Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1981-04-13
Halaman: 07

Konten


ota ele- ber- ng VI am DA wa leh ya an an liri ari ah an an PO ya W 75 00 ya a, a, ah an pi h ri n "a ce 1. 8 ti a n i 30 BERITA YUDHA - SENIN, 13 APRIL 1981 OLAH RAGA Ali Sofyan Juara Jakarta Marathon II. April Ali Sofyan Si- regar pelari dari klub Indonesia Muda Jakarta ke- laur sebagai juara dalam Jakarta II yang berlangsung Minggu pagi di Jakarta dengan menempuh jarak 42,195 km dan mencatat waktu 2 jam 37 menit 37 detik. Marathon Ini adalah untuk kedua kalinya berhasil Ali Sofyan menjuarai lomba Jakarta Marathon, yang pertama pada tahun 1980 dengan waktu 2 jam 39 menit 56 detik dan ini berarti pula ia berhasil waktunya. Dalam memperbaiki Lomba Marathon Tradisionil di Malang 2 Minggu yl, Ali Sofyan hanya berhasil menempatkan diri diurutan kedua setelah Solichin juga dari klub IM yang dalam Marathon Jakarta II kemarin menduduki tempat ke-2 dibawah Ali Sofyan. Jakarta Marathon II yang diikuti 414 peserta diantaranya 14 wanita dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Semarang, Padang, Tegal, Malang, Yogyakarta, NTB, Lampung, Batang, Jabar dan 6 diantaranya dari pelari asing 2 Singapura. Kebutan bendera mele- pas pada peserta dilakukan oleh Wagub Sudjono Suprapto jam 05.30 tepat melalui rute2 Monas-Jl. Thamrin, Jl Sudirman- Bundaran Senayan kembali kearah jembatan Semanggi menuju depan gedung MPR/DPR-RI-Slipi-Bun- daran Grogol-Pluit-kembali kearah jembatan Semanggi-Jl. Thamrin dan finish di Silang Monas Selatan. Pelari2 kenamaan ibukotaterus menerus memimpin didepan secara berkelompok sampai Pos V di kilometer 30 Gatot Subroto, Ali Sofyan, Solichin dan Yan Imang masih berlari beriringan, namun setelah Pos VI Ali Sogfyan dan Solichin malejit kedepan beriringan meninggalkan dua pelari lainnya. Melewati Pos VII didekat Jl. Jakarta, (BY). Propinsi hari depan yang lebih baik. Hubungan kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan berbagai lembaga dan Daerah semakin meningkat. Kerjasama antara pemerintah daerah dengan Alim Ulama, kaum cendekiawan dan kekuatan-kekuatan sosial lainnya semakin terpadu dan terus meningkat. Suasana pembangunan telah menimbulkan semangat dan gairah kerja masyarakat, harapan harapan terhadap hari depan yang lebih baik mulai tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan ekonomi selama Pelita satu dan Pelita dua telah kwantitas meningkatkan dan kwalitas produksi di dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi dan sosial budaya. Difersifikasi di bidang produksi barang barang ekonomi telah mulai muncul dan akan terus berkembang. Di beberapa daerah telah mulai muncul industri2 baru seperti industri pengolahan kayu dan plywood, industri kertas dan lain industri yang mengolah hasil per- Sementara produksi perkebunan rakyat juga meningkat terutama produksi cengkeh, pala, nilam, kelapa, tebu rakyat dan kopi. Diantara produksi perkebunan besar yang dapat ditingkatkan dalam jumlah yang cukup lumayan adalah minyak sawit dan intinya, Produksi karet meningkat sedikit namun tidak lagi mengalami penurunan seperti waktu-waktu sebelumnya. tanian. Sektor Kehutanan makin ber- tambah penting. Ekspor log terus berkembang, sehingga mendekati tiga per empat juta ton pertahun. Dengan bertambahnya unit-unit pengolahan kayu mekanis terutama