Tipe: Koran
Tanggal: 1984-05-17
Halaman: 05
Konten
Berita Yudha - Penandatanganan Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Republik Demokrasi Jerman (RDJ) Selasa sore ditan- datangani di Jakarta, masing2 oleh Dirjen Hubungan Ekonomi Luar Negeri Deplu selaku Ketua Delegasi Indonesia, Atmo Suryo dan Ketua Delegasi RDJ Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri RDJ. Dr. Eduar Schwierz. Tampak pejabat dari kedua Negara tersebut sedang saling tukar menukar naskah kerja sama tersebut. (FOTO ANTARA/P04). Ekspor Kopi Indonesia Cerah Jakarta, Mei (ANTARA). Ekspor kopi Indonesia tahun ini diperkirakan akan meraih devisa sekitar US$460 juta, kata Ketua Umum Asosiasi Eksporter Kopi In- donesia (AEKI), Dharyono Ker- tosastro kepada para wartawan di Jakarta, Rabu. Selatan, Mesir dan Eropa Timur. Negara kuota yang paling banyak membeli kopi Indonesia sampai saat ini adalah Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), Amerika Serikat dan Jepang. Harga kopi di pasaran interna- sional tahun 1980 tercatat US $2,75/kg FOB, tahun 1981 turun menjadi 1,64/kg FOB dan tahun 1984 naik menjadi US $1,8/kg FOB. Dengan meningkatnya harga kopi di pasaran internasional, maka pendapatan petani kopi juga terus meningkat. "Dalam tiga tahun terakhir pendapatan petani sudah mencapai 75 persen dari harga FOB, sedangkan sebelumnya hanya memperoleh sekitar 45 persen dari harga FOB" katanya. Berkat usaha pemerintah sebagai menggalakkan pemasaran kopi, kini Indonesia berhasil menempati kedudukan kedua eksporter kopi dunia ke negara-non kuota setelah Brazil. Dikatakan, Indonesia dalam tahun kopi 1983/1984 mendapat kuota ekspor dari Organisasi Kopi Internasional (ICO - International Coffee Organization) 142.013 ton, kemudian dalam triwulan I tahun 1983/1984 mendapat tambahan 2.706 ton dan triwuyan II 1983/1984 mendapat tambahan 2.705 ton sehingga seluruhnya menjadi 146.424 ton. Perkembangan harga kopi di pasaran internasional kini cenderung meningkat antara lain karena berkurangnya suplai kopi dunia akibat gangguan musim, sedangkan produksi kopi Indonesia tahun ini cukup baik dan diperkirakan akan mencapai 360.000 ton. Kamis, 17 Mei 1984 Dari produksi kopi Indonesia sebesar 360.000 ton itu untuk kon- sumi dalam negeri sekitar 80.000 ton, diekspor ke negara anggota ICO 147.424 ton dan sisanya akan diekspor ke negara-negara non- kuota seperti Aljazair, Korea TEMU KARYA KOPI II Dharyono juga menjelaskan, AEKI pada tanggal 21-23 Mei 1984 Harga Emas Labil Lagi Jakarta, Mei (BY). Harga emas murni batangan "Logam Mulia" dan harga emas murni perhiasan kini agak labil setelah mengalami kemerosotan ber-turut2 sejak beberapa minggu lalu. Dibandingkan dengan catatan minggu lalu, terjadi kenaikan sekitar Rp 75,00 p/gram misalnya harga emas "LM" naik dari Rp 12.225,- menjadi Rp 12.300,- dan harga emas perhiasan 24 karat dari Rp 12.125,- menjadi Rp 12.200,- kemarin. Ken- dati demikian pasarannya belum berubah. Suasana lesu dan kendor masih melingkupi sektor ini. Selama hari2 seminggu lalu hampir tak kedengaran adanya order2 pembelian baru dalam partai lumayan yang masuk, kata pedagang. Tanggal 7 Mei 1984 Tanggal 8 Mei 1984 Tanggal 10 Mei 1984 Tanggal 11 Mei 1984 Tanggal 12 Mei 1984 Tanggal 14 Mei 1984 Tanggal 15 Mei 1984 (pagi) Tanggal 15 Mei 1984 (siang) Para pedagang rata2 ragu dan cenderung ingin mempelajari perkembangan pasar berikutnya. Hal itu berhubungan erat dengan sulitnya uang kontan, daya/minat beli masyarakat terhadap emas sangat merosot belakangan2 ini, jumlah emas yang ditawarkan orang dari luar kalangan pedagang emas dengan syarat pembayaran "menarik" masih berdatangan. Kecuali itu harga emas di