Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Suara Karya
Tipe: Koran
Tanggal: 1980-09-28
Halaman: 04

Konten


MINGGU, 28 SEPTEMBER 1980 PONCIMIŁHIBURAN "Sepasang Merpati ".Mirip Film Iklan kios Pasar Seni-Ancol, di rumah Joko. Chairul Uman. Sutradara, Skenario, Putu Wijaya. Juru kamera Sutomo GS. Artistik, Sriwidodo. Pemain Roy Nel- wan, Muthia Datau, Amak Ballun, Gito Rollies dan Ratno Timur. Produksi PT. Gramedia Film. membuat "Suci Sang Primadona", telah berhasil merebut piala Citra untuk Aktris Wanita Terbaik, lewat permainan yang mengesan- kan dari pemain utamanya, Joice Erna. Sejak itu, yang terdengar perusahaan ini termasuk yang mengutamakan mutu film. Sam- pai dengan filmnya kedua yang telah beredar, "Diujung Malam", predikat itu Walaupun untuk film yang kedua itu sudah tercium" adanya pihak sponsor yang ikut andil dalam pembuatan film itu. Dari dalam arus sponsor! Jadinya sudah bisa ditebak bahwa "Se- ada Merpati", tidak pasang mata acara dengan. bedanya TVRI, "Mana Suka Siaran Niaga". Karena dalam film tersebut, tidak kurang dari satu lusin2 nama2 perusahaan berkesempatan mem- promosikan produksinya. obat semprot pengharum ruangan, mobil angin, hotel, Masa sampai pesawat terbang. bodoh dengan urusan dagangnya, karena itu urusan mereka. Tetapi yang terlihat di atas layarnya yang sangat memprihatinkan. Tentunya produser sadar bahwa "Sepasang Merpati" itu bukan film iklan, tetapi filmi cerita Sangat mengejutkan memang, "Gramedia Film" yang sudah terlanjur dimasukkan dalam daf- tar sebagai perusahaan film yang mengutamakan mutu, tergelincir relevansinya Walaupun ada dengan jalan cerita dan dengan kelihaian sang sutradara, sehingga barang2 yang sepantasnya hanya tampil dalam film iklan, bisa me- nyatu dalam film itu, sejak awal sampai akhir film. Tetapi siapa sih yang bisa menikmati kalau dalam film cerita diharuskan mendengarkan iklan sebuah me- rek rokok kretek seperti yang sering diperdengarkan oleh radio amatir ?. Sepaerti yang dikatakan orang, mempertahankan sesuatu yang berhasil direbut lebih sulit dari pada merebut sesuatu yang lain. Demikian juga nampaknya yang ada pada perusahaan film yang memproduksi "Sepasang Merpati" itu. Bagaimana tidak, dua tahun yang lalu, ketika perusahaan ini Resital Piano Yap Leng Na Kali Ini Pagelarannya "Aman .ch .chlik...", ter dengarlah bunyi kamera morang wartawan yang mengabadikan pagelaran resital piano tunggal oleh YAP LENG NA, Kem is malam 18 September 1980 di Erasmus Huis, Jakarta Meskipun cuma diambil 10 kali dalam tempo beberapa menit, namun agaknya timbul kesalahan dari beberapa pendengar yang mendecih, bahkan menggeleng kepala merasa terganggu menik- mati alunan musik piano yang cukup menghanyutkan suasana malam Jum'at itu. Waktu itu suasana memang hening dán tenang kecuali bunyi alunan toets piano dari jari jemari pianis remaja Yap Leng Na, 23 tahun, meskipun bermain di teras sementara pendengar duduk di bawah tenda Biasanya sekitar lingkungan sana menurut pengamatan SKM pada setiap acara sering terganggu oleh suara berisik anak-anak, maupun suara bebek. Rupanya kali ini "aman" dari suara-suara yang mengganggu. Hal ini memang dibuat sedemikian rupa, karena ada rekaman dari Yayasan Pendidikan Musik Indo- nesia. Demikian menurut kete-. rangan Direktur Erasmus Huis, Verstrejden kepada SKM Yap Leng Na bermain cukup mengasyikan bagi pendengar yang antara lain Duta Besar Belanda, musikus senior, dan sebagainya Juga komponis Belanda Ton de Leeuw bersama istrinya yang kebetulan sedang memberikan lokakarya di LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) selama lebih kurang tiga minggu. Menurut komentar Ton de Leeiw, bahwa Yap Leng Na seorang pianis yang benar-benar berbakat Pada pagelaran plano tunggal ini Yap Leng Na, membawakan lagu-lagu ciptaan J.S. Bach, L. van Beethoven, Leon Orthel, Willem 10 SKM. 15 Yap Long Na tampak ketika memainkan