Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-09
Halaman: 03

Konten


BERITA BERITA Pemimpin Umum Wk. Pemimpin Umum I Wk. Pemimpin Umum II Pimpinan Perusahaan Wk. Pimpinan Perusahaan MEMPERTINGGI KETAHANAN DAN PERJUANGAN NASIONAL INDONESIA : Brigjen TNI Robik Mukav (Kadispenad) : Ir Daryatmo Mardiyanto : Soedibyo Nichlany, MBA : Ir Bambang Riyadi Soegomo Ir Rudy Setyopurnomo, MM, MPA, MSM Alamat ledaksi/klan/Sirkulasi: Jl. Rawajati Timur Komplek Ka- libata Indah Blok K 11 Jakarta Selatan Telepon: 7947001 (HUNTING), 7993884, 7946994, 7946995 Hotline Redaksi: 7989068, Fax Redaksi: 7946993, Hotline Iklan: 7947660, Fax Iklan: 7989058 Pengaduan Langganan/Ber- langganan: 7989059 ISSN: 0852-6583 Penerbit PT Berita Yudha Press Jakarta. Izin Terbit No. 0141/SK/Menper/SIUPP/A-7/ 986 Tgl. 15 Februari 1986. Bank BRI Kebayoran Baru, Bank Bumi Daya Kebayoran Baru, BNI 1946 Kebayoran Baru, Giro Pos No 12770 No Telex 47174 Yudha ia Harga Iklan: Iklan Umum Rp 6.000,-/mm kolom. Iklan Duka Cita Rp 3.000,-. Iklan Keluarga Rp 4.000,-/mm kolom. Iklan Mini: Rp 3.000,-/ baris (maksimum 10 baris). Iklan Kuping halaman muka (1 kolom x 50mm) Rp 720.000,- Iklan Berwarna (full color) Rp 12.000/mm ko- lom. Ikdan 2 warna Rp. 8.000,-/mm kolom. (Harga tersebut belum termasuk PPn) Harga langganan: Rp 13.000,-/bulan Harga eceran dalam kota Rp 500,-/eks. Harga langganan luar kota ditambah ongkos kirim. Dicetak oleh Percetakan PT Golden Web Jakarta, Isi di luar tanggung jawab percetakan. EDITORIAL ASEAN Dan 30 Tahun Kerjasama Ekonomi KETIKA ASEAN dibentuk 7 Agustus 1967 di Bangkok, tujuan uta- manya adalah melakukan kerjasama ekonomi. Kelima negara pendiri yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina saat itu memang sedang bergumul dengan permasalahan-per- masalahan ekonomi. Situasi politik di Asia Tenggara ketika itu memang masih cu- kup hangat. Tetapi ketika membentuk ASEAN, Menlu Rl Adam Malik, Menlu Malaysia Tun Abdul Razak, Menlu Singapura Raja- ratnam, Menlu Thailand Thanat Khoman dan Menlu Filipina Nar- cisco Ramos sepakat untuk lebih memberikan penekanan pada kerjasama ekonomi. Dengan demikian, kerjasama ekonomi yang pasti dapat me- nguntungkan kelima negara anggotanya, akan dapat berjalan tanpa banyak hambatan. Perkembangan kerjasama ekonomi ASEAN memang pada kenyataannya berjalan terus. Bila diukur dengan kurun waktu 30 tahun, tentulah hasil yang dicapai sampai saat ini harusnya lebih besar lagi. Tetapi hendaknya diingat, bahwa ada berbagai masa- lah intern masing-masing negara ASEAN yang tentunya harus diperhatikan lebih dahulu oleh masing-masing negara. Kenya- taan bahwa empat negara ASEAN, kecuali Singapura, adalah negara agraris yang sedang menuju era industrialisasi, tentu ber- pengaruh. Harus dicari kerjasama di bidang atau dalam proyek apa yang bisa dikembangkan. Berbagai persetujuan di bidang-bidang yang menyangkut ke- pentingan pengembangan perekonomian masing-masing nega- ra sudah dicapai. Berbagai hambatan terhadap kerjasama, sudah banyak dihilangkan. Sekarang ini sudah banyak proyek yang merupakan kerjasa- ma di antara negara-negara ASEAN. Terutama kerjasama antara dua atau tiga negara. Keberhasilan dan kesolidan ASEAN seba- gai suatu wadah kerjasama ekonomi regional bukan saja telah menarik negara-negara di Asia Tenggara untuk bergabung, te- tapi juga diakui oleh banyak negara lain di dunia. Dari pengalaman selama 50 tahun terakhir setelah Perang Dunia II, suatu kerjasama regional sering menjadi tidak bisa ber- kembang karena masing-masing negara anggota belum bisa menyelesaikan persoalan bilateral yang masih ada. Hal ini bisa juga terjadi karena negara-negara tersebut tidak berusaha sung- guh-sungguh untuk mengesampingkan masalah politik agar ti- dak menghambat kerjasama. Sekarang ASEAN