Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1993-09-04
Halaman: 10

Konten


Color Rendition Chad 4cm SABTU LEGI 4 SEPTEMBER 1993 (17 MULUD 1926) "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 10 Kita PIKIRAN PEMBACA Xedaulatan Rakyat Profil Perunggasan Kita TERBIT SEJAK 27 SEPTEMBER 1945 Mendiskusikan Calon Ketua Golkar Jateng MENCERMATI berita-berita yang ber- kaitan dengan rencana penyelenggaraan Musda DPD Golkar Jawa Tengah yang di- jadwalkan berlangsung mulai Minggu 5 September besok, siapapun memperoleh ke- san terjadinya silang pendapat yang cukup menarik dalam bursa calon ketua. Sederet nama disebut-sebut, beberapa nama kemu- dian tenggelam dan menghilang, disusul na- ma-nama baru yang bersaing dengan nama yang bertahan. Di antara nama calon yang menghilang itu adalah R Djoko Mulyo SH dari jalur B yang disebut-sebut sebagai jago yang dia- jukan Gubernur (Waktu itu) HM Ismail. Ia kemudian diketahui mengundurkan diri dari bursa, karena Djoko Mulyo yang Kajati Jateng itu mendapat tugas baru di Kejak- gung Jakarta. Sedang nama baru yang di- perkirakan akan menjadi calon tangguh ka- rena mendapat dukungan dari jalur A ada- lah Brigjen Alip Pandoyo, sehingga ia dise- but-sebut sebagai pesaing utama calon kuat Oetoyo Mardi dari jalur G. Yang juga menarik untuk dicermati ada- lah, mengapa sampai muncul kesan bahwa masing-masing jalur di tubuh Golkar Jateng saling bersaing ingin menggolkan jagonya? Mengapa peristiwa lama yang biasa terjadi berupa adanya kesepakatan ketiga jalur untuk menunjuk 'satu nama pasti jauh se- belum Musda berlangsung - tidak terulang kali ini? Gejala apakah ini? Dengan mengingat peristiwa seperti itu tidak hanya terjadi di tubuh Golkar Jateng tetapi juga ditubuh DPD Golkar Jatim dan bahkan di Golkar Pusat banyak kalangan berkesimpulan organisasi sosial politik terbesar ini tengah mengembangkan fenomena baru. Fenomena yang menge- sankan terjadinya perubahan, paling tidak dinamika. Terhadap fenomena yang terjadi ini, orang bisa saja menghubungkannya dengan keinginan sejumlah tokoh dan sesepuh Gol- kar yang memandang sudah tiba waktunya organisasi besar ini untuk mandiri. Secara perlahan mulai melepaskan diri dari ke- terikatan dan ketergantungannya pada kekuatan birokrasi. Sehingga suatu waktu kelak mampu berdiri kokoh dan siap mena- han terpaan gelombang dan badai karena berurat dan berakar sepenuhnya pada diri massa pendukungnya Kalau fenomena dan dinamika itu me- mang tengah mengarah ke sana, maka Gol- kar telah semakin memberikan andilnya ba- gi terciptanya suasana dan kehidupan berdemokrasi yang lebih dinamis. Tuntutan yang seperti inilah yang memang ditung- gukan dari Golkar, mengingat eksistensinya sebagai aset bangsa dan negara yang telah membuktikan sumbangan berharganya bagi terjadinya perubahan struktur dan nuansa berpolitik dan berdemokrasi. Dengan kata lain, fenomena dan dinamika yang tengah dikembangkan dan terjadi di tubuh Golkar itu sebagai konsekuensi dan pengorbanan logis bagi cita-cita besar dan kepeloporannya dalam mewujudkan demokrasi Pancasila. Tentang siapa yang akan terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Tengah dalam Musda, masih sulit diramalkan. Banyak pi- hak dan perorangan di lingkup DPD Golkar Jateng sendiri nampaknya cenderung meng inginkan ketua terpilih itu nantinya berasal dari kader Golkar Jateng sendiri. Terhadap keinginan yang seperti ini, calonnya tiada lain Oetoyo Mardi, yang dalam kepenguru- san DPD Golkar Jateng periode ini menjabat sebagai salah seorang wakil ketua. Namun nampaknya ada perasaan yang kurang 'sreg' seandainya kendali DPD harus dipercayakan kepada Oetoyo Mardi, karena alasan-alasan tertentu. Salah satu jalur ke- mudian menghadirkan calon alternatif, da- lam hal-hal ini Brigjen Alip Pandoyo. Berba- gai komentar lantas bermunculan. Ada pi- hak yang menyatakan bahwa yang bersang kutan bukan termasuk calon dari perbenda- haraan bank kader DPD Golkar Jateng se- hingga kehadirannya terkesan hasil drop- ping. Sementara pihak yang lain men- dukungnya, karena dirasa akan mem- buahkan nilai plus pada peraihan suara massa pada Pemilu 1997 mendatang. Lepas dari masalah dari mana asal calon dan jalur mana yang mendukungnya, nam- paknya dalam memilih calon orang pertama dalam suatu organisasi yang mengandalkan massa sebagai pendukung utamanya, sia- papun harus bertindak arif. Tidak selalu ha- rus sepenuhnya berpedoman dan berpegang pada norma dan peraturan yang telah di- gariskan dalam berorganisasi. Tetapi rasanya perlu juga mempertimbangkan perasaan-perasaan yang hidup pada diri massa tidak agar pendukungnya, berdampak negatif bagi perkembangan dan citra organisasi itu sendiri. Pertimbangan ini pulalah yang rasanya menjadi alasan ku- at bagi salah satu jalur di tubuh Golkar Ja- teng menghadirkan calon alternatif Alip Pandoyo. Pada hari-hari terakhir menjelang Mus- da, banyak kalangan dan perorangan di tubuh Golkar Jateng menyadari sepenuh- nya perlunya pula mempertimbangkan perasaan-perasaan yang hidup pada diri mayoritas massa pendukungnya. Rasa- rasanya, pertimbangan yang