Tipe: Koran
Tanggal: 1997-09-16
Halaman: 05
Konten
Bertta Yudha Berita Yudha Pjs. Pemimpin Umum : Brigjen TNI Drs H Robik Mukav Wk. Pemimpin Umum I : Ir Daryatmo Mardiyanto Wk. Pemimpin Umum II Pemimpin Redaksi : Soedibyo Nichlany, MBA : H. M. Soegeng Widjaja (Alm) Pjs. Pimpinan Perusahaan: Ir Bambang Riyadi Soegomo Wk. Pimpinan Perusahaan: Ir Rudy Setyopumomo, MM, MPA, MSM Alamat Redaksidan/Sirkulasi: Jl. Rawajati Timur Komplek Ka- libata Indah Blok K 11 Jakarta Selatan Telepon: 7947001 (HUNTING), 7993884, 7946994, 7946995 Hotline Redaksi: 7989088, Fax Redaksi: 7948993, Hotline Ildan: 7947660, Fax Ildan: 7989058 Pengaduan Langganan/Ber- langganan: 7989059 MEMPERTINGGI KETAHANAN DAN PERJUANGAN NASIONAL INDONESIA ISSN: 0852-6583 Penerbit PT Berita Yudha Press Jakarta. h Terbit No. 041/SK/Menpen/SIUPP/A/-7/1986 Tg. 15 Februari 1986. Bank BRI Kebayoran Baru, Bank Bumi Daya Kebayoran Baru, BNI 1946 Kebayoran Baru. Giro Pos No 12770 No Telex 47174 Yudha ia Harga Iklan: Iklan Umum Rp 6.000,-/mm kolom. Ildan Duka Cita Rp 3.000,-. Ildan Keluarga Rp 4.000,-/mm kolom. Iklan Mini: Rp 3.000,-/ baris (maksimum 10 baris). Iklan Kuping halaman muka (1 kolom x 50mm) Rp 720.000,- Ildan Berwama (full color) Rp 12.000/mm ko- lom. Iklan 2 wama Rp. 8.000,-/mm kolom. (Harga tersebut belum termasuk PPn) Harga langganan: Rp 13.000,-/bulan Harga eceran dalam kota Rp 500,-/eks. Harga langganan luar kota ditambah ongkos kirim. Dicetak oleh Percetakan PT. Golden Web Jakarta, Isi di luar tanggung jawab percetakan. EDITORIAL Misi Menlu Albright MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright selama beberapa hari pekan lalu telah melakukan misi diplo- matik bolak-balik Israel-Palestina-Suriah, dilanjutkan ke Me- sir, Saudi Arabia dan menghadiri Konperensi para Menlu De- wan Kerjasama Negara-negara Teluk di Abha. Misi tersebut dimaksudkan untuk mengusahakan dibuka- nya lagi perundingan antara Palestina-Israel yang terputus sejak serangan bom bunuh diri 30 Juli lalu yang menewaskan 20 warga di pihak Israel. Pelakunya faksi keras Hamas. Akibat peristiwa tersebut, Israel bukan saja melakukan ak- si pembalasan terhadap Palestina tetapi juga menghentikan jalannya perundingan kedua pihak sebagai kelanjutan Perjan- jian Perdamaian di Oslo. Keadaan terus memburuk. Israel mengecam Palestina dan Presiden Arafat yang tidak mau de- ngan sungguh-sungguh memberantas teroris di wilayahnya. PM Israel Benjamin Netanyahu menuntut agar Presiden Arafat berhenti memberi perlindungan pada kelompok-kelom- pok teroris. Kalau tidak, perundingan lanjutan mengenai per- damaian tidak bisa dilangsungkan. Sikap keras Netanyahu memang sudah diperlihatkan sejak dia berkuasa, apalagi setelah insiden bom bunuh diri akhir Juli itu. Sampai-sampai isteri mendiang PM Yitzhak Rabin menyebut Netanyahu sebagai teroris karena anak buahnya membunuh suaminya. Meskipun cukup banyak warga Israel yang lebih suka di- lanjutkannya perundingan damai, tetapi Netanyahu tetap saja bersikeras. Banyak dari rakyat kedua pihak memang sudah amat jenuh dengan peperangan. Apalagi korban yang jatuh selalu mengenaskan. Amerika Serikat memang selalu menjadi tumpuan perha- tian dunia. AS memang sudah dikenal sebagai negara besar pendukung Israel, sehingga suaranya tentulah akan didengar. Sebaliknya, bagi Palestina dan negara-negara Arab lain, sejak Perang Dingin berakhir, AS diharapkan mau memper- juangkan aspirasi mereka. AS sendiri dengan senang hau berusaha untuk menjadi "penengah", meskipun kadang seca- ra jelas menunjukkan sikap keberpihakannya pada lobi Yahudi d Washington yang terkenal kuat itu. Namun demikian, memang tak ada pilihan bagi pihak Arab untuk menerima peran AS itu. Misi ulang-alik Menlu