piano dalam pagelaran resital piano tunggal di Erasmus Huis. (Foto Susianna Darmawi) 21 16 Teka-Teki Silang SKM <> 20 PER TANY AAN: MENDATAR : 13 Revel den Amir Semua lagu yang dibawakan. nya ini tanpa teks dalam arti kata dihafal di luar kepala Lagu karya komponis tadi antara lain dari Pasaribu yaitu Puisi Bagor, Rabana Dance No. 1, lalu Tre Per Plano Pezzettini (Leon Orthel), Allegro, Adagio molto dan Allegro volante dari Sonate No. 1 ciptaan Willem Piper, kemudian karya J.S. Bach yaitu Partita No. 2 yaitu Sinfonia Grave Adagio Andante, Allemande, Courante, Sarabande, Rondeaux, Gapriccio serta ondine karya M. Ravel, sedangkan cipataan Beet- hoven dibawakannya cukup berat yaitu Sonate op. 101 terbagi atas Allegro ma non trippo, Vivace alla Marcia, Adagio, ma troppo con affetto dan Allegro. non Sebagaimana diketahui ciptaan Beethoven umumnya menuntut penekanan toets yang kuat seperti kata orang pada kekuatan pemu- kulan tinju. Namun Yap Leng Na yang berphysik wanita, vitalitas yaitu kekuatan bagaimana jart jemari menekan di atas toet agak tetapi musikalitasnya kurang, tidak diragukan. Puper, M. Pasarribu. 14 minyak masih melekat. kelahiran Yap Leng Na Bandung mulai mendapat pendi- dikan plano sejak berumur 6 tahun dari ayahnya, lalu men- dapat bimbingan dari Iravati M.Soediarso. Kini la kuliah di Akademi Musik Lembaga Pendi dikan Kesenian Jakarta (LPKJ) dengan mendapat bimbingan dari Sutarno Sutikno. Tahun 1966, ketika ia ber umur 6 tahun ikut mengisi resital piano di Gedung Lyoeum Ban- dung, lalu sepuluh tahun kemu- dian la tampil sebagai solis bersama orkes simfoni Jakarta dan tahun 1978 yang lalu turut mengisi resital plano remaja di Taman Ismil Marzuki (Susianna Darmawi) 3 JOKO'S 12 Skm 17 18 22 19 MENGECEWAKAN Tidak hanya yang mirip film iklan yang membikin kecewa. Penataan artistikpun demikian. Seolah olah Sriwidodo takut bahwa garapannya tidak akan menonjol. Sehingga ia meman- dang perlu memberi warna yang sangat menyolok. Misalnya, corat coret di tembok gang masuk rumah pondokan Joko. Sehingga yang terlihat warna dalam film ini, "warna gincu". Ia pun nampaknya kurang melakukan observasi terhadap rumah2 petak. Hal itu bisa ditebak, dari penempatan lukisan klas "Sanggar Bambu" yang banyak dijumpai di 1.Tulisan pada surat kabar/majalah, 5,Pohon jati Eropa. 6.Tempat uang. 8.Nama bulan 10.Waktu sembahyang. 12, Persatuan sepakbola kita. 13.Nomor, bilangan, 14.Sisa, 15.Menyelidiki perkara. 17. Komisi PBB untuk Indonesia. (singkat). 20. Mandi dengan mencuci rambut. 21.Dibalik: Tas (Inggeris). 22, Sekarang AKABRI, MENURUN: 1,Ibukota negara Turki, 2. Larangan, pantangan. 3.Perkasa. 4. Pelaksana khusus (Singk). 5.Orde baru. 7. Tepi. 9, Negara tetangga kita. 11.Membetulkan kesalahan. 12.Tidak asli. 15. Alat pembelian. 16.Undang undang Keadaan Bahaya. 18. Badan angkasa luar AS. 19. Binatang yang hidup di air. JAWABAN TTS MINGGU LALU : MENDATAR : 1.Kelud 4,Siap 6.Toga 12.Basa 15.Dinar. 16.Taska. 18, Satire 23.Kompas. MENURUN: 2.Draw 3. Aktris 4.SPG. 7.Analis, 8.Lakon. 12,Bursa 13.Aster. 18,Sick. 19. Epos. MENGIKUTI ARAH PANAH : yang lalu. Mereka dari Yogya bersama rombongan Sanggar Na- tya Lakshita, yang mempersiap- kan pertunjukan wayang orang humor 2 harl berturut-turut dengan judul 'Ratu Jadi Petruk'. Dara2 manis ini bermain gabung- an dengan trio Tiga-T, pemenang pelawak nasional dan Warung Kopi Prambors plus Otong, pemenang lomba baca naskah humor tahun lalu. Penyelenggara- an Lembaga Humor Indonesia alias LHI yang diketuai oleh Arwah Setiawan. Ketiga 2nya adalah mahasiswi Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) bahkan sudah ada yang bertitel Sarjana Muda, Ketiga 2nya akrab dengan Yogya, adat dan ke budayaannya. Tiga2 punya pengalaman berteman dengan rekan2 bule dari Eropa. Lantas apa komentarnya tentang itu? "Umumnya orang Barat itu disiplinnya kuat. Kalau mereka belajar menari sepertinya betul2 pengen bisa. Dan ketika berkum- pul di tempat latihan mereka berusaha tidak saja mengerti kesenian dan kebudayaan kita, tetapi juga mencoba menjadi lebih Jawa dari Jawa, Jadi mereka bisa menempatkan diri, dalam kesopan an atau adat. Namun kalau kita bertemu di tempat lain, barang- kali yang lain adalah sikapnya. Umpamanya cara duduk, falan dan bicara" demikian komentar Anny, salah satu dari si tiga dara ini, Roy Nelwan dan Muthia Datau dalam sebuah adegan film "Sepasang Merpati" (Foto 1st) 19. Kelalawar 5- 10.Peron. 