Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-04-21
Halaman: 06

Konten


2cm HALAMAN 6 Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Isu Devaluasi dan Ketahanan Ekonomi Kita BELAKANGAN ini isu devaluasi muncul lagi ke permukaan. Selama tujuh tahun sejak devaluasi ter- akhir tanggal 12 September 1986, devaluasi mata uang rupiah tidak pernah terjadi, sekalipun isu deva- luasi muncul hampir setiap tahun. Devaluasi umumnya dilakukan apabila cadangan devisa negara menipis dan tidak cukup untuk me- menuhi keperluan impor selama tiga bulan berturut- turut. Dengan devaluasi, diharapkan ekspor me- ningkat dan devisa negara bertambah. Devaluasi adalah kebijakan pemerintah yang ter- golong expenditure switching, yaitu kebijakan yang dapat mengubah harga relatif melalui peningkatan kurs. Meningkatnya kurs (harga mata uang asing, misalnya dolar AS) dibandingkan mata uang rupiah diharapkan merangsang importir luar negeri untuk membeli barang ekspor kita, sebab dengan deva- luasi harga barang ekspor kita akan lebih murah se- cara relatif. Artinya, nilai tukar rupiah kita menurun, sebab dengan dolar yang sama, mereka bisa men- dapatkan jumlah barang yang lebih banyak. Menurut informasi, cadangan devisa Indonesia sekarang ini 12,5 milyar dolar AS, dan itu cukup un- tuk membiayai impor selama lima bulan secara berturut-turut. Berdasarkan kondisi ini sebetulnya ti- dak perlu ada kekhawatiran akan adanya kebijakan devaluasi. Namun devaluasi dapat saja terjadi secara ter- paksa, karena sengaja dirangsang masyarakat. Ge- jala rush terhadap dolar AS misalnya, bisa mengaki- batkan devaluasi rupiah. Apabila masyarakat berbondong-bondong memborong dolar AS tentu saja cadangan devisa dengan cepat menipis. Untuk mencegahnya, pemerintah dengan terpaksa dapat mengambil tindakan devaluasi. Isu-isu mengenai kemungkinan devaluasi yang menyebar luas tanpa terkendalikan termasuk salah satu faktor yang menyebabkan terpaksanya diambil tindakan devaluasi tersebut. Sejak 12 September 1986 (devaluasi rupiah sebesar 45 persen), belum pernah lagi ada kebijakan devaluasi. Namun selama tujuh tahun terakhir ini isu devaluasi kerap muncul ke permukaan. Isu semacam itu bisa ditiupkan analis asing atau oleh orang-orang yang sengaja hendak mengeduk keuntungan pribadi dari adanya devaluasi. Untuk mencegah rush dolar yang bisa mengakibatkan de- valuasi, isu-isu semacam itu seyogyanya tidak di- biarkan tumbuh subur. Guna menangkalnya, peme- rintah harus mengalirkan arus informasi yang benar kepada masyarakat luas. Informasi yang ditutup- tutupi atau yang disebarkan tetapi dengan argumen- tasi yang kurang logis, malahan akan semakin me- nyuburkan isu devaluasi. Rush terhadap dolar AS bisa disebabkan ke- mungkinan naiknya suku bunga di pasar uang inter- nasional. Dengan asumsi suku bunga di dalam ne- geri relatif tetap, kenaikan suku bunga di pasar uang internasional mengakibatkan kecenderungan pena- rikan dolar AS untuk ditempatkan di luar negeri. Mo- tivasinya adalah keuntungan. Belakangan ini memang ada niat Bank Sentral AS menaikkan suku bunga dari hanya 0,5 persen men- jadi 4 persen, untuk menekan laju inflasi di negara itu. Kenaikan suku bunga itu mungkin dapat menu- runkan inflasi, tetapi bersamaan dengan itu akan mengekang laju pertumbuhan ekonomi AS karena permintaan investasi bakal menurun. Kenaikan suku bunga tersebut masih menjadi bahan perde- batan di AS, karena ekonomi AS sendiri belum pulih benar dari resesi (dan pengangguran). Kalaupun suku bunga di AS itu jadi dinaikkan, pengaruhnya terhadap peningkatan suku bunga di pasar uang internasional secara keseluruhan masih dapat dipertanyakan. Sebab pasar uang internasio- nal juga dipengaruhi kebijakan bank-bank sentral beberapa negara industri lainnya, seperti Jerman dan Jepang. Betapapun masih kecilnya peranan mereka dalam konstalasi pasar uang internasional, kedua negara industri ini tampaknya tidak akan mengikuti langkah bank sentral AS karena dengan suku bunga yang sekarang saja kegiatan ekonomi mereka belum cukup kuat medorong kenaikan in- vestasi. Bank sentral Jerman bahkan merencana- kan untuk menurunkan suku bunganya. Berdasarkan kondisi tersebut, tindakan masyara- kat untuk memborong dolar AS (rush) memang tidak beralasan. Namun, setiap celah yang memungkin- kan adanya spekulasi dolar AS untuk mengipas de- valuasi tetap harus diantisipasi secara dini dan cer- mat. Antisipasi yang paling bagus adalah memper- kuat ketahanan ekonomi kita, baik di dalam negeri maupun yang berkaitan dengan fluktuasi perekono- mian di luar negeri. Kondisi ekonomi di dalam negeri yang agak kis- ruh belakangan ini, anjloknya harga minyak dunia, dan merosotnya ekspor nonmigas kita tahun-tahun terakhir ini, merupakan ladang subur bagi isu ke- mungkinan devaluasi rupiah. Oleh karena itu, lang- kah antisipasi yang dibutuhkan sekarang ini bukan sekadar pernyataan-pernyataan logis yang meng- gembirakan hati, melainkan tindakan-tindakan nyata untuk membenahi perekonomian dalam ne- geri dan langkah-langkah strategis untuk mendo- rong ekspor. Mumpung cadangan devisa masih cu- kup aman, adalah lebih bijaksana mengambil lang- kah preventif daripada melakukan gebrakan represif setelah terjadi rush. Yang terakhir ini jangan sampai terjadi karena akan sangat mengejutkan dan ber- dampak sangat luas terhadap perekonomian kita. Kartini dan Peranan Wanita Indonesia Masa Kini ORANG sering mempertanyakan peranan Kartini yang sesungguhnya. Pada