Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1981-05-18
Halaman: 05

Konten


IV BERITA YUDHA - SENIN, 18 MEI 1981 TINJAUAN EKONOMI Hm, macam-macam arti dari sebutan "boss" Bisa yang hebat, yang nomor satu, memang atasan, ataupun tokoh yang diharapkan bisa memban- tunya baik moril, material maupun sekedar harapan. Namun bisa pula cuma sekedar sebutan, umpamanya pengganti "bung" atau sebutan lain. ca MAU JADI BOSS ? Jangan Menjilat Atasan "Boss" yang kita persoalkan hari ini, boss lain pula. Di sini dipersoalkan "boss" dalam dunia bisnis dan juga "boss" dalam pekerjaan. Jadi, yang normal sajalah, yaitu yang bisa punya kekuasaan dan kekayaan. Bentuknya yang bagaimana, terserah pada imajinasi pemba- an. Yang penting bagi seorang "boss" ialah mesti punya sikap yang tegas. Untuk tegas ini beberapa orang muda nyeletuk begini: "Bila saya terkenal dan punya nama, saya pun ingin kekuasaan dan kekayaan." Lantas timbul problema, bagai- mana menjadi berkuasa dan bagaimana pula punya kekaya- Robert Jacoby, Presiden Direktur "Ted Bates" membert kan nasehat kepada siapa saja yang berhasrat sukses di dalam usahanya. Katanya, jika sese- orang ingin mencapai kekayaan dalam bisnis dan orang itu bekerja pada suatu perusahaan, janganlah mencari kekuasaan. "Kekuasaan sudah ada dalam perhitungan atasanmu," kata nya. Untuk itu bukan kekuasaan yang harus dikejar, tapi bekerjalah serius dan keras, jika perlu kerja untuk 24 jam. Ceraikan dia!. Kerja keras 24 jam merupakan syarat. Guna kanlah telepon untuk menghu- bungi langganan. Dalam hubung- an telepon, bila langganan mengungkapkan permasalahan, biarkan langganan itu bicara terus dan anda sendiri cukup mendengarkan atau sedikit bicara. Di dalam menghadapi pro- blematik 24 jam, bagaimanapun seseorang akan berhadapan dengan lawan "binis" di rumah. Isteri pun perlu "bisnis" dengan anda. Kata Jacoby, "Bila isteri anda tidak bisa memahami kerja 24 jam anda, ceraikanlah dia, karena dia termasuk pengham- bat karier anda. Jika ketemu dengan partner yang sesuai dengan anda, tujuan karier nikahilah dia dan bina keluarga anda dengan harmonis!" Ya, mesti kerja keras, punya kemauan yang berapi-api, dan yang penting tentunya harus pula berprestasi. Namun, nama- nya saja sudah manusia, tentu tak lepas dari kesalahan dan kesilafan. Jacoby menasehatkan, jangan ambil pusing bila anda terpaksa melakukan kesalahan dan kesilafan. Jika ini yang anda penghambat, maka anggap hidup anda pun tidak akan sukses. Keberuntungan ada di tangan Tuhan dan datang dari Tuhan. Sebagaimana manusia kita hanya berusaha. Oleh sebab itu, kita harus selalu ceria, gembira dan jangan khawatir akan kesulitan yang akan dihadapi. Untuk ini diperlukan sekali fikiran yang sehat. "Kita harus tetap berfikir, tapi tidak boleh bercabang. Namun tim- bang dulu segala sesuatu sebelum anda menentukan pilihan." Jangan berbohong! Ya, mungkin anda tidak punya rasa sensitif. Jika memang tak punya, wah sukar jadi "boss". Maka anda harus memiliki rasa sensitif untuk menserasikan rasa tekad bulat, TASA mana merupakan tidak yang dipunyai orang lain. Oleh sebab itu, pantas pula memiliki rasa egois Egoistik memang diperlu- kan seorang "boss". Seorang yang berkecimpung dalam dunia bisnis harus kreatif, kreatif di