Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-05-07
Halaman: 07

Konten


4cm AJAK yang dibahas meliputi PPh (Pajak Penghe ab Pajak di sampul kin atas Pertanyaan dibuat tertulis, dialamatkan J BANYAKNYA PREDIKAT YOGYA MERUPAKAN BEBAN TERSENDIRI Koperasi Membangun Kota dengan Manajemen" Ing Ngarso Sung Tulodo" dang pengolahan adalah yang diperoleh dari kegi penjualan kepada anggota arang yang diolah dan dan tan penjualan barang hasil lahan koperasi yang bahan ah atau bahan dasarnya, be dari anggota. Bagi koperasi yang berusa bidang simpan pinjam, jasa nkan, dan per-asuransian h SHU dari kegiatan pem kredit, penjualan jasa erian jasa-jasa perbankan pengusahaan dana polis a Anggota. HU Koperasi yang bukan RAKYAT" HALAMAN SABTU LEGI 7 MEI 1994 (26 DULKAIDAH 1926) "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 7 KOTAMADYA YOGYAKARTA MEMASUKI PJP II nya. Menghadapi kekurangan, mang intah Daerah. hanya dalam forum-forum ganya untuk bidang atau sektor resmi saja, misalnya, dalam fo- lain, ternyata tidak hanya di ja- rum rapat, tetapi juga dalam ber jaran aparat di Pemda Tingkat II bagai kesempatan tak resmi, bah- Kotamadya Yogyakarta, tetapi ju- kan di mana saja dan kapan saja. ga terus ditularkan sampai apa- saja koordinasi dilakukan di rat di tingkat bawahannya, dari makan, di sela-sela olahra- kecamatan sampai RT/RW. ga, atau dalam kesempatan berte- PENGANTAR: Ada yang berpendapat, membangun kota Yogyakarta bukanlah dan kerajinan masyarakat, serta ruh orang lain bila diri kita sen Kekompakan ngunan, Walikotamadya Yogya- rapkan konsep Tri Bina (3 pembi- hal yang gampang. Pendapat ini barangkali dapat saja dibenarkan. Betapa tidak? Ko- sebagai ibu kota Propinsi DIY. mu di mana saja. Dengan begitu, Dengan kualitas diri tidak bisa berbuat baik," kata karta juga memilih metode yang naan), yakni meliputi bina manu- "Setelah mempelajari perma- Walikota membuat amsal. ringan tapi mengena. Bahkan, sia (warga dan sosial), bina usaha, ta Yogya yang sarat dengan aneka ragam predikat memang merupakan "beban" dan salahan dari berbagai aspek de- memang koordinasi akan tetap yang mantap dan adanya keber- Dalam kaitan ini, penataan metode ini lama dimiliki dan ter- dan bina lingkungan. "Kalau ma- efektif dan mengena. "Kita juga samaan dalam melaksanakan pro "risiko" tersendiri. Predikat Yogya sebagai kota pendidikan, kota budaya, kota wisata, ngan berbagai konsep yang cocok yang dilakukannya diawali dari tanam dan sanubari masyarakat syarakat ada yang protes atau tak kualitas koordinasi," katanya. kota perjuangan, kota revolusi, dan predikat-predikat lainnya membuat citra kota ini untuk menanganinya, kemudian penataan diri sendiri, lingkungan, yakni mengajak masyarakat un- masih akan terus meningkatkan gram, maka diharapkan pemba- mau, biasanya hanya kekurangan menjadi penuh dengan filosofis, barometer, dan alternatif-alternatif yang selalu saya memilih menerapkan mana- jemen "Ing Ngarso Sung Tulodo" masyarakat. Kalau dari awal su- da Kotamadya Yogyakarta tak (Musyawarah Pimpinan Daerah), merasa handarbeni (memiliki), lasan mereka akan memaklumi, hanya dimanfaatkan sesuai fung- menurut Walikota, kekompakan menantang. Namun demikian, kota madia yang "berhati nyaman" ini, dalam dalam memimpin wilayah ini," dah berhasil, maka selanjutnya hangrungkebi (memelihara), dan bahkan menjalani," kata Wali- sinya saja, tetapi juga diminta sesama mereka terus diupaya- menggelindingkan program-program pembangunannya telah menunjukkan pula ke- kata R Widagdo, menceritakan juga akan berhasil. "Kalau diri ki- rasa mulat sarira (ikut bertang- kota. mampuannya tersendiri dan kiat-kiatnya yang khas. Ada indikator bahwa pada PJP I awal masa kepemimpinannya ta dan lingkungan kantor kita su- jawab). membantu berbagai sektor atau kan, khususnya dalam menan- menjadi Kepala Daerah Tingkat dah bisa memberi teladan, maka Dalam memimpin daerah, R bidang lain, sepanjang hal yang gani masalah-masalah perkotaan. rasa ini dibangkitkan se- Widagdo memang menerapkan memungkinkan. Dicontohkan, bi- la ada a Kodya Yogya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan di hampir semua II Kotamadya Yogyakarta. Yang perintah atau petunjuk kepada cara terus menerus. Bahkan di- sifat keterbukaan. Dalam hal ini, Walikota, sektor pembangunan dengan cukup menggembirakan. Apa saja hasil nyata pemban- dimaksud "ing ngarso sung tulo- masyarakat akan dilaksanakan lakukan dengan tanpa kentara, ia siap menerima siapa saja yang lewengan atau aparat yang melihat penye han yang muncul di Dati II lain- tau pelenggaran per- gunan yang sudah diraih Kodya Yogya, dan sejauh mana kesiapannya mengantisipasi do" adalah ketika berada di