zaman penjajahan Be- landa dulu, jelas jasa Kartini yang paling menonjol adalah gugatannya terhadap kesahihan sistem nilai tradisional Indonesia (baca: Jawa) di mana kedudu-. kan wanita sekadar sebagai "pelengkap penderita". Kalau cantik, menjadi rebutan para lelaki kaya atau bangsawan tetapi tetap saja sebagai objek kenik- matan sementara kalau tidak mempunyai kele- bihan penampilan fisik, mereka harus puas dengan posisi semula yang telah digariskan adat-istiadat. Kelebihan Kartini tersimak bahwa dalam masalah wanita ia mengacu pada budaya Barat, yang waktu itu telah lebih dulu merintis peneguhan HAM (hak asasi manusia) bagi kaum wanitanya sendiri, tetapi belum bagi penduduk jajahan, tetapi dalam hal sele- bihnya ia tidak berniat untuk mengkhianati kodrat dan panggilannya sebagai orang Timur. Dalam hubungan ini Kartini bukan saja harus dini- lai sebagai pendobrak nilai tradisional lama yang ti- dak memberikan penghargaan layak kepada kaum- nya, melainkan terutama harus dilihat sebagai seo- rang figur yang telah memberikan self-confidence, kesadaran akan peranan dan kemampuan intelek- tual wanita yang hingga masa itu belum sempat terungkap. Yang sangat mengherankan kita, walaupun Kar- tini sendiri tidak dikaruniai umur panjang serta tidak sempat mengalami kebahagiaan hidup seperti yang dicita-citakannya -- yang antara lain karena ia hanya seorang di antara istri-istri suaminya, jadi bukan satu-satunya istri menurut sistem monogami tanpa banyak mengungkapkan penderitaan hidupnya ia menulis dan berupaya untuk mengangkat derajat kaumnya. Sebagaimana ternyata kemudian, baik penjajah mau pun pemimpin-pemimpin politik dan spiritual bangsanya mengakui keabsahan cita-cita Kartini. Penjajah dan terjajah, Barat dan Timur, Kris- ten dan Islam, Hindu dan Buddha mengamini kebe- naran amanat Kartini. Bali Post Apakah Anda "Wanita Karier" tuk mendapatkan keluarga yang Kamis Kliwon, 21 April 1994 Kolom BANYAK kita dengar dan lihat pengusaha dan eksekutif dari kalangan wanita diinginkan tidak akan terwujud Bukan lagi Kelas Kambing dan mereka sukses dalam melaksanakan fungsinya selaku pengusaha dan ekse- kutif, namun anak-anak morat-marit dalam pendidikan. Di pihak lain banyak pula kita dengar dan lihat saat dilakukan wisuda di suatu perguruan tinggi, anak itu berasal dari keluarga dengan ibu sebagai pegawai negeri yang sederhana, pengusaha toko kelontong, garmen dan malah hanya petani. Siapakah di antara mereka yang berhak disebut sebagai "wanita karier"? Pada hakikatnya laki-laki dan damping suami dalam suka dan wanita mempunyai potensi yang duka (teman diskusi). b. Peng- sama dalam kemampuan inte- elola rumah tangga yang artinya lektualnya asal diberikan ke- dapat mengatur (merencanakan, sempatan yang sama pula. Ke- melaksanakan, mengevaluasi) sempatan yang dimaksud adalah kesempatan untuk berprestasi (melanjutkan pendidikan, ber- saing dalam meraih jabatan, ber- saing dalam memajukan usaha, dll.); kesempatan memperguna- kan waktunya di luar rumah. Masa sekarang tidak seperti masa lalu, di mana wanita men- dapat "prioritas" paling buntut dalam mengejar kesempatan tadi. Dalam era globalisasi ini wanita sedang marak-maraknya menggunakan waktunya di luar rumah untuk berprestasi di se- gala bidang seperti jabatan da- lam pemerintahan, usaha, ter- masuk dalam bidang pariwisata, dan dalam pendidikan. "Wanita karier" adalah julu- kan yang sering kita dengar ter- hadap wanita yang bekerja di luar rumah dan berprestasi. Kadang-kadang karena demi- kian terpesonanya terhadap prestasinya itu, sampai melupa- kan peranan dan fungsi hakiki nya sebagai Ratu Rumah Tangga. Lalu apa/siapa/bagaimana se- benarnya wanita karier itu? Wa- nita karier, terutama wanita yang telah berkeluarga, mempu- nyai peran ganda (lebih dari satu) dan berkewajiban dalam rumah tangganya untuk melak- sanakan fungsi keluarga. Peran Ganda Wanita Sering disebut Panca Dharma Wanita yaitu sebagai: a. Pen- terhadap keuangan yang masuk dan keluar. c. Penerus ketu- runan dan pendidik anak artinya wanita/ibu bukan hanya mela- hirkan saja, tetapi harus bisa mendidik anak sesuai dengan tu- juan pendidikan/harapan yang diinginkan oleh keluarga terse- but. d. Pencari nafkah tambahan artinya wanita/istri ikut mem- bantu suami dalam meningkat- kan penghasilan keluarga. e. Warga masyarakat artinya wa- nita turut membantu pemerin- tah untuk melaksanakan pem- bangunan di segala bidang serta mengetahui hak dan kewajiban- nya sebagai anggota masyarakat. Fungsi Keluarga Di dalam suatu keluarga, se- mua anggota keluarga diharap- kan mengerti fungsi keluarga dan melaksanakan fungsi terse- but secara simultan. Pelaksana yang paling dominan adalah ke- pala keluarga ("Bapak Rumah Tangga"/Suami dan Istri/Ibu Ru- mah Tangga). Fungsi-fungsi tersebut terdiri atas fungsi affeksional (kasih sayang), fungsi ekonomis, fungsi edukatif, fungsi protektif (perlin- dungan), fungsi rekreatif, fungsi sosialisasi anak, fungsi religius (keagamaan), fungsi family sta- tus, fungsi etis, fungsi estetis, dan sebagainya. Contoh dari fungsi-fungsi ter- sebut misalnya fungsi rekreatif, dalam pelaksanaannya tidak ha- rus dilaksanakan di luar rumah (rekreasi), namun berkebun, ma- kan bersama, adalah merupakan kebersamaan di mana dalam ke- sempatan tersebut saling meng- emukakan masalah-masalah yang dihadapi secara terbuka oleh semua anggota keluarga. Oleh Ny. Surasmi Somia Dalam menilai keluarga baha- gia dan sejahtera, dapat