Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Suara Karya
Tipe: Koran
Tanggal: 1980-09-28
Halaman: 01

Konten


SKM SUARA KARYA MINGGU MINGGU, 28 SEPTEMBER 1980 Sekolah Bertenaga Sinar Matahari Sinar matahari dan angin akan dimanfaatkan di sebuah sekolah bertenaga matahari yang akan dibangun di Sydney dan akan merupakan yang pertama di New South Wales dengan maksud agar guru dan murid akan tetap merasa nyaman selama musim panas dan musim dingin. akan Departemen Pendidikan di negara bagian itu merancang dan membangun sekolah itu sebagai suatu proyek perintis penghematan energi sesuai dengan kebijak- sanaan penghematan energi pemerintah negara bagian. Menteri Pendidikan Negara Bagian New South Wales, Paul Landa, mengatakan bahwa pemerintah negara bagian tsb ingin agar penghematan energi dilakukan sedapat mungkin dan perencanaan sekolah bertenaga matahari itu meru- pakan suatu langkah yang penting dalam hubungannya dengan usaha penghematan energi. Menurut menteri, sekolah itu akan dirancang agar dapat menangkap sebanyak mungkin sinar matahari yang akan di rubah menjadi tenaga panas dan penerangan. Alat pemanas udara, akan dipasang diatap- nya dan udara panas akan ditiup oleh kipas angin ke dalam ruangan. Bangunan akan diberi sistim 'ventilasi-silang' (cross ventilation) yang memanfaat- kan angin musim panas sedangkan sistim pendinginan dengan tenaga matahari akan digunakan untuk mendingin- kan bangunan dengan me- ngumpulkan udara malam yang dingin. Disain bangunan akan memanfaatkan sepenuhnya radiasi panas pada dinding dan atap dan tempat penyimpanan panasnya akan menggunakan bata dan beton, demikian juga untuk lantainya. Lihat halaman HI kol. 4 Jumpa kelompok Tiga T Ingin Terus Melawak ke- "Mau nulis tentang Tiga T nih!" "Boleh. Mulai dari mana?" Teguh yang menyahut. Suaranya medok (biasa kebanyakan orang Jawa). Kelompok Tiga yang terdiri dari Teguh C, Tri Sudarsono dan Eko Sutrisno ternyata mengenal pem- bagian tugas. Mereka bilang secara serempak, keberesan organisasi harus diutamakan. Meskipun ha- nya organisasi pelawak, disiplinan perlu, Teguh yang menyatakan hal ini. Makanya atas mupakat bersama berlakulah tu- gas seperti ini: Teguh sebagai ketua, Tri Sudarsono sebagai sekretaris merangkap bendahara tukang urus mengurus keuangan. Kemudian Eko Sutrisno yang bertanggung jawab atas kelang- sungan kreativitas kelompok. Oh, ya. Humas yang penting tak ada? Ternyata dipegang rangkap oleh Teguh yang ketua. "Bagaimana ceritanya kalau dapat uang setelah selesai manggung?" "Bagi rata bertiga," Tri menjawab dengan cepat. "Nyimpan di kas?" bibitnya Peben belimbing di pekarangan Wudhal yang konon berasal dari Kerajaan Pajang pada Jaman Sultan Hadiwijaya. (Foto Ki Bomanegara) NENENG ALINA: "Panggil saja, Neneng", minta gadis ini, ketika SKM menemuinya di tengah2 kesibukan shooting film yang diikutinya, "Setitik Embun" di bilangan Tanjung Duren Jakarta Barat, baru2 ini. Karena ia sudah terbiasa dipanggil dengan nama itu, baik oleh kawan2nya maupun keluarga di rumah, dirasakan akan lebib akrab kalau orang lain juga memanggilnya dengan Neneng, walaupun namanya yang