depan dengan ringan hati tanpa pak- tetapi hasilnya akan kentara, ingin bertanya atau berdialog me- nya se-DIY, dampaknya juga mu- aturan, walaupun bukan bagian- dah merembet di Kotamadya Yog- ta lainnya di bagian lain di halaman ini dan halaman 14. Laporan disusun oleh war- bawahan dan masyarakatnya. PJP II? Berikut ini Kedaulatan Rakyat menurunkan laporan utama dan laporan beri- memberi contoh teladan kepada saan. Memang unik ya......." jelas bahkan akan mengejutkan. Kalau ngenai masalah pembangunan. nya tetap diminta untuk bertin- yakarta. Karena itu, untuk men- tawan KR: Ronnie S Viko, Luthfi MS, Wahadi, dan disunting oleh Krisnam dan Lalu Tidak Gampang kesadaran masyarakat sudah Dengan begitu, maka masyarakat dak, yakni melaporkan kepada pi- gantisipasinya diperlukan ke- Hidayat. Diakui, memanajemen peme- atau permasalahan tumbuh, maka mereka akan ber akan mengetahui secara jelas pro- hak terkait atau mengambil tin- kompakan segenap buat sendiri dengan ikhlas. Dicontohkan dalam program sanakan, sekaligus kang dilak- dakan seperlunya. Jangan malah (Redaksi). rintahan tidaklah gampang. Ka- likota, penyelesaiannya perlu di- ikut berpar- dibiarkan. Dibanding dengan Dati II lain- MENATA Kota Yogya me- dengan permasalahan di kota-ko- Yogyakarta, R Widagdo. rena itu dalam memilih sistem cari cara yang terbaik dan cara tamanisasi, yang juga bukti ke- tisipasi aktif di dalamnya. nya, menurut R Widagdo, beban bukan pekerjaan yang ta lain. Namun begitu, untuk kota Dengan berbagai predikat yang berhasilan metode ini, masyara- manajemen pembangunan harus yang mengena dengan tanpa me- Kualitas Koordinasi gampang. Segudang permasala- "Bila perlu, semua aparat Pem- yang ditanggung Kotamadya jauh kat bersama-sama membuat ta- Yogya, masih ada banyak perma- disandang kota ini juga menam- han menggelayuti kota "Berhati dilakukan dengan ekstra hati- lukai. Dalam hal ini, tidak perlu Sementara itu, untuk mendu- da Kodya Yogya boleh mengambil lebih berat, khususnya yang ber- tindakan, salahan spesifik yang penangan- bah beban tugas aparat Pemda tapi tidak boleh meng- kenaan dengan fungsinya sebagai Nyaman ini. Seiring dengan itu, annya berbeda dengan yang di- Kodya. Predikat yang disandang pilih yang sesuai dengan kondisi membentak-bentak, tetapi mung- hati dan bijaksana, khususnya di harus dengan marah-marah atau man, dengan dibantu biaya dari kung kelancaran pelaksanaan ambil risiko," kata R Widagdo, kota ibukota Propinsi. Selain itu, pemerintah. Kemudian lebih program pembangunan, Waliko- berbagai predikat yang melekat lakukan di kota-kota lain. kota Yogya meliputi kota budaya, masyarakat di sekitarnya. kin cukup dengan sindiran atau itu mereka juga menjaga taman tamadya Yogyakarta juga selalu sambil menambahkan bila meli- juga berkenaan dengan pinggiran pada kota Yogya juga menambah "Sebagai kota yang memiliki pendidikan, perjuangan, tujuan Sebagai pemimpin, Ŕ Widagdo dislentik. "Kalau dengan sindiran tersebut serta memeliharanya. mengadakan koordinasi dengan hat orang berkelahi laporkan saja wilayah Dati II lainnya yang beban dan risiko yang harus di- banyak nilai historis; kota Yogya wisata. Juga pridikat lainnya se- mengakui bahwa tanpa ketela saja sudah cukup kenapa mesti Kepada mereka memang tidak di- segenap jajarannya. Tetapi yang pada yang berwajib, jangan me- berdekatan dengan kota Yogya. tanggung segenap aparat Pemer- tetap dituntut untuk maju dan bagai kota pemerintahan, per- danan dari atas, maka program- dengan marah-marah," katanya. wajibkan, tetapi berkat kesadar- dilakukannya bukan koordinasi mi-sah sendiri karena dikhawatir Masyarakat di pinggiran terus membangun. Tetapi di sisi tumbuhan, pengembangan wila- Pendekatan Pembangunan program pembangunan yang di- annya sendiri seolah terus menja- 'kaku', melainkan dengan koordi- lebih cenderung masuk ke kota Secara umum, permasalahan lain juga harus melakukan kon- yah pelayanan transportasi dan rencanakan akan sulit terealisa- Untuk membangkitkan partisi di kewajiban" katanya. Yogya atau menjadi urban di kota Yogya tak jauh berbeda servasi," kata Walikotamadya perdagangan, pusat industri kecil sikan. "Bagaimana bisa menyu- pasi masyarakat dalam pemba- Kepada masyarakat juga dite- Koordinasi tersebut dilakukan Yogya. -h tidak Bisa meja koordinasi kantor, baru kemudian menata tuk membangkitkan tiga rasa, informasi. Setelah diberi penje- Selain itu, segenap aparat Pem- Khususnya di tingkat Muspida ngunan akan berjalan lancar. gung Tiga Menurut nuncul di permasala- menurut Wa- gram pembangunan Muspida. dari tersebut kan akan terkena risiko. nasi 'supel'. Perlunya aparat untuk mem- bantu atau dimanfaatkan tena- Sementara itu, pembangunan