di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Selatan. Produksi kayu untuk bangunan telah naik dengan cepat dan telah dapat di antar pulaukan dan di ekspor ke luar negeri. Demikian pula dengan pem- bangunan di sektor perdagangan. Telah menciptakan dasar yang relatif kuat untuk mengembangkan wiraswasta nasional. Melalui ber- bagai training dan workshop baik melalui proyek sektoral maupun melalui proyek-proyek regional telah diusahakan peningkatan penge tahuan dan ketrampilan para pengusaha, terutama pengusaha pribumi. Pembangunan di sektor pen- didikan telah mampu memberikan berbagai fasilitas pendidikan kepada masyarakat dan telah dapat meningkatkan berbagai prasarana dan sarana pendidikan guna mewujudkan perluasan dan pemerataan dalam kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat. Pendidikan bidang agama di Daerah Istimewa Aceh ini paling diutamakan. Karena melalui keseimbangan antara pendidikan agama dan umum diharapkan dapat dihasilkan manusia-manusia yang berbudi luhur, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ber- pandangan luas serta rela mengabdi kepada kepentingan masyarakat, nusa dan bangsa. Disamping banyak yang telah dicapai namun kekurangan- kekurangan yang sedang dihadapi juga masih cukup besar. Jalan dan jembatan yang sangat diperlukan guna melancarkan perputaran roda perekonomian daerah masih banyak yang belum dapat dibangun dan di bina. Hasil-hasil yang dicapai di bidang pengairan belum lagi mampu menyediakan air irigasi dalam jumlah yang cukup dan pada waktu yang diperlukan. Jumlah sawah tadah hujan masih tetap besar. Prasarana perhubungan laut belum dapat berfungsi sebagaimana diharapkan, termasuk pelabuhan Sabang yang berfungsi sebagai pelabuhan Internasional belum dapat dipulihkan ke tingkat fungsinya seperti sediakala. Tomang Raya Ali Sofyan melaju terus setelah mengguyur badanya dengan air yang dilakukan bersamaan dengan Solichin di Pos VII. Kedua pelari ini sejak dari Pos VII hanya berjarak sekitar 100 mtr dengan Ali Sofyan tetap berada depan dan hal ini terus menerus sampai tiba digaris finish. Disamping menjuarai KU "B" Ali Sofyan juga keluar sebagai juara umum yang urutan selengkapnya adalah sebagai berikut; 1. Ali Sofyan Siregar (IM) 2:37,37, 2. Solichin (IM 2:39,50, 3. Yan Imang (IM) 2:43,21. 4. Gatot Sudarsono (IM) 2:45,19. 5. Sunardi (Malang) 2:46,37. Dibagian puteri pelari dari klub UMS Starlet berhasil mencatat waktu terbaik 3 jam 37 menit 35 detik dan muncul sebagai juara umum disamping menjuarai KU "A". Ditempat kedua Maria Lawalata (UMS) 3:54,23 dan Maria Ananta ditempat ketiga dengan waktu 3:57,09, kemudian menyu- sul Umi Kalsum (Jkt) 4:00,05 dan tempat kelima Ani Auri (UMS) 4:00,40. Pelari Singapura Carol M. Lewis berada diurutan keenam dengan waktu 4:10,20. Lengkapnya hasil Jakarta Mara- thon untuk tiap2 Kelompok Umur adalah sbb; PUTERA KU "A" 16-19 thn; Gatot Sudarsono (IM) 2:45,19; 2. Thohir (Meteor) 2:55,38; 3. Destanto (IM) 2.59,24. KU "B" 20-29 th; 1. All Sofyan (IM) 2:37,37; 2. Solichin (IM) 2:39,50; 3. Sunardi (Mlg) 2:46,37. KU "C" 30-39 thn; 1. Yan Imang (IM) 2:43,21; 2. M.Hamim (IM) 3:20,26; 3. Martinus Lohannapessy (Porgal) 3:24,27; KU "D" 40-49 th; 1. Sardjiono (Batang) 3:18,59; 2. Sriyanto (Jkt) 3:23,13; 3. M. Saidi (IM) 3:32,00. PUTERI: KU "A" 16-29 thn; 1. Starlet (UMS) 3:37,35; 2. Maria Lawalata (UMS) 3:54,23; 3. Maria Ananta (UMS) 3:57,09. KU "B" 30 thn keatas; 1. Ny. Umi Kalsum (Jkt) 4:00,05; 2. Carol Lewis (Singapura) 4:10,20; 3. Ny. Mia Ismangun 4:11,35. (R-17). Dari Hal. I Apabila kondisi prasarana ekonomi seperti jalan dan jembatan, pelabuhan laut, pelabuhan udara dan telekomunikasi dapat dipecahkan secara berarti terutama dalam PELITA III, maka Daerah Aceh akan terjadi pelompatan pem- bangunan karena ada dorongan yang besar, sehingga mempengaruhi peningkatan Product Domestic Bruto Regional. Memang pembangunan tidak pernah habis dan tidak pernah terhenti, karena itu selama pem- bangunan terus berlangsung selama itu pula selalu terdapat kekurangan kekurangan. Bahkan dirasakan semakin meningkatnya kegiatan pembangunan semakin banyak pula kekurangan-kekurangan yang dihadapi. Memelihara. Tanggal 8 April 1981 yang lalu, Menteri Dalam Negeri Amir Mach- mud telah melantik H. Eddy Sabara menjadi Pejabat Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh dan Kolonel Inf. Drs. Muhamad Sjah Asjik sebagai Wakil Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh. Pengangkatan pejabat gubernur ini untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Prof. Drs. A. Majíd Ibrahim yang meninggal dunia 15 Maret 1981 yang lalu. Kepada pejabat gubernur diberi tugas khusus, menyelesaikan pemilihan Gubernur Kepala Daerah Aceh yang difinitif. Apapun yang terjadi, pelaksanaan tugas pemerintahan dan pem- bangunan harus tetap berlanjut, agar dengan demikian pelayanan kepada rakyat tetap berlangsung dan upaya kita untuk semakin mendekat kepada Tujuan Nasional tidak terhambat. Itulah sebabnya kepada pejabat gubernur, selain mendapat tugas khusus, hendaknya dapat memelihara kelanjutan dan kelangsungan pembangunan serta kelancaran pemerintahan, yang di wilayah ini, selama ini telah berlangsung baik. Menurut Menteri Amir Machmud, kelangsungan, kelanjutan dan tetap lancarnya pelaksanaan operasional dari pada sesuatu struktur organisasi menandakan ketahanan organisasi tersebut dalam menanggapi setiap perobahan intern, tanpa perlu merobah landasan kerja operasional ataupun dasar-dasar organisasi serta tujuan yang hendak dicapai. Menjawab pertanyaan para wartawan diruang VIP Room Blang Bintang saat akan menuju Medan, Menteri mengatakan, persiapan pencalonan Gubernur diharapkan bisa selesai secepatnya. Diingatkan, dana sektoral yang dilimpahkan ke Aceh tahun 1981/1982 sebesar Rp 97 milyar sedang anggaran daerah sendiri hanya 12 milyar. "Karena itu pada tempatnya jika dalam pelaksanaan pengangkatan Gubernur, Presiden selaku Kepala Negara lebih menentukan", Tegas Menteri. 1 Dalam hubungan dengan itu, Menteri minta semua pihak agar dalam memusyawarahkan calon gubernur definitif, tidak meninggalkan nilai-nilai filosofis. Setiap calon akan diteliti dari ber- bagai segi dan dikomfirmasikan pada berbagai Departemen. "Malah sebelumnya harus diminta pendapat Bakin mengenai identitas calon", tegas Menteri lagi. MMasa pencalonan paling lama tiga bulan. Diharapkan oleh Menteri agar dalam masa pencalonan tidak ada pihak, menghembus-hembuskan calon ini baik atau itu lebih baik. Jangan didramatisir. Sebab, yang dikehendaki adalah calon yang wajar, dan memenuhi syarat yang ditentukan. "Kalau calon itu putra daerah, itu lebih baik", kata Mendagri. mes Jakarta, April (BY). Ali Sofyan Siregar merupakan pelari pertama yang memasuki finish Jakarta