terasa khusus ini akan menjadi salah satu alasan pokok mengapa Musda berkeputusan memilih calon 'anu' sebagai ketua DPD Golkar Ja- teng, dan menghadirkan perasaan maklum kepada calon lainnya. af Dewasa Ini Oleh Drh Suyitno hak plasma (yang biasanya peter- nak kecil), tentunya wajib mema- sarkan ternaknya ke pihak Inti, tersebut di atas, maka wajar tinggi position", terutama dalam menjadi tidak efisien. -Naskah disertai fotocopy jatidiri - Isi tanggungjawab penulis Undian Supermi SAYA mewakili teman-teman Pengirim Undian Supermi ingin menanyakan kapan pengumuman hasil undian dimuat. Pernah dalam iklan kok tertulis 26 Agustus, tapi hingga 30 Agustus 1993 kok belum dimuat. Saya mohon jawaban dari Supermi-b. Nulisan RT 01 RW 11, Desa Sumberagung Prasetya Kec Mayudan, Kab Sleman, DIY Joko Pengajian PANITIA Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Kerjasama Remaja Al-hidayah Sapen dengan Perkumpulan Muda-Mu di RW 07 IAIN Sunan Kalijaga akan mengadakan Bhakti sosial dan Bazaar, dilaksanakan tanggal 26 September 1993 di desa Podosuko, Sawangan, Magelang Desa tersebut berpenduduk mayoritas Muslim dengan kondisi ekonomi dan sosial-keagamaan yang cukup mempri- hatinkan KONDISI perunggasan seka- rang, sedang terjadi kemelut. Ber mula dari langkanya bibit ayam pedaging, kemudian disusul ter yang sangat tajam, yaitu sebesar Bea Masuk Tambahan (BMT) se- ketergantungan pemasaran ini, batasnya bibit ayam petelur di 66 juta ekor dalam kurun waktu besar 35%. Adanya kondisi seper- akan menyebabkan lemahnya pe Desa Podosuko Menunggu Bantuan Buku pasaran. Kini dihadapkan oleh setahun. Beranjak dari kenyata- ti itu, dan penggunaan yang cu- ternak/plasma dalam bargaining meroketnya" harga pakan ter- an kup dalam komposisi pa- lah bila terjadi kenaikan harga kan, yakni antara 10-18%. Maka tuan harga yang berlaku. nak, terutama dari Jagung Dari kondisi semacam itu, bi- DOC layer di pasaran yang juga membuat harga pakan ternak asanya peternak kecillah yang pa sangat tajam. ling terasa menanggung akibat- Sebab-sebab kelangkaan DOC, banyak versi yang dimunculkan nya. Lalu apa biang keladinya ? Pada bidang perunggasan, di- Kasak-kusuk di antara peternak, duga bahwa yang menjadi sum- saling mengemukakan pendapat- ber kemelut adalah, adanya ke- nya, tak dapat dibendung lagi. Se timpangan infrastruktur usaha orang peternak menduga, kelang peternakan. Padahal unsur pela- kaan DOC ini disebabkan oleh pe ku bisnis yang terlibat di dalam- nyakit Gumboro yang waktu lalu nya, setidak-tidaknya ada 3 bagi menyerang. Banyak peternak ter- an, yakni: Pertama, Perusahaan paksa membeli lebih dari kebu- pembibitan anak ayam umur se- tuhannya, dimaksudkan untuk ca hari (KURI/Day Old Chick.) Ked- dangan kalau-kalau peternakan- ua, Perusahaan pakan ternak. nya terkena Gumboro Ketiga, Sistem pemasaran pro- duk perunggasan. Kemudian, di- mana letak ketimpangannya?. Day Old Chick (DOC). Isu kelangkaan bibit ayam pe- daging (broiler), berawal sekitar menjelang hari Raya Idul Fitri (Maret) yang lalu. Di mana per- mintaan DOC broiler naik tajam, melebihi suplai yang ada, akibat nya harga DOC broiler melonjak tinggi. Yakni, sampai Rp 1000,- per ekor. Padahal menurut perhi tungan peternak, harga DOC broi ler yang ekonomis berkisar anta- ra Rp 600,- sampai Rp 700,- per ekor. Dengan harga seperti itu, peternak akan memperoleh keun tungan sekitar Rp 500,- per Kg. Untuk meredam lonjakan harga, serta untuk memenuhi permin- taan DOC broiler, maka pemerin- tah pun tidak tinggal diam, ter- bukti menelurkan suatu kebijak- sanaan dengan mengimport DOC pada waktu itu. Tetapi ada juga yang menduga bahwa kelangkaan DOC, justru dibuat oleh perusahaan pembibit an, agar dengan demikian, mere- ka bisa mendapatkan harga jauh lebih baik dan keuntungan banyak. Terlepas dari Dengan dikeluarkannya kebi- jaksanaan pemerintah No. 133/ KP/VI/1993, pada tanggal 10 Juni 1993 yang baru lalu, agaknya me legakan peternak. Yang paling menarik dari kebi- jaksanaan tersebut adalah, diha- pusnya Bea Masuk Tambahan (BMT) atas import bungkil kede- le, yaitu dari 35% menjadi 0%. Setidaknya, kebijaksanaan terse- but bisa meningkatkan efisiensi usaha perunggasan, disamping secara nyata akan dapat menaik kan pendapatan peternak Namun benarkah demikian ke- adaannya? belum tentu, sebab komponen pekan ternak tidak ha- nya terdiri dari bungkil kedele sa- ja, tetapi juga jagung, bekatul, tepung ikan dan lain-lain. Dengan harga jagung sekarang begitu "meroket, kelegaan yang sedikit dari peternak, tiba-tiba sirna seketika. Upaya mencari jawab, sebab-sebab kelangkaan jagung hingga harganya menjadi tinggi, selama ini masih terus di- cari Pemasaran Bagaimana pun juga faktor pe masaran adalah sangat penting. apalah artinya seandainya pro- duk ternak tidak bisa dipasarkan Adanya harga yang baik, selaras dengan modal usaha, adalah ha- rapan peternak. penen Deregulasi Sebenarnya untuk pemasaran bagi perusahaan besar, punya a- turan tersendiri. Hal itu tertuang dalam Surat keputusan No 362 Kpts/TN/120/5/1990, tanggal 28 Mei 1990, berisi kewajiban me- ngeksport