Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1981-04-13
Halaman: 04

Konten


BERITA YUDHA - SENIN, 13 APRIL 1981 580 EUS PADANG, Pusat Pengembangan Karet Rakyat di Sumatera Barat yang bekerjasama dengan Jerman Barat terletak Ik. 30 km dari proyek transmigrasi Sitiung, baru-baru ini ditinjau Menteri PAN Sumarlin. Proyek Pengembangan karet itu dapat meningkatkan mutu karet rakyat. Dengan meningkatkan mutu itu, maka karet rakyat yang biasanya diek dalam bentuk bongkah-bongkah yang kotor dan kualitasnya rendah, kini mutunya tinggi. (Foto diproses dipusat pengembangan itu sehingga menjadi karet yang putih bersih dan "Antara"/B08). TAMU ASEAN KAGUMI KUD JATIM terakhir meninjau paska panen di KUD Sumberpucung dan KUD Pakis dan terakhir meninjau Balai Latihan Koperasi di karanglo, keseluruhannya di Kab. Malang. Selama di Jatim mereka diantar oleh Pejabat dari Bulog Jakarta dan Ka Kanwil Koperasi Jatim Ir. Soemarmo Atmosoedarmo beserta stafnya. Surabaya, April (BY). Para peserta Seminar "Program dan Pengembangan Penelitian sesudah panen oleh Koperasi" dari negara Asean, menyatakan kekagu- mannya terhadap kemajuan kopera- si/KUD di Jatim setelah mereka mengadakan kunjungan ke bebera- pa koperasi/KUD di propinsi ini. Pernyataan itu dikemukakan oleh wakil-2 peserta dari Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand dalam pertemuan dengan Sekwilda Tk I Jatim Trimarjono SH yang mewakili Gubernur Jatim pada hari Rabu, 8 April di ruang kerja Gubernur, Surabaya. Seminarnya sendiri diadakan di Jakarta mulai tgl 1 s/d 11 April 1981, diikuti oleh 30 peserta dari negara Asean dan Badan Internasio- nal lainnya. Dalam rangkaian seminar itu diadakan kunjungan ke beberapa koperasi/KUD dan untuk acara ini oleh Panitya Penyelengga- ra dipilih beberapa KUD di Jatim, yang dinilainya sebagai daerah yang menjadi pelopor berdirinya KUD tsb dan pertumbuhannya makin mantab baik dari segi kuantitas maupun kualitas, nya. Pada tgl 5 April para peserta seminar itu tiba di Surabaya. Selanjutnya tgl 6 April mereka mengunjungi KUD Nugroho Purwo- sari dan KUD Pagu Kediri. Siang harinya meninjau koperasi SAE (Sinau Andadani Ekonomi) suatu koperasi susu sapi perah, di Pujon Malang. Disini tamu dari Asean itu selain menyaksikan kegiatan kope- rasi juga mengadakan wawancara dengan pengurus dan anggota koperasi SAE. Pada tgl 7 April meninjau paska panen di KUD Sumberpucung dan KUD Pakis ban Brebes, April (BY). Untuk meningkatkan mutu ternak Kerbau dan sekaligus meningkatkan populasi ternak Kerbau di daerah Kab. Brebes, oleh pemerintah Daerah Tk. II Brebes dengan ditunjang dari Pemerintah Daerah Tk. I propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat telah diadakan Proyek Kawin Suntik Kerbau di 3 Kecamatan masing- masing Kecamatan Jatibarang, Kecamatan Wanasari dan Kecama- tan Larangan. Berita ANTAR DAERAH Kawin Suntik Kerbau di Brebes daerah Brebes Utara, dimana dari jumlah tersebut ditargetkan untuk Insiminasi Buatan sejumlah 3.000 ekor pertahuan. Sebelumnya di daerah Kab. Brebes juga telah dilaksanakan kawin Silang secara alam antara Kerbau lokal dan Kerbau Murrah yang sampai sekarang telah menghasilan 166 ekor tersebar di wilayah Kecamatan Larangan. Dalam pelaksanaan kawin suntik Kerbau yang disaksikan oleh Bupati Brebes Syafrul Supardi dan disertai oleh Team Kawin Suntik dari Ditjen Peternakan Dr. R. Mozes Tulihere, dan Drh. Asmaun Siregar serta dari IB (Insiminasi Buatan) Ungaran dan Kepala Dinas Peter- nakan Kab. Brebes baru-baru ini di Kecamatan