pasaran Hongkong masih menurun sekitar US$ 1.00 p/troy ounce (31.1035 gram) di bandingkan dengan catatan minggu lalu misalnya. Catatan harga2nya di bursa Hongkong sbb.: Harga di Jakarta Rabu sore sbb.: EMAS MURNI BATANGAN: "Logam Mulia" Seri Baru "Logam Mulia" Seri Lama EMAS MURNI PERHIASAN : 24 karat 23 karat 22 karat Dkr. DM Eksporter kopi ke negara non- anggota ICO sampai saat ini masih didominasi Brazil, menyusul In- donesia dan Colombia, kata Dharyono. Sw. Fre Yen 0,119154 119,81 0,127814 128,52 59,64 Kurs Konversi Bl Kurs Konversi Bank Indonesia yang berlaku Senin 16 Mei 1984 sebagai berikut: Jual Beli Kurs US.S. A.S. 1₁- 1₁- B. Fre. Can S 1. 0,773814 778,07 Tengah US.$. TT/RP MT/RP RP. US.S. TT/RP MT/RP 1,000000 1.005,50 1.005,00 1.007,00 1,000000 1.009,00 1,008,50 0,900000 904,95 0,908193 916,37 A. sch. 1.- 0,051948 52,23 0,052289 52,76 1.- 0,017953 18,05 0,018059 18,22 0,776896 783,89 0,100400 101,30 0,367203 370,51 0,007335 7,40 0,119892 120.97 0,128406 129,56 0,059679 60,22 0,435750 439,67 0,326829 329,77 1 0,099850 100,40 1, 0,365698 367,71 Escudo 1, 0,007194 7,23 F. Fre. Hk. S 1, 100,- 0,059312 Lit Mal. S 1.- 0,433719 436,10 1.- 0,643900 647.44 0,656352 662,26 N. Gld. 1, 0,324992 326,10 Nz. S Nkr. 128,75 1. 0,128041 Poundstg 1.- 1,390500 1.398,15 1.- 0,474875 477,49 0,128764 129,92 Sin. S Skr. 1₁- 0,123762 124,44 1.- 0,442087 444,52 100, 0,432246 434,62 1,398458 1.411,04 0,477181 481,48 0,124458 125,58 0,444690 448,69 0,437650 441,59 Truk kedua jenis minyak itu sebagian ditampung oleh SU. Ketua KUD Mina Tengkolak, tapi umumnya terus diangkut dengan truk dibawa ke luar pantai Tengkolak. Tanggal 20 April 1984 yang lalu pukul 16.00 WIB, sebuah truk No. Pul. T 1623 FU, yang dikemudikan oleh tr, yang membawa 15 drum solar terperosok ke Parit, hingga akhirnya diketahui jelas bahwa kedua jenis minyak itu benar-benar hasil penyelundupan. Warga pantai Tengkolak mengetahui hal ini sejak tahun 1980, tapi karena ada beberapa oknum- oknum tertentu di wilayah tersebut US$ 374.35 US1 372.00 US$ 369.25 US$ 373.25 US$ 371.20 US$ 371.00 US$ 373.10 USD$ 373.00 Rp. 12.300/gram Rp. 12.250/gram Rp 12.200/gram Rp. 11.750/gram Rp. 11.650/gram [BN]. Dari Hal.I turun terlibat dalam kasus ini, sedang untuk penjualannya itupun hampir merupakan penjualan bebas dengan harga Rp 40.000,- tiap drumnya. Beberapa orang yang disebut- sebut masyarakat telah tercatat pada yang berwajib, karena orang- orang itu terlibat baik dalam kegiatan sebagai penadah maupun petugas yang dipercayakan untuk pengamanan bahan-bahan tersebut. Orang-orang yang tercatat itu belum dijelaskan, karena pengusutan masih terus dilakukan secara terpadu agar bisa digulung seluruhnya. akan mengatakan temu kar kopi ketiga di Surabaya yang akan dibuka oleh Menteri Perdagangan Rachmat Saleh. Temu karya kopi tersebut akan membahas masalah aktual dunia perkopian, antara lain masalah stok kopi nasional, arbitrase dan standar kontrak kopi Indonesia. "Indonesia dalam tahun 1985 diharapkan sudah akan memiliki standar kontrak kopi Indonesia yang kini sedang digarap oleh 10 sarjana ekonomi yang berpengalaman di bidang perdagangan dalam negeri dan internasional", katanya. Standar kontrak kopi Indonesia tersebut akan mengatur hak dan kewajiban serta sangsi bila terjadi pelanggaran. Negara-negara penghasil kopi yang besar pada umumnya sudah memiliki standar kontrak kopi seper- ti Brazil, Colombia dan Meksiko. Para peserta temu karya kopi ketiga yang bertemakan "Maksimalisasi pendapatan devisa negara dan pendapatan petani kopi" itu akan mendengarkan pengarahan antara lain dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Drs. Soesilo Sardadi dan Ketua