lihan metode yang tepat, pemi- dll. Jadi dapat disimpulkan bah- seperti teknik-teknik statistika, mulai. Apakah dimulai dari on- tologinya, apakah dimulai dari epistemologinya, apa dimulai dari aksiologinya, ataukah baru dipikirkan setelah ada dampak moral. Peranan Moral dalam Eksplorasi Ilmu Selanjutnya "Agama tanpa ilmu kering, dan Pepatah mengatakan bahwa, mikianlah peranan agama da- ilmu tanpa agama lumpuh". De- negatif terhadap pengemba- ngan ilmu itu? Pertanyaan yang lebih penting lagi dalam eksplo- di tích Sepak terjang manusia ka dang-kadang sering hanya di kendalikan oleh rasionya, se- hingga tidak jarang terjadi per- buatan-perbuatan yang dest- ruktif. Contoh nyata telah kita ketahui bagaimana bangsa E- ropa dengan perhitungan rasio- nya untuk dapat melumpuhkan musuh dengan gemilang, se- hingga bom kuman harus di-bangan moral tidak sebaiknya (3) Moral dalam Pendekatan Ak- jika disertai dengan sikap dari pemilihan masalah atau ob- siologi jek yang akan dikembangkan rasi ilmu selanjutnya adalah wa, moral sudah memberikan lam menuntun sikap moral ma- pertimbangan-pertimbangan bahwa, jika ilmuwan atau peng- pada tingkat epistemologi atau eksplorasi ilmu, apakah pertim- uasa ilmuwan akan melakukan pada "bagaimana caranya". nusia mempunyai makna yang sangat dalam. Bahkan signifi- kasi suatu ilmu akan nampak ledakkan. Demikian pula dalam perhitungan rasio Sekutu su- paya Jepang bisa ditaklukkan, sehingga bom atom harus di- jatuhkan di Hirosima dan Naga saki. Dalam sepak terjangnya ini, faktor moral telah dikebiri (ontologi), juga pada bagaima- na mengembangkan (epistemo- logi), dan akhirnya pada untuk tujuan apa eksplorasi ilmu yang lah kita bicarakah pertanyaan dilakukan itu? Untuk itu mari sama sekali. tersebut berikut ini. Meskipun moral tidak mem- punyai bentuk nyata, namun da- lam kehidupan sehari-hari bagi manusia yang bermoral, maka moral sering dan umumnya di- refleksikan dengan tingkah laku dan perbuatan. Namun ti dak semua tingkah laku dan perbuatan manusia itu selalu di- Para ahli mengatakan bahwa gerakkan oleh sikap moral, ilmu itu luhur, karena cara karena manusia itu sendiri ti- memperolehnya secara objek- dak hanya terbentuk oleh tif, penuh kejujuran, tidak me- mono-organis, melainkan multi- libatkan kepentingan diri se- Moral dalam Kerangka Landasan Ilmu Setiap bidang ilmu mempu- nyai tiga kerangka landasan, yang menjadi penyangga tubuh ilmu itu sendiri. Ketiga landa- san itu adalah: (1) Ontologi, (2) Epistemologi, dan (3) Aksiologi. Ontologi merupakan asas dalam menetapkan batas atau ruang lingkup yang menjadi objek pe- nelaahan (objek formal) serta penafsiran tentang hakikat rea- litas (metafisika) dan objek for- mal itu. Epistemologi merupa- kan asas cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan di- susun menjadi suatu tubuh pengetahuan. Aksiologi me- rupakan asas dalam mengguna- kan pengetahuan yang telah di- peroleh dan disusun dalam tu. buh ilmu tersebut. Dengan sing- kat dapat dinyatakan bahwa, ontologi mempersoalkan "masalah apa", epistemologi mempersoalkan "bagaimana caranya", dan aksiologi mem- persoalkan "untuk apa? (1) Moral dalam Pendekatan Onto- logi Pada tingkat penentuan ob- jek penelahaan, moral sudah masuk untuk memberikan per- timbangan-pertimbangan se- perti misalnya; objek apapun yang nanti akan dieksplorasi a- tau dikembangkan tidak