Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Berita Yudha
Tipe: Koran
Tanggal: 1981-04-09
Halaman: 03

Konten


L BERITA YUDHA - KAMIS, 9 APRIL 1981 ekonomi uds th Disamping kapal motor (KM), perahu layar motor (PLM) seperti tampak dalam gambar adalah merupakan alat angkutan potens untuk mengantar pulaukan beberapa hasil komoditi daerah Kalsel kedaerah pulau Jawa. Misalnya untuk mengangkut kayu-kaya gergajian, para pengusaha kayu Banjarmasin lebih senang menggunakan PLM, karena disamping ongkosnya murah, bongkar muatny juga praktis. Tampak beberapa buah PLM didaerah Ambang Barito siap berlayar. (Foto "Antara"/XD 23). PENGEMBANGAN PRODUKSI ETHANOL AKAN BUKA LAPANGAN dustri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah sekarang giat melaksanakan program diversi- fikasi energi, yaitu agar sedap at sumber2 mungkin memakai energi non minyak seperti batu bara, geothermal, biomass, solar. Program alkohol adalah salah satu program diversifikasi energi. KERJA LUAS Tanjungkarang, April (Antara). Asisten I Menteri Negara Ir. Tehnologi dan Riset Wardiman Djojonegoro menga- takan di Tanjungkarang, pem- bukaan kebun2 energi dengan pabrik alkohol akan membuka lapangan kerja yang luas. Dalam ceramahnya baru2 ini di depan 100 peserta dua hari pertemuan para pengusaha perkebunan besar daerah Lampung Asisten Perencanaan Menteri Ristek itu mengatakan, lapangan kerja akan terbuka bagi bidang pabrik alkohol pertanian, maupun pembuatan peralatan pabrik. Dikatakannya, parą ahli Indonesia dapat mendesain sebuah pabrik ethanol dan Mendagkop Kecam MFA Jakarta, April (BY). Mendagkop Drs. Radius Prawiro mengecam pelaksanaan MFA (Multi Fibre Arrangement) II yang lebih mencerminkan dipraktekkannya proteksionisme oleh negara2 indus- tri pengimpor tekstil katimbang seharusnya justeru mengusahakan perdagangan produk tekstil dunia yanglebih luas dan lebih bebas. Memberikan amanatnya ketika membuka Lokakarya Perundingan- perundingan Ferdagangan Tekstil Senin yl. di Bali Room Hotel Indonesia Sheraton Jakarta, Men- dagkop mengingatkan negara2 industri ybs. bahwasannya negara2 berkembang pengekspor tekstil justeru merupakan pasaran bagi negara2 maju/industri. Peningkatan pendapatan ekspor negara2 berkem- bang akan meningkatkan kemam- puan beli berbagai bahan/barang/ perlengkapan yang diperlukan untuk produksi tekstil dan pakaian. Lokakarya diikuti 26 negara berkembang untuk mencapai kesatuan bahasa dan kesepakatan kelompok berkembang negara pengekspor tekstil guna mengha- dapi perundingan dengan negara2 industri/maju mengenai MFA IIL MFA II akan berakhir pada akhir 1981 ini. Pada upcara pembukaan ternyata ada 3 negara yang belum hadir yakni Republik Dominika, El Salvador dan Guatemala. Ke-23 negara berkembang lainnya ialah: Argentina, Bangladesh, Brazil, Colombia, Mesir, Ghana, Haiti, Hongkong, India, Jamaica, Korea Selatan, Malaysia, Mexico Pakistan, Peru, Pilipina, Rumania, Singapura, Srilanka, Thailand, Uruguay, Yugo- slavia, dan tuan rumah Indonesia. tjap lebih dari 60 persen dari komponennya dapat dibuat di dalam negeri. Akhir2 ini banyak dibicara- kan masalah produksi ethanol, yaitu sejenis bahan kimia yang dapat diproses dari bahan baku tumbuh2an