Albright kali ini memang cukup berat. Proses perundingan yang sudah cukup lama terhenti tidaklah mudah untuk dibuka lagi, apalagi dengan salah satu pihak menentukan adalah Netanyahu. Tetapi Menlu AS itu tampak- nya optimis, sehingga ia memerlukan datang ke Timur Tengah di tengah suasana panas. Meski tidaki begitu berhasil, tetapi cukup memberi hara- pan apa yang dihasilkan misi Albright ini. Kedua pihak akan memulai pertemuan penjajakan pada tingkat pejabat tinggi di Washington akhir September 97 ini. Bila perkembangannya baik, maka Menlu Israel dan pemim- pin delegasi Palestina akan bertemu bersama Menlu Albright. Tetapi dari menit ke menit bisa saja terjadi perkembangan suhu politik dan bahkan bentrokan senjata di kawasan ini. Suatu bentrokan sejata telah terjadi di Libanon Selatan akhir pekan lalu antara pasukan Israel dengan kelompok Hisbullah pimpinan Sheik Hassan Nasrallah. Hisbullah adalah kelompok garis keras yang didukung Iran. Insiden itu pasti akan menambah panas situasi di Libanon Selatan. Kita memang selalu mengharapkaan agar ketegangan di Timur Tengah ini dapat berakhir. Tetapi kita juga tidak menutup mata, bahwa rupanya sulit untuk mendamaikan dua kubu yang sudah puluhan, bahkan bila dihitung dengan sejarahnya, sudah ribuan tahun berlangsung. Dengan mengobarkan optimisme, kita terus berharap dapat tercapai perdamaian. Karena hanya itu yang bisa kita lakukan, seraya terus mendukung perjuangan sah dan adil rakyat Arab.**** Pojok Sopir bus maut di Jalan Tol Cikunir yang menewaskan 36 orang, darahnya mengandung alkohol Niru-niru sopir Lady Diana yang juga ikut tewas Pengetatan likuiditas membawa berkah bagi Ramayana Pengetatan ikat pinggang, membuat masyarakat susah bernafas Camacho tak berkutik dikalahkan Oscar De La Hoya Camacho memang tak macho lagi Mayor Joki Waspada Terhadap Predikat Preman SUARA PEMBACA Surat untuk Suara Pembaca, hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Berita Yudha tidak mengembalikan surat-surat yang diterima. Predikat copet dari suku ter- tentu -sebut saja A-memang sudah umum di kalangan ma- syarakat. Padahal kondisi de- mikian tidak 100 persen benar. Sebab belakangan ini banyak warga lain asal yang kini juga mengaku-ngaku sebagai orang Suyanto Jatiwaringin Pondok Gede Civil Society Dan LSM Indonesia na itu pada dasarnya sama dengan ideologi pemerintah. Di antara LSM generasi pertama dapat disebutkan antara lain LP3ES, Yayasan Bina Swadaya, Sekretariat Bi- na Desa, Yayasan Indonesia Sejahtera (YIS), Yayasan Lembaga Konsumen (YLK), Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Lembaga Studi Pembangunan (LSP), dan lain-lain. LSM ini bergerak dalam berbagai kegiatan pengemba- ngan masyarakat seperti kesehatan dan sanitasi, kependudukan dan ke- luarga berencana, teknologi tepat gu- na, perumahan murah, industri kecil dan kerajinan rakyat, sektor informal, usaha bersama, perkreditan dan per- koperasian, bantuan hukum dan seba- gainya. L embaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dengan aneka ra- gam kegiatannya, sebagaimana kita saksikan dewasa ini, sesungguhnya adalah "produk sampingan" dari Or- de Baru, atau barangkali "anak yang ti- dak diinginkan". Meskipun keberada- annya diakui tetapi selalu dilihat se- bagai organisasi yang selalu ingin ber- seberangan dengan pemerintah, tidak seiring-sejalan dengan program dan kemauan pemerintah. LSM seringkali dituduh sebagai menghambat pro- gram pembangunan, membuat onar, bermasalah. Sampai kepada tuduhan tidak nasionalis dan patriotis dan menjadi alat kepentingan asing. Kare- na itu LSM perlu selalu diawasi dan dikendalikan. Berdasarkan kegiatan dan keper- duliannya saya ingin membagi LSM ke dalam tiga generasi. LSM