Jatibarang telah berhasil diadakan penyuntikan 35 ekor kerbau lokal dengan menggunakan bibit/benih Kerbau Murrah asal India. Untuk daerah Kab. Brebes, jumlah ternak Kerbau ada 20.357 ekor yang kebanyakan berada di Sekwilda Jatim Trimarjono SH dalam pertemuan dengan 30 peserta seminar dari Asean itu menjelaskan, saat ini di Jatim terdapat 735 KUD dan jumlah ini masih akan terus berkembang. Sekarang Pemerintah masih terus memberikan bimbi- ngan, terhadap KUD tsb namun kemudian diharapkan KUD-KUD itu dapat berdiri sendiri dan membudaya dalam masyarakat. Menurut Trimarjono tanggapan masyarakat terhadap koperasi makin membaik dan melihat hasil-hasil yang dicapai dalam tahun-tahun terakhir ini, ia yakin pelaksanaan pembangunan perko- perasian di Jatim pada waktu mendatang makin cerah dan makin mantap. Ditambahkan, Pemda Jatim berusaha terus meningkatkan keperan-sertaan masyarakat terha- dap pembangunan koperasi serta meningkatkan hubungan kerja sama yang serasi antar instansi yang bersangkutan dalam membina koperasi/KUD. Rahim Rahmat Al Asral wakil peserta dari Malaysia yang baru kalinya ke Indonesia, pertama tetapi mengaku punya keturunan dari nenek suku Jawa aseli Semarang, menyatakan ia telah menyaksikan sendiri kemajuan pertumbuhan koperasi di Indonesia Probolinggo, April (BY). Dalam usaha meningkatkan kecakapan serta ketrampilan tehnis Kader pelaksana Pertahanan Sipil yang tangguh sekaligus sebagai pelopor pelaksana Pembangunan, baru2 ini di PPIP Dringu Sekretaris Wilayah Daerah Drs. Soeroto mewakili Bupati Probolinggo membuka Kursus Kepala Sat6an Tugas (SUSKASATGAS) Pertaha: nan Sipil 20/XI se Kabupaten Probolinggo untuk Gelombang I periode tahun 1980/1981. Disamping Kawin Suntik Ker- bau, juga di daerah Kab. Brebes sejak tahun 1980/1981 dengan dana APBD Tk. II Kab. Brebes telah dilaksanakan Kawin Suntik Sapi dengan menggunakan Mani beku Simental, dimana dari 290 akseptor telah dihasilkan 40 ekor anak sapi. Diharapkan oleh Bupati dengan adanya Proyek Kawin Suntik Sapi maupun Kerbau di daerah Kab. Brebes disamping dapat meningkat- kan mutu ternak Sapi dan Kerbau di Kab. Brebes, meningkatkan populasi ternak dan menambah tenaga kerja ternak di Kab. Brebes, juga dapat menambahkan kebutu- han daging pada umumnya. (Rel). Kursus berlangsung 4 gelombang dan untuk gelombang pertama akan dimulai tanggal 2 sampai nanti tanggal 11 April 1981. Adapun pesertanya tiap gelombang sebanyak 87 orang yang terdiri dari Para Kepala Desa se Kabupaten Probolinggo. Sekretaris Wilayah/Daerah Drs. Soeroto mewakili Bupati Proboling- go mengungkapkan, pada hakekat- nya semua pengetahuan yang diperoleh merupakan bagian yang sangat penting didalam memperte- lebih pesat dibandingkan pertum- buhan koperasi di negaranya. Ia merasa senang memperoleh kesem- patan meninjau Jatim, karena selain mengetahui masalah perkoperasian yang memang menjadi tujuan seminar, juga sekaligus dapat melihat langsung kehidupan di desa-desa di Jatim, yang pada keadaan dasarnya penghidupan penduduknya tidak banyak beda- nya dengan desa-desa di Malaysia. Kunjungannya ke KUD-KUD ini dirasakan sangat bermanfaat mengi- ngat pemerintahnya, seperti halnya dengan Philipina dan Thailand sekarang ini sedang giat-giatnya melaksanakan program peningkatan koperasi. (Rel). UN Sekwilda Drs. Soeroto mewakili Bupati Probolinggo menyematkan tanda peserta Sus.Ka. Sat. Gas. Hansip 20/IX Kab. Proboling kepada perwakilan 87 peserta Para Kepala Desa Gelombang I se Kabupaten di PPIP Dringu hari Kamis lalu. (Foto: BY/009/K). 