dan dapat dipergu- nakan untuk berbagelu an. ng: Gagasa produksi e ini pertamakan n ala Menteri Negara Ris. BPP teknologi Prof. Dr.B.J. Ha- bibie awal tahun 1980. Ir. Wardiman mengatakan inti dari gagasan itu antara lain meningkatkan taraf hidup petani transmigran, menunjang diversifikasi di bidang energi, meningkatkan kemampuan in- Produksi Rokok Kretek Meningkat Produksi tahun 1980, sebanyak 50,5 milyar batang, terdiri dari 35,6 milyar batang sigaret kretek tangan (SKT), 1,35 milyar batang rokok klobot dan 13,55 milyar batang sigaret kretek mesin (SKM). Produksi tahun 1979 tercatat 39,83 milyar batang, sehingga kenaikan selama tahun 1980 sebanyak 10,65 milyar batang, demikian Pengurus Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) /Gabungan Perserikatan Pengusaha Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) mengungkapkan di Kudus, Jawa Tengah, Selasa. Ketika menerima kunjungan tim Komisi VIII DPR RI dipimpin drs. Sudardji pengurus PPRK menyebutkan, nilai cukai tembakau tahun 1980 mencapai Rp. 300.182,4 juta atau naik 56,53 persen dibanding tahun 1979, Rp. 191.777,15 juta. Singkong/ubi jalar. Untuk pilot plant pertama di Lampung, biomass yang dipilih sebagai bahan baku pembuatan ethanol adalah singkong dan ubi jalar. Singkong punya Industri rokok kretek di Indonesia waktu tanam sekitar 10 bulan dari tahun ke tahun menunjukkan sedangkan ubi jalar empat kenaikan produksi bulan. yang Singkong/ubi kayu mengesankan, Secara nasional, mempunyai batang yang bisa produksi tahun 1980 naik 26,75 dipakai sebagai bahan bakar persen dibanding tahun 1979. dalam pembuatan alkohol. Semarang, April (Ant),-- Produksi rokok kretek anggota PPRK (Kudus) tahun 1980 sebanyak 16.099, 6 juta batang terdiri dari 13.918,7 juta batang rokok SKT, 177,99 juta barang rokok klobot dan 2.002,89 juta batang rokok kretek hasil mesin. Sekitar 53.313 orang tenaga kerja, baik tenaga kasar maupun setengah kasar, terserap ke dalam industri rokok kretek di Kudus tahun 1980, kata pengurus PPRK. Gudang Garan harum gurih nikmat LAMBANG KENIKMATAN Gudang Garam Z KEDIRI 009/1K/BY/4-81 Pada tahap pertama dipilih empat lokasi transmigrasi yaitu Tulang Bawang (Lampung Utara), Sekayu (Sumsel), Tajau Focal alsel) dan Moramo II (Sultra). Dari keempat daerah itu setelah diadakan beberapa kali survai, daerah transmigrasi Tulang Bawang dipilih sebagai daerah untuk mendirikan sebuah "pilot plant ethanol" (pilot plant perkebunan ener gi). Kapasitas pabrik ditentukan 5.000 kl/tahun (15.000 liter/- hari), dengan pertimbangan mudah dikelola, ne terjamin tersedianya bahan baku dan produksinya mudah disalurkan. Menurut Wardiman, keun- tungan dan kerugian dari kedua jenis ubi2an ini perlu mendapatkan penelitian agar bisa dipilih serta macam jenis Tugasnya Semakin Berat Samarinda, April (Antara),-- Direktur Jenderal Pengawasan Keuangan Negara Drs. Gandhi menilai, tugas aparat Ditjen Pengawasan Keuangan Negara sekarang ini bertambah berat mengingat anggaran negara semakin meningkat. Tugas aparat itu setiap tahun cenderung meningkat dan ini harus senantiasa diimbangi dengan penyesuaian terhadap tugas itu sendiri. Semakin besar jumlah uang yang harus diawasi, semakin besar