Badan Pelaksana Bursa Komoditi, Drs. Paian Nainggolan, demikian Dharyano. Tingkat Suku Bunga AS Akan Naik ½ Persen Miami, Mei (ANT-REUTER) Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Malcolm Baldrige hari Senin menyatakan bahwa, suku bunga Amerika Serikat akan meningkat tidak lebih dari setengah persen, sedang inflasi akan tetap stabil dan pertumbuhan produk nasional bruto (GNP) akan turun menjadi empat persen pada semester kedua 1984. Baldrige menyatakan hal itu kepada para pengusaha dan bankir ketika menghadiri konperensi tahunan gubernur Florida Bob Graham mengenai perdagangan dunia. la mengatakan, para ahli ekonomi Departemen Perdagangan Amerika Serikat melihat tidak adanya keganjilan sekitar pemulihan kembali ekonomi dewasa ini. "Semua persentase tersebut sebagaimana yang seharusnya. la melihat kemungkinan terjadi peningkatan suku bunga setengah persen lagi. Tidak lebih dari itu. Saya tidak melihat inflasi akan meningkat," kata Baldrige. Bank-bank Amerika Serikat terkemuka minggu lalu meningkatkan suku bunga pinjaman utama mereka--tingkat suku bunga yang dikenakan kepada perusahaan-perusahaan langganan terkemuka mereka naik setengah persen menjadi 12,5 persen. Ini merupakan peningkatan serupa yang ketiga selama tiga bulan terakhir. "Saya rasa kami akan melihat peningkatan GNP akan mulai menurun. Saya perkirakan kenaikan sebesar empat persen dalam kuartal kedua," katanya. GNP Amerika Serikat meningkat lebih dari delapan persen dalam kuartal pertama 1984. "Jika kami dapat mencapai 3,5 sampai empat persen (peningkatan GNP) tanpa diikuti peningkatan inflasi, kami akan menjadi negara terbaik di seluruh dunia dan inilah yang ingin kami capai," demikian Baldrige. Menlu 98 Persen Kebutuhan Dari Hal.I dari Menlu Cina Wu Quexian, ketika pejabat Cina itu berkunjung ke Kuala Lumpur dua bulan lalu. Obat Dipenuhi Dari DN. Jakarta, Mei (BY] Kemampuan industri farmasi dalam negeri terus bertumbuh. Kini 98% dari kebutuhan akan bermacam-macam obat-obatan sudah dibuat sendiri. Hanya beberapa macam saja yang masih diimpor, yaitu a.l. untuk jenis yang kurang ekonomis untuk diproduksi di dalam negeri serta untuk obat2an hasil penemuan terbaru pihak luar negeri. Dalam nilai, 5% dari keseluruhan obat2an yang dibuat sendiri, adalah produksi industri2 farmasi milik pemerintah. Namun begitu, kebutuhan akan bahan baku bagi pembuatan obatan2an masih 95% bergantung pada luar negeri. Untuk menggantikan kedudukan impor itu, kini telah mulai diproduksi beberapa jenis bahan baku. Misalnya garam2 kina, yodium, garam yodida, paracetamol, dilnya lagi. Pemenuhan kebutuhan akan bahan baku mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap harga beberapa macam obat esensial, yaitu dapat ditekan lebih rendah lagi. Supaya harga2 obat dapat lebih terjangkau oleh masyarakat, masih terasa perlu untuk lebih meningkatkan unsur2 pengendalian dan pengawasan terhadap produksi, distribusi, penggunaan dan lalu lintas obat, alat kesehatan serta kosmetika. Hal ini pada gilirannya juga akan mendorong produksi obat jadi di dalam negeri kepada mutu yang sepenuhnya memenuhi persyaratan. Demikian juga terhadap obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat yang sejauh ini banyak yang belum dibuktikan kebenaran khasiat dan keamanannya secara ilmiah. (N). BNI 1946 Denpasar Salurkan Kredit Rp. 11,5 Milyar Denpasar, Mei (BY) BNI 1946 Denpasar hingga akhir Maret 1984 tercatat menyalurken berbagai macam kredit dengan nilai maksimum seluruhnya mencapai Rp 11.519.595.500,- terbanyak disalurkan untuk kredit modal ker- ja bagi 60 nasabah. Pimpinan BNI 1946 Wilayah 06 Surabaya Husen Rustam mengungkapkan hal itu di Denpasar Jum'at