Tipe: Koran
Tanggal: 1980-09-28
Halaman: 02
Konten
HALAMAN II PENGALAMAN M Seperti tahun-tahun yang lalu, setiap menjelang hari lebaran segala kendaraan umum selalu penuh. Begitu juga KA Argopuro yang kutumpangi dalam per. jalanan dari Y ke S tempo hari. Seluruh tempat duduk sudah terisi oleh penumpang, yang kira-kira sekitar 60% adalah para perantau yang berniat mudik ke kampung halaman. Apa boleh buat, ma ka setelah lelah sempoyongan ke sana ke mari tak berhasil menemukan kursi kosong, akhirnya kuputuskan untuk berdiri saja di atas sambungan gerbong. Di tempat itulah, mula-mula kujumpai dia. "Anda juga tak kebagian nomer kursi ?, begitu aku menyapanya pertama kali. Dia mengangguk. "Ya. Habis tadi belinya karcis terlambat sih.......", katanya. Ku- lihat dia membawa barang cukup banyak. Satu kopor, dua tas plastik, satu tas sekolah dan sebuah bungkusan. Segera kuduga bahwa dia termasuk salah satu di antara sekian pemudik-pemudik dalam KA ini. Dan memang benar, dugaan itu tepat. "Sendirian saja ?", tanyaku. "Ya. Sendirian saja", jawab- nya. "Kok nggak sama-sama teman atau saudaranya. Musim ken- daraan pada penuh begini ?". "Teman-teman sudah pada pulang duluan, Maunya kan dijemput kakak dua hari lagi. Tapi nggak tahu ya, tiba-tiba hari ini kok jadi kepengin cepat-cepat pulang..........", dia tersipu. "Rumahnya di mana sih ?". "Di M". Karena perkenalan itu, mem- buatku lantas merasa mempunyai kewajiban untuk tidak membiar- kan dia terus dalam keadaan seperti itu. Kasihan juga, seorang gadis (dan cantik lagi !) dengan bawaan yang begitu banyak harus berdiri selama berjam-jam.Melalui suatu diplomasi dengan dua orang penjual kue, akhirnya kudapatkan juga tempat duduk itu. Segera kuajak dia kesana. Kutolong dia mengangkuti barang-barangnya sampai ke kursi. Dari pengakuannya, kuketahui bahwa dia seorang mahasiswi 9020 Sebuah imaginasi yang dirang- kum dalam sebuah karya sastra, memang bukanlah sebuah tulisan kosong yang tanpa ber kecende- rungan terhadap sesuatu masalah. Melainkan sebuah pengamatan langsung terhadap hakekat dan makna kehidupan yang dapat dipetik. Misalnya orang menulis novel, puisi, cerpen, dan esei. Apakah mungkin ia menciptakan hal tersebut tanpa mengambil obyek pemfokusan? Saya kira tidak mungkin. Sebab karya sastra lahir dari hasil: pengamatan-peng- amatan, tendens-tendens tertentu, atau penjelajahan kreatifitas kita. Menggeluti sebuah karya sastra memang bukanlah suatu pekerja- an yang dengan begitu saja dapat diraih. Kita harus memendam apresiasi terlebih dahulu terhadap- nya, kemudian menjiwai, apakah karya sastra itu? Kita jadi teringat terhadap cemoohan klyse yang dilontarkan oleh sebagian orang, bahwa sia-sialah orang yang hidup dalam lingkungannya (baca: orang sastra). Sebab menurut mereka, ilmu sastra tak dapat diambil manfaatnya. Dimana mereka memandang dari sudut materiil. Tentu saja kitapun merasa maklum. Sastra memang bukanlah semata-mata menuntut hal yang mereka maksudkan (materül), melainkan menuntut adanya ketenangan batin dan menambah perbendaharaan roha ni didalamnya. Maka itulah, tak semua orang mau mengerti apa itu sastra. Kini dengan adanya segala fasilitas, sastrawan-sastrawan pun Tanya. Saya seorang gadis 19 tahun. Pernah putus cinta satu kali. Saat ini di desa saya ada mahasiswa yang sedang butsi Perkenalan kami lama kelamaan menjadi erat. Saya merasa tertarik tetapi karena sebentar lagi dia akan kembali ke kotanya, saya bingung mengha- dapinya Walaupun tidak ada pernyataan lisan, tetapi melihat gerak geriknya saya tahu diapun tertarik pada saya Pertanyaan saya adalah apakah betul-betul dia mengharapkan saya? Apakah setelah jauh dia akan ingat pada saya dan apakah saya harus setia padanya! Bagaimana sikap saya agar dia mengetahui perasaan saya! Dan bagaimana caranya agar dia tidak mempermainkan saya, karena saya tidak mau putus cinta kedua kalinya? (Tisa, Waduhreja). * pada sebuah