pula tugas yang harus diemban. Dirjen Gandhi mengatakan hal itu pada acara serah terima jabatan Kepala kantor Akuntan Negara Samarinda di bangsal utama gubernuran Samarinda Selasa siang. la mengingatkan kepada segenap aparat yang ada, hendaknya selalu mengawasi secara effisien, penggunaan dana. yang paling optimal pendapatan petani ma un bagi pabrik alkohol itu se iri. an Masalah penyediaan bagi perkebunan energi ini perlu juga diteliti lebih la jut mengingat bahwa lahan u uk masih pangan memerli kan ing perhatian. Juga masalah ial menyangkut bidang khususnya di daerah tra grasi. "Suatu pabrik di te masyarakat pedesaan menimbulkan keteganga. kitarnya usaha2 pence nya tidak dipikirkan sel nya", ungkapnya. PL pat Pemerintah Jepang t menaruh perhatian terhadap program alkon dan dalam rangka perjanji bidang "science and tech gy" dengan pemerintah nesia, pemerintah Jepang akan membantu pendirian pabrik alkohol percobaan. 5 10 Pabrik alkohol percobaan itu akan berproduksi 8.000 liter sehari. Bantuan lain termasuk sebuah laboratorium penelitian proses alkohol dan kebun percobaan untuk mene- liti ubi jalar. Bank Dunia Sediakan 50 Juta Dollar Untuk PIR Ngabang Pontianak, April (Ant). Bank Dunia menyediakan dana US$50 juta untuk pembangunan proyek Perusahaan Inti Rakyat (PIR) V Ngabang, kabupaten Pontianak dengan areal sekitar 20.000 ha. Proyek tsb. mulai dilaksanakan Juni 1981 dan menampung petani peserta sekitar 5.500 kepala keluarga Proyek perkebunan kelapa sawit tsb. dilaksanakan PNP VII. Untuk proyek itu para kepala adat/temenggung di kecamatan Ngabang pertengahan Maret 1981 menyerahkan tanah seluas 20.000 ha lebih kepada Gubernur Kepala Daerah Kalbar Soedjiman di Ngabang. Mengawali penjelasannya tentang PIR V Ngabang tsb. ketika menyampaikan RAPBD th 1981/1982 dalam sidang pleno DPRD Kalimantan Barat di Pon- tianak, Selasa siang, Gubernur Kalbar Soedjiman mengatakan, dana pembangunan bagi daerah itu tahun ini seluruhnya berjumlah Rp.109 milyar lebih. Tingkatkan Penjualan Pabrik Industri Tokio, April (Ant-Reuter). Komite Ekspor Pabrik Industri Jepang, sesuatu badan penasehat resmi segera akan mengusulkan serangkaian tindakan promosi ekspor termasuk perluas kawasan proyek di mana Jepang menyuplai pinjaman lunak membantu negara2 berkembang, demikian diungkapkan para pejabat Kementerian Per- dagangan Jepang. Komite tersebut tahun lalu mengusulkan pengadaan pinjaman campuran, kombinasi antara pin- jaman keras dan lunak, dalam usaha membantu peningkatan daya saing Jepang dengan negara2 industri dalam penjualan pabrik, kata mereka itu. Para pejabat itu mengatakan, usul lainnya akan meliputi tindakan yang hati-hati dalam memberikan pin- jaman lunak tanpa ikatan kepada negara2 berkembang, meningkatkan ekspor pabrik industri berdasarkan proyek bantuan tehnik dan mendua kali-lipatkan usaha promosi ekspor pabrik industri bagi proyek2 pengembangan sumber2 kekayaan Dana tsb. terdiri atas proyek sektoral/APBN Rp 56.570,1 juta (55,82 persen), proyek APBD tingkat I sebesar Rp 7.500 juta (7,40 persen), proyek Inpres daerah Tk II Rp 2.586,6 juta (2,55 persen), proyek Surat Surat penunjangan jalan kabupaten Rp 2.653,5 alam. Ekspor pabrik industri Jepang