200 Guru Wanita Ijin Hamil Serentak Palembang, April (BY). Bertempat di Balai Pertemuan Jalan Sekanak Palembang, Propinsi Sumatra Selatan Sabtu pagi 4 April 1981, telah dilangsungkan upacara pelantikan inpres/Penjaga guru sekolah dasar, oleh Wali Kota Kotamadya Palembang Haji Dahlan HY. 180 orang Guru inpres/penjaga sekolah dasar yang terdiri dari 131 orang guru inpres dan 49 orang Penjaga Sekolah akan ditempa dalam Kotamadya Palembang. Tenaga yang baru dilantik ini diangkat terhitung mulai 1 November 1981 yang lalu menjadi pegawai negeri. Pembayaran gaji mereka dihi- tung setelah melaksanakan tugas nyata. Tugas nyata yang dimaksud adalah setelah mereka ini melaksa- nakan tugasnya di tempat masing- masing. 87 Kades ikuti kursus Suskasatgas I bal diri Nasional. terhadap Berbicara tentang kepemimpi- nan Kepala Desa selaku Kepala Kesatuan Tugas Hansip, Sekwilda Kabupaten Probolinggo mengingat- kan agar mengfungsikan Lembaga- Lembaga Desa yang ada Wilayah- nya. Sehingga untuk menyelesaikan setiap permasalahan dapat tercapai dengan kata akhir yang sebaik-baik- nya. Pada kesempatan itu Wali Kota Kotamadya Palembang Haji Dahlan Hy mengatakan, "Sejak hari ini kalian telah resmi menjadi pegawai negeri, berarti kalian tidak bebas lagi seperti masyarakat yang bukan pegawai negeri. Segala peraturan/ undang-undang dan tata tertib yang berlaku pada pegawai negeri, kalian harus mematuhinya". Wali kota Kotamadya Palem- bang mengatakan pada masa kini tenaga guru laki-laki dan Perem- puan adalah berbanding 1: 4, berarti 1 orang guru laki-laki 4 orang guru Perempuan. Di kotama- dya ini bagi guru perempuan pernah terjadi hamil serentak, sehingga permohonan cuti mencapai 200 orang dari pihak guru wanita, dikarenakan hamil. Sudah jelas akan mengurangi tenaga pengajar di kelas pada sekolah tsb, se-kurang2nya 200 kelas tidak mempunyai guru. Maka ketahanan Mengakhiri sambutannya Sek- wilda Drs. Soeroto mengharapkan, agar menjaga situasi keamanan di Desanya masing-masing, sehingga manakala EPOLEKSOSBUD Han- kam diwilayahnya baik, maka akan baik pula situasi keamanan desa itu khususnya dan Negara Indonesia umumnya, Menurut Ka Mawil Hansip 20/XI Kabupaten Problinggo Nawawi Affan sasaran kursus ini memeratakan pengertian mengenai ke Hansipan yang mampu untuk berperan dalam mengembangkan pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan ditingkat Pedesaan. Sedang mata pelajaran yang diberikan terbagi 4 kelompok, meliputi pelajaran pokok ke Hansipan, Pemerintah dan Pemba- ngunan, peragaan ketrampilan Linmas dan pelajaran pelengkap tentang pengetahuan dasar kepraju- ritan. Methode pelajaran bersifat ceramah/diskusi dan praktek lapa- ngan. (009/K). Golongan Ekonomi Lemah Brebes Ditatar Brebes, April (BY). Di Gedung Nasional Brebes, beberapa waktu yl, telah dimulai Penataran Golongan Ekonomi Lemah yang berlangsung selama 2 hari. Penataran tersebut telah dibuka oleh Bupati Brebes Syafrul Supardi. Penataran tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdirri dari 10 peserta IWAPI, 10 peserta HIPMI dan dari Pengusaha Ekonomi Lemah 30 peserta. Bupati Brebes Syafrul Supardi dalam sambutannya menyatakan Fasilitas dan ruang gerak dunia usaha bagi golongan ekonomi lemah dalam rangka Pembangunan Eko- nomi cukup tersedia secara luas. Masalahnya sekarang adalah ke- mauan dan kemampuan para Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah ini, memanfaatkannya secara optimal sesuai dengan apa Logikanya yang kita harapkan. dengan fasilitas