Perguruan Tinggi terkenal di Y. Sekandang dengan- ku, cuma beda fakultas. Hal itu dikisahkan secara panjang-lebar, meski tanpa itupun orang toh akan tahu juga kalau dia seorang mahasiswi, dari jaket almamater "Sang Mahasiswi Remaja KEBERANIAN dia berpikir bahwa aku seorang penganggur ?. Di stasiun N, si ga dis mengemasi barang-barangnya. Di- bantu oleh si pemuda, keduanya kemudian meninggalkan tempat kami. Mungkin mau pindah Jawab Karena kau tidak mau disakiti hatimu untuk kedua kalinya, maka sudah seharusnya kali ini kau ber-hati-hati. Baik sekali bahwa kau ragu-ragu akan perasa- annya dan tidak cepat-cepat mencurahkan perasaanmu sepe- nuhnya. Bisa saja mahasiswa itu tertarik padamu hanya karena dia berada di suatu tempat yang baru dan asing, dan jauh dari keramaian kota. Suasana di desa cukup romantis, bukan? Tetapi setelah dia tidak lagi berada di tempat itu, mungkin saja perasaan itu menghilang dan yang tinggal hanya kenangan manis. Sikap yang paling baik adalah kau tidak Karya:Priyatmanto Ade yang dikenakannya itu. Ketika kuminta, dia menulis identitasnya pa da koran Pos Kota Minggu yang kubawa : L, JI. TKS No. 48..... ******* "Kalau cari aku di Y, datang saja ke pondokan. Itu lho, di belakang studio RAM agak ke kiri *********** katanya. Aku cuma mengangguk mengiyakan. Kurasa dia begitu asyik berkisah tentang dirinya sendiri, sehingga sudah tak ingat lagi apakah perlu mengetahui identitasku juga atau tidak. Dan kupikir, aku tak pantas menunjukkannya tanpa diminta. Sampai suatu ketika dia mungkin teringat : "Oh ya, situ kuliah di mana sih? Atau barang kali sudah kerja ?", tanyanya. Entah kenapa, aku jadi segan untuk berterus-terang. Dan kujawab pertanyaan itu dengan : "Aku tidak kuliah kok. Juga tidak kerja". "Ah masa. Lantas ?" "Ya begini ini. Ngang. gur............ PO..... kukira tadi disitu mahasiswa. Habis tongkrongannya meyakin kan benar........., katanya setengah tertawa. Ketika itu aku tidak sempat berpikir, apakah tawa itu bernada lain atau tidak. Dan tidak juga berpikir, apakah dia kecewa, atau bagaimana. Tetapi suatu perubahan telah terjadi tanpa kusadari. Gadis itu tidak banyak bercerita lagi. Tidak seperti sebelumnya, kini dia hanya duduk diam. Mula-mula kukira dia cuma lelah bicara. Ternyata tidak. Tanpa sepengetahuanku tiba-tiba dia sudah terlibat dalam sebuah perbincangan yang asyik dengan seorang pemuda. Apresiasi Remaja Thd Sastra seharusnya merasa bersukur, se- bab di berbagai macam mass media telah menyediakan ajang pengembangan terhadapnya. Yang terasa lebih menonjol adalah apresiasi anak muda terhadap dunia sastra. Para remaja telah berani menebarkan kreatifitasnya dalam suatu kancah penciptaan. Cerpen-cerpen remaja, puisi serta artikel-artikel lain yang dibuat dan diperuntukkan remaja sangat banyak kita dapati. Dan berarti pula bahwa kehidupan sastra remaja telah tumbuh menurut alamnya. Tinggal bagaimana iklim masyarakat terhadap kelangsung- annya. Ada juga sekelompok individu yang begitu pesimis terhadap perkembangan sastra remaja dewasa ini, sebab seolah- olah dengan kelahiran karya-karya literer remaja seperti novel-novel pop dituduh telah merusak susunan sastra yang telah mapan. Kreatifitas anak muda terhadap sastra seolah-olah disudutkan. Sebagaimana kelahiran musik dangdut di arena pop. Tapi apa buktinya? Masyarakat telah ter- tambat hati padanya. Masyarakat mau mengulurkan kehadiran kar- ya cipta remaja sebagai karya reformer (karya pembaharuan). Okeylah, andai kau ingin mencipta sebuah puisi, apakah kau harus menunggu terlebih dahulu kesempatan baik yang lepas dari cemoohan-cemoohan dari pihak yang fanatik terhadap sastra? Apakah kau tidak lebih baik langsung mengambil kertas dan mencoret kan pena menjadi sebait puisi, sejauh mana kau Entah dari mana pemuda tersebut datang. Mungkin dia teman sefakultas gadis itu, menilik jaket yang sama. Tetapi mungkin juga tidak. Yang kutahu hanyalah