generasi pertama mulai muncul pada awal 1970-an tatkala pemerintah Orde Baru memulai pembangunan nasional be- rencana. Pendekatan teknokratis me- mainkan peranan yang penting dima- na birokrasi memegang peran yang dominan, dengan perencanaan dan pelaksanaan yang sifatnya top down. LSM hadir sebagai reaksi terhadap peningkatan birokrasi dan etatisme pembangunan tersebut. Mereka yang menaruh perhatian kepada pendeka- tan pembangunan di luar kerangka ne- gara dan merasakan pentingnya oto- nomi sektor swasta, berusaha me- ngembangkan prinsip-prinsip ini me- lalui LSM. Kalangan ini percaya bah- wa kemiskinan tidak dapat diatasi me- lalui kedermawanan semata, namun dibutuhkan bantuan yang sifatnya mendorong kaum miskin untuk mam- pu memanfaatkan sumber daya di se- kitar mereka dan memecahkan masa- lah mereka secara mandiri. Selain Diklat, CA juga disyaratkan mengikuti Penataran P-4 minimal Pola 25 jam; Mereka yang mengikuti persyaratan tersebut lazimnya bisa mengajukan permintaan untuk kenai- kan status keanggotaannya. LSM generasi kedua mulai ber- munculan pada awal 1980-an teruta- ma ditandai dengan fenomena Waha- na Lingkungan Hidup (WALHI). Cikal bakal WALHI yaitu "Kelompok Sepu- luh" (yang terdiri dari sepuluh LSM generasi pertama), yang sejalan de- ngan munculnya keprihatinan inter- nasional dan nasional terhadap masa- lah-masalah lingkungan hidup. Mulai menaruh perhatian terhadap dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup terutama pencemaran oleh in- dustri seperti tekstil, semen, pulp/ker- tas dan sebagainya. ada dasawarsa 1980-an sampai masuk perlindungan, dan hak mengi- P memasuki awal 1990-an, masih gencar diadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi pemain film pemula lewat wadah Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Diklat itu tidak lain dijadikan patokan/keten- tuan kenaikan jenjang status keanggo- taan Parfi, dari calon anggota (CA) naik ke jenjang anggota muda (AM) ataupun dari AM menjadi anggota bia- sa (AB). kuti semua kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. Untuk keperluan eks- ternal sebagai identitas diri, AT secara insidental dapat mengajukan surat permintaan atas kebutuhannya. Cuma saja, pada saat Parfi berkongres, AT be- lum bisa memiliki hak suara, dipilih ataupun memilih pengurus. AM lazimnya memiliki hak bicara, tergantung bila Tata Tertib Kongres memutuskannya memiliki hak suara, terbatas hak untuk memilih, tapi be- lum bisa dipilih menjadi pengurus inti/harian. Kelompok sepuluh ini memfasilita- si pertemuan pertama dari LSM yang menaruh perhatian terhadap masalah- masalah lingkungan hidup, yang kemudian melahirkan suatu jaringan LSM lingkungan hidup dalam bentuk forum yang diberi nama WALHI. Di samping jaringan di dalam negeri LSM Indonesia juga membangun jaringan dengan NGO internasional yang terke- nal dengan nama INGI (International NGO on Indonesia) yang dalam meng- hadapi berbagai tekanan pemerintah kemudian mengubah namanya menja- di INFID (International NGO Forum on Indonesia Development). AT itu sudah diakui sebagai ke- luarga Parfi, namun tidak dapat diberi Kartu Tanda Anggota (KTA). Apabila ada peningkatan status, ke- mudian mengajukan diri menjadi AM, barulah yang bersangkutan di- beri KTA. AB, Anggota Luar Biasa (ALB), ataupun Anggota Kehor- matan (AK), setelah mengurus re- gistrasinya, dapat diberi KTA. Oleh karena itu, alangkah Bekasi baiknya bila di tempat tersebut Sebagai mitra aktif pemerintah, yakni Departemen Penerangan, ma- suknya tenaga kerja kreatif/pemain film dan sinetron ke dalam orga- nisasi profesi Parfi adalah merupa- kan keharusan. OLEH RUSTAM IBRAHIM LSM hadir sebagai reaksi terhadap peningkatan birokrasi dan