dan ruang gerak yang tersedia dalam dunia usaha, seharusnya ditahun-tahun menda- tang jumlah golongan ekonomi lemah menjadi bertambah sedikit, bahkan akhirnya tidak ada lagi Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah. Semua pengusaha sudah berpredikat golongan ekonomi kuat. Sebaliknya kalau ditahun-tahun mendatang jumlah golongan eko- nomi lemah semakin bertambah, itu tandanya fasilitas dan ruang-ruang gerak dunia usaha dalam Pembangu- Ekonomi belum dapat dimanfaatkan seperti yang diharap- nan kan. Manakala dikaitkan pula dengan dominasi Pengusaha Golongan Ekonomi kuat dalam dunia usaha dalam rangka pembangunan eko- nomi ini, meskipun jumlahnya relatif sedikit, mereka mampu mendesak Pengusaha Golongan Ekonomi Lemah menjadi bertam- bah Lemah. Tantangan ini harus kita hadapi dan kita selesaikan, kita harus maju. Demikian antara lain pengarahan Bupati Brebes. (Rel). Pertemuan___ Dari Hal. I Parleman Eropa. Senin pagi sebelum pembukaan resmi pertemuan oleh Presiden, para peserta pertemuan akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada para pimpinan DPR RI, setelah dibuka sidang pleno diadakan di gedung DPR-RI, acara hari Senin akan diakhiri dengan jamuan makan oleh Ketua AIPO. Kesimpulan2 pertemuan diharapkan sudah dapat dihasilkan pada akhir pertemuan hari Selasa. Selasa malam jamuan makan bagi peserta diselenggarakan oleh Wakil Presiden Adam Malik. Acara hari berikutnya adalah kunjungan2 kehormatan. Sebelum meninggalkan Indonesia utusan Parlemen Eropa akan berkunjung ke industri pakaian jadi di Tanjung Priok dan ke Sekolah Pengelolaan Konservasi Alam di Ciawi Bogor. Pesawat. Dari Hal. I Diperoleh keterangan selanjut- nya, bahwa setelah peluncuran pesawat antariksa Columbia ini, telah dipersiapkan pembuatan empat buah pesawat ruang angkasa serupa yang akan dapat mengitari bumi sebanyak seratus kali dengan membawa peralatan-peralatan il- miah diperlukan yang untuk penelitian ruang angkasa. (R-18). dari itu penempatan guru2 Wanita ini perlu pemikiran secara serius, agar dapat berimbang dengan guru laki-laki pada sekolah yang akan ditempatkan. (ML). Malang, April (BY). Haji Much. Yunus, industrialis kecil pribumi didesa Sempalwadak kab. Malang asal mulanya hanya seorang pande besi yang dengan kreasinya mencoba alat gilingan tebu dari kayu pada tahun 1939 hingga tahun 1942. Tapi dari perkembangan tehnologi yang sampai kedesanya, dirubahlah alat tersebut dengan besi hingga tahun 1947 dan digerakkan oleh sapi. Usahanya nampak berkembang terus bahkan dalam satu minggunya bisa menghasilkan 3 stel alat ini berlangsung hingga tahun 1962. Namun demikian tidak mau berhenti sampai disitu saja percobaannya ditingkatkan lagi dengan mengarah pada tenaga mesin yang digerakkan dengan diesel walaupun alat yang digerakkan oleh sapi masih tetap diproduksi tetapi terbatas pada beberapa buah saja guna dipasarkan didaerah pedalaman yang masih memakainya walaupun ada juga tenaga penggeraknya bukan sapi tapi tenaga manusia. Dari percobaan yang berulangkali dilakukan sekitar 6 tahun kemudian diperoleh hasil sebuah alat dengan kostruksi yang dianggap baik dengan kriterianya pemasakan besi lebih sedikit dalam penggunaan bahan bakar. Tapi hal tersebut belum memuaskannya, terbukti pada tahun 1978 diubah lagi dengan tujuan memperingan daya gerak mesin dan akan memperkecil lagi jumlah bahan bakar yang digunakan. Dari hasil percobaan berulangkali oleh Haji Yunus akhirnya bisa dihasilkan beberapa jenis alat penggiling tebu dari berbagai tipe