sekurang-kurangnya 65% dari total produksi, yang di- hasilkan oleh perusahaan besar (dengan skala minimal 10.000 ekor induk ayam petelur atau 15.000 ekor ayam pedaging per- siklus). Namun pelaksanaannya sampai kini, belum sepenuhnya terwujud, sehingga peternak kecil masih dihantui kekhawatiran ter- hadap harga rendah. Realisasi dari deregulasi di bi- dang perunggasan yang lain, meli puti dihapuskannya usaha pem- Investasi (DNI), serta di bidang bibitan ayam dari Daftar Negatif pembibitan ayam, yaitu adanya kebebasan dalam usaha dan im- port ayam bibit, yaitu mulai dari Pure Line (PL) sampai Day Old Chick (DOC). Dengan adanya deregulasi tersebut diharapkan akan memberi peluang bisnis ba- gi investor baru untuk terjun da- lam kancah bisnis tersebut. Se- lanjutnya keadaan ini diharap kan mampu menumbuhkan per- saingan yang sehat dan harga DOC di pasaran menjadi murah Penutup Untuk itu, Panitia mengajak para pembaca dan dermawan mem- bantu saudara kita meringankan beban hidup sekaligus berpartisipasi memajukan saudara-saudara kita di desa. Bantuan dapat berupa : Pakaian Pantas pakai, Bahan pangan, uang, ataupun buku-buku agama. (Yang terakhir akan disumbangkan untuk perpustakaan Masjid setempat). Bantuan anda dapat disampaikan ke sekretariat panitia : JL Bimokurdo Sapen no. 51 Yogyakarta 55221 Telepon (0274) 86788 atau ke alamat di bawah ini. 1.Kurnia N, Sapen GK III/64 K Yogyakarta 55221 Telp. (0274) 66950 2.Sahlan, Komplek IAIN D-2 Yogyakarta 55221 Telp. (0274) 66700.0-b Panitia Bhakti Sosial, Jl. Bimokurdo Sapen 51 Yogyakarta 55221 telepon (0274) 86788 Program Kelanjutan Studi IKIP Yogya Perlu Segera Direalisasi MEMBACA harian KR Rabu 4 Agustus 1993 perihal akan dibukanya Program Kelanjutan Studi (PKS) oleh IKIP Yogyakarta yang direncanakan mulai Bulan September 1993, betul-betul mem- bawa kegembiraan bagi kami, guru-guru yang tidak dapat (belum sempat) menyelesaikan program 51 karena alasan kesibukan kerja Kamis 5 Agustus 1993 kami (suami) mencari informasi per telpon pada sumber berita (bagian Registrasi IKIP Yogya) nampaknya belum ada kepastian kapan program tersebut akan dilaksanakan. Kami ya kin bila rencana tersebut terealisir, guru-guru yang belum menyelesai kan program 81 akan bereuni untuk mengikuti program tersebut. Te rutama guru-guru yang diangkat menggunakan jasah Sarjana Muda Yang namanya Program Kelanjutan Studi mestinya mata kuliah yang ditempuh merupakan kelanjutan dari disiplin ilmu yang telah di- ikuti sebelumnya. Dalam arti tidak mengambil disiplin ilmu lain un- tuk sekedar penyesuaian ijasah pada waktu guru tersebut ingin pangkat yang lebih tinggi (mis pindah golongan). Lebih gembira lagi Program Kelanjutan Studi nantinya menggu nakan sistim Non Reguler (dan mungkin masuk sore?) sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan main kucing-kucingan de- ngan jadwal pelajaran. Rasa-rasanya sebagai guru yang berbekal ijasah Sarjana Muda se makin tergusur saja. Padahal tahun 81 kebawah untuk mencapai SM betapa sulitnya. Harus mempertahankan skripsi yang ditulisnya di depan dosen-dosen penguji, dengan segala kesulitannya Dugaan lain menyebutkan, pe- nyebabnya bukan seperti di atas, namun kelangkaan DOC bersum- ber dari adanya kebijaksanaan yang dibuat pemerintah sendiri, yaitu Paket Kebijaksanaan Juni 1991 (Pak Jun 91). Kebijaksana an itu menerapkan bahwa yang boleh mengimport anak ayam da ri Grand Parent Stock (GPS) ha- nyalah importir produsen. Pada- hal untuk mengurus perizinan import diperlukan waktu 4-6 bu- lan. Selama kurun waktu itu, pi- hak peternakan pembibitan tidak bisa mengimport anak ayam GPS, yang berarti usaha peremajaan peternakan pembibitan GPS ter- Persaingan harga dengan men- Dengan melihat profil perung- ganggu. Dan akhirnya kelangka- jual harga murah, yang sering di- gasan seperti di atas, sejalan ko- an bibit ayam pun terjadi. lakukan peternak besar, terbukti mitmen pemerintah, untuk me- Setelah meredanya masalah benar tidaknya membuat repotnya peternak ke- nyejahterakan semua lapisan ma- DOC broiler, selanjutnya muncul dugaan itu, yang jelas kelangka- cil. Bertindak demikian, tidak syarakat. Maka dirasa perlu un- lagi masalah DOC ayam petelur an DOC telah terjadi, sehingga lain karena efisiensi usaha atau tuk diadakan pembenahan, pada (layer), di mana pasar kekuran- akibatnya terasa sampai kini. alasan strategi pasar, untuk se- bidang yang belum selaras de- gan stock DOC Layer, akibatnya Yang penting dilakukan seka- mentara rugi, namun harapan ngan ketimpangan yang ada peternak kesulitan memperoleh rang, bagaimana menjernihkan nya suatu saat akan meraup ba- Beberapa prioritas bidang ga- boc tersebut. Sehingga sudah persoalan, agar semuanya berja- nyak keuntungan. rap yang dikerjakan adalah, per- Terdorong keinginan besar untuk mendapatkan gaji Pegawai dapat diterka, harga menjadi me- lan baik. Jelas, dengan harga rendah se tama, perlu diciptakan "budaya Negeri sehingga studi yang "prasasat kurang sak nil" jadi terbengke lonjak sedemikian jauh. Harga perti itu, bagi peternak kecil tidak patuh terhadap etika bisnis yang lai. Bagaimana