Marathon II yang diselenggarakan Minggu pagi (gambar atas). Para juara lomba marathon bergambar bersama, dari kiri kekanan, Solichin (juara kedua), Ali Sofyan Siregar (juara pertama), Yan Imang (juara ketiga), Gatot Sudarsono (juara keempat) semuanya dari Jakarta dan juara kelima Sunardi dari Malang. (Foto: Wagiman Sidharta) Kompetisi Galatama 1980/1981: Jayakarta Ambil Alih Pimpinan, Kalahkan Klub Jayakar- ta-Jakarta semen- tara berhasil me- mimpin kembali kompetisi Galata- 1980/1981 putaran pertama setelah dalam per- tandingan ke 17 melawan Tidar Sakti Magelang di Stadion Abubakrin Minggu sore mengalahkan klub tuan rumah 2-1. Setengah main Jayakarta unggul 1-0. ma Tidar Sakti 2-1 Jayakarta mencetak gol pertama di menit ke 44 ketika David Sulasmono mengirimkan bola melambung ke arah gawang Tidar Sakti, pemain belakang Hasyim berusaha menyelamatkan gawang dengan menyundul bola namun arah bola justru masuk ke daerah lowong dan tidak berhasil dikuasai kiper Haryanto. Di menit ke 50, Jayakarta menambah kemenangannya melalui David Sulasmono, ketika bekas pemain PSSI Utama itu berhasil melampaui Hasyim dan langsung berhadapan dengan kiper Haryanto, namun penjaga gawang dapat pula dilampaui dan menyarangkan si kulit bundar ke gawang yang sudah kosong. Gol balasan Tidar Sakti terjadi di menit ke 56, melalui serangan yang dibangun Kusmantoro dan memberikan umpan kepada Narmo Alex, bola dikontrol sebentar, PB PASI Jakarta, Arpil (BY). 212 Buana Putera dan Pardedetex sama2 menolak permintaan PSSI untuk melanjut- kan sisa pertandingan yg terhenti Jumat malam lalu dalam kompetisi klub2 Galatama, setelah diadakan- nya suatu pertemuan antara pihak2 yang bersangkutan dengan pengurus PSSI dan pengurus Liga hari Sabtu yl. atas Pertandingan yang disaksikan lebih kurang 8.000 penonton dan dipimpin wasit Bachtiar dari Malang, selamat dari insiden yang biasa timbul dalam pertandingan2 kompetisi Galatama. Babak pertama, permainan sepe- nuhnya lebih dikuasai pemain2 tamu. Serangan silih berganti menghantam daerah pertahanan tuan rumah, yang hasilnya gawang bekas kiper PSSI Binatama dan PSSI Utama kebobolan sekali. TO Di babak kedua, setelah Jayakarta unggul, Iswadi dkk kelihatan cendrung untuk lebih memusatkan perhatian di daerah pertahanan. Sebaliknya, pemain2 tuan rumah bangkit semangatnya untuk membalas kekalahan. Sera- ngan demi serangan datang ke daerah pertahanan Jayakarta. Klasemen sementara; Jayakarta 17 12 3 Warna Agung16 10 6 NIAC Mitra 16 11 3 Ind. Muda 17 10 3 Pardedetex 16 85 Sayangnya, pemain 2 depan UMS '80 16 10 1 Tidar Sakti, terutama dua pemain Mercu Buana17 68 ujung tombak, Herry Santoso dan Jaka Utama 16 67 Melius Mao kurang cermat Perkesa 78 17 75 menyelesaikan peluang 2 yang Angkasa 17 65 mereka peroleh, terlalu terburu-bu- Mks, Utama 17 65 ru sehingga bola keluar dari gawang. Tunas Inti 17 55 Dengan kemenangan tersebut Arseto 16 4 3 dari pertandingan terakhir di Tidar Sakti 17 18 putaran pertama kompetisi Saribumiraya17 2 6 1980/1981, klub dari Ragunan Bintang Timur 16 2 4 10 5-28 8 Jakarta itu berhasil mengumpulkan 1 4 11 11-37 6 27 angka hasil dari 12 kali menang, 1 1 15 12-53 3 3 seri dan dua kali kalah. Namun, (R.23). 