dilihat dari pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut dan sekaligus dari pe- laksanaan peran ganda di atas secara paralel dan utuh, khusus- nya oleh ibu rumah tangga. Kebutuhan Anggota Keluarga Setiap manusia betapa pun mampuan), tetap mempunyai kecilnya (dalam usia dan ke- kebutuhan yang harus terpenuhi. Menurut Abraham Maslow, kebutuhan berdasarkan hirarki adalah kebutuhan fisiologis (ma- kan, minum, udara, seks, dll), ke- butuhan rasa aman, kebutuhan tuhan akan harga diri, dan kebu- akan cinta/kasih sayang, kebu- tuhan akan perwujudan diri. Ke- luarga sebagai kelompok terkecil dalam masyarakat menuntut pe- menuhan kebutuhan-kebutuhan di atas termasuk anggota- anggotanya. Lalu timbul perta- nyaan, untuk siapa wanita itu berkarier? Tentunya jawaban bukan untuk dirinya sendiri, me- lainkan untuk kebahagiaan, ke- harmonisan dan kesejahteraan keluarganya. Sebagai wanita karier yang se- kaligus mempunyai peran ganda dalam keluarga yang juga harus melaksanakan fungsi keluarga Kita ketahui, bahwa setiap ke- dan harus mengerti kebutuhan- luarga selalu menghendaki ke- kebutuhan anggota keluarga se- bahagiaan dalam rumah tangga, bagai manusia, tentunya diha- kesejahteraan keluarga, kehar- dapkan pada pilihan untuk da- monisan di antara anggota ke- pat mengatur pelaksanaan luarga dengan kata lain serasi, semuanya. Pedagang canang selaras dan seimbang yang pada pun disebut wanita karier, kalau gilirannya membuahkan anak- dia dapat melaksanakan peran anak yang berprestasi dan ber- ganda dan fungsi keluarga dan guna bagi nusa dan bangsa, memenuhi kebutuhan anggota suami yang setia dan penuh keluarga sesuai kemampuan de- pengertian, ekonomi yang ngan indikator keluarga terse- mapan serta hubungan sosial but bahagia, sejahtera dan harmonis. yang baik di masyarakat. "Wanita karier" adalah wa- Untuk mendapatkan hal-hal tersebut tentunya seorang "wa- nita yang bekerja di luar rumah, nita karier" harus dapat meng- berprestasi dalam bidangnya atur waktunya dengan ketat ses- dan mempunyai keluarga yang hingga fungsi keluarga dan bahagia, sejahtera dan harmonis peran ganda dapat dilaksanakan yang terlihat dari prestasi anak- secara lancar dan utuh, tidak ada anaknya baik fisik, mental, spiri- yang dominan. Misalnya hanya tual dan didampingi suami yang fungsi ekonomi dan peran pen- setia, penuh pengertian serta laksanakan, maka harapan un- teraksi sosialnya di masyarakat. cari nafkah tambahan yang di- pergaulan yang mapan dalam in- Kejahatan Kota sebagai Muara Kehidupan Sosial-Ekonomi TAHUN lalu seorang mayor polisi, Wakapolres Tegal, meninggal di tangan pemuda brandal yang sedang mabuk. Tahun 1994 ini seorang brigadir jenderal TNI, Tampubolon, juga meninggal di tangan sekawanan pemuda brandal yang ditengarai sedang mabuk. Kita semakin banyak kehilangan warga-warga yang potensial dan memiliki dedikasi tinggi pada negara dan bangsa secara konyol atau sia-sia. miskinan, pengangguran, ke- mampuan skill yang rendah, frustrasi, kesenjangan sosial, dan sulitnya lapangan kerja bagi orang-orang hitam. Oleh Nyoman Naya Sujana masyarakat desa. Polisi sebagai "hunter dan protector" harus memperoleh dukungan dari bawah. Lokal, sebagaimana dilakukan Persoalannya sekarang ialah apakah ada kerja sama antara penegak hukum, khususnya po- lisi dengan warga masyarakat? Setiap ada peristiwa kejahatan kota pada siang hari bolong, ma- syarakat sekitar hanya menjadi penonton dan bahkan cuek saja. Warga masyarakat menjadi tak peduli tampaknya bukan karena takut menghadapi penjahat, na- mun warga masyarakat yang wah tanah (subway train) ba- suatu peristiwa merasakan diri- Di terowongan kereta api ba- akan melibatkan diri dalam nyak sekali dijumpai para pe- nya "memperoleh suatu beban muda hitam yang "cangkrukan" baru". Tentu saja warga tidak (bergerombol) di dekat-dekat ingin mempersulit diri sendiri nakala di sekelilingnya tidak ada kup banyak. polisi yang sedang berjaga maka Selama PJPT I memang pem- mereka akan berusaha "meng- bangunan secara makro telah ompas" (memeras) para pemakai berhasil. Namun hasil-hasil kereta-api dengan berkata: "He, pembangunan belum dapat di- he... buck. buck, man!" Sebutan nikmati seluruh warga. Terda- "buck" berarti dolar. Mereka me- pat kelompok warga yang "tak membeli minuman keras, khu- ekonomis) dan "tak kebagian" minta satu atau dua dolar untuk berdaya" (dalam arti sosial- susnya bir. Jika ada kesempatan dengan hasil-hasil pemba- dan peluang yang cukup, mereka ngunan. Mereka yang tak ber- akan merampok penumpang ke- daya itulah menjadi kelompok reta api di bawah tanah tersebut. warga "yang rawan". Dalam posisinya seperti ini Kartini merupakan Juru Timbang yang terampil dan jujur. Dia bisa menghargai unsur-unsur Barat yang positif, sebalik nya juga bisa mengkritik cacat-cacat dalam tubuh Kebun Binatang Surabaya. Ra- rakter dan pola kejahatan para pemberhentian kereta api. Ma- karena pekerjaan yang lain cu- bangsanya sendiri. Kebenaran yang dikemukakan- nya adalah kebenaran universal yang berlaku buat seluruh umat manusia. Hari ini kita memperingati Kartini dalam dua sisi pandang. Yang pertama mengenang sumbangan universalnya, sementara yang kedua memperta- nyakan relevansinya dengan perkembangan masa kini. Sikon hidup telah sangat berubah. Masalah masalah kemiskinan, ketidakadilan, pelanggaran HAM, kerusakan lingkungan, peningkatan kriminali- tas dalam skala dan tempo yang menakjubkan, me- rosotnya mutu pendidikan, dan sebagainya, mem- buat orang bertanya: "Hingga sejauh mana para Kartini modern kita telah dilibatkan sebagai peme- cah masalah dan hingga sejauh mana mereka telah berhasil?". Di Barat kita mengenal tokoh-tokoh Florence Nig- htingale, Ibu Theresa dan Margaret Thatcher. Ba- gaimana di Indonesia? Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan Fotokopi Identitas Pura Agung Kertha Bhuwana Kediri Umat Hindu di wilayah Kabu- untuk melanjutkan pemba. paten Dati II Kediri, Jawa Ti- ngunan Kori Agung dan timbun mur, sejak tahun 1981 memba- (uruk) tanah seperti yang tercan- ngun sebuah Pura tingkat kabu- tum di atas. paten yang diberi nama Pura Agung Kertha Bhuwana. Sarana yang telah dimiliki dan dibangun 1. Tanah seluas 30 x 75 m ber- asal dari pemberian umat (Ny. Nyoman Ranti). 2. Padmasana dan Patunggon (tinggi Padmasana 11 m) telah dibangun dan menghabiskan biaya Rp 21.000.000. Biaya ber- asal dari umat Hindu di wilayah Kab. Kediri. 3. Pagar keliling jeroan telah dibangun dan menghabiskan biaya Rp 2.000.000. Dana ber- asal dari Pemda Tk. II Kab. Ke- diri, Pemda Tk. I Jawa Timur dan dari umat Hindu. Sarana yang belum dibangun karena kehabisan dana sbb :" 1. Kori Agung setinggi 9 m dan biaya timbun (uruk) tanah = Rp 30.000.000 2. Candi Bentar setinggi 7 m = Rp 15.000.000 3. Pagar keliling tinggi 2,5 m Rp 10.000.000 4. Dua buah Balai Agung de- ngan ukuran a 10x25 m = Rp 20.000.000 5. Tempat banten ukuran 5x5 m-Rp 5.000.000 6. Rumah penjaga Pura 5x5 m - Rp 5.000.000 Jumlah kekurangan dana Rp 85.000.000 Sehubungan dengan hal di atas, maka dengan ini kami mo- hon bantuan dana punia dari umat Hindu di mana pun berada Mengetahui Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Dati II Kediri Jatim Ketua Dr. I G. Suwenda DSA. Panitia Pembangunan Pura Agung Kertha Bhuwana Kabupaten Dati II Kediri Jawa Timur Ketua Puluhan nasabah bank di be- dorongan kebutuhan yang sa- berapa kota di Indonesia yang ngat besar dan mendadak, ingin baru kembali mengambil uang- balas dendam, dan keimanan re- nya di bank kemudian dikuntit di ligius yang dangkal. tengah perjalanan oleh seka- Tidak pelak lagi kota Denpa- wanan penjahat, yang umumnya sar sebagai kota pariwisata ter- memakai sepeda motor, yang besar di Indonesia bagian timur berhasil menggasak puluhan akan melahirkan juga penjahat- dan bahkan ratusan juta rupiah. penjahat kota. Para wisman dan Tanggal 13 April 1994 seorang wisnu tentu saja akan menjadi purnawirawan Polwan telah sasaran para penjahat kota di menjadi korban perampokan di samping mereka memiliki sa- perempatan Jalan Darmo dekat saran para nasabah bank. Ka- tusan dan bahkan ribuan korban penjahat kota memang tidaklah telah berjatuhan akibat keja- sama di antara satu kota dengan hatan kota, yang akhir-akhir ini kota lainnya. semakin "kambuh kembali". Marilah kita menengok kasus Tipe kejahatan kota (urban kejahatan kota di kota Washing- crime) memang salah satu tipe ton DC, USA. Sebelum penum- kejahatan yang sifatnya univer- pasan penjahat secara terpadu sal, dalam arti ada di mana- mulai dilakukan dan belum mana. Dalam dunia kejahatan, memperoleh dukungan dari ang kejahatan kota memiliki sifat gota Kongres USA tahun 1983, yang sangat kompleks di masya- kejahatan kota di Washington rakat. Faktor penyebab keja- DC sangat berutal dan sangat sa- hatan kota memiliki jalinan luas dis. Sebagian besar memang di- dengan struktur sosial, dan sa- lakukan penjahat-penjahat yang ngat kompleks serta penyebab berkulit hitam. Oleh karena itu- nya merupakan akumulasi mul- lah muncul "steriotype" bahwa tiganda dari berbagai penyebab manakala terjadi suatu peram- seperti akumulasi dari kemis- pokan di kota, pelaku kejahatan kinan pengangguran, kesenja- nya akan dituduhkan kepada ngan sosial, frustrasi, beban hi- orang-orang hitam. Memang dup yang terlalu berat, lapangan orang-orang hitam banyak terli- kerja yang memadai sangat sulit, bat kejahatan karena dilanda ke- Rp 274.000 untuk Pura Dhali Agrahita di Malang Bali menerima titipan sumbangan dana punia untuk Pura Dhali Agrahita di Malang dari: K. Panca Putra, PT Nominasi Chandra Wisata, Rembiga Mataram Komnas HAM dan Kematian Budiana AA Md. Kaler, Jl. Nakula No. 4 Denpasar Nyoman Tri Wibawa, Sesetan Denpasar Sejumlah media massa bulan April ini memuat berita menarik dari Denpasar Bali. Dikatakan, seorang pemuda I Ketut Bu- diana, 20, tewas tak tahu sebab- nya. Peristiwa tewasnya Bu- Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah yang dimuat hari ini Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 5.261.500 Rp 2.000 Rp 10.000 Rp 2.500 Rp 14.500 Rp 259.500 Rp 274.000 Rp 5.000 Rp 16.000 Rp 10.000 Rp 31.000 Rp 5.230.500 Rp 5.261.500 untuk Pura Petitenget di Krobokan Kuta diana tersebut terjadi setelah mengamuk di Polsek Melaya dan Bali Post menerima titipan sumbangan dana punia untuk Pura menembak mati Serma f Putu Petitenget di Krobokan Kuta dari: Suyadnya. Ini berarti, kematian Ny. Wayan Surti Norit, Asrama Tentara Kayumas Budiana sudah berada di tangan C/12 Dps polisi. Reunie Alumni SMP/SMA Budi Utama Krobokan, Sampai dengan surat ini saya 26 Maret 94 ketik (12/4/1994), berita selan- Made Design, Denpasar jutnya tentang misteri kematian Jumlah yang dimuat hari ini Budiana ini belum terungkap. Jumlah penerimaan sebelumnya Kadispen Polda Nusra Letkol Jumlah penerimaan seluruhnya (Pol) Lalu Budiardja, Sm. Ik me- minta, supaya masyarakat tidak memojokkan polisi dalam kasus itu. Katanya