tidak? lubang-lubang pekerjaan sudah siap menanti Pakan Ternak DOC layer saat ini mencapai Rp akan mampu bersaing dengan pe- sehat. Adanya deregulasi atau kami. Tidak terpikir kemudian bila nantinya ijazah Sarjana Muda 1300,- per ekor. Jika hal itu tidak Mahalnya harga pakan, akan ternak besar, bahkan bisa gulung peraturan yang selama ini dibuat, menjadi tidak layak lagi untuk sekedar menjadi guru SMTP, karena segera ditanggulangi, maka tidak sangat berpengaruh terhadap us terkesan cenderung "dilanggar persyaratan kerja yang semakin sulit. mustahil harganya bisa mencapai aha peternakan. Terlebih lagi pe- Kelembagaan Pinsar (Pusat In- (tidak ditaati) oleh pelaku bisnis, selayaknya jika PTN yang memproduksi guru-guru tidak Rp 1800,- per ekor. Dari data ternak yang menggunakan pakan formasi Pasar), yang bertujuan harus diubah menjadi budaya hanya mencetak guru baru yang nantinya entah bekerja, entah tidak, yang diperoleh bahwa, suplai produksi pabrik. Memang sangat melindungi peternak guna men- "malu" bila melanggar aturan. tapi juga memberi kesempatan menuntaskan studi bagi guru-guru DOC layer tahun lalu (1992) ha- beralasan sekali pengaruh pakan stabilkan harga, dan memberikan Kedua, menganalisa kemam- yang sudah lama mengajar namun belum menyelesaikan studinya nya sekitar 24 juta ekor, sedang itu. Sebab pakan merupakan sa- informasi harga di pasaran, be- puan tampilan perusahaan yang (S1) waktu itu menca- lah satu dari infrastruktur yang lum mampu melakukan fungsi ada (skala kecil, menengah, be pai 90 juta ekor, sehingga terjadi sangat berperanan dalam proses nya dengan baik. Hal ini dirasa- sar) dalam berproduksi dan sebe kekurangan suplai DOC layer produksi. Biaya yang dialokasi kan bahwa, banyak peternak di rapa banyak permintaan dalam untuk pakan biasanya men- pelosok pedesaan, belum menda- negri terhadap produk perunggas capai 60-80% dari total investasi. pat tetesan informasi tersebut. an (daging, telur). Hal ini diperlu Sebagai bahan baku utama pa- Justru adanya Pinsar, lebih ba- kan untuk menciptakan produk ternak, dua pertiga kebutu- nyak dinikmati oleh peternak yang proporsional, menurut kebu- han pakan ternak terhadap bung berskala besar, untuk antisipasi tuhan. Bila terjadi keleb ihan pro- kil kedele selama ini kita masih pasar. duksi, kran eksport perlu dicari import. Harga memang tidak mu- Sementara persoalan pema- terobosan baru. Dan adanya ke- rah, tetapi menjadi mahal ketika saran dalam pola penerapan Pe- wajiban bagi perusahaan besar untuk import mesti dikenakan rusahaan Inti Rakyat (PIR), pi- Bersambung Hal 14 kan kebutuhan Pajak Pembangunan I, Sumber Pendapatan Asli Daerah *Suatu Kajian Praktis LANGKANYA sebuah tulisan yang mengupas tentang Pajak Daerah merupakan suatu hal yang telah lama dirasakan oleh nulis yang Dilematis lah sekedar tulisan pembanding pada umumnya. Hal ini sebagai las secara umum lakukan sebesar 5%. Untuk sedikit merupakan sesuatu yang dilema- tis. Dalam keadaan kan kan tikar Meneliti Persaingan Sudah Mohon dengan hormat kepada Bapak-bapak yang berwenang menyelenggarakan Program Kelanjutan Studi tersebut (IKIP Yogya) betul-betul merealisasi rencana tersebut. Kami guru-guru yang sudah lama mengajar, menunggu kabar. Wassalam w wb. Ob. Ny. Purwantinah, Guru SMP Temon Kulonprogo, Tegalgendu KG 1172, Kotagede, Telp. 73864, Yogyakarta Saya Tak Ada Sangkut Paut dengan LPMG dan KBKSI MELALUI rubrik Pikiran Pembaca KR ini saya sampaikan pembe ritahuan penjelasan/penegasan kepada khalayak ramai bahwa saya: Nama: Edy Chrisjanto; Alamat: Jl. Letjen. Suprapto 100 Yog- yakarta 55272. Telp. (0274) 2417; tidak memiliki hubungan ikatan kerjasama apapun dengan suatu badan yang menamakan dirinya: Lembaga Pengabdian Mahasiswa Gadjah Mada (LPMG) dan Kelom- pok Belajar dan Komunikasi Siswa Indonesia (KBKSI) yang pada saat ini menjalankan kegiatannya dengan kantor/sekretariat Jl. Kenari 43 Miliran Yogyakarta 55165. Sedangkan tambahan alamat sekretariat Jl. Letjen. Suprapto 100 Yogyakarta 55272, Telp. 2417 yang digu- nakannya saya nyatakan tidak BENAR Penjelasan ini saya buat mengingat pernah digunakannya nama visi dan orientasi masing-masing dan alamat saya (masih) di dalam menjalankan aktivitas mereka se- medianya. bagai Ketua Pelaksana LPMG dan Direktur Pemasaran KBKSI dan Disamping itu melalui pen- sekretariat kedua lembaga badan tersebut. dataan khalayak pemirsanya kita Sebagai catatan bahwa pribadi saya adalah juga merupakan salah juga bisa mengetahui selera kha- satu tokoh masyarakat pemuda di Bantul, Yogyakarta dan Daerah Is layak terhadap siaran yang di- timewa Yogyakarta (dengan seperangkat jabatan vital dan penghar- tayangkan oleh masing-masing gaan yang melekat padanya cq. KNPI, Fokusmaker dill. televisi. Dalam interval waktu Maka saya pembuat pernyataan ini tidak menghendaki dan meng- Media Televisi BULAN AGUSTUS lalu, men- RCTI, SCTV, TPI siaran rama adanya maklum PENANGGALAN yang bagai Oleh Drs St Triyanto manapun. Aparat Pendapatan Da erah harus mampu meredam ber- berbagai pihak selama ini. De- Surat Ketetapan Pajak yang ber- nan di