dalam memecahkan berbagai masalah. rasa "Ingat! Dalam bisnis tidak ada yang tidak mungkin. Semua mungkin!". Karena itulah maka diperlu- 00 look GUNUNGAN kan rasa integritas. Untuk ini dituntut pula obyektivitas yang harus dipenuhi dengan segala ketulusan hati. Setiap saat Anda harus disukai, karena itu janganlah suka berbohong! Bagai motor yang setiap hari bisa dihidupkan, maka seseorang pun harus bergairah setiap saat dan setiap waktu. Semua persoalan dapat diselesaikan walaupun bentuk bisnisnya berbagai ragam. Dari pagi sampai sore jangan kendor, bersemangat terus. Jika sehat fikiran dan sehat badan, tentu saja akan tidak ada lagi rasa gugup dan penurunan mental. Ketidakbolehan gugup dan penurunan mental untuk menjamin bahwa biarpun semua masalah harus bisa diatasi, namun semua pekerjaan itu bukan pekerjaan yang gampang. Tak penting akan pekerjaan anda di setiap hari, karena dunia toh tidak ingin melihat tugas rutin anda. Yang dibutuhkan dunia ialah bila anda berhasil baik dalam produksi maupun jasa yang bisa berguna bagi dunia. Jangan menjilat! Bagi se- orang "boss" diharuskan dapat menonjolkan diri dan sedapat mungkin selalu menjadi orang Namun, harus terpenting. memiliki sifat sabar. Karena anda harus bergaul di kalangan atas dan juga kalangan bawah, janganlah emosional. Mengapa tak boleh emosio- nal? Bisnis juga mengalami pasang surut, naik dan turun, seirama dengan pergaulan dunia. Bak kata orang, hidup ini bagai roda pedati, suatu kali di atas dan suatu hari mungkin di Robert Yacoby Presiden Direktur "Ted Bates" bawah. Di atas terus pun kalau jatuh ya sakit, tapi di bawah terus pun terhimpit terus pun sakit. akhirnya Sifat cepat emosi harus dihindarkan. Bila trauma ini masih ada pada anda, cepat diubah. Trauma emosional merupakan satu faktor yang bisa menghambat kemajuan Anda. Robert Jacoby menyimpulkan begini; "Jadi, bila Anda ingin jadi 'boss' anda harus berfikir bagaimana saya mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan menjadi kaya. Pengalaman saya, banyak bodoh dan orang pemborong berkeliaran di kota New York. Mereka bekerja di kota besar. itu, dan selalu mengatakan bahwa mereka adalah pemegang kunci perda- gangan dunia. Nyatanya, mereka spekulasi. Karena itu mereka tidak bisa mengumpul- kan uang yang banyak. cum a Berfikir untuk menjadi kaya memang mesti ditanamkan setiap hari dalam benak anda. Saya dulu juga demikian. Ketika mula-mula saya merintis karier bisnis saya, saya bercita-cita ingin menjadi presiden perusaha an dan menjadi kepala agen penjualan. Hal yang kedua itulah yang saya tempuh lebih dahulu. Saya berhasil dan jadi presiden pun berhasil, karena saya bekerja keras untuk jabatan saya seperti sekarang ini. Saya menasehatkan pada anda, bila anda jadi kepala agen penjualan, jangan frustasi, jangan hiraukan hal itu, dán yang penting jangan menjilat dan menjadi budak presiden direktur perusahaan anda.