Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Kedaulatan Rakyat
Tipe: Koran
Tanggal: 1994-12-10
Halaman: 12

Konten


SABTU PON 10 DESEMBER 1994 (7 REJEB 1927) 4cm 2cm "KEDAULATAN RAKYAT" HALAMAN 12 SABTU PON 10 D Widiantoro (KR-Hussein) ERRY ABDULLAH (MATARAM PUTRA): 'Tembok Cina' dari Yogyakarta Erry Abdullah (KR-Swasto) mencetak gol. ENTAH apa jadinya kalau Erry Abdullah tak tampil ge- milang di bawah mistar ga- wang Mataram Putra, Seperti begitulah komentar rata-rata penonton pertandingan antara Mataram Putra dengan Semen Padang di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (7/12) lalu. Seperti diketahui, pertarun- gan itu memang dimenangkan Mataram Putra dengan skor tipis 1-0. Tapi, secara keselu- ruhan, pertandingan itu lebih dikuasai oleh Semen Padang, sekaligus lebih banyak memili- ki peluang untuk Erry Abdullah itulah yang boleh dibilang-paling banyak menggagalkan peluang Masy- kur Rauf dkk, terutama di babak kedua. Meski lebih ba- nyak bermain safe, dengan me- ninju atau menepis bola, tapi Erry seolah menjelma menjadi semacam Tembok Cina' bagi para penyerang Semen "Saya memang tak mau am- bil risiko dengan memaksakan diri untuk menangkap bola tapi kemudian lepas. Yang penting. bola tidak masuk. Soal cara, tak perlu harus selalu dengan me- nangkapnya, bukan?" ujar ry, selepas pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran hujan lebat itu. Pelatih Semen Padang sen- diri, Yuswardi, mengakui pe- nampilan gemilang yang diper- lihatkan Erry di bawah mistar gawang Mataram Putra. Seti- daknya, ia berpendapat bahwa Padang. Er- anak muda kelahiran Sigli (Aceh) 22 tahun silam itu cukup pandai dalam mengambil po- sisi. "Anda bisa lihat, hampir se- mua tendangan ataupun sun- dulan yang dilakukan pemain- pemain Semen Padang selalu mengarah tepat kepadanya," katanya. (R-6/Mus) WIDIANTORO (BPD JATENG): OLAHRAGA TANDANG LASKAR MATARAM KE KANDANG GEDE Mencuat Lewat Gol Kilat Demi Strategi Bertahan, Widadi Karyadi Dikorbankan SORE itu, Rabu (7/12), per- tandingan lanjutan kompetisi Liga Dunhill antara BPD Ja- teng dengan PS Bengkulu di Stadion Citarum, Semarang, belum berjalan 1 menit te- patnya baru 50 detik saja. Tapi, scoring board sudah menun- jukkan angka 1-0 untuk keung- gulan tim tuan rumah. Lho, kok bisa? Ya... bisa. Wong BPD Jateng memang su- dah bikin gol lewat kaki Wi- diantoro, kok. Gol pertamanya ke gawang PS Bengkulu itu jualah yang kemudian mengangkat nama Widiantoro sebagai pencetak gol tercepat sementara di kom- petisi Liga Dunhill, bersama Ida Bagus Mahayasa (Gelora Dewata) yang menjebol gawang Mitra Surabaya hanya bebera- pa detik setelah peluit kick-off Selain sebagai pencetak gol tercepat, Widiantoro pun bersama Perry Sandria (Ban- dung Raya) merupakan pem- buat hattrick pertama di kom- petisi Liga Dunhill, berkat dua gol tambahan yang dijejalkan- nya ke gawang PS Bengkulu. Bagi bocah asli Magelang ini, mencetak gol merupakan se- buah 'obsesi abadi'. Widi, begit- ulah panggilannya, senantiasa bertekad untuk mencetak gol pada setiap pertandingan. Ka-. CLAUDIO DANIEL LUZARDI (SEMEN PADANG): renanya, ia selalu dianggap se- bagai 'ancaman' oleh lawan- lawannya, apal kalau sudah men-dribble bola memasuki ko- tak penalti... siapapun kiper- nya, dia pantas untuk merasa ngeri. "Yang lebih penting lagi, sa- ya tidak ingin sekadar mence- tak gol. Maksudnya, saya harus berusaha menciptakan gol-gol yang berkualitas dunia," kata- nya kepada Kedaulatan Rak- yat. Sayang, sampai detik ini, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 itu cenderung masih terlalu mengandalkan kekuatan kaki kirinya. Padahal, sebagai peny- erang tengah, ia jrlas dituntut untuk tampil 'komplet' ya.... kaki kiri-kanannya, ya... kepa- lanya juga. pun, Seorang Ricky Yacobi yang sempat bermain bersama Widi di BPD Jateng, sempat melontarkan penyesalan seru- pa. "Postur tubuhnya begitu ideal untuk