dalam tahun fiskal 1980 yang berakhir bulan lalu, berdasarkan izin ekspor, diperkirakan mencapai nilai sebanyak sembilan milyar dollar AS, tiga milyar dollar di bawah nilai yang diekspor pada tahun fiskal 1979. Menurut hasil penelitian komite itu para eksporter pabrik industri Jepang kalah dalam persaingan dengan pihak pengusaha Eropa Barat dan Amerika Serikat dalam tahun2 terakhir ini di Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan negara komunis, kata para pejabat tersebut. Tempat dari biomass energy research and development center, setelah diadakan survai ditetapkan di Selusuban Ter banggi Besar (Kabupaten Lampung Tengah). Pemba- ngunannya akan dimulai akhir tahun ini dan selesai akhir tahun 1982. Konsepsi "smallholder"juga akan dicoba di daerah transmigrasi tulang Bawang. Permainan Cadangan Emas Mereka mengatakan faktor penyebab kecenderungan ini terutama karena tingginya harga sampai pada tahun fiskal 1980, pada saat saingan persyaratan kredit ditingkatkan. Selanjutnya Inpres desa Rp Meresahkan Eksportir persen), Inpres sarana kesehatan Rp 1.365,2 juta (1,35 persen), Inpres sekolah dasar- Rp.8.688,9 juta (8,57 persen), Inpres penghijauan dan reboasasi Rp 4.624 juta (4,56 persen) dan dana tanaman ekspor Rp 12.582,7 juta (12,41 persen). Jepang Ingin EMAS memang bikin ribut akhir2 ini. Bukan saja lonjakan harganya yang mengejutkan hampir semua orang beberapa waktu yl, tetapi juga diperebutkan orang sebagai cadangan bank sentral. Majalah South edisi Maret April tahun ini telah menurunkan sebuah ulasan mengenai makin kuatnya peranan emas sebagai cadangan moneter dan kecenderungan sementara bank sentral negara maju untuk menyesuaikannya dengan harga pasar. Dengan mengajukan kajian Brodsky dan Sampson untuk UNCTAD, majalah tsb. menunjukkan betapa permainan cadangan emas ini telah menipu sebagian besar negara berkembang. Sedangkan semula mereka telah terlanjur terpedaya terhadap kekuatan dollar yang dikampanyekan sebagai "sama kuatnya dengan emas" dan karena itu banyak yang melepaskan cadangan emasnya untuk diganti dengan dollar, maka akhir2 ini mereka dikagetkan oleh semacam kecenderungan untuk kembali kepada cadangan emas. Dan sementara mereka tak lagi memiliki emas, pergeseran ini sangat menguntungkan sementara. maju negara telah yang menumpuk cadangannya dalam bentuk emas. sbb: CADANGAN INTERNASIONAL Sudah sejak beberapa tahun terakhir ini emas mulai makin kuat peranannya sebagai cadangan moneter. South menulis bahwa saham emas dalam cadangan dunia telah meningkat dari 41% di tahun 1970 menjadi lebih dari 65% pada tahun 1980. Dua pertiga dari cadangan emas bank2 sentral malahan sudah mengalami revaluasi sesuai dengan perkembangan harga pasar. The London Financial Times mengomentari perkembangan ini dengan nada sinis: "bank2 sentral Barat tanpa malu-malu memainkan otot keuangan ekstra yang diperoleh dari kenaikan harga cadangan mereka itu". Perkembangan ini memang mengejutkan banyak kalangan, sebab antara 1960-1970, di antaranya dengan digunakannya SDR sebagai cadangan internasional, orang memperoleh kesan se-akan2 sistem cadangan emas bakal berakhir sama sekali. Di tahun 1960an itu timbul perbincangan tentang