Tipe: Koran
Tanggal: 1993-09-25
Halaman: 10
Konten
Color Rendition Chart cm SABTU PAHING 25 SEPTEMBER 1993 (8 BAKDAMULUD 1926) Xedaulatan Rakyat Daerah Tingkat II Memacu PADS TERBIT SEJAK 27 SEPTEMBER 1945 Bangga Pahlawan Olah Raga DIY muncul mengingat tentunya pembalap-pem- balap putra dan putri andalan DIY 4 tahun mendatang akan semakin bertambah usianya. Sebagian akan mencapai usia uzur dalam ukuran olah raga, sebagian lagi akan mencapai usia puncak prestasi. Bagi pemba- lap yang dimungkinkan akan mengalami usia uzur prestasi inilah yang menjadi bahan pemikiran. PON XIII baru saja usai. Obsesi kontin- yang akan datang? Pertanyaan semacam ini gen PON XIII DIY untuk memperbaiki pe- ringkat tidak hanya menjadi kenyataan. Te- tapi yang dilakukan seluruh atlet adalah ge- brakan. Suatu 'revolusi' karena secara drastis berhasil memangkas peringkat. Dari urutan 18 pada PON XII naik menjadi uru- tan 9, yang berarti berada dalam lingkup '10 besar. Prestasi ini tentu saja amat mem- banggakan tidak saja para pengurus KONI DIY dan cabang-cabang olah raga yang sela- ma ini tekun membina atlet. Tetapi juga membuat mongkog seluruh warga Propinsi DIY. modal dasar Tidak dapat tidak. Prestasi itu merupa- kan karya nyata seluruh pembina, pelatih dan para atlet. Hasil latihan dan kerja keras selama 4 tahun terakhir. Buah dari strategi jitu sebagai hasil pemikiran yang brilian. Ke dua faktor inilah-hasil latihan dan kerja keras serta strategi jitu - yang merupakan kesuksesan itu. Mengapa faktor 'strategi jitu' ikut berpe- ran besar bagi kontingen DIY dalam mem- perbaiki peringkatnya di PON XIII? Asumsi ini berangkat dari adanya kenyataan bahwa sebagaimana strategi yang ditempuh sejum- lah kontingen lain, DIY juga memasang strategi menjadikan salah satu cabang seba- gai penambang medali emas andalan. Kontingen DIY dalam hal ini memilih cabang balap sepeda, yang akhirnya mampu mem- persembahkan 5 dari 11 emas yang direbut- nya. Strategi jitu seperti itu merupakan fenom- ena sejak berlangsungnya PON XI 8 tahun yang lalu. Adalah Propinsi Jambi yang mula- mula menerapkan strategi semacam itu, de- ngan memboyong keluarga perenang Raja Nasution dari Medan Sumatera Utara. De- ngan menjadikan cabang renang yang me- nyediakan belasan medali emas sebagai pe- nambang andalan, kontingen Jambi lang. sung menyodok ke urutan belasan pada PON XI dan XII. Strategi serupa diterapkan kontingen Propinsi Lampung yang men- jadikan cabang angkat besi sebagai penam- bang andalan, dan Propinsi Sulawesi Teng- gara dengan cabang dayungnya. Kontingen DIY pun menempuh strategi serupa dalam upaya memperbaiki peringkat- nya. Lima emas yang dihasilkan dari nomor nomor balap sepeda, menjadikan kontingen DIY naik 9 peringkat dibanding prestasinya di PON XII 4 tahun yang lalu. Muncul pertanyaan cukup relevan, yang kiranya memerlukan jawaban pasti agar pe- ringkat DIY tetap dapat dipertahankan pada PON XIV dan seterusnya. Akankah cabang balap sepeda masih mampu mempersem- bahkan emas mayoritas pada pesta PON Sebuah Tanggapan : Adalah amat menggembirakan pernyata- an Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kedudukannya selaku Ketua Umum KONI DIY, bahwa kehadiran pembalap-pembalap Nasional di Yogyakarta telah mampu memo tivasi pembalap-pembalap muda usia untuk berprestasi. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa keberadaan Ronny Yahya dan kawan- kawannya serta pelatih Theo Gunawan sekaligus berfungsi pula sebagai pelatih, penggembleng dan motivator pembalap-pem- balap Yogyakarta. Kalau kondisi seperti ini yang terjadi, jawaban atas pertanyaan terse but tidak mengkhawatirkan benar. Di tengah persaingan keras para atlet un- tuk berprestasi maksimal di kancah PON XI- II, dedikasi dan semangat bertanding atlet- atlet DIY amatlah membanggakan. Mereka bertanding berlandaskan motivasi suci dan tunggal, membela panji-panji keolahragaan propinsinya. Ihwal ini perlu diketengahkan mengingat para pelatih, pembina dan official kontingen DIY tak pernah menjanjikan moti- vasi dalam bentuk materi bagi atlet peraih medali. Dedikasi setiap atlet DIY untuk berprestasi bagi keharuman nama pribadi dan daerahnya ini perlu terus dipelihara di tengah kecenderungan sementara propinsi, yang mengidentikkan prestasi dengan nilai materi. Kalaupun kemudian Sri Sultan Hameng ku Buwono X atas nama KONI DIY atau in- stansi pemerintah dan swasta lainnya berkeputusan memberikan bonus apapun bentuk dan wujudnya, hadiah tersebut meru- pakan luapan kegembiraan dan kebanggaan. Dengan demikian tidak tertuju kepada se- mentara atlet. Tetapi kepada seluruh atlet sesuai dengan tingkat prestasi yang diraih- nya. Kontingen DIY sudah tiba kembali di Yog- yakarta. Mereka adalah pahlawan-pahlawan olah raga yang baru saja pulang dari 'pertem- puran' demi membela dan menegakkan pan- ji-panji daerah. Sudah selayaknya masyara- kat DIY bangga dan mongkog atas keber- hasilan duta-dutanya mengibarkan nama dan bendera DIY di tiang '10 besar' keolahra- gaan Nasional. Kita semua bangga pada prestasi atlet DIY! Of Menyongsong Otonomi rung, Minuman Keras dan Pajak