Daerah. bagai ketegangan yang mungkin ngan demikian munculnya tulis- isi perhitungan mengenai keku- Kedua hal tersebut walaupun timbul sebagai konsekwensi logis an Muhammad Yusli, Wk dalam rangan atau kelebihan pajak yang tidak perlu dipertentangkan na- dari penerapan Perda tentang PP KR edisi Sabtu, 28 Agustus 1993 telah disetor oleh pengusaha ru- mun dalam prakteknya tidak se- I. Dalam situasi konflik yang de- jadi saat yang monumental bagi Oleh Widodo Muktiyo tentang Pajak Pembangunan I, mah makan/hotel selaku Wajib lalu berjalan seiring. Apalagi da- mi kian tak jarang Aparat Penda- perkembangan dunia pertelevi- telah menggelitik saya untuk me- Pungut PPL lam upaya untuk mencapai opti- patan tersebut harus berhadapan sian kita. Disamping kado ulang sosok makhluk hidup yang juga artikel ini. Tanpa pretensi Berangkat dari berbagai asum- masi pungutan PP I, harmoni di- dengan Persatuan Pengusaha Ho tahun, kado siaran nasional sege membutuhkan wahana sumber untuk mengurangi bobot temuan si di atas, sudah barang tentu ba- antara pencapaian tujuan dan ik- tel dan Restoran (PHRI), yang ber ra disongsong oleh segenap jajar penghidupan. Oleh karena sum- LP3ER sebagai lembaga yang ber nyak orang yang berpendapat bah lim sejuk merupakan suatu hal tindak sebagai "pressure group" an televisi swasta. Ini berarti, ber penghidupan yang ada di a- wenang untuk mengkaji masalah wa PP I merupakan "primadona" yang sangat sulit tercapai, kalau Puncak dari serentetan kete- tanpa bantuan antena parabola lam ini terbatas, sedangkan jum- ini (Muhammad Yusli. Wk adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) lah tak boleh dikatakan sebagai gangan tersebut akan terjadi bila- lagi kita semua sudah bisa menik lah anggota populasinya bertam- tertentu khlayak dimintai konfir harapkan kerugian pada pihak saya, organisasi saya terlebih pada Direkturnya), judul di atas hanya bagi Daerah-daerah Tingkat II mitos belaka. mana pengusaha hotel/rumah ma mati siaran TV Swasta, seperti bah maka masing-masing anggo masi mengenai jenis-jenis siaran khalayak ramai yang mungkin ditimbulkan akibat kegiatan aktivitas memperoleh kan tetap menolak ketetapan se- malam, ia populasi akan semakin sengit apa saja yang diinginkan (gratifi- mereka yang secara jelas tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya. dengan harapan dapat memperje mana dilansir oleh LP3ER bahwa gambaran mengenai hal di atas bagaimana yang tertera di dalam AN-TV dan Indosiar (mulai 1994). dalam memperebutkan sumber cation sough) dan siaran-siaran Oleh sebab itu apabila suatu saat ada pihak yang merasa SK Menpen No 04/1993/ ter- penghidupan tersebut. Seperti apa saja yang telah bisa meme dirugikan saya secara tegas melalui pemberitahuan ini tidak tahu- jak Pembangunan I ini. permasalahan diseputar Pa- PP I adalah salah satu sumber dapat penulis kemukakan contoh SKPS PP I tersebut, sedangkan tanggal 18 Januari 1993 tersebut halnya dalam ekologi media, mas- nuhi kebutuhannya (gratification menahu dan tidak ingin berurusan ataupun berperkara dengan saya Pendapatan Asli Daerah yang pa- kasus berikut ini. Ketetapan pa- Aparat Dipenda tetap pada kepu- Terlepas dari bunyi Peraturan ling besar (KR, edisi Sabtu, 28 jak yang dibuat berdasarkan hasil tusannya untuk memberlakukan merupakan angin segar bagi ma- ing-masing media berebut juga, obtain) selama ini terhadap ma- Demikian pemberitahuan/penjelasan/penegasan saya agar kha- Daerah (Perda) yang berlaku di Agustus 1993). Namun demikian pendataan yang sebenarnya telah ketetapan tersebut. Untuk meng- syarakat pemirsa untuk bisa me malahan secara metodologis per- sing-masing stasiun pemancar. layak engetahui dan menjadikan periksa serta setiap Kabupaten Daerah Tk II, dalam realisasinya, Pajak ini jus- disetujui oleh Wapu sendiri pada hindari terjadinya "dead lock bi- lakukan pilihan alternatif terha- saingan yang terjadi bisa diklasi Pendekatan yang dikenal dengan Pajak Pembangu- tru sering menyudutkan aparat akhirnya mentah kembali dengan asanya akan terjadi tawar mena- dap program siaran televisi. Di- fikasikan menjadi 2, yaitu per- sebutan Uses and Gratification ini Terimakasih. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin. nan I atau PP I dapat diartikan pendapatan Daerah dalam suatu penolakan mereka untuk meme- war antara Aparat Dipenda de- mana selama ini rasanya pemirsa saingan antar populasi (berbeda memang mengasumsikan bahwa Pembuat pernyataan: Q-b. sebagai Pajak yang ditambahkan keadaan yang "dilematis", dan nuhi sejumlah pajak tersebut. De- ngan pengusaha hotel/rumah ma- selalu berada dalam posisi yang kharakteristik medianya), seperti pemirsa itu aktif melakukan pili- Edy Chrisjanto, Jl. Letjen Suprapto 100, Yogyakarta 55272 pada setiap pembayaran yang di- tak jarang sering menjerumuskan ngan berbagai dalih para pemilik kan. Namun hampir dapat dipas lemah dan kurang diuntungkan antara media radio vs TV dan per- han terhadap media. Dengan ada- pembeli/penginap di ru- berbagai pihak dalam debat yang rumah makan/hotel mengajukan tikan bahwa "bargain position" Menonton siaran