bahkan bertambah dua negara lagi. setelah tahun 1984 Brunei Darussalam masuk, dan tahun 1995 Vietnam bergabung. Kedua negara baru itu adalah Myanmar dan Laos. Seharusnya Kamboja juga bergabung, tetapi karena mun- cul persoalan di dalam negeri, rencana menjadi anggota pun ter- tunda. Di sini kita kembali melihat, bahwa ASEAN benar-benar berpegang teguh pada landasan kerjasama ekonomi. Masalah politik, apalagi militer, diserahkan sepenuhnya pada masing-ma- sing negara. Karena bila kedua masalah itu masuk dalam ASEAN, bisa saja malahan menjadi bumerang. Kecuali, tentu saja, bila ada masalah-masalah politik yang secara langsung da- pat mempengaruhi atau menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan kerjasama ekonomi. Kerjasama ekonomi ASEAN dirasakan semakin penting mengingat makin meningkatnya persaingan dalam pasar inter- nasional. Sekarang saja sudah mulai terasa, padahal era pasar bebas baru akan dimulai pada awal abad 21. Meskipun ada beberapa negara ASEAN yang sudah lebih maju perekonomiannya, tetapi setiap negara akan menjadi lebih kuat bila dalam memasuki era pasar bebas tergabung dalam sa- tu wadah kerjasama. Hal itu semakin meyakinkan, karena ASEAN mempunyai potensi besar, baik sumber daya alamnya, maupun sumber daya manusia. Selama 30 tahun kerjasama ekonomi ASEAN, mungkin oleh sebagian dinilai kurang cepat jalannya. Tetapi dengan melihat berbagai latarbelakang yang ada secara obyektif, sebenarnya kerjasama itu sudah cukup membawa hasil.*** Pojok goleil dans Disita, 3,75 juta butir nipam di Kelapa Gading Mudah-mudahan mereka yang ngitung tidak puyeng lantas nenggak nipam juga Aburizal: ASEAN makin demokratis Kalau benar, itu kado paling hebat di usia ke-30, Bang Dorodjatun: Swasta dan BUMN belum siap menjadi perusahaan kelas dunia Siap dong, masa kita hanya jadi kelas kambing terus Mayor Joki SUARA PEMBACA Surat untuk Suara Pembaca, hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Berita Yudha tidak mengembalikan surat-surat yang diterima. Atasi Kesulitan Ekonomi Dengan Usaha Sambilan ngalami kesulitan ekonomi ka rena keterbatasan kesempatan mendapatkan uang guna meme- nuhi biaya hidup keluarga. Untuk itu kami ingin membagi penga- laman kami kepada para pembaca berupa kiat-kiat bagaimana me- manfaatkan waktu luang untuk menambah penghasilan. Usaha ini sangat mudah, da pat dilakukan siapa saja, tak ter- lalu membutuhkan modal dan Memahami Gerakan Mahasiswa tabir nilai-nilai kemanusiaan. yang tem kehidupan sosial. ternyata menyimpan pelbagai macam penderitaan akibat kekejaman sebuah sistem. alam salah satu surat kabar and Student Activism in Indonesia. Dibukota...seorang tokoh Stephen Doughlas mengatakan maha tika ia mengikuti Dialog Dakwah Na- sional PP Muhammadiyah baru-baru ini, tiba-tiba ada peserta menyampai- kan info bahwa kini semakin banyak mahasiswa tertarik mempelajari sosia- lisme dan Marxisme. Dengan pola pi- kir Marxis, para mahasiswa mudah se- kali terjebak dalam pilihan-pilihan "kiri" berbasis manajemen konflik, yang tak pernah lepas dari upaya pem- berlangsungan proses negasi, kon- tradiksi dan mediasi yang diwariskan oleh paradigma materialisme dialektis Karl Marx yang serba revolusioner. Maka tak mengherankan jika ke- mudian gelombang aksi mahasiswa yang makin sering menyeruak mulai dinilai brutal dan cenderung anarkis. Mereka sulit berkompromi dengan usaha-usaha evolusif dalam rangka memperbaiki kualitas kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara, teruta- ma semenjak meletusnya Kerusuhan 27 Juli lalu yang disinyalir melibatkan kelompok pemuda terdidik ini. Namun di balik itu semua, tentu patut pula dipertanyakan dan dipaha- mi, mengapa banyak mahasiswa kita tertarik mempelajari Marxisme ? Benarkah faham tersebut secara domi- nan mengkonstruksikan paradigma imahasiswa hingga sering menstimu- lus aksi-aksi radikal yang kental de- ngan tendensi politik praktis? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat logis dikemukakan mengingat pasca Kerusuhan 27 Juli, tidak sedikit ke- khawatiran berbagai pihak terhadap perkembangan aktivitas "politik" ma- hasiswa yang terkesan masuk dalam kategori juvenile extremism (ekstri- misme mentah) serta berorientasi menggoyang kekuasaan jadi alangkah bijaksana bila kita bersedia memaha- minya dalam kerangka keterkaitan so- siologis yang lebih bersifat makro, se- belum memberi penilaian obyektif -- mengenai dunia mahasiswa yang bukan sekadar manifestasi sikap apriori, apalagi manipulasi kenyataan historis-empiris. - Paradigma mahasiswa Dalam buku Political Sicialization Dengan modal sedikit dalam waktu yang singkat Anda dapat memperoleh uang jutaan ru- piah. Dengan demikian kebutu- han hidup Anda akan terpenu hi. Kepada pembaca yang ingin memperoleh informasi lebih lengkap dan juga berminat, si- lahkan kontak kami dan serta- kan perangko kilat sebagai bala- san ke alamat kami. ondisi pasar uang dan makro Kunk ekonomiy regional Asia Tenggara saat ini menimbul- kan konsekuensi, suka atau tidak. yang akan terasa di Indonesia. yakni pasar uang cenderung terus bergejo- lak. Demikian pendapat para pelaku pasar uang yang dihimpun AFEC Re- search. Menteri Keuangan Marie Muham- mad di Gedung Bursa Efek Jakarta Ka- mis juga menyatakan bahwa peruba- han kurs rupiah bukan hanya tergan- tung pada kondisi ekonomi dalam ne- geri tetapi juga kondisi regional atau- pun internasional. Selama dua minggu terakhir Juli 1997. pasar uang Indonesia menga- lami gejolak yang cukup besar. Pasar menjadi sangat sensitif terhadap per- kembangan pasar dan mata uang Thailand, Pilipina, dan Malaysia. melebarkan Walaupun Bank Indonesia telah "band intervensi"-nya pada saat itu, rupiah tetap mengalami goncangan hingga sempat terpuruk pada level terendah sepanjang seja- rah, yaitu Rp 2.665 Senin (21/7), sebe- lum akhirnya berada pada tingkat Rp 2.609 pada akhir bulan. Secara keseluruhan, sepanjang Juli ini rupiah telah terdepresiasi kurang lebih 7.2 persen melebihi target depre- siasi tahunan yang ditetapkan oleh pe- merintah. Pada dasarnya krisis keuangan di Indonesia itu telah terakumulasi sejak 2 Juli 1997, tepatnya sesaat setelah Pemerintah Thailand mengambang- kan mata uangnya (baht) dan dalam waktu singkat baht langsung terdepre- siasi dalam jumlah yang relatif tinggi. Dengan mengasumsikan kondisi ekonomi Thailand dan Indonesia yang relatif sama, para manajer inves- tasi kemudian mengalihkan dananya ke Indonesia dengan memasuki pasar "swap" (dolar-rupiah). Akhirnya, pada Jumat (11/7), ru- piah mengalami serangan yang se- sungguhnya dari para manajer inves- tasi yang mempunyai motif spekulasi. Serangan ini dimulai setelah bank lingkungan masyarakat yang menik- mati pendidikan tinggi, sehingga pro- ses pengembangan daya intelektual dan penanaman nilai-nilai normatif yang dialami selama menempuh pen- didikan tersebut mencetak daya nalar seorang mahasiswa yang khas, sekali- gus mempunyai karakteristik tersen- diri; berpikir kritis, obyektif, ilmiah serta bersikap relatif lugas, terbuka, dan cenderung menggugat. Artinya, internalisasi atau pengha- yatan visi kesadaran kognitif seperti itu secara tidak langsung dapat dipas- tikan mendorong mahasiswa untuk ti- dak begitu saja memahami apa yang ada, melainkan berusaha memikirkan apa yang seharusnya. Maka tak heran bila mereka sering- kali merupakan representasi kaum idealis yang menentang segala bentuk kemapanan sebagai implementasi fi- nal nilai-nilai. Semua realitas diang- gap bukan wajah kebenaran sebelum berhasil memenuhi takaran-takaran ideal. Bagi yang berminat, silahkan menghubungi