dan tenaga yang dipakai. Ada yang tipe C dengan 10-12 PK, tipe E 6-8 PK dan 20-22 PK yang merupakan paling besar dibikin disini, tetapi kenaikannya selang 2 PK sehingga disini ada 6 jenis mesin dengan PK yang berbeda-beda. Tipe E karena terbuat dari Eser dan C dari cor- coran sehingga untuk memudahkannya diberi initial E dan C. Dari sekian banyak tipe yang dihasilkan menurutnya, yang paling banyak peminatnya ialah type C Telpon Umum Malang Akan Di Rantai ?? kota. fasilitas telepon terbagi dalam tiga STO menurut pembagian wilayah yang identik sama dengan wilayah Menyinggung kemungkinan pema- kalan push buttom system untuk daerahnya belum memungkinkan bahkan untuk kawasan Surabaya saja belum seluruhnya mengguna- kan cara seperti itu walaupun dan Sebenarnya lebih cepat menghemat waktu dibanding yang masih sistim putar. Sedang untuk masih kini Batu saja menggunakan CB (Central Battery) dan inipun dianggap setingkat lebih baik dibanding dengan daerah2 lain LB masih menggunakan (Local Battery). Perkembangannya memang nanti akan dipindahkan dari sistim manual ke otomat tapi Secara bertahap akan ada peningkat- an, kata Kurnia BcTT. daerah yang Malang, April (BY). Kepala Kantor Perum Telkom Malang Kurnia Wiradisastra BcTT menegaskan masalah telpon umum sebenarnya merupakan suatu hal yang dirasa sebagai kebutuhan masyarakat tapi justru banyak yang belum menyadari akan pentingnya fasilitas tersebut terbukti sudah empat kali telepon umum hilang walaupun ada yang kembali lagi. Mengenai perkembangan fasili- tas langganan telepon diwilayahnya ada 3 proyek yang masing-2 Malang I, II dan Malang III yang mempunyai kapasitas 6000 nomor, 1000 nomor dan 1000 lagi untuk Malang III. Untuk Malang II STO sudah ada sejak bulan September tahun lalu sedang untuk Malang III bangunannya sudah ada yang berlokasi di jalan Surabaya tinggal menunggu kapan akan dibuka. Mengenal sistim STO itu nantinya sama pula dengan yang Malang II berupa container bahkan luas maupun bentuk bangunannya juga hampir sama dengan yang lama. Perkembangan STO untuk Malang II hingga sekarang belum lagi bisa melayani pemasangan baru karena menurutnya jaringannya dalam tahap pengerjaan masih belum selruruhnya Walaupun peminatnya banyak tapi areal jaringannya sudah mengarah keutara daerah kec. Blimbing hingga batas kota sehingga nantinya langganan lama maupun yang baru bila jaringan Malang II sudah selesai semuanya akan di pindah, yang semula masih ikut dalam jaringan sentral. Kini sekitar 150 nomor yang sudah masuk dalam daftar pemindahan ke Malang II dan rencana bertambah lagi 500 nomor sehingga dengan rencana kemampu- an penambahan 1000 nomor dengan adanya pemindahan 150 nomor tersebut diperkirakan tinggal 500 nomor yang tersedia untuk langganan baru. Untuk Malang II hingga sekarang ini sudah sekitar 99% selesai dan akan ditingkatkan ke III Malang baru masuk yang kedalam tahap tender dengan wilayah kec. Klojen mengarah kejurusan Dinoyo sejak dari jalan Ijen, untuk Malang III ini areal bangunannya sekitar 1900 m2. Sehingga dengan selesainya Malang iI dan III itu nantinya semua Tebing Tinggi April (BY) Kepolisian Kores 201/Deli Ser- dang Sumatera Utara baru2 ini berhasil meringkus pelaku pemal- suan uang kertas lembaran sepuluh ribu rupiah yaitu 2 orang lelaki masing-masing bernama AS alias AN (25 tahun) dan MD (50 tahun) keduanya penduduk Labuhan Deli- Medan. Mereka tertangkap ketika sedang membelanjakan uang lem- baran Rp.10.000,- palsu tersebut, di salah sebuah kedai di Kotamadya Tebing