televisi tidak se- saingan antar spesies (Jenis me- nya beberapa stasiun televisi ma- mah makan atau hotel. Besarnya berkepanjangan. Sehingga wajar keberatan untuk mengutip PP I Aparat Dipenda tersebut selalu mata-mata untuk mendapatkan dianya sama), seperti persaingan ka tidaklah sulit bagi pemirsa un- PP I adalah 10% dari sejumlah lah kalau Nick Devas dan Brian dari para pelanggannya. Alasan dalam pihak yang lemah. Sebe- informasi atau hiburan, tetapi antara TVRI vs TV Swasta atau- tuk memindah-mindahkan salu- pembayaran tersebut, dengan pe- Binder menyebut PP I sebagai pa- klasik yang sering muncul adalah narnya dapat saja mereka tetap barangkali bisa hanya sekedar pun sesama TV Swasta rannya untuk menentukan siaran ngecualian untuk Daerah wisata jak yang berdaya guna rendah kekhawatiran mereka kalau pe- berpegang pada keputusannya, kill the time, karena memang ti- Sumber penghidupan televisi televisi yang mana yang dirasa Nick Devas dan Brian Binder da- langgannya akan lari atau pindah akan tetapi lemahnya "lembaga dak ada pilihan lain. Oleh karena bisa bermacam-macam bentuk cocok NO.703. Untuk Ny Amin, Jalan Ki Mangunsarkoro, Yogyakarta. Dalam pelaksanaan sehari-ha- lam Keuangan Pemerintah Daer ke tempat lain, apabila dalam sangsi yang ada telah menimbul itu, kran siaran nasional televisi nya. Bagi TV Swasta, iklan meru- Dua pendekatan tersebut sebe Meninggal dunia tgl 2 September 1993. Hari dan Pasarannya Kamis ri pemilik rumah makan/hotel ah Di Indonesia), UI Press 1989). swasta kali ini tentu akan mem- pakan sumber penghidupan yang narnya mempunyai objek peneli- Wage (15 Mulud 1926 Jel bertindak selaku Wajib Pungut Apabila kita berbicara tentang kan 10% untuk Pajak Pembangu- reka untuk tetap bertahan pada bawa warna baru dalam realitas utama, sehingga wajar apabila tian yang berbeda. Analisa Isi me pembayaran mereka ditambah kan keengganan dikalangan me Peringatan 7 (Tujuh) harinya Rabu-Kliwon tanggal 8 September (Wapu) yang berkewajiban mena- PP I maka sekurang-kurangnya nan I. Disamping itu mereka me- peraturan yang ada. Memang be- pertelevisian kita. TV Swasta terus menggaet iklan rupakan media riset sedangkan 1993 (21 Mulud 1926 Jel rik PP I dari pembeli/penjajan se akan melibatkan berbagai pihak, ngajukan tuntutan kepada Apa berapa Daerah Tk.II telah merin- Tentu saja kenyataan ini nan- sebanyak mungkin untuk meno- pada Uses and Gratification lebih Peringatan 40 (Empat bagai Wajib Pajak untuk selanjut seperti rat Pendapatan Daerah agar pene tis dengan "Operasi-Yustisia", na- tinya pasti akan membawa kon- pang kehidupannya. Dari sisi menitikberatkan pada audiens ber 1993 (24 Bakdomulud nya menyetor ke Kas Daerah atau 1. Warga masyarakat sebagai rapan PPI memenuhi azas keadil mun hasilnya masih perlu diper- sekuensi yang baik (positif) mau- lain, para pemasang iklan tidak riset. Namun begitu apabila ke- Peringatan 100 (seratus) obyek/Wajib Pajak tak langsung an, sesuai dengan persepsi ten- tanyakan. pun ekses negatifnya. Namun dengan gampangnya dibujuk. Ia dua pendekatan tersebut kita tela 1993 (25 Jumadilakir Sejalan dengan sistim dan pro- 2. Pengusaha Hotel/Rumah Ma tang keadaan dan maju mundur Pada akhirnya keberhasilan penulis tidak menyorot soal efek- (biasanya melalui biro iklan) su- ah lebih lanjut dapat dipakai se- sedur pendapatan Daerah yang kan sebagai Wajib Pungut (Wa- nya usaha mereka sendiri. suatu Darah untuk meningkat nya terhadap sikap dan perilaku dah tahu siapa kira-kira pemirsa bagai alat untuk menganalisa baru, dasar penarikan Pajak ini pu). Keadaan di atas semakin ru- kan Pendapatan Asli Daerah Sen warga masyarakatnya, yang me- media tertentu itu. Berapa jum- tingkat persaingan antar media, adalah Surat Ketetapan Pajak Se- 3. Aparat Pendapatan Daerah nyam apabila petugas penagihan diri (PADS) lewat PP I, akan dipe- mang perspektifnya bisa luas. lah pemirsa yang termasuk kelom seperti misalnya antara TVRI de mentara (SKPS) yang dikeluar. (Dipenda) yang terdiri dari petu- harus berhadapan dengan pemi- ngaruhi oleh perpaduan antara Saya akan coba melihat apa dan pok potensial pemakai barang ngan RCTI Melalui teori Niche, kan oleh Dinas Pendapatan Daer- gas: Pendaftaran dan Pendataan, lik warung makan atau bahkan kecakapan aparat Dipenda dalam bagaimana dalam melakukan jasa yang akan dihasilkannya. Se yang membahas tentang upaya ah Kabupaten Dati II yang berla- Penetapan dan Penagihan. pedagang emplek-emplek" yang mengadakan pendekatan kepada laah ataupun penelitian menge- hingga antara iklan dengan jum- setiap makhluk hidup dalam me ku selama triwulanan lengkap de- Dalam pelaksanaan sehari-ha- berjualan makanan dan minum- Wajib Pungut, adanya lembaga nai persaingan media, khususnya lah dan kharakteristik sosial eko-menuhi sumber penunjang kehi ngan setoran mingguan. Besar- ri di lapangan, tak jarang Aparat an secara kecil-kecilan. Hampir sangsi yang jelas dan tegas, mau televisi. Hal ini menjadi menarik, nomi pemirsanya menjadi garap dupannya. Dimana konsep Niche No. 704. Untuk nya ketetapan pajak tersebut ada Pendapatan Daerah tersebut