(RS/BEB) PENDAHULUAN: Kisah Sasikirana ini dipetik dari Serat Pedalangan Ringgit Purwa jilid XI bab 42 lakon Sasikirana. Aslinya dalam bahasa Jawa, huruf Jawa. Penghimpun buku-buku Serat Pedalangan Ringgit Purwa itu sendiri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII di Surakarta, Kanjeng Pangeran Arya Kusumadeningrat dan J. Kats. Penerbit 37 jilid buku baku atau Pakem yang terdiri dari 175 lakon tersebut Balai Pustaka Batavia Centrum tahun 1931 nomor 443. Isinya mungkin dipetik dan diringkas dari Kitab Pustaka Raja karya mendiang Pujangga Raden Ngabehi Ranggawarsita, pujangga terkenal di Surakarta. Kemungkinan itu berdasarkan kenyataan bahwa mendiang Kan- jeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII adalah cucu dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV, seorang peletak dasar kesusasteraan dan kepustakaan wayang di Mangku. negaraan. Dan Kanjeng Gusti Pangeran Hasil Dari Hutang Itu Harus Mengakhiri Hutang Itu Sendiri PRINSIP dunia bisnis, "hasil dari hutang itu harus mengakhiri hutang itu sendiri", Demikian juga prinsip ini berlaku, hutang suatu negara dari hasilnya barus mengakhiri hutang itu sendiri. Sesuai dengan ketentuan dari OECD yang menyatakan bahwa, jika pembayaran hutang suatu negara tidak melebihi 20 pCt dari penghasilan ekspor netto negara tersebut, maka negara itu dinyatakan "bankable" (credit wardig). Jadi selagi pembayaran hutang suatu negara tidak melebihi 20 pCt atau malahan semakin berkurang dari penghasilan ekspor- maka negara tersebut menunjukkan kemampuan potensi untuk membayar hutang-hutangnya kembali. nya, Adalah suatu kenyataan, bahwa demi suksesnya usaha-usaha pem- bangunan Indonesia maka peranan bantuan luar negeri sepanjang tidak diikuti ikatan-ikatan politik dan dapat dipertanggung jawabkan dari segi ekonomis, masih diperlukan sebagai penunjang. Atas dasar bahwa bantuan luar negeri masih diperlukan sebagai dalam penunjang pembangunan, walaupun keadaan cadangan devisa Kita sudah mencapai US$ 7 milyar namun Pemerintah masih mencari bantuan terutama melalui IGGI. lalu akan Ini sepintas menimbulkan pertanyaan, mengapa Indonesia yang sudah mempunyai cadangan devisa sebesar itu masih lagi ? Sebe- meminjam-minjam narnya pertanyaan ini bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis tentu akan menjawab, mengapa tidak walaupun perusa- haan suda saya mempunyai kekayaan tapi kalau ada pihak yang akan meminjamkan dengan syarat lunak tentunya harus dimanfaatkan untuk lebih memperbesar per- usahaan. Demikian juga bagi negara seperti kita ini yang semakin besar cakrawala pembangunannya, bah- kan akhir Maret lalu Pemerintah mengajukan kepada DPR realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 1980/1981 sebesar Rp. 1,7 triyun, pada hal tadinya perkiraan APBN itu hanya sebesar Rp. 10,5 trilyun. Dengan demikian berarti terjadi pelonjakan 1,2 trilyun diatas perkiraan semula. Kalau demikian halnya dengan pelonjakan Rp. 1,7 trilyun itu bila dibandingkan dengan anggaran yang disusun untuk PELITA III, maka jumlahnya sudah melampaui pem- biayaan tahun terakhir PELITA III. Kenyataan yang dicerminkan dalam anggaran tersebut berarti baru tahun kedua PELITA III, sudah menyelesaikan seluruh PELITA III. Ini berarti suatu bukti bahwa semakin luasnya pemba- ngunan yang sedang dan akan kita laksanakan. Dan juga suatu bukti yang tidak dapat dibantah oleh siapapun merupakan suatu prestasi dari seluruh bangsa Indonesia atas kerja kerasnya selama pemerintah Orde Baru melancarkan pemba- ngunan. Kenyataan penulis ke- yang mukakan, dibuktikan apabila kita melihat laporan Bank