Tinggi.Hal tsb dikemukakan Dan Res Kepolisian 201/Deli Ser- dang Let.Kol. Pol.G.E.J. Rorong kepada para Wartawan di Kotama- dya Tebing Tinggi, dalam jumpa Pers belum lama ini di ruang kerja- nya, Pengedar Uang Palsu Ditangkap Tengah Kec. Glang. Guna pengusutan kedua orang ini juga ditangkap dan semuanya kini telah di tahan di Makomres Polri 201/Deli Serdang di Tebing Tinggi. Selain dari pada itu, turut di sita sebagai bahan bukti, beberapa lembar uang palsu Rp.10.000,- cat dan perlengkapan lainnya untuk membuat uang palsu tersebut. Lebih lanjut Dan Res menjelaskan uang palsu lembaran Rp.10.000,- itu di buat dalam bentuk lukisan dan kejadian seperti ini merupakan ke 3 kalinya di Kabupaten Deli Serdang. Kejadian yang pertama pada tahun 1979, kedua tahun 1980 dan ketiga tahun 1981 ini. Sehubungan dengan itu, Dan Res Letkol G.E.J. Rorong menghimbau kepada masarakat, dengan adanya kejadian ini tidak perlu resah karena yang diedarkan merupakan uang yang dilukis dan jumlahnya terbatas. Dan Res Letkol. Pol. G.E.J. Rorong selanjutnya mengatakan, se- belumnya pihak Polri mendapat informasi dari salah seorang korban- nya di daerah Batang Kuis Kabupa- ten Deli Serdang yang mengatakan, selain dirinya telah banyak pen- Dalam kesempatan itu Letkol. duduk yang tertipu. Pol.G.E.J. Rorong juga menjelaskan Karena kegiatan mereka telah ter- hasil-hasil selama operasi sikat IV cium pihak yang berwajib, maka yang kini sedang dijalankan oleh mereka pindah daerah operasinya Polri 201/Deli Serdang. Menurut kedaerah Kecamatan Dolok Masihul Dan Res, operasi telah dilaksanakan dan Tebing Tinggi. Di Kota ini dengan baik yaitu sejak 24 Februari mereka berhasil di tangkap. s/d 18 Maret 1981 lalu kasus yang Menurut Dan Res. dari kedua berahsil di tangani sebanyak 40 orang pelaku pemalsuan uang buah kasus dan tersangkanya 29 Rp.10.000,- tersebut, berhasil di orang saat ini ditahan di Makomres sita sebuah buku notes yang berisi 201/Deli Serdang. Dari 40 buah catatan nama-nama yang diduga kasus tersebut terdiri kasus komplotan mereka antara lain G.S. pembunuhan, penganiayaan berat, (60 tahun) penduduk Desa Pekan pencurian kendaraan bermotor, Kamis Kec. Dolok Masihul, dan M pemerasan dan pembongkaran (56 tahun) penduduk Desa Karang (MEP) Perlu Modal Untuk Pengusaha Mesin Giling Tebu dengan tenaga 10-12 PK, karena disamping bentuknya tidak begitu besar juga barang tersebut bisa dibawa hingga kedesa-desa ataupun ke-gunung2/kebun yang tidak memerlukan pondasi khusus tetapi cukup dengan pondasi kayu saja. Menyinggung masalah bahan baku memang ini yang dirasa cukup sulit khususnya untuk jenis cokus, gravit powder yang masih harus dibeli bikinan Taiwan ataupun Jerman. Sedang bahan baku berupa besi tua tidak menjadi masalah lagi karena di Malang sendiri banyak yang men- jualnya, harganya berkisar Rp 140,-- Rp 160,-/kg dan kebutuhannya setiap bulannya untuk besi tua sekitar 1-3 ton, dulu sewaktu jaya bisa mencapai 30 ton/bulan. "Cokus dan powder gravit ini yang sulit mencarinya mas!" katanya. Padahal untuk satu mesin saja secara kasar kebutuhan cokus bisa men- capai 6 kwintal sedang powdernya memang termasuk sedikit antara 0 kg saja. Cokus per kg Rp 300,- dan powder Rp 1500,-/kg ini yang berasal dari Taiwan dan harga di Surabaya, kalau yang Jerman lebihtinggi lagi walaupun sebenarnya kadar panasnya lebih tinggi dibanding yang taiwan. Menurun Biaya produksi untuk satu jenisnya dihitung-hitung oleh pak Yunus sekitar Rp 850.000,- sedang untuk kebutuhan bahan baku pengecoran