Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1991-05-26
Halaman: 02

Konten


2CM MINGGU WAGE 26 MEI 1991 (12 DULKAIDAH 1923) Ipphos, Pemotret Proklamasi Gedungnya Siap Tergusur "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 2 sepanjang hi- Melangkahi mahasiswa, mengundang minat untuk menguji mental. dup bangsa Indonesia. (KRM-Yan)- Dan Kalau Gajah Masuk ke Kampus 'Gajah' ting, ke- atas jasa an gedung Kini, Ipphos di Jln satu-satunya lak bahwa panggilan itu diperoleh gajah tertinggal, memang dan sor, ke selalu ber- Pu- Lampung. nya. untuk yang lain mencari uang dari negara ini. tersebut. Clash II sebabnya, Ipphos Jakarta, Tetapi ber- dengan keterba- Selain di Jln sekitarnya. Bagaimana tasan yang ada, foto-foto tersebut Gedung Ipphos, suram dan terlunta-lunta, masih nebeng, siap tergusur. (KRM-Goprak)- yang terasa semakin pen- phos pernah punya cabang di Yo- akhir Ipphos? sebaiknya kita me- tetap bisa beredar di daerah. Untuk mengedarkan di daerah, karya Ipphos tersebar di luar ne- besar dia dianggap benar sebagai mengingat Gedung Prokla- gya hingga kegiatan pemerintah nunggu. Apakah ia akan seperti Man itu kini, sudah tergusur. Frans RI pada kurun waktu hijrah dapat gedung-gedung bernilai sejarah juga ke luar negeri, saat itu tidak geri selain juga lewat wartawan seorang NICA--dan jika pihak Re- Mendur, seperti penuturan Ny selalu diliput. Cabang Surabaya lainnya, yang harus tergusur ka- dilakukan Departemen Pene- wartawan asing yang datang ke In- publik mengetahuinya, dia akan GANECA, Dewa berbadan dan Sepakbola gajah sebagai puncak hidup bersama manusia sejak Mubagio Mendur, anaknya, sejak berdiri baik Komodor rena demi pembangunan dan kein- rangan atau Kementerian Pene- donesia, dan meminta foto-foto dibunuh. bermuka seperti gajah adalah lam- acara, berhadapan 2 regu yang cil," jelasnya. Gajah-gajah yang muda memang menyenangi dunia zir, Komandan Angkatan Laut dahan tata kota ? Wllahuallam. bang ilmu pengetahuan. Tak her- masing-masing terdiri atas 8 ekor dilatih di Way Kambas memang fotografi, juga telah mengabadi- waktu itu. Cabang Palembang di- Sebelum nama Ipphos Foto Ditukar ni, ilmu, dan teknologi seperti In- dipertandingkan pada saat pem- an, kampus yang mempelajari se- gajah. Atraksi serupa yang pernah dari berbagai ragam asalnya. See- kan peristiwa penting lainnya se- sponsori Dr. A.K. Gani dan Isa kor gajah dewasa yang disebut Mi- "stitut Teknologi Bandung (ITB) bukaan Musabaqah Tilawatil Qur- lo, diperoleh ketika masih kecil dia perti Sidang pertama Persiapan Anshari. Cabang Makasar, berdiri "terkubur" dan terlupakan karena memilih Ganeca sebagai lambang- nya. Kampus di jalan Ganeca 10 mengundang decak dan tawa. di Lampung memang terperosok ke lubang jebakan Juni 1945 di sebuah gedung di Pe- kungan masyarakat. Kemerdekaan Indonesia bulan pada 10 November 1949 atas du- ketidak mampuannya mengikuti foto yang berstatus swasta dengan mula. Yang dilakukan, semisal, biasa, mondar mandir Jakarta- pemburu. "Kami rawat sejak kecil, Bandung ini memang memiliki Kekaguman akan kepiawaian dan karena tiap hari diberi minum jambon (sekarang Deparlu slogan sebagai kampus "Art, sang gajah dan ketekunan sang pe- Milo, akhirnya kami panggil saja Red). Science, and Technology latih untuk melatih serta atraksi Milo," kata Udung seraya meno- kaan, Ipphos tak lantas selesai siap pula untuk Setelah proklamasi kemerde- ruk 30, ungkap. Sementara nun jauh di seberang yang memang dipersiapkan de- sana, di Way Kambas Lampung, ngan tujuan menciptakan goal. Mi- dari sponsor. hewan yang digunakan sebagai lo- salnya tanpa suatu sebab, seekor menjalankan tugas. Di tengah per- Cerita tentang penggusuran Ip- dibawah ini perlu kita simak. go kampus ITB pun memiliki seko- gajah terjatuh di dalam kotak pi- besar, sampai kini diperoleh Biaya pelatihan juangan fisik, dalam masa sulit, Ip- phos, pernah diungkap panjang le- Hari-hari sesudah proklamasi lah tersendiri. Sekolah Pusat La- nalti, sehingga wasit menunjuk ti- dari dana APBN serta APBD Tk.I phos selalu tidak ketinggalan bar dalam Kedaulatan Rakyat kemerdekaan RI, sungguh meru- tihan Gajah, di Way Kambas. Dan tik putih. Bak dikomando, serem- Lampung. "Kami tidak ada spon- kata Udung. Kedatangan bakti kepada negara melalui bi- salahnya, jika kita kutip sebagian ngan. Pun dengan Ipphos. Kantor memberikan saham dan ikut ber- (KR, 3/1-91) lalu. Tetapi tidak ada pakan hari-hari yang penuh tanta- hari Minggu yang lalu (12/5), 18 pak regu yang dirugikan mengejar ekor hewan berbadan raksasa ini sang wasit, seolah marah. Persis mereka Bandung pun atas un- dang fotografi. Ipphos, telah darinya. pum bertandang ke "Kampus Ga- pemain bola kita yang dangan Keluarga Lampung ini di- mengabadikan peristiwa- berita