pekanlalu, pada waktu ia menyampaikan penghargaan kepada Satuan Brimob Ki.33 BS atas kesigapan ikut menyelamatkan gedung BNI 1946 di Denpasar dari amukan api ketika gedung bioskop di sebelahnya terbakar habis beberapa bulan yl. Husen Rustam mengungkapkan, peran serta BNI 1946 membantu kelancaran perekonomian masyarakat di Propinsi ini cukup besar, a.l. terbukti dari berbagai macam kredit yg dikeluarkan guna menunjang pembangunan di sana. Selain menyalurkan kredit modal kerja, pihaknya juga memberikan KMKP kepada 397 nasabah dengan nilai maksimal Rp 2,3 milyar dan KIK kepada 77 nasabah dengan nilai maksimal Rp 1,2 milyar. Kredit lainnya adalah kredit investasi bagi empat nasabah dengan nilai Rp 891 Nilai Ekspor Non Migas Indonesia Naik 24% Jakarta, Mei (Ant). Nilai ekspor mata dagangan non- migas Indonesia dalam dua bulan pertama (Januari s/d Pebruari) 1984 naik sekitar 124 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 1983. Data sementara yang diperoleh AN- TARA dari Bank Indonesia (BI) menun- jukkan, nilai ekspor komoditi non-migas Indonesia dalam dua bulan pertama 1983 tercatat US$ 649,51 juta, sedangkan dalam periode yang sama 1984 menjadi US$ 804,68 juta atau naik US$ 155,17 juta sama dengan 24 persen. Nilai ekspor non-migas Indonesia dalam dua bulan pertama 1984 itu yang paling menonjol adalah kayu termasuk kayu lapis tercatat US$75,92 juta, menyusul karet tercatat US$63,40 juta, kopi US$25,75 juta, tímah US$21,13 juta, kerajinan tangan US$23,36 juta, nikel US$12,74 juta dan tembaga US$10,98 juta. Sedangkan nilai ekspor non-migas yang paling kecil adalah semen, tercatat US$341.000,-, menyusul tembakau US$760.000,-, kopra US 1,21 juta, tapioka US$2,87 juta dan rotan US$ 5,30 juta. Komoditi non-migas Indonesia itu sebagian besar diekspor ke Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), Amerika Serikat, Hongkong, Singapura, Korea Selatan dan Kawasan Timur Tengah. Pasaran tidak menentu Keadaan pasaran internasional dalam beberapa waktu terakhir tidak menentu. Harga pasaran komoditi karet dalam beberapa waktu terakhir menurun, sebaliknya komoditi kopra, kayu lapis, kelapa sawit, tembaga, timah harganya naik cukup tajam sedangkan kopi, semen pasarannya agak mantap. Harga karet di pasar New York un- tuk jenis RSS-I pada akhir Januari 1984 tercatrat 58 sen dollar AS/1b CIF, akhir Pebruari 1984 turun menjadi 57-1/4 sen dan minggu pertama April 1984 turun lagi menjadi 54-1/8 sen dollar AS/1b CIF. Harga minyak sawit di pasaran Lon- don pada akhir Januari 1984 tercatat US$650,-/long ton CIF; akhir Pebruari naik menjadi US$675,-/long ton CIF dan minggu pertama April 1984 Laik menjadi US$695,-/long ton CIF. Harga kayu lapis di pasaran Tokyo pada akhir Januari 1984 tercatat 1.220 Yen/lembar, akhir Pebruari 1984 naik menjadi 1.303,- Yen per lembar. Harga tembaga di pasaran Tokyo pada akhir Januari 1984 tercatat 630 Yen/kg, akhir Pebruari 1984 tetap 630 Yen/kg dan akhir minggu pertama April 1984 naik r njadi 640 Yen/kg. juta. BNI 1946 Denpasar juga memberikan kredit ekspor bagi seorang nasabah dengan nilai Rp 750 juta, kredit mahasiswa In- donesia kepada 596 nasabah dengan nilai Rp 422.996.000,- dan kredit profesi guru kepada 177 nasabah dengan nilai Rp 192,8 juta. BNI 1946 Cabang Denpasar yg beroperasi sejak 1962 dengan kan- tor kas dan unit di Sanur,Kuta dan Nusa Dua mampu mengumpulkan dana dari masyarakat sebanyak Rp 5,3 milyar lebih, a.l. dari giro sebanyak 2.443 nasabah dengan nilai Rp 2,9 milyar lebih, deposito dari 141 nasabah bernilai Rp 1,5 milyar lebih dan tabungan dari 13.532 nasabah bernilai Rp 871,3 juta. (WL) DENGAN diproklamasikan kawasan ZEE maka kawasan laut Indonesia