di bidang kesejahteraan sosial telah menghasilkan tingkat kese- jahteraan sosial Indikator angka harapan hidup, yang pada awal tahun, kini naik menjadi 65 hun. Angka kematian bayi per- 1000 kelahiran hidup, yang lebih PJP I sekitar 55 baik. ta- terlihat terus menurun. Bila pada tahun selama PJP I menggembi- selama PJP I juga terlihat adanya 1967 kematian bayi per-1000 ke- cukup 1992 me- menjadi Rp meng- thatian run lahiran kasar menjadi 11 bayi. 100, pada PJP I adalah pada akhir PJP I tu- Angka ke- dengan 4,91 per-1000 penduduk dan ang- al dari kegiatan semata- dari dan untuk anggota i tersebut diatas, sesuai ke n Pasal 4 Undang-Undang Penghasilan 1984 adalah Pajak Penghasilan bagi asi. gan penjelasan ini, semoga vala pandang saudara ten- PPH Koperasi, semakin alam. Q-h. gresif onmigas inan untuk mengembang ri di negara lain. "Dengan A GATT pasar menjadi ter- an ini tantangan bagi ek- tanya. dan pemerintah Indone zatkan, sejauh ini pengu- au eksportir masih belum nar menghadapi GATT. sisa waktu yang ada seka- arus digunakan untuk rbaiki diri baik kualitas, oduk, harga dll. "Ini semua sa bersaing dengan pro- duk negara lain," jelas (Usy)-h. betisi angunan penghargaan dari Dirjen as nama pemerintah di- oleh Pudijatno SH kepada ik Gula Madu Baru, PT na, PD Bank Pembangu rah Yogya, PT Perwira PT Budi Manunggal, PT n, PT Budi Makmur Jay- g-masing dua penghar ama dua tahun terakhir entara perusahaan yang atkan satu penghargaan Pasar Sleman, PD PAM has Arubu Indonesia, PT PT Sarihusada. perorangan yang dapat aan masing-masing Wi- tro, Bambang Sumar- Badroen Zaeny (2 peng- Dr Budiono, Drs Ruk- ndika Gotama. (Usy)-b. utakhir Aman (KR-Yu). tunggal di Indonesia). Yogya di Jl Mangkubu- diedarkan melalui di- langsung ke rumah- sertai peragaan lang kualitas, bisa lihat riil 00 generasi terakhir kan type sebelumnya 0,267, HW 265). 300 ini dirancang uk kondisi Indonesia n kekeringan bahan Hasil survey pasar, rakat Indonesia me- n pakaian cotton (ka- k boleh kering 100%. kering 100 persen k textur (warna) ba- (garis). Kekeringan energi listrik, cepat Spare parts. WH 300 punya ke- sendiri dan merupa mesin cuci yang di- ntuk keperluan ma- onesia. Q-k. ABADI ANG VALUTA ASING 156 Yogyakarta-Indonesia ng valuta asing PT Baru- heque Kurs Jual (Rp) 2170 1550 1558 1295 3222 383 1167 1523 283 1389 21,02 811 L AKSELERASI PEMBANGUNAN TERCAPAI DI SEMUA SEKTOR Pertumbuhan Ekonomi Kodya Yogya Mantap Sektor Investasi Mengalami Peningkatan p MENEROPONG hasil pembangunan di Kotamadya Yogyakarta (Pembangunan Jangka Panjang I), akan terlihat gambaran yang cukup peningkatan yang gembirakan. Bila tahun rakan. Di setiap sektor pembangunan tak ada indikator ditemui kegagalan. Seba- ningkat drastis liknya, hasil yang dicapai sangat menakjubkan. Sebab, sejumlah data menunjukkan 10.440.214.000. Sejalan angka-angka yang fantastis. itu, pengeluaran rutin juga me- ka kematian balita 8,73 per-100 ningkat, tahun 1969 Rp 28.250. anak balita. Dalam sektor ekonomi, terlihat sar Rp 11.082.463.000, sampai PAD Meningkat 800 tahun 1992 menjadi Rp Kemajuan-kemajuan tersebut adanya peningkatan yang sangat menjelang akhir PJP I meningkat Pada tahun 1969, dari sektor 11.911.615.134. Dengan mening- tak terlepas pula dari keberhasi- berarti. Sebagaimana dipaparkan menjadi Rp 663.383.000.000. perdagangan hanya memberikan katnya tabungan pemerintah, lan pembangunan di sektor kese- Drs Ngadino Tjiptohadi, Kabid Pertumbuhan ekonomi yang sumbangan pada PDRB sebesar maka dana pembangunan juga hatan serta penyediaan berbagai Ekonomi Bappeda DIY, dalam sangat menggembirakan terse- 19,14 persen, namun pada menje- meningkat, yakni dari Rp 49.910 fasilitas pendukungnya. Misal- seminar "Bahan-bahan Repelita but, didukung oleh stabilitas eko- lang akhir PJP I terus meningkat .520 (1969) menjadi Rp 15.859. nya, dalam pencegahan dan pem- VI Daerah Prop DIY" tanggal 25- nomi yang mantap serta pemban- menjadi 28,48 persen. Peningkat- 849.616 (1992). pihak Pem- 26 April yang lalu, bahwa selama gunannya makin kukuh dan se- an yang sama juga terjadi pada Indikator lain mengenai keber- da Kotamadya PJP I pertumbuhan ekonomi di imbang. Peranan sektor non-per- sektor pengangkutan dan komu- hasilan pembangunan Kotama- mengadakan kegiatan imunisasi Kotamadya Yogyakarta mencapai tanian, terutama dari sektor per- nikasi, yakni kontribusi di sektor dya Yogyakarta adalah mening- serta meningkatkan sampai ca- rata-rata 5,73 persen per tahun. dagangan dan pengangkutan, da- ini dari 9,24 persen menjadi 20,07 katnya kemampuan keuangan pe- kupan imunisasi lengkap telah PDRB (Produk Domestik sekitar 8 ingkatannya cukup pesat seba- nunjukkan kegiatan imunisasi