bahwa mereka bicara tentang tetek-bengek kampus. Si gadis di kursi, sedang si pemuda betah saja berdiri sambil bergelantungan di doorlop KA. Remaja&Persoalannya Asuhan: Ibu Lies Lama sekali kutunggu mereka bercakap-cakap, tetapi tak se- orangpun juga yang sempat menegurku. Sialan, pikirku. Ba- rangkali mereka menganggapku sebagai orang tolol. Sehingga tak ada perlunya untuk mengikut sertakan dalam percakapan. Per- kiraanku ini memperoleh ke- pastian, karena gadis itu tampak jauh sekali berubah sikap. Apakah segera mempercayainya. Kau bisa lebih mengetahui perasaannya setelah dia tidak lagi di desamu. Selama ini sebaiknya kau tidak berharap apa-apa dan jangan dulu dibuai oleh peristiwa-peristiwa indah yang kau alami. Tenangkan saja pikiranmu dan jangan dipe- nuhi kecemasan-kecemasan yang hanya akan mengganggu pelajar- anmu. Berpikirlah secara realistis dan praktis: "kalau memang jodoh dia pasti akan kembali padamu". Nah, Tisa, mudah-mudahan kau bisa menahan perasaanmu agar tidak terlalu tertarik pada si mahasiswa itu, dan tulislah surat lagi bila persoalanmu belum selesai. Tanya Saya seorang pemuda berusia 20 tahun dan belajar di suatu perguruan tinggi. Saya mengenal seorang gadis Minang setahun yang lalu. Saya mencintai dia, tetapi dia sendiri masih meragu- kan perasaan saya dan memberi han alasan bahwa dia lebih tua 7 bulan dari saya dan dia khawatir setelah saya lulus saya akan dijodohkan oleh orang tua saya. Saya ingin sekali meyakinkannya tetapi saya tidak tahu bagaimana. Mohon saran ibu. (Bambang, Lampung). Jawab: Kekhawatiran teman wanitamu bahwa setelah lulus kau akan dijodohkan oleh orang tuamu memang cukup beralasan, karena tentunya dia melihat kejadian seperti itu sering terjadi di daerah Lihat halaman III kolom 1 tempat. Tanpa bilang apa-apa mereka pergi begitu saja. Tidak kepadaku, tidak juga kepada orang-orang di situ. Aku cuma bisa menghela napas panjang- panjang. Mendongkol. Dan juga tentu saja, sedikit patah hati !. Sambil menyandarkan pung- gung di kursi seorang diri, aku bergumam dalam hati: Kasihan, mereka mengidap superiority complex begitu parah! Bagai- manakah jadinya nasib orang- orang terlantar, jika semua orang yang punya kesempatan untuk ber kedudukan tinggi dan ilmu cukup mengidap pengetahuan. penyakit demikian? Sang Ma- hasiswi itulah salah satu contoh- nya. Rasa manusiawi telah dikorbankan hanya untuk suatu perbedaan. Perbedaan antara na- sib baik dengan nasib buruk. Lantas apa dayaku, jika aku hanyalah seorang penganggur ?.- Catatan kecil pada sebuah perjalanan bulan Juli 1980 yang lalu mempunyai imajinasi dan gambar- an batin menuju sebuah materi penciptaan? Cobalah. APRESIASI SASTRA REMAJA DAN LANGKAH LANJUTNYA: Keberanian, andai saja dihadir- kan atau direalisir dalam-sebuah tindak acap kali akan membawa nilai yang positip, tetapi juga kita akan mendapatkan hal yang tidak diinginkan.Sebelum beranjak da- harus lebih lam tugas kita introspeksi dulu. Cara ini penting mengingat kadang kita meng- yang dilemma, hadapi temui sering kita katakanlah dalam kehidupan. Selain itu juga konfirmasi dan berpikir secara usaha matang bagaimanakah memperkecil risiko yang bakal kita alami,. Sebab, risiko kadang buntutnya mengantarkan kita menjadi malu dan memperkecil nilai harga diri di mata orang lain. suatu Dalam menjalani hidup baik semasa kanak-kanak, remaja atau semasa tua secara pasti manusia akan menghadapi tugas, kendati cuma sekalipun. Tapi saya kira saat manusia hampir setiap dituntut untuk melakukan tugas. Datangnya tugas ini bakanlah dari kebutuhan-pribadi melulu, akan tetapi bisa juga berasal dari orang lain. Orang lain yang tidak bisa mengerjakan tugas sendiri, me- mang bukan suatu kejanggalan kalau ia minta bantuan kepada kita. Bukankah hidup ini harus gotong-royong? Nah, cara kerja yang demikian ini mau tidak mau kita harus berpartisipasi kalau tidak mau dicap manusia yang 'aneh'. Terlebih-lebih