9 16-4110 Buana Putra16 Cahaya Kita17 permintaan Syarnubi Said yg juga hadir mengatakan terjadinya peristi- tersebut berasal dari wa jelas kelemahan wasit yg memimpin pertandingan yg tidak memiliki ketegasan. Wasit tidak mempergu- nakan wewenangnya dalam membe- rikan keputusan dan untuk ini pengurus PSSI minimal mengambil tindakan terhadap wasit dengan menurunkan tingkatannya dari C-I ke C-II. Hal tersebut diambil mengingat wasit Anang S dari Purwakarta yg bertugas memimpin pertandingan sudah beberapa kali melakukan kesalahan2 dalam melaksanakan tugas. 380/201 Pardedetex Dan Buana Putera Tolak Lanjutkan Pertandingan Setelah mengemukakan himbau- an PSSI tersebut ternyata kedua klub baik Buana Putera maupun Pardedetex menolak himbauan 2 30-17 27 0 40-9 26 2 39-10 25 4 29-11 23 3 24-11-21 5 27-17 21 3 21-13 20 3 25-16 19 5 28-16 19 Terpilih sebagai petinju Favorite senior, nasional Jacob Tole dari sasana Benteng AMI ASMI setelah dalam final mengalahkan petinju Abdul Jalal dari sasana Amphibi, dalam kelas welter utama senior. Petinju Marthen T dari Garuda Agung Bali terpilih sebagai petinju junior Terbaik setelah dalam final kelas terbang utama junior mengalahkan petinju Muka Tobing namun dari belakang datang pemain kedudukan tersebut belum dapat Tidar dari sasana Sarinah dengan angka. Sakti Melius Mao yang memastikan Iswadi dkk menjadi menembakkan bola ke langsung Sedang petinju Harapan Junior juara putaran pertama, karena terpilih Kaharudin dari sasana gawang Jayakarta sehingga kedudu- pertandingan terakhir NIAC Mitra PBBC yang dalam kan menjadi 1-2. final kelas dan Warna Agung turut menentu- bantam pemula junior menang kan siapa yang bakal menjadi Dasar angka atas Hamdan dari pimpinan putara pertama. Bila Warna sasana Caprina. bisa Agung dikalahkan UMS '80 dan NIAC Mitra mengalami nasib serupa, jelas Jayakarta akan menjadi juara. Namun, kalau Warna Agung bisa bermain seri saja dan NIAC Mitra hanya menang 1-0 dari Arseto, jelas Ronny Pattinasarany akan men- juarai putaran pertama. Sebab, walaupun ketiga klub itu memper- oleh 27 angka, namun Jayakarta kalah jauh dalam selisih gol, sedangkan Warna Agung dan NIAC Mitra beda dua dari selisih gol. 6 20-22 17 6 15-20 17 7 21-23 15 9 15-21 11 8 9-32 10 PSSI tersebut.. Dengan demikian Syazrnudi Said kemudian akan menyerahkan persoalannya kepada komisi Disiplin suatu badan yg ada dalam organisasi PSSI yg diketuai oleh Ir. Sutiono, dan Y.Alis sekretaris Mursanto SH dengan anggota2 Drs.Sudarsono SH, dr. Gurmilang Kartasasmita serta salah seorang anggota pengurus PSSI yg duduk secara bergantian. Dalam pertemuan tersebut hadir anggota Presidium PSSI Syarnubi Said, Hans Pandelaki, Ketua Liga Galatama Nabon Nur, sementara dari Buana Putera diwakili oleh Syarnubi Said sebagai salah Tidak Mau Kalah Rusdi dan Suhardjo, Pardedetex seorang anggota Presidium PSSI Tidak bersedianya Buana Putera diwakili oleh Porang Siregar dan dalam pertemuan tersebut meng- melanjutkan si sa pertandingan Hutabarat. himbau kepada kedua kesebelasan tersebut menurut Rusdi yg Pertemuan yg berlangsung melanjutkan pertandingan dimulai mewakili Buana Putera dalam hanya setengah jam tersebut dari tendangan pinalti untuk pertemuan tersebut karena la masing2 pihak baik Buana Putera mendapat tugas dari boss Buana maupun Pardedetex oleh Syarnubi Putera untuk tidak mau mengalah Said tidak diberikan kesempatan dalam persoalan ini. untuk mengemukakan argumentasi sekali. "Dalam pertemuan tersebut saya tidak menghendaki adanya suatu debat argumentasi, tapi