bagaimana caranya memperbesar cadangan untuk mengimbangi perdagangan dunia yang meningkat. Perancis waktu itu mengusulkan dinaikkannya harga resmi emas untuk memungkinkan kenaikan cadangan internasional. Gagasan itu ditolak, karena ini akan menimbulkan ketidakrataan dalam likuiditas internasional. Ottmar Emminger, yang mengadakan kemudian menjadi presiden Deutche Bundesbank, mengatakan bahwa produktifitas kalau terjadi kenaikan harga emas, maka negara2 yang menyandarkan diri pemeriksa, yaitu melalui pendidikan. pada "sumpah Amerika" (nilai tukar tetap emas $ 35 per ounce) dan hanya Selain itu fasilitas pendidikan memiliki sedikit cadangan emas akan menderita kerugian. Karena latar tenaga2 baru, yang setiap tahun belakang demikianlah maka pada tahun 1967 dicapai persetujuan untuk dijatahkan seribu lulusan SLTA menciptakan SDR sebagai cadangan yang baru, dan konsensus pun untuk dididik menjadi sarjana berkembang untuk menjadikan SDR sebagai cadangan yang utama dalam muda atau sarjana akuntan. sistem moneter dunia, hingga dengan itu peranan emas bisa dikurangi. Penambahan aparat Ditjen ini setiap tahunnya hanya 20 persen. Pihak Ditjen Pengawasan Keuangan Negara menurut Gandhi, mencoba mengatasi masalah ini yaitu dengan cara meningkatkan effisiensi pemeriksaan, yaitu mencari sasaran yang strategis. Selain peningkatan itu Namun usaha yang terakhir itu belum mencapai harapan. Tahun lalu hanya 474 siswa yang bisa diterima, dari enam ratus yang direncanakan. Namun persetujuan tentang SDR itu, menurut South, tak pernah dilaksanakan secara sungguh2, terutama karena keberatan beberapa negara maju dalam menambah alokasi SDR. Mereka takut perluasan alokasi itu akan membawa efek inflasioner yang tinggi. Sementara itu harga emas terus Jakarta. Maret i Antaral. Kurs konversi Bank Indonesia yang berlaku 8 April 1981 tercatat BELI US.$. 1,- A.$. 1,- A.Sch. 1,- B.Frc. 1,- Can.$. 1,- D.Kr. 1,- DM. 1,- KURS TENGAH US.$. TT/RP MT/RP RP 1,000000 627,25 626,75 628,75 1,152358 722,82 0,066625 41,79 0,028658 17,98 0,842898 528,71 0,149738 93,92 0,470000 294,81 Escudo 1,-- 0,017533 11,00 F.Frc. 1,-- 0,199450 125,11 HK.$. 1,- 0,187313 117,49 Lit: 100, 0,094400 59,21 Mal.$. 1,- N.Gld. NZ.$. 1,- N.Kr. 1,- Poundstg 1,- Sin.$. 1,- S.Kr. 1,- SW.Frc. 1,- Yen 0,434428 272,49 0,424097 266,01 0,902735 566,24 0,184271 115,58 2,192256 1.375,09 0,474804 297,82 0,215248 135,01 0,514554 322,75 292,33 100,- 0,466053 Kurs & Valuta Asing HARGA EMAS: Harga Emas dipasaran Jakarta kemarin pagi tercatat: LM (Logam Mulia) 24 Karat 23 Karat 22 Karat Harga2 tersebut diatas belum termasuk ongkos pembuatan, Jakarta, April (BY). Para eksportir yang selama ini melakukan kegiatan ekspornya melalui pelabuhan internasional Halim Perdanakusumah Jakarta merasa resah sehubungan surat edaran Cardig Air PT baru2 ini yang menetapkan akan memungut sewa gudang (go down handling charge) terhitung 1 April 1981. Demikian kalangan eksportir me ngatakan kepada "BY" kemarin. Mereka mengatakan, selama ini untuk kegiatan ekspor lewat Halim Perdanakusumah tidak dikenakan sewa gudang, karena umumnya proses pengiriman barang-barang ekspor itu relatif cepat, yaitu kurang dari 2 x 24 jam. Berbeda dengan proses barang-barang impor yang umumnya memerlukan waktu ber-hari-hari. Untuk pengiriman barang-barang impor ini pihak Cardig sudah lama mengenakan tarip sewa gudang Rp. 5 per kg per hari. sewa Edaran Edaran PT Cardig Menurut surat edaran PT Cardig, gudang untuk pengiriman barang-barang ekspor mulai 1 April dikenakan 5 cent US Dollar per kg atau sekitar Rp. 31,- Tarip ini tetap dikenakan biarpun proses pengi riman barang hanya berlangsung selama 1 jam atau kurang. 