menjadi penyerang tengah. Kalau saja dia mau menambah porsi untuk melatih kaki kanannya, saya yakin ia akan menjadi salah seorang penyerang tengah andalan masa depan. Apalagi, usianya masih muda," kata Ricky, wak- tu itu. (Fredo) "Saya Masih Sulit Berkomunikasi" "SAYA sial! Gara-gara ke- sulitan komunikasi, wasit menghadiahi saya kartu kun- ing," keluh Claudio Daniel de Oliviera Luzardi kepada Ked- aulatan Rakyat, sesaat sebelum klubnya, Semen Padang, ber- tarung dengan Mataram Putra di Stadion Mandala Krida, Rabu (7/12) lalu. saat melakukan ke Kesialan itu dialami Luzardi bnya bertemu BPD Jateng di Stadion Citarum, Se- marang, Sabtu (3/12). Menu- rutnya, kala itu ia tidak mengerti kehendak wasit Mulyana Su-bandi asal Ban- dung tentang siapa yang harus lemparan dalam. Maka, ia pun menyodor- kan bola yang dipegangnya kepada wasit. Eh, tahu-tahu wasit mengacungkan kartu kuning ke depan wajahnya. Kartu kuning itu adalah yang kedua baginya, setelah se- belumnya menerima kartu se- rupa saat bertanding dengan Arseto Solo di Stadion Sriwe- ia pun dari. Buntut-buntutnya, cuma bisa menyaksikan rekan- rekannya berlaga di Stadion Mandala Krida dari pinggir la- pang.. Masalah kartu kuning itu baru sebagian dari cerita 'sial' legiun asing asal Brasil milik Semen Padang tersebut, yang bersumber dari pengalaman- nya di Stadion Citarum. Yang mungkin paling membu- atnya jengkel', adalah ulah para penonton di stadion yang (sebetulnya) kurang laik untuk sebuah pertandingan seresmi Liga Dunhill tersebut. Betapa tidak? Gara-gara di bagian besar berasal dari um- pan yang baik dan matang. "Saya lihat, dunia sepakbola Indonesia masih mengalami krisis pengumpan yang baik, sehingga relatif kurang produk- mencetak gol," ujar- tif dalam lemparan batu bata penonton, yang tepat mengenai pung- gungnya, gelandang elegan ber- usia 23 tahun itu terpaksa di- tandu keluar lapangan sebe- lum pertandingan berakhir. "Horrible! Betul-betul mengeri- kan!" sungutnya. Sampai detik ini, Luzardi belum berhasil mencetak satu gol pun bagi Semen Padang. Tapi, menurutnya, ia memang tidak di-kontrak' untuk menc- etak gol, melainkan sebagai 'pengumpan'. Dalam pandan- gannya, gol-gol yang tercipta pada permainan sepakbola se- nya. Sebelum tergabung dalam daftar pemain International Sport Association (ISA) Swiss Luzardi sempat bermain ber- sama salah satu klub tangguh Brasil, Botafogo, lalu Vasco da Gama. (R-6/Mus/Fre) 5 6 SEMEN PIDANT SEMEN MAJANG Claudio Daniel Luzardi (tengah) (KR-Dok) GELORA DEWATA sebuah tim padu dan untuk sementara 'adi daya' kedua di Wilayah Timur Kompetisi Liga Dunhill. Dua pe- nampilan dikandang berakhir sempurna karena mampu meraih angka penuh. Menang 2-0 atas PSIR Rembang dan Memukul Mi- tra Surabaya 3-1. Hebat! Seorang pemain asing bernama Alfonso Abel Campos, kini menja- di maskot karena permainannya yang begitu menawan. Kendati demikian tim yang 'digurui oleh duet Suharna dan Sutrisno, tidak seratus persen berkekuatan pada Campos tapi masih banyak ke- dik, Freddy Mulli- mantan pe- main Mitra mudah di atasi karena gerakannya kaku. Itu sekilas tentang Gelora De- wata yang sering disingkat den- formasi normal yang diterapkan dalam Pola ideal sepakbola In- donesia 3-5-2. Selama ini formasi pertahanan PSIM setelah minusnya Dedy Se- gan nama Gede. tiawan, terdiri Jatmiko (libero), Voor Satu Setengah Bola Putut Joko Purnomo (bek kanan) "Saya berani voor satu seten- dan Roy Gesper (di back kiri). Se- gah bola mengunggulkan Gede, mentara Subowo dan Mahfud "komentar salah seorang petaruh ditempatkan sebagai double stop- ketika berbincang-bincang den- per. Jadi kalau duet pelatih be- gan penulis mengenai pertandin- rani mengambil keputusan meng- gan PSIM vs Gede yang digelar gunakan formasi 5-3-2, maka per- Minggu besok di Stadion Ngurah lu tambahan satu pemain lagi. Rai Denpasar. Jadi kalau PSIM Dan dari pemain belakang bisa