gaimana terlihat dari penerima melampaui target dari sasaran PPB sebesar 34,24 persen dalam yang telah ditetapkan WHO periode 1986/1987-1992/1993. KALI Code yang membelah kota Yogya, kini tampak lebih indah dan asri. Pemda Kodya Yogya terus melakukan penataan kawasan Code itu dengan konsep 'Tribina' yakni bina manusia (sumber daya manusia), bina lingkungan dan bina usaha. De- ngan tebing yang kokoh dan dukungan lampu penerangan yang indah, pada malam hari suasana DAS Code tampak indah dan tidak kumuh lagi. DIPROYEKSIKAN SEBAGAI OBJEK WISATA AIR (KR-Bambang Nan). DAS Code Bukan Kawasan Kumuh KESAN sebagai kawasan ku- ngan dilakukan secara berkelan- muh, kini sudah tidak melekat la- jutan oleh Pemerintah bersama gi pada lingkungan Daerah Ali- ABRI dan masyarakat mulai ran Sungai (DAS) Code. Ling- tahun 1991 sampai 1994. kungan sepanjang sungai yang Bentuk proyek yang dilak- sanakan meliputi program penye- membelah kota Yogya ini me- mang sudah disulap menjadi ling- hatan lingkungan pemukiman kungan yang menyenangkan. (PLP), program peremajaan ling- Bahkan dalam jangka panjang kungan perumahan kota (P2LK), nanti, kawasan tersebut akan di perbaikan kampung (KIP), dan pembangunan talud sepanjang jadikan obyek wisata air. Suasana lingkungan tersebut 1.000 m2. Pembangunan talud kini memang sudah berubah sera- diperkirakan menelan biaya Rp 513.850.000. ngan si DIY. tus delapan puluh derajat. Bukan tak tertata, atau menyesakkan talud dilakukan Pemda dengan Pelaksanaan pembangunan lagi menjadi kawasan yang jorok, dada. Tetapi sudah menjadi ling- ABRI bersama masyarakat. Pen- kungan indah, asri, nyaman, dan gadaan bahan oleh Pemda dan tertata. "Sekarang orang senang pelaksanaannya oleh rekanan jagongan' (kumpul-kumpul ngob- sesuai peraturan perundangan rol, Red) di sepanjang pinggir kali yang berlaku, dan dilaksanakan tersebut," kata Walikotamadya oleh ABRI dan masyarakat de- pembinaan teknis dari Yogyakarta, R Widagdo. Zaman dulu, pemandangan Pemda Kodya dan Pemda Propin- semacam itu memang tak ada ditemukan. Tetapi untuk saat ini, hampir setiap saat ada. Anak- anak kecil juga senang bermain- main dan berkejar-kejaran di sep- anjang sungai tersebut. Jadilah tempat kawasan rekreasi segenap penduduk seki- Semua ini tak lepas dari proyek penataan kawasan sungai terse- menangani kawasan Code diter- but. Menurut Walikota, untuk apkan konsep "Rasionalisasi", bukan konsep "Normalisasi". Se- cara umum konsep ini melalui bi- na lingkungan untuk menangani kawasan pemukiman secara fisik dan rasionalisasi sungai Code de- tar. tersebut Pengorbanan Masyarakat "Sebelum talud dibangun, kepada masyarakat diberikan penyuluhan dan sambung rasa. Kenyataannya, masyarakat san- gat antusias menerima program ini. Mereka juga siap membantu merelakan tanahnya, baik untuk talud maupun untuk jalan seta- pak, serta bersedia memugar rumahnya yang terkena proyek," kata Walikota sambil menam- bahkan "Jadi pengorbanan ma- syarakat sangat besar untuk pro- gram ini. Saya merasa salut dan mengucapkan terimakasih kepa- da mereka". Selain program taludisasi yang merupakan realisasi program ra- sionalisasi sungai, di kawasan DAS Code memang juga dilak- sanakan kegiatan penataan ling- kungan pemukiman yang meliputi berbagai komponen. An- tara lain jalan setapak, persam- pahan, drainase, air limbah, siskamling, taman, treatment, pe- mugaran rumah, dan komponen lain yang meliputi pemukiman di wilayah Kalurahan Purwokinan- ti, Ngupasan, Prawirodirjan, dan Lagi al Brute dukkapita yang pada tahun 1972 hanya Rp 50.937, menjelang akhir PJP I meningkat tajam menjadi sekitar Rp 1.867. 000 menurut harga berlaku. Per- tumbuhan ekonomi dilihat dari , peningkatan PDRB yang cukup tinggi itu, pada tahun 1969 sebe- PDRB juga menunjukkan angka yang semakin meningkat. Hanya saja, untuk sektor pertanian dari tahun ke tahun mengalami penu- runan. Ini antara lain berkenaan dengan semakin menyempitnya lahan pertanian di wilayah Kota- madya Yogyakarta. persen. Sedangkan sektor perta- nian penurunannya dari 5,47 persen (tahun 1969) menjadi 1,23 persen, sementara di sektor in- dustri kontribusinya masih jauh di atas sektor pertanian, yakni ra- ta-rata 8 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) PEMBANGUNAN KODYA DI MATA WAKIL RAKYAT Berhasil, tapi Perlu Pembenahan PERAN DPRD dalam keber- hasilan pembangunan di Kota- madya Yogyakarta, menurut Wahyu Hardjono, Ketua DPRD Kotamadya, cukup besar. Sesuai rakyat dan mitra kerja Pemerin- dengan fungsinya, sebagai wakil berantasan penyakit arta terus (World Health Organization) se- cara internasional yang hanya 80 persen. Sarana dan prasarana kesehat- an juga terus ditambah. Pada Pe- lita I jumlah Puskesman di Kota- madya Yogyakarta ada 14 buah, kini menjadi 17 buah. Sebelum- nya, satu Puskesman melayani rata-rata 30 ribu penduduk, kini rata-rata melayani 15 ribu pendu- duk. Dari sektor dunia usaha, in- vestor asing yang menanamkan modalnya di Kotamadya Yogya- karta ternyata cukup potensial. Selama lima tahun terakhir pada PJP I, peranan modal asing (PMA) untuk lima proyek dengan nilai investasi sebesar 54.253. 