seperti diberitakan media massa yang terbit di Sura- baya: "Polisi sewaktu menerima Ketut Budiana kondisi sekujur tubuhnya memang sudah babak Ketut Sudana, Campuhan Ubud Bali belur. Aparat sendiri tidak mela- Nyonya Wayan Surti Norit, Asrama Tentara kukan penganiayaan terhadap K. Wara Arsana, Mataram Kayumas C/12 Untuk Sdr. Kotaniartha di Soal Budiana mati karena pe- Jumlah yang dimuat hari ini NTB, segenap kerabat pengelola nyakit ataukah karena ulah ma- Jumlah penerimaan sebelumnya Bimbingan Menulis Jarak Jauh nusia, kini kita menanti keju- Jumlah penerimaan seluruhnya Yanuspa' (BMJJ-Yanuspa) Ma- juran hati nurani tim dokter Dr. I G. Suwenda DSA. Selamat untuk Kotaniartha lang mengucapkan "Selamat" Budiana." Rp 1.374.000 untuk Pura Gunung Pengsong di Lombok Barat Bali Post menerima titipan sumbangan dana punia untuk Pura Gunung Pengsong di Lombok Barat dari: Rp 2.000 Rp 5.000 Rp 12.500 Rp 19.500 Rp 1.354.500 Rp 1.374.000 Sekitar tahun 1985, seorang "Kelompok pemuda rawan" baru kembali dari kerja, dia di- mabuk akan bertambah terus insinyur muda kulit putih yang yang menganggur dan senang mintai uang oleh sekawanan jumlahnya di perkotaan, ter- orang hitam sekitar pukul 11.00 utama akibat pertumbuhan pen- malam waktu setempat. Begitu duduk yang masih tinggi dan gugupnya dan mungkin juga in- adanya urbanisasi yang cukup sinyur muda itu sangat takut, tinggi ke kota-kota besar. Jika lalu insinyur muda mencabut kelompok pemuda rawan terse- pistol dan menembak seka- but "tidak dibina dan ditingkat- wanan pemuda kulit hitam ter- kan SDM-nya", maka mereka sebut secara membabi-buta. akan tumbuh menjadi "kelom- Lima pemuda kulit hitam mati pok pemuda kriminal". Terse- seketika terkena tembakan, dan rahlah kepada Pemerintah atau di pengadilan insinyur muda itu masyarakat, "apakah mereka ternyata dibebaskan hakim ka- akan dibina rena dianggap telah membela dibinasakan?" diri dari kepungan perampokan Kejahatan kota tidak akan yang brutal. ada habis-habisnya sebab keja- Di Indonesia kiranya modus hatan kota sesungguhnya dicip- kejahatan keras di perkotaan takan oleh kompleksitas masya- akan menjadi masalah sosial rakat kota sendiri. Kita akan yang semakin kompleks sejalan bersikap sangat tidak adil kalau dengan proses perubahan sosial menumpas penjahat-penjahat dan perkembangan industriali- yang sadis dan yang brutal, na- sasi. Sekawanan pemuda rawan, mun di lain pihak masyarakat te- mabuk-mabukan, dan cangkru- penjahat berdasi (white colour yang menganggur, yang biasa tap membiarkan penjahat- kan di pinggir jalan akan selalu crime) tetap menguasai kehi- "mengintai mangsanya setiap dupan sosial ekonomi. saat". ataukah atas termuatnya tulisan/artikel yang menangani visum kema- Rp 28.281.500 untuk Pura Gelap Besakih kebijakan untuk mengatasi keja- pilar-pilar struktur sosial se Terima kasih atas keberha- silan Anda, dan kami menanti karya-karyamu selanjutnya. tian itu. Kalau Sokrates bilang Anda pada Harian Bali Post, 30 "Hati nurani adalah suara Gelap Besakih dari: Maret 1994, tentang "Memba Tuhan", maka kita bertanya: "Di Drs. I Ketut Suwitra, LLAJ Klungkung ngun Wibawa Hukum". dalam hati dokter yang mena- I Wayan Sudana, S.H. LLAJ Klungkung ngani visum itu ada Tuhan atau I Gusti Putu Sudjana, LLAJ Klungkung tidak!". Terlepas dari ada Tuhan Ida Bagus Sukerta, LLAJ Klungkung atau tidak di dalam hati para Anak Agung Gde Raka, LLAJ Klungkung dokter, sebaiknya para maha- I Ketut Sanda, LLAJ Klungkung siswa, LSM, dan semua pihak I Gusti Agung Sudirta, LLAJ Klungkung menuntut ke Komnas HAM agar I Made Sumageng, LLAJ Klungkung (Bersambung ke Hal. 8 Kol. 1) Bali Post menerima titipan sumbangan dana punia untuk Pura BMJJ-Yanuspa Jl. Danau Diatas II F1-D/19 Malang 65139 Anggota Redaksi: Denpasar: Made Sugendra, Sri Hartini, Ida Bagus Geriawan, Nengah Srianti, Wayan Bali Post Suja Adnyana, Wayan Wirya, Wayan Suana, Dwi Yani, Komang Suarsana, Djarot Suprajitno, Ema Sukarelawanto, Nikson, Nyoman Sutiawan, Legawa Partha, Gianyar: IB. Alit Sumertha, Bangli: Made Sueca, Semarapura: Daniel Fajri, Singaraja: Made Tirthayasa, Putu Mangku, Amlapura: Wayan Sudarsana, Tabanan: Gst. Alit Pur- natha, Negara: Eddy Asri, Jakarta: Muslimin Hamzah, Suhendra Usmaya, Bambang Hermawan, Sahrudi, Surabaya: Edy Poerwanto NTB: Agus Talino, Iszul Kairi, Ryanto, Ruslan Efendi, NTT: Hilarius Laba, Wartawan Foto: IGN. Arya Putra, Djoko Moelyono. Setiap artikel atau tulisan yang dikirim ke Redaksi hendaknya ditik dengan dua spasi (spasi rangkap). Rp 10.000 Rp 3.500 Rp 3.000 Rp 5.000 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 2.000 (Bersambung ke Hal. 8 Kol. 8) Ditemukan SIM Ditemukan SIM C, KTP, di Jalan Gajahmada, pada malam Pengerupukan Nyepi, atas nama Drs. I Gst Nym. Astawa. Yang ke- hilangan harap hubungi saya pu- kul 07.00-14.00. I Wayan Alit Kulkul Restaurant Batu Jimbar, Sanur mencari jawaban terhadap soal rumit dan pelik di kantor MENJADI wanita, dewasa kan dengan tugas mekanis. Pa- ini sungguh menyenangkan. dahal ada aspek lain yang ber- Berjalan dengan pria selalu di- nama pekerjaan mental seperti duduk bermenung-menung di tempatkan di bagian yang aman. Jika arus kendaraan belakang meja, mengantuk dan datang dari kanan, wanita di- menguap di kursi pesawat ter- tempatkan di sisi kiri. Jika bang, pada saat makan, dan arus kendaraan datang dari entah di balik pintu peturasan, kiri, wanita harus berada di sisi kanan pria. Turun dari mo- Syukurlah bahwa