foto ini berusaha menyebar. Pihak Ipphos, tanggal 21 No- kan foto-foto yang berhubungan jah" memamerkan kebolehannya ang kepada wasit. biayai Dinas Pariwisata Daerah peristiwa bersejarah RI seperti vember 1990, menerima surat un- dengan peristiwa setelah sekian lama bersekolah di Sponsor perjuangan Pangsar Sudirman, dangan pelelangan gedung Jln. di dalam negeri maupun di luar ne- Way Kambas. Delapan belas ekor Udung, pelatih dari Sekolah gajah, 16 dewasa, dan 2 ekor bayi Gajah-gajah itu memang ter- Clash I, Clash II, perjuangan Bung Hayam Wuruk 30 dari PT. Virama geri. Kepada semua koran yang gajah berpawai diiringi tempik so- sat Latihan Gajah Lampung kepa- amat jinak. Tak heran, masyarakat Karno dengan berbagai kegiatan- Karya. Isi surat antara lain, tentang ada di daerah, dikirimkan foto- da KRM menjelaskan melatih se- pun berebut menikmati acara pa- rak mahasiswa dan masyarakat se- pakbola bagi gajah gampang, mungkas, nya. Begitu juga dengan kegiatan pengambilan dokumen pelelangan foto proklamasi dan foto-foto per- menunggang gajah. kitar kampus ITB. gampang susah. "Langkah awal "Kapan lagi, kalau tidak sekarang. Bung Hatta, Syahrir, Bung Tomo, pada esok harinya (Kamis 22/11), juangan lainnya, agar foto-foto Acara yang diselenggarakan Ke- melatih gajah adalah agar bagai- Belum tentu tiap tahun gajah- Sri Sultan Hamengku Buwono IX, peninjauan lokasi gedung Senin tersebut dapat dimuat. Begitu juga PREDIKAT agraris bagi Kabu- merupakan pilihan, peningkatan sekaligus luarga Mahasiswa Lampung, yang mana mereka mau menurut kepa- gajah ini akan datang lagi ke kam- peristiwa Madiun, perjuangan AH (26/11) dan pemasukan surat pe- diusahakan penyebaran foto-foto paten Gunungkidul memang ter- produksi pertanian lahan kering", jauan. Jika tanaman perkebunan da pawangnya. Gajah yang lebih pus gajah," kata mereka berulang Nasution, Pak Harto, penyerahan nawaran hari Sabtu (1/12). bersekolah di ITB tidak hanya me- ke luar negeri: nyajikan atraksi gajah saja, tetapi mudah dilatih adalah gajah yang kali.D-e (AHYANI) kedaulatan, peristiwa pemberonta- Pemberitahuan tersebut, asa aneh. Sebab, lahan di daerah kata Bupati Gunungkidul ketika lebat, niscaya penghijauan akan juga seminar tentang potensi dac- Lahir. Foto-foto peristiwa penting ini banyak tidak memenuhi syarat diminta argumentasi menyiasati berhasil. Tetapi, Bupati belum me- ■Sambungan hal 1 rahnya, beserta pameran hasil pro- kan, musyawarah nasional dan Ny Mubagio Mendur, tidak dike- yang terjadi di Yogyakarta, setelah sebagai daerah lain-lain. duksi dan kekayaan alam daerah- kita kehendaki, misalnya karena yang relevan. Manusia hanya ber- Ipphos, juga mempunyai album "Panitya Pengosongan Gedung juga mukakan dalam pertemuan antara pemerintah pusat pindah ke sana, guna kalau ia menjadi suku mesin putus harapan, penyakit terminal, Tak urung, acara yang paling sebagai protes atau untuk syahid ekonomi, kalau tidak, jumlahnya perjuangan Pak Harto ketika men- Hayam Wuruk 30", dengan Ip- lalui Ipphos Jakarta. Juga, dalam melaksanakan tugas yang harus dibatasi. menarik hanyalah atraksi gajah, karena di Bandung yang memiliki tinggi. Mati dapat dipercepat oleh sebuah kebun binatang, yang seben lingkungan dan diperlambat oleh tar lagi menurut kabar akan digu- kedokteran. Tidak biasa manusia perluasan 'Kampus ga- memekik waktu akan mati, kecuali jah", hanya memiliki gajah-gajah dalam pembunuhan atau kecelaka- yang tak berpendidkan. Kini da- an. Biasanya manusia justu meng- tang gajah yang mempunyai nilai erang dan merintih, seakan-akan enggan meninggalkan dunia, atau itu," tanya INGAT foto Proklamasi ? Itu tiada duanya. Sebab, Proklamasi memang dipotret Alex Mendur. Ia, daerah Sumatra, Sumbawa, dan pendiri NV Indonesian Press Photo Service, atau Ipphos Coy. Ltd, yang kemudian kondang sebagai Ipphos. daerah-daerah lainnya yang isi- Benar, Alex, bukan satu-satunya pengabadi peristiwa yang tidak akan mungkin terulang lagi itu. Beberapa nya, melontarkan kemarahan ke wartawan Ipphos yang lain, juga, telah mengabadikan peristiwa di Jalan Pegangsaan 56 itu. Namun, peme- pihak Ipphos. "Bungkusan rintah Jepang yang berkuasa saat itu, merampas negatif foto dan memusnahkannya. Keberuntungan me- foto kiriman dari Ipphos mayungi Alex. Hasil bidikannya berhasil diselamatkan. Berkat jasanya itu, kita dapat menikmati foto peris- tiwa proklamasi yang mempunyai nilai historis ini. lam pengiriman foto terdapat foto Sulit untuk membayangkan be- kan. Antara lain, dengan restorasi. Pengosongan Gedung Hayam pemimpin bangsa, foto tersebut di- tapa kecewanya bangsa Indonesia Perlu ahli khusus, dan ahlinya, ha- Wuruk 30". Ipphos dan Virama ganti dengan foto yang memperoleh kemerdekaan nya ada di Jepang. Dan Nyoman menjadi anggotanya. Namun, Juli