704,86. Padahal, pada Pelita I ha- Sementara itu Wakil Ketua nya ada persetujuan 11 proyek pe- nan, masukan itu baik yang dida- nanam modal dalam negeri pat langsung para anggota dewan Fraksi Persatuan Pembangunan ketika terjun di tengah-tengah (FPP) DPRD Tk II Kodya Yogya- (PMDN) dengan nilai investasi Rp Sebagai kota pendidikan, sara- karta, Abdul Muhaimin, ketika 3.299.107.619. Sampai akhir Peli- na dan prasarana pendidikan pun masyarakat, juga oleh masyara- kat yang datang ke DPRD. Bukan ditemui KR secara terpisah juga ta V, jumlah komulatif PMDN tak luput dari perhatian Pemda mencapai 4 kali lipat, meliputi 45 Kodya Yogyakarta. Dilihat dari banyak pula masyarakat luar Pembangunan di Kotamadya proyek, sedangkan nilai investasi fasilitas yang ada, jumlah SD (Se- hanya masyarakat Kotamadya, mengatakan hal yang senada. nya meningkat menjadi Rp kolah Dasar) terus bertambah. Bi- yang menyampaikan masukan Yogyakarta sudah banyak mem- bawa hasil, tapi masih banyak pu- 272.816.395.214. la tahun 1977 hanya ada 277 SD, berharga untuk pembangunan di maka tahun 1991 meningkat Kotamadya Yogyakarta. la hal-hal yang perlu dibenahi Dari sektor kependudukan ha- menjadi 285 SD. Pada tahun yang Dengan kompleksnya per- dan diperbaiki. sil pembangunan yang telah dica- masalahan di Kota ini, menurut Dicontohkan dengan belum pai juga terlihat cukup menggem- meningkat menjadi 77 buah, dan Dalam hal kata Wahyu Wahyu Hardjono harus dihadapi mampunya Pemda Kodya Yogya birakan. Berdasarkan hasil sen- SLTA dari 77 buah menjadi 106 Hardjono, DPRD selalu bahu- dan ditangani secara bersama. mengimbangi cepatnya laju rising sus penduduk tahun 1990, pendu- buah. Sedangkan perguruan ting- membahu dengan Pemda dalam Dengan kebersamaan ini dihara- and demand masyarakat. Di satu duk Kotamadya Yogyakarta ber- gi dari 23 buah bertambah menja- menghadapi berbagai masalah. pkan akan membuahkan hasil sisi permintaan masyarakat su- jumlah 412.059 jiwa. Perkemba- di 36 buah. “Kompleksitas permasalahan dan prestasi yang baik dan opti- dah sedemikian kompleksnya, ngannya selama PJP I ternyata Selain melalui jenjang pendi- yang di hadapi Pemda Kodya pa- menunjukkan makin rendahnya dikan peningkatan pendidikan ju- da hakekatnya juga tantangan laju pertumbuhan penduduk, ga dilakukan melalui program yang pada akhir PJP I berkisar pendidikan masyarakat (PPM). kami pula," kata Ketua DPRD yang juga anggota Fraksi ABRI 0,34 persen per tahun. Angka ini Program ini berhasil meningkat menunjukkan pertumbuhan cu- kan kecerdasan penduduk beru- Peran aktif lembaga legislatif kup berarti dibandingkan dengan sia di atas 10 tahun yang buta ak- terhadap lembaga eksekutif di laju pertumbuhan rata-rata pen- sara, sehingga pada akhir PJP I Dati II Kotamadya Yogyakarta antara lain dengan menyam- paikan kelebihan-kelebihan atau tah Daerah, DPRD telah men- jalankan tugasnya dengan baik sehingga hasil-hasil yang telah di capai tak lepas dari peran ak- tifnya. ini. ini, mal. Berkenaan dengan hasil pem- bangunan selama ini, Wahyu Hardjono, mengakui memang su- dah banyak yang bisa diterima masyarakat. Tetapi ada juga yang belum bisa diterima, misalnya dalam pembangunan pariwisata dengan berbagai dampak yang ditimbulkannya. tetapi kemampuan pemerintah untuk memenuhinya masih ada Selain itu Sekretaris DPC PPP dibawahnya. ini juga mengharapkan agar pe- merintah semakin meningkatkan proteksinya kepada para pen- gusaha menengah ke atas. makin mudah saling berkomu- nikasi dan usaha-usaha mereka juga semakin berkembang baik. Hasil lainnya adalah semakin meningkatnya persatuan masya- rakat dan ABRI," kata Walikota. Keberhasilan penataan kawasan DAS Code ini sempat mengherankan banyak orang, bukan hanya orang Yogya tetapi juga orang-orang luar, termasuk para aparat dari Pusat yang men- gadakan suatu penilaian di Yog- yakarta. Salah seorang tim peni- Banyak manfaat yang dapat lai penghargaan Parasamya seu- dipetik dari program-program ini. sai menelusuri DAS Code bebera- Dengan rasionalisasi sungai, ma- pa waktu lalu ketika ditemui KR hasil yang telah dicapai, sekaligus juga menyampaikan kekurangan- WALIKOTAMADYA YOGYAKARTA R WIDAGDO ka arus sungai akan nampak menyatakan keheranannya ter- batas-batasnya dan dengan talud- hadap suasana