faktor- bil dibukakan pintu. Mau ma- kan, atau mau melakukan apa faktor yang terdapat pada as- saja, mereka selalu disilakan pek leadership itu merupakan lebih dahulu: Lady first. pembawaan kaum wanita, se- Akan tetapi jangan terburu dangkan aspek managerial senang dulu, Non. Di tempat menjadi milik kaum pria. Lagi lain area jelajah Anda yang pula, kehadiran perempuan berkelamin perempuan, tidak membawa suasana lebih hi lebih daripada di dapur, di dup, lebih manusiawi. Nyonya ranjang, jadi klangenan, dan boleh setuju atau tidak tetapi menjadi pelengkap peserta da- itulah sebagian dari titik balik lam kesibukan kaum laki-laki. pandangan yang menyanjung posisi wanita. Nama marga Anda malahan tidak boleh dibubuhkan pada anak-anak keturunan dan daging-darah Anda sendiri. Anda seakan-akan berada di luar batas kerajaan suami dan mertua Anda. Tatkala Megawati (Mbak Ega) bangkit memimpin partai berlambang kepala banteng bulan Desember lalu, orang lantas mempertalikan kasus ini dengan kebangkitan kene- Jangan cepat-cepat berse- mimpinan kaum perempuan. dih, anak Hawa. Spalnya seka- Kebangkitan wanita memim rang ada kecenderungan baru. pin partai politik ternyata me Sangat boleh je li dunia akan rupakan era baru yang jelas- semakin feminin menjauhi jelas mempunyai daya dorong hawa maskulin. Trend baru dan daya pesona terhadap ke- itu menunjukkan, wanita telah pemimpinan pada partai atau naik ke anak tangga teratas organisasi politik lain. Bukan maksud awak mem- dan menggeser posisi bani Adam. Sejak John Naisbitt dan bandingkan dua puteri presi- Patricia Aburdene, meluncur- den yaitu Megawati Soekarno- kan bukunya yang kondang putri Taufik Kiemas dan Sitti berjudul "Megatrend 2000" Hardiyanti Indra Rukmana dunia seakan-akan gandrung (Mbak Tutut), akan tetapi tam- dengan ramalan pria brewok paknya ada persaingan yang dan wanita berambut tebal itu. tidak kelihatan dari PDI dan Benar juga kata kawan awak, Golkar untuk menggunakan banyak kejadian hanya di- kedua wanita itu untuk bertem- adaadakan untuk mempertali- pur di atas pentas politik. kan atau membenarkan ra- Mudah-mudahan mereka ti- malan si brewok dan si rambut dak digunakan sebagai pion memenangkan pertempuran Salah satu pilar yang diba- dari rekayasa kaum laki-laki ngun keduanya menjadi dasar yang tertarik melihat kemam- dan arah kecenderungan se- puan perempuan akan tetapi lama dekade ini adalah bang- ada kepercayaan dan kerelaan kitnya wanita dalam posisi ke- dari kaum pria untuk membe- pemimpinan. Perkembangan rikan peluang bagi anak-anak baru itu berarti mengancam Sitti Hawa. eksistensi pria yang selama ini sangat dominan. Dominasi ter- sebut dikukuhkan, malahan dimitoskan dan dilembagakan sebagai hukum alam yang wa- jib dipatuhi. Munculnya wanita dalam bisnis, tebal itu. Melihat gelagat semacam itu, PPP juga tidak mau keting- galan. Partai berlambang bin- tang itu mengapungkan Sitti Amini Aisiyah ke atas papan catur. Jika demikian, alang- kah senangnya kaum pria me- nyaksikan para wanita beradu ulet dan beradu strategi untuk memenangkan pertarungan dalam Pemilu 1997. bih lagi mendu duki fungsi kepemimpinan da- pat dilihat dari bergesernya pandangan berikut. Aspek Contoh di Asia tidak kurang. pengelolaan atau managerial dalam perusahaan kini telah Nyonya Indira Gandhi almar bergeser ke arah kepemim- hum, Nyonya Benazir Bhutto, pinan atau leadership. Apa- Nyonya Bandaranaike, dan kah ada beda di antara kedua- Nyonya Golda Meir almarhum, nya? Pertanyaan itu sah ada- terlepas dari kekurangan dan nya. Terang ada bedanya. kelebihannya masing-masing, Apabila aspek managerial me- merupakan beberapa dari se- letakkan prosesnya pada peng. jumlah tokoh wanita Asia yang endalian perusahaan, arah telah memperlihatkan kemam- baru sekarang yang ini berpi- puannya bersilat di atas pentas jak pada kepemimpinan atau politik. Nama mereka bergema leadership untuk menghasil di seluruh jagat. Jika demi- kan yang terbaik pada manu- kian, negara-negara yang tra- sia dan untuk cepat menganti disi demokrasinya masih belia sipasi perubahan. telah jauh melangkah di bi- dang persamaan hak antara pria dan wanita dibandingkan dengan Prancis, biangnya de- mokrasi atau negara adidaya Amerika Serikat. Malahan, jika dirunut lebih jauh, kepemimpinan yang fe- minin itu merupakan kepe- mimpinan demokratis, yang menghargai manusia dan men- dorong manajemen pribadi, Sekali lagi, tepuk tangan mendorong bangkitnya wirau- para pengamat tidak dapat di- saha, dan tentu saja otonomi. analogikan sebagai penonton Kalau mau dipertajam lagi, pada sebuah pertandingan, perbedaan akan terlihat pada melainkan karena ada sua- seorang pemimpin dan seorang sana baru, ada napas baru manajer, baik dalam orientasi, yang segar. Arena itu akan misi, asumsi, perilaku, ling. membuktikan, wanita bukan kungan organisasi, maupun lagi kaum picisan (mata uang pada hasil yang dicapai. tempo dulu yang bernilai 0,5 Kepemimpinan, menurut sen, yang juga disebut rimis) ajaran John F. Kotter, tidak melainkan kaum benggolan lain proses menggerakkan (mata uang tempo dulu yang orang ke suatu arah yang seba- reganya 2,5 sen), yang sama gian besar dilaksanakan mela- berat dan sama kilapnya de- lui sarana nonkoersif. Russel ngan bani Adam. E. Palmer mempunyai penda- Boleh jadi kaum wanita te- pat lain lagi. Manajer berpan- tap diremehkan sebagai warga dangan pendek, berorientasi kelas kambing, tetapi dari ba- pada kendali dan laporan. Pa- lik tembok pendidikan