alamat di bawah ini dengan menyertakan perang- ko balasan secukupnya. Selain itu, mahasiswa yang nota- bene generasi muda, diakui atau tidak, kejiwaannya rata-rata masih berada dalam proses membentuk kepribadi- an (personality in the making). Kon- disi psikis transisional yang terbung- kus gejolak idealisme ini, menurut Sarlito Wirawan, memposisikan ma- hasiswa sebagai kelompok sosial pal- ing spontan, responsif, dan artikulatif. Wacana komunikasi yang menjemba- tani luapan ekspresi diri dengan du- nia pemaknaan mereka hampir tidak mentoleransi konotasi budaya rekaya- sa yang artifisial. Hormat kami, Mulyadi Hasan Mahayana Tanggulangin 59 PO Box 18 Bondowoso-Jatim 68200 Aspirasi disuarakan apa adanya, tanpa perlu mempertimbangkan terja- dinya benturan-benturan tradisi, ideo- logi, ataupun kepentingan sistem le- bih besar lainnya. Mereka sangat peka terhadap ke- cenderungan yang bersifat populis- egaliter, gampang terpesona oleh sim- bol-simbol romantisme perjuangan, seperti rela berkorban, rasa solidaritas sesama, berani menanggung risiko dan tantangan, di samping kadar emo- sionalitas tinggi yang kerap menyertai sentral Filipina mengumumkan pele- baran band (batas terendah dan ter- tinggi kurs) intervensi peso dari 1,5 persen hingga rangel (kisaran) yang tak terbatas sebagai akibat dari serang- an para spekulan terhadap peso. Saat itu juga Bank Indonesia mele- barkan "band intervensi"-nya dari de- lapan persen menjadi 12 persen seba- gai tindakan preventif pemerintah ter- hadap serangan spekulan yang diper- kirakan akan lebih gencar lagi. Tampaknya perkiraan pemerintah tepat. sebab sejak saat itu rupiah men- jadi bulan-bulanan dari para spekula- tor dan akhirnya fluktuasi rupiah mencapai titik terendah Senin (21/7) saat rupiah sempat anjlok hingga mencapai 220 poin atau sekitar sem- bilan persen terhadap dolar AS dari Rp 2.445 pada 11 Juli menjadi Rp 2.665. Tindakan pemerintah Pemerintah, dalam hal ini Bank In- donesia, untuk mengatasi krisis terse- but, paling tidak telah melaksanakan ti- ga tindakan, yakni menjual dolar AS di pasar "forward" untuk jangka waktu satu bulan hingga enam bulan, yang sejauh ini diperkirakan Bank Sentral telah menukar sekitar satu miliar dolar terhadap rupiah di pasar "forward". BI juga telah meningkatkan tingkat suku bunga SBI (sertifikat bank Indo- nesia) seperti suku bunga "overnite' SBI dari enam persen menjadi 14 per- sen dan SBI satu minggu dari 7,25 per- sen menjadi 10 persen. Di samping itu, Bank Sentral juga menghentikan pembelian surat berharga pasar uang (SBPU) untuk sementara waktu sejak 23 Juli, dengan tujuan untuk memba- tasi likuiditas rupiah di pasar uang. Sejauh ini, ketiga tindakan BI terse- but telah menunjukkan hasil yang cu- kup baik: nilai tukar rupiah cende- rung menguat menjelang akhir Juli de- ngan posisi pada 31 Juli Rp 2.609 per dolar AS. Kondisi Pasar Uang RI Cenderung Bergejolak? Indonesia. Depresiasi juga Data statistik menunjukkan bahwa UJI OLEH SYARIF HIDAYAT akan mengakibatkan barang impor setiap kebijakan devaluasi yang telah et dilakukan oleh pemerintah selama ini selalu diikuti dengan meningkatnya tingkat inflasi. 121204 A laat menjadi mahal. Namun demikian, untuk Indone- sia, kasusnya menjadi kompleks, kare- na banyak barang ekspor Indonesia. menurut Dr Sjahrir. menpunyai kan- dungan impor tinggi. khususnya da- lam hal bahan baku dan suku cadang. Hal ini tercermin dengan tingginya impor bahan baku yang mencapai se- kitar 70 persen dari total impor Indo- nesia dan impor barang modal sekitar 20 persen. Para analis pasar uang menyimpul- kan, dengan demikian. depresiasi ru- piah yang berkelanjutan dapat mem- baliayakan kondisi neraca perdagang- an Indonesia, karena akan terjadi pe- ningkatan pada biaya produksi yang pada gilirannya