11-17.Kendal, 14 -20. Ladang. 21. 26,Corner, 22-27,Oditur, 24-26.Orator. 25-27,Anggar. Demikian juga dengan kerja sutradara. Banyak informasi yang tidak diselesaikan. Misalnya, tang- Lana, setelah gapan keluarga ternyata Joko berhasil menjadi pengusaha ?. Toh, keluarga Lana bisa mengetahui lewat TV atau surat kabar, karena sebelumnya ada informasi bahwa kedua media massa' itu banyak memberitakan 2. tentang keberhasilan Joko Tepatkah pemilihan pemegang peran sebagai anak Joko dan Lana 2. Bukan mecari cari yang tidak baik. Mesti harus bagaimana, karena kekuatan "Sepasang Mer- hanya pada pati" ternyata dialog2nya. Segar, sepontan ciri khas skenario yang digarap Putu. Mengherankan memang, Chai- rul Uman yang dikenal sebagai sutradara yang punya bobot, menyajikan adegan akhir cerita film inipun tidak benar. Nampak- nya ada keragu raguan, antara "happy end" atau tidak.Coba saja film diakhiri pada adegan ketika Joko akan memeluk Lana. Tanpa ada maki2 atau naik sepeda segala, rasanya akan lebih pas. Bagaimana, apakah ada pe- nekanan atau terpaksa harus berbuat begitu ?. Mengapa mau, Toh hasil akhir sebuah film tanggung jawabnya ada pada sutradara. (HARDO SUKOYO).- MENARI BUKAN UNTUK Hasil kerja editorpun demi- kian. Termasuk yang mengece- wakan. Misalnya, ketika adegan Joko melempar sepatu ke arah Tigor dan Edy Tobing, di jalan, dihubungkan begitu saja dengan adegan Joko ketika di rumah, atau adegan rapat keluarga di rumah Lana, terus disambung ke adegan di rumah Joko, tanpa ada sisipan gambar lainnya, sangat jelek hasilnya. MIRA WIJAYA Sekalipun gadis ini beragama Kristen Protestan, terutama novel- nya "Permainan Bulan Desem- ber" Disebabkan keaktifannya dalam mengarang la diangkat menjadi redaksi majalah SMAK Marsudirini "Gesit" dan ketika itu la masih belum berani mengirim- kan karangannya ke majalah umum Baru pada tahun 1975 la mulal memberanikan dirinya menulis karangan ke majalah Femina dengan judul "Benteng Kasih" dan ke majalah Dewi dengan judul "Kontrak Perkawinan". Ia merasa betul2 lega setelah karya2nya int diterima dengan baik oleh kedua majalah itu. "Mungkin saya akan frustrasi dan tak berani mengirim karya saya lagi ke majalah, seandainya karangan saya pertama itu ditolak mereka. Seharusnya perasaan putus asa ini tak boleh kita miliki," tutur Mira kepada saya di rumahnya di bilangan Rawamangun. Semula ia memakai nama M.Wijaya, tetapi atas anjuran redaksi Dewi dengan alasan nama tersebut berbau nama lelaki, la menggantinya dengan nama Mira W.Novel pertamanya berjudul "Dokter Nona Friska" digarapnya tahun 1977 yang menceritakan tentang dokter ahli seorang kandungan. Anny yang memiliki sepasang mata bulat dengan alis yang lentik dan tusukan bolamatanya sanggup melenakan siapa saja yang terkena ini, ah Yogya asli, Dibelakang namanya tersemat huruf "S", ia tak memberikan penjelasan, itu initial apa. Siapa "S" pemilik atau calon pemilik si penari yang pandai memainkan pinggul ini?. namun Penggemar bakso dan nasi goreng yang 22 tahun dan duduk di tingkat IV ASMI ini memang cukup manis, biarpun bukan gula, Manis2 manggis. Ia juga senang nyanyi dan menilai, kehidupan di Jakarta ini tidak sesantai di Yogya, Dan bagaimana penilaiannya pada kehidupan generasi muda di Jakarta? "Wah, paling2 yang saya tahu cuma dari baca koran, Tetapi bergaul langsung dengan teman2 muda mudi Jakarta jarang sekali. Boleh dikata