Pajak Bangsa Asing, Sarang Bu- Anjing tidak penulis analisa lebih lanjut, karena disamping sum- bangannya yang kecil kadang kadang hanya bersifat "regulati saja (misal: Pajak Anjing dan Minuman Keras). "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 10 PIKIRAN PEMBACA PIKIRAN -Naskah disertai fotocopy jatidiri - Isi tanggungjawab penulis Bagaimana Status DIY di Masa Datang? MAJALAH anak-anak terbitan Jakarta, Ananda no. 31 edisi 30 Juli 1993 tahun XV halaman 7 dengan subjudul Manusia Purba butir 3 menulis mengenai Status Daerah Istimewa Yogyakarta, setelah Sri Paduka Paku Alam VIII wafat akan menjadi bagian dari wilayah Propinsi Jawa Tengah. Membaca tulisan itu, penulis sebagai Warga Propinsi Daerah Is timewa Yogyakarta, sangat meragukan kebenaran Status Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta seperti yang ditulis oleh majalah terse but. Maka melalui media ini, penulis mengharapkan tulisan di KR dari pihak yang benar-benar mengetahui mengenai status Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di masa mendatang Hal ini sangat perlu diketahui agar tidak menimbulkan kesalah- pahaman bagi pembacanya. Oh. Jubaidarus, S.Pd. Ngebong, Margorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta, 55552 MANUSIA PURBA NANDA muatin berita berita tolong dong tentang manusia purba sampai ke- rajaan yang ada di Indo- nesia, yang terlua dan yang terakhir. INDRI CH CIREBON pulau SEWAKTU penulis masih du- duk di bangku kuliah, tema seba- Oleh Drs St Triyanto gaimana judul di atas sudah se- makalah, kertas kerja atau berba berbagai pos penerimaan Dati II nerimaan dari Pajak Tontonan ring diangkat dalam seminar, gai bentuk diskusi lainnya. Kini, lainnya (dengan disertai analisa oleh sementara pihak dipandang setelah hampir dua dasa warsa penulis terhadap sejumlah Dati II terus menurun. Berdasarkan ha sil analisa penulis besarnya kon- berlakunya Undang-undang No- di Pulau Jawa). tribusi pajak ini terhadap total Retribusi Daerah mer 5 Tahun 1974 tentang Pokok- Pajak Daerah penerimaan dari pos Pajak Dae- Disamping Pajak Daerah seba- pokok Pemeritahan di Daerah, tersebut masih cukup menarik pengertian pajak pada umumnya, (sedangkan menurut penelitian gaimana telah penulis uraikan di Sebagaimana halnya dengan rah hanya sebesar 16,37 persen ternyata issue mengenai otonomi untuk diperbincangkan. Bahkan esensi dari Pajak Daerah adalah Devas beberapa tahun yang lalu muka, salah satu sumber Penda bila menilik urgensinya, pembi- pungutan yang bersifat memaksa pajak Dati Il ini masih meru- patan Asli Daerah yang paling be sar bagi Dati II adalah Retribusi caraan mengenai hal ini menjadi kepada warga masyarakat, de- pakan sumber penerimaan Dati Daerah. Hal ini mudah dipahami semakin menantang untuk dite- ngan tidak disertai kontra presta- yang terbesar, yaitu sebesar 30 mengingat, bahwa pungutan ini simbalan secara langsung. Seba- persen). Salah satu penyebab dari dikutip oleh Dati II, sebagai im- lusuri lebih lanjut. Selama ini berbagai upaya te- gian besar Pajak Dati II dipungut turunnya penerimaan dari pajak balan atas layanan umum yang lah dijalankan oleh Pemerintah, berdasarkan Peraturan Daerah ini adalah pesatnya perkembang telah dinikmati oleh warga masya untuk melaksanakan isi ketentu yang telah mendapat pengesahan an berbagai bentuk media hibur- rakat (Wajib Retribusi) tersebut. an yang tercantum dalam Un- secara berjenjang, baik dari Dae- an lainnya (televisi swasta, perse- Sebenarnya terdapat berbagai ma dang-undang tentang Pemerinta- rah Tingkat I maupun Menteri waan kaset video dsb). cam Retribusi Dati II, namun da- Sejalan dengan perkembangan lam kesempatan ini penulis ha- han di Daerah ini. Namun demi- Dalam Negeri. Lain halnya dengan Pajak dunia wisata pada umumnya, sa- nya menganalisa beberapa saja, kian sepanjang menyangkut per- soalan otonomi, khususnya me- Pusat, Pajak Dati II pada umum- lah satu Pajak Daerah yang memi sebagai suatu gambaran saja. ngenai "titik berat otonomi" ter- nya merupakan pajak yang kecil- liki prospek cerah adalah Pajak Berdasarkan analisa yang pe nyata masih jauh dari memuas- kecil dan kurang potensial untuk Pembangunan I atau PP I. Pajak nulis lakukan, penerimaan dari kan. Keadaan ini telah mengun- dikembangkan lebih lanjut (Ke- ini dikenakan terhadap pemba- Rumah Sakit dan Balai Pengo- dang minat dari berbagai kalan- cuali beberapa Pajak Dati II yang yaran yang dilakukan oleh penja- batan (RSU dan BP), memiliki gan, baik para ahli dari berbagai akan saya analisa dalam tulisan jan/penginap pada rumah ma- kontribusi terbesar terhadap total disiplin ilmu, praktisi atau bah- ini). Sebenarnya Pajak Dati II kan atau hotel. Walaupun banyak retribusi Dati II, yaitu sebesar kan para Pejabat Pemerintahan cukup banyak jumlahnya, tetapi Dati II mengalami kesulitan se- 26,35 persen. Sedikit dibawahnya sendiri tampil dalam forum-fo- sebagian besar Pemerintah Dae- rius untuk menerapkan pajak ini, adalah retribusi andalan bagi Da- rum diskusi, seminar atau lewat rah Tingkat II hanya memungut namun bukan tidak mungkin PP ti II pada umumnya, yaitu Retri 