formal dahal pemimpin berpikir jauh semisal SD, SLP, dan SLA, ke depan, mengerti hubungan kaum perempuan telah muncul realitas yang lebih besar, berpi- dan unggul sebagai anak didik kir melalui kacamata pemba- yang otaknya encer seperti air ruan, memiliki keterampilan pegunungan yang jernih mem- politis, dan mempertajam bual, menyamai dan seringkali nilai. melebihi kemampuan lawan je- nisnya. Indeks prestasinya ti- dak lagi kelas kambing yang hanya pandai mengembik. Pandangan ini tetap meru- pakan pandangan jika tidak disokong bukti-bukti kongkret. Menurut Naisbitt dan teman- nya dalam bukunya itu, wanita mutlak menguasai dunia infor- masi; 84 persen dari wanita yang bekerja melibatkan diri mereka di sektor informasi dan jasa. Tengoklah pekerjaan yang mereka geluti yaitu keuangan, komputer, biotekno- logi, pendidikan, dan per- awatan kesehatan. Agaknya kita juga tidak da- pat mengukur seberapa jauh dan dalam sosok pekerjaan di bidang informasi tersebut. Be- kerja dinilai atau selalu dikait- Jika demikian, kaum wa- nita harus berbangga. Yang membedakannya dalam kasus mencari pekerjaan atau mema- suki jenjang karier mana saja bukan lagi dikotomi antara je- nis male and female, melain- kan kemampuan dan keteram- pilan otak. Era kepemimpinan wanita sudah mulai menying- sing. Kita menanti dengan harap-harap cemas, semoga pria jangan terus memperku- kuh dominasinya terhadap kaum yang diremehkan Ben Oleona tersebut. Catatan Semoga tidak kehilangan keseimbangan dan lupa diri. Tidak Ada Resep Mujarab Kendalikan Daerah Rawan Upaya-upaya untuk menghin- Di ibu kota Jakarta ada per- dari kejahatan kota tidak ada nyataan: "kendatipun di wilayah suatu upaya yang berkedudukan pemukiman itu telah ada Hansip sebagai obat yang mujarab. Tin- atau Satpam yang jaga, namun dakan apa pun yang diambil un- keamanan penduduk belum ada tuk menumpas dan membinasa- jaminan". Di beberapa wilayah kan kejahatan kota tidak akan di Jakarta Selatan, seringkali mampu mengakhiri pola-pola ke- terjadi perampokan yang sadis jahatan kota. Kejahatan kota kendatipun dekat dengan tem- adalah suatu kejahatan yang ti- pat jaga Hansip atau Satpam. Kata Presiden Soeharto, adalah keliru jika masih ada dak akan pernah berakhir, sebab Seolah-olah Hansip dan Satpam sikap membeda-bedakan diri, karena alasan-alasan sem- kejahatan kota sesungguhnya tidak dapat berkutik apa-apa. merupakan ciptaan masyarakat Penegak hukum, khususnya pit, seperti asal-usul keturunan, kesukuan, status sosial, sendiri. Selama ada masyarakat Polri, bersama warga hendaknya agama atau perbedaan sempit lain. kota, maka selama itulah akan mampu meningkatkan kepedu- tetap terjadi kejahatan kota. lian dan kerja sama tentang Perdebatan-perdebatan se- keamanan dan ketertiban, serta ngit selalu terjadi di antara meningkatkan program terpadu kaum sosiolog, kriminolog, dan tentang "pengendalian daerah anggota Kongres yang mulia un- rawan". Polri hendaknya mampu tuk menemukan kebijakan membina dan mengembangkan hatan kota selalu berakhir de- hingga masyarakat dapat ber- "keterbatasan". kembang menjadi utuh. Masalah-masalah sosial di per- Khususnya Polri perlu segera kotaan tidak pernah berakhir merumuskan berbagai "pe- dan masyarakat selalu mencip: doman operasional untuk takan masalah-masalah sosial menghadapi kondisi daerah ra- tanpa ada hentinya. Seringkali wan, sehingga seluruh warga da tidak ada kesepakatan yang ko- pat ikut mengendalikan daerah lektif dalam menghadapi tinda- rawan yang mungkin berkem- kan kejahatan kota. bang menjadi daerah kriminal. Kebijakan akhir kemudian Alangkah naifnya kita semua berpulang pada kebijakan yang manakala klasik yaitu "turunkan sebanyak yang dikenal ramah dan halus mungkin polisi ke jalan-jalan". akan memiliki sebutan "daerah Kebijakan untuk menurunkan daerah kriminal", yaitu daerah- banyak polisi tampaknya juga daerah yang memang banyak belum mampu menyelesaikan tindakan kejahatan. Jika Dae- persoalan secara tuntas. Tugas rah Tujuan Wisata terkena im- polisi harus didukung kekuatan bas kejahatan-kejahatan kota sosial dari masyarakat sendiri, tentu Pulau Bali akan dikenal se- seperti dilaksanakan Siskam- bagai DTW yang tidak aman lagi. ling, Sistem Keamanan Swa- Marilah kita jaga Pulau Bali ini karsa, atau Sistem Keamanan agar tetap aman dan tenteram. ngan Indonesia Ketua Umum DPP PPP menegaskan, situasi persaingan ketat antarunsur di PPP untuk memperebutkan kursi ketua umum partai menjelang muktamar, memprihatin- kan. Apalagi belakangan makin ramai dan meningkat budaya "bicara". ⭑⭑⭑ Diberitakan, JB Sumarlin segera diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi karena keterangan tertulisnya da- lam kasus kredit ilegal Rp 1,3 trilyun di Bapindo dianggap belum cukup. - Tampaknya gunung es kasus Bapindo terus bergu- lir. Bang Podjok Kamis Kliwon, 21 April 1994 Harga Dedak I Dibandingkan Denpasar (Bali Post). Dewasa ini, para pemilik penyosohan beras senang menjual dedak dibandingkan menjual harga dedak jauh lebih tinggi dibandingkan h Tercatat harga dedak yang berlaku sekarang untuk Bali an- Dedak yang d tara Rp 175/kg sampai dengan oleh sejumlah pe Rp 325/g. Bahkan beberapa sebagian dida minggu sebelumnya harga dedak Jawa, bahkan a mencapai Rp 350/kg dan pema- beras mengolah sarannya cukup laris di semua kasar yang didat penyosokan beras milik per- nyosohan be orangan. Sedangkan harga ga- masing-masing bah kering panen dengan kadar jadi cukup halu air 24 % berkisar antara Rp nya tepung teri 225/kg sampai dengan Rp 240/kg sudah halus, aka dan gabal pun sulit dijual ke- harganya pun c pada masing-masing penyo- rakan, katanya. sohan beras di Bali. Dengan kond Demikian komentar para tengkulak gabah kering panen di rang ini, menga Denpasa, Rabu (20/4), sehu- tanaman pangar bungan pihaknya sulit mema- peternak babi m "Keluhan terus sarkan gabah petani saat ini. dak ada pihak Informasi yang diperoleh dari mendengar jerit sejumlah pemilik penyosohan sebagian besar beras baik di Gianyar, Tabanan dan peternak d dan Badung, menyatakan pihak- luhan yang dild aya tidak nembeli gabah dengan nya, petani men alasan tidak memiliki dana cukup mahal R mengingat beras pun sulit dijual. bah hasil dari Lebih baik menjual dedak ke- yang digarap di pada konsumen, Sebab, harga- nya sangat m nya yang cukup lumayan ketim- harga dedak, bang harga gabah walupun mu- ngat sulit. Der rah, akar tetapi berasnya sulit luhan bagi pete diperjuabelikan," ujar sejumlah peternak babi pemilik penyosohan beras. nyak mengha Gara-gara Tagih Pelanggan PLN Depok - telah sering men Para pelanggan PLN di kota naan kepada par administratif Depok, Bogor, sa- Bahkan PLN m ngat terkejut mendapati tagihan pembinaan pe rekening listrik naik beberapa gangguan-ganga kali lipat pada bulan ini akibat di kampung-kam kelalaian petugas pencatat me- teran listrik. Damp Mereka yang biasa membayar Para petugas sekitar Rp 7.000/bulan, menda- mendapat da dak dikenai tagihan Rp 24.000 langgan, umum sampai Rp 30.000 lebih. Seorang mereka hanya pelanggan yang mengaku biasa rima pembayara membayar Rp 65.000 terpera- dak puas atas re ngah di loket pembayaran ka- ankan bertany rena disodori rekening Rp PLN di Depok T 400.000 lebih. Sedang petug Pencatatan bagi sekitar aduan PLN me 150.000 meteran listrik (kwh me- kan tagihan itu ter) di kawasan kota administra- kan tagihan pe tif itu dilakukan KUD setempat bulan sebelum berdasarkan kontrak kerja de- seluruhnya terc ngan PLN. Demikian juga untuk Para pelang penerimaan pembayaran para mengemukaka pelanggan. rapa bulan ini t Seorang petugas PLN menje- petugas datang laskan, untuk kesempurnaan teran listrik m pencatatan meteran, pihak PLN menurut beber Ekonomi Nega Dibayangi oleh Jenewa penduduk. Pertumbuhan ekonomi 47 ne- Namun, lapo gara terbelakang di dunia tahun mengingatkan 1993 mencapai tingkat sedang, nomi belum m namun ramalan jangka panjang kondisi sosial el negara-negara itu dibayangi oleh seluruhan di n kondisi sosial yang mempriha- masih sangat m tinkan, demikian laporan Badan Pembangunan PBB di Jenewa, Rabu. Badan itu m kemajuan yan kan di sekitar beberapa negar Konferensi PBB untuk Pem- Afrika. bangunan dan Perdagangan Pengalaman (UNCTAD) mengatakan, per- oleh bangkitn tumbuhan di negara-negara ter- belakang tahun lalu hanya men- tumbuhan, mer capai dua persen, angka terbaik pembaharuan selama periode 1990-an. kapasitas untu Badan itu meramalkan per- Menurut UN tumbuhan ekonomi negara-negara lain, negara itu pada tahun 1994 akan menghadapi ke mencapai 2,8 persen, sedikit me- ang saudara, lebihi laju pertumbuhan duduk dan k UU Perpajakan Disusun Sesede Jakarta (Bali Post) - pajakan harus Menteri Keuangan (Menkeu) hadap aparat Mari'e Muhammad mengatakan, mengabaikan penyempurnaan Undang- hormati para v Sedangkan undang Perpajakan haruslah di- susun sesederhana mungkin. yang telah kel Karena penerimaan pajak seka- pajak diberika rang ini yang berkisar 25 persen sebesar 2 pers (oleh negara) dan 75 persen (oleh persentase bur wajib pajak) dirasakan sudah su- pajakan sekara kar untuk menunjang pemba- bayar dalam ngunan nasional. membayar paj Mari'e Muhammad mengemu- kakan masalah ini dalam diskusi Lainnya, sif ilmiah mengenai penyempur- naan Undang-undang Perpaja- king harus diu kan Rabu pagi (20/4) di Jakarta. tive thingking Menurutnya, dengan keseder dari hasil pem hanaan tersebut jika memang toh yang berla sudah tercipta Undang-undang mana surat ke Perpajakan yang lebih sem- nya berisikan purna, kolusi antara para wajib yang telah dis pajak dan aparat maupun pihak pajak sedangk pihak lainnya yang dapat meru- setujui meru gikan pembangunan nasional ti- yang penting, dak akan terjadi lagi. Sebenarnya, kata Mari'e, di- bandingkan dengan mazhab per- diproses penye Agar lembag pajakan di Eropa yang idialis, ngan dan verifi dan perpajakan di Amerika yang modasikan dal pragmatis, sistem perpajakan di merintah tent Indonesia yang menganut maz- meriksaan yan hab "gado-gado" lebih modern. tercipta tertib Maka dari itulah diharapkan tian hukum. S nantinya penyempurnaan DPR tidak han Undang-undang Perpajakan ha- disusun sesederhana mungkin. rus Dengan memperhatikan bebe- rapa hal yang sangat esensial se- kali, yaitu, di samping penyu- sunannya sesederhana mung- kin, modernisasi juga harus memperhatikan prinsip kea- dilan yang merata bagi seluruh bangsa Indonesia. "Kalau dulu dirasakan belum cukup dinamis, kurang memper hatikan kebijaksanaan fiskal yang lebih layak dan luas. Seka- rang ini mestinya harus mem- perhatikan hal-hal itu," kata Menkeu Mari'e Muhammad. Sementara di tempat yang sama pengamat perpajakan se kaligus sebagai konsultan pajak Hussein Kartasasmita dalam rangka menyusun RUU Perpaja- kan baru mengimbau, agar UU Perpajakan baru harus lengkap dan jelas sehingga tidak menim- bulkan grey areas, tata cara per- RUMA Sed (18 T21/ 10 F 10 F 10 F 520 Nom Bon 3-1 Hub: SSS Color Rendition Chart 4cm