tidak, Soalnya setiap da tangs dan mengadakan pertun- fukan di Jakarta kami selalu sama 2 rombongan, Jadi ya itu2 saja lingkup pergaulan kami. Atau kalau datang tidak dalam rangka menari, pada kesempatan tour, Tahu sendiri kan, tour2 ini acaranya padat" demikdan tutur Uni, 20 th, yang baru duduk di tingkat I, Kelebihan Uni adalah kemampuannya dalam kelentunan tubuh, sehingga ketika ia di atas Dari halaman I (Gramedia, difilmkan oleh Elang Perkasa Film dengan disutradarai oleh Wim Umboh), "Matahari Di Batas Cakrawala" (Kartini, difilm- kan oleh PT Safari Sinar Sakti Film dengan disutradarai oleh Frank Rorimpanday sutradara terbaik 1980), Kuduslah Cintamu, Dokter! (Femina, Pemenang Sa- yembara), "Firdaus Yang Hilang" (Dewi) dan "Cinta Di Awal 30 (Kartini). Sesudah dunia kampus kedok- teran pertama kali diungkapkan oleh novelis wanita dr Marga T. yang juga alumni FK USAKTI, menyusul novel2 dan novelette maupun cerpen karya Mira W yang dokter inilah menjadi rebutan bacaan remaja /dewasa di samping karyanya diincer produ- ser 2 film. Sekalipun demikian Mira tetap rendah hati dan mengakui masih lemah dalam plot dan situasi tempat dalam ceritanya. Sylive Lamo, 22 tahun, penemuan baru layar perak Perancis yang sama sekali tidak gentar dalam penampilan pertamanya dalam film "Immoral" (Asusila). Film tersebut berhasil memperoleh sukses sebagai "top box-office" (Panaphoto) Cardiac Arrest Banyak Informasi Tidak Terselesaikan la tak suka terlalu ber-tele2 ataupun menceritakan situasi tempat begitu mendetail seperti karya2 N.HDini atau Pearl S.Buck misalnya. Bahasa kara- Ingannya segar dan gayanya sangat enak dibaca, penuh dengan humor kecuali dalam beberapa karyanya seperti "Tatkala Mimpi Berakhir". la mengakui terdorong mengarang dunia di luar dunia kampus kedokteran se-mata2 karena ba- nyak penggemarnya mengingin- Novel pertama ini kannya menulis sesuatu yang yang setebal kurang lebih 100 bersifat fiktif non-medis. la halaman folio dimuat sebanyak 8 bahkan mencoba mengarang ceri- kali pemuatan di majalah Dewi. ta mengenai kehidupan dunia Hak untuk buku dan film dari perfilman seperti karyanya "Tat- novel ini telah dibelinya, begitu kala Mimpi Berakhir", "Sepolos pula untuk novel keduanya yang. Cinta Dini" (campuran dengan berjudul "Jangan Pergi Lara". dunia medis). Satu hal yang boleh Novelnya. yang la in adalah dikatakan agak aneh pada diri "Sepolos Cinta Dini" (Kompas), pengarang ini: ia tak suka sama "Permainan Bulan Desember" sekali difoto, mungkin karena (Cypress, difilmkan oleh Matari wajahnya melankolis itu. Ia tak Artis Jaya Film dengan sutradara memiliki foto2 pribadi. Dengan Nico Pelamonia dengan judul "Bidadari2 Dari Surga"), "Ketika susah payah akhirnya saya dapat Cinta Harus Memilih" (Dewi membujuk Mira teman saya ini dibukukan oleh Gramedia), "Di untuk difoto bagi kepentingan Sini Cinta Pertama Kali Bersemi" pembaca SKM.Terima kasih, Mira. (FRANCIS HANDAYAMA). Cerita dan Sutradara, Mur- ray Mintz. Pemain, Garry Goodrow, Mike Chan, Max- well Gall, Susan O'Connel dan Ray Reinhard. Film yang bertema serupa dengan "Coma" itu, juga menceri- takan tentang pasar gelap jantung manusia. Bedanya, "Cardiac Ar- rest", tidak menyajikan cerita secara utuh. Banyak informasi yang tidak terselesaikan. Demiki an juga pelaku pembunuhan2 yang terjadi itu, tidak jelas apakah dilakukan oleh sindikat atau hanya dilakukan oleh dua orang saja. Lagipula mengapa dalam rumah sakit yang begitu besar, hanya diperlihatkan satu mobil ambulan dengan dua petugasnya tetap itu2 juga. Yang yang akhirnya diketahui bahwa dua petugas ambulan itulah biang keladi pembunuhan2 yang mem- bikin kalang kabut pihak kepolisi- an itu. Walaupun begitu, penon- ton sering salah duga terhadap Dari halaman I benar2 menyerupal panggung gadis plastik, Apa sih yang menarik mereka tentang Jakarta? "Ah, itu tuh, di Jakarta kan banyak tempat2yang bersejarah, seperti