mina yang dilakukan para penyen- dengan tebusan darah, nyawa, dan Moena berharap, memperoleh du- tahun lalu, Virama menggugat ke- sor". penderitaan panjang tidak mem- kungan donatur. "Kalau bukan pada Pemda DKI Jakarta. Gedung Itulah punyai foto hari Proklamasi --hari kita, siapa lagi yang harus meng- tua bersejarah itu harus menying- Tidak hanya sekali. yang amat penting dan tidak akan hargai foto bersejarah pernah terlupakan Moena, foto Jakarta, kena sensor di daerah. Kalau da- Ratu Wilhel- digeledah polisi rahasia Belanda. kir, karena dianggap deretan gedung megah yang ber- bikin kumuh ulang kali. Toh Hayam Wuruk, Ip- diri di Na- rang. lelang yang diadakan, sedikit ca- Siap Digusur tatan perjalanan Ipphos bagi ke- Hayam Wu- pentingan negeri ini ada yang nya digusur. catatan pula kita ini, tak komplit. tak Barangkali, salah- Tapi kisah Gunungkidul proklamasi baik Mencoba Mengatasi Lahan Kering memperbaiki penghi- kata pertanian. Dari luas wilayah 148.636 hektar, ha- lahan di wilayahnya. kebunan lihat peng- saat ini tahun dikirimkan ke luar n me- nya (5,36 duksi cengkeh foto lahan kuintal. jadi Komandan Korem di Jawa Te- phos. Malahan, PT Virama Karya foto di Surabaya, Semarang, Ban- Rekreasi pun dipakai untuk ngah. Ketika itu, wartawan Ipphos mengajukan gugatan kepada pe- dung, dan kota-kota lain. Tentu mencari uang. Orang berekreasi tidak akan pernah menduga, Ko- merintah DKI Jakarta bulan Juli saja, Ipphos Jakarta dalam perang 63,73 persen. Delapan persen le- dengan berjudi dan bertaruh, dan mandan Korem itu nantinya, bakal 1989 terhadap penghunian gedung kemerdekaan selalu dicurigai mu- Alasannya, PT. Virama suh, yakni Belanda. Karya hendak menempati seluruh sur lebih, dan akan menyajikan acara aku dirinya berbudaya ini, sehing: berlahan-lahan padam. ga tak ayal kampus ITB pada hari itu benar-benar sesak. Tarik Rantai rohaniah ia itu, Mubagio Mendur. Selain itu, klise foto sering diti- rangan karena Deppen atau Kem- tersebut. pen, saat itu belum lahir. Kalau Bekerja dalam suasana intaian tipkan lewat para pemimpin pun ada, belum aktif seperti seka- pihak musuh, jelas tidak meng- bangsa seperti Sjahrir, Agus Sa- enakkan dan selalu penuh resiko. lim, dan lain-lainnya yang dengan Kerjasama Ipphos sebagai biro Karenanya, harus ditemukan for- menggunakan kereta api luar pemerintah ketika itu, memang kadang-kadang pihak Ipphos, seo- Yogya, dalam rangka perundingan lah olah bekerjasama dengan pi- gencatan senjata. Pos-pos NICA di berjalan baik. Dalam rangka men- cari dukungan atau pengakuan dari hak Belanda. Bahkan, Alex Men- perbatasan (garis demarkasi) an- negara-negara lain terhadap Indo- dur, suatu saat harus berpakaian tara daerah RI dan daerah yang di- nesia, delegasi Indonesia selalu di- NICA di Yogyakarta. Pakaian itu duduki Belanda, tidak boleh bekali album yang berisi foto-foto dikenakan, agar dia selamat dari menggeledah mereka. Itu berarti, proklamasi dan foto penting lain- penjagaan Belanda di perbatasan foto Ipphos yang diselundupkan, nya hasil karya Ipphos. Lewat de- kota. Resiko bagi Alex, yang pa- selamat tiba di daerah. legasi delegasi tersebut, foto-foto ling buruk, adalah, kemungkinan (Goprak Harsono)-a Memasuki Usia 160 Tahun: Diversifikasi Tanaman Perkebunan negara maju, prosentase areal per- Produksi per- alternatif kemungkinan 1990, pro: hutanan kawasan lahan kering. Di 7.964 hektar persen) 220,3 kuintal. Kopi sawah. Sedangkan lahan ke- 150,8 Tembakau 1.262,65 sini kemungkinan itu tipis. Sebab, ring mendominasi lahan yang ada, kuintal. Jambu mete 1.442,43 lahan kering tetap merupakan ba- lahan kering 94.640 hektar atau kuintal, produksi kapuk randu gian sumber kehidupan. Jika se- 1.930,38 kuintal, kelapa 33,580,35 mua dihutankan, berarti akan men- bih lahan hutan, sementara tanah kuintal dan coklat 36,72 kuintal. desak produksi tanaman pangan. orang memimpin Apapun alasannya, saat ini belum pekarangan 15, 86 persen atau yang mencari rekreasi ini. Segala- Usaha Ipphos meninggikan se- Dan jika dilihat dari areal lahan mungkin menjadikan lahan kering 23.563 hektar tanah pekarangan. galanya berputar sekitar uang. Dokumentasi Ipphos pada gedung untuk perluasan usahanya. mangat juang rakyat di daerah ia- Lahan kering ini, kebanyakan kering yang ada, jumlah areal ta- bebas tanaman pangan. "Maka berkuasalah Dewa Bumi- Uang," kata Goethe. Dan Shakes- Clash II nyaris musnah ketika Be- Oleh sebab itu, diminta agar Ip- lah dengan jalan mengirimkan terdiri dari kawasan perbukitan. naman perkebunan relatif kecil. Demikian pula, ketika ditanya menarik bagi makhluk yang meng- lenyap begitu seperti lilin yang peare menambah, "Jika uang ber- landa menyerbu Yogya. Berkat phos mengosongkan ruangan 500 foto-foto para pemimpin bangsa, Orang