10 Kalangan eksportir itu merasa berat dikenakan tarip sewa gudang tsb, karena akan menambah beban biaya mereka yang selama ini sudah cukup besar. Sebagai misal, untuk pengiriman barang ekspor sebanyak ton saja, mereka harus mengeluarkan Rp. 31 x 10.000 kg = Rp. 310.000,-. Ditambah biaya-bia- ya lain seperti ongkos truk, kuli, dll mereka minimal paling harus sekitar mengeluarkan Rp. 500.000,-. "Itu kalau 10 ton, Iha kalau 60 ton, bisa dihitung sendiri berapa biaya harus dikeluarkan," kata seorang eksportir cukup dikenal di Jakarta kepada "BY", yang tiap bulannya rata-rata ia melakukan ekspor lewat Halim sekitar 70-an ton. HALAMAN III Selain itu surat edaran Cardig itu menurut kalangan eksportir tadi bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah yang saat ini justru ingin menggalakkan ekspor lewat berbagai falisilitas dan incenttive, seperti lewat SE dan semacamnya. JUAL US$. TT/RP MT/RP 1,000000 630,75 630,25 1,161497 732,61 0,066932 41,22 0,028885 18,22 0,845221 533,12 0,150713 0,472798 0,017868 0,200650 0,188427 0,095052 95,06 298,22 11,27 126,56 118,85 59,95 275,75 269,18 576,42 117,03 0,437173 0,426764 0,913871 0,185536 2,205239 1.390,95 0,477408 301,13 0,216793 136,74 0,517931 326,68 0477702 298 22 Para eksportir ini menghimbau pada pimpinan Cardig Air PT agar meninjau kembali surat edaran tsb yang dinilainya sangat memberat- kan dan kemungkinan bisa Rp. 10,850/per-gram Rp. 10,700/per-gram Rp. 10.300/per-gram Rp. 9.850/per-gram saat mengurangi kegiatan ekspor yang ini sedang digalakkan pemerintah. Demikian keluhan mereka kepada "BY".- (R-10). Harus Berdasarkan Proyeksi Kenaikan Beaya Produksi Kuala Lumpur, April(Ant-AFP),-- Negara2 anggota Dewan Timah Internasional harus menggunakan proyeksi2 peningkatan ongkos batas produksi dalam menyusun harga yang baru, dan bukannya angka2 yang ketinggalan beberapa bulan ketika data itu diajukan, kata Menteri Industri Dasar Malaysia Datuk Paul Leong Rabu. Ongkos unit rata2 produksi timah sekarang ini meningkat secara konsten akibat inflasi dunia, naiknya harga energi, sukubunga yang tinggi, meningkatnya harga mesin dan bahan2 menurunnya mutu bijih timah, kata Datuk Leong. Masalah harga yang dihadapi negara2 produsen bertambah lagi dalam bulan2 belakangan ini dengan memburuknya kondisi ekonomi dunia, dilemparkannya cadangan timah strategis AS, dan rendahnya harga dasar yang di tentukan secara tidak realistis oleh Dewan Timah Internasional (ITC) "Situsasi ini sangat mem- perihatinkan saya dan rekan2nya di negara produsen timbah", katanya. Negara2 Asean dan Bolivia telah mendesak supaya sidang dewan kali ini mengadakan perobahan yang berarti bagi ruang gerak harga cadangan penyangga ke tingkat yang lebih realistis dipandang