etatisme pembangunan tersebut. Mereka yang menaruh perhatian kepada pendekatan pembangunan di luar kerangka negara dan merasakan pentingnya otonomi sektor swasta, berusaha mengembangkan prinsip- prinsip ini melalui LSM. Kalangan ini percaya bahwa kemiskinan tidak dapat diatasi melalui kedermawanan semata, namun dibutuhkan bantuan yang sifatnya mendorong kaum miskin untuk mmapu memanfaatkan sumber daya di sekitar mereka dan memecahkan masalah mereka secara mandiri. rakat maupun dalam bidang advokasi. Seiring dengan semakin mening katnya wacana demokratisasi dan per- lindungan hak asasi manusia (HAM) secara global pada dasawarsa 1990-an di tanah air juga telah bermunculan beberapa LSM yang saya sebut sebagai generasi ketiga, yang secara langsung mempunyai aktivitas yang berhubu- ngan dengan penegakan demokrasi dan perlindungan HAM baik melalui studi, advokasi maupun penerbitan- penerbitan. Listrik Sering Mati Mendadak Ke dalam LSM generasi ketiga ini dapat dimasukkan antara lain Lemba- ga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (YAPUSHAM), CPSM, PIPHAM, LBH-APIK, Yayasan Pijar, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), ISAI, bahkan berbagai aliansi seperti KIPP. Masa ini juga ditandai dengan berkembangnya penerbitan-penerbi- tan sebagai sumber informasi alterna- tif yang diterbitkan secara under- ground yang berisikan masalah demo- kratisasi dan pelanggaran hak-hak asasi manusia termasuk informasi me- lalui internet. Demikian pula LSM yang bergerak dalam advokasi lingkungan, mempu- nyai kegiatan-kegiatan pengembangan masyarakat dan juga dalam pelangga- ran hak-hak asasi manusia. Kelahiran KIPP dengan maksud untuk memantau pemilihan umum didukung oleh tokoh-tokoh LSM baik dari generasi pertama, kedua dan keti- ga. Tentu saja tidak semua LSM dapat all out dalam menyuarakan demokra- si dan perlindungan HAM, karena se- lain bertentangan dengan visi, misi dan mandat organisasi, juga mengala- mi hambatan-hambatan yang bersifat internal. Peran Dalam Masyarakat Sipil? Masa Orde Baru (NOB) biasa dise- but sebagai negara korporatis, sangat mengendalikan kehidupan masyara- kat. Hampir tidak ada aspek kehidu- pan bermasyarakat yang tidak dikon- trol oleh negara melalui apa yang dise- but dengan politik regulasi (politic of regulatian) melalui peraturan dan perizinan. Namun anehnya, selama kami tinggal di wilayah Ja- karta, jarang sekali terjadinya listrik padam secara tiba-tiba. Kalaupun sesekali listrik pa- Musim kemarau yang cukup dam, biasanya dari pihak PLN parah seperti sekarang ini me- telah memberikan keterangan mang menimbulkan masalah. Di lewat media massa. OLEH H USMAN EFFENDY Para pelopor pendiri Parfi saat itu berikrar, "Kami memilih wadah organisasi Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) sebagai alat menghimpun, pemersatu, penyalur daya kreasi, serta amal perjuangan kami, guna mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, dalam perjuangan mempertinggi derajat dan martabat kesenian melalui bidang perfilman nasional." Lebih lanjut mereka sebagai anggota Parfi susul-menyusul bersikap seia sekata, "Atas permufakatan dan kesepakatan bersama, organisasi Parfi adalah satu- satunya organisasi profesi pemain yang mempunyai kegiatan dan usaha dalam bidang film seluloid, pita video, piringan video, dan atau bahan lain." SELASA, 16 SEPTEMBER 1997 = 5 Pendekatan dan strategi berkisar pada pengembangan kemampuan ma- syarakat lokal dalam memenuhi kebu- tuhannya berdasarkan kemampuan kelompok. Oleh karena itu pendeka- tan ini disebut dengan pendekatan pe- ngembangan masyarakat (community development). Kegiatannya terbatas Sehubungan dengan diskusi ini ☐Membangun pada upaya pembangunan