sering menyebutnya, lahan Dari sekian jenis tanaman perke- kemungkinan kawasan kering un- jalan di muka, segala pintu akan bantuan Sri Sultan, sebagian dise- m2 dari 2.000 M2 yang ada. "Saya dicetak banyak dan dikirimkan ke tanah berbatu, batu bertanah. Se- bunan, baru areal kelapa yang tuk perkantoran, rasanya sulit dila- Antara lahir dan mati, di sinilah terbuka." Hidup manusia menjadi lamatkan di dalam keraton Yogya. minta Rp 380 juta. Itu saya kira ha- daerah-daerah. Saat itu, harga hingga untuk produksi tanaman agak luas. Saat ini (tahun 1990), kukan. Selain secara teknis, negara manusia bermain. Baik perseo- gersang. Jasmaniah ia raksasa, de- Kantor pusat di Jakarta pun sering nya 1/10 nilai tanah. Ditawar Rp yang ditetapkan, beragam. Sejak pangan kurang produktif. "Jika 3.945 hektar. Areal jambu mete kita belum seperti negara maju. Di rangan maupun masyarakat ber- ngan pakaian berlapis-lapis, tetapi digerebeg. Banyak film negatif di 150 juta. Ya, berat, dong" ungkap 10 sen hingga 50 sen per bijinya. diartikan tidak produktif untuk ta- 1.342 ha, kapuk randu 812,5 hek- usaha agar masa ini panjang dan Proses pengiriman, tentu saja ti- naman pangan memang benar," tar, tembakau 355 hektar, cengkeh tanian kecil. Sehingga mungkin nyaman. Manusia berburu di masa dak seperti pengiriman barang kata Bupati Gunungkidul Ir Soe- 381 hektar, kemudian cokelat dan ini, di zaman purbakala ia membu- ru hewan, sekarang ia berburu biasa. Banyak resiko yang siap bekti Soenarto ketika dikonfirma- kopi, masing-masing 42 dan 38,6 saja, labor kering dijadikan pah perkantoran atau sekolah-sekolah. menghadang. Bahkan suatu ke- sikan KRM, beberapa hari berse- hektar. uang, dan uang ini yang dipertu- tika, seperti diungkap Muzhar lang. Karena lahan-lahan itu me- Tetapi di masa mendatang, ta- Tetapi disini tidak mungkin. Se- karkannya dengan kebutuhan hi- Muchtar dalam Angkatan Bersen- mang lahan kering. Meski naman perkebunan ini akan dijadi- bab, tetap diandalkan sebagai dup yang bermacam-macam dan jata 21/8,89, foto Bung Karno dan demikian, jika untuk usaha perta- kan primadonanya. Untuk saat ini sumber produksi pangan. Lagi sebagaian besar tidak perlu. Usaha berburu uang berkem- Bung Hatta, ditukar dengan foto nian dalam arti luas, masih dapat sudah dikembangkan tanaman pula, untuk Gunungkidul daerah Ratu Wilhelmina. Ipphos, meng- didayagunakan, tambahnya. bang begitu rupa, sehingga menja- berarti sulit air. Sebuah sen- etahui penukaran foto setelah kompulasi bagi ma- nusia, sehingga tujuan hidupnya mendapat reaksi dari daerah- menjadi pengumpulan harga untuk hidup nyaman, meraih status sosial yang terkemuka dan kekuasaan. Yang sebetulnya hanya cara seka- rang menjadi tujuan utama. Men- jadilah manusia zoon oekonomi- kon (hewan ekonomi). Sekarang ada kecenderungan sekolah diha- ruskan mendidik murid untuk "siap cari uang" atau "siap dipakai kasaan dirinya, Gajah-gajah yang datang seolah datang menyombongkan keper- sehingga menan- tang untuk melakukan acara tarik rantai (kalau bagi manusia tarik tambang). Seekor gajah dewasa, berumur sekitar 20 bulan, dengan rantai membelit tubuhnya, ditandi- ngkan melawan 20 mahasiswa ITB. Dari 3 kali uji coba kekuatan, sang gajah ternyata haruslah mengakui di obsesi kekuatan para mahasiswa ITB, se- hingga skor akhir 2-1. Menurut pa- wang gajah, kekalahan itu karena saat pertandingan, sang gajah menghadap ke arah penonton, se- dangkan seharusnya menghadap ke arah kumpulan kawanan gajah lainnya yang menonton. Selain itu, acara melangkahi o- rang pun cukup mengundang mi- nat para mahasiswa menguji men- talnya, apakah berani atau tidak dilangkahi Duapuluh gajah. mahasiswa/i pun mencoba, dan sang gajah seolah tahu diri melang- kahi mereka tanpa aral apapun Jua. dan orang lain untuk mencari uang". Manusia dianggap sumber daya ekonomi dan modal industri. Ma- nusia dilahirkan dan dididik untuk menjadi baut mesin pencari uang. Inilah yang dianggap pendidikan CATATAN MINGGU INI Upaya Mengatasi Pencemaran SUNGGUH mengejutkan berita yang mengatakan bahwa kota Yogyakarta rawan air bersih. Air sumur dan PAM pun sudah tercemar. Semua ini diakibatkan pengelolaan sampah dan buangan yang tidak baik. Sementara para pakar dari Universitas Gadjah Mada, seperti diberitakan suatu harian ibukota melapor- kan pula, bahwa mutu air di Indonesia, khususnya Jawa sudah ti- dak memadai lagi. Sampah dan air buangan umum di daerah Kotamadya Yo- gyakarta tak terkelola dengan baik. Akibatnya tidak hanya sumur-sumur galian di kampung padat yang sudah tercemar, te- tapi juga air PAM pun ikut tercemar. Apalagi bila ditilik banyak- nya pipa PAM lama yang belum diganti dan sudah tua akibatnya menimbulkan infiltrasi. Bahkan menurut seorang pakar geografi, bila masyarakat