dari keadaan ekonomi dimana industri timah melakukan kegiatan2nya. Perlu merobah bagian2 dari menjamin persetujuan itu untuk bahwa harga timah internasional dipertahankan pada tingkat yang cukup tinggi untuk memungkinkan negara2 produsen membayar upah yang lebih layak dan menjamin suplai jangka panjang bagi negara2 konsumen, katanya. makin kuat. Nilai cadangan dunia yang meningkat hampir 10 kali di tahun 1970-an dan meningkat lagi dengan 20% pada kuartal pertama tahun 1980, hampir seluruhnya disebabkan oleh meningkatnya nilai cadangan emas dan devisa. Nilai emas meningkat dengan 62% yang berarti hampir dua kali lipat kenaikan nilai cadangan devisa (34%). Meningkatnya nilai cadangan dunia dengan sekitar US$ 650 milyar dalam masa tiga setengah tahun terakhir ini, menurut South, akan menambah tekanan inflasioner internasional, dan karenanya juga meningkatkan ongkos riel bagi Dunia Ketiga dalam bentuk naiknya harga2 barang impor mereka. YANG UNTUNG DAN YANG BUNTUNG Negara2 yang diuntungkan oleh perubahan terakhir ini tentu saja adalah negara2 yang memiliki banyak cadangan emas, yakni negara2 industri terkaya, yang diperkirakan menguasai 90% cadangan emas dunia. Menurut kajian Brodsky Sampson untuk UNCTAD, negara2 belahan bumi utara diperkirakan akan meraih keuntungan hingga sekitar US$ 437 milyar selama tahun 1970-an itu. Bahkan kalau bunga dikurangkan, keuntungan mereka masih mencapai sekitar US$ 415 milyar. Negara2 berkembang sudah tentu hanya sedikit mendapat bagian, sebab saham cadangan emasnya hanyalah sekitar 10%. Sedangkan buat negara maju, durian runtuh ini berarti tambahan US$ 500 per kapita, maka buat Dunia Ketiga kenaikan cadangan itu hanyalah US$ 15 per kapita, sementara bagi negara2 yang terkena dan yang paling sedikit berkembang, itu berarti US$ 6 dan US$ 3 per kapita. Kalau kenaikan cadangan ini berlangsung lewat perluasan alokasi SDR, maka tingkat cadangan internasional Dunia Ketiga akan meningkat dengan U.S.S. 100 milyar di atas nilai rielnya pada akhirnya tahun 1979. Sedang bagi negara berkembang yang sangat terkena(most seriously affected) dan negara yang paling kurang berkembang, cadangan mereka akan mencapai US$ 31 milyar dan US$ 9 milyar, yang berarti lebih dari dua kali lipat tingkat cadangan mereka yang sebenarnya. Maka, dengan getir kajian Brodsky dan Sampson itu mencatat, sementara dunia berkampanye menggalakkan pemindahan sumber2 ke negara2 berkembang, salah satu potensi besar untuk pemindahan itu justru bukan untuk keuntungan yang melarat, tetapi untuk mempergemuk yang kaya. Untuk memperbaiki kepincangan ini kajian Brodsky dan Sampson mengusulkan mobilisasi cadangan emas IMF (yang jumlahnya mencapai sekitar 100 juta ounces dan kini bernilai sekitar US$ 50 milyar) lewat perluasan trust fund, yang sama dengan cara operasi trust fund dalam IMF sekarang. Keuntungan yang diperoleh dari pelelangan emas pada waktu2 tertentu dimasukkan dalam trust fund itu dan digunakan untuk memberi pinjaman lunak kepada negara berkembang yang memenuhi syarat. Namun, tulis South, sampai hari ini kelompok 24 negara telah menolak setiap usulan yang menyangkut pembagian keuntungan yang diperoleh dari penjualan emas. (Business News)