sosial-eko- maka peran LSM dalam semua kegia- nomi masyarakat pedesaan dan per- masyarakat pluralis Pembagian LSM ke dalam tiga ge- tannya perlu ditujukan ke dua arah: Komponen masyarakat sipil itu bu- kotaan yang miskin dan terabaikan nerasi ini tidaklah dimaksudkan un- pertama, memperjuangkan ekonomi kan hanya LSM. Banyak organisasi dalam program pembangunan peme- tuk membuat kotak-kotak di antara dan independensi LSM sebagai ranah lain yang tidak menyebutkan dirinya rintah dalam bentuk bantuan teknis LSM, lagi pula pembagian ini tidak masyarakat sipil atau swasta dengan sebagai LSM tetapi merupakan apa serta dana dan motivasi masyarakat bersifat ketat. Banyak LSM yang mem- mengontrol atau menghambat eks- yang disebut dengan "organisasi ma- untuk memanfaatkan sumber daya punyai kegiatan-kegiatan dalam pe- pansi kekuasaan negara untuk tidak syarakat sipil" (civil society organiza- yang ada di sekitarnya. LSM ini didiri- Dasawarsa 1980-an ini ditandai pula ngembangan masyarakat juga melibat- menjarah ke wilayah-wilayah yang tion). Antara lain seperti organisasi kan oleh kaum aktivis dan intelektual dengan bermunculannya berbagai LSM kan diri dalam wacana demokratisasi menjadi domain masyarakat sipil. Ke- kaum profesional, asosiasi pengusaha, yang dipengaruhi oleh teori-teori mo- baik yang bergerak dalam bidang pe- ini melalui pendidikan kajian atau ad- dua, memperjuangkan pemulihan kelompok diskusi kaum intelektual dernisasi dan pembangunan dan kare- ngembangan sosial- ekonomi masya- vokasi tentang demokrasi dan HAM. dan perlindungan HAM. Khususnya dan universitas, pers, ormas, orsos, LSM-LSM ini baik secara sendiri atau bersama-sama, di dalam dan di luar negri aktif melakukan advokasi yang terutama berhubungan dengan dampak pembangunan seperti pen- cemaran lingkungan hidup, penggu- suran tanah, pembabatan dan kerusakan hutan dan resettlement. LSM ini juga aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat seperti hak masyarakat adat, hak-hak kaum perempuan dan sebagainya. BY CO Perkembangan Pendidikan Artis Film hak-hak sipil dan politik sebagai per- klub, perkumpulan hobi, paguyuban, wujudan "warganegara" yang lengkap kelompok arisan, kelompok penga- (citizenship). jian, pesantren dan sebagainya. Seba- gaimana dikatakan mencakup seluruh momen "kehidupan sosial/bersama (di luar kegiatan ekonomi) yang terle- tak di antara kehidupan domestik (ru- mah tangga) dengan negara. Menegakkan otonomi dan independensi LSM Dengan menegakkan otonomi dan idependensi LSM dimaksudkan bahwa LSM adalah organisasi yang memperoleh pengakuan konstitusio- nal dalam UUD 45 dan diatur oleh Hukum Perdata, karena itu mampu mengatur dirinya dan anggota-ang- gota sendiri sebagaimana yang di- atur oleh AD/ART LSM bersangku- tan. Karena itu tidak seharusnya ne- gara ikut campur dalam kegiatan-ke- giatan yang dilakukan LSM selama tidak melakukan perbuatan mela- wan hukum. LSM perlu selalu ber- upaya menolak intervensi negara da- lam bentuk pengawasan dan pe- ngendalian yang dilakukan melalui peraturan dan perizinan yang sema- kin mempersempit ruang gerak ma- syarakat sipil. Karena apa yang da- pat dilakukan oleh masyarakat sen- diri tidak perlu dilakukan oleh negara. Memperjuangkan hak-hak asasi manusia Kehidupan masyarakat sipil hanya dapat diwujudkan apabila hak-hak dasar warganegara ditegakkan. Ini mencakup hak sipil, politik dan so- sial. Oleh karena itu menjadi tugas LSM untuk dalam berbagai kesempa- tan memperjuangkan isu pemulihan dan perlindungan HAM. Hal-hal yang sangat fundamental seperti kebiasaan berserikat, berkumpul dan menyata- kan pendapat dengan lisan atau tuli- san sebagaimana yang tercantum da- lam Pasal 28 UUD '45 perlu selalu