Dunia dalam konperensi IGGI ke-24 di Amsterdam tanggal 12 Mei yang memberikan gambaran positip adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyolok dalam tahun 1980 jauh lebih baik dari tahun 1979. Dalam laporan Bank Dunia dan IMF yang merupakan dasar pembicaraan dalam sidang- sidang konperensi, dimana dinyata- kan pula adanya kemajuan dalam sosial berlangsung bidang terus tanpa hambatan produksi beras sebesar 20 juta ton merupakan rekor dan pertumbuhan pendapatan nasional (GNP) melampui 7 pct. Hasil ekspor minyak meningkat 3 milyar dollar yang mengakibatkan surplus pembayaran dengan jumlah yang hampir serupa. Selanjutnya iklim moneter relatip stabil; program berhasil transmigrasi lebih dari tahun sebelumnya dan kemajuan dalam bidang pendidikan, pe- layanan kesehatan dan gizi. neraca FAKTA DAN HARAPAN Sebagai hasil PELITA I dan PELITA II, sudah dapat diting- katkan 70 pCt rakyat Indonesia dari garis kemiskinan (US$200) Adipati Arya Mangkunegara IV pada waktu muda yaitu ketika masih bernama Gusti Gandakusuma adalah siswa tercinta dan setia dari Pujangga Raden Ngabehi Rangga- warsita. NEGERI ASTINA: Oleh: Drs. Muntaha Djajasinga APBN sebesar Rp.344 milyar naik menjadi Rp.12.274 milyar tahun 1980, ini berarti suatu kenaikan penerimaan yang cukup besar se- lama 10 tahun terakhir ini, namun kenaikan ini merupakan tantangan bagi kita apakah mampu memper- tahankannya dalam dasawarsa 80-90 nanti. Negeri Astina yang juga disebut negeri Gajah Oya terkenal sebagai negeri "panjang apunjung pasir wukir loh jinawi, gemah ripah karta tur raharja". Panjang di sini berarti panjang diucapkan, punjung berarti luhur dan berwibawa. Pasir wukir berarti negeri itu berlatar belakang pegunungan, di sebelah kiri penuh dengan sungai, sedangkan di depannya terdapat bandar yang besar. Loh berarti apa saja yang ditanam pasti tumbuh subur, sedangkan jinawi mengandung arti Drs. Muntaha Djajasinga menjadi US$360 perkapita/tahun yang sebelum PELITA I 90 pCt rakyat Indonesia hasil pendapat- annya US$ 90 bahkan ada yang dibawah US$ 50. Dari semua prestasi tersebut, sesuai dengan penilaian Ketua IGGI, Menteri Kerja sama Pembangunan Belanda, "Jan de Koning", Indonesia tidak boleh berpuas hati dengan prestasi yang karena dicapainya bila diukur dengan standar apapun Indonesia tetap merupakan negara miskin, masalah-masalah dengan yang memerlukan secara penyelesaian permanen. Masalah utamanya adalah memerangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja. Atas pertimbangan masalah- masalah utama yang harus dihadapi Indonesia sebagai dikemukakan oleh Jan de Koning maka IGGI memberikan bantuan pinjaman sebesar US$ 2,1 milyar untuk 33 proyek yang berarti sama jumlahnya dengan tahun sebelum- nya. Adapun realisasi pinjaman ini, berhubung gejolak kurs terhadap dollar A.S., maka bantuan ini ditetapkan dalam mata uang masing-masing negara agar perban- dingan tahun ini dan tahun lalu lebih tepat. Sedangkan dari 33 proyek tersebut antara lain untuk : perbaikan jalan di (230 km) Sulawesi Tengah oleh Kanada, peningkatan proyek pelayanan kesehatan di NTT-Sumbar-Aceh dari A.S., proyek pengendalian banjir di Jakarta dari Belanda, proyek peralatan untuk mempro- duksi gerbong K.A. dari Jepang, proyek peningkatan jalan