lengkap Neneng Alina. Dia muncul pertama kali dalam film "Guruku Cantik Sekali". Kemudian dia memegang peran yang cukup berarti dalam "Sirkuit Kemelut", sebagai adik tiri Herman Felani. Di dalam film tersebut, ia telah menunjukkan kemauan aktingnya, sehingga mendapat peranan lagi dalam film "Gadis Penakluk" yang akan mengadakan pengisian suara, setelah selesai shootingnya baru2 ini. Dalam film "Setitik Embun", Neneng yang mengaku kelahiran Jawa Tengah itu, mendampingi pemain baru Gina Adriana serta pemain idola remaja Roy Marten. Tiga T: Teguh C, Tri Sudarsono dan Eko Sutrisno (Foto Smp) "Ndah. Tapi setiap dapat uang kami suka nitip 10 % dari penghasilan, honor pada teater Stem ka. Teater Stem kalah yang bagus kasnya," lanjut Tri Sudar- NO.479 TAHUN KE-X sono. "Ada hubungan apa dengan teater Stem ka?" "Itu organisasi teater di mana kami sudah lama setia kepada- nya," Teguh menjelaskan tanpa ragu-ragu. Teater Stem ka ini berdomisili di Yogya juga. Pimpinannya (kata- nya lebih suka disebut yang membina) dua orang, Hasmi dan Wied. Keduanya orang terkenal dan dikenal masyarakat Yogya, bahkan mungkin Jakarta juga. Pemimpin Stem ka itu namanya Hasmi adalah orang yang melahir- kan tokoh superhero komik yang Lihat halaman III kol. 9 Desa On je, Kec. Mrebet yang terletak sekitar 12 Km dari jantung kota Purbalingga, dikenal sebagai desa tua, Alasannya tak lain karena desa tersebut me- rupakan bekas tempat ibu kota kabupaten pada masa pemerintah Adipati Raden Ore-ore yang lebih dikenal sebagai Adipati On je yang lahir dari istri Ki Tepus Rumput, istri hadiah dari Sultan Pajang, Hadiwijaya karena me- nemukan cincin pusaka Pajang Mirah Delima. Disamping desanya ber- predikat tua ternyata di desa ini banyak pula ditemukan yang serba tua lainnya. Bahkan di samping tua juga punya banyak cerita menarik dan aneh. Banyak kejadian yang tidak logis alias tak masuk akal, tapi nyats terbukti. Nama-nama pendukuhan di (HARDO.S).- Tiga Dara Dari Yogya Menari Bukan Untuk Mengejar Uang catatan pada film 'Tiga Dara'. Tetapi si tiga dara yang diceritakan dalam tulisan ini TIGA DARA adalah judul sebuah film karya cineas Indone. ala yang dni namanya menghiasi sejarah perfilman nasional kita, yaitu Usmar Ismail. Film yang mengisahkan kehidupan tiga, re- majawati ini cukup manis, menarik dan meledakkan pasaran film nasional ser ta mampu mengangkat citra film Indonesia sebagai anak jaman, Ya, film sebagai media hiburan tidak lepas dengan jamannya, yaitu abad tehnologi modern. Itulah sedikit sama sekali tidak punya sangkut paut dengan dunia layar perak, Juga bukan pengisi gossip bintang filem, Kehadirannya dalam ruang- an ini lebih banyak ditopang oleh karier mereka sebagai penari, Dan ditemui ketika mempersiapkan sebuah pertunjukan tari di Taman Ismail Marjuki awal September Lihat halaman IV kol. 3 Yang Aneh 2 Di Desa Onje Kalau Ngidam Buah Belimbing desa ini jelas mengandung ke- kunoan dan tidak sedikit pula mengandung nilai sejarah. Kita lihat saja nama pendukuhannya, Surti, Banowati, Pedalangan, Ta- mansari. Dan yang lebih nyentrik lagi nama pendukuhan Mesir yang berdampingan dengan dukuhan