menahan tidak sampai yang ada nampaknya satu tamba- di- han itu pantas dipercayakan main domistik yang punya kalah dengan selisih tigakan kepada Satmoko. Pemain ini di- mampuan "Sulit positif. awan Sedangkan lini tengah kompo- sisi terbaik terdiri Yance Ruma- Edy Susilo dan rachman. Tapi seandainya Kurni- sudah diyakini Maman Nu- sembuh dari maka bisa Keempat pasangan 3 di tengah juga antara awan- pemain Yance-Kurni- Edy Susilo atau Maman. ini sama-sama man dan anggap memang. (Maaf ini merata. untuk mengecilkan hati bocah- jadikan sebagai tukang tebas jika Setidak-tidaknya telinga pecin- bocah Laskar Mataram menghadapi serangan lawan. ta sepakbola sudah akrab dengan Dan mustinya komentar Saat tertentu harus keluar mem- nama Ida Bagus Mahayasa, Nus demikian harus difahami oleh pe- bantu penyerangan. Yadera dan Freddy Mulli. main-pemain PSIM secara Mahayasa merupakan mesin Dalam arti para pemain tersen- gol yang paling disegani. gat motivasinya untuk bertand- untuk mengawal mengawal dia, ing habis-Perubahan I Formasi "komentar pelatih Mitra M Basri. Memantau jalannya latihan Pemain ini rajin bergerak dan be- PSIM menjelang terbang ke Den- cidera rani mendobrak sendirian. Ia san- pasar, duet pelatih PSIM Drs gat bersyukur dapat pemain Bambang Nurdjoko dan Drs Nur- pengumpan Campos dan Nus din Basyar lebih banyak membe- Yadera. nahi sektor pertahanan. Ini berar- Nus mantan pemain Mata- ti keduanya sudah sepakat bahwa ram Putra merupakan pemain dalam pertandingan nanti akan gelandang yang lincah. Ia mampu menggunakan taktik bermain de- mengimbangi permainan Campos fensif. sebagai pemain penghubung se- Itu berarti sangat menuntut kaligus pengumpan. kedisiplinan pemain-pemain blok Sedangkan Freddy Mulli stop- pertahanan. Kalau perlu duet per yang selalu tidak mau ber- pelatih mencoba melakukan pe- sikap kompromi. Tapi kalau pe- rubahan formasi dari 4-4-2 men- main depan lawan bermain cer- jadi 5-3-2. Formasi ini kebalikkan CATATAN LIGA DUNHILL INDONESIA punya kelebihan. Edy Susilo-Ma- Kurniawan mampu ber- gerak cepat. Sedangkan Yance te- tap berperan sebagai play maker. Untuk barisan pendobrak PSIM hanya mengandalkan strik- er tunggal Rofik Ismanto. Sedan- gkan Widadi Karyadi tidak diser- takan ke Denpasar. Dengan de- mikian tergambarkan bahwa tim Laskar Mataram akan menggu- dang. Waktu itu dia tidak meny- nakan taktik super defensif ter- ertakan pemain gelandang Shal- bukti duet pelatih berani mengor- lahudin yang dinilai tidak punya bankan tidak membawa Widadi nyali menghadapi permainan Karyadi. permainan PSM Tapi apakah setelah pertandingan keputusan ini nar atau salah, ini akan terbukti selesai. be- keras. sudah kalah 1-2. Dan Nyatanya berubah lebih mengan- dalkan teknik. PSIM akhirnya Bertje Dulu nya Bertje pun sangat Tapi begitulah sifat pelatih, Mempertaruhkan segalanya un- yang pelatih PSIM sebelum- menyesal. Matulapelwa juga per- nah berbuat demikian untuk melaksanakan strategi siluman- nya melawan PSM Ujungpan- tuk melaksanakan strategi diinginkannya. (Mussahada) Pelatih PSIM Drs Nurdin serius menyusun strategi (KR-Franz) Dari Penonton, Baju Luntur, Hingga Tahyul 'bibit penyakit tersebut. Yang mereka lakukan masih seperti dulu ber-cuek-cuek, lalu (kalau ada 'apa-apa') cuci tangan dengan berteriak-teriak mengancam para panpel. menjaga semangat bertanding MINGGU MA Matar PS B Be YOGYA (KR) Mangkuyudan, Ma tantangan PS Beng Yang jelas, kedua "tamu", PS Bengkul lanjutan tandingan Kondisi PS Bengku terkesan begitu rapuh pa tandingan sebelumnya membuat Manaje Mataram Putra, Iswadi tir ketir. "Bukan tak m situasi semacam begit membuat pemain Mataram Putra memam bisa teng PS Bengkulu dan t ngan membawa bebana berat," kata mantan ka ASGS I Menar SURABAYA (KR) - 1 klasemen sementara Timur kompetisi Liga Assyabaab SGS, beramb mencetak keempat bertu pada pertandingannya Samarinda di Sta Putra ra 10 November, Suraba (10/12) sore ini. "Pokok akan berusaha untu memetik angka maks bertanding di kandang kata Asisten Pelatih A harraad Yang menarik, melawan Zein Alhadad. per Putra S petang ini merupakan k ma bagi ASGS untuk be *** gan. lebih dari SABTU sore nanti, di Stadion menjanjikan 'harapan baik' bagi dalam 'memenuhi janji'-nya. Gelora 10 November Surabaya perkembangan dunia sepakbola akan berlangsung partai ke-38 Indonesia. Menurut janji' yang mereka setengah baya' itu hanya ingin kompetisi Liga Dunhill Indonesia, tebar, masing-masing tim akan mendapatkan 4 set kostum (2 un- antara tim tuan rumah As- dan stabilitas emosi para pemain NAMUN, nilai-nilai plus itu tuk pertandingan 'kandang dan 2 Persipura melalui pendekatan syabaab SGS dengan Putra ternyata masih diikuti oleh beber- lagi untuk 'tandang). Tapi, pada spiritual. Samarinda. Lewat catatan ini, ki- apa nilai minus, baik yang me- kenyataannya, hampir semua tim ta tidak akan mengupas tentang mang sudah ada sejak dulu HAL lain yang juga menarik baru menerima 1 set saja. Pada- pertandingan di Kota Buaya maupun yang bersifat 'baru'. Satu untuk disimak adalah peranan hal, semua tim dilarang menge- tersebut, melainkan mencoba ber- hal yang masih tetap mempri- sponsor. Dalam nakan kostum yang lain. Alhasil, 37 'diskusi' tentang pertarungan hatinkan, adalah ulah para siapan yang mereka lakukan kostum 'semata wayang itu harus Liga Dunhill sebelumnya. 'oknum' penonton yang begitu ternyata tak seserius yang kita dipakai berulang-ulang, meski Dari 37 pertandingan awal gemar membuat kisruh di sta- duga sebelumnya. Terhadap hal- dengan bentuk yang sudah tak Liga Dunhill (19 partai di dion-stadion sepakbola. hal yang tergolong 'kecil' saja begitu sedap lagi untuk dipan- Wilayah Barat dan 18 lagi di Claudio Daniel de Oliviera mereka masih bersikap lalai. dang. Timur), tercetak 77 buah gol (46 Luzardi, pemain asal Brasil milik Padahal, kehadiran mereka itu buah di Barat dan 31 lainnya di Semen Padang, terpaksa harus sudah berhasil menggeser nama Timur). Data lainnya, dari 37 par- ditandu keluar lapangan sebelum Indonesia dalam 'judul' dari sis- tai itu pun telah di-'hasil'-kan 75 pertandingan melawan tuan tem kompetisi sepakbola yang an- buah kartu kuning dan 4 kartu rumah BPD Jateng berakhir, yar ini. merah. karena punggungnya terhajar Dalam konteks yang tak kele- lemparan batu bata. Kapten tim wat 'besar', bolehlah kita tahyul. PSIS Semarang, Jessie Mustamu, singgung soal kualitas dari jatah Konon, dalam tampil di babak kedua melawan kostum bagi masing-masing pe- away-nya ke tanah Jawa ini, tim Pertandingan berakhir dengan PSIM Yogyakarta dengan sebelah menunjukkan main. Beberapa tim mengakui Persipura melibatkan juga ke- scoring-board mata tertutup perban, akibat sedikit mangkel dengan mutu hadiran seorang 'dukun-entah angka 1-0 untuk Mataram Putra, terkena percikan mercon yang dari 'kostum pembagian' itu. 'dukun' apa tepatnya. Yang jelas, dan Masykur Rauf beberapa kali dilempar penonton. Kaosnya memang bagus. Tapi, setiap kali tim Mutiara Hitam gagal menyelesaikan peluang Kasus semacam terjadi juga di kualitas cetakan dari logo sponsor yang masih redup itu turun bagus yang diterimanya. Ketika Stadion Benteng Tangerang, Sta- yang tertera di dada bukan main bertanding, ada seorang pria ditanya, apa kabar dengan fungsi dion Petrokimia Gresik, dan seba- jeleknya, Baru dipakai sekali saja gainya. sudah ada yang bleberan. Ulah para 'oknum penonton itu "Boleh jadi, itu bukan Bagi sebuah lingkungan sepak- tampaknya memang masih meru- kaosnya yang jelek, melainkan bola yang tengah megap-megap pakan epidemi di dunia persepak- sablonannya," kata Pelatih PS seperti di negeri ini, apa yang ter- bolaan nasional kita, yang Bengkulu, Renny Salaki, seraya catat di atas sebetulnya meru- harus diakui-sangat sulit diber- menambahkan bahwa hal terse- pakan sesuatu yang boleh disebut