boleh merubah kodrat manusia, tidak merendahkan martabat manu- sia, dan tidak boleh mencam- puri permasalahan kehidupan manusia. Karena pertimbangan moral-etik ini, maka manusia ti- dak memilih objek berupa pen- ciptaan "manusia baru yang mempunyai IQ 200 dengan insi- minasi buatan, sebab hal ini me rubah kodrat. Demikian juga projek bayi tabung tidak dilan- jutkan secara besar-besaran, karena hal ini dapat merendah- kan martabat manusia. Demi- kian juga projek penciptaan spesies baru untuk berbagai- bagai jenis binatang juga tidak dilakukan karena akan men- campuri kehidupan, yang efek- nya akan mengganggu kelesta- rian dan keseimbangan alam yang sudah sangat sarat dengan mahluk hidup yang kurang ma- kan. Asas moral yang lain dalam pengungkapan objek yang dite- laah itu adalah karena pengung- kapannya dilakukan secara be nar atau demi kebenaran, ob- TES FISIK DULU! Jap D SENIN, 21 AGUSTUS 1989 bangan-pertimbangannya se- Mengarahkan hasil penemuan cara moral-etik, humanistik. manusia untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat. Oleh karena ilmu itu bersifat komunal dan universal, maka ilmu itu dapat dimanfaatkan oleh siapa saja menurut kebutuhannya, tidak memihak apapun rasnya, apa- pun bangsanya, apapun keyaki- nannya, bagaimanapun tingka- Epistemologi ilmu yang di tan hidupnya. Dalam pemanfaa- nyatakan dengan proses me- tan sesuai dengan kebutuhan i- lingkar atau "kontinun": hipote- nilah moral harus ditempatkan tiko-deduko-verifikasi dilaku- pada posisi yang paling penting kan dengan kejujuran berfikir demi kesejahteraan umat ma- rasional, kejujuran penggu- nusia. naan argumentasi, kejujuran jektif, jujur, tidak mengikut bebas dari ikatan primordial. sertakan kepentingan pribadi, Dengan demikian dapat disim- pulkan bahwa moral sudah ma- suk memberi pertimbangan pertimbangan sejak penentuan objek apa yang akan dan harus dieksplorasi. (2) Moral dalam Pendekatan Epis- temologi demikian di- mo- ter- simpulkan bahwa, pada tingkat ral dapat dimasukkan dalam memberikan pertimbangan- pertimbangannya. Setelah manusia menemukan ilmu pengetahuan tertentu, maka manusia dapat meng- gunakan penemuannya itu un- tuk tujuan konstruktif atau des- digunakan untuk konstruktif truktif. Penemuan nuklir dapat maupun untuk tujuan destruk- tif. Dalam "masa damai", untuk tujuan konstruktif, nuklir dapat merupakan sumber energi yang sangat berguna untuk kesejah- teraan umat manusia. Sebalik- nya dalam "masa perang", nuklir dapat ditransformasikan men- jadi senjata pemusnah yang maha dasyat, yang bisa meng- hancurkan seluruh isi alam ini. Demikian juga, penemuan ma- nusia dalam berbagai tumbu- han bius seperti: opium, ma- riyoana, dll, untuk tujuan konst- ruktif dapat digunakan sebagai bahan pencampur obat-obatan untuk menghilangkan penderi- taan atau untuk kepentingan a- nestesi dalam operasi berat. Te- tapi untuk tujuan destruktif di- perjual belikan secara bebas untuk meracuni kaum bejat mo- ral, atau morfinis. Dalam keadaan seperti ada- nya alternatif pemakaian pene- muan ilmu itu, maka moral da- pat masuk memberikan pertim- moral-etik. Kita telah mengetahui bah- wa, ilmu itu ada karena keingi- nan tahu manusia yang begitu besar terhadap mistri alam yang melingkunginya. Pada za- man sekarang, di mana kegia- tan keilmuan tidak semata- mata dilakukan oleh karena na- luri, tapi karena