di- bisa dipastikan bahwa mereka pun kesadaran warga masyara oleh karena mulai tanggal 24 an pengelola televisi. Bagaimana ini terbagi atas Niche Breadth, gal dunia tgl 15 Agustus 1993, Jam: 20.15 WIB Hari kat sendiri terhadap pentingnya Agusuts 1993 "gong" siaran nasio lah 10% dari omset kotor ho- hadapkan pada suatu keadaan tidak akan sampai hati memu- Senen-Phing (27 Sapar 1926 Jel merencanakan siaran yang bisa yang menunjuk pada tingkat hu- nal televisi swasta secara resmi diandalkan dan digemari pemir- bungan antara suatu makhluk de Peringatan 40 (Empat puluh) harinya Jum'at-Legi tanggal 24 Sep- tel/rumah makan yang bersang- yang dilematis, disatu pihak mere ngut PP I dari pelanggannya yang Daerah sebagai pilar otono- ka dituntut untuk selalu mengu- tember 1993 (7 Bakdomulud 1926 Jel nota bene adalah tukang becak, ditabuh, yang berarti kompetisi sanya sehingga pemasang iklan ngan sumber penunjangnya. Di- mi di Daerah. -b. payakan peningkatan PAD na- buruh bangunan pelajar atau pe- (*) Dra St Triyanto, antar media televisi untuk mere- secara otomatis akan mencari me- katakan sebagai "spesialis" mana Peringatan 100 (seratus) harinya Selasa-Legi tanggal 23 Nopem- mun disisi lain juga harus mampu gawai rendahan. Kantor Dinas Pendapatan but masyarakat pemirsanya men- dia tersebut, terjadilah kesesuain kala ia hanya menggantungkan ber 1993 Jumadilakir 1926 Jel menjaga/menciptakan iklim sejuk Daerah Kab Dati II Purworejo, jadi fact reality. Malahan RCTI kepentingan. diri pada satu sumber penunjang Peringatan 1 (Satu) tahunnya Kamis-Kliwon tanggal 4 Agustus dalam pelaksanaan pembangu- Lain dengan TVRI yang secara kehidupannya, sedangkan "gene 1994 (25 Sapar 1927 dan SCTV menyatakan sudah siap dan menambah 10 stasiun terang-terangan tidak diperke- ralis" manakala ia menggantung Peringatan 2 (dua) tahunnya Rabu-Legi tanggal 26 Juli 1995 (27 transmisinya, termasuk yang ada nankan pentayangan iklannya. kan dirinya pada berbagai sum- Sapar 1928 Be). di Yogya, Solo dan Semarang Aktifitasnya lebih banyak dito- ber penghidupannya. Dan Niche Peringatan 1000 (seribu) harinya Sabtu-Legi tanggal 11 Mei (Kompas, 19/8/1993). Investasi pang dan ditentukan oleh peme- Bel (Return On Invesment) rintah. Namun dengan adanya secara ekonomis dipertaruhkan, situasi kompetitif seperti seka- ini sangat ditentukan oleh keber- rang ini orientasi terhadap peme hasilan pembuatan kebijaksana- nuhan selera pemirsa tidak bisa an pemrograman siaran. dikesampingkan. Alternatif pili- han siaran lain yang barangkali lebih menarik bisa menggeser se- Situasi kompetisi bisa terjadi jumlah pemirsa TVRI beralih ke lahir media baru, kare- TV Swasta. terjadi tarik mena- Dinas Pendapatan Daerah. kutan Pada setiap akhir tahun Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Dati If mengeluarkan apa yang disebut SKP. Rampung yaitu Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Wakil Pemimpin Redakai I Dari sekilas gambaran di atas jelaslah kiranya bahwa PP I tetap Kedaulatan Rakyat : H Soemadi M Wonohito SH. Suwariyun Drs M Idham Samawi Wakil Pemimpin Redaksi II Bambang Daulat Pemimpin Perusahaan Redaktur Pelaksana Redaktur Staf Redaksi Fotografer Sekretaris Redaksi Alamat Kantor Redaksi :Drs M Idham Samawi Drs Octo Lampito, Krisnam Drs Suhadi Sukarno SU, Wiemoko Poernomo, Theo Sutiyono, Drs Al Sugeng Wiyono, Djuweni, Lalu Hidayat, Soepamo 8 Adhy, Joko Budhiarto, Arifin Husein : Drs Y Sarworo Soeprapto, Rakiman S, Bambang Soenarno, Dra Esti Susilarti, Maksum Pariyo, Mulyadi Adhisupo, Ronny S Viko, Dra Fadmi Suatiwi, Mussahada Ircham, Moeljono, Yuwono, A Poedjono, Frans Budisukarnanto Arief Budiarto Jalan P Mangkubumi 40-42 Yogyakarta 55232 Telex 25176. Facs (0274)-63125 Telp (0274)-65685 dan 63125 SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) Perwakilan dan Biro : 2CM Jakarta No. 127/8K/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS Penerbit Terbit Perdana Perintis Pembina Direktur Utama Direktur Pemasaran Manajer Sirkulasi,: Manajer Iklan Pajak Yogyakarta. PT-BP Kedaulatan Rakyat : Tanggal 27 September 1945 Jateng H Samawi(1917-1984) M Wonohito (1912-1984) : H Proboscetedjo. H Soemadi M Wonohito SH. telp (0274)-65683. Drs M Idham Samawi, telp (0274)-65682 Drs Guno Indarjo. telp (0274)-62911 Dewi Marni Astriyanti BSc. telp (0274)-63541 dan 65683 (siang) Rp 10.000,00 Rp 3.000,00 Langganan bulan termasuk Kedaulatan RakyatMinggu. Iklan 1 mm/kolom. Iklan Keluarga 1 mm/kolom Iklan Cilik 1 baris/kolom (minimum 3 baris/kolom Iklan Halaman I : Tambahan biaya 200% dari Tarif yang berlaku (Ukuran Maks. 2 kim x 150 mm). Iklan Halaman XII: Tambahan biaya 100% dari Tarif yang berlaku Iklan Warna :-Full Colour (4 warna/3 warna) 1 mm/kolom. -Dua Spot (2 warna) 1 mm/kolom -Satu Spot (1 warna) 1 mm/kolom Iklan ditambah PPN 10%. Bank Bank BNI 1946-Rek. Giro: 428831-001 Dinas Giro dan Cekpos Noj. 15.78. Rp 2.000,00 Rp 6.000,00 Rp 4.500.00 Rp 3.500,00 : Jalan Utan Kayu No. 85, telp (021) 8583102 Jakarta Timur 13120 Kepala Perwakilan HRH Soetoto SH, Kepala Biro Chaidir. Jalan Achmad Yani No.9, telp (0293) 3552 dan 