8 sampai 12 jenis saja (Nick De- I akan berkembang menjadi salah busi Pasar dengan 20,72 persen. media massa yang tersedia. Setelah melewati serentetan vas dalam Keuangan Pemerintah satu sumber Pendapatan Asli Sejalan dengan lajunya pelak- debat panjang yang melelahkan, Daerah di Indonesia, Jakarta, UI Daerah yang cukup handal. sanaan pembangunan daerah, kesimpulan umum yang sering Press 1989). Dari analisa yang penulis laku- khususnya dibidang prasarana Untuk memperoleh gambaran kan, PP I menempati urutan keti- fisik, salah satu jenis retribusi di-lontarkan adalah kenyataan bahwa, penyerahan berbagai uru- secara umum mengenai "kompo- ga setelah Pajak Tontonan de- Dati II yang menjadi sedemikian san rumah tangga Daerah oleh sisi" dan "kontribusi" Pajak Dae- ngan kontribusi terhadap keselu- penting adalah "uang sempadan/ Peme-rintah Pusat kepada Daer- rah di masing-masing Dati II, pe- ah, be-lum sepenuhnya disertai nulis mencoba melakukan suatu nulis, ternyata retribusi Dati II dengan sumber keuangan yang analisa terhadap sejumlah Dati II Pajak Dati II yang ini mampu menyumbang 8,76 per memadai. Dengan sedikit dibum- di Pulau Jawa (Sumber: tukar memiliki prospek yang cukup ce- sen terhadap total pos 1.2.2 atau bui kritik terhadap "political will" menukar informasi PADS tahun rah adalah Pajak Reklame (Pajak Retribusi Dati II (sedikit diatas dari Pemerintah, pembicaraan anggaran 1991/1992 dari 39 Dati Iklan). Mengingat makin meluas- penerimaan dari "Stasiun Bus kegiatan bisnis, khususnya Taxi" yang hanya berkisar 7,64 mengenai hal ini biasanya ditut II di tiga propinsi). Dari hasil analisa yang penulis dunia periklanan, peluang bagi persen). up dengan himbauan Pemerin- Daerah untuk menggali "obyek Disamping beberapa macam Undang-undang tentang Perim- an Jalan Umum (PPJU) menem- se-gera mengeluarkan lakukan ternyata Pajak Penerang (sumber pendapatan) baru dari retribusi telah penu- bangan Ke-uangan baru, yang di- pati urutan pertama dari sedere- pajak ini semakin besar. Namun lis analisa tersebut, masih terda- harapkan mampu mencerminkan tan Pajak Dati II lainnya. Daya demikian berdasarkan analisa pat beberapa jenis retribusi yang berbagai aspirasi dan kepentin- dukung (kontribusi) pajak ini ter- penulis, sumbangan pajak ini ter- memiliki prospek cerah, dua di- gan Daerah. hadap keseluruhan penerimaan hadap total penerimaan pajak antaranya adalah "Dispensasi Ja Bagi penulis sendiri, memba- dari pos 1.2.1 (Pajak Daerah) ada- Dati II hanya sebesar 7,12 persen. lan". Walaupun terdapat variasi has otonomi Daerah secara me- lah sebesar 44,25 persen). Salah keempat pajak Dati yang sangat tajam dalam peneri- nyeluruh ibarat si buta yang hen- satu faktor yang mendukung be- II yang telah penulis uraikan di maan retribusi Dispensasi jalan dak bercerita tentang gajah. Un- sarnya penerimaan dari pajak ini depan, masih terdapat beberapa di masing-masing Dati II, namun tuk itu tulisan ini hanya membat- adalah prosedur pemungutannya jenis pajak Daerah yang masih tidak dapat dipungkiri bahwa re- asi diri pada salah satu pilar yang praktis, dengan mengait- mungkin untuk dikembangkan, tribusi ini cukup potensial seba- otonomi Daerah, yaitu Pendap- kannya pada rekening listrik namun mengingat "obyeknya" gai salah satu sumber PAD bagi ANANDA 31 atan Asli Daerah Sendiri (PADS). yang dikeluarkan oleh Perusaha yang terbatas, nampaknya tidak Dati II pada umumnya. Demikian pula halnya dengan Karena pada akhirnya keberhasi- an Listrik Negara (PLN). Selain dapat diandalkan sebagai salah lan pelaksanaan otonomi Dati II, prosedur dan penetapannya yang satu sumber PADS yang mema- "Retribusi Kebersihan", walau- dapat dilihat dari sejauh mana mudah, faktor lain yang mendu dai. Pajak Dati II tersebut dian pun sumbangannya belum begitu kemampuan Daerah dalam meng kung adalah semakin banyaknya taranya adalah: Pajak Pendaf- besar, namun retribusi ini sangat ganti dan memacu potensi keua- warga masyarakat menjadi pe- taran Perusahaan, Pajak Potong cocok untuk dikembangkan di langgan listrik, yang berarti me- Hewan dan Pajak Kendaraan tiap-tiap Dati II Untuk inilah, secara berturut- nambah jumlah wajib pajak yang turut akan dibahas mengenai Pa- terjaring dari Pajak Dati II ini. jak dan Retribusi Daerah serta tah, untuk ngannya. Adakan Lagi Penataran Bersama Pejabat dan Wartawan BERITA Harian KEDAULAT Oleh Jussac MR ruhan penerimaan dari pajak jin Bangunan". Dari analisa pe- Daerah sebesar 14,14 persen. Satu lagi nya Disamping Tidak Bermotor. Selanjutnya mengenai pajak- Lain halnya dengan PPJU, pe- pajak Dati II seperti Pajak Radio, rena dipersulit oknum-oknum ke- Pemerintah yang diadakan LP3 cil di jajaran di luar Kodam! Pun- ES di Sukabumi pada tahun 1973 Dati II yang Ini sih namanya rigerjain NANDA Emang disuruh bin PA ya? Tapi boleh juga sin, itung-itung belajar sejarah lag 1. Manusia purba di Indonesia yang dikenal oleh dunia in ternasional adalah yang dari Jawa Yaitu manusia purba dari desa Trinil (ka- residenan Madiun, Jawa T mur), yang ditemukan oleh Dr. Eugene Dubois tahun Kemudian pada tahun GHR von Koeningswald melakukan penggaian di desa Sangiran 1891. 