Lubang Buaya dan sebagainya. Juga di sini ada museum pusat, serta banyak taman rekreasi, Taman Miniatur misalnya" jawab Dewi, lengkap- nya Ni Nyoman Sudewi, gadis Singaraja Bali yang telah lama Yogya sehingga ngendon di fasih berahasa Jawa dengan halus dan luwes. Rambutnya mengurai sampai hampir menyentuh tumit, lebih dari satu me ter. Tapi diukur tidak pernah lho" katanya diseling lirik dan senyumnya yang khas Pulau Dewata. Sarjana muda tari ini menyenangi rujak dan yang pedes2, tetapi bukan berarti ia tipe gadis galak alias agreasif. Orang Bali memang senang memelihara rambut, tapi bantah- nya," Tidak hanya orang Bali saja kalau yang berambut panjang". Dewi yang kontrak kamar (ru- mah) sendiri ini pernah mencicipi uang honor tari yang langsung di belikan tape recorder. Berapa harganya? 22 ribu rupiah, waktu tahun 1977. Lumayan, Sedang dua dara yang lain paling2 buat beli pakaian atau memberi hadiah bagi adik2nya dari uang honor. Tetapt menari bukan berarti pengejar uang buat mereka, Itulah dunianya dan di situlah pengabdi. annya pada kehidupan. Kalau toh itu menghasilkan rupiah, cuma lantaran kelumrahan saja. Begitulah*** (smp). 00 SUARA KARYA di Medan dan Sumatera Utara harap hubungi : Perwakilan Harian Umum "Suara Karya" SUMATERA UTARA JL.Timor 14 C MEDAN Padat HIPNOTIS/ SIHIR SULAP. Terus dapat untuk atraksi dil keper luan Rp. 1500, RAHASIA BELA DIRI tahu kelemahan lawan, tampa nyerang lawan parah dll Rp. 1500 PENGOBATAN kencing/ginjal ber batu 7 hari sembuh, Eksim, maag. darah tinggi kelemahan, anti hamil, jantung, wasir dll. Rp. 1000, Wesel pd: Hartono Occ. Gg. Salak 29 A. Bojonegoro, Hemat SUPER SEASONING AJHNO-MOTO 味の素 25 Nikmat Rp25 AJI-NO-MOTO (F) pelaku pembunuhan2 itu, karena keberhasilan sutradara yang meng- giring penonton ke arah itu. Ketegangan2 yang ada berhasil diselingi dengan adegan2 yang menimbulkan ketawa. Sehingga penonton tidak menjadi tegang selesai menyaksikan film tersebut. Diceritakan, terulang kembali pembunuhan yang misterius. Kini terjadi di sebuah apartemen. Mayat seseorang ditemukan di tempat tidurnya. Visumnya sama, korban tersebut jantungnya hi- lang. Tidak ada petunjuk siapa yang melakukan kejahatan ter- sebut. Vien Rekaman Lagi Anak kandung pemusik Is Haryanto yang bernama Vien ini memang jarang sekali kita dengar ia masuk rekaman, bahkan sudah sejak awal tahun 1979 yang lalu ia tampak kurang aktif lagi di dunia rekaman. Satu2nya saksi mata hanya seorang wanita tua yang men- dengar jeritan dan melihat sekilas seseorang berlari meninggalkan apartemen tersebut. Ditektip poli- si Fleancy mulai sibuk, didampi- ngi ditektip Willy mereka mulai melakukan penyelidikan. Ny. Jeanne, seorang penderita penyakit jantung mendapat penje- lasan dari dokternya, bahwa apa dibutuhkannya hanyalah yang trànplasi jantung. Pencangkokan diperkirakan tidaklah sulit saat itu, tetapi untuk memperoleh jantung yang cocok dan tepat, itu lah yang sulit. Diharapkan ada donor yang meninggal mendadak dan yang organ tubuhnya sama. Suami Ny. Jeanne adalah pengusaha, kepadanya suatu ke- tika ada yang menghubungi lewat telpon yang mengatakan bahwa untuk jantung yang diperlukan istrinya, si penelpon menyanggupi menyediakannya, harganya 200.000 dollar dan harus di transfer kesalah satu bank di Swiss. Sang suami mulanya ragu. tentang ini, tetapi karena sayang pada istrinya lewat telpon itu ditanggapi. Sementara itu pembunuhan2 terjadi, korban kehilangan jantung dan polisi makin bingung. Aneh- nya setiap korban ternyata me- miliki kartu donor jantung dan cocok dengan penderita jantung yang terdaftar memerlukan trans- plasi. tawaran Berdasarkan ide dari seorang Cina tua, ditektip Fleancy ke- mudian diilhami pendapat bahwa orang tidak akan memperhatikan sesuatu karena diperdaya dengan hal yang lain. Kesimpulannya ialah, pembunuhan2 tersebut pas- ti ada kaitannya dengan kebutuh- an pencangkokan jantung. Berda- sarkan