bagi masya- Jangan BIMBShg & FELL Ingin menjadi seorang penulis yang baik haruslah melalui berbagai rintangan-rintangan ter- lebih dahulu. Sebab rintangan yang demikian itu merupakan satu pengalaman yang menyebab- kan kita menjadi lebih dewasa. Terutama dalam bersastra, kita cukup menanam lebih dahulu. keyakinan bahwa sastra merupa- kan ilmu yang bukan sekedar ilmu santai. Menjadi sastrawan berarti juga harus siap untuk menjadi seniman; dan seniman haruslah tahan diguncang derita. (Dan orang dapat dikatakan keseniman- annya melalui daya laku pencipta- annya). "Bagaimana tindak lanjut kita sebagai remaja terhadap sastra?" Demikian sebuah pertanyaan yang cukup sederhana, namun haruslah merupakan suatu problema yang butuh pemecahan. Sastra yang ruang lingkupnya dilandasi oleh daya rancang pemikiran, harus berbobot. Maka dalam berbagai penciptaan, sastrawan-sastrawan muda harus selektif memilih sudut-sudut hidup yang bakal dituangkan ke dalam karya tulis- nya. Tentang mutu; baik kita pasrahkan saja nanti kepada kritikus (yang berperan sebagai kritikus disini adalah pembaca). Yang penting kita harus menanam kan rasa "berani" terlebih dahulu, dalam arti kita berani mulai melangkah dengan disertai tang- gung jawab yang setimpal. Disamping masalah yang ter- sebut diatas (yang lebih bersifat menunjang terhadap dorongan diri sendiri), maka akan lebih baik seandainya bekerja berkelompok. Penulis-penulis muda paling tidak harus menantang jerih payah untuk sebulan sekali menyeleng- garakan diskusi diskusi, memba- has karya-karya sastra orang lain maupun diri sendiri. Kemudian melangkah lagi setapak: mencoba menerbitkan sebuah antalogi puisi, secara bersama-sama, dan memper bincangkannya. Niscaya segala jerih payah itu tak pernah sia-sia. Pasti akan lahir suatu titik temu yang bersahabat. Handry tm SEMARANG'80 Menurut saya; remaja yang notabene masih mempunyai daya jangkau dan pemikiran luas, harus mampu mengedepankan diri. Mampu membuktikan bahwa ia adalah pilar-pilar generasi sastra yang kokoh, Buktikan bahwa ia tidak perusak suasana, melainkan pelestari demi mencipta keabadi- an nuansa sastra selanjutnya. Kalau pada tahun pergolakan (tahun angkatan '45) Indonesia memiliki Chairil Anwar, maka untuk dekadensi selanjutnya ba- kal muncul juga Chairil Anwar- Chairil Anwar yang lebih jalang. Kalau Indonesia pada masa peralihan telah muncul sebuah roman "ATHEIS", maka untuk kurun waktu mendatang bakal muncul Roman-roman (yang bu- kan sekedar) "picisan". Tapi itu tergantung terhadap tatanan pikiran generasi selanjut. nya, termasuk aku dan kau. Tapi baiklah kita tak usah terlalu berbelit, asal kita masih punya jiwa sastra yang kita peluk kelewat teguh. Nah! semua ORFF.. JANJI-JANJI YANG KU UCAPKAN JANGAN BIMBANG DAN RAGUKAN SETAHUN ENGKAU MENANTI AKU TAK KAN MENGINGKARI Botharia Sonatha Sman. PACITAN-80 KIR JOKO Sudibyo. III PA4 athu rakat desa yang kesohor keru- kunannya, kehadiran seseorang dalam suatu kerja bersama, seperti kerja bakti, rembug desa, punya kerja dan sebagainya amatlah nampak sekaligus berpengaruh. Masih berkaitan dengan ini peranan kaum remaja juga mendominasi. Mereka tidak boleh. diabaikan. Bukan merupakan peristiwa baru kalau tenaga kita amat dibutuhkan. Kepercayaan ini harus dirawat baik-baik. Kaum "pini sepuh" sudah mempercayai kita ini memang wajar. Mereka telah mengakui kalau kaum remaja dirasa sudah bisa berpikir dewasa disamping kekuatan phisik yang boleh diandalkan. Bukankah anda pernah mendengar kata- kata :pemuda itu tulang punggung negara? Makna kalimat ini tidak begitu banyak berbeda apabila diartikan bahwa diri kita mem- punyai tenaga yang kuat-kuat. Dengan demikian untuk menun- jukkan predikat ini, diri kita jangan sampai canggung atau ragu apabila tenaga kita dimanfaatkan oleh, masyarakat. Dan keuntungan. yang kita peroleh selanjutnya adalah kepercayaan yang makin menebal, disamping harga diri