akan mempengaruhi harga komoditas ekspor sehingga me- ngurangi daya saing komoditas ekspor RI di pasar internasional. Pada Jumat (8/8) kurs rupiah di pa- sar uang antar-bank berada pada Rp 2.597/Rp 2,599 per dolar. S Rachmat Sekolah Gandhi PO Box 1692 Manado 95016 OLEH GHOZI ALFATIH Mereka sangat peka terhadap kecenderungan yang bersifat populis- egaliter, gampang terpesona oleh simbol-simbol romantisme perjuangan, seperti rela berkorban, rasa solidaritas sesama, berani menanggung risiko dan tantangan, di samping kadar emosionalitas tinggi yang kerap menyertai lowongnya kearifan memilih cara penyelesaian masalah. lowongnya kearifan memilih cara pe- nyelesaian masalah. Dan yang cukup penting pula, ma- hasiswa merupakan bagian politik kaum muda pengisi lembar panjang sejarah Indonesia. Mulai dari gerakan Budi Utomo tahun 1908 yang menan- dai kebangkitan nasional. Sumpah Pe- muda 1928 yang berhasil mempelo- pori penyatuan bangsa untuk mela- wan kolonialisme-imperialisme. sam- pai meletusnya Perang Kemerdekaan pada tahun 1945; sebuah revolusi yang dilakukan para pemuda, ungkap Benedict Anderson. Akhirnya mahasiswa pun mulai menjumpai makna sosial-politiknya. sebagaimana terlihat dalam penggela- ran aksi-aksi Tritura yang memberi inspirasi kelahiran Angkatan '66, se- kaligus keyakinan aliansi segitiga (ma- hasiswa, perwira AD, dan kaum teh- nokrat) yang sukses menaikkan peme- rintahan Orde Baru, menandai awal dibukanya masa "Pemurnian Pancasi- la dan UUD 1945". Kebesaran sejarah di atas lambat laun menyadarkan mahasiswa, bahwa selain memiliki tugas belajar (man of analys), ia juga memikul apa yang oleh Hariman Siregar disebut obligasi 1930 l Kesenjangan ekonomi, pembusu- kan politik dan hukum, serta suasana penindasan lainnya, merangsang me- reka untuk membongkar setumpuk teori sosial yang diharapkan mampu memaparkan dengan jelas, apa dan siapa yang benar, serta apa dan siapa yang salah. Lantas mengapa harus Marxisme? Jawabnya mungkin sederhana. Ter- lepas dari muatan ateisme yang dikan- dungnya, Marxisme mempunyai ana- lisa sosial khas ideologi kiri (sosialis) yang revolusioner dan mudah dipaha- mi, daripada analisa sosial -- memin- jam istilah Munir Mulkhan -- bebas di- kotomi kanan-kiri atau kapitalis-so- sialis yang sulit dicerna dan diaplika- sikan. Teori konfliknya Marx seakan menuntun langkah mahasiswa sewak- tu kebingungan mencari pihak yang bertangung jawab terhadap kesejahte- raan dan ketentraman rakyat. Dengan polarisasi kontradiktif an- tara kelas penguasa dan yang dikua- sai, kaum pemilik modal (borjuasi) dan kaum pekerja atau buruh (prole- tariat), Marx menyimpulkan bahwa modal dan kekuasaan adalah sumber terjadinya eksploitasi rakyat yang ha- rus direbut. Keadilan dan kesejahteraan rakyat tidak akan terwujud tanpa adanya re- volusi atau perlawanan kaum tertin- das (proletar) terhadap kelas penguasa dan pemilik modal, karena merekalah yang menyebabkan hidup rakyat men- jadi sengsara. Karena itu. alangkah janggalnya kalau gerakan mahasiswa dianggap berusaha menggoyang kekuasaan. bahkan dituding antek-antek komunis gaya baru yang sedang berinkarnasi. Marxisme, kebrutalan, dan semacam- nya bukanlah ideologi atau kekuatan yang mampu mengkooptasi mahasis- wa. Yang "berteman akrab" dengani mahasiswa hanyalah keadilan. Dan itu akan terus diperjuangkan melalui Romantisme perjuangan kaum aksi-aksi di hadapan mereka yang me- proletar yang ditawarkan paradigma nyelewengkan, untuk kemudian kem- Marxis sebagaimana disebutkan di bali lagi "bertapa" di gedung-gedung atas, seolah menjumpai pembenaran- perkuliahan, tanpa ambisi atau ikut nya sewaktu mahasiswa menyaksi- memikirkan kursi-kursi kekuasaan kan, betapa saluran-saluran penyam- yang telah mereka bersihkan dengan paian aspirasi atau keluhan rakyat