direncanakan untuk menelitinya, maka seha- rusnya perlu dilakukan evalua- si moral terhadap apa yang di- kembangkan itu. Presiden Su- harto mengingatkan bahwa, a- pakah tak lebih baik evaluasi tersebut justru ditempatkan di muka, dilakukan sebelum tahap penelitian dasar dimulai. Lebih baik lagi kalau pengarahan a- wal secara moral-etis itu kemu- dian dilanjutkan dengan peng- ecekan (monitoring) selama ke- giatan itu berjalan, dan akhir- nya disusul lagi dengan peni- laian akhir. Dalam evaluasi itu forum yang luas (dalam arti ti- dak hanya ilmuwan saja, atau penguasa), perlu diikutserta- kan secara demokratis. Sudah tentu tanpa menyampingkan a- sas-asas keilmuan itu. Sikap ter buka harus melandasi penilaian moral itu. Salah satu contoh yang sudah pernah dilakukan oleh presiden Carter adalah (Bersambung ke Hal XI Kol 1) Catatan Kata Menparpostel Soesilo Soedarman, Indonesia lebih menggencarkan promosi pariwisata ke 60 pasar wisata du- nia, dengan menyebarkan satu juta pamflet dan 500 ribu poster akhir tahun ini. Tentunya ingat, tidak saja gencar ke luar, juga ke dalam lancar, aman dan nyaman pelayanannya. Menteri Koperasi/Kepala Badan Urusan Logistik Bustanil Arifin, S.H. menegaskan koperasi harus mampu menye lesaikan masalah-masalahnya yang bersifat jangka pendek, seperti masalah pertumbuhan dan pengembalian kre- ditnya. Memang, jangan ada anggapan bikin koperasi ha- nya untuk mendapatkan kredit, bukan mengembali- kan kredit. ✰✰✰ SEA Games XV di Kuala Lumpur dibuka kemarin dan Indo- nesia diperkirakan tetap juara umum. - Itu baru perkiraan, kita lihat saja buktinya di lapa- ngan nanti. Bang Podjok SENIN, 21 AGUS 029 B C AT Pariw pada Kupang (Bali Post Pengembangan prinsip bisnis. Beb sing-masing, mutu dasi. Persyaratan kan, antara lain di kian Drs. Anton Ja ran Dinas Pariwis Post, Sabtu siang C Ia kan an m ikut nger kan keterpaduan kom tas sektoral antarlen kait, baik pemerinta swasta. BEDECT - "Tanpa keterkait bisnis tidak bisa ja bahnya sembari meng tawan mancanegara perlu digugah denga tan waktu pelayanan harga dan tunjangan komunikasi. "Pokoknya sekara dang giat-giatnya m kan pembenahan dam tan", tuturnya singka Ia mengakui, prom lancarkan Dinas F NTT tidak hanya ber nal, tetapi juga inte "Tujuannya agar wis bih lama tinggal di sata," tambahnya. Mantan Asisten lin UGM, Yogya, Prof. F berpendapat, untuk ningkatkan arus wisa layanan transportas 248 16 35-25 0.0 WA-AP100 mish 1.101 Keistimewaa SIT gnit 1798 2006X de Mixing Amplif nab Mikropon terpasan dioperasikan wala Bir tidak terdapat pada th. gunakan 4 mikropo v Terminal Tape" m big musik. Dengan men om beberapa variasi pi 1 tape dan 4 mic, 2 Hal ini tidak terdap Terminal "Rec-Out Body Protector aga kabel serta mences Ini semua merupak "National". Dilengkapi pula dem mencegah kerusak saat menggunakan Tersedia model: W WA-AP 155. TECA ngar ram. kipu mas S Public Ad Perar Penun Piliha Ruang Pertemua - Untuk keteranga ATTUG 224 10 dund tikel Uns offh 8) 15 Na Sponsor Setiap h serang karat, si benda jalanan d nan, keindahan Karena itu untuk melindung Imunisasi Lene mobil baru mau Imunisasi Lengkap Pengakuan pas Jutaan per akui keunggulan Demikian pula D badan otomotif British Automob Engineers. Semu bahwa Ziebart m Bawalah Dapatkan Imunic perpanjang usia nilai jualnya Imunisasi Leng Ziebart Ru mobil dan KLINIK ZEBART Color Rendition Chart