kita yang ternyata juga merupakan unsur penunjang kesuksesan. Atau lebih tegasnya bukan penghambat kemajuan! Eksistensi sayangkan SETIAP HARI AKU MENUNGGU KEPASTIAN DARIMU, DARIMU SAYANG JANGAN BIMBANG DAN JANGAN RAGU AKAN DIRIKU SELALU UNTUKMU Puisi Remaja "DILEMA" *untuk hamba ALLAH yang diciptakan jadi musuhku* Kata-kata apalagi yang mestinya kuucapkan kepadamu? Seharusnya saat itu aku membunuh dendam dan curiga yang tersandar di kening ku ini tetapi syetan mana yang tiba-tiba menjebakku kembali dalam peperangan batin? Semestinya aku menerima saja apa yang dikatakan matahari te tapi aku menggeleng dan menolak sebab aku takut, pertentangan yang tinggal perang dingin ini akan menjadi panas kembali oleh perlucu tan sinar matahari Kemarin matahari menyodorkan diri dengan sinar paginya yang hangat di ubun-ubunku katanya, 'aku ingin jadi penengah dalam persoalan ini seperti yang kini tengah kulakukan sendiri sebagai pemisah antara siang dan malam' MAG di- patut yang perlu digaris dan "TELAH KUBUNUH MUSUH DARI MUSUHMU" Seharian bertempur di kamp kekhafiran tanpa senjata api dan arteleri telah menyiksa diri dari jiwa rohani Kemudian kukabarkan kepada seluruh bumi dan langit kemenangan telah kuperoleh secara gemilang kemenangan telah kuperoleh dengan cemerlang Kemudian kukabarkan kepada seluruh bumi dan langit syetan-syetan telah terbunuh dari ujung belatiMu syetan-syetan tetelah mati di tanganku atas kehendakMu Kini sinar mentari dan cahaya rembulan adalah saksi atas kemenanganku atas kekuatanMu, keagunganMu dan kesederhanaanMu. Bangsaku maha besar menghargai pahlawan-pahlawan bang sa gugur dalam gigih berjuang tapi.... janganlah generasiku menganggur jangan mau dikatakan generasi santai jangan mau dininabobokan politik Pandanglah alam nusantara indah betapa agung dan mulai Pancasila tetangga dunia mengincar tapi.............. bangsa kita sendiri mau menghancurkan menggusur, merobeknya PADMANABA, 5 JULI 1980 NILAI-NILAI PANCASILA. Wahai generasi ku sadarlah! perbuatan itu harus kita kikis habis Sembilan belas enam lima tergilaslah biang keladi Pancasila dengan rahmat Allah amanlah! PADMANABA, 4 JULI 1980 TULISAN HANAN WIHASTO SMA NEGERI III PADMANABA JL. YOS SUDARSO 7 YOGYAKARTA Mengerti dan dalamilah laksanakan jiwa Pancasila kokohkan nilai-nilai luhur RO: BOCAH-BOCAH GADING PUTRA Pancasila berkobar tak tergoyahkan pahlawan kita yang tiada, kita kenangkan generasi yang baru muncul, kita kembangkan goncangan dalam segala bentuk, kita selesaikan kesatuan dan persatuan bangsa akan teratasi Pemalang, September 1980 Oleh:Ninuk Wijayanti JL Hanilo No. 24 Pemalang Jawa Tengah. bawahi adalah apabila tidak adanya potensi untuk melakukan tugas tersebut. Ini sengaja saya paparkan, lantaran realita buruk demikian masih mewarnai orang kita kendati pun cuma sebagian. KEMBALI kepada masalah keberanian, dalam menjalankan tugas, orang sering dihadang oleh keragu-raguan. Kalau belum ada suatu persiapan, ini memang lumrah. Tetapi akan menjadi tidak baik: keraguan-keraguan yang disebabkan cuma karena perasaan yang diombang-ambing- kan oleh ketakutan. Mereka takut oleh kesalahan yang menimpa nanti. Berangkat dari sini orang sering mengelak dari tugas dan berusaha mencari alasan bagai- mana agar tugas itu tidak jadi dibebankan dan pindah ke orang lain. Jelas, ini suatu sikap yang tidak terpuji! Kenapa? Jika kita mau menghayati kehidupan ini secara intens, hidup ini ibarat suatu medan tempat kita berlatih. Kalau dipikir lebih jauh kita diminta untuk tidak cepat berbangga diri atau terlalu bombas. Orang kenyataannya sering menjauhi tugas dengan alasan yang membawa kesan; seolah-olah ia berlagak sudah bisa, sudah bukan masanya lagi ber- tugas kayak itu, anak priyayi besar, dan sebagainya dan sebagai- nya. Menyakitkan hati bagi yang menyuruh. Bagaimana pun dalam keru- kunan atau hidup bermasyarakat soal status sosial, kelebihan, dan sejenisnya