1930-1936, Dr. Jawa Tengah. wilayah Kabupaten Sragen, Di desa Sa- pgiran inilah Dr. Von Koen- ngswald menemukan fosil manusia purba dan hewan purba banyak sekall. Se- hingga, desa Sangiran dise but sebagai gudangnya fosil manusia dan hewan purba 2. Kerajaan tertua yang diketahui dalam sejarah adalah kerajaan Tarumane- gara. Pusat kerajaan di se- WOO kitar kota pada Bogor yang seka- waktu rang. Diduga karajaan itu telah ada pada abad ke-4 Sedangkan di Jawa Tengah yang sama juga telah berdiri kerajaan Ka linga yang memerintah ada lah seorang ratu yang sa ngar torkenal adil dan bi jaksana Yaitu Ratu Sima yang terakhir di in 3 Kerajaan donesia adalah Kasulanan dengan ra Ngayogyakarta, janya yang terakhir Sri Sul tan Hamangku Buwono ke IX Ketika Bung Karno me nyatakan kemerdekaan in donesis 17 Agustus 1945, Sultan HB IX langsung me nyatakan, berdin di bela- kang Republik Indonesia Dan Sri Sultan pun turut ber- juang membela kemerdeka an. Kemudian, kasutanan Ngayogyakarta dijadikan Istimewa Yogyakar Daerah ta, dengan Sri Sultan HB JX kepala daerah/gu sebagai bernur. Setelah beliau wa- fat, yang Daerah/Gubernur adalah Sri Paduka Paku Alam Vill. Apa menjadi Kepala bila nanti SP Alam VIII wafat, Yogyakarta tidak lagi menjadi Daerah Istimewa, tetapi masuk wilayah Jawa Tengah. Ditemukan Arloji Giovani TELAH ditemukan sebuah arloji merek Giovani plat warna hitam di jalan Danukusuman pada hari Selasa 21 September 1993 jam 13.10 oleh Bp.FX.Sudarsono. Ph.D.MA Kepada yang merasa kehilangan dapat mengambilnya dengan membawa bukti diri dan atau pemilikan. Jika dalam waktu tiga hari sesudah dimuatnya surat pembaca ini tidak ada yang mengambil, ma- ka barang tersebut akan diserahkan kepada pihak yang berwajib.-k Penemu FX.Sudarsono.Ph.D.MA Danukusuman GK 6/254 Yogyakarta Mengetahui RT 23 Drs. Agus Widarto. SABTU PAHING Dua P tak M YOGYA (K tidak lagi mem tersebut tidak t ber di Malang vember mendat Menurut manag pelatih Mataram ditemu Idris yang mannya, Minggira Kamis (23/9), tida kontrak kedua pe na kemauannya Ruma misalnya, a diri, karena mur mencari suasana dah ke klub lain a Yang jelas dia s memperpanjang ngan Mataram P di Idris. Tentang Sutar tan pemain Gajah atama, Iswadi m akan pindah ke P Lebih lanjut Rakosa YOGYA (KR) yang lagi ngetren bakal digelar Ram Cycle Fun Bik melibatkan 300 amping memas raga dan mengo syarakat dengana meriah dan r Roosprayitno se menamb mengembalikan sebagai kota sep sekarang ini, su fikasi sepeda-sep berbagai asesor mengangkat h pemilik sepeda berolah raga m polusi. tia Disamping it motivasi dan m di dalam sadan turut memban Kontinge Aceh Til Sambuta BANDA AC gen Daerah Ist gagal memenu baiki peringka Rabu pagi tiba tanpa ac dari para pejaba Aceh Semula dire adakan acara p laman gedung saya tidak tah pim PON Aceh, Ma setibanya di B Tim PON d cong berkeku tra-putri. (Rta di," kata tentang kan, karena paling sedikit dua Gubernur tu, bukan PWI DIY!!). Forum yang mula-mula berna- telpon *** Pa- se- itu di mu edan tenan. Jarene aku nam- markas dalam Pada suatu hari, PELOPOR yang terbit di Semarang memuat Penerimaan dari Laba Perusda, Dinas-dinas Daerah dan Pos Peneri- maan Lain-lain Apabila kita bicara tentang Rp 12.000,- Uang Milik Siapa? cak penyelesaian masalah berita dan menampilkan empat pembi- PADS, satu hal yang biasanya TELAH ditemukan 1 buah amplop dengan Kop. Departemen Pen- gali-gali, yang menurut cara, yaitu Jakob Oetama (KOM- seringkali muncul adalah keran- dan Kebudayaan Kantor Wilayah Prop DIY pada tgl 22 Sep- beberapa teman di GOLKAR Yo- PAS), Drs Tjoek Atmadi (Direktur cauan pengertian gyakarta, menjadi sebab saya ke Pembinaan Pers DEPPEN), May- PADS itu sendiri. Dengan berpe- tember 1993 di jalan Ngampilan. hilangan kursi saya di DPR-RI itu jen Amir Moertono (DPP GOL gang pada Undang-undang No 5 Setelah kami buka ternyata ada uangnya sebanyak Rp 12.000,- terjadi di Bangsal Kepatihan be- KAR) dan Jussac MR Wirosoebro- Tahun 1974, khususnya pasal 55, Duabelas ribua rupiah), Barang siapa yang merasa kehilangan harap berapa waktu kemudian. Dalam to (PELOPOR YOGYA). Dalam penulis berkesimpulan bahwa hubungi kami dengan membawa jati diri. suatu acara tatap muka antara makalah saya, saya kemukakan PADS suatu Daerah Tingkat II Panglima Kodam VII/Diponegoro bahwa pada azasnya tidak ada meliputi : Pajak dan Retribusi H. Munandaris, "Aries Travel" Jl. Ngampilan 4 Yogyakarta wahannya untuk menangkap dengan tokoh-tokoh agama dan konflik antara Pers dan Pemerin Daerah, penerimaan dari laba Pe- Voucher Purwosari Plaza, Solo atau paling tidak memanggil saya masyarakat se-DIY, menjawab tah di Indonesia. Yang ada hanya rusda, penerimaan dari Dinas-di- AN RAKYAT edisi Minggu 19 Sep yang jadi "lakon" dalam penyia- pertanyaan seorang Sarjana Hu- lah konflik antara oknum-oknum nas Daerah dan Penerimaan La- tember 1993 tentang perbuatan seorang pejabat kecil ke Sema- atau bahkan menangkap saya se- dakan pertemuan dengan Pengu- ran berita yang tidak betul itu, te- kum yang hadir, Mayjen Ismail Pers dan oknum-oknum