di- kumandangkan dan diperjuangkan oleh LSM. Di samping itu upaya memba- ngun dan mengembangkan kesa- daran masyarakat akan hak-haknya harus selalu dimasukkan ke dalam berbagai kegiatan LSM dalam ben- tuk civic education (pendidikan ke- warganegaraan), melalui advokasi, penerbitan ataupun kegiatan pe- ngembangan masyarakat. pak" artis film Indonesia, Suryo Su- manto. Macet Di setiap pagi dan sore ada petugas mana-mana terjadi kekeringan Pada saat berakhir pekan, kendaraan dengan gila-gilaan. polisi yang mengawasi dan me- yang tidak jarang disertai pula Minggu 14 September kemarin, Kebayoran Lama Tragedi itu sendiri terjadi saat ngatur alur lalu lintas. Karena kebakaran. Kita paham juga, ke- saat anak-anak butuh hiburan sopir Jaya Bhakti hendak mele- bila ada petugas di poros itu, mungkinan waduk-waduk seba- TV, listrik tiba-tiba padam. Keja- Poros jalan Kebayoran Lama maka semua Mikrolet akan tera- gai penampung air dan pengge- dian itu sampai berlangsung wati mobil tangki yang ada di A. Hanya berbekal kata-kata setiap pagi dan sore tiada hari tur dan semua masuk ke lajur rak PLTA mengalami penurunan dua kali. Kami ingin bertanya gedi tabrakan maut di Tol Ciku- arah berlawanan tengah melaju Sungguh prihatin dengan tra- depannya. Sopir tak tahu, dari tertentu mereka sudah berani tanpa perjalanan lancar. Padahal yang khusus untuk mikrolet. menampilkan diri sebagai or- ang A tadi, dengan harapan untuk melindungi diri dari gangguan para preman. lajur untuk tempat pemberhen- tian dan naik penumpang telah disediakan khusus untuk Mi- krolet M-09. Sayangnya, lajur tersebut tidak berfungsi. Dengan demikian, semua kendaraan M- 09 saling bersilangan di poros Kebayoran Lama untuk mencari penumpang hingga memacet- kan kawasan tersebut. Itulah salah satu akibat kece- robohan, kelalaian atau tepatnya ketidakdisiplinan para sopir Apa maunya sih, jadi copet saja harus ngaku sebagai orang dari kalangan tertentu? debut aimya. Akibatnya aliran kepada PLN Distribusi Jakarta nir, Minggu malam, yang mene- tronton, yang dalam keadaan be- listrik tiba-tiba mengalami pa- dan Tangerang, mengapa hal itu waskan lebih 36 nyawa. Menga- gitu bus tak dapat mengelak lagi, Burori dam secara mendadak, seperti terjadi? Apakah ada kebijakan pa hal itu terjadi? Apakah kare- lalu praaaaakkk. Gang Mangga kami alami di wilayah Tange- dalam kaitan dengan penghema- na jalan tol ? Ataukah karena Jakarta Selatan rang. tan energi di tengah musim ke- mobil yang tak laik jalan lagi? marau panjang saat ini? Menurut beberapa ketera- Terimaksih. ngan yang disiarkan sejumlah kita. Demi mengejar target baya- media massa, kesalahan terletak ran atau perolehan hasil, sopir- Rukiyati Zulfa pada sopir. Kabarnya, begitu ke- sopir kita (ya bus umum, metro Perum Graha Raya luar dari Terminal Pulogadung mini, Kopaja, Mikrolet) tidak Bintaro Jaya menuju Purwodadi, Jawa Te- jarang melarikan kendaraan zik- Kebayoran Regency ngah, sang sopir bus Jaya Bhakti zak dan seenak jidat. Tangerang yang naas itu sudah melarikan Jadi tak usah salahkan siapa- Oleh karena itu menjadi strategi LSM untuk mendukung semua prakar- sa masyarakat dalam membentuk perse- rikatan/perkumpulan/organisasi di an- tara anggota masyarakat sendiri selama itu didirikan secara sukarela, sehingga tercipta suatu tatanan masyarakat yang pluralis. Sebaliknya LSM perlu meno- lak setiap usaha mendirikan organisasi- organisasi yang sekadar merupakan "ke- panjangan negara" untuk mengendali- kan masyarakat. Akhirnya perlu dikemukakan bah- wa dalam dunia modern yang ril nega- ra negara adalah sesuatu yang harus ada. Problematikanya, di satu pihak negara itu perlu dikontrol dari kecen- derungan untuk selalu mengatur se- mua aspek