di- * biarkan mengeksploitasi air tanpa mengindahkan upaya pengem- baliannya, pada suatu ketika air tanah bakal turun. Akibat lanjut- annya bila tanah kekurangan kadungan air bakal keropos dan memudahkan tanah itu turun. Situasi yang demikian telah dibukti- kan dan terjadi di Hongkong yang setiap tahunnya tanah turun 1 sentimeter. Dan diperkirakan Hongkong bakal tenggelam bila di- diamkan. Air, memang sumber hidup. Tanpa air manusia sulit bisa ber- tahan hidup. Namun untuk mengkonsumsinya perlu aturan, Guna mengatasi soal pencemaran air oleh limbah, dan eksploitasi besar-besaran air tanah tanpa adanya upaya pengem- baliannya, di harian ini pernah pula disodorkan sistem peresapan keluarga. Sistem ini sebenarnya telah diwariskan nenek moyang kita. Sumur peresapan, yang konon sudah diperdakan di wilayah kotamadya Yogyakarta sebenarnya amat menguntungkan bila di- laksanakan. Memang perlu sedikit lokasi yang jauh dari sumur dan sum- ber air lainnya. Peresapan ini dibuat seperti sumur namun tidak be- gitu dalam. Gunanya untuk menampung limbah keluarga, air hujan ataupun air lainnya. Jarak antara sumur dengan peresapan ini diupayakan 10 meter, agar tidak mencemari sumur. Dengan adanya peresapan ini sebenarnya manfaat ganda bisa diraih. Pertama, melokalisasi limbah, mengendalikan air hujan hingga tidak langsung membanjiri jalan-jalan yang mengakibat- kan banjir. Keduanya membuat air tanah stabil, tidak surut. Ada im- bangan antara eksploitasi dan pengembaliannya. Sehingga tidak menimbulkan akibat turunnya air tanah. Pencemaran pun bisa di- hindari. Apabila tiap-tiap keluarga membuat sumur peresapan ini nis- caya konsumsi air tidak bakal mengalami masalah. Bila diperluas lagi bila pabrik-pabrik diharuskan membuat sumur peresapan untuk membuang limbahnya sendiri, maka pen- cemaran lingkungan bisa dicegah. Perlu dicatat, bahwa gerakan semenisasi yang disalu segi membuat gang-gang bersih, dan rapi di lain pihak merugikan bagi tanah. Karena air tidak bisa meresap. Akibatnya air tanah bisa ber- kurang. Senyampang belum terlanjur, para pengambil keputusan di kota ini dan sebetulnya di mana saja perlu memikirkan masalah ini. Bukan tidak mustahil, bila eksploitasi air besar-besaran tidak diatur dan tidak diupayakan pengembaliannya ke tanah, maka ta- pahdawa bakal turan. Dan mungkin pula terjadi Jawa bakal teng- an berape rains thun lagi. Q-a kerdil dan mental ia rampas NICA. "Kalau bukan ber- bugil. Sampai batas tertentu serba- kat kedua Mendur mungkin mengayakan kita, tetapi di atas itu ekonomi (ekonomisma) dapat tak ada dokumentasi foto tentang ia malah memiskinkan kita. kejadian penting di zaman revo- Tokoh fiktif kita pada awal ceri- lusi fisik," tulis Haji Rosihan An- ta tadi, sesudah mengatasi depresi, war dalam pengantar Mat Kodak menjadi sangat bersemangat untuk Melihat untuk Sejuta Mata, 1985. hidup efisien dan produktif. Dia Koleksi sekitar 500 ribu master makin sadar bahwa hidupnya terle- foto (film negatif) sekarang di- ta lahir, hidup rupanya ada lah ke- simpan dalam kotak kayu di ruang tak di dipundak sendiri. Setelah ki- harusan. Dia sedar bahwa banyak sederhana, Jalan Hayam Wuruk hal tentang kelahiran dan kemati- 30, Jakarta Pusat. Nasibnya me- an tidak dapat ditentukannya. Ma- rana dijilat ngengat dan jamur. Ip- ka dengan pragmatis dia mulai me- phos minim kemampuannya me- rawat sesuai dengan aturan karena mahat hidupnya sendiri. Hidup ini tidak lain dari pada tak memiliki pengatur suhu udara mencari uang; tanpa uang, segala- atau pesawat antilembap. galanya omong kosong melom- "Saya sampai nggak berani pong sagu. Tetapi berburu uang, membukanya. Habis, banyak yang seperti juga berburu binatang liar lengket," ungkap Ny. Mubagio di hutan, ada resikonya juga. Dia berhasil mencapai status sosial, ke- mewahan, kekuasaan, dan kebe- saran, tetapi matinya bertambah cepat pula. Dia meninggal sebelum waktu yang diharapkan, karena penyakit kemewahan, penyakit peradaban, penyakit manager atau penyakit duduk. Upacara pemakamannya dan makamnya sendiri cukup me wah, tetapi pada batu nisan yang mungil hanya tertera epitaph pen- dek: "Polan bin Polin-lahir tanggal sekian-Pontang-panting Mencari Uang-Mangkat tanggal sekian". Seluruh hidupnya muat dalam se- buah tempurung kelawa sawit, dan kuburnya satu waktu mungkin a- kan digusur pula. What a tragedy! Suatu cerita lara manusia modern. O-d Mendur. Diungkap, pihaknya memang tidak mempunyai alat alat untuk menyimpan negatif foto karena ketiadaan dana. Pernah memang, pemerintah Jepang membantu de- ngan memberi bantuan mengawet- kan sebagian negatif foto karya wartawan Ipphos. "Tetapi, itu juga hanya mampu bertahan untuk waktu dua tahun saja. Sedang di dalam negeri, kita tidak punya alatnya," katanya seolah