ide itulah polisi kemudian memperoleh beberapa petunjuk dan melakukan penyelidikan lebih intensif lagi. (HARDO SUKOYO). KUPON Remaja & Persoalannya Mulanya banyak pihak yang berpendapat bahwa penyanyi cilik ini sudah mengundurkan diri dari urusan tarik suara. Pendapat yang muncul di kalangan msyarakat itu tidak dapat dipersalahkan karena dari beberapa volume Vien yang sempat diedarkan ternyata kurang mendapat sambutan. Dinilai dari suaranyapun tidak terlalu komunikatif ditelinga re- kan2 sebayanya sekalipun lagu2 yang sempat dinyanyikan meru- pakan materi yang mudah di- tangkap oleh kalangan anak2. Ternyata dugaan2 itu agak meleset, karena beberapa waktu lalu pelajaran, Vien tampak, agak mundur ketika ia lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada dunia rekaman. O Djamal Mirdad Pengungsi dari Kudus Melihat gelagat ini maka segera saja sang ayah memutuskan agar ge- Vien menghentikan semua giatan bernyanyi sampai dapat mengejar ketertinggalan pelajaran- nya. Rupanya ancaman yang da- tang dari sang ayah itu diingatnya selalu dan telah berhasil menim- bulkan gairah belajarnya. Dari hasil usahanya akhirnya Vien berhasil naik kelas lima dengan angka yang rata2nya cukup menggembirakan. PENGETAHUANNYA tentang musik tak begitu dalam, tapi dia nekad ke Jakarta dan berhasrat besar untuk bisa jadi penyanyi. Keinginannya itu ternyata mena- Djamal Mirdad lahir di kota Kudus, 7 Mei 1961. Sejak kecil dia memang senang musik. Tapi ada penghalang yang mengh.c dangnya, yakni pihak keluarga tak suka kalau Djamal jadi penyanyi Orang tuanya menginginkan agar Djamal berdagang saja.Namun demikian, anak ke 9 dari 10 bersaudara ini yakin bisa terjun di plataran musik pop Indonesia. Karena itulah, dua tahun setamat- nya dari bangku SMP II Jepara, dia memberanikan diri ke Jakarta Inisiatif ini datang dari hati kecilnya, sekira pertengahan Juli '80 dia tinggalkan kota Jepara, kota yang selama ini membesar kannya. Tujuan utamanya, ber temu dengan A Riyanto. Alamat rumah A Riyanto diketahuinya lewat surat kabar dan majalah, Ke jalan Haji Jeni 10 Jakarta Selatan-lah Djamal menuju. Jam satu siang dia tiba di rumah A Riyanto, tapi musikus pop ini tak ada di tempat. Pada saat itulah ia meminta pada sang ayah agar ia diberikan kesempatan lagi untuk menemui para penggemarnya melalui re- kaman seperti beberapa tahun yang lalu. Usul ini diterima dengan senang hati oleh sang ayah sehingga untuk itu Is Haryanto telah berusaha menciptakan be- berapa lagu yang antara lain terdiri dari: "Aku dan Papa", "Siapa dia", "Hai Percuma", "Ingin terbang ke Angkasa" dan "Kasih Sayang ibu" khusus untuk dinyanyikan Vien. Disamping itu terdapat bebe- rapa lagu lainnya seperti: "Tik Tak", "Adu jempol, adu keling- king", (cipt.Joko S.) "Hari yang. indah" (Yonas), "Tepuk tangan" (Harius), "Suara Gitarku" (Rudy R). Tampaknya pada saat meng- garap volume Vien yang terbaru ini dalam benak Is Haryanto telah muncul kesadaran bahwa selama ini banyak mengalami banyak saingan diantara rekan2 penyanyi sebayanya sehingga untuk itu ia telah berusaha untuk menyajikan lagu2 yang telah dipilih dengan teliti, disamping penggarapan musiknya pun telah diatur sedemikian rupa sehingga mena- rik. Disegi lain ia telah melatih Vien dengan matang sebelum memasuki rekaman dan ternyata usahanya ini cukup menggembi- rakan hasilnya walaupun disana. sini masih terdapat keku- rangan2. Namun demikian ia yakin bahwa rekaman ini akan mencapai tujuannya karena setelah diteliti dengan cermat suara Vien telah banyak mengalami perbaikan disamping sudah sangat berku- rangnya rekaman2 dari penyanyi2 cilik sebaya Vien, yang sedang beredar. Kenyataannya memang demi- kian karena dalam volume Vien yang terbaru ini ia sudah dapat melahirkan makna dari lagu2 yang dinyanyikan belum sekalipun sempurna. Is Haryanto yang sedang sibuk mengolah rekaman ini di dapur Irama Tara menyatakan bahwa kemajuan