Pemerin- in-lain. Dengan demikian dalam 100.000, di Purwosari rang yang mengusir delapan war- tapi mula-mula dikira betul oleh dengan tegas berkata "Yang bi- tah. Itupun tidak mengenai hal- tulisan ini penulis tidak memba- dikarenakan tawan dari empat Propinsi, yang wab Redaksi Harian PELOPOR lah tokoh Pers serta media massa bagai Pemimpin/Penanggungja- rus PWI Yogyakarta dan sejum- khalayak pembaca, termasuk lang begitu bukan Pak Jussac, hal yang prinsipiil, tetapi hanya has pendapatan Daerah lainnya hari) yang telah Entah yang memuat berita itu. Pak Par di Yogyakarta, karena media mas sudah biasa meliput acara-acara Panglima. Tetapi Mayjen Ismail kok. Yang menulis begitu itu war mengenai teknik pelaksanaan tu- seperti Pos Bagi Hasil Pajak (mi- kan kelalaian tidak menempuh jalan ke- tawan. Biasa to, wartawan gas masing-masing. di Gubernuran Jawa Tengah, be- djo memilih "personal approach"; sa di Yogyakarta juga menggarap kuasaan. Jendral TNI itu tidak Tidak hanya begitu. Dalam upaya sal: Pajak Bumi dan Bangunan menerima voucher tersebut melalui pos dengan stempel di belakang nar-benar menyebabkan saya ter jam setengah enam pagi menel- masalah-masalah di Jawa Te Gagasan saya itu didukung dan Pajak Kendaraan Bermotor), sampul kejut. "Elho!? Sudah tahun 1993 pon saya di Yogyakarta. Melalui ngah. Tidak sebulan kemudian, menggunakan "security appro- yang saya kira disengaja untuk Pengurus PWI Yogyakarta, lalu serta Pos Bagi Hasil Bukan Pajak perangkonya ach" dalam menghadapi pemberi memelihara hubungan baik de- saya ajukan kepada Pangkowil- seperti: Iuran Hasil Hutan dan bukan kesalahan dari Pihak Pos dan kok masih ada pejabat koplo! Ti- telpon itu Pak Pardjo juga tidak ada undangan dari Gubernur Ja- taan itu. Sebaliknya diutusnya ngan wartawan yang nota bene han II Jawa-Madura, Letjen Wi- Retribusi Galian C. dak mengetahui fungsi dan tugas, menampilkan dirinya sebagai Gu- teng disusul pertemuan besar da- tiga orang perwira terras Kodam memang tidak bersalah, setelah dodo. Jendral TNI yang dikenal guna melegakan para semua pelanggan Plaza, saya hara jangankan lagi hak-hak Pers Na- bernur atau BAPAK SOPAR- lam acara buka puasa bersama untuk menemui saya di Yogya- berpamit dan bersalaman dengan sebagai "Jendral Sospol terkemu- terdapat variasi yang tajam di Berdasarkan analisa penulis, pkan Plaza sudilah kiranya menjelaskan kenapa hal itu bisa sional! bagaimana penyelesaiannya. (surat dan sepucuk kabarkan KR itu juga mengejut tiap-tiap Dati II dalam pos-pos di masih saya simpani Insiden Jurnalistik sebagai di- tinggi menyebut dirinya sendiri. kat Propinsi Jawa Tengah, PWI karta. Pada suatu sore, seorang Gubernur Kepala Daerah, SP Pa- ka itu menyetujui usul PWI Yog- DJO, sebagai lazimnya pejabat yang dihadiri pejabat-pejabat ting atas (Laba Perusda, Dinas-dinas Nugroho, Yadara Babarsari IV/8 Ct Yogyakarta 55281- memberitahukan bahwa Kepala Panglima sengaja berhenti seben- cana Sarasehan Pers dan Pemer- itu bertanya: "Dari mana ini? PWI Yogyakarta yang benar begi- Staf Kodam, Kol Sarwono (bekas tar lalu membalik kembali dan intah itu terlaksana, Letjen Wido- Daerah dan Penerimaan Lain-la- Gubernur Jawa Tengah yang la- Dari siapa?" Jawab Danrem Yogyakarta), Asisten I mengajak Kadapol-waktu-itu un- do menjadi KASAD dan digan- in). Namun demikian terdapat ke- lu, saya kenal sebagai priyayi-pri Jawa Tengah: "Dari Semarang. Intel Kodam, Kol Rony Sikap Si- tuk berpamitan dan berjabatta- tikan oleh Letjen Widjojo Soejono, cenderungan bahwa dari ketiga dan akrab dengan Pers. Pada ja- lurkan telpon kepada saya yang mimbar bebas. Para Ketua PWI nuraya (sekarang Dirjen Imigra ngan dengan saya, yang waktu juga seorang "Jendral Sos pol yayi yang demokratis, akomodatif Soepardjo. Maka sambil mengu- da keagamaan itu kemudian jadi lain kontribusi tér- man Pak Munadi saya belum jadi bergegas dari kamar dalam, isteri dari tiga kota besar diberi kesem- si) dan Kepala Penerangan Ko- itu duduk di deretan kedua, tepat yang baik. Dalam penggarapan besar yaitu sebesar 10,42 persen apa-apa, sehingga tidak dapat ber saya berkata: "Ini, dari patan berpidato lebih dulu untuk dam, Letkol Rukwan Rifai, semua di belakang Sri Paduka! Hopo tu- Kapenwilhan II, Letkol Drs dari total PADS (sedangkan Pajak teman lama saya, hendak "so- mon!! NO.769. Untuk Sdr Prasaja. Wonosidi Kidul, Wates Kulonprogo cerita tentang bagaimana hubung PÁRDJO Semarang." Sambil me mengemukakan berbagai masa- Saafroedin Bahar, rencana itu Daerah 18,28 persen dan Ret- Keluarganya (Mangundarmo) meninggal dunia tgl 2 Maret 199. Hari an antara Pers dan Gubernur rebut telpon dari tangannya, saya ngan Pra-Sarasehan di Markas ribusi Daerah sebesar 63,02 dan pasarannya (15 Ruwah 1923 Alip wan" karena diutus Panglima menjadi kenyataan, dimulai de- lah dalam kaitannya dengan hu- dan waktu itu sudah siap di mar- Peringatan 1000 (Seribu) harinya Kamis-Pon tanggal 25 Nopem- Pada suatu hari, ada seorang Kowilhan II dengan menampil- persen). Rustam dan Pak Ismail saya ke- "Hus! Itu Pak Gubernur!" antara Pers dan Pemerintah. ber 1993 (10 Jumadilakir 1926 Je). waktu