seperti kayu, paku, kawat dan sebagainya yang ada sekitar 18 macam bahan sekitar Rp 75.000,-. Tapi tidaklah mungkin Dirantai Wiradisastra Menurut Kurnia BcTT, jumlah anggauta masyarakat menggunakan jasa telepon umum sebenarnya banyak hanya saja antara kebutuhan dan kewajiban untuk menjaga masih timpang, hal tersebut bisa dilihat di jalan Semeru dimana arus pelajar banyak yang lewat jalan tersebut dan menggu- nakan jasa ini. telepon Dibanding dengan umum yang ada didaerah lain di Semeru menunjukkan jumlah yang tinggi tetapi kenapa justru dijalan ini pernah hilang sekali, diujung jalan yang sama dua kali kehilangan dan satunya lagi di jalan Kawi. Namun demikian pemasangan fasilitas telepon umum akan berjalan terus dan diharapkan bisa ditambah lagi. Jumlah yang ada sekarang baru mencapai 31 buah box dan pesawat telepon umum padahal target direksi idealnya 10 dari pct kapasitas yang ada misalnya di Malang 6000 nomor seharusnya ada 60 buah. kalau dihitung hanya berpangkal dari satu buah saja karena biaya produksi jelas akan berbeda bikin satu dan bikin banyak, hanya sekedar ancar-ancar saja. Menanggapi kehilangan hand set tersebut Kurnia BcTT beranggapan hal tersebut dilakukan oleh anak-2 muda yang nakal, padahal keisengannya itu cukup menyulit- kan pihaknya karena spare part tidak tersedia disini hingga kalau hilang terpaksa diganti seluruhnya atau timbul semacam tambal sulam hilang yang satu diambilkan dari yang lain demikian seterusnya Kini produksinya memang dirasa menurun sekali, satu bulan hanya menghasilkan 2 mesin saja untuk tipe 20-22 PK dan itupun tergantung pesanan. Menurunnya itu menurut pak Haji, karena kurangnya modal selain itu juga banyaknya masuk mesin-2 dari luar negeri seperti RRC, India. Mesin yang dipakai untuk HALAMAN IV Telkom barulah nanti yang terakhir tidak bisa dipakai karena pasangannya tidak ada. Bila nanti sudah diganti tetap hilang pihaknya akan mengambil tindakan tegas dengan mencabut fasilitas itu dan sebagai usaha preventip yang diambil oleh perum gagang telepon umum terpaksa dirantai walaupun beban dirasa berat sewaktu telepon tetapi yang penting aman dan ini hampir mencapai 50% yang diberi rantal khusus, "Bukan semacam rantal anjing" ujar kepala Perum Telkom Malang. Mengenai idealnya jumlah telepon umum pihak pesawat Telkom masih mengalami sedikit kesulitan terutama yang berkaitan dengan luas jaringannya dan faktor dana itu sendiri. Untuk box teleoon umum saja kini masih minta ke Bandung dan pihaknya sedang memesan 40 box tambahan lag walaupun sebenarnya ada juga beberapa pihak yan gingin membantu membuatkan box tetapi menurut Kurnia sudah ada ketentuan dari direksi tidak boleh menerima bantuan dari pihak luar walaupun ukurannya sama. nya, cara Masalah pemberian rantai pada umum itupun pesawat telepon mendapat tanggapan yang positip dari direksi walaupun diserta dengan rasa heran bisa timbul ide telepon umum dirantai. Menurut- kemungkinan ini satu-satunya yang ada di Indonesia. Kurnia BcTT mengharapkan agar antara pihak Perum Telkom dan masyarakat bisa timbul kerjasama yang baik dimana pihak Telkom sudah berusaha membantu fasilitas tersebut dan masyarakat mau menjaga dan memeliharanya. (JON). Usaha pembuatan mesin giling tebu yang mempunyai tenaga kerja tetap sebanyak 14 orang dan ditambah beberapa orang lagi sebagai tenaga musiman ini pernah mengajukan kredit ke bank sekitar tahun 1966 sebesar Rp 150.000,- tetapi realisasinya hanya mendapat separuhnya, sedang pada tahun 1977 ajukan kredit 5 juta dan