yang diraih oleh Vien adalah berkat gemblengan Titiek Puspa yang selama ini selalu mengikut sertakan. Vien dalam setiap pementasan Operette atau show diberbagai pentas. Film produksi ke 9 PT. Tiga Sinar Mutiara, dengan judul "Melody Cinta", telah rampung seluruh shootingnya. Sutradara A. Rizal kali ini mengetengahkan drama remaja dalam versi yang dengan mengetengahkan lain, panorama indah daerah2 pari. wisata Sumatera, Jawa dan Bali. "Kali ini biayanya cukup besar, sekitar 120 juta", kata produser Syamsir Alam. Tetapi menurut dia uang bukan menjadi masalah, karena skenario A. Rizal Gemblengan itu tampak sekali hasilnya dan oleh, sebab itu saya berusaha sekuat kemampuan saya demi untuk keberhasilan volume ini" katanya dengan nada yang optimis. (Robert de Fretes). Vien (FOTO Ist). "Saya ingin dibimbing oleh Om A Riyanto, Sava ingin melanjutkan karier sava di dunia REKAMAN FILM Djamal Mirdad (FOTO MIA) "Melody Cinta" rampung Badan Koordinasi Keluarga Berencana Pusat (BKKBN), sejak 9 September 1980 yl. sibuk dengan shooting film, mengenai keluarga berencana dalam bentuk semi dokumenter dengan masa putar 40 menit. Sebuah adegan dalam film "Melody Cinta" (Foto 1st) BKKBN bikin film tentang KB Pelaksanaan pembuatan film tersebut, diserahkan kepada Ny. Yulies dari PT. Sri Agung Utama Film yang kemudian memper- cayakan kepada sutradara Armal Simanjuntak untuk penggarap- memang menuntut lokasi seperti itu. Dibuatnya film tersebut dimaksudkan juga untuk mem- perkenalkan betapa kayanya ne- geri kita dengan panorama yang indah serta kebudayaannya yang beraneka ragam. "Melody Cinta" didukung oleh Lydia Kandou, Mangara Siahaan, Sandra Ciptadi, Pong Harjatmo, Doddy Sukma, Nany Wijaya serta dua pemain dari Medan, Tatty Abdilah dan Adi Rangkuti. (HS).. Wati Angelia dan Boy Tizayoh, dua artis pendukung film semi dokumenter,'Yanti" (Foto Ist) Produksi perdana dari PT. Artisa Citra Utama Film yang dibuat dengan judul: "Buah Hati" belum lama ini telah kembali dari Hongkong. "Buah Hati "masuk dapur sensor Selama kurang lebih dua minggu film ini telah menjalani prossesing dengan mendapat pe- ngawalan dari sang produser serta sutradaranya Sophan Sophian. Film yang sebagian besar dibintangi oleh bintang 2 cilik ini telah menampilkan sebuah thema drama keluarga dengan tidak lupa mengetengahkan berbagai pro- HALAMAN IV Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1980 sampai dengan tanggal 1 November 1980 nanti akan diselenggarakan Festival Film Asean ke X. Sesuai dengan rencana FFA tersebut akan diadakan di kota Singapore, dan akan diikuti oleh hampir semua negara2 Asean. Dalam kesempatan ini Indo- nesia akan mengirimkan dua buah film cerita yang masing2 terdiri dari "Kabut Sutra Ungu" dan "Yuyun Pasien rumah sakit Jiwa". Laporan: MIA Dia tetap menunggu, sampai musik!", ini penegasan berikutnya hari gelap. Jam 20.00 WIB baru A diri Djamal. Riyanto dan keluarganya pulang. Lalu terjadi dialog antara Djamal dengan Waty isteri A Riyanto. A rik perhatian A.Riyanto. Musikus Riyanto sendiri lebih banyak kenamaan inilah yang kemudian menangani Djamal Mirdad, pen- datang baru dunia musik pop Indonesia menjelang akhir tahur. '80 ini. "Kalau dik Djamal inau tinggal disini dengan seadanya kami bersedia menerima!", tutur Waty dan A Riyanto dengan senyum- nya yang khas hanya mengangguk angguk, sebai pertanda bahwa dia sudah bersiap untuk menggarap Djamal Mirdad. bersikap diam. Mungkin dia ingin mengetahui sejauh mana hasrat besar yang ada pada diri Djamal di dunia musik. "Kabut" dan "Yuyun "ke FFAX Film "Gede Rasa" (Ge... Er) yang disutradarai oleh Nawi Ismail beberapa waktu lalu telah diberhentikan shootingnya. Tindakan yang diambil sang sutradara tersebut dianggap perlu mengingat salah seorang pemain- nya yakni Nanu Mulyono yang lebih dikenal sebagai salah seorang anggota kelompok Warkop Pram- bors harus menjalani operasi. annya. Skenario