Sungai Code nya serta alternatif solusi penye- isasi akan mampu mengenda sekaligus mengucapkan salud lesaiannya. Di sini terlihat likan banjir ulang selama 10 atas keberhasilan pembangunan bagaimana hubungan DPRD- tahun. Badan air sungai Code ju- dan penataannya. ga semakin meningkat kebersi- hannya karena pembuangan lim- bah domestik (air limbah dan sampah) yang dibuang ke sungai berkurang. Kalurahan Wirogunan. Ini merupakan dampak dari penataan lingkungan yang baik. Kalau dulu banyak rumah yang kurang layak huni, dengan adanya talud yang dilengkapi de- ngan jalan setapak, rumah rumah di sekitar tempat tersebut menjadi layak huni. Kalau dulu rumah-rumah tersebut membe- lakangi sungai dan menjadikan sungai menjadi "pekiwan", kini rumah-rumah malah menghadap sungai. Patut Dicontoh "Sekarang masyarakat di seki- tar Sungai Code memang se- Menurutnya, merupakan fenomena umum bila sebuah sun- gai yang melintas kota terlihat kumuh. Tetapi hal demikian tak terjadi untuk Sungai Code. "Saya lihat rumah-rumah masyarakat menghadap sungai. Sekitar sun- gai juga menjadi kawasan yang nyaman untuk bersantai. Keber- hasilan ini patut dicontoh daerah lain," kata anggota tim juri yang tak bersedia disebut namanya itu. Setidaknya, untuk di Yogya- karta, konsep penataan Sungai Code itu kini diterapkan dan dikembangkan pada penataan Sungai Winongo. "Dengan konsep yang sama ini diharapkan akan mampu memberikan hasil dan manfaat yang sama pula bagi ma- syarakat," kata Walikota. De/a- Pemda Kodya. hubungan sedemikian rupa se- "Kami memang selalu menjalin hingga antara dua lembaga pe- merintahan ini bisa berjalan de- ngan seimbang," jelasnya. menurut Sebagai lembaga yang meru- pakan wadah penyaluran aspirasi masyarakat/rakyat, Wahyu Hardjono, DPRD juga se- lalu menyerap aspirasi dari ma- syarakat kemudian menyam- paikannya kepada pihak ekseku- tif. Selama ini banyak keluhan yang disampaikan kepada lemba- ga legislatif ini. Sejauh itu pula semua itu ditanggapi secara pro- porsional. Selama ini, kata Wahyu Hard- jono, banyak masukan yang dida- pat dari masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan pembangu- O-z. duduk DIY yang sebesar 0,57 persen pertahun. sama sekolah SLTP dari 59 buah Kotamadya Yogyakarta dinyata- kan bebas 3 buta. O-h. Sosok Pemimpin "Ing Ngarso Sung Tulodo" KEBERHASILAN seorang pemimpin tak lepas dari moto atau semboyan yang dipegang nya. Termasuk keberhasilan Kol Art R Widagdo dalam memimpin Kotamadya Yogyakarta. "Sejak awal menjabat sebagai Walikota Kotamadya Yogyakarta, saya me- nerapkan semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo," kata R Widagdo. yang Moto atau semboyan ini akhir- nya memang menjadi 'roh' kepe- mimpinannya dan selanjutnya mempengaruhi keberhasilan pro- gram-program pembangunan diluncurkannya. "Saya memang berkeyakinan bahwa untuk masyarakat Kota Yogya ini perlu tulodo atau kete- ladanan dari pemimpinnya," kata R Widagdo menjelaskan alasan dipilihnya semboyan tersebut.. Semboyan ing ngarso sung tu- Walikotamadya Yogyakarta R Widagdo dan isteri. (KR-Dok). lodo' tentu saja bukan dimulai dari kantor dan lingkungan ker- janya, melainkan dari lingkungan dian baru meluas ke lingkungan rumah atau keluarganya, kemu- kantor dan masyarakat. Dengana keteladanan yang mantap di ting- kat keluarga, maka akan diikuti dengan mantap pula di tingkat yang lebih luas. Kodya Yogya Siap Memasuki PJP II Semboyan ing ngarso sung tu- an. ningkatan produktivitas dan pelestarian lingkungan hidup, efisiensi. Peningkatan produktivi- serta pengembangan pusat kegiat ampilan, kreativitas, kemampuan efektif dan tepat. Dalam hal ini, tas dan efisiensi ini sangat ber- gantung pada peningkatan keter- sektor pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja merupa- kan unsur teramat penting dalam pembangunan SDM.. Dalam jangka pendek, Repelita VI, sasaran pembangunan di- arahkan untuk meningkatkan la- ju pertumbuhan ekonomi, sehing- ga mencapai rata-rata 6,14 persen per tahun. Sebagai sumber per- tumbuhan utamanya, selain dari peningkatan sektor perdagangan, jasa, dan transportasi, serta pe- manfaatan tenaga kerja, juga ber- asal dari produktivitas masyara- kat dan efisiensi yang akan terus diupayakan. Pelaksanaan pemerintahan otonomi daerah, terutama dalam penyelenggaraan tugas desentral- isasi, dekonsentrasi, dan pemban- tuan, terus ditingkatkan untuk mewujudkan otonomi yang nyata, dinamis, serasi, dan bertanggung jawab. Langkah yang ditempuh berupa penguatan manajemen dan kelembagaan, peningkatan kemampuan aparatur, peningkat- an kualitas sumber daya manu- sia, termasuk penguasaan dan pe- manfaatan teknologi, peningkat- an kemampuan memobilisasi ber bagai