antas dan sangat cepat penye- but bisa menimbulkan 'protes' biasa. Tegasnya, untuk barannya. Ironisnya, hingga detik dari pihak produsen kaosnya tahap pertama, sistem gres berna- ini pihak PSSI sendiri seolah sendiri. ma Liga Dunhill itu sudah mem- belum memiliki resep yang pas Yang juga menjengkelkan, cukup untuk menangkal penyebaran adalah ketepatan pihak sponsor tim Persipura sendiri, 'lelaki 本車 Lain lagi dengan 'gaya' beberapa hal, per- Masykur Rauf, salah seorang pe- main andalan Semen Padang. Ketika masih berada di ruang ganti sebelum pertandingan melawan Mataram Putra dimu- lai, ia terlihat memasukkan se- benda semacam untaian kalung kayu halus' ke bawah telapak kaki kanannya, dan baru PEKAN-PEKAN awal per- mengenakan kaus kaki. Begitu putaran kompetisi Liga Dunhill sadar ada yang memperhatikan pun diwarnai oleh sebuah isu 'lagak-laguk'-nya itu, ia cuma yang boleh dibilang 'klise' di dunia nyengir... "Biar selamet, punya sepakbola. Yakni, persoalan greget, dan selamet saja, Mas," ce- buah Karenanya lalu sekarang dengan sesama klub no Seperti diketahui, pac tandingan sebelumny sukses mencetak hattr ka memukul PSIM Yogy 1 di Stadion Mandala I menggebuk PSM Ujung 2-0 dan Persipura Jayap Stadion Gelora 10 Novem juga, tida mengherankan Rusdi Bahal nyatakan harus me- tusnya. perjalanan karena berusia setengah baya yang senantiasa terlihat ikut berjejer di tadi, bangku cadangan. Kerjanya tak banyak... cuma mengusap-usap- kan kedua telapak tangannya, dan sekali-kali meniupkannya ke arah lapangan. Yang justru lebih menarik, adalah jumlah penonton yang bisa disedot oleh 37 pertandingan tersebut. Yakni, sekitar 432.000 orang, atau kalau dirata ratakan sekitar 12.000 orang per pertandingan. Katakanlah, harga karcis rata-rata per per- tandingan adalah Rp 5 ribu. Be-. rarti, terdapat pemasukan (kotor) sekitar Rp 60 juta per pertandin- berikan sinyal-sinyal yang BUSANA DAN BOGA Batam, Surga Bagi Penggemar 'Sea Food' SEA-FOOD, merupakan jenis menikmati pemandangan kota makanan yang makin ngetrend Singapura yang gemerlap (kalau dan dijadikan sarana lobi yang malam hari) di seberang. Bahkan bagus, disamping Chinese Food. kalau air laut sedang pasang, Di kota-kota besar dan kota bisnis tempat kita makan sea-food te- maupun kota objek wisata, rumah rendam air, sehingga seperti me- makan sea-food tak akan pernah nikmati makanan di atas perahu. ketinggalan. Termasuk di Pulau Selain cumi-cumi, kerang, ke- Batam yang kini makin banyak piting, juga dikenal masakan so- dikunjungi orang, baik untuk tong yang khas dan gurih. Semua ini layak tersaji sekaligus, karena berbisnis maupun untuk berlibur. tak akan komplet rasanya bila hanya memesan satu jenis saja. Menurut pengurus PHRI Ba- tam, Adi Kusnadi, yang ditemui KR Batam, beberapa waktu lalu, rumah makan sea-food memang banyak bermunculan di Batam, karena memang banyak diha- silkan ikan-ikan laut yang segar dan khas. Maka, para bisnismen banyak yang memanfaatkan wak- mereka maupun melakukan rapat-rapat di rumah makan khusus sea-food ini. Di Batam, yang berbatasan hanya 20 menit naik boat dengan Singapura itu, banyak dijumpai rumah makan yang menghidan- gkan khusus sea-food. Di sana, sea-food terhidangkan dalam aro- ma dan rasa yang khas, terutama lantaran kekhasan bawang putih- nya. Perlu diketahui, bawang pu- tih di Batam dikenal sangat mu- rah. Sehingga bila ke Batam, orang banyak yang memborong- nya. Harga bawang putih satu kg hanya berkisar Rp 1.000,- hingga Rp 1.500,-, padahal di Yogya men- capai Rp 5.000,-/kg. Jadi, jangan kaget bila makan di restoran, terutama makan sea- food, rasa bawang putih mendom- inasi masakan dicampur rasa pedas, sehingga menghadirkan kenikmatan tersendiri. Selain tersaji di restoran-res- toran umum di pinggir jalan yang ditata persis suasana di luar negeri, masakan sea-food juga bisa dijumpai di beberapa tempat khusus di kota