meng- eluh." Nasib film negatif yang teran- cam musnah itu, menggugah Nyoman Moena, eksekutif terke- muka dan tokoh bank itu bersama PWI Pusat berusaha menyelamat- Gedung yang tengah ramai "di- sengketakan" antara Virama ka- rya dan Ipphos itu sendiri, sesung guhnya eks perusahaan Belanda Fermont Cuypers. Mendur dkk, masuk sejak Oktober 1945 dan mempertahankannya dari peng- uasaan NICA, Izin usaha foto pers diperoleh dari Burgemeester van Batavia, atau Wali Kota Jakarta, 11 Juni 1946. Setahun kemudian dibuat akte notaris oleh Suroyo. Penetapan Menteri Kehakiman RI 17 Mei 1952 dan masuk Berita Ne- gara RI di tahun yang sama. Suasana damai sesudah Konpe- rensi Meja Bundar (KMB). Fer- mont kembali, 1950, dan menempati dua ruang muka, satu ruang panjang dan dua ruang bela- kang. Ketika Indonesia menagih Irian Barat dari Belanda, Fermont balik kandang ke negerinya. Ada nasionalisasi. Gedung Fermont ini masuk di Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan PT Virama Ka- rya didudukkan disitu. Dan Ip- phos, sebagai penyewa, mendapat jatah 500 M2 itu. Juli 1976, Ipphos sudah diminta untuk pindah oleh Virama. Namun, urusan tenang se- jenak ketika Gubernur Ali Sadi- kin, 1977, menetapkan status ge- dung itu bersejarah. Penjelasan Redaksi TULISAN Jajanan Khas Dae- rah Nganeni, Tapi tak Populer, (KR Minggu 19 Mei 1991) terda- pat kekeliruan penyebutan nama sumber yang perlu diluruskan. Yakni nama sumber Drs AV Su- tanto yang tertulis sebagai Direk- tur Akademi Kesejahteraan Sosial "Tarakanita" seharusnya sebagai Ka.Bag. TU, AV Sutanto (tanpa Drs). Kekeliruan tersebut bermula ketika wartawan kami datang ke akademi tersebut untuk menemui Direkturnya, kemudian oleh salah seorang staf di situ wartawan kami dipertemukan dengan AV Sutanto. Seharusnya wartawan kami diper- temukan dengan Dra E Sri Rahayu Kamari, selaku Direktur Akademi Kesejahteraan Sosial "Taraka- nita". Status ini dibatalkan Gubernur Demikian harap pihak-pihak Soeprapto, 1983. Kembali Ipphos yang terkait, dan tentunya pem- sebagai penyewa. Awal 1988, baca .bisa memakluminya. (Redaksi)-f Menteri PU membentuk "Panitia PENGALAMAN MANIS PENGALAMAN PAHIT Milikku Diminta Anak Majikanku KUTULIS pengalaman ini ber- kat bantuan teman dekat yang baik hati. Dari temanku itulah aku men- coba menuangkan segala kere- tulisan ini. Aku tak dapat menyu- sahan serta merangkumnya dalam sun kata dengan baik dan benar, karena aku hanyalah gadis desa yang berpendidikan rendah. Tak ada maksud apapun aku menulis kisah ini. Aku hanya tak tahu ke- pada siapa aku harus mengadukan kegetiran hidup yang menimpaku. Mungkin hanya lewat tulisan ini beban hidupku sedikit terkurangi. Aku hanyalah pembantu rumah tangga. Sudah dua tahun aku men- jalani pekerjaan ini. Kutinggalkan sekolahku yang baru menginjak kelas dua SMP serta kutinggalkan desaku hanya untuk mencari peng- hidupan yang lebih baik di kota. banyak bisa diharapkan membawa Desaku yang tandus dan kering tak hasil. Panen sering kali gagal lan- taran kekeringan yang sudah jadi langganan. Maka tak heran kalau gadis-gadis di desaku memilih pergi ke kota untuk bekerja apa saja. Pada umumnya mereka men- jadi pembantu atau penjaga toko lantaran keadaan desa serta desa- semakin tak ka- Untung saja sampai di kota aku ekonomi yan tak banyak menemui kesulitan. Aku langsung mendapat pekerjaan menjadi pembantu pada sebuah nyata majikanku sangat baik, me- keluarga yang cukup mampu. Ter- reka tak semena-mena memperla- kukan pembantu. Gaji yang diberi- kan padaku cukup lumayan dari pada pembantu di rumah lain. Aku merasa belah bekerja pada ke- luarga ini, apalagi anak- ruan. nyesali nasib ini hanya bisa kupen- dam sendiri di kamar malam itu. Dodo majikanku yang kuhormati telah merusak harga diriku. Ma- lam itu aku tak dapat tidur. Pikir- anku kacau, hatiku bimbang antara ya dan tidak untuk mengadukan peristiwa ini. Dodo kelihatannya sungguh-sungguh mengancamku. Akhirnya aku mengambil kepu- tusan untuk diam tak mengatakan tentang semua itu pada siapapun. Bulan berganti bulan tak terjadi perubahan dalam diriku. Dodo ke- lihatannya tenang seakan tak me- lakukan sesuatu terhadapku. Aku- kan peristiwa itu walau kebencian pun sedikit demi sedikit melupa- pada Dodo masih selalu ada. Meli- hat aku patuhi perintahnya ter- nyata Dodo malah nekad meng- ulang kebiadabannya. Setiap kali Dodo ngerjain setiap kali pula mengancamku. Dan aku sangat ketakutan, tak punya keberanian melaporkan semua itu pada siapa- pun tidak juga pada orang tuanya. Rasa takut itu begitu membe- lenggu diriku, hingga Dodo le- luasa mengulang tindakannya. Sebelum segalanya terlanjur le- bih jauh, aku bermaksud keluar dari pekerjaanku, pindah ke tem- nya melarangku pergi walau de- pat lain. Namun kedua orang tua- ngan alasan