sumber keuangan daerah, dan peningkatan peran serta ma- syarakat dalam pembangunan daerah. MEMASUKI era PJP II, Pe- merintah Daerah (Pemda) Kota- program pembangunan terus di- canangkan dan dilaksanakan de- madya Yogyakarta terus menga- yunkan langkah pasti. Berbagai ngan sungguh. Tujuannya, tiada lain untuk mewujudkan masyara- kat adil makmur dan merata. Secara umum, sasaran pemba- ngunan dalam PJP II adalah un- tuk memperkuat otonomi daerah dalam upaya mencapai kemajuan dan kemandirian. Untuk menca- pai sasaran ini, sudah seharus- nyalah jika pertumbuhan ekono- mi di Kotamadya Yogyakarta diu- payakan untuk terus meningkat. Tingkat pertumbuhan ekono- mi Kotamadya Yogyakarta pada PJP II diproyeksikan rata-rata lebih tinggi di banding pada PJPI Sementara itu, pengembangan yang sekitar 5,73 persen per sumber daya manusia diarahkan tahun," kata Drs Ngadino Tjipto- Sementara itu, kebijakan pem- untuk meningkatkan kualitas Sektor Unggulan hadi, Kabid Ekonomi Bappeda DIY. Untuk itu, kata Ngadino, bangunan Kotamadya Yogyakar- manusia dan kualitas masyara- pertumbuhan ekonomi tersebut ta diarahkan pada peningkatan kat yang tercermin dari mening- harus diimbangi oleh laju pertum- pelaksanaan pemerintah otonomi katnya keimanan dan ketaqwaan, buhan penduduk yang makin ren- di daerah. Langkah utama yang akhlak, pengamalan ajaran aga- dah, dan diupayakan perubahan ditempuh berupa pengembangan ma dan ilmu, sikap amanah, kese- struktur lapangan kerja yang sektor unggulan, pengembangan hatan jasmani dan rohani, kecer- dunia usaha, pengembangan sum dasan, pengetahuan dan keter- makin seimbang dan produktif. Dalam pertumbuhan ekonomi ber daya manusia, kependuduk ampilan, etos kerja produktif, yang seiring dengan peningkatan an, pengurangan kesenjangan an- tanggung jawab kemasyarakatan tersebut harus diupayakan ber- dan prasarana ekonomi, pendaya- an dan pemahaman pentingnya tar daerah, penanggungalan ke- dan kebangsaan, wawasan dan (SDM), memang pertumbuhan miskinan, pengembangan sarana kemampuan iptek, serta kesadar mutu sumber daya manusia sumber dari SDM, yaitu dari pe- gunaan sumber daya alam dan menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. gulangi kemiskinan, Pemda Ko- Sebagai upaya untuk menang- Usaha Rakyat dya Yogyakarta berusaha me- ningkatkan kemampuan dan per- anan usaha rakyat, terutama kop- erasi dan usaha kecil lain terma- suk usaha tradisional dan infor- mal, serta usaha menengah yang tumbuh dari usaha kecil dingga tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah, sekali- perekonomian daerah, sehingga gus meningkatnya pemerataan dalam kesempatan usaha, lapan- gan kerja, pendapatan dan kese- jahteraan masyarakat. Sedangkan pengembangan sa tara lain dengan meningkatkan rana dan prasarana ekonomi an- kelancaran lalu lintas dengan haraan jembatan, meningkatkan cara rehabilitasi dan pemeli- penggunaan jaringan jalan, jem- batan dan prasarana lalu lintas, sistem pengaturan lalu lintas se- cara menyeluruh dan mening pejalan kaki dan penerangan ja katkan penyediaan fasilitas bagi lan, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan angku- tan umum dengan menciptakan Untuk melaksanakan pro- gram-program di atas, dapat di- sistem angkutan kota terpadu. pastikan Pemda Kotamadya Yog- yakarta akan menemui banyak- nya tantangan. Mengendalikan pertumbuhan penduduk dan pe- merupakan tantangan tersendiri merataan persebarannya sudah yang berat dan memerlukan up- aya yang sungguh-sungguh. Ke- mudian, pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan perkapi ta, juga merupakan tantangan yang besar pula. lah keterbatasan kemampuan aparatur pemerintah, baik dilihat dari jumlah maupun kualitasnya, tingkat pengetahuan dan keter- ampilan. Begitu pula dengan ter- batasnya sarana dan prasarana kerja, berupa gedung, peralatan kantor, dan lainnya. Yang tak kalah beratnya ada- kendala adalah terbatasnya sum Kemudian yang akan menjadi ber daya pembangunan, baik sum Sebab, pembangunan yang ingin ber daya alam maupun manusia. dipercepat dalam 5 dan 25 tahun mendatang memerlukan manusia yang semakin tinggi kualitasnya. "Misalnya, saya menyuruh makan, kalau saya sendiri tidak anak saya agars ikatan setelah melakukannya tentu saja mereka tidak akan menuruti perintah yang bagus ini," ujarnya memberi sekelumit contoh keteladanan yang sederhana. nap aparatnya dan masyarakat Tak mengherankan kalau sege- bauan atau perintah-perintahnya yang dipimpinnya mentaati im- dengan ringan hati dan penuh keikhlasan, tidak pernah merasa terpaksa atau hanya karena ta- kut. Walikota sendiri tak perlu re- pot-repot mengejar-ngejar aparat atau masyarakatnya. Widyadharma. Ny Widagdo sendiri bersama- madya