bertambah sekitar 0,8 juta mil persegi dengan potensi sumber ati rikanan dikawasan itu sebanyak 1,8 juta ton/tahun. Dalam kenyataannya besarnya peluang mencuri ikan baik diperairan nusantara maupun di perairan zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) merupakan "momok" dalam upaya menggali secara maksimal potensi perikanan nasional. Dan selama peluang mencuri ikan tetap besar, sulit merangsang swasta nasional dan asing untuk menanam modalnya secara resmi dalam memanfaatkan potansi perikanan bagi kesejahteraan bangsa dan negara. Demikian pula jika sarana dan prasarana pengawasan belum memadai mereka lebih senang mencuri. Bagi Indonesia, secara geografis terdapat sekitar 13.000 pulau yang terpencar letaknya, sangat menyulitkan dalam melakukan pengawasan di perairan. Di Kanada, misalnya dengan hanya satu pantai diawasi 3 kapal besar khusus, 300 kapal pengawas kecil, pesawat terbang disamping dukungan kapal-kapal perang. Untuk Indonesia sedikitnya dibutuhkan 200 kapal patroli yang dioperasikan secara bergilir, sedangkan harga-harga kapal yang dinilai tepat untuk patroli mencapai sekitar 10 sampai 14 milyar rupiah. Bagi pemerintah untuk menyediakan dana sebesar itu bukanlah sesuatu yang mudah, sebab anggaran Ditjen Perikanan setiap tahun hanya sekitar 16 milyar rupiah, berarti hanya cukup untuk membeli sebuah kapal saja. USAHA MEMODERNISIR PERALATAN TANGKAP NELAYAN TRADISIONAL. Hingga sekarang ini salah satu upaya untuk mengatasi masalah pengawasan adalah dengan memodernisir peralatan nelayan tradisional seperti kapal dan alat-alat tangkap ikan, sehingga dengan demikian nelayan tradisional dapat melaut lebih jauh dari tepi pantai. Hal ini dimaksudkan untuk secara tidak langsung dapat mengurangi aktifitas pencurian ikan, khususnya oleh kapal-kapal asing, dan sampai sejauh ini komposisi pemanfaatan perikanan nasional adalah 98 % secara tradisional, sisanya 2 % secara industri. Dengan diumumkannya ZEE oleh negara-negara tetangga seperti Australia, Papua Nugini, Pilipina, Vietnam dan Malaysia, menyebabkan semakin terbatasnya ruang gerak kegiatan penangkapan ikan oleh negara maju di kawasan ZEE bersangkutan. Keadaan tersebut menyebabkan kapal-kapal ikan negara maju mengalihkan kegiatan- nya keperairan negara lain termasuk juga perairan Indonesia. Nampaknya rencana pemanfaatan perairan ZEE oleh swasta nasional sampai se- jauh ini baru tercatat 5 perusahaan yang menyatakan minatnya perusahaan tersebut merupakan usaha patungan dengan swasta asing. Sumber-sumber itu mengatakan bahwa Menteri Malaysia itu akan melanjutkan perjalanan ke Ulan Bator dari Beijing. Berkaitan dengan masalah ini pada tahun 1983 di Jakarta pernah dilangsungkan seminar mengenai hukum laut internasional yang merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda. Seminar tersebut bermaksud meng- gumuli permasalahan yang berkenaan dengan penjabaran lebih lanjut konvensi hukum laut internasional pada tanggal 10 Desember 1982 yang telah dilaksanakan di Montego By-Jamaica. Dan bagi Indonesia yang dikenal sebagai negara nusantara tentunya amat berkompeten dengan seminar ini, karena yang berbicara adalah para ahli dari negara Belanda yang seperti diketahui termasuk salah satu negara maritim Hubungan antara Malaysia dan Cina dan mempunyai pengalaman yang amat luas di bidang kelautan, dimana "Bapak adalah resmi dan baik tetapi ada Hukum Laut" yang telah diakui dunia berasal dari negeri Belanda yakni Hugo de Groot pembatasan untuk menjalin hubungan yang lebih erat terjadi Beijing enggan Oleh karena itulah maka permasalahan yang dikemukakan serta usaha-usaha menghentikan bantuannya kepada gerakan pemecahan yang dicapai