Nagoya. Beberapa pengusaha membuka rumah ma- kan sea-food ini di pinggir pantai, dengan tempat yang dirancang khas, berupa gubug-gubug dari bambu dan dipancang di atas pantai. Sehingga, di samping me- nikmati masakan sea-food yang nikmat dan pedas, orang bisa tu lobi Demikian pula diakui oleh Di- rektur PT Alas Tour and Travels, M Desky, yang sering membawa rombongan ke Batam dan Singa- pura. "Di Batam, sea-food menjadi salah satu tujuan utama wisa- tawan untuk mengisi perut mere- ka. Batam seakan menjadi sorga atau impian para pecinta sea- food," katanya. Maka, manakala larut malam, bahkan sampai pada pagi hari, in- gin makan di Batam, jangan kha- watir. Karena, seperti di Yogya dengan Malioboronya, di Batam punya Nagoya yang hidup 24 jam dengan restoran yang berjajar di luar beratapkan langit. Di situlah, bisa kita pilih aneka macam masakan, termasuk tentunya sea- food dengan rasa khasnya. (Ronnie SV)-y Manfaat Berbagai Buah JERUK NIPIS Jeruk nipis dapat dipakai seba- gai obat penurun panas Caranya: sediakan 1 sendokmakan minyak kelapa, 3 siung bawang merah dan air jeruk nipis. Campur men- jadi satu dan remas sampai bawang merah hancur. Oleskan ke seluruh tubuh. Jeruk nipis juga dapat dipakai untuk obat batuk. Caranya: ambil jeruk nipis dan kecap, campur de- ngan 1/2 gelas air putih. Pergu- nakan untuk mengobati batuk. DURIAN Buah durian termasuk jenis buah yang lezat rasanya dan ma- hal harganya. Selain dimakan langsung, buah durian juga dapat dibuat asinan. Caranya remas-re- mas daging buah durian dan ma- sukkan dalam stoples. Beri irisan bawang putih, garam, dan bumbu penyedap. Siram dengan cuka. Asinan ini dimasak dengan udang dan digoreng. Durian juga cukup lezat untuk dinikmati sebagai juice durian, es teler, dsb. Kulit buah durian juga dapat berfungsi mengusir kutu busuk. Caranya: letakkan saja kulit duri- an pada tempat-tempat yang menjadi sarang kutu busuk. DELIMA Buah delima bermanfaat untuk melangsingkan tubuh. Tiga buah delima muda ditumbuk sampai halus dan dicampur dengan sedikit garam. Seduh engan 200 cc air panas. Saring dan minum- lah sekali sehari selama seming gu Daun buah delima bermanfaat untuk menyembuhkan perut kembung, mual, dan perih. (Anni HR)-z Poppy Tendensi Koesarumdani Challet Ardiyanto Mode '95: Maxi-Mini dalam Tekstil Indonesia SETIDAKNYA ada dua hal diperoleh para penonton Fashion Tendence '95 (FT 95) yang dise- lenggarakan APPMI (Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia) di Hotel Melia Puro- sani Yogyakarta, Senin 5 Desem- ber 1994 lalu. Pertama, informasi tendensi mode busana untuk tahun depan plus kecenderungan trend warna dan Kedua, penonton menyaksikan parade tekstil In- donesia baik tradisional mau- pun kain bermotif kreasi peran- cang busana yang mengikuti FT 95 tersebut. Gaun-gaun panjang semata ka- ki (maxi) dan super mini, agaknya bakal dikenakan oleh pecinta mo- de sebagai bukti bahwa dia seo- rang fashionable. Sedang gaun tanggung' atau midi yang tahun ini berkibar, akan dianggap out of date. Selebihnya, penggunaan kain tekstil yang bercitarasa Indone- sia, seperti: hasil olahan teknik dan motif batik, tenun/ikat yang mengesankan keluguan dan ke- san hand made serta teknik celup di tahun depan, diduga akan makin mendapat tempat di hati pecinta mode. Hal itu berarti jajaran desainer Indonesia, boleh makin merasa eksis. Paling tidak di mata desai ner mode sekawasan Asia. Kare- na Indonesia mampu mempresen- tasikan karya dan wawasan mode skala dunia dalam citarasa ke- pribadian Indonesia. TUJUH desainer 'tuan rumah yang mengikuti fashion paling menawan yang diselenggarakan di Yogya sepanjang 1994 itu: Ardiyanto Pranoto, Atiek Noor, Afif Syakur, Chaliet Bambang, Dadang Koesdarto, Jadin C Dja- maludin dan Hj Sitoresmi - pri- ma mengekspresikan tendence of fashion 95 yang kerangka acuan globalnya diadaptasi dari tendensi mode internasional oleh