ditulis oleh sutradara film itu sendiri dan didukung oleh Wati Angella, Rd. Mochtar, Mience, Salman, Boy Tirayoh dan Ijah Bomber. Film pesanan BKKBN, yang mengisahkan tentang gadis desa yang tergiur oleh gemerlapannya kota Metropolitan Jakarta dengan judul "Yanti" itu, akan dibuat sebanyak 27 copy. Karena nantinya akan dibagikan disetiap propinsi sebanyak 1 copy. (HS). Penyakit yang datang secara mendadak mulanya telah mem- buat sang sutradara ikut kuatir. namun setelah dokter menyata- kan bahwa Nanu mengidap penyakit ginjal dan harus menja- lani operasi kecil, tampaknya semua pihak yang mempunyai blema keluarga sehingga sudah dapat dipastikan kisah ini akan mewakili masyarakat dalam men- cerminkan kehidupan sehari2. Lebih jelas dikatakan oleh sang sutradara bahwa filmnya akan mengetengahkan kasus2 sosial yang lahir oleh pengaruh lingkungan. "Ge.... er" shooting kembali Empat hari kemudian, A Riyanto men-test suaranya. Se- muala ada rasa demam hinggap pada diri Djamal bila berhadapan dengan mike dan masuk bilik studio rekaman, A Riyanto yang melihat hal itu lalu memberikan beberapa pengarahan dan sekejap kemudian rasa demam itu pun hilanglah. HATI SELEMBUT SALJU Kini film tersebut telah berada pada Badan Sensor Film untuk segera diteliti namun belum diketahui bila film tersebut akan memasuki peredaran. (R).. REKAMAN MUSIK SKMO "Topi Sarjana", "Perawan Desa". "Hati Selembut Salju", "Mama"," "Ku Sayang Sampai Mati", "Lagu Untukmu", "Cinta Yang Hitam", "Pohon Yang Rindang", "14 A". "Nusantaraku", dan "Anita"!" "Diantara sekian lagu itu, mana yang menurut anda bakal ngetop?" milih "Saya cederung untuk me- Hati Selembut Salju!" ciptaan Harry Toos. Disamping itu juga dikirim dua buah film dokumenter yakni: "Keunikan Budaya Tanah Toraja" dan "Lembah Maut Sinila". Keempat buah film tersebut adalah merupakan film 2 yang tergolong baik setelah dinilai oleh para juri FFI beberapa bulan lalu. Apakah keempat film tersebut dalam FFA ke X ini akan berhasil menempati posisi yang dapat membanggakan bangsa Indonesia disektor perfilman, baiklah kita lihat saja hasilnya nanti. (R).- hubungan kerja dengan film tersebut menjadi lega. . Rupanya penyakit yang di- derita Nanu tidak terlalu serius karena setelah menjalani operasi ia hanya diwajibkan beristirahat beberapa hari saja. Tepatnya pada tanggal 17 September yang baru lalu semua karyawan dan pemain telah mendapat panggilan lagi untuk melanjutkan pembuatan film tersebut. Seperti yang pernah diberita- kan bahwa film Gede Rasa ini dibintangi oleh kelompok War- Kop. Ita Mustafa, Rahayu Effen- di, Eddy Gombloh, Panji Anom, dan Mustafa. (R)..- A Riyanto menjelaskan, dia punya keyakinan besar, "Kare- nanya saya yakin dia akan berhasil!", kata A Riyanto tetang Djamal Murdad. Lalu dia me- nyambung, 'Mungkin ini anu- grah Tuhan untuk saya. Jarang peristiwa semacam ini terjadi, dimana dari jauh sang calon penyanyi langsung datang ke rumah saya, menunggu dari siang sampai lewat magrib!" Sebuah lagu karya Harry Toos sengaja dimasukkan A Riyanto dalam volume perdana Djamal Mirdad. Selebihnya adalah buah karya A Riyanto. Dominannya A Riyanto disini tentu saja bisa di mengerti. Dengan 90 persent lebih karya karyanya masuk dalam volume perdana Djamal, A Riyanto ingin menunjukkan kem- bali pada pihak luar bahwa dia masih mampu untuk unjuk gigi. "Bagaimana menurut anda tetang Djamal, apakah dia akan bisa berhasil menggeser penyanyi pop yang sudah ada saat ini?" "Mudah mudahan. Kalau dari Kudus lahir seorang juara bulu tangkis yang namanya Liem Swie King, Maka bukan tak mungkin lewat musik akan lahir pula nama Djamal Mirdad, juga sama sama dari Kudus!" Lantas, apa yang diinginkan Djamal saat ini dan saat yang akan datang? Ini pertanyaan yang timbul, yang kemudian dijawab Djamal; "Saya ingin jadi artis yang baik!" "Ada 12 buah lagu antara lain (MIA).- "Berapa lagu yang anda persiapkan untuk Djamal?"