dalam waktu yang relatif singkat keluar walaupun hanya 2 juta saja dan dua tahun kemudian ajukan lagi KIK ke BNI 1946 sebesar 10 juta baru pada tahun 1980 terealisir Rp 5 juta. Melihat kapasitas dari mesin-2 itu untuk 6-8 PK bisa 9 ton tebu yang beroperasi 24 jam sedang yang terbesar 20-22 PK bisa 60 ton dengan waktu operasi yang sama. Sebenarnya bagus juga kekuatannya, hanya masalahnya ia ingin menambah mesin lagi guna mem- TANJUNGKARANG, Penduduk propinsi Lampung yang berada di bawah garis kemiskinan diperkirakan 1.398.674 jiwa, demikian menurut Kakanwil Sosial Pro- pinsi Lampung Soedijono. Hasil Dari Hal I temuannya dengan para petani di desa Yosomulyo, kabupaten Banyuwangi, Kamis malam. Ia menganjurkan agar tiap petani mengelola usaha pertaniannya secara baik mulai dari penggarapan sawah sampai dengan pemasaran hasilnya. "Untuk mencapai hasil pemasaran yang baik, petani harus mem- perhatikan dan menjaga hasil panenan", katanya. Tiap petani juga harus berpikir secara produktif, tidak secara konsumtif. Mereka harus dapat memanfaatkan tiap hasil bumi di desa untuk dijadikan bahan yang berharga tinggi dan dapat dipasarkan di kota2 besar. Ia menyarankan agar petani memanfaatkan kredit mini, kredit midi ataupun kredit modal kerja permanen (KMKP) yang disediakan BRI untuk membantu para petani meningkatkan usahanya. Desa Yosomulyo mempunyai lahan sawah seluas 686 ha, sedangkan luas desa 1055 ha. Jumlah penduduknya 9.821 jiwa, sebagian besar petani penggarap. Pada musim panen tahun 1979/1980 desa tersebut mencapai hasil panen 11,9 ton/ha. Petani di desa ini dalam setahun bisa panen padi dua kali dan sekali panen palawija. Tanaman palawija terbanyak adalah kedele yang menghasilkan 10 sampai 12 kuintal/ha serta jagung enam sampai delapan kuintal/ha setiap panenan. Pengairan sawah dilakukan secara teknis. Desa Yosomulyo pernah memenangkan juara I lomba in- tensifikasi khusus (insus) tahun 1979/1980 tingkat nasional. Menteri muda menginap semalam di rumah petani di desa itu dan mengadakan wawancara dengan para petani. membuat dirumahnya bikinan tahun perbanyak produksinya mengingat 1927 sebanyak 6 unit walaupun sampai kini masih bisa dipakai tetapi dibanding dengan mesin dari luar jelas jauh bedanya. Sekitar tahun 1966 pernah mendapat bantuan satu unit mesin dari dinas Perindustrian, walaupun itu bikinan Taiwan tapi nyatanya tidak bisa untuk membuat silinder tebu hanya untuk bikin metal. banyak saingan yang kini berdiri seperti Semeru Jaya yang telah menyanggupkan diri menyediakan alat-2 hasil usahanya atas pesanan dari pemerintah dalam jumlah banyak. Usaha menambah dirin- tisnya melalui bank tetapi masih juga menemui kesulitan. Walaupun pernah didampingi kepala perindustrian Malang ke bank guna mempermudah memperoleh kredit tapi nyatanya juga tetap sulit, padahal ia menginginkan adanya tambahan sekitar 50 juta guna mewujudkan mesin-2 baru; disamping mengganti mesin lama jug auntuk menambahnya lagi walaupun yang lama hingga kini masih produktif. Tentang keinginan mendapatkan modal pak Yunus berpendapat lebih suka mendapat bantuan berupa uang daripada berujud mesin karena disamping banyaknya biaya yang harus ditanggung untuk mesin itu seperti asuransi, biaya ini dan itu juga mesin kadang2 tidak sesuai seperti yang dikehendaki. Apalagi tempatnhya sering dipakai untuk praktek tenaga-2 dari daerah pedalaman yang ingin mengetrapkan mesin giling didesanya (Jon). Pembuatan mesin giling tebu di desa Sempal wadak. Perlu tambahan modal. (Photo/BY-Jon)