itu. Tetapi Pak Soepardjo mendengus kepada isteri saya: bungan fungsional yang harmonis kas Korem di Jalan Magelang WNI keturunan Cina yang berta- kan tiga pembicara, yaitu Ang- Kesimpulan nal baik sekali. Bahkan Gubernur Pak Pardjo ternyata juga tidak da akhirnya barulah Gubernur (Kutu). Permintaan itu tentu saja saya tolak. Saya katakan, biarlah hun-tahun jadi hoping saya, min gauta Dewan Pers, M Wonohito Dari Undang-undang No 5 Ta- yang sekarangpun, ketika masih marah kepada saya. Dengan nada yang berbicara. Satu hal yang No.770. Untuk Sdr Djasim Hamidi. Lempuyangan, Yogyakarta. yakarta, sudah sempat saya ke- Bakdomulud 1853 nal sebagai pejabat yang demo- hati saya ialah kesepakatan pa duwit seket juta!" Beliau lalu bernur Jateng untuk terus mem- Sdr Ngadiran S. Yogyakarta. Tanggal 7 Nopember 1957. Hari dan kratis dan akomodatif serta tidak mengundang saya untuk membi- bina hubungan baik semacam itu, pasarannya Kamis-Legi (14 Bakdomulud 1889 Wawu). Pers-phobi! Tanggal 29 Januari 1963. Hari dan pasarannya Selasa-Kliwon (4 Tanggal 10 Juli 1970. Hari dan pasarannya Jum'at-Wage (6 Ju- 1902 Je didikan diseputar Terimakasih.k. SEBETULNYA keluarga saya saat ini dalam suasana gembira ce- ria, bayangkan dapat hadiah berupa VOUCHER BELANJA Rp Plaza Solo. Tapi pengiriman melalui pos sudah keadaan sirna ditentukan pihak petugas toko. saya tidak bisa Yang ini disengaja atau merupa- menduga. begitu kadaluwarsa (lebih satu saja Alfa jelas saya nama dan alamat toko tersebut. Namun yang napa jadi terjadi 300, Untuk itu Pimpinan dan hanya Rp 150 (sedang surat Giro. biasa seharusnya sangat aneh ke- Rp Tra vouher Teguh PENANGGALAN pos tersebut, Penerimaan Lain- memberikan Sabtu-Wage berita tentang proyek SD Inpres WEDARI di suatu daerah tingkat II di Jawa Tengah yang kalut. Dalam baha- korupsi dalam pelaksanaan pro- yek SD Inpres itu. Dalam berita *** mata an- Pemimpin Umum Penerbit : : PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Tanggal 27 September 1945 Daulat jadi Danrem Pamungkas di Yog- bergurau beliau berkata: "Koran- cara pribadi sangat memuaskan tiga orang perwira terras Kodam tasraya kepada saya karena mera tentang "Expose Hasil Sidang De hun 1974 tentang Pokok-pokok Tanggal 20 Desember 1922. Hari dan pasarannya Rabu-Kliwon (29 Korem. Saya yang sa mendapat perlakuan tidak be- wan Pers di Surabaya, Kadispen Pemerintahan di Daerah, tersirat Gu- akan datang menemui mereka di nar oleh seorang petugas yang en- Humas Laksusda Jateng DIY, bahwa otonomi lebih merupakan sana! Saya tahu diri, dong..... tah maksudnya apa. Permintaan Letkol Utoyo Mardi, tentang "Pe- kewajiban disamping sekaligus Pembicaraan kolegial antara saya untuk bertemu dengan Dan- laksanaan Ketentuan Factor Se- sebagai hak bagi Dati II. Dengan carakan masalah berita itu di berlandasan motto yang saya aju- tiga perwira terras Kodam de- rem Kol Suwardi dikabulkan dan curity Dalam Pemberitaan di demikian penulis cenderung meli- Pasa 1894 Jel PURI GEDEH (tempat kediaman kan, yaitu "Mutual understan- resmi Gubernur Jateng) di Candi, ding, trust and respect", saling me ngan saya itu disusul pertemuan suasana ramahtamah Daerah dan Ketua PWI Yogya- hat unsur "prakarsa/inisiatip" sore itu. Pembicaraan antara Pak ngerti sebagai dasar untuk saling antara Panglima Kodam VII/Di- Danrem membahas laporan saya karta, Jussac MR Wirosoebroto Daerah, sebagai salah satu faktor ponegoro dengan saya di PURI tentang perbuatan bawahannya tentang "Pelaksanaan Kode E- yang penting dalam mewujudkan madilawal Gubernur dengan saya disaksi- mempercayai dan di atas dasar (tempat kediaman res- yang saya nilai menyalahguna- thiek Jurnalistik". Sarasehan titik berat otonomi di Daerah kan wakil saya (Bambang Soem- saling mempercayai itu memba- mi Pangdam) di Candi. Ketika itu kan jabatan dan kewenangan itu. pendahuluan itu diikuti Kadit Tingkat II. bino, Wakil Pemimpin/Penang- ngun saling menghormati/menye- saya disertai empat orang tokoh Masalah itupun selesai dengan Sospol, Kakanwil Deppen dan Ka Didalam aspek keuangan Daer- gungjawab Redaksi II), Sekwilda gani. sa sehari-hari, orang katakan ada Propinsi Jateng, Brigjen TNI Su- gali-gali Yogyakarta dan Pangli- baik tanpa ada ribut-ribut mela- humas Jateng dan DIY, para Ke- ah, prakarsa atau inisiatip terse, No.771. Untuk Sdr NN. Jakarta Selatan. Meninggal dunia 4 April kardiman dan Kahumas Propinsi Pada suatu hari, sebuah koran berperan dalam membentuk FA- Pers!! Kalau waktu jadi umaroh tua PWI Semarang, Surakarta setiap Dati II dengan melakukan 1993. Hari dan pasarannya Minggu-Pon (11 Sawal 1925 Jimawal lui lembaga bantuan hukum atau tua SPS Jateng dan DIY, para Ke- but, hendaknya ditunjukkan oleh ma meminta kepada saya untuk Jateng, Kol (TNI-AL) Sarlan Adis- Peringatan 1 (satu) tahunnya Rabu-Legi tanggal 23 Maret 1994 kami itu ada kalimat yang menya ucipto. Pembicaraan kemudian di Jakarta memuat berita yang JAR MENYINGSING, organisasi militer saja sudah begitu sikap dan Yogyakarta dan para Pemim berbagai upaya untuk menggali (10 Sawal 1926 Jel secara salah menyatakan bahwa gali-gali Jateng-DIY. Para