kalau bisa jangan sampai dibanggakan. Kelebihan ini tidak pantas sebagai sarana untuk menghindari tugas. Bagai- mana pun keadaannya kita wajib berlatih. Sebab, suatu saat tanpa mengenal waktu dan tempat kita pasti akan menjalani tugas. Bagaimana kalau mau kelihatan luwes tanpa berlatih lebih dulu? Di sinilah orang baru mulai sadar! Memang solidaritas sosial da- lam kehidupan amat penting. Kita AUSTRALIA were d PERANGKO2 BARU STRAS Kodam I Kodam II Kodam III Kodam IV 22: Kodam V Kodam VI Kodam VII Kodam VIII Kodam IX Kodam X Kodam XI WEEK 200 Kodam XII Kodam XIII Kodam XIV ANDA Kodam XV Kodam XVI Kodam XVII bisa saja dibenci atau bahkan terisolir dari pergaulan karena sikap yang tidak lumrah, egois dan sok pandai. Maka kekompa- kan dan rasa setia kawan tidak boleh kita remehkan. Dalam tugas tertentu memang kadang men- jajagi manusia apakah ia punya keberanian tampil, keberanian bekerja kasar, keberanian menang- galkan status sosial untuk semen- tara, dan keberanian menanggung risiko. Kalau tidak, barangkali kita akan tercampak! tidak berarti. Dari uraian di atas sudah jelas kalau dalam hidup ini keberanian amat diperlukan. Tidak terbatas cuma soal tugas saja. Jauh lebih. dari itu untuk menjadi manusia yang kaya kreativitas dan pro- duktiv, keberanian merupakan sarana yang urgen untuk merea- lisir kreativitas dan keproduktivan kita. Sifat ragu-ragu, takut kalau salah, takut ditimpa risiko haruslah dibuang jauh-jauh. Harus dimaklumi bahwa sifat-sifat ter- sebut tidak lebih cuma meng- hambat kesuksesan kita. Untuk lebih meyakinkan, kita tengok saja pepatah: Tidak ada pekerjaan yang tidak membawa risiko. Nah, berangkat dari sini kita wajib merenung bahwasanya semua pekerjaan ada risikonya. : Jaya : Siliwangi : Diponegoro Orang memanjat, ia bisa jatuh. Orang naik sepeda, ia bisa menabrak. Orang menyulut lam- ia pu, bisa terbakar dan sebagainya. Jelas sudah semua pekerjaan yang kita lakukan pasti mengandung risiko. Bahkan pe- kerjaan enak seperti makan soto atau pacaran juga tidak terlepas dari risiko. Berbagai risiko atau akibat buruk inilah yang meng- hadirkan keraguan, sehingga orang sering punya rasa takut. Disinilah, kita berusaha memperkecil risiko! Orang yang takut biasanya adalah orang-orang yang tidak berhasil. Ia sering tidak percaya pada diri sendiri karena ketakutan yang menyelimuti. Ingin usaha ini ia takut, usaha itu ia takut sehingga tidak ada usaha satupun yang ditempuh. Lebih kronis ia akan menjadi patung hidup yang diombang-ambingkan perasaannya sendiri. Setiap mau menjalankan tugas, ia sering lebih dulu disergap Lihat halaman III kolom 3 Pada tanggal 29 September 1980 mendatang, dinas Pos Australia akan mengedarkan satu seri perangko baru. Adapun perangko2 tersebut terdiri dari lima motif dengan nilai nominal 22c. Perangko yang berukuran 26mmx 37.5mm ini dirancang oleh Bruce Weather head dari Melbourne. Adapun kertas untuk perangko ini mempergunakan kertas jenis "Litho Chromo" dan dicetak pada percetakan Asher and Co, Melbourne dengan proses pencetakan "photolithography". Perangko seri baru ini berisi 100 perangko setiap shet/keping, dengan tata warna yang cukup menarik, yaitu empat warna terdiri dari warna merah, kuning, hijau muda dan hitam dengan warna dasar putih mengkilap. Bagi pembaca SKM yang berminat untuk memesan perangko seri baru dari Australia ini dapat menghubungi alamat berikut ini; Philatelic Bureau, GPO Box 9988, Melbourne, Vic, 3001. Australia. DARI WESTERN SAMOA Dinas Pos Samoa telah mengeluarkan perangko baru seri "Satelit", perangko ini diterbitkan pada tanggal 26 Agustus 1980. Perangko2 tersebut terdiri dari empat macam dengan nilai nominal masing2 12 s, 14 s, dan 50 s. Perangko yang berukuran 41.4mm x 28mm ini dicetak dan dirancang pada percetakan Helio Courvoiseier S.A. Switzerland dengan proses "photogravure" dan memperguna- kan kertas jenis Official white paper. Perlu pula pembaca