kehidupan bermasyarakat, di pihak lain kita tetap membutuhkan perlindungan negara untuk tercipta- nya keamanan, ketertiban dan kepas- tian hukum dalam kehidupan berma- syarakat. "Artis film ataupun sinetron me- nyadari adanya sistem modal dan te- naga kerja dalam dunia perfilman. Na- mun, terdapat perbedaan antara tena- ga kerja biasa dengan keartisan, yakni mereka/artis membutuhkan penghar- gaan dan pengembangan cipta, rasa, dan karsa secara khusus." Ajuan itu, setelah ditelaah oleh pe- ngurus yang membidangi pendidikan dan kekaryaan organisasi, ditambah lagi adanya pembuktian diri telah Untuk kebutuhan anggota itu sen- main dalam sejumlah judul film yang diri, hal itu tidak lain agar memudah- dipersyaratkan, maka pada prinsip- kan pengembangan keprofesiannya nya kenaikan status keanggotaannya sendiri, bahkan menjamin kesejahte- tidak mengalami hambatan. raannya atas hasil karya/aktingnya. Ini karena di sana mereka bisa memiliki aneka sudut pandang, yang akan memperkaya budaya perfilman, ter- masuk pertelevisian, Indonesia. Para pengasuh dan koordinator dubber yang sebenarnya berasal dari pemain, bahkan keluarga Parfi, sebe- narnya memiliki kualitas vokal rata- rata di atas standar; Mereka itu adalah tenaga andal bagi dunia seni peran. Setiap warga negara yang bisa membuktikan diri pernah berakting di depan kamera sebagai pemain, sekali pun hanya pada satu produksi dan ha- nya sebagai pemain tambahan, sudah Dengan melihat ke arah yang lebih lapang, keterlibatan para dubber Maka dengan demikian, Parfi dise- yang cekatan itu, dari "pahlawan di Indonesia, seperti Ikatan Karyawan atau training dari luar negeri telah pakati dan dijadikan sebagai wadah belakang layar" maju ke depan Film dan Televisi (KFT) dan Persatuan memberikan nuansa pada dunia film/ organisasi profesi yang membela dan kamera ataupun pentas, adalah Perusahaan Film Indonesia (PPFI), ti- televisi dan seni peran di Indonesia. dak lain mereka juga dari cikal bakal memperjuangkan kepentingan anggo- sudah menjadi tenaga kreatif yang awal: calon anggota dengan kode: ang peran, akan tetapi mereka lahir dari keluarga besar Parfi atau dari pemuka si perfilman yang ada di Indonesia su- sosial ekonomi. Parfi dijadikan wadah terjun sebagai artis, bahkan pada Semua itu karena organisasi profe- tanya di bidang sosial budaya ataupun siap pakai. Bukankah mereka sudah berhak mendaftarkan diri ke organisa- si artis film untuk menjadi anggota; Statusnya tentu dimulai dari paling Sejak awal, Parfi bukan wadah rekruitmen mereka yang berasal dari kalangan kaum terdidik/intelek dan formal tempaan ilmu seni gota terdaftar (AT). kancah perjuangan, kebutuhan dan inteletual Parfi. pada saatnya, bakat alami, tidak ada persyaratan pokok harus lulusan perguruan tinggi seni peran. ngamalan Pancasila. dah memiliki komitmen yang mantap perjuangan guna mempertinggi dera- Diklat pun, mata pelajaran olah vokal rus; Sampai sekarang ini anggota Parfi perfilman secara umum dan merupa- senian Indonesia melalui bidang per- pelajaran inti? Roda zaman pun bergelinding te- dan kokoh terhadap pembangunan jat dan martabat kebudayaan dan ke- dan olah tubuh menjadi mata termasuk kaum intelektual, lulusan kan bagian tidak terpisahkan dari filman. Dubber yang berpengalaman seha- Akan tetapi, pada perkembang- Akademi Teater 'Nasional Indonesia pembangunan nasional sebagai pe- Dubber Artis Andal ri-hari sudah bergelut di dunia perte- annya, Parfi melibatkan kaum inte- lektual. Bahkan, mereka yang Belakangan ini, Menteri Penera- levisian (broadcast), yang berarti su- pernah menimba ilmu seni peran/ Kelahiran Parfi ngan R. Hartono telah memberikan ba- dah selangkah lebih maju, ketimbang teater terjun ke dunia film