tokoh dan perilaku Pak Wardi, seka- takan bahwa ada uang Rp 50 juta pin Redaksi 7 suratkabar harian dan memacu PADS nya. Dari diteruskan secara empat Peringatan 2 (dua) tahunnya Senen-Legi tanggal 13 Maret 1995 masuk ke Propinsi! Orang mudah tara Gubernur Jateng dan Pem- sebagai anggauta Komisi I (Han- gali-gali Yogyakarta itu saya ajak rang setelah jadi Gubernur, jadi dan 7 terbitan berkala. Akhirnya gambaran yang telah penulis (11 Sawal 1927 Dalk sekali membuat kesimpulan bah- red PELOPOR di ruang dalam kam, Luar Negeri, Penerangan) agar Panglima dapat mendengar umaroh sipil, Pak Wardi pasti le- pada 14 Oktober 1978 dilangsung uraikan, masing-masing Dati II Dan peringatan 1000 (seribu) harinya Jum'at-Pahing tanggai 29 wa Gubernur Jawa Tengah mene- langsung dari mereka bagaimana bih mriyayeni lagi! Lebih mriya- kan "Sarasehan Pers Dan Peme- dapat menentukan "komposisi Desember 1995 (6 Ruwah 1928 Bel rima suap Rp 50 juta. sampai jam sebelas malam, dise DPR-RI, saya telah mengatakan sebenarnya pembinaan gali-gali gungi lagi! Dan mriyayinya Pak rintah di Semarang yang disertai yang ideal dalam struktur pajak, lingi makan malam. Hopo tumon? hal-hal yang dapat dinilai meng- Wardi terhadap saya waktu ma- 10 Pemimpin Redaksi Harian, 10 retribusi dan pos-pos penerimaan menghadapi berita itu dengan ca- Tetapi Pak Soepardjo Rustam Gubernur lain mana yang begitu hina Panglima Kodam VII/Dipo di Yogyakarta waktu itu. Pada sih jadi Danrem Yogyakarta dulu Koresponden Harian, 9 terbitan Daerah II lainnya. negoro dan Pemda Propinsi DIY akhirnya pertemuan dengan sa- caranya menyelesaikan urusan- ra yang tidak sekedar priyayi, te- nya dengan Pers? Lama sebelum kejadian itu, se- Yogyakarta. Sebenarnya Pangli- soalan berita itu dianggap telah Wardi) teman seangkatan dengan Surakarta, Yogyakarta), 2 Ketua katkan PADS nya Dati II yang pasarannya tentang pembinaan gali-gali di ya, Panglima menyatakan per- pasti tidak karena isterinya (Bu Berkala, 3 Ketua PWI (Semarang, Disamping itu, untuk mening- tapi priyagung, priyayi agung. Pak Pardjo tidak meminta kepada bagai Ketua PWI Yogyakarta sa- ma patut marah membaca berita selesai!. Sayang, usaha beberapa adik ipar saya yang pernah sama- SPS (Semarang, Yogyakarta) 4 bersangkutan dapat melakukan 1993 (3 Rejeb 1926 Jel. Peringatan 1 (satu) tahunnya Jum'at-Kliwon tanggal 17 Desember Pangdam Diponegoro atau Kada- ya pernah minta kepada Guber- itu. Sebenarnya pada tempatnya bulan yang saya lakukan dengan katan Udara sama jadi WARA (Wanita Ang- Kepala Kantor Berita (ANTARA berbagai kegiatan sbb: pol Jateng-DIY untuk memanggil nur Jawa Tengah untuk menga Panglima memerintahkan ha- tokoh-tokoh gali-gali itu gagal ka- dan KNI), 24 Anggauta Muspida Peringatan 2 (dua) tahunnya Rabu-Kliwon tanggal 7 Desember 1. Mengadakan semacam "studi 1994 (4 Rejeb 1927 Dal Demikianlah saya tidak me- Tingkat II (Surakarta, Yogyakar- banding (dapat juga lewat ngerti, mengapa sampai terjadi ta, Magelang, Purwokerto dan Ci- kegiatan tukar menukar infor- Insiden Jurnalistik di Semarang lacap), 12 Danrem, Dantarres (se- masi PADS) dengan Dati II lain- baru-baru ini. Gara-gara pokal se orang pejabat teri yang belum cukup pinter tentang masalah Pers dan Jurnalistik, hubungan fungsional yang harmonis dan sudah berpuluh tahun dibina an- tara Pers dan Pemerintah Jawa Tengah (dan DIY) jadi rusak Jimawal Alfadin. 2CM Pemimpin Redaksi Xadaulatan Rakyat : H Soemadi M Wonohito SH. Suwariyun Wakil Pemimpin Redaksi I: Drs M Idham Samawi. Wakil Pemimpin Redaksi II: Bambang Pemimpin Perusahaan Redaktur Pelaksana Redaktur Staf Redaksi Fotografer Sekretaris Redaksi Alamat Kantor Redaksi Drs M Idham Samawi. Drs Octo Lampito, Krisnam. Drs Suhadi Sukarno SU, Wismoko Poernomo, Theo Sutiyono, Drs Al Sugeng Wiyono, Djuweni, Lalu Hidayat, Soeparno 8 Adhy, Joko Budhiarto, Arifin Husein Drs Y Sarworo Soeprapto, Rakiman S, Bambang Soenarno, Dra Esti Susilarti, Maksum Parjiyo, Mulyadi Adhisupo, Ronny 8 Viko, Dra Fadmi Sustiwi, Mussahada. Ircham, Moeljono, Yuwono, A Poedjono, Frans Budisukarnanto Arief Budiarto. Jalan P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta 55232. Telex 25176. Facs (0274-63125 Telp (0274)-65685 dan 63125 SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) Perwakilan dan Biro: Jakarta Magelang Surakarta Semarang Purwokerto Koordinator Perwakilan No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS. Terbit Perdana Perintis Pembina Direktur Utama Direktur Pemasaran Manajer Sirkulasi: Manajer Iklan : H Samawi(1917-1984) M Wonohito (1912-1984) H Probosoetedjo. H Soemadi M Wonohito SH. telp (0274)-65683. Drs M Idham Samawi, telp (0274)-65682 Drs Guno Indarjo. telp (0274)-62911 Dewi Marni Astriyanti BSc. telp (0274)-63541 dan 65683 (siang). Rp 10.000,00 Rp 3.000,00 Langganan per bulan termasuk Kedaulatan RakyatMinggu Iklan 1 mm/kolom. Iklan Keluarga 1 mm/kolom Iklan Cilik 1 baris/kolom (minimum 3 baris/kolom). Iklan Halaman I : Tambahan biaya 200% dari Tarif yang berlaku (Ukuran Maks. 2 klm x 150 mm) Rp 2.500,00 Rp 2.000,00 . Iklan Halaman XII: Tambahan biaya 100% dari Tarif yang