Majapahit. pen- Di desa ini terdapat tidak kurang dari 16 buah kuburan. kuno. Juga tumbuh-tumbuhan berpredikat tua, pohon blimbing berasal dari Pajang, pohon nangka yang buahnya bikin orang tak tahu arah, pohon jati yang gudang jimat, rumah Ny. Marifah Yasroni yang rumah asli senapati (pang- lima perang) Singayuda, panglima Onje yang sering dipanggil Sultan Pajang untuk ikut mengamankan kerajaan dan keramik-keramik jaman dinasti Ming dan dinasti Tiga Dara dari Yogya: Anny, Uni dan Dewi. (Foto Smp) Yuan di dukuh Mesir, arca dan pa kem. Dan masih banyak lagi yang lain. Semua yang serba tua ini masing2 punya keanehan yang menarik. Sayang media yang sempit ini tak dapat menampung semuanya. Kita paparkan yang penting saja, kiranya dapat men- datangkan manfaat, terutama bagi mereka yang biasa bergelimang dalam dunia penelitian. Walaupun informasi ini cukup ringan saja. Wim Umboh "Come Back" Karena Merasa Dilupakan Sutradara terkenal, Wim Umboh bertekad akan kembali menyut- radarai film, pekerjaan yang sudah lama ditinggalkannya, karena menderita Tekad itu sakit. diucapkannya di depan undangan yang memenuhi gedung Press Club, Kamis malam, minggu lalu, dalam selamatan film "Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi". Garapannya, produksi bersama PT. Elang Perkasa dan PT.Sanggar Film. Menurut Wim, kesehatannya be- lum pulih sepenuhnya. Baru 80 persennya. Tetapi, karena sudah tidak tahan nganggur, masalah kesehatan itu ia kesampingkan. Dorongan lain yang membuatnya "nekad" itu adalah karena dirasakannya, selama 1 tahun 8 bulan istirahat, ia diperlakukan seperti tidak pernah ada, atau sebagai orang yang dilupakan. "Selama itu tidak ada satu orang filmpun yang mau datang pada saya", ucap Wim Umboh. la berucap lirih, dunia film Mira mulai menulis cerpen di majalah2 terkemuka di Indonesia seperti: Femina, Kartini, Dewi, Shinta, Gadis, Puteri, Anita, Vista, Varlast dan Ideal sejak tahun 1974 dan sampai sekarang cerpen- nya berjumlah kurang lebih 40 buah. Tiga diantara cerpen 2 nya telah memenangkan per- lombaan Sayembara ngarang Cerpen, yang di adakan setiap tahun oleh Majalah Femina. Me- Mulai tahun 1977 ta menulis novel dan novelette, yang dimuat dalam bentuk cerita bersambung di majalah2 dan surat kabar. Sampai sekarang ia telah menulis novel sebanyak 12 buah dan nove- Novelis yang samasekali ogah dipotret MIRA WIJAYA Persis pada hari ulang tahunnya tanggal 13 Septem- ber 1980 gadis yang bernama Mira ini dilantik (diwisuda) sebagai dokter oleh Fakultas Kedokteran Universitas Trisak- ti Jakarta bersama rekan2nya yang lain. Untuk upacara wisuda itu Mira sengaja mengundang saya menghadiri. nya dan pelantikannya itu disaksikan oleh orang tuanya dan kakak perempuannya Laura. Perlu Diseleksi, Novel Yang Boleh Beredar Di Pasaran Lokasi pesanggrahan2 tersebut umumnya dipilih di tempat -tempat pegunungan yang iklim- nya sejuk dan tidak terganggu oleh, keramaian dan kesibukan kota. memang penuh sandiwara dan kejam. la masih ingat, ketika sedang jaya banyak yang datang. Tetapi ketika jatuh sakit, orang2 film menjauhinya, karena di- anggap sebagai beban. Lucunya, sekarang