dicari cara penyelesaian melalui kesadaran masing2", ucap Syarnubi kepada wartawan. sama sama Pardedetex pada menit ke-42, dengan tempat dan pemain2 yg sementara wasit akan ditentukan oleh PSSI. Segala biaya2 yg dikeluarkan klub Pardedetex akibat terhentinya pertandingan dan harus dilanjutkan dengan waktu yg belum ditentukan akan diganti oleh PSSI. Hal yg sama juga dikemukakan oleh wakil Pardedetex yg tidak bersedia melanjutkan pertandingan. Ketika pertandingan dihentikan menit ke-42 kedudukan 0-0. Riza Uteh Y Yahya yang menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada wartawan Untuk cepatnya kerja komisi Disiplin ini hari Senin ini akan diadakan suatu rapat guna membahas persoalan terhentinya pertandingan Buana Putera dan Pardedetex Tugas Disiplin Comite antara lain mempelajari laporan2 wasit, maupun petugas2 pertanding- an lainnya dan pihak2 yg terlibat didalamnya. Putusan Disiplin Comite adalah mutlak. Dengan gagalnya pertemuan hari Sabtu tersebut hari Senin ini Komisi pengurus PSSI bersama Disiplin dan Liga Galatama maupun petugas2 pertandingan lainnya serta KASAU Serahkan 11 Layang Gantung Dan Lepas Team Terjun Payung Jakarta, April (BY) KASAU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi selaku Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di Markas Besar TNI-AU, hari Sabtu melepas team Terjun Payung Nasional Indonesia, yang terdiri dari 6 Penerjun dan 4 Offisial untuk mengikuti Lomba Terjun Payung Pasifik Selatan II di Australia yang akan diselenggarakan dari tanggal 13 s/d 20 April 1981 yang akan datang. Pada acara pelepasan tersebut KASAU juga menyerahkan 11 buah Pesawat Layang Gantung yang terdiri dari 8 buah type High Performance, 2 type Intermidiate dan sebuah type Rogalo, kepada FASI. Penyerahan Layang Gantung oleh KASAU tersebut diterima Ketua Pusat Layang Gantung FASI Ir Herudi. KASAU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi dalam sambutannya me- ngatakan bahwa pengiriman Team Terjun Payung ke Australia tersebut dimaksudkan untuk lebih mening- katkan prestasi olah raga Terjun Payung di Indonesia, disamping pula akan lebih mempererat persahabatan dengan negara-negara peserta. Menyinggung tentang penyerah- an Layang Gantung, dikatakan hal tersebut mempunyai arti yang sangat besar sebab dengan bertambahnya Layang Gantung dari TNI-AU akan meningkatkan prestasi olah raga Layang Gantung April Johny Riberu petinju dari sasa- na Poor Boy Boxing Camp (PBBC) Jakarta berhasil terpilih sebagai petinju senior Terbaik dalam kejuaraan tinju bulanan DKI memperebutkan Piala IPPMMD yang berakhir pada hari Jumat malam lalu di gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan. G Johny Riberu Petinju Terbaik Ronny Sigarlagi dari sasana Anggrek Remaja Sukabumi sebagai pelatih teladan. Jakarta, (BY). Dengan terpilihnya ia sebagai petinju terbaik Johny berhak pula atas Piala IPPMD yang malam itu diserah kan Gubernur DKI Tjokro- pranolo. Pada malam final tersebut dalam kelas terbang utama senior Johny berhasil menang KO pada ronde kedua atas petinju Arief Parlindung- an dari sasana Nusantara. Pada tersebut kesempatan panitia juga memilih pelatih tinju Teladan dimana terpilih pelatih HALAMAN VII kedua kesebelasan yg "mogok" tidak mau melanjutkan pertanding- an akan mengadakan suatu rapat. di Indonesia baik secara kwantitatif maupun kwalitatif. Dengan