kepolosan idealisme. untuk meminta perbaikan nasibnya ternyata sangat sulit diharapkan, se- mentara hampir setiap hari tetap saja Namun di sisi lain, keterlibatan ada akumulasi penderitaan yang ma- yang begitu intens dalam realitas per- kin membuat rakyat frustasi. Dari sini- masalahan sosial, tak dapat dipungki- lah sebenarnya idealisme mahasiswa ri malah memicu letupan-letupan ide- terbangun, untuk sekadar mengharap- alisme sewaktu mencoba menyingkap kan terwujudnya keadilan dalam sis- moral. Bahkan menurut Arif Budi- man, mereka bagaikan resi dalam kon- sepsi kuasa yang menghiasi budaya feodal-kolonial Jawa. Kalau resi hidup di lereng-lereng gunung sebagai tem- pat pertapaan, maka mahasiswa bera- da di kampus-kampus perguruan ting- gi. Mereka baru keluar dari tempat pertapaannya jika terjadi ketidakbere- san di tengah kehidupan masyarakat. untuk melancarkan kritik sosial terha- dap penguasa. Masalah sosial dan Marxisme Obligasi moral yang terlanjur pada diri mahasiswa sebagaimana diutara- kan Hariman, pada gilirannya akan menarik agar selalu berkecimpung se- cara langsung dalam realitas sosial di sekelilingnya. Persoalan-persoalan masyarakat yang rumit dan kompleks merupakan tugas "mata kuliah tamba- han" 'yang mesti dicermati serta diurai dengan ketajaman pisau analisa aka- demis, guna mencari formula pemeca- han praktisnya. Krisis keuangan yang terjadi di pasar uang akan memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan pasar modal, yakni makin terdepresiasinya mata uang rupiah terhadap dolar AS akan menurunkan kepercayaan para investor terhadap segala macam bentuk aset yang dinyatakan dalam rupiah, baik dalam bentuk saham maupun obligasi. Sebagai akibatnya, akan terjadi aksi jual dari para investor di pasar modal, sehingga menjatuhkan indeks komposit dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan pasar modal. Para pembicara utama, termasuk ekonom Dr Sjahrir, pada Konferensi Sehari "Prospek Perekonomian dan Pasar Modal Indonesia dan Dunia 1997-1998" di Jakarta Rabu lalu, se- pendapat bahwa situasi dan kondisi pasar uang regional dan makro ekono- mi Indonesia masih memberikan pe- luang untuk terjadinya gejolak di pa- sar uang. SABTU, 9 AGUSTUS 1997 3 Pertanyaan yang muncul sekarang, seimbangan rupiah saat ini tampak baik di antara kalangan pasar uang nya sulit. Namun demikian, dengan maupun masyarakat umum, apakah gejolak di pasar uang atau goncangan terhadap rupiah tersebut sudah ber- akhir atau belum? Pola gerakan mahasiswa Dari sejarah KAMI hingga aksi-aksi sekitar dasawarsa sembilan puluhan, gerakan mahasiswa tak pernah terlihat berpretensi menyelesaikan pelbagai masalah sosial, apalagi sampai beru- paya menggulingkan kekuasaan. Me- reka sebetulnya hanya bertindak seba- gai agregator dan artikulator kepen- tingan publik di tengah-tengah ke- mandegan sistem formal yang bertu- gas mengakomodasi dan menyalur- kannya. Dengan model kepemimpinan prí- mus interpares, gerakan mahasiswa bersifat horisontal yang tidak memer- lukan seting ataupun program dan pengorganisasian ketat. Karena itu ia sulit ditunggangi pihak luar, seperti sering dituduhkan selama ini. Nama dan alamat ada pada hanya berjalan beberapa bulan Fasilitas PK-5 Redaksi saja. Sekarang semuanya sudah kembali ke cara-cara rebutan Di Gedung dibangun, sementara tanah se- luas 48 ribu hektare telantar. Sebagai penghuni sekaligus Kira-kira Februari 1992, ka- layak untuk menempati lokasi yang disediakan itu. Sebab bagi kami, tak ada lagi tempat berda- gang yang strategis bila tak men- dapat fasilitas dari Pemerintah mi para dosen dan kawan-ka- orangtua, kami sangat berke- Budaya Antri Sudah Alamat Dubes RI wan dari Universitas Indonesia, inginan mendidik anak-anak membeli lahan kavling di Sun- waktu, serta usaha ini dirancang