APPMI. Kemudian menjadi em- pat katagori, yaitu: Tradísi Ceria, Naif Sensual, Kharisma '30 dan Ekspresi Bebas. Batik crinkle dari Atiek Noor, batik Pekalongan dalam warna dan motif khas yang dipilih Afif, batik sogan karya Ardiyanto dan Chaliet serta tenun tangan dari Jadin yang terangkum dalam kategori Tradisi Ceria, memberi nuansa tersendiri. Baik sebagai tuan rumah maupun dalam ke- desainer dari Lampung, Jakarta seluruhan fashion yang diikuti dan Bandung itu. Keberadaan mereka menyiratkan kekompak an kinerja antaranggota dalam tubuh APPMI Cabang Yogya. Ungkapan salut atas inisiatif menyelenggarakan FT '95 juga muncul dari Ketua APPMI Pusat, Poppy Dharsono, "Hal ini mem- buktikan para desainer cukup memiliki eksperimen dan kreativ- itas tinggi" katanya dalam sam- butan. MENURUT Poppy, perancang busana yang tinggal dan berkarir di Yogya, memiliki banyak keun- tungan. "Karena sentuhan bu- daya di sini masih kental, sehing: ga bisa menjadi sumber inspirasi tersendiri. Selain itu, budaya bisa menjadi sentral perkembangan inspirasi tekstil yang menjadi bagian penting dari dunia indus- tri busana" katanya. Dengan 'modal' seperti itu, bila desainer Yogya terus menempa diri dalam berkarya maupun wawasan "Saya yakin, mereka bisa menjadi panutan. Dan, dunia rancang busana di daerah istime wa inipun makin bermasa depan cerah papar Poppy. Dalam FT 95 tersebut, meski 9 dari 14 desainer mengambil tema Tradisi Ceria, berkat olahan kore- ografer Widyanarto, fashion show yang dihadiri tokoh mode dan pecinta mode dari Jakarta mau- pun Yogyakarta itu berjalan runtut. Seperti janji Widyanarto sebelumnya, gelar busana terak- bar sekaligus sebagai penutup, tahun 1994 itu memang 'enak di- tonton'. FASHION dibuka dengan 10 busana Kharisma 30 dari Hj Sitoresmi. Divisualisasikan da- lam busana muslimah yang femi- nin dan elegan, Detail manik dan payet, nampak diekploatasi per- ancangnya pada tepian gaun dan pada kerudung Kemudian berurutan karya sembilan desainer (yang berarti sekitar 90-an busana) dari kate- gori Tradisi Ceria. Dilanjutkan Ekspresi Bebas dari Dadang Koes dan Raisal Rais (Jakarta). Pera- gaan busana yang berlangsung hampir dua jam itu, ditutup den- gan Naif Sensual olahan Musa Widiatmojo (Jakarta) dan Taruna K (Jakarta). "Kami merencanakan mengge- lar fashion tendence setiap jelang akhir tahun" kata Ketua APPMI Cabang Yogya, Ardiyanto, yang menjanjikan pameran tekstil dan perlengkapan fashion, tahun de- pan bakal lebih komplet dari (Esti WN) tahun ini. Tak ada yang tahu apa maksud dari 'gerakan-gerakan'-nya yang dilakukan di antara deretan pe- main cadangan Persipura itu. Na- mun, menurut seorang sumber di dari alat yang dimasukkannya ia hanya menjawab... "Abis ujannya gede banget, Mas." Yah... mudah-mudahan saja kompetisi Liga Dunhill ini tidak sekadar menghasilkan hal-hal yang sulit dicerna oleh akal sehat, dan cuma melahirkan orang- orang yang pandai berkilah atau menghindari kenyataan saja. Apa bisa di-copy, Ganti? (yukie h. rushdie) GKR Hemas: PAPMI DIY Hidup Sebatangkara NOSTALGIA. Barangkali itu- lah yang ingin dilaksanakan saat memperingati HUT ke-20 Papmi (Perhimpunan Perancang Mode Indonesia) DIY. Keinginan itu tidaklah berlebihan. Semata-ma- ta karena Papmi DIY mampu bertahan hingga usianya yang ke- 20 tahun. Padahal, cabang lain bahkan pusat perhimpunannya di Jakarta, semua sudah almarhum. Tentu banyak faktor yang membuat Papmi DIY mampu bertahan dan hidup dalam kese- batangkaraannya. Paling tidak keberadaan GKR Hemas yang be- gitu concern dengan dunia mode -meski sudah merasa jenuh den- gan kegiatan fashion-, tetap merupakan faktor utama yang mendukungnya. Maka sesepuh, pendiri dan juga pelindung Papmi DIY itupun seringkali melon- tarkan kritikan tajam terhadap perhimpunan tersebut. Baik ter- hadap para desainer, peragawati, peserta kursus, pengajar dan pen- dukung lain. Kini, Papmi DIY memang dap- at