dalam seminar, khususnya dibidang perikanan, pelayaran, bawah tanah orang-orang komunis pencemaran laut, penangkapan ikan, penambangan dasar laut serta penelitian Malaysia dan mengijinkan para pedagang maritim kiranya akan sangat berguna bagi Indonesia, terlebih lagi jika dikaitkan Malaysia secara langsung mengadakan perdagangan dengan Cina dari pada melalui perantara di Singapura dan Hongkong. yang terkenal dengan theori "mare liberium''nya. dengan penjabaran azas Negara Nusantara yang telah diakui dan tertuang dalam konvensi, teristimewa guna penyempurnaan dan pembaharuan hukum nasional kita dibidang kelautan dimana sebagian besar dari peraturan perundang-undangan yang berlaku sekarang ini merupakan warisann kolonial yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Delegasi ke Cina itu terdiri atas para pejabat-pejabat Pernas, perusahaan perdagangan negara yang menangani perdagangan dengan Cina. Lawatan ke Mongolia itu merupakan balasan bagi kunjungan Deputi Menlu Mongolia T.S. Gombosuren ke Kuala Lumpur pekan lalu. Halaman V Hampir Semua Mata Uang Merosot Terhadap Dollar AS, Kecuali S$. Perairan Nusantara adalah zone perairan yang terletak disebelah dalam garis dasar, dimana negara nusantara mempunyai kedalutan penuh. Luas peraturan nusantara tergantung pada bentuk negara yang bersangkutan dan kebutuhan rakyatnya yang wajar. Mahkamah Internasional membenarkan cara menentukan batas dengan menarik garis lurus dengan titik garis terluar suatu pulau yang menjadi bagian negara nusantara. Garis batas tersebut lazim disebut garis dasar, dari garis dasar inilah diukur luasnya: 1) Laut Wilayah. 2) Zone Sempadan. 3) Zone Ekonomi Ekslusif, yang Singapore, Mei (BY). Kebanyakan mata uang asing besar, entah itu DM, Yen, Poundsterling atau Ffr, merosot terhadap US$, yang kursnya kuat, meskipun ketinggian- nya dibuat-buat (over valued), karena dunia menyokongnya. US$ bukan saja dipakai sebagai mata uang dunia, tetapi juga disimpan sebagai cadangan. Karena ini, banyak uang kertas US-dollar. Yang pada hakekat- nya merupakan surat hutang "IOU", seolah-olah tidak ikut beredar. Ini merupakan dasar dari kekuatan tersebut. Dari mata uang yang lebih kecil, S$ termasuk yang menguat atau man- tap sekali terhadap kurs kuat dari US-dollar. Kesan pertama adalah, negara tersebut yang menampung lalu lintas devisa ramai (pasar dollar ACU ber- jumlah di atas US$ 100 milyar), memakai US-dollar sebagai kartu untuk menarik ''peluang" dari kedudukannya sebagai pusat keuangan itu. Kurs sengaja (dengan ikut mempengaruhi pasaran uang yang mengambang) dipertahankan kuat, sekali pun terhadap US-dollar, karena jika nilai uang mereka turun, akan dianggap merugikan rakyatnya, terutama penarik pen- siun, dana CPF dan seterusnya. Ini tidak dikehendaki, karena buntutnya amat panjang dan dapat merusak dasar (bebas dan terbuka) sistim perekonomiannya. MAS (Otorita Keuangan Singapura) memang mampu mempengaruhi pasaran uang di negerinya, karena dana cukup. Uang S$ yang beredar dapat disokong dengan mudah karena cadangannya hampir dobbel. Uang S$ beredar di negeri-2 tetangga yang beredar di Singapura, kebanyakan yang akhirnya akan balik untuk dibelanjakan di Singapore, jadi tidak usah terlalu dikuatirkan. Oleh sebab-sebab di atas kelihatannya lebih menguntungkan buat Singapura mempertahankan nilai mata uangnya tetap kuat. Sudah bertahun-tahun nilai US$ terhadap S$ sekitar 2,10 (pernah 2,20 seben- tar tiga tahun yang lalu). Dalam minggu belakangan S$ bahkan menguat menjadi sekitar 2,08 di money changer. Ekspor, tourisme, galangan kapal dan sebagainya terhambat tidak dapat bersaing karena kurs uang mahal. Namun Singapura memilih yang