sebagai ngan para insan film, sejak film itu di televisi harus sudah berakhir pada dunia pertelevisian sebagai pemain Dengan pelbagai upaya dan perjua- tas waktu agar sulih bahasa (dubbing) mereka yang sedang bergelut di pemain, lalu jadilah mereka sosok sendiri dikenal dan diproduksi awal Oktober 1997. pendatang baru yang terus berupaya abad ke-20 bumi Indonesia, maka Sebelumnya, karena lengahnya pe- mengembangkan bakat dan sama bisa memperoleh segala fasilitas, ter- kelahiran organisasi profesi perfilman pernah mengikuti studi, workshop, matkan berdirinya Parfi, dengan "ba- bijakan sulih bahasa yang bertenta- barulah pada 10 Maret 1956, dimaklu- ngontrolan atas ketentuan, terjadi ke- uletnya dengan para dubber. (Antara Spektrum) (ATNI), lulusan Bidang Teater dari Ins- titut Kesenian Jakarta (IKJ), serta mere- ka yang menimba ilmu sehubungan dengan seni terkait baik dari Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Sala, maupun intelektual sinema. Padang Panjang. AT di dalam ketentuan organisasi Maka, di dalam peta bumi sejarah Bahkan, beberapa seniman besar Menurut hemat saya negara dan masyarakat sipil adalah dua momen yang dibutuhkan. Yang terpenting ba- gaimana kita menyadari dan meneri- ma konsep adalakanya pemisahan an- tara apa yang menjadi ranah negara dan apa yang menjadi ranah masyara- kat sipil. Sehingga hubungan antara masyarakat sipil dan negara menjadi; "terpisah" tetapi "berdampingan", "berbeda" tetapi "saling tergantung". Keduanya merupakan bagian dari sis- tem sosial secara keseluruhan. Soal Disiplin Sopir-sopir Kita Para pelopor pendiri Parfi saat itu Akibat sulih bahasa, penonton berikrar, "Kami memilih wadah orga- sulit membedakan antara orang nisasi Persatuan Artis Film Indonesia asing dan orang Indonesia, sehing- (Parfi) sebagai alat menghimpun, pe- ga bisa menimbulkan persepsi, apa mersatu, penyalur daya kreasi, serta yang ada dalam film yang disu- amal perjuangan kami, guna mengab- lihbahasakan itu sebagai pencer- dikan diri kepada bangsa dan negara, minan budaya Indonesia. dalam perjuangan mempertinggi dera- jat dan martabat kesenian melalui bi- dang perfilman nasional." Lebih parah lagi, akibat sulih baha- sa, kegiatan produksi karya film dan televisi sangat terpukul, karena sta- siun TV lebih praktis dan irit menga- dakan stok film asing alias mematikan produksi dalam negeri. RUSTAM IBRAHIM Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Jakarta. (Tulisan ini diangkat dari makalah yang dipersiapkan untuk Seminar Sehari tentang "Pengembangan Peran Serta Masyarakat dalam Sipil Society" yang diselenggarakan atas kerjasama antara Pact- INPI dengan Lemhanas, Jakarta, 8 September 1997). ngan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 1994. Lebih lanjut mereka sebagai ang- gota Parfi susul-menyusul bersikap seia sekata, "Atas permufakatan dan kesepakatan bersama, organisasi Par- Lembaga Sensor Film (LSF) telah fi adalah satu-satunya organisasi pro- diperintahkan untuk tidak melolos- fesi pemain yang mempunyai kegia- kan film yang diajukan oleh stasiun tan dan usaha dalam bidang film TV, jika film itu disulihsuarakan ke seluloid, pita video, piringan video, bahasa Indonesia, mulai Oktober 1997. dan atau bahan lain." siapa. Jika kesalahan jelas terle- tak pada sopir, sopir itulah yang ditindak, atau mereka yang mempekerjakan sopir. Yang tera- rusahaan bus yang baik akan khir ini juga penting, karena, pe- mempekerjakan sopir yang baik, sopan dan bertanggung jawab. Saya sangat setuju dengan keterangan Menhub Haryanto Dhanutirto yang menyatakan akan mencabut izin perusahaan- perusahaan bus umum yang mempekerjakan sopir secara se- rampangan. Setyobudi Pondok Pinang Jakarta Selatan 200