dikatakan sebatangkara. Na- mun dalam kesendiriannya itulah GKR Hemas justru berharap banyak dari pengurus baru su- paya dapat meningkatkan eksis- tensinya. Karena itu, tambahnya, saya bangga bila kini Yayasan Papmi DIY sudah mampu memi- liki LPK yang berstatus Terdaftar di Kandepdikbud Kodya Yogya mulai 15 November 1994. Maka dalam usianya yang ke- 20 masih banyak tantangan yang perlu dilihat Papmi DIY, untuk kehidupannya masa mendatang. Dan tantangan ini bukanlah hal yang gampang diantisipasi. Te- tapi setelah Papmi DIY mampu bertahan dalam hidupnya yang sendiri hingga 20 tahun ini, sedik- it banyak tantangan itu akan dap- at diatasi. Adalah meningkat pesatnya jumlah peragawati termasuk per- agawati cilik di Kota Gudeg ini yang mendapatkan sorotan GKR Hemas. Kini jumlah itu semakin bertambah banyak, mengiring pe- satnya perkembangan modeling di kota Yogya. "Tetapi Papmi DIY hendaklah tidak sekadar mem- berikan ketrampilan bergaya pa- da anak-anak tersebut," katanya mengenai kursus peragawati cilik yang dilaksanakan selain kursus menjahit, merancang mode dan peragawati remaja. Lalu, apa yang diharap dari GKR Hemas terhadap kursus per- agawati cilik tersebut? "Yang penting, selain anak- anak mampu berlenggak-lenggok di panggung kucing, juga harus memiliki kepribadian sebagai Bangsa Indonesia serta memiliki rasa percaya diri yang kuat," tan- dasnya. Maksud GKR Hemas, ba- gi seorang peragawati yang akan disorot orang karena 'dianggap hidup dengan penuh keglamour an, ia harus memiliki kepribadian dan rasa percaya diri yang kuat. Mengapa GKR Hemas merasa perlu mengingatkan hal ini? Sebab menurutnya, kedua hal ini khususnya rasa percaya diri-kurang dimiliki. Karena itu lah mumpung mereka masih be- lajar sejak tahap awal, kedua sikap tersebut perlu ditanamkan pada anak didiknya. "Bukankah seandainya tidak terus menjadi peragawati, kepribadian dan rasa percaya diri yang kuat ini perlu juga dalam kehidupannya," lanjut ibu 5 putri yang pernah menjadi Ketua Umum Papmi DIY periode 1985-1993 itu. Kini dalam usianya ke-20 GKR Hemas menganggap perlu ada- nya daftar ulang anggota. "Se- hingga berapa jumlah perancang atau peragawati yang ditelorkan Papmi, dapat diketahui. Karena dari sinilah, akan diketahui per- kembangannya dari masa ke masa." (Niniek) Potong tumpeng ketika HUT ke 20 (KR-Fsy) strategi khusus. "Me klub (eks) Galatama ti dengan melayani tim- Perserikatan. Setidakn harus memperhitung Mental H Kalau tic REMBANG (KR) - M putaran pertama Ligina tahun 1994-1995 lalu, b Rembang merupakan tersendiri, karena sela kali pertandingan "awa kandang lawan terhemp- ma berhadapan Malang di sta ketika Arema, jayana setempat kalah 1- dian melawan Gelora Bali di stadion Ngurah R 0-2 dan terakhir ketika Mitra, vember Surabaya di stadi kalah 1-3. Secara umum, bagi P hidup di kota Kabut wilayah Jawa Tengah bisa mengikuti putara memang bole Dunhill teramat berat dan me meskipun untuk putar Utama tim Perserikatan ta yang berjuluk sempat mas Awang" ini dion Utama, Senayan b di putaran delapan b mun, dalam putaran Li hill tahun ini, rasanya sulit bagi PSIR untuk gukir kejayaannya, ka bentur beberapa kendal Kembali mengorek k PSIR di kandang lawar hari lalu, yang patut perhatian ekstra adala disiplinan para pemain na, bukti nyata sudah dari tiga kali pert "away" tersebut PSIR s dapat hadiah tendanga Baik itu di Malang, maupun di Surabaya. T Surabaya malah men- hadiah tembakan Peserta reli sepeda (KR-Rin). Pelti Ma Gelar K ta MAGELANG (KR) mada bekerja sama de cab Pelti Kotamadya untuk pertama kali menggelar kejuaraan n nis yunior dengan New Armada 1994', berlangsung mulai 24 Desember 1994, di lap New Armada, AKMIL ai Langgeng, dan Pe lang. Menurut keteranga rang panitia, kejuaraa elenggarakan sesuai Pelti, Code of Conduc of Tenis Junior 199 memperebutkan had medali, piagam, raket serta uang pembinaa juta. Kejuaraan ini nar