apapun. Aku tak pu- nya alasan lagi untuk pindah kerja. Mereka mengira aku akan pindah karena gajiku kurang memadai, maka gajiku ditambahnya. Aku bi- ngung bagaimana caranya keluar dari rumah ini secara baik-baik. Minggat....! Itu sangat tidak ter- puji, sebab aku datang secara baik- baik. Aku ingin pergi secara baik pula, karena kedua majikanku su- anaknyapun sudah besar, sehingga aku tak banyak kerepotan. Setahun sudah aku bekerja pada majikanku sama sekali tak ada masalah, se- mua berjalan lancar. Namun se- menjak kedatangan Dodo (sebut begitu saja) anak lelaki nomor dua yang tinggal di luar kota, aku jadi risih, Dodo sering kali menggo- daku. Ia memang masih muda 23 tahun umurnya, 4 tahun lebih tua dariku. Dodo sering berbuat yang aneh-aneh terhadapku. Ketika aku sedang kerja sendiri, aku sering kali dibuat jengkel dengan ulah nya dan aku juga sering salah ting- Malam itu malam naas bagiku. kah dibuatnya. Seisi rumah pergi ke luar kota ke- cuali Dodo. Hingga di rumah yang besar dan sepi itulah tinggal aku bersamanya. Kulihat Dodo asyik sendirian nonton vidio di kamar te- ngah. Ia minta air minum ketika melihatku melintas di kamar sebe- lah. Aku mengantar minuman yang dimintanya. Namun apa yang terjadi setelah aku meletakkan mí- numan? Dodo mendekapku kemu- dian membantingku di sofa. Dodo ingin memperkosa diriku, aku mencoba melawan namun sia-sia. Aku tak berdaya dibuatnya hingga Setelah puas melampiaskan nafsu- kegadisanku lenyap direnggutnya. nya padaku. Dodo mengancamku agar tutup mulut atas peristiwa ini kalau ingin nyawaku tetap sela- mat. Aku hanya bisa menangis dan sekilas aku masih sempat melihat vidio yang diputar Dodo ternyata kaset porno. Barangkali vidio porno itulah yang membuat Dodo dirasuki nafsu syetan hingga memperkosa diriku. Perasaan marah, benci dan me- dah terlalu baik. Tapi dengan jalan bagaimana, aku tak mengerti?. Aku hamil. Aku tak berani mengatakan tentang kehamilanku pada siapapun kecuali padanya. Dodo berkata akan bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Ketika kehamilanku diketahui ma- jikanku, aku didesaknya siapa yang berbuat. Aku hanya bisa me- nangis, aku takut akan ancaman- nya. Namun setelah didesak berkali-kali akhirnya aku berterus terang bahwa Dodolah yang mengakibatkan semua ini terjadi. Majikanku kaget mendengar nya, ia mengelak tak mengakui pengakuanku. Ketika Dodo dita- perbuatannya Duh......! betapa me- nyakitkan. Tapi aku tak berani ber- sumpah demi Tuhan dan demi apa- pun bahwa semua ini adalah ulah Dodo. Aku tak tahu apa yang se- ring kali dibicarakan majikanku untuk mengatasi musibah ini. Suatu ketika aku diberi uang se- ratus ribu rupiah dan disuruhnya kembali ke desa. Uang itu untuk biaya persalinanku kelak. Aku bi- ngung antara menerima dan tidak. Dibujuk-bujuk, akhirnya aku me- nerima uang itu juga dan kembali ke desa. Aku tak tahu bagaimana aku mesti menuntut. Orang tuaku juga tak tahu bagaimana meng- atasi hal ini. Sebagai orang desa dan status sosial yang rendah kami tak dapat berbuat banyak. Akhir- nya aku pasrah oleh kenyataan ini. Tak tahu bagaimana kelak masa depan anakku. Entahlah....! Aku hanya berharap semoga Tuhan memberi keselamatan padaku dan ketabahan. Tentang esok nasib anakku, semua ini kupasrahkan pada Tuhan. (In)-a coklat besar-besaran, kata Bupati kering Kedelai lahan kering, terobosan Gunungkidul mencukupi pangan. Artinya, lahan kering ini tetap dapat dimanfaatkan untuk sumber pendapatan masyarakat. Hanya, perlu dilakukan diversifikasi usaha tani seluas-luasnya. Tidak hanya tanaman pangan. Tetapi akhir-akhir ini dikembangkan ber- bagai jenis tanaman perkebunan. Atau tanaman-tanaman lain yang tidak menggantungkan curah hujan atau air, jelas Bupati yang alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. Meski demikian bukan berarti lahan kering ini tidak mungkin di- intensifikasikan. Sejak tahun 1982 sudah dilakukan intensifikasi ta- naman pangan. Sehingga produksi padi dari tahun ke tahun terus me- ningkat. Sebagai gambaran, padi sawah tahun 1988 mencapai 29.544 ton. Tahun berikutnya naik menjadi 34.811 ton. Sedang padi gogo yang tahun 1988 110.024 ton, menurun menjadi 109.496 ton. Tahun 1990 produksi padi sa- wah 31.857 ton. Sedang produksi padi gogo tahun 1990 lebih tinggi dibandingkan tahun 1989. Naik dari 109.496 ton menjadi 119.285 ton. Dengan produksi padi tersebut ternyata mampu menyulap ma- kanan pokok tiwul menjadi beras. Bahkan saat ini gaplek Gunungki- dul hanya sekitar 10 persen terkon- sumsi masyarakat. Itupun sudah dalam berbagai-bentuk. Ada ma- kanan kecil alen-alen, lempeng dan sebagainya. Jadi, yang terkon- sumsi penduduk untuk makanan relatif kecil. Bahkan hanya untuk orang-orang yang kecanduan thi- wul saja, kata Kabag Perekono- mian