Di Luar Negeri dan cucu-cucu kami di sekolah Menghilang? TK/SD Gandhi. khusus untuk tidak sampai mengganggu sekolah atau peker- ter Agung Podomoro Jl Bisma dekat kantor kelurahan, di Kelu- Saya juga ingin bertanya ke- Saya melihat, rupanya orang- Beberapa hari lalu Pemda DKI. Selanjutnya, kami juga me- orang kita belum terbiasa dan DKI menegaskan kembali ada- belum suka pada sistem antri. nya peruntukan fasilitas tempat nanyakan kepada pihak yang Inginnya, kalau mau lebih dulu berdagang di gedung-gedung di berwenang, adakah fasilitas so- harus pinter mendesak orang Jakarta. Hal itu ternyata sudah sial (fasos) dan fasilitas umum Saya termasuk orang yang se- nang benar dengan digalakkan nya kebiasaan untuk antri, teru- Kepada segenap pembaca, bilan ini dilakukan dengan se- rahan Papango, Jakarta Utara. pada Yayasan Gandhi, meng- jaan tetap Anda. Jika usaha sam- kami ingin menyampaikan bah- Sewaktu membeli kavling, pi- ingat penduduk Indonesia 200 wa kami memiliki ratusan nama hak Pengembang PT Indofika juta, sementara warga asing ku- tama di tempat-tempat pelayan- lain. Mental semacam ini hanya diterapkan di beberapa gedung (fasum) yang diterapkan bagi pe- Banyak orang yang saat ini me- rius, maka hasil yang akan Anda dan alamat Duta Besar RI di luar dan PT Sunter Agung, membe- rang dari 20 persen, mengapa di an umum yang banyak penggu- bisa diatur bila ada pengawas- di sekitar Jl Thamrin maupun J1 ngembang perumahan juga negeri dan Dubes luar negeri di ritahukan fasilitas-fasilitas yang sekolah Anda hanya ada sedikit nanya seperti di halte bus kota. Indonesia, lengkap dengan no- akan dibangun antara lain seko- sekali murid-murid asli Indone- Para penumpang bukan saja di- mor teleponnya. lahan swasta nasional dan inter- sia? Apakah ada halangan me- haruskan antri, tetapi juga di- nasional milik Yayaran Gandhi nerima murid orang Indonesia buat dan diatur agar antrian ber- Ancol. dapatkan lebih besar. asli? nya. Itu pun pengawasnya harus Jenderal Sudirman, Jakarta memberikan fasilitas bagi PK-5? Bukankah fasos dan fasum dari berseragam dan bersenjata. Pa- Pusat. dahal, rasanya mustahil me- Untuk itu, kami sebagai war- pengembang itu seperti sekolah, nempatkan petugas bersenjata ga yang juga berkecimpung da- taman, puskesmas, pasar, waduk jalan tertib. di tiap halte bus kota. lam dunia PK-5 itu, mengharap- dan sebagainya juga saling Setelah membaca yayasan Tidak lupa, sekali lagi, saya Yang akan naik bus kota dibe- Mengapa masih saja ada or- kan kepada instansi berwenang membutuhkan dengan kehadi- baru itu, dan lengkap dengan mengucapkan terima kasih se- ri semacam batas, tidak akan ang-orang yang tidak mau di- agar memberikan ketegasan ran PK-5? nama-nama dokter yang menge- belumnya kepada redaksi atas bercampur dengan yang turun. atur, padahal pengaturan itu de- kembali terhadap gedung-ge- lola sekolah itu, dengan penuh pemuatan surat pembaca ini, Pengaturan ini sungguh menya- mi kenyamanan mereka juga? harapan kami membeli kavling- dan jawaban dari Yayasan Gan- mankan bagi begitu banyak ca- kavling di sana. Tetapi ternyata dhi Memorial School juga diha- lon penumpang bus kota. sudah enam tahun sekolah tidak rapkan. dung yang belum menerapkan kebijakan tersebut. Tetapi entah mengapa, hal itu Tumbangnya Orde Lama memang meninggalkan jejak peran mahasiswa. Namun sejarah pun lebih percaya bahwa yang kemudian menuntaskan masalah dan menangani pengisian ja lur-jalur kekuasaan selanjutnya ada- lah militer dan kaum teknokrat, sama sekali di luar vested interest mahasis- wa yang memobilisasi aksi. GHOZI ALFATIH Mahasiswa IAIN Jakarta; redaktur Jurnal Jurisdiksi dan Institut IAIN Jakarta; Ketua Forum Kajian Piramida Circle, Ciputat; lahir di Surabaya, 1973 Di samping itu, ada juga faktor me- ningkatnya