Banda- Aceh-Meulaboh dari Kanada, dan proyek pendidikan menengah kejuruan yang mepliputi sekitar 75 sekolah kejuruan di berbagai daerah dari ADB, proyek pengembangan kota meliputi penyediaan Medan yang air bersih-perbaikan kampung-pembangunan rumah inti- perbaikan sistim pembuangan air dari ADB, proyek pendidikan guru yang meliputi 60 SPG-10 SGO dari Bank Dunia, serta proyek dan penyediaan buku-buku SD Sekolah menengah dari Bank Dunia. Demikian bantuan IGGI pada Indonlsia untk RAPBN 1981/82 yang besarnya Rp.3,9 trilyun atau tepatnya Rp.13.900,3 milyar. Sebaiknya kita harus melihat kekuatan diri kita sendiri karena bagaimanapun juga kekuatan kita sendirilah yang akan menentukan berhasil atau tidaknya pembangu- Kita itu. harus melihat "ketahanan ekonomi Indonesia" yg dapat dicerminkan dalam banyak hal nan seperti antara lain pada kekuatan ekonomi sosial, tingkat hidup rakyat dalam pembangunan ekonomi dan kekuatan ekonomi Indonesia menghadapi gejolak ekonomi dunia yang dalam dasawarsa 80-an sukar diperhitung- kan. Alhamdulillah Indonesia dalam dasawarsa 70-80 memperlihatkan peningkatan yang cukup besar sebagaimana telah diulas diatas. Ta- pi Indonesia memasuki dasawarsa 80-an ini harus lebih hati-hati karena walaupun misalnya ditahun 1970 penerimaan dalam negeri SASIKIRANA OLEH: SUNARDI D.M. (1) apa yang dibeli disana pasti murah. Gemah berarti lalu lintas para, pedagang siang malam tiada putusnya dan para pejalan kaki aman tiada mengalami gangguan. Ripah berarti di negeri itu terdapat banyak ruman penuuduk, padat ibarat teritis atau emperan rumah-rumah itu bergandengan, sebagai akibat negeri itu ramai tetapi aman, sehingga yang lebar terlihat sempit. Kenyataan yang kita rasakan dasawarsa 70-an, usaha pembangunan Indonesia telah mengalami bermacam-macam per- masalahan yang tidak kecil, baik di dalam negeri akibat maupun perkembangan ekonomi internasio- nal. Justeru semua pengalaman yang sudah memberikan dapat bahan penting untuk kita berusaha lebih giat lagi dan lebih terarah. Yang jelas keadaan ekonomi Indonesia dalam tahun 1980 lebih kuat dan lebih banyak mempunyai ketahanan jika dibandingkan tahun 1970. Dan sebagai bukti bahwa dalam tahun 1980 lebih baik dari tahun 1970, dicerminkan dengan dapatnya kita menekan inflasi sampai 16 pCt walaupun peningkat- an peredaran uang ditahun 1970 dari Rp. 241 milyar menjadi Rp.5.011 1980 milyar ditahun akibat melancarkan roda ekonomi yang tentunya diiringi dengan meningkatnya uang yang beredar. Suatu peningkatan yang cukup besar namun dapat dikendalikan. Karta berarti rakyat desa yang bertani dan memiliki binatang ternak piaraan seperti kuda, sapi, itik, ayam dan lain-lain itu tiada yang diikat. Pada siang hari binatang- binatang itu hidup bebas lepas di dalam Selain dari peningkatan pereda- ran uang sebagai pencerminan dari meningkatnya pembangunan, suatu prestasi didalam meningkatkan kebutuhan pokok berupa beras yang ditahun 1965 hanya 10 juta ton, ditahun 1970-13 juta ton, dan tahun 1980=20 juta ton atau dalam tahun 1965 kebutuhan perkapita beras/tahun-90 kg ikut naik ditahun 1980-125 kg perkapita/ tahun. Tantangan dan merupakan harapan sesuai dengan penilaian Bank Dunia/IMF yang disampaikan dalam konperensi IGGI beberapa hari lalu, masalah