Yogyakarta, tak segan-se- sama Tim Penggerak PKK Kota- gan 'turun ke jalan' memasya- rakatkan program pembangunan. Misalnya dalam upaya mencip- takan kebersihan kota dan pe- nataan pedagang kaki lima, dan terjun ke tempat-tempat yang untuk memberi penjelasan kepa menjadi objek sasaran program da masyarakat yang bersangku- tan dan memperingatkan mereka dengan "sapaan sopan". Dengan cara itu, masyarakat pun akan mematuhi dengan ringan hati. Sebelum menjabat sebagai Wa- likota, R Widagdo memang sudah mimpin sebagai pejabat di ling- memiliki banyak pengalaman me- kungan ABRI. Setelah lulus SMA- IV B Yogyakarta, tahun 1961, pria kelahiran Macanan Danurejan, Yogyakarta, 7 Agustus 1942 ini, lantas meneruskan pendidikana di AMN (Akademi Militer Nasion- al/sekarang AKMIL) di Magelang, dan lulus tahun 1965, yang dilan jutkan dengan pendidikan SUS- CAR CAB ARM sampai tahun 1966. Dari lingkungan keluarganya Teladan Masyarakat Selama ini, angkatan kerja di dominasi oleh mereka yang ber- sendiri, yang juga merupakan ba- Kotamadya Yogyakarta masih di- pendidikan SLTA/D1 dan D2. Se- gian terkecil dari kelompok ma- lain itu, sebagian besar angkatan syarakat, juga selalu menjadi te- kerja baru yang memasuki pasar ladan bagi anggota masyarakat , kerja juga masih kurang terampil lainnya. Keteladanan dari keluar- dan terbatas pendidikannya. "Ke- ganya ini tak lepas dari dukungan nyataan ini bisa menghambat upa sang istri tercinta, Ny RR Aty ya percepatan pembangunan dae Sunaryati, dan kedua putranya, -b. Andini Widaningrum dan Ardian rah," kata Ngadino N. Setelah itu, ia mulai melang- kah mengemban tugas-tugas ke- militeran. Dimulai dengan jabat an sebagai Wakil Komandan Kompi di Pusat Pendidikan Arti- leri, di Cimahi Bandung, yang tak lama kemudian pangakatnya naik menjadi Komandan Kompi. Tahun 1969, putra sulung dari tujuh bersaudara pasangan D Wiryosumarto (seorang penilik sekolah) dan RR Siti Maningrum, ini menjadi Komandan Batery serta Kasi Operasi Batalyon Arti- leri Medan (Armed) III Magelang. Kemudian tahun 1973, putra Yo- gya yang menyelesaikan pendi- dikan dasar di Brebes karena mengikuti tempat tugas orang tu- anya ini mengikuti Pendidikan Khusus Perwira Pelatih (Suslapa) ARM, Setelah itu kembali bertu- di Pusdik Artileri Cimahi Bandung untuk menjadi aGuru gas Milaiter (Gumil) sampai tahun 1974. Setelah itu, ia pun menjadi Wakil Komandan Batalyon Ar- med II Medan, di Sumatera Uta- ra, dan tahun 1978-1980 menjadi Komandan Batalyon. Karier Eksekutif Tahun 1981 mengikuti pendi- dikan di Sesko AD selama seta- hun, kemudian menjadi Kepala Staf (kastaf) Resimen ARMED II Kostrad. Tahun 1982 menjadi Ko- mandan Resimen, dan kemudian tahun 1988 mengikuti pendidikan di Sesko ABRI Tahun-tahun berikutnya men- jadi Komandan Pusat Pendidikan Artileri di Cimahi Bandung, ke mudian dari tahun 1989 sampai September 1991 menjadi Koman- dan Korem (Danrem) 071 Wi- jayakusumo di Purwokerto. Dan baru pada tanggal 17 September 1991, oleh Gubernur DIY Sri Paku alam VIII R Widagdo dilan- tik menjadi Walikota/Kepala Dae- rah Tk II Kotamadya Yogyakarta. Dengan berpindahnya lingkung- an yang dipimpin ini mengharus- kan pria yang sudah kaya pen- galaman memimpin di bidang kemiliteran ini untuk memulai dengan karier eksekutif. Nyatanya berhasil juga. Na- mun demikian, R Widagdo tak mau mengakui begitu saja keber- hasilan pembangunan yang telah dicapainya. "Ukuran keberhasi- lan pembangunan itu pada sejauh mana masyarakat bisa menik- mati. Jadi, yang menilai keberha- silan itu adalah masyarakat," katanya. Sebagai seorang muslim yang taat kepada agamanya, dalam menjalankan tugas, R Widagdo tak pernah melupakan kewajiban terhadap agamanya, misalnya ke- tika waktu salat Jumat tiba, ia- pun meninggalkan tugas-tugas- nya untuk menuju Masjid meme- nuhi seruan Ilahi. Pada musim haji tahun ini, ia bersama istri juga menyempat- kan diri untuk menunaikan ru- kun Islam kelima. Pada suatu ke- sempatan, R Widagdo pernah me- ngatakan bahwa keinginannya untuk menunaikan ibadah haji sebenarnya sudah lama. "Persya- ratan menunaikana ibadah haji itu, menurut saya, adalah adanya kemampuan, kemauan, kesempat an, dan yang lebih menentukan adanya keterpanggilan. Nah ru- panya tahun ini oleh Allah saya terpanggil untuk menunaikan ibadah haji," katanya. Niat menunaikan ibadah haji ini, memang tak lain untuk me- menuhi panggilan Ilahi. Namun demikian, tak mustahil juga akan menjadi teladan bagi segenap masyarakatnya. Pertengahan Mei ini, R Widag- do bersama istri berangkat ke tanah suci. Setelah pulang nanti, semoga membawa 'berkah'bagi kesuksesan dalam memimpin wi- layah dan masyarakat Kotama- dya Yogyakarta. Q-h. 2CM Color Rendition C