beban utang luar negeri Indonesia. Menurut perkiraan Morgan Guaranty Trust Company, total utang luar negeri Indonesia telah mencapai sekitar 120,5 miliar dolar AS atau se- kitar 48 persen dari total GDP. terdepresiasinya baht Thailand seki- Menurut para analis pasar uang, tar 30 persen dan peso Filipina sekitar dengan melakukan perhitungan se- 10 persen, maka rupiah perlu juga ter- derhana, dapat diduga bahwa satu depresiasi dalam persentase tertentu persen depresiasi rupiah terhadap do- agar dapat mempertahankan daya lar AS dapat menyebabkan utang luar saing komoditas ekspor di pasar inter- negeri Indonesia bertambah sekitar Rp nasional, dengan membuat barang 2.7 triliun. ekspor menjadi murah. Dengan demikian, 7,2 persen de- presiasi rupiah (sepanjang periode Dampak ekonomi Juli) dapat menyebabkan utang luar Melemahnya rupiah terhadap do- negeri Indonesia bertambah sekitar Rp lar secara "significant" membuat ru- 19.4 triliun atau 7.5 miliar dolar. piah cenderung terdepresiasi terha- Masalah yang lain adalah terjadi- dap mata uang utama dunia lain. De- nya tekanan inflasi dalam perekono- dal. presiasi yang berkelanjutan dapat mian sehingga dapat merusak struktur mempengaruhi kinerja ekonomi, khu- harga di pasar. Terlebih lagi, relatif Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ susnya yang berkaitan dengan beban tingginya kandungan impor dalam ba- mengalami penurunan yang cukup utang luar negeri dan harga barang han baku untuk barang yang dipro- besar. Perdagangan saham di BEJ Ka- impor duksi akan meningkatkan harga ba- mis berakhir dengan IHSG anjlok Dalam jangka pendek, depresiasi rang konsumsi dan biaya produksi, 21,917 poin atau sekitar 3,1 persen Para analis pasar uang mengata- rupiah akan memberikan dampak yang pada gilirannya dapat mendo- menjadi 677.939. (Pumpunan Antara) kan, untuk mendapatkan nilai ke- langsung terhadap perdagangan inter- rong tingkat inflasi ke atas. Dalam dua hari terakhir ini. Indeks Sementara itu, para analis pasar uang Citibank menyatakan krisis ke- uangan belum berakhir dan membu- tuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kondisi pasar uang un- tuk kembali ke tingkat normal. dan tidak teratur. Pembatas un- Dan Real Estate? tuk antri sudah tidak berfungsi. Sebagai akibat dari depresiasi ru- piah yang berkelanjutan ini juga terja- di tendensi bagi tingkat bunga untuk meningkat. Logikanya adalah dengan terjadinya tekanan inflasi karena ter- depresiasinya rupiah maka pemerin- tah harus menetralkan keadaan ini de- ngan menekan atau mengontrol per- mintaan domestik. 2017 Oleh karena itu. akan terjadi do- rongan ke atas pada tingkat bunga. Se- lain itu, peningkatan tingkat suku bu- nga dalam jangka pendek dapat mem- buat investasi dalam rupiah menjadi menarik, sehingga dapat menarik "capital inflow" (arus dana masuk) ke Indonesia, yang pada akhirnya dapat mendorong apresiasi rupiah. Masalah terakhir yang mungkin timbul, menurut para analis dari Trea- sury Group Citibank, berkaitan de- ngan perkembangan pasar modal di Indonesia karena hubungan antara pa- sar uang dan pasar modal sangat erat. Dengan demikian, krisis keuangan yang terjadi di pasar uang akan mem- berikan pengaruh negatif terhadap perkembangan pasar modal, yakni makin terdepresiasinya mata uang ru- piah terhadap dolar AS akan menu- runkan kepercayaan para investor ter- hadap segala macam bentuk aset yang dinyatakan dalam rupiah, baik dalam bentuk saham maupun obligasi. Sebagai akibatnya, akan terjadi aksi jual dari para investor di pasar modal, sehingga menjatuhkan indeks komposit dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan pasar mo- --- Dicky Maryadi Kemudian juga memberikan Kebon Sirih, Jakarta Pusat rekomendasi kepada PK-5 yang Murshel Warga Pondok Bambu Duren Sawit Jaktim 200