berlaku. Iklan Warna :-Full Colour (4 warna/3 warna) 1 mm/kolom. Rp 6.000,00 -Dua Spot (2 warna) 1 mm/kolom -Satu Spot (1 warna) 1 mm/kolom Iklan ditambah PPN 10%. Bank Bank BNI 1946-Rek. Giro: 428931-001. Dinas Giro dan Cekpos Noj.15.78. Rp 4.500,00 Rp 3.500,00 Jalan Utan Kayu No. 85, telp (021) 8583102 Jakarta Timur 13120 Kepala Perwakilan HRH Soetoto SH, Kepala Biro Chaidir. Jalan Achmad Yani No.9, telp (0293) 3552 dan 2502 Kepala Perwakilan Didiek Santoso, Kepala Biro Yon Hariyono Hadi. Jalan Bhayangkara No.2, telp (0271) 48015, Kepala Perwakilan Dra Asri Salman, Kepala Biro Theo Sutiyono. Jalan Lampersari No. 55, telp (024) 315769, Kepala Perwakilan Djoko Suprapto, Kepala Biro FN Arifin Husein, MBA : A Silmi SH Jalan Achmad Yani No. 14, telp (0281) 61347, Kepala Perwakilan Drs Zulkardi, Kepala Biro Sugeng Pamudji. Dicetak di Percetakan Kedaulatan Rakyat Jalan Raya Yogya - Solo km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274)-96549 dan (0274)-96449. Isi diluar tanggungjawab percetakan. Keadaan semacam itu tentu tidak boleh dibiarkan berlang. sung terus atau bahkan berlarut larut. Perlu kiranya ada usaha oleh semua pihak yang tersang- kut, untuk memulihkan hubung an fungsional yang harmonis an- tara Pemerintah dan Pers, ibarat "Biduk lalu, kiambang bertaut." Pada masa jabatan saya yang pertama sebagai Ketua I PWI Yo- gyakarta (1973-1978) saya berpra karsa untuk mengadakan forum saling mendidik berdasarkan azas "Saling asih, saling asah dan sal- ing asuh bagi pejabat-pejabat Pe- merintah, baik Sipil maupun ABRI dan Kepolisian serta para wartawan. Gagasan itu merupa- kan sambungan thesis yang saya kemukakan dalam Seminar Ten- tang Hubungan antara Pers dan karang Kapolwil) dan Residen ser nya, sehingga memperluas wawa ta 2 Jaksa Tinggi (Jateng, DIY). san dan pemahaman aparat Dati Para pemrasaran meliputi Kadis- II tentang perihal "keuangan Da- pen Humas KOPKAMTIB (Ten- erah" khususnya bagi aparat/Di- tang Aspek Security Nasional nas yang terkait. Dalam Pemberitaan"), PWI Pusat 2. Secara sistematis dan terus Tentang Kewenangan Pemang menerus mengadakan pengolah- gilan Wartawan"), Dewan Kehor an/penelitian yang mendalam ter- matan Pers (Tentang Pelak- hadap "potensi Daerah, sehingga sanaan Kode Etik Jurnalistik"), dapat diketahui seberapa besar Gubernur Jateng ("Tentang We- target dalam tahun anggaran wenang Pemberian Keterangan berikutnya. 3. Mengadakan terobosan-tero- Kegiatan Pemerintah Kepada Pers"), Kampus dengan menam- bosan yang berarti untuk mening- pilkan Ahli Komunikasi Dra As katkan PADS nya, baik dengan trid (Tentang Penghormatan memperbaharui Perda perda Hak Jawab Masyarakat") dan Ke yang ada, maupun dengan "inten- jaksaan Agung RI ("Tentang Ba- sifikasi" dan tasan Juridis Mengenai Kebeba- pungutan. san Pers"). Dalam sarasehan dua hari yang didahului pengarahan oleh Pangkowilhan II dan kata sambutan Menteri Penerangan, selaku anggauta Steering Com- mittee saya diberi tugas menga- jukan kertas kerja berjudul "Ha rapan Pers Kepada Pemerintah" yang oleh sebab kegiatan saya di DPR-RI yang tidak dapat saya tinggalkan, dibacakan Wakil saya (Bang Azis, Wakil Pemimpin/Pe- nanggungjawab Redaksi II PE LOPOR Bersambung hal 14 "ekstensifikasi" 4. Perlu menumbuhkan "sense of guilt" dikalangan pengusaha, Wajib Pajak/Retribusi maupun aparat Daerah, apabila tidak me menuhi kewajibannya sesuai Per- da yang berlaku. 3-b Tercatat 11 Dati II di propinsi Xmasih memasukkan "Penerang Jalan" dalam pos 1.2.2 (Retribusi Daerah an (*) Penulis adalah alumnus Fisipol UGM yang bekerja pada salah satu Instansi Pemerintah di Purworejo No.772. Untuk Ibu Baderun. Gayam, Yogyakarta. Keluarganya meninggal dunia tgl 28 Desember 1992. Jam: 19.00 WIB. Hari dan Dan peringatan 1000 (seribu) harinya Minggu-Legi tanggal 24 September 1995 (28 Bakdomulud 1928 Bel Pojok KR Sydney terpilih jadi tuan rumah Olimpiade tahun 2000. -Indonesia ikut gembira. Letaknya relatif dekat. Ayo, kita siap-siap dari sekarang. nesia. Parlemen ASEAN terima deklarasi HAM usulan Indo- -ASEAN kompak dalam soal HAM. ・・・ Nanti malam, di Taman Budaya Surakarta, Kelompok Komedi Kalang Kabut akan mementaskan Piramus Tisbi Gayeng! -Nonton, yuk! Berabe SIAPA yang lihat sinetron yangkan tiap j TPI? Jawabm orang telah m yang cukup mu Serial Kedasih tron yang diprow pada 22 Desem cukup banyak n masyarakat. Ka ditampilkan se disi masyaraka lebih banyak ku dasih yang Alvionita, Hen Syarif. Rahman tang lainnya, m terpanjang ya yangkan oleh Indonesia. Ball Asia Tenggara. ga kini masih ta Resep bisa a kat dan berja geng, ternyata Alfadin, sang s produsernya. M tak bisa dilepa fadin, sebab ji Alfadin mung seperti sekaran Pada awal direncanakan TVRI Oleh Ba Kedasih dalam sukkan ke TV skenario ters dan juga tidal menggantung ngetahui hal menghubungi tertarik pada la kepengin m rembugan des niatannya tem ingin Kedasil stasiun lain. yang menaya baik Alfadina sudah minta pada TVRI Jika Bung episode buat. produksi unt Tanggal 8 September 1975. Hari dan pasarannya Senen-Kliwon (2 Pasa 1907 Alip). www Selasa-Pahing (4 Rejeb 1925 Jimawal (R)-h.