Pemda Gunungkidul Is- wandi. Jika dibandingkan dengan produksi tanaman perkebunan, ternyata tanaman pangan ini masih dominan. ""Tetapi di massa men- datang, tanaman perkebunan ini Ir Soebekti Soenarto. Selain itu untuk kawasan selatan dikem- bangkan tanaman mlinjo. Bahkan, berulangkali, ketika Sesdalobang Solichin GP ke Gunungkidu! se- lalu meminta agar petani merubah kebiasaan tergantung pada pola tumpangsari ke tanaman perke- bunan. Sebab, menurut Sesdalo- bang, tanah di Gunungkidul tidak mungkin dipacu untuk tanaman pangan. Dan salah satu contoh ta- naman perkebunan yang baik, ta- naman pisang. Tanaman ini selain tahan kekurangan air, juga naiah menyimpan air. Penghutanan Bupati Gunungkidul Ir Soebekti berpendapat, diversifikasi ta- naman perkebunan ini bukan saja mengantisipasi kemungkinan ke- gagalan tanaman pangan. Tetapi (KRM-Endar)-e tral perkantoran atau sekolah- sekolah jelas membutuhkan fasili- tas air yang memadai. Sementara belum ada teknologi canggih un- tuk mendatangkan air ke lahan ke-. ring. Memang penggarapan lahan ke- ring seperti Gunungkidul membutuhkan keuletan tersendiri. Bukan saja harus mampu secara jeli mencermati setiap peluang, te- tapi, diperlukan teknis yang super canggih untuk menjadikan lahan kering tetap produktif. Untuk menjawab semua itu, tentu bukan pekerjaan mudah. Sebab, setiap rencana besar, membutuhkan dana yang besar pula. Tetapi paling ti- dak bakal menjadi renungan disaat ulangtahunnya yang ke 160, Senin 27 Mei 1991 ini. (Endar Widodo)-f POJOK KR Bank Dunia menilai, negara kita, Indonesia, berhasil mengatasi kemiskinan. - Walau kita sendiri termasuk kelompok miskin, kita patut mengucap syukur. Semoga kita segera termasuk yang tidak miskin. *** Masih banyak pengusaha yang menganggap penting pertumbuhan dalam pembangunan ekonomi, sehingga per- tumbuhan perlu dipacu. Mereka kurang memikirkan dam- pak negatif pemacuan pertumbuhan itu pada lingkungan. Prof Emil Salim, Menteri Negara KLH, mencoba melurus- kan pandangan yang salah tersebut. - Kenapa baru sekarang memperingatkannya, Pak? Padahal sejak dulu kita sebetulnya telah tahu hal itu. Tetapi "lebih baik terlambat daripada tidak berbuat". Верный MINGGU WAGE 26 Kanker Diketal ARTIS Rima M benjolan sebesar kac mang tidak menggan benjolan itu diperiksal agar Rima Melati mem salah satu upaya pe Artis isteri Frans Tumbuan pun segera melaksanakan sa berobat ke Belanda. Pender kanker payudara ini akhirnya m jalani pengobatan dengan cara nyinaran dan kemntoterapi. Ha nya, Rima ternyata bebas dari nyakit yang mengerikan Walau akibat dari pengobatan sebut, Rima harus mengalami rontokan rambut dan mend luar biasa. "Mungkin Tuhan makai saya sebagai saksi ba kanker bisa disembuhkan," Rima Melati kepada Tempo, M 1991 lalu. Lalu apa naseha in penderita kanker payudara pada sesama kaumnya? "Ja biarkan benjolan sekecil ap bertahan di payudara anda Pengalaman artis Rima M renungan ini patut menjadi wanita yang selalu khawatim ngah kepopulerannya k payudara yang melanda kau nita di berbagai negara di ini. Kanker payudara m menjadi salah satu isu di du sehatan, yang kian mer kaum wanita. Berbagai per dilakukan untuk menemu nyebab dan cara pengobata ampuh. Namun belum juga hasilkan kesepakatan dan pulan penyebab dan pen yang baku. Salah satu com neliti dari Massachusetts▪ Hospital dan Havard School di Boston (F 23/5-91), mengungkapkam gen yang dicurigai sebagai sang terjadinya kanker p- diduga melakukan itu kam lebihnya dosis substansi yang sebenarnya bertuga Artis Rima Melati, telah atur aktivitas sosial. Gen malnya membiarkan sel duksi substansi yang kinan berpartisipasi da tumbuhan dan pembela Substansi yang baru d ini mirip siklin, yakni I protein yang mengatum buhan sel melalui rangk vitas yang disebut siklus stansi ini juga bertinda siklin di dalam tabung F Penelitian terakhir mer gen yang disebut pradl, tif pada 15-20 persen tu dara. Ini mengindikasi substansi ini dalam per tumor.. Wanita memang sam luang terserang kanker karena dalam buah dad: pat banyak lemak. Le mengendap menyebab ubah ganas maupun jin rut Dr Lucas Wiratmal RS Telogoredjo Semar sea, April 90), satu dar nita kemungkinan mem sinoma (tumor ganas) Meski ini baru berdas base saja, namun 30 penderitanya meningg nyakit tersebut. Padah dini mungkin ditangg kemungkinan sembul kali. Cuma, umumny datang dalam keada lanjut. Ini karena keku tian mereka tentang E Kalau dalam tahun berdasarkan hasil pen- Cursson dari Sidney's University, bahwa 64 matian yang terjadi di gian Australia, teruta kelompok wanita kaya oleh kanker payudar kan hasil penelitian ■ asumsi bahwa wani longan ekonomi ya kupan sangat berpelu kanker payudara. Hal dikaitkan dengan po makanan mereka. (Be SH MINTA Seri Apidl Menor JALA SIMPA 5410 4cm