ini sudah ada yang berusaha kembali berbicara bah- kan menawarkan jasanya. la mengungkapkan sedikitnya 10 pembicara menghubunginya lewat telepon, setiap harinya. umumnya Pada jaman pendudukan bala- tentara Jepang keadaan pesang- grahan itu pa da terlantar, atau setidak2nya kurang. terpelihara. Hal ini karena pesang- grahan2 tsb banyak yang dipakai markas pertahanan atau pendu- dukan bala tentara Jepang yang lebih suka berlokasi diluar kota. Keadaan terlantar dan kurang terpelihara itu berlanjut sampai Jaman revolusi kemerdekaan, Lebih menyedihkan lagi setelah tentara Belanda mengadakan penyerbuan ke daerah Republik Indonesia, pada waktu clash ke satu tahun 1947, dan clash ke dua tahun 1948. UJIAN. Dalam pembuatan film tersebut Wim akan membuktikan kemam- puannya yang selama ini dimiliki- nya. "Film ini menjadi taruhan, apakah dengan demikian saya bisa kembali dihargai sebagai orang film. Tetapi pada saat sekarang, saya sudah merasa memenangkan ujian yang saya hadapi", kata Wim. Pesanggrahan2 tsb tidak hanya kurang terpelihara dan terlantar, bahkan banyak pula yang kemu- dian dibumi-hanguskan demi ke- Sampai kini bekas2 pesang- grahan yang dimusnahkan itu ada belum dapat dibangun kembali karena kesulitan biaya dan status tanah dan gedungnya yang tidak jelas. Sesuai dengan nasehat dokternya, ia hanya akan bekerja selama 6 jam sehari, dengan perkiraan menyelesaikan filmnya itu dalam waktu 40 hari shooting. Dalam Pemegang pakem Menurut penuturan Kepala Desa Onje, di desanya ada dua pentin pertahanan, orang tua yang mendapat predikat "kesepuhan". Namanya Pak Sa- nurji yang kebayan dan Pak yang Suryamunadi. Umurnya masing- Lihat halaman III kol. 3 dr Mira Wijaya (Foto Francis Handayama) Adakan inventarisasi. Melihat perkembangan pariwi. Untuk obyek wisata Bekas Pesanggrahan Raja Perlu Dipugar Para pejabat Bel da sata di tanah air kita dewasa ini kalangan keluarga raja, di jaman sudah waktunya inventarisasi Hindia Belanda banyak mem- keadaan pesanggrahan2 yang ada bangun tempat peristirahatan di di tanah air kita ini difikirkan, daerah2 luar kota, yang lazim dinamakan "pesanggrahan". Tem- pat2 seperti itu biasanya terdapat di daerah bekas di daerah2 kerajinan dulu, seperti Banten, Cirebon, Surakarta, Yogyakarta, Bali, dan beberapa tempat di luar pulau Jawa, Inventarisasi tsb mencakup kondisi pesanggrahan itu, siapa pemiliknya, fihak keluarga raja, atau pejabat Belanda, atau milik Sebab swasta, memang ada pesanggrahan yang dulu dibangun oleh perorangan jadi bukan milik istana. Ada lagi yang dibangun oleh sesuatu badan atau lembaga yang kini sudah tidak ada lagi. KARYANYA JADI INCERAN PARA REMAJA DAN PRODUSER FILM lette sebanyak 6 buah. Tujuh di antara novel2nya telah bibukukan oleh penerbit Gra- media, Cypress, Gaya Favorite Press, Femina dan Kartini Group. Menurut pengakuan Mira, dari ke 12 buah novelnya itu hanyalah novel "Cinta tak pernah berhutang" yang belum dijamah oleh sutradara, "Mungkin karena isinya kurang cocok untuk difilmkan, hanya menarik untuk dibaca saja," kata Mira kepada saya. Mira si anak bungsu dari 5 bersaudara ini dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta. Pe- ngaruh pendidikannya sekian lama di sekolah Katolik (TK, SD, SMP Sancta Maria Fatima dan SMA Marsudirini) banyak mempengaruhi karangan2nya Lihat halaman IV kol. 3 30 Dalam hal ini tentunya Departemen Dalam Negeri peme- rintah daerah setempat, Departe- men Perhubungan yang mem- bawahi proyek pariwisata di daerah, dan Departemen Pertahan. an Keamananlah yang berwenang melakukan inventarisasi. Lihat halaman III kol. 3 TAMAN IMPIAN wh menggarap film itu, Wim di- dampingi asistennya Abdi Wiyono dengan juru kamera Harry Simon. Sedangkan pendukung filmnya yang diangkat dari Novel karya Mira W. itu, diantaranya Roy Marten, Widyawati, Awang Dar- mawan, Rima Melati, Zainal Abidin, Rahayu Efendi, Raden Mochtar, Ade Irawan dan Dina Mariana. mun Selesai filmnya ini, Wim juga bermaksud menyutradarai film yang skenarionya ia tulis sendiri, selama istirahat, di rumah dengan judul "Dengar, Dia Panggil Nama Saya". Dijelaskan skenario itu memang berbau relegius. Wim jatuh sakit ketika ia sedang sibuk menangani filmnya yang bertema sosial, tentang rakyat kecil, "Pengemis dan Tukang Becak". Ketika membuat film itu di Solo, Wim Umboh tiba2 tidak sadarkan diri dan di bawa di rumah sakit. Dokter menyatakan ia menderita sakit lever. (HARDO S). nya Presiden Soeharto dalam jamu- an makan siang di Istana Bogor pada tanggal 2 Mei 1973 yang diselenggarakan oleh yayasan Bu- ku Utama menekankan perting- nya buku di dalam kehidupan modern. Dikatakan, masalah per- bukuan mengandung 2 segi yang menonjol. Segi pertama ialah kemampuan membaca dan kesa- daran akan manfaat membaca. Segi yang kedua, adalah cukup- produksi buku nasional sepadan dengan kebutuhan nyata dari masyarakat. Tuntutan pem- bangunan mengharuskan kedua segi itu digarap dengan serempak dan penuh kesungguhan. Untuk itu perlulah ada usaha secara nasional yang menyeluruh dan terarah; yang mengharuskan ada- nya kerja sama erat antara Pemerintah dengan masyarakat: antara pejabat2 dan tokoh pendi- dikan, semua pimpinan organisasi dan lembaga yang bertanggung jawab atas peningkatan kecerdas- Dr Soekarman M.L.S. Dapur rekaman merupakan inceran 'penyanyi pada umumnya. Mengapa tidak. Masuk dapur rekaman berarti menciptakan ke- sempatan untuk mendapatkan duit, di samping juga memberi peluang untuk meraih popularitas dengan cepat. dengan penyanyi lain, Anny Affandie juga ingin mencoba masuk dapur rekaman. Tapi anehnya, ia ternyata kemudi- an menolak ketika kepadanya ditawarkan untuk masuk dapur rekaman. Setelah berhasil meraih jura II Festival Penyanyi Pop se Kabupa- ten Garut baru2 ini, Wisnu Record lewat Denny Sabri, se- orang pemandu bakat nyanyi, mengajaknya masuk dapur rekam an. "Saya merencanakan album pertama An'ny sudah harus ber- edar sebelum Lebaran yang lalu. Tapi rencana itu gagal karena Anny menarik diri setelah se- belumnya menyatakan kesediaan- nya. Yang penting, saya sudah memberi kesempatan kepadanya untuk segera mengenal dunia rekaman yang diidamkannya, se- bagaimana artis-artis daerah lain- nya!. Sedangkan dalam dunia bisnis, berlaku hukum: siapa cepat dia yang dapat. Jadi, terpaksa saya