belakangan ini. Dianggap selama resesi percuma membanting harga. Lebih baik mengumpulkan US-dollar dengan membelinya dengan S$ dan memperbesar impor (buat proyek-proyek pem- bangunan MRT-pengangkutan cepat dan sebagainya) pada waktu harga murah. Strategi Singapura adalah memakai "kartu" US-dollar "mem- bonceng" kedudukan US-dollar yang sedang dapat backing seluruh dunia. Sampai kapan? Secara text book dikatakan apabila negara berdefisit terhadap luar negeri, secara besar-besaran nilainya akan jatuh. Mengapa US-dollar tetap menguat meskipun pada tanggal 27 April USA mengumumkan defisit per- dagangan bulanan besar sekali? Bukankah kalau berdefisit pemerintah USA harus menjual dollarnya buat membeli (membayar) Yen, DM, Poundsterling dan sebagainya, jadi menekan turun nilai US-dollar? Rupanya, banyak atau praktis seluruh dunia yang ada uang lebih menaruh uangnya di USA dalam dollar. Maka nilainya seolah-olah kebal terhadap defisit current account itu. Bunga yang tinggi di saná (prime rate 12% %) makin mereka "betah". Sampai kapan? Gejalanya bisa dilihat apabila orang mulai bosan dengan US-dollar, sebaliknya menubruk Yen, DM dan sebagainya. Pada saat itulah nilai US-dollar bisa menjungkal, apabila jika switch tersebut menimbulkan semacam panik psychologi massa. Ini sering terjadi di masa lampau. DEFISIT PEMBANGUNAN DITUTUP DENGAN TAMBAHAN IURAN CPF Singapura tahun lalu mengalami pertumbuhan ekonomi 7,8%, yang agak luar biasa, mengingat keadaan resesi, hingga memukul ekspor manufacturing, tourisme, galangan kapal dan seterusnya. Pertumbuhan diperoleh dari usaha pemerintah yang menggalakkan konstruksi (MRT, flat-flat dan sebagainya). Defisit pembangunan lebih kurang S$ 6 milyar, ditutup dengan memakai dana tabungan CPF (dana hari tua yang dipotong dari gaji dan sumbangan majikan). Sebelumnya, iuran CPF itu dinaikkan dahulu, hingga terjadi kontraksi uang. Begitu uangnya masuk, baru tabungan dipakai buat maksud tersebut. Jadi tidak perlu cetak uang dan inflasi oleh karenanya dapat dihindarkan. Volume uang tidak menjadi bertambah, tetapi aktivitas tersebut menciptakan penghasilan bagi rakyatnya, mengurangi drastis pengangguran dan per- tumbuhan ekonomi dengan persentasi tersebut dapat ditunjukkan. (BN). 2.813 Bencana Usaha Penanganan Perikanan Di Zona Eksklusif (ZEE) Oleh: Ninik Widayanti S bantu dalam penanggulangan bencana alam yang ditanda tangani di Manila Juni 1976 yang lalu," katanya. Menteri telah mengalokasikan sum- bangan beras dari Thailand tersebut, 90 ton untuk korban bencana alam di Jawa Barat, 105 ton untuk Jawa Tengah dan 105 ton lainnya untuk Jawa Timur. INDONESIA SUMBANG MALAGASI Sementara itu, Menteri Sosial secara Dari Hal.I terpisah telah menyerahkan sumbangan Pemerintah Indonesia sebesar 10.000 dolar AS bagi korban bencana angin taifun di Malagasi (Madagaskar). Sumbangan disampaikan melalui Departemen Luar Negeri RI dan diterima oleh Direktur Hubungan Sosial Budaya Deplu Kusumasmoro, MA untuk diteruskan ke Malagasi. "Nanti Wakil kita di Atananarivo yang akan menyerahkan- nya", kata Kusumasmoro. [R-14]. merupakan bagian dari suatu perairan suatu negara. Garis tersebut ditentukan oleh luas perairan yang berada dibawah kedaultan suatu negara pantai. DAMPAK NASIONAL DAN INETERNASIONAL Zone Ekonimi Ekslusif adalah wilayah laut yang berada diluar dan berbatasan dengan laut teritorial. Di zone tersebut, negara tidak mempunyai kedaulatan, tetapi mempunyai sovereign right (hak daulat) untuk mengatur segala sesuatu seperti melakukan penelitian laut, eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber daya alam yang ada dibawah permukaan laut dan dasar laut serta melindungi kelestarian