Bekerja sama dengan Pusat Studi Transparansi Publik dan Anti-Korupsi (Pustapako) LPPM Universitas Sebelas Maret, Monumen Pers Nasional telah melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) periode Semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2026. Dalam pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) ini keramahan petugas dan kualitas layanan di museum menjadi aspek dengan apresiasi tertinggi dari ratusan responden yang berpartisipasi.
Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan secara mandiri dan objektif oleh tim ahli UNS, Monumen Pers berhasil meraih nilai 92,127 dengan predikat Sangat Baik (A). Nilai ini menunjukkan konsistensi mutu pelayanan dan fasilitas Monumen Pers jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mendapatkan nilai 92,02 pada Semester I 2025 dan 92,125 pada Semester II 2025. Partisipasi aktif dari 387 responden menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan serta antusiasme publik terhadap komitmen Monumen Pers Nasional dalam menghadirkan ruang untuk literasi dan edukasi sejarah.

Metodologi Survei dan Karakteristik Partisipasi Publik
Evaluasi kali ini melibatkan 387 responden yang sudah menggunakan berbagai unit layanan di Monumen Pers Nasional, jumlah yang sudah melampaui batas minimal sampel representatif. Survei ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kuesioner online agar menjaga transparansi dan efisiensi. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari kelompok usia muda yakni 18-24 tahun sebesar 57,11% dengan status pelajar dan mahasiswa. Hal ini mempertegas peran Monumen Pers Nasional sebagai pusat literasi sangat relevan bagi Generasi Z.
Analisis Mutu Pelayanan
Hasil survei menunjukkan unsur “Sikap dan Perilaku Petugas” menjadi kekuatan utama dengan meraih nilai tertinggi sebesar 95,042 (setara 3,802), di mana pengunjung sangat mengapresiasi keramahan dan profesionalisme petugas di lapangan. Namun di sisi lain, unsur “Sarana dan Prasarana” mencatatkan hasil nilai terendah yakni sebesar 89,121 (setara 3,565) dengan mengidentifikasi aksesibilitas
bagi penyandang disabilitas yang masih kurang memadai, sehingga aspek ini menjadi prioritas perbaikan utama manajemen guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih inklusif.

Perspektif Layanan Masa Depan dan Komitmen Peningkatan Kualitas
Terkait rencana pengembangan layanan berbayar secara selektif, sebanyak 82,17% responden menyatakan dukungan terhadap penerapan biaya pada layanan tambahan tertentu. Masyarakat menilai pengenaan biaya paling wajar diterapkan untuk layanan yang bersifat khusus atau komersial, seperti sewa ruang atau aula (47,03%) serta seminar dan pelatihan (44,19%). Terkait tiket masuk kunjungan umum mayoritas responden (45,48%) tetap berharap agar akses dasar ini dipertahankan gratis atau jika pun berbayar tarif yang ditetapkan berada di kisaran Rp5.000,00 hingga Rp10.000,00. Meskipun demikian, masyarakat memberikan “dukungan bersyarat” agar fasilitas fisik dan peningkatan aksesibilitas inklusif diselesaikan terlebih dahulu sebelum skema biaya diberlakukan.
Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Monumen Pers Nasional berkomitmen untuk melakukan langkah strategis termasuk melaksanakan audit fasilitas aksesibilitas (seperti ramp dan toilet difabel) serta digitalisasi kanal pengaduan masyarakat. Seluruh upaya perbaikan fisik ini akan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan status gedung Monumen Pers Nasional sebagai Cagar Budaya Nasional agar nilai kesejarahan dan keaslian bangunannya tetap terjaga. Hasil SKM Semester I tahun 2026 ini menjadi modal berharga bagi institusi untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, inklusif, dan akuntabel. (Dian Nayla Putri)