penyerahan Layang Gantung tersebut maka pimpinan TNI-AU telah meningkatkan pengembangan minat Dirgantara di Indonesia, khususnya olah raga Layang Gantung yang relatif lebih murah, dan lebih mudah dikem- bangkan. Malam ini sebenarnya merupa- kan pertandingan terakhir putaran pertama kompetisi klub2 Galatama PSSI antara Warna Agung dan UMS '80, tetapi dengan adanya kasus Buana Putera dan Pardedetex serta belum adanya penetapan waktu pertandingan Niac Mitra Surabaya dan Arseto Jakarta yg tertunda sejak tanggal 27 Maret yl, maka belum diketahui lagi bila kompetisi Selanjutnya KASAU menjelas- kan, dalam arena PON yang akan datang, olah raga Layang Gantung tersebut dapat diuji kemampuannya dalam usaha mencapai prestasi setinggi-tingginya. Dengan prestasi tersebut diharapkan Layang Gan- tung akan dapat dikembangkan keseluruh pelosok tanah air. Beberapa waktu yang lalu TNI-AU telah menyerahkan dua buah pesawat Layang (glider) dan sarana Aeromodelling kepada FASI. unsur Dengan demikian maka TNI- AU telah sepenuhnya menunjang pengembangan minat Dirgantara dikalangan masyarakat, karena yakin bahwa dengan ban tuan tersebut akan lebih meningkatkan FASI sebagai salah satu kekuatan Dirgantara Nasional yang sangat diperlukan bagi negara yang sedang membangun. TNI-AU menjadi pelopor pengembangan minat Dirgantara dikalangan masya- rakat. Dengan pengembangan itu maka kekuatan Dirgantara Nasional dapat dipertahankan sepanjang masa. Demikian KSAU. bulanan m.a.a Malam terakhir kejuaraan tinju DKI Jumat malam mempertandingkan 13 partai final terdiri dari junior dan senior. Hasil pertandingan final pada malam terakhir, lay ang ringan utama junior Herman (Sarinah) menang KO atas Husni (BAA), 46 kg madya junior Nanay (PBBC) m.a.a Suhaely (BAA), lay ang utama junior Supriyadi (BAA) Syamsul Akmal (BAA), bantam pemula junior Kaharudin (PBBC) m.a.a Dasar Hamdan (Caprina), lay ang utama senior Matheis Patinama (BAA) m.a.a Iwan Sutikno (GJ), terbang utama junior Marthen T (GAB) m.a.a Muka Tobing (Sarinah), terbang utama senior Johny Riberu (PBBC) m.a.a Arif Parlindungan (Nusantara), bantam utama senior Zainal Abdi (GAB) m.a.a Sabam M (Nusantara), bulu madya senior David Yope (Scorpio) m.a.a Tumpak Sitorus (BAA), ringan pemula junior (Fransisco) menang RSC atas Erizal (GJ), ringan madya senior Armansyah (Baladika) m.a.a Ricar- do (Scorpio), welter ringan utama senior Dendry Monni (GAB) m.a.a Ramly Wijaya (AR Sukabumi) dan welter utama senior Jacob Tole (BAA) m.a.a Abdul Jalal (Amphi- bi). Johny Riberu dari sasana Poor Boy Boxing Camp Jakarta yang berhasil ke- DKI luar sebagai petinju terbaik senior Kejuaraan Tinju Bulanan Pertina yang berakhir Jum'at malam di Gelanggang Remaja Bulungan. (Wagiman - Sidharta).. Dengan hasil2 final, sasana tinju Benteng AMI ASMI berhasil mengumpulkan medali terbanyak 4 emas, 6 perak dan 6 perunggu, dan sasana Caprina menempati urutan kedua dengan 4 emas, 4 perak dan 4 perunggu. (R-26). putaran pertama ini akan berakhir. Pertandingan antara Niac Mitra dan Arseto sebenarnya merupakan pertandingan penentu siapa sebe- narnya yg akan memimpin putaran pertama ini. Sementara ini Warna Agung mengambil alih pimpinan ditempat teratas setelah melakukan 16 pertandingan dengan nilai 26, sedangkan Niac Mitra juga dengan sisa berada satu pertandingan membayangi Warna Agung dengan nilai 25. (R-17).