ketahui, bahwa perangko ini berukuran perforasi 113/4 x 111/4, juga selain itu diterbitkan pula First Day Cover (Sampul Hari Pertama) dengan harga $A1.15 per buah. Bagi yang berminat silahkan hubungi alamatnya berikut ini; Philatelic Bureau, Chief Post Office, Apia, Western Samoa. (JUNAEDY BUNGLAY), 22 AUSTRAL Nama2Komando Daerah Militer : Iskandar Muda di Propinsi Aceh Utara. : Bukit Barisan di Propinsi Sumatera Barat. : 17 Agustus : Sriwijaya Pattimura 22: AUSTRALIA www. di Propinsi Sumatera Barat & Riau di Propinsi Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung. : Brawijaya di Propinsi Jawa Timur : Mulawarman di Propinsi Kalimantan Timur Lambung Mangkurat di Propinsi Kal Sel : Tambun Bungal di Kalimantan Tengah 22c di Propinsi Jakarta Raya di Propinsi Jawa Barat, di Propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, : Tanjungpura di Propinsi Kalimantan Barat, : Merdeka di Propinsi Sulawesi Utara, : Hasanuddin : Udayana : Cendrawasih di Propinsi Irian Jaya di Propinsi Sulawesi Selatan&Sula- wesi Tenggara, di Propinsi Maluku di Propinsi Bali, NTB,&NTT. Totok Waluyo d/a Kantor PDAM Madiun Jal, Sulawesi No. 18 MADIUN, : LUKISAN JENDERAL A. YANI KARYA: Enung Nurul Haq MINGGU, 28 SEPTEMBER 1980 Bingkisan Buat Remaja: Korespondensi . kompak Buat Mas Warno diu BODEH COMAL PML . di SD HERMUDIAN TO GUBUG SELATAN Dalam eksistensinya, manusia dituntut untuk menjadi makhluk sosial. Yakni sekelompok makhluk yang saling berhubungan satu sama lain. Adam dan Eva dipaksa untuk saling berhubungan setelah mereka diturunkan secara terpisah di tengah hutan. Sekarang, di mana peradaban manusia berkembang sedemikian modern. Pun mereka dituntut untuk saling berhubungan. Pada kenyataannya manusia tidak dapat hidup secara individu (baca: menyendiri). Manusia tidak dapat hidup sempurna tanpa bantuan orang lain, mengapa demikian? Hidup selalu menuntut hajat Baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rokhani Hajat dan kebutuhan seseorang baik secara bertahab maupun secara keseluruhan harus dipenuhi 'Kesemuanya itu bersangkut paut dengan orang lain. Secara jujur kita akan mengakui bahwa keberadaan orang lain mutlak kita perlukan. Sudah menjadi qudrat manusia, bahwa kita selalu diliputi serba kekurangan, kelemahan dan ketidak sempurnaan. Terdorong untuk menutup kekurangan dan kelemahan yang ada pada dirinya, maka manusia saling mendekatan diri satu sama lain, untuk menuntut pertolongan dan bantuan sesamanya. Hal inilah yang mendorong manusia untuk berkomunikasi. . Forum kumunikasi bermacam aneka bentuknya, ada yang berupa dialog dialog langsung maupun melalui perantaraan benda/orang lain, ada pula yang melalui lembaran media masa dll Faktor faktor yang mendorong adanya kumunikasi adalah sebagai berikut: Faktor hajat dan adanya tuntutan' akan keperluan hidup, faktor kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri manu dan faktor hasrat untuk hidup lebih baik dan sempurna Menilik ke tiga aspek di atas maka keharusan untuk berkomunikasi adalah mutlak Dengan demikian komunikas lahir sejak manusia berada di dunia. Kita tidak tahu bagaimana Adam dan Hawa saling berkomunikasi untuk yang pertama kali. Bahasa tutur adalah sarana komunikasi yang paling utamd Namun bahasa tu tur tidak memungkinkan untuk berkomunikasi jarak jauh. Kita tahu ada televisi, radio, tilpon dan alat alat komunikasi modern lainnya yang memungkinkan untuk komunikasi jarak jauh. Namun hal itu terlalu mahal dan kurang bebas dalam mencurahkan isi had masing-masing. Sarana yang dapat bergerak bebas dan memungkinkan untuk berkomunikasi jarak jauh adalah SURAT. Dengan surat kita bebas mencurahkan isi hati yang akan kita tujukan kepada siapa pun, kapan pun dan di mana pun mereka berada Apa pun yang hendak kita tuturkan kepada orang lain, surat bersedia mengantarkan maksud kita kepada orang lain. Tidak jarang kita jumpai seseorang yang jika sudah berhadapan