utama yang harus kita hadapi memerangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja. Maka konsentrasi kita kepada 30 pCt rakyat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan yang umumnya para petani, nelayan dan buruh-buruh kecil dan lain-lainnya, dimana diharapkan akan dapat diangkat taraf hidupnya dalam PELITA III dan PELITA IV, sehingga memasuki PELITA V tidak ada lagi rakyat Indonesia yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Kalau kita memperhatikan kemampuan kita tumpuan utama sebenarnya adalah dari sektor minyak dan gas bumi, karena disektor pertanian/ekspor tradisio- nal justeru sangat memprihatinkan bahkan sangat ironi yang tadinya komoditi ekspor utama kini menjadi impor utama seperti tembakau dan lain-lain komoditi pertanian. Lain dari itu bermacam- macam hal yang dialami dengan adanya kemunduran sebagai akibat merosotnya mutu dan surplusnya produksi akan produksi tersebut seperti kopi, lada kalah bersaing dengan Brasil, karet dan lain-lain- nya. Semuanya ini sebagai akibat kurang terpadu diantara Departe- men-Departemen yang ada kaitan- nya. Satu Departemen mendorong produksi dan yang lain kurang memperhatikan pemasarannya/ tataniaganya baik dalam maupun luar negeri, belum lagi ada sementara oknum-oknum mengha- langi prosudur kelancarannya dan sebagai dan sebagainya. Jadi dapat disimpulkan didalam komoditi hasil pertanian yang merupakan sebagian besar usaha rakyat perlu dikaji lagi baik tataniaganya maupun produk- sinya sehingga dapatlah dicapai sinkronisasi antara produksi dan pemasarannya baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga rakyat petani benar-benar mempe- roleh hasil kerja sesuai dengan tenaga yang dikeluarkannya, tentu- nya akan memberi gairah untuk memproduksi bahan baku/asalan dengan mutu lebih baik. Berdasarkan prinsip yang selalu dicanangkan Presiden bahwa tugas padang rumput, sedangkan pada malam hari mereka pulang sendiri ke kandang masing-masing. Semuanya tadi sebagai akibat tiadanya pencurian. Raharja berarti di negeri itu menteri, bupati pamong praja hidup rukun bersama rakyat. Para pegawai negeri melaksana- kan perintah-perintah dan peratur- an-peraturan raja dengan baik dan saksama. Akibatnya negeri Astina tidak pernah dilanda perang, bahkan dihormati dan disegani oleh negeri-negeri lain. Raja yang bertahta di Astina Prabu Suyudana. Ia putra Prabu Dastarastra. Ia juga disebut Prabu Kurupati, Prabu Duryudana, Prabu Jayapitana dan Prabu Gendarisuta. la disebut Prabu Suyudana karena ia disuyudi atau dipatuhi oleh bala tentara Astina dan para kadang Kurawa. Surat Pembaca Taksi Di Airport Kemayoran Sudah seringkali pihak Perum Angkasapura Kemayoran melakukan penertiban terhadap praktek-praktek taksi gelap yang beroperast dilapangan terbang Kemayoran. Namun sepanjang penglihatan saya usaha itu belum memberikan hasil yang memuaskan. Pengalaman saya setiap tiba dilapangan terbang Kemayoran, akan menghadapi suasana yang itu-itu juga. Banyak pengemudi taksi-gelap menawarkan jasa-jasa baiknya sehingga malah mendatangkan perasaan rist pada penumpang yang baru turun dari pesawat. Mereka berjubel dipagar pintu keluar, mengingatkan suasana diluar setasiun KA Gambir tahun enam-puluhan dimana para pengemudi becak berlomba