2502 Kepala Perwakilan Didiek Santoso, Kepala Biro Yon Hariyono Hadi. Jalan Bhayangkara No.2, telp (0271) 48015, Kepala Perwakilan Drs Asri Salman, Kepala Biro Theo Sutiyono : A Silmi SH Jalan Lampersari No. 55, telp (024) 315769 Kepala Perwakilan Djoko Suprapto, Kepala Biro FN Arifin Husein, MBA Jalan Achmad Yani No. 14, telp (0281) 61347, Kepala Perwakilan Drs Zulkardi, Kepala Biro Sugeng Pamudji Magelang Surakarta Semarang Purwokerto Dicetak di Percetakan Kedaulatan Rakyat Jalan Raya Yogya-Solo km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274)-96549 dan (0274)-96449. Isi diluar tanggungjawab percetakan Koordinator Perwakilan dan ROI Kompetisi Muncul manakala na te- persamaan puluh) harinya Senen-Pon tanggal 11 Okto- 1926 Jel harinya Jum'at-Pon tanggal 10 Desember 1926 Jel Peringatan 1 (Satu) tahunnya menurut perhitungan kami Minggu- Pahing tanggal 21 Agustus 1994 (12 Mulud 1927 Dali. Peringatan 2 (dua) tahunnya Rabu-Kliwon tanggal 9 Agustus 1995 (12 Mulud 1928 Bel Peringatan 1000 (seribu) harinya Selasa-Pon tanggal 28 Mei 1996 (10 Sura 1929 Wawul (8 overlap, menunjuk pada derajat (22 Besar 1928 ekologis antara 2 ma- khluk hidup dalam memperebu tkan sumber penunjang kehidup annya. Dari perhitungan yang kuanti- tatif kita bisa melihat peta keku- atan masing-masing medianya, bahkan tingkat superioritas me- dianyapun dapat juga diketahui. Oleh karena itulah, sebenarnya masing-masing pengelola stasiun televisi sangat berkepentingan terhadap data mengenai keber adaan dirinya dalam kancah per- saingan itu. Sebab dengan data tersebut, ia dapat segera mawas diri dan mengantisipasi kemung kinan-kemungkinan yang tidak diinginkan serta dapat memain kan peran secara tepat sesuai de- ngan tujuan yang telah digaris kan. Bagi kita, suasana yang baru ini mencerminkan awal demo- saat itulah Alternatif Penelitian rik antara media lama dengan media baru (TVRI vs TV Swasta Untuk mengkaji ataupun mem ataupun sesama TV Swasta) da- perbandingkan bentuk dan jenis lam memperebutkan pemirsa- siaran di masing-masing stasiun nya, dimana jumlah pemirsa re- televisi bisa dilakukan melalui latif tetap. Setrategi bersaing Analisis Isi (Contents Analysis). menggaet pemirsa yang sebanyak Dengan pendekatan ini kita bisa mungkin barangkali menjadi stra memperoleh gambaran ragam isi tegi yang terus diupayakan. Ke- yang disiarkan oleh masing-ma- beradaan "supplier baru yang sing stasiun pemancar, baik se bersifat swasta ini akan memu- cara menyeluruh (general con- tents) atau pun pada program-pro gram tertentu (spesific contents). Seperti misalnya hanya melihat kratisasi informasi yang patut ki- jenis-jenis iklan apa saja yang ser- ta sambut dengan kedewasaan ing disiarkan (frekuensinya) dan sikap mental dan kematangan masing-masing jenis iklan terse- budaya. Oh. but memakan waktu (durasi) be- rapa menit/detik dll. Dari pende katan ini secara kualitatif dapat kita jadikan acuan untuk melihat bisa di- ngkin lahirnya siaran lebih me mikat dan lugas. Sehingga walau umurnya baru sedikit namun ke- mampuan kompetisinya andalkan, implikasinya persain- gan akan semakin ketat. Menganalisis persaingan me- dia, kita bisa mengacu pada pen- dekatan ekologi. Dimana media televisi bisa dipandang sebagai (*) Drs Widodo Muktiyo, SE Staf Pengajar Fisip UNS Mhs Pasca Sarjana ISIP UL Agus S. Krapyak, Yogyakarta. Eyangnya mening Dal dan pasarannya 1996 (R-b. Pojok KR Amerika dan Rusia sepakat akhiri persaingan ideologi dan teknologi militer. --Planet Bumi kita mudah-mudahan benar-benar menikmati perdamalan. Menpan TB Silalahi katakan, pegawai negeri harus malu adakan pesta yang mewah. --Tidak hanya pegawal negeri, kita semua mestinya harus malu. SABTU LE MULAI PSIM deng YOGYA C Mataram, PSI nggelar perta ngan Mataram Tangerang un belum ketigan lam event pena sita sebagai dapi Kompet SI, sedang Ma hadapi Turna Pertanding kan dimulai S Senin sore d Krida. Perta (Sabtu, 4 Se Putra melade (5 September IM dan Senin IM bertandin Putra Pertanding untuk seleksi fmain yang te nah dikataka tje Matulape juga dimanfa gali dana. Pertemua sita dalam ka atan itu mer ma kali dala Kejurn Motor Diadal JAKART nasional lint diikuti peser akan berlang Perum Mojo 25-26 Septem Pimpinan Sungkar men Selasa, selaim tangguh sep yang kini me atas hingga p lai 80) sert Pieter Tanu akan datang Jepang, Thai Peserta k tangguhanny asing yang su Indonesia," k pereli itu Disebutkan yang dibatas pada masih dapat Taman Wisat Ir. Sutami 10 E Sementara panitia li Sprint M keterangan su 60 peserta y diri untuk tar baan seri ke Villa Permata September. DALAM Ria Ria Enes berdi Suzan di Cilac IBARAT Suzan mendada anak-anak Ind karena kepiawai dapat menirukan hingga dapat Suzan bukan la namun sosok ba sok tahu dan ng menjadi gemes, l Kehadiran Sun daerah. di setiap anak-anak balita reka ingin berbic dengan Suzan at Boleh dikata Sum melanda anak-a sehingga dalam p hariannya anak- rang selalu dium layaknya Suzan asesorisnya PE Jl. Brig JL. Kal depan! Jateng juara Haormas di bawah usia 15. --Selamat. Perlu dibina terus! Ini kesebelasan masa JLL Dongk Berabe JL N D