dengan lawan komunikasinya, dia bung kam seribu bahasa, tidak kuasa mencurah kan isi hati yang sebelumnya sudah tersusun rapi, dia kelihatan kaku. Ini tidak jarang kita jumpai dalam lingkungan pergaulan kita. Agar hal ini tidak terjadi sarana surat (baca: korespondensi) adalah lebih efektif. Pengalaman penulis sendiri telah membuktikan bahwa penulis berhasil menyelami hati dan perasaan seorang yang gagu (sukar sekali untuk berkomunika penulis yang dimaksud adalah lulusan sekolah "luar biasa" di Wonosobo. Seseorang yang ingin menjalin persahabatan di mana dia belum mengenal satu sama lain, apalagi orang yang kita maksud jauh dari kita. Katakanlah dia berlainan daerah atau Negara. Hal tersebut tidak mungkin akan kita lakukan kecuali memakai sarana surat Banyak sekali nilai nilai positip yang dapat kita petik dari forum komunika ini. Kita dapat mengetahui keadaan daerah dan negara- negara yang berada di jauh dari kita. Dan yang terlebih prinsipil kita dituntut untuk terbiasa mengarang. Dalam hal ini kita tidak asal mengarang, melainkan kita diajak untuk memuat isi yang baik, bahasa yang indah dan komunikatif serta redaksinya yang rapi Ruang lingkup korespondensi yang luas, bebas dan ekonomis merupakan sarana untuk menjalin persahabatan dengan siapa pun dan di mana pun. Unsur-unsur yang harus kita penuhi dalam korespondensi antara lain adalah penyesuaian diri antara kedua belah pihak, saling tenggang rasa, bersikap terus terang, jujur, tidak ada rasa syak wasangka satu sama lainnya Unsur yang tidak kalah penting adalah saling menepati janji yang telah diikrarkan bersama Pada hakekatnya manusia yang satu dengan lainnya adalah bersaudara. "Dan sesungguhnya di antara kalian adalah bersaudaramaka binalah dengan baik ikatan persaudaraanmu itu" (qur'an). Sisdiono Ahmad (Jln. Kol Sudiarto I/12 TEGAL-Jateng) UMUR ALAMAT: d/a Kant, Kecamatan Cineam Kewedan- an Manonjaya, Kab. Tasik Malaya Jabar. Mutiara Remaja Bila anda berputus asa sama saja anda dengan seekor burung yang kedua sayapnya patah. Janganlah membuang waktu satu detik saja untuk memikir orang yang tidak anda senangi. (Ensenhower). Kalau anda tua dan terhormat, anda harus bijaksana. (Shakespeare). Lidah orang malas tidak pernah malas, (Fuller). Kemelaratan yang sangat dan kekayaan yang sangat tidak mempan akal sehat. (Fielding). Kita sering menyombongkan diri bahwa kita tak pernah merasa jemu, tetapi kita terlalu congkak untuk menginsyafi betapa sering kita menjemukan orang lain. (La Rochefoucould). *Alasan kust yang menghasilkan tindakan yang tegas. (Shakespeare). JATIROSOM Bode LUKISAN POTRET TOKOH 30 Belakang Kantor Pos Kec. Tempeh. Kab Lumajang. : SMPN Tempeh. PEND. LUKISAN LETJEN M.T. HARYONO KARYA Sugeng Pambudi UMUR : 19 tahun ALAMAT: Gub. Jaya 7/3 Surabaya PEND. : SMA Sos Tri Tunggal I PEND. : Kepada rekan-rekan remaja yang memiliki bakat melukis, Remaja Suara Karya Minggu ingin mengajak rekan-rekan untuk mengembangkan dan menyalurkan bakat tersebut dengan menyediakan ruang khusus "Lukisan Potret Tokoh" Rekan-rekan remaja dapat mengirimkan Lukisan Potret Tokoh ke Redaksi Remaja SKM dengan syarat lukisan itu haruslah potret diri dari seorang tokoh atau orang yang dikenal dalam masyarakat, apakah ia seorang Kepala Negara, Politikus, Artis, Seniman. Lebih diutamakan lukisan yang dibuat dalam ekspresi/action. Lukisan di atas kertas pulih ukuran 15X20 cm dengan tinta cina, pinsil konte atau rapido. Alamatkan ke Redaksi Remaja Suara Karya Minggu, Jalan Bangha 11/3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan atau Tromolpos 3408 Jkt. Jangan lupa sertakan data2 diri pengirim dengan jelas yaitu: Nama Umur, Pendidikan, Alamat, Setiap lukisan yang dimuat menjadi milik Redaksi dan bagi yang dimuat akan diberl honor pantas. Selamat melukiel Koleksi Tavip BP Jakarta Selatan,- LUKISAN: MAYJEN SOEPRAPTO KARYA Bambang Supriyadi UMUR 14 tahun ALAMAT: lavo ammai adso