merebut hati calon penumpang. Di Kemayoran sudah beroperasi taksi resmi "B B"dan "R C". Kita salut kepada para pengemudi taksi "BB" karena pelayanan mereka yang cukup sopan. Tetapi terhadap sementara pengemudi "RC" kita menghimbau agar tidak menawarkan taksinya secara borongan seperti halnya taksi gelap. Sebab dengan cara seperti itu sesungguhnya akan merugikan diri sendiri. Dari pengalaman saya menunjukkan bahwa ternyata penumpang lebih senang memilih taksi "BB" dari pada "RC". Sebab "BB" tidak kenal tawar-menawar" seperti yang dilakukan oleh sementara sopir taksi "RC". Saya menghimbau penertiban taksi di Kemayoran terus menerus dilancarkan agar citra pelayanan dipintu gerbang masuk Jakarta ini semakin baik. Juga kepada pihak Direksi perusahaan taksi "RC", mohon perhatian terhadap disiplin pengemudinya. Setiawan, Kampung Makasar Kramatjati Jakarta Timur. Berita Yudha Dan Wiraswasta Sungguh banyak Bapak dan Ibu pemimpin di pemerintahan maupun di swasta yang berbicara tentang wiraswasta. Semua beliau2 itu memberi pengertian tentang wiraswasta. Kemudian dari beliau2 itu pula dikemukakan dalil2 bahwa wiraswasta memang perlu dimiliki setiap orang. Kami sebagai orang awam, tak ada maksud untuk membicarakan wiraswastanya sendiri. Biarlah belaiau2 para akhli itu dan para tokoh2 itu yang membicarakannya, entah diseminar atau ditempat2 lain. Kami sebagai salah seorang yang selalu mengikuti cerita2 keberhasilan seseorang, terutama keberhasilan karena kemauannya sendiri, lebih banyak mengikuti dan melihat perbuatan2 nyata tentang wiraswasta. Kadang2 dengan cara mendatangi orang2 yang dianggap berhasil (kalau orang itu letaknya berdekatan dengan kota kami). Tetapi lebih sering membaca liwat surat kabar. Setiap surat kabar ibukota yang tiba di kota kami, selalu kami lihat ada atau tidaknya cerita tentang wiraswasta. Lalu "Berita Yudha" belakangan ini ternyata selalu menyajikan kisah yang sangat kami sukai. (Kami mohon maaf kepada pembaca lainnya, karena yang kami kemukakan ini rupa2nya hanya kepentingan kami). Sebagai sekedar contoh yang kami kemukakan disini, harian "Berita Yudah" terbitan 14 Mei 1981 menyajikan kisah/tulisan "Nelayan Bertekad jadikan Anyer seperti Muncar", terbitan 13 Mei 1981 tentang "Sumedang tidak hanya memproduksi tahu", terbitan 12 Mei 1981 tentang "Karangsalam, dari desa HO jadi desa berpotensi", 9 Mei 1981 tentang "Mebel2 mewah itu dibuat pengrajin2 desa". Dan masih beberapa tulisan lagi yang tidak kami sebutkan. Kami selalu mengharap, agar Berita Yudha selalu tidak melupakan kisah2 atau tulisan yang seperti tadi disebutkan. Karena kami yakin, isi tulisan itu sedikit atau banyak, lambat atau cepat akan menjalar kepada orang lain. Termasuk kami sendiri. HALAMAN V Hormat kami, Syamsul Komar Hamzah, Jl.Gatot Subroto no. 91. Probolinggo, Jawa Timur. besar pembangunan adalah "me- ngantaskan (menaikkan) rakyat kecil dari kemiskinan". Adapun kunci terpenting dari semua usaha untuk mengangkat derajat dan memperbaiki penghasilan rakyat. kecil adalah koperasi, yang harus menjadi sokoguru kekuatan ekono- mi nasional yang kuat, berdampi- ngan dan bantu membantu dengan sektor negara dan swasta. Berpedoman dengan prinsip tersebut sebenarnya masalah apa yang sedang kita hadapi