lingkungan laut. Mengingat ZEE merupakan yuridiksi tambahan bagi negara pantai terutama hak daulatnya, maka negara pantai juga diwajibkan untuk melestarikan sumber alam hayati yang terdapat dalam ZEE, misalnya kewajiban negara pantai untuk menen- tukan jumlah ikan yang boleh ditangkap di ZEE, juga mencegah terjadinya eksploitasi yang berlebihan, selain itu dibebani tanggung jawab untuk memelihara dan mengem- balikan populasi jenis-jenis ikan tertentu sampai mencapai tingkat jumlah yang maksimum. Selain hak daulat yang dipunyai negara pantai, negara tak berpantaipun yang merupakan negara tetangga pantai tersebut mempunyai hak daulat di perairan yang sama, tetapi terbatas terhadap hasil hayati (pasal 69) Informal Composite Text (ICNT), dengan ketentuan bahwa negara yang tak berpantai tersebut termasuk kelompok negara berkembang. Tugas dan tanggung jawab yang ditimbulkan ZEE sangat luas dan berat, sebab dengan ZEE maka yuridiksi Indonesia bertambah sekitar 3 juta kilometer persegi. yang menuntut adanya peningkatan pengawasan dan pengamanan. Karena setiap fragmentarisme dibidang pengawasan yang berkenaan dengan peraturan ZEE tidak hanya akan menimbulkan kesimpangsiuran, tetapi juga tidak akan tercapainya efektivitas dilapangan. Dalam kaitannya dengan bidang pengawasan, segi penegakan hukum di ZEE perlu dipadukan, sebab sampai sekarang belum ada kesatuan penegakan hukum dilaut. dimana berbagai peraturan perundangan masih berlaku yang menyebabkan terdapat- nya aneka ragam instansi yang menangani penegakkan hukum diwilayah perairan Indonesia. Sebab bagaimanapun juga penyelenggaran penegakan hukum dilaut sangat erat hubungannya dengan penegakkan kedaulatan suatu negara, sehingga penegakkan hukum dilaut berarti pula penegakan kedaulatan negara. KEARAH HIGH SEA FISHERY. Pengelolaan perairan ZEE 200 mil dikategorikan dalam high sea fishery yang menuntut faktor-faktor ketrampilan, tehnologi, dana investasi, management yang lebih akurat. Tidak mengherankan jika Indonesia yang baru mulai merintis kearah high sea fishery patut belajar dari negara-negara yang lebih maju. Walaupun demikian pengelolaan perairan tersebut sudah dirintis oleh Badan Usaha Milik Negara dan Perusahaan PMA. Usaha pengelolaan akan dibebankan kepada Badan Usaha Milik Negara Perikanan disamping itu akan diberi kesempatan kepada para investor baik dari luar maupun dalam negeri untuk dapat mengelolanya. Oleh karena itu perusahaan perairan ZEE ini akan penting artinya dengan sistim dikelola oleh Badan Usaha dan swasta Asing. karena akan bermanfaat selain sebagai transfer of teknologi, sebagai pembanding. juga sebagai usaha menegakkan eksistensi wilayah yang baru diundangkan kepada negara-negara tetangga. Memang sebelumnya perkembangan penangkapan ikan dengan cara trawl (pukat harimau) dalam dua dasa warsa ini cukup hebat dilakukan diperairan Asia Tenggara, juga di Indonesia, sehingga penangkapan dengan cara demikian dilarang pengopera- siannya oleh pemerintah. Sebab selain mendesak kehidupan nelayan tradisional, juga membahayakan kelestarian sumber-sumber laut. Dengan melihat kenyataan-kenyataan diatas, kiranya langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan adalah langkah untuk mengundang para peminat/pemilik modal asing di luar negeri, khususnya negara-negara sahabat yang telah menguasai teknologi yang tinggi untuk mengadakan patungan dengan Indonesia dalam hal eksplorasi maupun eksploitasi lautan ZEE, disamping itu juga masih perlu diadakan perjanjian-perjanjian bilateral dengan negara-negara lain untuk memanfaatkan lautan dengan cara memberlakukan berbagai macam "fee" seperti yang pernah di lakukan Amerika Serikat.