cari gantinya...." tutur Denny Sabri di Bandung. Mengapa Anny menarik diri, pada saat pintu rekaman telah terbuka untuknya?. -"agaknya saya rasa masih terlalu pagi!. Saya masih mentah, kurang pengalam- an dan pengetahuan yang baik dalam seni nyanyi!. Pokoknya, saya masih banyak kekurang- an...." jawab Anny Afandie. merendah, sewaktu saya jumpai di rumahnya, Jalan Pasundan 23-Ga- rut Kota (Jawa Barat). Sementa- ra kakaknya sendiri yang biasa dipanggil "Bang Okky", memberi- kan jawaban yang sama. Namun semua keluarga Anny Affandie, menyatakan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya atas perhatian yang diberikan Denny Sabri terhadap Anny selama ini. PERLU TEMPAAN. Hal lain yang membuat Anny undur diri, dinyatakannya lantar- an saat datangnya tawaran rekam- an itu bertepatan dengan kesibuk- annya menghadapi testing masuk SMAN-Garut, dan juga bertepat- an dengan bulan suci Puasa. Tapi yang paling penting katanya, karena Anny masih ingin memper- dalam dulu tehnik nyanyi yang lebih mantap, agar hasil rekaman- nya nanti tidak sampai menge- 2 ZZ MESTI AKU BA- KAL MIMPI ZZZ HEBAT... an dan pengembangan pengetahu- an, para pengarang dan penerbit, para pemilik modal dan industria- wan. Yayasan Buku Utama yang merupakan lanjutan dari "Panitia Nasional Tahun Buku Internatio- nal 1972'Indonesia " memperoleh warisan dari Panitia tersebut dana pokok sebesar Rp. 10.450.000,- Dana pokok ini didepositokan oleh Yayasan di Bank Bumi Daya Cabang Kebayoran dan bunganya setiap tahun dipakai untuk mem beri hadiah kepada pengarang buku terbaik, masing2 di bidang fiski (novel) dan non-fiksi (penge- tahuan dan teknologi). Kepada pengarang buku2 terbaik di kedua bidang tersebut, masing2 diberi hadiah Rp 1 juta. Yayasan tidak memberi hadiah kedua, tetapi bila Komisi Penilai berpendapat ada dua karya yang sama nilainya, hadiah Rp 1 juta itu dibagi dua. Disamping itu kepada para Penga. rang di berikan pula Piagam Wim Umboh (Foto Hardo 8) Saut Poltak Tambunan TAMAN IMPIAN TAMAN IMPLAN TAMAN IMPIAN Anny Affandie Tarik Diri Dari Dapur Rekaman cewakan konsumen musik pop!. la menganggap perlu memasuki masa tempaan dulu, sebelum melangkah lebih jauh. Dalam hal ini, Anny ber keinginan besar untuk jadi anak didiknya, Ny. Chaterina Wiriadinata yang di Bandung namanya cukup jadi jaminan untuk membekali "keka- vaan" vocal seorang penyanyi TAMAN PIAN Penghargaan. Yayasan menyampaikan surat melalui IKAPI kepada semua penerbit meminta untuk mengi- rimkan terbitannya dalam tahun yang ditentukan kepada yayasan Buku Utama dan semua buku yang disampaikan dibayar Yayas- an. Jumlah judul yang masuk tidak pernah mencapai seribu sekalipun. Dapat diduga bahwa Yayr an tidak menerima semua buk yang terbit di Indonesia yang masuk kategori yang akan Lihat halaman III kol. 1 Title Seid Marla A.Sardjono pop. Menangguhkan kesempatan re- kaman dengan maksud untuk mempersiapkankematangan seperti yang dilakukan Anny Affandie ini, memang menimbulkan penye- salan bagi para penyanyi kota Garut sendiri khususnya. Akan Lihat halaman III kol. 1 Anny Affandie (Foto Yodas) TAMAN HOH! MIMPI DENGAN KENYATAAN KOK SAMA?