seperti yang dialami para petani notabene masih banyak miskin seperti petani tembakau, petani karet (jumlahnya cukup besar) dapat dicarikan jalan keluar atau dapat dikaji masalah disektor produksi maupun tatania- ganya dengan satu pedoman bahwa bukan hanya berasas dagangnya profit motif tapi juga harus sosial motif. Sungguh sangat menggembira- kan dibidang nelayan yang 60 pct masih hidup dibawah garis kemiskinan (nelayan tradisional lebih dari 1 juta orang) dengan telah direalisasinya kredit motori- sasi sebagai kelanjutan Kepres no. 39.1980,bahkan untuk membeli alat perikanannya dengan berkat Banpre (bantuan Presiden) sudah dapat dibeli oleh para nelayan dengan harga sama untuk seluruh Indonesia yang relatip lebih murah dari harga diluar. Disamping minyak bumi, komo- diti ekspor kita yang punya prospek baik adalah hasil industri kayu seperti plywood, sedangkan hasil industri tekstil/pakaian jadi dimana Ia disebut Prabu Kurupati karena ia menjadi raja di kalangan kadang Kurawa. Ia disebut Prabu Duryudana karena ia dermawan dalam penggunaan dana. Ia gemar memberi pakaian kepada mereka yang membutuhkan, memberi tongkat kepada mereka yang berjalan di tempat licin, memberi peneduh kepada mereka yang memerlukan dan memberi pangan kepada mereka yang lapar. Ia disebut Prabu Jayapitana karena ia sangat tekun dan kuat sekali dalam semadi. Ia disebut Prabu la Gendariputra karena memang putra Dewi Gendari. Pada suatu hari Senin sang Prabu duduk di paseban dihadap oleh Pendeta Durna, Adipati Kama, patih Sakuni, Raden Dursasana, Raden Kartamarma, Raden Dur magati, Raden Citraksa, Raden Citraksi, Raden Jayadrata dan Raden Aswatama. Prabu Suyudana bermata tele- ngan, berhidung dempak, ber- jamang tiga susun dengan garuda dapat menyerap banyak tenaga kerja harus menghadapi proteksi dari negara-negara industri. Ini harus diperjuangkan terus. Segala hal yang menulis singgung secara garis besarnya dapat dibenahi maka tantangan yang harus kita hadapi, Insyaallah dapat kita tanggulangi dengan hasil bukan hanya sekedar meningkatkan taraf hidup rakyat diatas kemiskinan saja akan tetapi akan ketaraf hidup yang jauh lebih baik lagi. Mudah-mudah- Tuhan Y.M.E. meridhoi pekerjaan-usaha kita.-*** an Kediri, Mei (BY). Walikotamadya Kediri, drs. Setijono baru2 ini mengambil sumpah 116 orang pegawai negeri. Mereka terdiri dari 40 orang kelurahan. perangkat 8 desa kecamatan kota Kediri, 76 orang yang lain ditempatkan pada bagian dan dinas pemerintahan daerah kotamadya Kediri. 17 orang Dinas Pendapatan Daerah, 3 orang pada Inspektorat Daerah, 11 orang pada Dinas Kesehatan Kotamadya dan RSU Gambairan, seorang di Kecamatan Pesantren, seorang pada bagian kepegawaian, 2 orang bagian Kesra, 28 orang DPU, seorang bagian umum, seorang bagian Pemerintahan, seorang Pembanguh- an Desa, 2 orang bagian Ketertiban, 5 orang Pembangunan desa dan 3 orang pada Kantor Agraria. Walikota berkata, sebagai pega- wai negeri yang baru mereka akan menerima gaji sesuai dengan peraturan yang berlaku, PGPN (Peraturan Gaji Pegawai Negeri). (024). besar membelakang, berpraba dan berkalung ulur-ulur. Ta bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Ia berkain bokongan kerajaan lengkap. Ia berkain batik parang rusak barong. (Bersambung)